cover
Contact Name
Anesa Surya
Contact Email
anesasurya@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
anesasurya@staff.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Didaktika Dwija Indria
ISSN : 23378786     EISSN : 27752917     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini membahas tentang hal-hal yang terkait dengan bidang Ke SD an. Beberapa hal yang menjadi bahan kajian dalam jurnal ini yakni metode pembelajaran, model pembelajaran, Teknologi pembelajaran, media pembelajaran, majanemen sekolah, bahan ajar sekolah dasar.
Arjuna Subject : -
Articles 412 Documents
Kontribusi Motivasi Membaca dan Penguasaan Kosakata terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Sekolah Dasar Galang Budi Prakoso, Peduk Rintayati, St Y Slamet
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 3 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i3.115414

Abstract

Kemampuan menulis puisi merupakan kompetensi literasi tingkat tinggi yang menuntut integrasi faktor afektif dan kognitif, namun seringkali terkendala oleh rendahnya motivasi dan terbatasnya kosakata siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran kontribusi motivasi membaca dan penguasaan kosakata terhadap kemampuan menulis puisi siswa kelas V SD se-Kecamatan Kartasura. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri se-Kecamatan Kartasura sebanyak 717 siswa yang tersebar di 38 sekolah dasar negeri, dan sampel sebanyak 108 siswa dipilih menggunakan teknik cluster random sampling dari empat sekolah. Pengumpulan data menggunakan: (1) angket motivasi membaca (α = 0,881); (2) tes penguasaan kosakata (KR-20 = 0,894); dan (3) tes kemampuan menulis puisi dengan lima kriteria penilaian (ICC = 0,967). Analisis data menggunakan korelasi Spearman Rank dan regresi linear berganda (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) motivasi membaca memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kemampuan menulis puisi (r = 0,211; p = 0,028) serta berkontribusi sebesar 4,45% (sumbangan efektif = 0,95%); (2) penguasaan kosakata memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kemampuan menulis puisi (r = 0,258; p = 0,007) serta berkontribusi sebesar 6,66% (sumbangan efektif = 7,75%); dan (3) motivasi membaca dan penguasaan kosakata secara simultan memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kemampuan menulis puisi serta berkontribusi sebesar 8,70% (R = 0,294; p = 0,009; Cohen's f² = 0,095). Temuan ini menunjukkan bahwa penguasaan kosakata merupakan prediktor dominan (sumbangan relatif 89,08%), yang mengimplikasikan bahwa guru perlu memprioritaskan pengayaan kosakata siswa sebagai fondasi linguistik utama dalam pembelajaran menulis puisi melalui pendekatan berbasis stimulus visual.
Penerapan model problem based learning berbantuan socio scientific issue (SSI) untuk meningkatkan kesadaran lingkungan pada pembelajaran IPAS peserta didik kelas V sekolah dasar Hasna Nabila Exa; Joko Daryanto
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i1.107961

Abstract

This study attempts to provide a description of application of problem-based learning model based on Socio Scientific Issues (SSI) that can increase environmental awareness. This study utilizes the Classroom Action Research (CAR) method. The study was conducted with all students from grade V A at SD Negeri Rejosari Surakarta as subjects. The data used are qualitative and quantitative data with data collection techniques using observation, interviews, questionnaires, and documentation. The validity test technique uses triangulation of sources and techniques. Data analysis uses data analysis techniques proposed by Miles and Huberman, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing or verification. The results of this study prove that the model can increase students' environmental awareness which is reflected in the increasing understanding of environmental issues, empathy and responsibility, and environmentally conscious behavior in everyday life.
Penerapan problem based learning dengan pembelajaran berdiferensiasi terhadap kemampuan pemecahan masalah di SD agmelia Fatika Anggraini; Nindy Profithasari; Alif Luthvi Azizah; Erni Erni
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i1.114148

Abstract

The problem addressed in this study is the low level of problem-solving ability in the subject of Natural and Social Sciences (IPAS) among fourth-grade students at SD Aisyiyah. This study aims to examine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model integrated with differentiated instruction on students’ IPAS problem-solving abilities. A quasi-experimental method was employed using a non-equivalent control group design. The population of this study consisted of all fourth-grade students at SD Aisyiyah. The sampling technique used was saturated sampling, involving a total of 37 students. Hypothesis testing was conducted using simple linear regression analysis. The results indicated that Fcount > Ftable, demonstrating a significant effect of implementing the Problem-Based Learning model combined with differentiated instruction on students’ problem-solving abilities in IPAS. Therefore, it can be concluded that the integration of Problem-Based Learning and differentiated instruction positively influences the IPAS problem-solving abilities of fourth-grade elementary school students at SD Aisyiyah in the 2025/2026 academic year.
Peningkatan Keterampilan Sosial melalui Model Problem Based Learning Berbantuan PPt Interaktif Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila pada Peserta Didik kelas V Sekolah Dasar Putri Shofik Alfiatun; Siti Istiyati
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i1.103098

