cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
ojsjpp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muzizatakbarrizki@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian
ISSN : 18581625     EISSN : 26851725     DOI : -
Core Subject : Health,
Objective of JOURNAL OF DEVELOPMENT OF AGRICULTURAL EXTENTION DEVELOPMENT REVIEW: AGRICULTURE REVIEW ISSUES issued with the aim of describing conceptual thoughts or ideas and results of research to participate in developing animal husbandry studies, with open and contributions from various scientific disciplines and approaches that meet at the intersection of research results and critical analysis of contemporary development issues, including research articles, literature studies and other scientific reviews.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 21 No. 2 (2024): Desember" : 10 Documents clear
Penggunaan Sari Daun Sirih Hijau (Piper Betle L ) Untuk Fumigasi Fogging Telur Tetas Terhadap Mortalitas Dan Daya Tetas Prabewi, Nur; Wihardinata, Ageng Anugrah; Sudarmanto, Bambang
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sari daun sirih hijau (Piper betle L ) untuk fumigasi fogging telur tetas terhadap daya hidup embrio, mortalitas dan daya tetas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan dan 5 kali ulangan dengan masing-masing perlakuan 50 butir sehingga total telur 200 Butir telur ayam ras erlakuan terdiri atas: P0 (Konsentrasi 20% tanpa menggunakan fogging), P1 (Konsentrasi 20% dengan metode fogging), P2 (Konsentrasi 30% dengan metode fogging), P3 (Konsentrasi 40% dengan metode fogging). Variabel yang diteliti meliputi: daya hidup embrio, mortalitas, daya tetas. metode analisis data menggunakan metode Analisis Variansi , apabila terjadi signifikan diuji lanjut dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT). Hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan penggunaan sari daun sirih hijau (Piper betle L) sebagai desinfektan dengan metode fogging berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap daya hidup embrio, dan sangat signifikan (P<0,01) terhadap variabel mortalitas dan daya tetas. Dapat disimpulkan penggunaan sari daun sirih hijau sebagai desinfektan dengan metode fogging dengan konsentrasi 30% dan 40% memberikan hasil paling baik.
Maggot Cultivation: Transforming Agricultural Waste Into Kasgot Organic Fertilizer In Daleman Kidul Village Rif’an, Ahmad; Rachmadianto, Muhammad Faiz; Priyana, Faris Candra; Hartono, Budi
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1272

Abstract

Pemanfaatan Sampah Hasil Sisa Pertanian di Desa Daleman Kidul, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Sampah hasil sisa pertanian di Desa Daleman Kidul dimanfaatkan sebagai budidaya maggot untuk mengurai limbah organik pertanian dan menciptakan pupuk organik berbahan dasar kasgot. Selain itu, hasil dari penetasan lalat Black Soldier Fly (BSF) akan dimanfaatkan dan dijual dalam kemasan/bentuk maggot segar, maggot kering, telur lalat, serta produk turunannya seperti tepung maggot, pellet maggot, prebiotik, dan pupuk organik. Permasalahan: Meskipun budidaya maggot memiliki potensi besar dalam pengelolaan limbah organik dan produksi pupuk organik, terdapat tantangan dalam menentukan jenis limbah yang paling efektif untuk pertumbuhan maggot serta pengaruh suhu terhadap laju metabolisme dan pertumbuhan maggot. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan budidaya maggot sebagai pengurai limbah organik pertanian dan penciptaan pupuk kasgot organik di Desa Daleman Kidul, serta untuk mengevaluasi pengaruh jenis limbah (kering dan basah) dan suhu terhadap pertumbuhan maggot. Metode yang digunakan untuk mengetahui perkembangan budidaya maggot sebagai pengurai limbah organik pertanian dan penciptaan pupuk kasgot organik di Desa Daleman Kidul adalah dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari dua perlakuan melalui dua dusun sebagai parameter. Rancangan ini diamati melalui limbah kering dan basah. Hasil temuan menunjukkan bahwa pertumbuhan maggot dengan pemberian pakan limbah kering lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan maggot yang diberi pakan limbah basah. Hal ini terlihat dari ukuran maggot yang lebih besar dan jumlahnya yang lebih banyak pada perlakuan limbah kering. Sebaliknya, limbah basah memberikan hasil pertumbuhan yang kurang baik. Suhu yang dingin berpengaruh terhadap pertumbuhan maggot yang terlambat karena laju metabolisme yang melambat. Meskipun demikian, maggot masih dapat tumbuh dan berkembang di semua fase hidupnya dan dapat dijadikan sebagai pakan ternak karena kandungan proteinnya yang tinggi. Selain itu, hasil kasgot yang dihasilkan dari budidaya maggot di Desa Daleman Kidul dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman melalui beberapa proses yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk berbahan dasar maggot efektif meningkatkan pertumbuhan selada, terutama pada dosis 60%. Tinggi tanaman selada yang diberi pupuk berbahan dasar maggot 60% lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan pupuk kandang kambing dan kontrol. Pemberian pupuk berbahan dasar maggot berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas permukaan daun, dan bobot basah tanaman sawi hijau.
Pengaruh Ekstrak Bawang Putih Dan Bawang Merah Terhadap Kualitas Makroskopis Sperma Ayam Bangkok Wardhani, Anggi Widya Kusuma; Widiarso, Budi Purwo; Pranatasari, Dewi
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1263

