cover
Contact Name
Anesa Surya
Contact Email
anesasurya@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
anesasurya@staff.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Didaktika Dwija Indria
ISSN : 23378786     EISSN : 27752917     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini membahas tentang hal-hal yang terkait dengan bidang Ke SD an. Beberapa hal yang menjadi bahan kajian dalam jurnal ini yakni metode pembelajaran, model pembelajaran, Teknologi pembelajaran, media pembelajaran, majanemen sekolah, bahan ajar sekolah dasar.
Arjuna Subject : -
Articles 412 Documents
Peningkatan Tata Kelola dan Literasi Keuangan Melalui Pelatihan dan Digitalisasi pada MIS Nurus Salam Aulya Fahma; Mansur Keling; Arridha Harahap; Cut Janiah
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i1.115859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan tata Kelola keuangan dan literasi finansia melalui pelatihan dan digitalisasi pencataan keuangan di lembaga Pendidikan anak usia dini. Penelitian ini dilakukan di sebuah Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini yaitu MIS Nurus SalamKecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun informasi kunci  dalam penelitian ini yaitu Kepala Sekolah, Wakil Kepala sekolah, dan Guru MIS Nurus Salamtersebut.  Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi, pengumpulan data, reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Digitalisasi dalam pencatatan keuangan menjadi langkah penting bagi Lembaga ini untuk meningkatkan transparansi, aksesibilitas, dan kemudahan dalam analisis keuangan. Pelatihan berfokus pada dua aspek, yaitu: (1) peningkatan tata kelola keuangan lembaga pendidikan melalui digitalisasi pencatatan dan pelaporan, serta (2) peningkatan literasi finansial bagi guru sebagai bagian dari pendidikan karakter dan life skills. Kepala sekolah sebagai pimpinan, bendahara dan guru mengalami peningkatan pemahaman dalam menyusun laporan keuangan berbasis digital serta menyadari manfaatnya dalam pengembangan mutu dan kualitas di MIS Nurus Salam tersebut.
Analisis penerapan 5s ditinjau dari perspektif guru dan peserta didik sekolah dasar Nugraheni Sekar Enggarjati; Siti Istiyati
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i1.106215

Abstract

This study aims to describe the application of the 5S culture (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, Santun) from the perspective of teachers and fifth grade students at SD Negeri Jajar Kota Surakarta. This research is a descriptive qualitative research. Sources of research data include class teachers, principals, and students. The sampling technique was done by purposive sampling. Data collection was done by observation, interview, and questionnaire. The validity test technique used was triangulation technique and source. Data analysis used in this research uses 4 stages according to Miles and Hubberman, namely data collection, data reduction, data presentation, and verification. The implementation of 5S in SD Neger Jajar Surakarta City shows the tendency of sopan to get the highest percentage of (50.27%), followed by santun (48.74%), salam (36.47%), senyum (32.35%), and sapa (26.47%). However, the behavior of students does not fully reflect the application of 5S because there are still inappropriate attitudes such as speaking rudely, being disorderly, and lack of respect for others. This finding shows that the application of 5S has not been optimal and requires continuous habituation and cultivation
Pengaruh Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Pecahan Khusnul Khotimah; Riyadi Riyadi; Supianto Supianto
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i5.107698

Abstract

This research has three objectives: (1) to determine the effect of the application of the Realistic Mathematics Education (RME) learning model and the application of conventional learning models on students' mathematics learning outcomes on fraction materials, (2) to determine the effect of students with high learning motivation and low learning motivation on students' mathematics learning outcomes on fraction materials, and (3) to determine the interaction between the Realistic Mathematics Education (RME) learning model and learning motivation on students' learning outcomes on fraction materials. The research conducted was quantitative research with a quasi-experimental method. Fourth grade students of SD Negeri se-Dabin V Tawangsari District became the population of this study. There are two elementary schools that became the research sample taken by cluster sampling technique. Data collection was carried out using a learning outcome test and a learning motivation questionnaire. The data in this study were analyzed using the two-way anava technique with unequal cells, which was preceded by prerequisite analysis tests such as normality, homogeneity, and balance tests. The results of the study obtained that: F(A) count = 82.61 > 4.28 = F(A) table, then H0 is rejected. Furthermore, F(B) count = 13.92 > 4.28 = F(B) table, then H0 is rejected. Meanwhile, F(AB) calculated = 2.47 > 4.28 = F(AB) table, then H0 is accepted.  Referring to the data that has been analyzed, it can be concluded that: 1) there are differences in the mathematics learning outcomes of students who are given learning with the Realistic Mathematics Education model with students who are given learning with conventional learning models; 2) there are differences in mathematics learning outcomes in students who have high learning motivation with students who have low learning motivation; 3) shows no interaction between learning models and learning motivation on students' mathematics learning outcomes.
Peningkatan keterampilan membaca nyaring menggunakan media flipbook peserta didik kelas II SD Ayu Septi Rosalinda; Retno Winarni
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i1.104265