Abstract

This study aims to improve the social skills of students using a problem-based learning model assisted by Interactive PPt in Pancasila Education subjects at SDN Ngebung 1 Sragen in the 2024/2025 school year. This research is a class action research that was carried out as many as 2 cycles using the Kemmis and MC method. Taggart method including planning, implementation, observation, and reflection. The results showed that the social skills of students using the PBL model assisted by Interactive PPt increased in Pancasila Education subjects. In the pre-action, the social skills of students amounted to 24%, increased in cycle I to 47% and increased in cycle II by 85.2%. The aspects of social skills used in this study include peer relationship skills, self-management skills, academic skills, compliance skills, and assertive behavior.
Pengaruh model cooperative learning tipe jigsaw dengan media diorama terhadap hasil belajar IPS materi kebudayaan daerah siswa kelas 4 sekolah dasar Aisyah Puspitasari; Jenny Indrastoeti Siti Poerwanti
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v13i6.105293

Abstract

this study set out to ascertain the extent to which the Jigsaw Cooperative Learning model, with the use of diorama, influenced the social studies learning outcomes pertaining to local studies including local materials studied by four fourth-grade elementary school students. This research is classified as quantitative since it uses a pretest-posttest control group design and a quasi-experimental methodology.  The sample was selected using the cluster random sampling approach and subsequently split into experimental and control groups. In this study, a learning outcome test is used to collect data, which is subsequently analyzed using Mann Whitney. The result showed that student with Jigsaw cooperative learning model had better learning outcomes than student whit team tournament model. The control group received an average score of 75, whereas the experimental group received an average score of 85. The results of hypothesis testing indicate that the use of diorama media in conjunction with the Jigsaw cooperative learning paradigm significantly affects social studies learning outcomes for local cultural information.  A significance level of 0.05 is used in this investigation.
Implementasi pelatihan berpikir kritis dalam pembelajaran di sekolah dasar Muhammad Rizal Habib; Nyiurista Selfi Rofita; Rafiq Nur Fadillah; Lutfi Nada Sagita; Aliffia Hanif Ariyani; Mifta Huljannah; Riswandi Riswandi; Muhammad Nurwahidin
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i1.112572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pelatihan berpikir kritis dalam pembelajaran pecahan setengah dan seperempat untuk siswa kelas dua sekolah dasar. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini dilakukan dengan 20 siswa melalui observasi, dokumentasi, dan analisis aktivitas pembelajaran kelompok dan individu. Proses pembelajaran mengintegrasikan media visual konkret dan diskusi kelompok kolaboratif untuk merangsang indikator berpikir kritis seperti interpretasi, analisis, penalaran, dan penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa aktif berpartisipasi dalam mengidentifikasi representasi pecahan dan mendiskusikan solusi dengan teman sebaya. Aktivitas kelompok mendukung pengembangan keterampilan penalaran; Namun, beberapa siswa masih belum mampu memberikan justifikasi independen untuk jawaban mereka. Hasil tes individu menunjukkan tingkat penguasaan yang beragam, dengan kurang dari setengah siswa memenuhi standar kompetensi minimum, menunjukkan bahwa pelatihan yang konsisten diperlukan untuk pengembangan berpikir kritis yang optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun strategi pembelajaran yang diterapkan mendorong keterlibatan siswa dan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis awal, intervensi pembelajaran yang berkelanjutan dan terstruktur diperlukan untuk memperkuat keterampilan analitis mandiri siswa.Kata kunci: berpikir kritis, matematika dasar, pecahan, pembelajaran kolaboratif.      
Pengaruh penerapan pendekatan socioscientific issues (SSI) terhadap sikap ilmiah peserta didik kelas V pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar Michelia Dyan Cindy Wardhani; Matsuri Matsuri; Dwi Yuniasih Saputri
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i1.93656