Abstract

             Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih dan bawang merah terhadap kualitas makroskopis sperma pada ayam Bangkok. Penelitian ini menggunakan sebanyak 20 ekor pejantan ayam Bangkok dengan umur 1,5 tahun dan dilakukan selama 60 hari di Canary Farm, Kabupaten Boyolali. Rancangan percobaan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu P0 tanpa pemberian ekstrak bawang putih dan bawang merah, P1 pemberian ekstrak bawang putih dan bawang merah 1,5 ml, P2 pemberian ekstrak bawang putih dan bawang merah 2,5 ml, P3 pemberian ekstrak bawang putih dan bawang merah 3,5 ml. Pembuatan ekstrak bawang putih dan bawang merah dilakukan dengan metode maserasi. Variabel penelitian meliputi volume, pH, dan konsistensi sperma. Data volume dan pH yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan apabila perlakukan berbeda nyata maka diuji langut menggunakan uji Duncan Multiple Range (DMRT). Data konsistensi sperma diuji menggunakan analisis Kruskal Wallis, apabila berbeda nyata maka akan dilakukan Uji Mann Whitney. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ekstrak bawang putih dan bawang merah berbeda nyata (P<0,05) terhadap variabel volume dan konsistensi sperma, namun berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap variabel pH sperma. Pemberian ekstrak bawang putih dan bawang merah sebanyak 3,5 ml dapat meningkatkan volume dan konsistensi sperma dan dapat mempertahankan pH sperma. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak bawang putih dan bawang merah dapat digunakan sebagai salah satu suplemen alami yang dapat diberikan pada ayam Bangkok untuk meningkatkan kualitas sperma dalam program inseminasi buatan.           
Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani dalam Upaya Pengembangan Usahatani Urban Farming (Kasus Kelompok Tani Mugi Lestari Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya) Zahra, Salwa Azuma; Pratama, Agief Julio; Situmeang, Widya Hasian
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1221

Abstract

Penguatan kelembagaan merupakan salah satu dari 7 Strategi Utama Penguatan Pembangunan Pertanian untuk Kedaulatan Pangan (P3KP), berdasarkan Rencana Strategis Nasional menurut Kementerian Pertanian, penguatan kelembagaan menjadi titik awal yang harus dilakukan oleh kelompok tani dalam meningkatkan dinamika, kemandirian dan kinerja kelompok tani dalam sebuah usahatani. Tujuan dari penelitian yaitu menganalisis keadaan kelembagaan di Kelompok Tani Mugi Lestari, serta menganalisis pelaksanaan program penguatan kelembagaan tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, FGD (focus group discussion), wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif diperkuat dengan kualitatif (mixed method). Data kuantitatif diolah dalam skala likert  dengan menyusun tabel distribusi frekuensi menggunakan metode tabulasi silang (crosstabs). Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pelaksanaan program penguatan kelembangaan memberikan perubahan ke arah yang lebih baik dari pada sebelumnya. Hal tersebut sejalan dengan adanya analisis pelaksanaan program penguatan kelembagaan. Pelaksanaan program penguatan kelembagaan diukur dari tingkat kapasitas kelembagaan, dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung, dengan menujukkan peran penyuluh pertanian, peran ketua kelompok tani, dan kedinamisan kelompok termasuk ke dalam kategori Kuat (K), sedangkan kapasitas anggota dan partisipasi anggota berada pada kategori Tidak Kuat (TK). Peningkatan kapasitas dan partisipasi anggota di Kelompok Tani Mugi Lestari masih perlu upaya yang dilakukan secara lebih terfokus dan tepat sasaran, guna menciptakan kedinamisan kelompok di wilayah perkotaan. 
Evaluasi Penyuluhan Pembuatan Teh Kompos Limbah Buah Jeruk dengan Penambahan Kotoran Sapi di Desa Tawangargo Qorip, Niky Asma’ul Sukma; Despita, Rika; Hariri, Acep
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1214