Abstract

Abstract. Language is one of the important things for every individual. Language components include listening skills, speaking skills, reading skills, and writing skills. The phenomenon that occurs in students is that they are not yet fluent in reading and cannot apply correct punctuation when reading. The purpose of this study was to determine the improvement in reading aloud skills through flipbook media for class II students of SDN 2 Jatipuro in the 2024/2025 academic year. This research is a Classroom Action Research (CAR). The research was conducted for 3 months and involved 16 class II students of SDN 2 Jatipuro. Data collection techniques used observation, interviews, tests, and documentation. Cycle I obtained a completeness of 62.25% with an average of 72.1% included in the good category, but had not reached the research performance indicators. Cycle II obtained an increase of 81.25% with an average of 85.7% included in the very good category. Based on the description above, it can be concluded that the use of flipbook media can improve the reading aloud skills of class II students of SDN 2 Jatipuro in the 2024/2025 academic year.   
Implementasi Model Pembelajaran GIDL Berbantuan Media Light Box terhadap Kemampuan Kolaborasi Peserta Didik Desviana Safitri; Deviyanti Pangestu; Niken Yuni Astiti; Erni Mustakim
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 2 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i2.116872

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi model pembelajaran GIDL (Group Investigation Discovery Learning) berbantuan media Light Box terhadap kemampuan kolaborasi peserta didik kelas V SD Negeri 3 Simbar Waringin tahun ajaran2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe nonequivalent control group design yang melibatkan satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 16 peserta didik. Kelas eksperimen mendapatkan pembelajaran IPAS materi sifat-sifat cahaya dengan model GIDL berbantuan Light Box, sedangkan kelas kontrol menggunakan model Group Investigation dengan materi yang sama namun tanpa media pembelajaran. Data kemampuan kolaborasi dikumpulkan dengan angket skala likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta analisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas levene, perhitungan N-Gain, dan regrasi linier sederhana. Hasil penelitian menujukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen, namunu koefisien determinasi regresi hanya sebesar 7,8% dengan nilai Fhitung 0,426 < Ftabel 6,61 dan signifikansi 0,543 > 0,05, sehingga model GIDL berbantuan Light Box tidak berpengaruhu signifikan terhadap kemampuan kolaborasi peserta didik. Peningkatan skor N-Gain kemampuan kolaborasi pada kelas eksperimen maupun kontrol didominasi kategori rendah (g < 0,3), yang mengindikasikan bahwa intervensi pembelajaran pada dua pertemuan belum cukup untuk mengubah perilaku kalaborasi peserta didik secara bermakna.
Penggunaan Media Flashcard untuk Meningkatkan Keterampilan Bercerita pada Peserta Didik Kelas III Sekolah Dasar Yasmin Nur Masyithah; Retno Winarni
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i1.105889

Abstract

Abstrak . Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bercerita siswa kelas III SDN 03 Nangsri melalui penggunaan media flashcard . Keterampilan bercerita merupakan bagian dari keterampilan berbicara yang esensial dalam mengembangkan keterampilan berbahasa siswa di sekolah dasar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal, keterampilan bercerita siswa masih tergolong rendah, hanya 13,63% siswa yang mencapai ketuntasan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes keterampilan bercerita. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada setiap siklusnya. Pada siklus I ketuntasan meningkat menjadi 45,45%, dan pada siklus II mencapai 86,36%, melampaui kinerja indikator yang ditetapkan sebesar 80%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa media flashcard efektif dalam meningkatkan keterampilan bercerita siswa. Media ini mampu memberikan rangsangan visual yang menarik, membantu siswa dalam menyusun cerita secara terstruktur, dan meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam berbicara. Dengan demikian, pemanfaatan media flashcard dapat dijadikan salah satu alternatif metode pembelajaran inovatif dalam meningkatkan keterampilan berbicara khususnya keterampilan bercerita di sekolah dasar. 
Analisis kesulitan membaca aksara Jawa nglêgêna pada peserta didik kelas III sekolah dasar ditinjau dari perspektif psikolinguistik Dyah Maharani; Joko Daryanto
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i5.108319