Abstract

Sikap ilmiah merupakan hal penting dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pendekatan Socioscientific Issues terhadap sikap ilmiah di MIN 1 Wonogiri. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan nonequivalent control group design. Penelitian ini menggunakan pretest dan posttest untuk membandingkan rata-rata hasil kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 54 siswa berdasarkan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala asesmen dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah uji hipotesis dengan uji t sampel independen. Syarat uji yang harus dipenuhi adalah normalitas dan homogenitas data. Hasil statistik uji t dalam penelitian ini sebesar 0,018 sehingga lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05. Berdasarkan hal tersebut, maka terdapat pengaruh antara pendekatan SSI terhadap sikap ilmiah. Rata-rata hasil sikap ilmiah kelas eksperimen sebesar 82,4 dan pada kelas kontrol sebesar 79,1. Penelitian ini menjelaskan bahwa peningkatan sikap ilmiah pada masing-masing aspek yaitu rasa ingin tahu sebesar 15,72%, tujuan sebesar 12,72%, cermat sebelum mengambil keputusan sebesar 12,72%, berpikir terbuka sebesar 16,07%, jujur sebesar 14 ,96%, dan tingkat bunga sebesar 16,07%. Melakukan kegiatan pembelajaran IPA dan IPS yang mengajarkan sikap ilmiah agar siswa memiliki sikap positif dalam belajar yang dapat mempengaruhi hasil belajar.
Implementasi model kooperatif teams games tournament berbantuan aplikasi jeopardy untuk meningkatkan kemampuan menyusun pola kalimat Ifa Auliya Kusuma; Sukarno Sukarno
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 3 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i3.116934

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa kelas II SD dalam menyusun pola secara tepat dan runtut pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyusun pola kalimat melalui implementasi model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berbantuan aplikasi Jeopardy pada siswa kelas II SDN Kedungputri 4. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi kinerja guru dan aktivitas siswa, wawancara guru dan siswa, serta tes evaluasi hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran, serta peningkatan kemampuan menyusun pola yang ditunjukkan melalui peningkatan nilai rata-rata kalimat siswa dari 65,61 pada siklus I menjadi 82,44 pada siklus II, serta peningkatan ketuntasan belajar dari 44% menjadi 89%. Hasil wawancara juga menunjukkan respon positif terhadap penerapan model TGT yang membantu aplikasi Jeopardy. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model TGT berbantuan aplikasi Jeopardy dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif, interaktif, dan menyenangkan dalam meningkatkan kemampuan menyusun pola kalimat siswa kelas II sekolah dasar.
Hubungan keterampilan bertanya guru dengan hasil belajar kognitif IPAS materi cerita tentang daerahku kelas IV SD Indah Permatasari; Sandra Bayu Kurniawan
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thoughtful questioning by teachers is essential for fostering students' critical thinking skills and actively involving them in the learning process. This study aims to determine the relationship between teacher questioning skills and cognitive learning outcomes in IPAS topic "Stories About My Region" of grade IV elementary school students in Pedan district for the 2024/2025 academic year. This study adopted a quantitative methodology, incorporating an ex post facto design and correlational analysis. Data were collected using a Guttman scale questionnaire for teacher questioning skills and an essay test for IPAS cognitive learning outcomes. We obtained a sample of 67 students from the elementary school of Muhammadiyah Al-Bayyin, elementary school of 1 Keden, and elementary school of 1 Ngaren was selected using cluster random sampling. The analysis used point biserial correlation and simple linear regression tests. The findings indicated a significant positive correlation (p = 0.041, r = 0.250), although categorized as low. Teacher questioning skills also significantly influenced students' cognitive learning outcomes ( = 0.063). Teachers who are skilled at asking questions tend to foster greater cognitive development in their students. This finding implies that improving teacher questioning skills, especially in advanced questioning techniques and providing sufficient thinking time, is necessary to optimize student learning outcomes.
Penerapan media pembelajaran komik digital untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring peserta didik kelas I di sekolah dasar Novi Ernayanti; Retno Winarni
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i4.109094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan penerapan komik digital sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring siswa kelas satu di SDN 1 Dengkeng. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan membaca nyaring siswa dan terbatasnya penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dimodelkan setelah Kemmis & McTaggart, dengan empat langkah utama: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan tes. Penelitian ini melibatkan 10 siswa dan guru kelas satu di SDN 1 Dengkeng. Validasi data menggunakan uji validitas isi berupa soal tes yang dinilai oleh dosen ahli sebagai validator, triangulasi sumber data, dan triangulasi teknik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komik digital memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan membaca nyaring siswa. Hasil ini terlihat dari persentase siswa yang menyelesaikan membaca nyaring, yang meningkat dari 40% menjadi 80% dari total siswa. Lebih lanjut, media ini juga mampu memotivasi dan menumbuhkan minat belajar membaca, memperluas pemahaman, dan mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan komik digital sebagai media pembelajaran yang efektif dan inovatif dapat mendukung peningkatan keterampilan membaca nyaring di tingkat sekolah dasar.