Abstract

Desa Tawangargo merupakan desa dengan luas lahan pertanian ± 165 ha dengan produktivitas yang masih rendah pada komoditas hortikultura. Desa Tawangargo memiliki potensi berupa limbah buah jeruk dan kotoran ternak yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini dikarenakan petani merasa informasi yang diberikan ketika penyuluhan terlalu rumit ketika diterapkan. Sehingga berdasarkan potensi dan permasalahan yang ada dilakukan kajian pembuatan teh kompos dengan hasil terbaik yaitu teh kompos limbah buah jeruk dengan penambahan kotoran sapi yang digunakan sebagai materi penyuluhan. Tujuan penelitian ini mengetahui peningkatan pengetahuan, tingkat sikap serta tingkat keterampilan petani. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengisian kuisioner dan ceklist observasi kepada 23 petani.Hasil evaluasi penyuluhan yang telah dilakukan yaitu terdapat peningkatan pengetahuan petani sebesar 36%. Sebelum dilakukan penyuluhan tingkat pengetahuan petani sebesar 42% dan setelah penyuluhan dilakukan sebesar 78%. Tingkat keterampilan petani terhadap pembuatan teh kompos sebesar 79%. Sedangkan tingkat sikap petani mengarah pada positif yaitu sebesar 79%.
Respons Petani Terhadap Pemanfaatan Limbah Padat Sapi Sebagai Pupuk Bokashi di Desa Klopo, Kecamatan Tegalrejo Akimi, Akimi; Wijaya, Fabiana Mentari Putri; Akbarrizki, Muzizat
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1281

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat respon peternak dan faktor-faktor yang mempengaruhinya terhadap pemanfaatan limbah sapi menjadi pupuk bokashi. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September sampai dengan November 2023 bertempat di Desa Klopo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Desain penelitian menggunakan One Shot Case Study, data yang digunakan adalah data primer yaitu diperoleh dari peternak yang menjadi responden dan data sekunder yang merupakan data pendukung dari instansi atau lembaga terkait. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive random sampling dengan kriteria memiliki usaha ternak sapi potong di Desa Podosoko, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Pengambilan data melalui wawancara dilakukan secara terstruktur menggunakan kuesioner yang sudah diuji reliabilitas dan validitasnya. Observasi dilakukan dengan cara anjangsana dan pengamatan secara langsung. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif menggunakan garis kontinum, analisis regresi linier berganda dilakukan dengan bantuan software IBM SPSS Statistics untuk menguji pengaruh variabel terhadap respon peternak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, tingkat respon peternak sapi terhadap pemanfaatan limbah sapi menjadi pupuk bokashi termasuk dalam kategori tinggi. Faktor yang mempengaruhi respon peternak sapi terhadap pemanfaatan limbah sapi menjadi pupuk bokashi hanya Tingkat Pendidikan.
Pengaruh Penggunaan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dalam Pakan Pellet Terhadap Performa Produksi Kelinci New Zealand White Jantan Listyowati, Andang Andiani; Munjayanah, Siti; Saputro, Raden Agus Tri Widodo
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa produksi dengan menggunakan tepung daun kelor dengan persentase yang berbeda pada kelinci New Zealand White jantan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, yang terdiri dari P0=Tanpa penggunaan tepung daun kelor, P1=Penggunaan tepung daun kelor 15%, P2= Penggunaan tepung daun kelor 30%, dan P3=Penggunaan tepung daun kelor 45%. Parameter yang diamati adalah konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan harian, konversi pakan dan persentase karkas. Data yang diperoleh dianalisis ragam menggunakan Analisis Varian (ANOVA), untuk mengetahui pengaruh perlakuan, dilakukan uji lanjut jarak ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun kelor dengan persentase yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap  pertambahan bobot badan harian, konversi pakan dan persentase karkas, namun. berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering.  Hasil uji lanjut jarak ganda Duncan menunjukan bahwa pada pertambahan bobot badan harian dan persentase karkas yang paling baik adalah P2 (penggunaan tepung daun kelor 30%) dengan pertambahan bobot badan harian sebanyak 24.02 gram/ekor/hari dan persentase karkas sebesar 59.40%, serta konversi pakan 5,48. 
Kualitas Organoleptik Dendeng Daging Kambing Yang Dibuat Dengan Memanfaatkan Buah Pepaya Muda Rokhayati, Umbang Arif; Pateda, Sri Yenny
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1334