Abstract

This study aims to describe the difficulty of reading nglêgêna Javanese script reviewed from a psycholinguistic perspective. This study is a descriptive qualitative study with a case study approach. Data sources in this study include respondents/informants, the process of completing the test, and documents. Data collection was conducted using active participation interview techniques, tests, and documentation study analysis. Data analysis used Miles and Huberman's interactive analysis technique. The results of this study describe the difficulty of reading the nglêgêna Javanese script from a psycholinguistic perspective in the form of difficulties at the conceptualization stage (understanding the concept), formulation (thinking), and articulation (pronunciation). The difficulty in reading nglêgêna Javanese script at the conceptualization stage lies in the activity of distinguishing the form/morpheme of nglêgêna Javanese script, understanding that 1 nglêgêna Javanese script represents 1 syllable, and understanding the concept of "nglêgêna". The difficulty in reading nglêgêna Javanese script at the formulation stage lies in the activity of interpreting the form of nglêgêna Javanese script into Latin script and in articulatory planning by reading silently. The difficulty in reading nglêgêna Javanese script at the articulation stage lies in the activity of pronouncing Javanese script in the apico-dental and apico-alveolar groups.Kata kunci: reading difficulties, nglêgêna Javanese script, psycholinguistics, elementary school
Analisis kesulitan peserta didik dan guru dalam pembelajaran IPAS elemen keterampilan proses di sekolah dasar Shanggita Rosnanda; Rukayah Rukayah; Supianto Supianto
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i1.97523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dan guru dalam pembelajaran unsur proses IPAS di Kelas IV SD Negeri Kleco II Surakarta dan upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dan guru masih mengalami kesulitan dalam pembelajaran IPAS. Peserta didik mengalami kesulitan dalam mengamati, menanya dan memperkirakan, merencanakan dan melakukan penyelidikan, mengolah dan menganalisis data dan informasi, mengevaluasi dan melakukan refleksi, serta mengkomunikasikan hasil. Guru mengalami kesulitan dalam menganalisis CP, merumuskan CP menjadi TP, menyusun ATP, dan merancang pembelajaran, pembelajaran berdiferensiasi belum optimal, kesulitan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran IPAS. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan siswa adalah mendiagnosis, menjelaskan kembali materi, melakukan kegiatan remedial dan pengayaan, memberikan kesempatan kepada siswa untuk menuliskan pertanyaan di buku catatan, dan menyampaikannya di depan kelas. Sebaliknya, siswa lain diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan, membimbing siswa untuk terlibat langsung dalam penyelidikan, dan memberikan tugas dan latihan secara berkala. Upaya mengatasi kendala guru antara lain dengan meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, berperan aktif dalam Kelompok Kerja Guru (KKG), pendampingan dan pembinaan kepala sekolah, mengikuti pelatihan atau workshop, serta melakukan pengembangan diri secara mandiri.
Pengaruh pendekatan realistic mathematics education (RME) terhadap pemahaman konsep bangun datar peserta didik kelas III SD gugus diponegoro Fais Ahla Dzikri; Riyadi Riyadi
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i1.104792

Abstract

This study aims to determine the effect of the Realistic Mathematics Education (RME) approach on third-grade elementary students' conceptual understanding of plane figures. The low level of mathematical understanding among students, particularly in geometry, serves as the background for this research. A quantitative method with a quasi-experimental design using a non-equivalent control group was employed. The sample consisted of 67 third-grade students divided into experimental and control groups. Data were collected using pretest and posttest essay-based assessments and analyzed through an independent sample t-test. The result showed a significance value of 0.046 (< 0.05), indicating a significant difference between the two groups. Students in the RME group achieved higher average scores than those in the control group. The RME approach proved effective in enhancing conceptual understanding by presenting real-life contexts, engaging students actively, and supporting the cognitive development of elementary learners. Moreover, RME promotes critical thinking and problem-solving through a gradual mathematization process from concrete to abstract. Based on these findings, RME is recommended as an alternative mathematics teaching strategy that is meaningful and enjoyable for young learners.
Hubungan Ecoliteracy dengan Sikap Peduli Lingkungan Peserta Didik di Sekolah Dasar Adiwiyata Kecamatan Banjarsari Kumala A&#039;yuninnata; Dwi Yuniasih Saputri
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i5.106548

Abstract

This study examines the relationship between ecoliteracy and environmental awareness in elementary school students at Adiwiyata schools in Banjarsari District. This study uses a quantitative research type with a correlational design, focusing on the relationship between ecoliteracy (X) and environmental awareness (Y). The research sample was 4 adiwiyata elementary schools with 88 students. Data collection used scales and data analysis used prerequisite tests and hypothesis testing. The results of this study are that there is a simultaneous relationship between ecoliteracy and environmental care attitudes, with a significance value of 0.000 <0.05 with a Pearson correlation value of 0.589 in the moderate category. The results showed a significant positive correlation between ecoliteracy and environmental awareness. Ecoliteracy improves individuals' understanding of ecological concepts and their ability to overcome environmental problems, thereby fostering proactive behavior towards sustainability.