Abstract

Daging merupakan produk olahan yang mudah rusak, untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan pengolahan menjadi produk lain salah satunya adalah dendeng. Dendeng adalah daging kering khas tradisional Indonesia, umumnya diproduksi dengan menggunakan beberapa bumbu dan gula dengan rasa yang manis dan pedas, dan stabil selama beberapa minggu pada suhu kamar. Daging buah pepaya muda ini dapat diharapkan menambah keempukan apabila dimanfaatkan dalam pembuatan dendeng daging kambing. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium jurusan peternakan fakultas pertanian Universitas Negeri Gorontalo Parameter yang diuji  dalam penelitian ini adalah warna dan keempukan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan di Analisis menggunakan Analisis Of Varience lanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dengan 15 orang panelis sebagai ulangan yaitu 10%, 20%, 30%, 40%. Berdasarkan hasil dan pembahasan bahwa penambahan buah papaya muda pada dendeng giling daging kambing berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap warna dan keempukan. 
Tingkat Pengetahuan Peternak Terhadap Kasus Penyakit Mulut dan Kuku Pada Ternak Kambing di Kecamatan Balanipa Rusman, Rusman; Haloho, Ruth Dameria; Fahrodi, Deka Uli; Ningtiyas, Wenny Dwi; Ermanda, Adli Putra; Indah, Andi Sukma; Pratiwi, Nita Adillah; Susanti S, Irma; Nainggolan, Lyndon Parulian
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1271

Abstract

Tujuan penelitian untuk  mengetahuitingkat pengetahuan peternak terhadap kasus penyakit mulut dan kuku pada ternak kambing di  Kecamatan Balanipa. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode survey. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriktif kuantitatif dan menggunakan teknik analisis data menggunakan skala likert. Adapun pengumpulan data penelitian menggunakan bantuan kuesioner terstruktur yang diberi angket pada skala likert. Jumlah responden sebanyak 40 peternak kambing. Hasil penelitian menunjukkanpeternak di Kecamatan Balanipa memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang penyakit Mulut dan kuku pada kambing, Skor pengetahuan peternak mencapai 980, menempatkannya dalam kategori tahu terkait penyakit kasus PMK.
Analisis Keunggulan Komparatif dan Kompetitif Kelompok Usaha Ternak Domba Melalui Peningkatan Kualitas Genetik di Kabupaten Magelang Purwono, Edi; Mubarokah, Wida Wahidah; Makmun, Lutfan; Akbarrizki, Muzizat
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1341

Abstract

Domba merupakan salah satu jenis ternak penghasil daging di Indonesia. Ternak domba memiliki banyak keunggulan, diantaranya adalah mudah beradaptasi, cepat berkembang biak dan mudah dalam pemeliharaannya. Dalam budidaya ternak domba, beberapa peternak khususnya generasi muda sudah mulai banyak yang memanfaatkan pejantan unggul baik dari jenis domba lokal maupun jenis dompa impor. Penggunaan pejantan unggul diharapkan dapat meningkatkan kualitas genetik pada anakan yang dihasilkan dan dapat memberikan nilai tambah terhadap usahanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif kelompok usaha ternak domba melalui peningkatan kualitas genetik pejantan. Penelitian ini dilakukan di kelompok usaha ternak domba yang telah menggunakan pejantan unggul. Penelitian ini termasuk dalam penelitian survei dengan sampel sebanyak 6 kelompok ternak yang berasal dari 6 kecamatan di Kabupaten Magelang. Penentuan Lokasi dan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan total responden sebanyak 30 orang dari 120 anggota kelompok. Data selanjutnya ditabulasi dan di analisis dengan menggunakan teknik Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pejantan unggul sebagai upaya meningkatkan kualitas genetik ternak domba memberikan nilai positif berupa peningkatan pendapatan peternak. Nilai Private Cost Ratio (PCR)  menunjukkan angka <1 yaitu 0,4 yang artinya bahwa usaha kelompok ternak domba yang diusahakan memiliki keunggulan kompetitif. Usaha kelompok ternak ternak domba dengan menggunakan pejantan unggul juga memiliki keunggulan komparatif yang ditunjukkan dengan nilai Domestic Resources Cost Ratio (DRCR) <1 yaitu 0,5 yang artinya usaha ternak yang dilakukan memiliki daya saing komparatif karena keuntungan yang diperoleh peternak lebih besar dibandingkan dengan biaya input non tradable sosialnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 10