cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
ojsjpp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muzizatakbarrizki@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian
ISSN : 18581625     EISSN : 26851725     DOI : -
Core Subject : Health,
Objective of JOURNAL OF DEVELOPMENT OF AGRICULTURAL EXTENTION DEVELOPMENT REVIEW: AGRICULTURE REVIEW ISSUES issued with the aim of describing conceptual thoughts or ideas and results of research to participate in developing animal husbandry studies, with open and contributions from various scientific disciplines and approaches that meet at the intersection of research results and critical analysis of contemporary development issues, including research articles, literature studies and other scientific reviews.
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
MANAJEMEN PEMELIHARAAN SAPI BALI DI KELOMPOK TERNAK DESA PADANGON KECAMATAN MASAMA KABUPATEN BANGGAI Umbang Arif Rokhayati
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 20, No 1 (2023): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v20i1.932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem manajemen pemeliharaan sapi Bali dan penerapan sistem pemeliharaan sapi Bali secara modern di Desa Padangon, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai dengan bantuan teknologi, sehingga pola pemeliharaan yang masih bersifat sebagai usaha sampingan dan tradisional menjadi pola budaya beternak yang modern untuk meningkatkan taraf hidup kesejahteraan peternak. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan November sampai bulan Desember 2022 bertempat di Desa Padangon, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai. Desa Padangon memiliki populasi ternak sapi Bali tergolong tinggi, bahan pakan tersedia dalam jumlah sangat besar baik hijauan segar maupun pakan dari sisa hasil pertanian dan kontur wilayahnya mendukung untuk pengembangan sapi Bali, namun manajemen pemeliharaan masih bersifat tradisional dan hanya sebagai usaha sampingan. Metode yang digunakan adalah metode survei dan observasi langsung ke peternak dengan cara pemberian penyuluhan secara langsung ke peternak dengan memberikan wawasan kultur pemeliharaan yang modern, baik segi pemeliharaan, pemberian pakan, penanganan penyakit maupun pemasaran ternak. Dengan adanya penelitian kultur budaya pemeliharaan sapi Bali di Desa Banggai, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan peternak dalam pemeliharaan sapi Bali dan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak khususnya di Desa Padangon.
PENGEMBANGAN BUDIDAYA KELENGKENG (Dimocarpus Longan) SEBAGAI MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (STUDI KASUS di DESA TRIMULYO KAPANEWON JETIS, KABUPATEN BANTUL) Sri Asih Gunawan; Yulianto Yulianto; Ina Fitria Ismarlin
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 20, No 1 (2023): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v20i1.943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknologi inovasi, dan model pemberdayaan petani pada pengembangan tanaman kelengkeng di Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul. Kajian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 sampai Maret 2023. Penentuan lokasi kajian dan informan dilakukan secara Purposive. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Metode pengambilan data menggunakan observasi berperan serta (participant observation), wawancara tidak terstruktur, wawancara terstruktur, focus group discussion (FGD), dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tabulasi dari hasil benchmarking (membandingkan) aspek teknologi inovasi dan aspek potensi dan peluang pasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teknologi inovasi tergolong masih kurang yaitu masih minimnya penerapan kegiatan pemangkasan bentuk pada tanaman kelengkeng di usia muda, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, pembosteran, pengendalian hama dan penyakit, serta pengaturan pembuahan. Dari penelitian ini menghasilkan model pemberdayaan petani pada pengembangan tanaman kelengkeng yaitu berupa penyuluhan/pembinaan tentang teknik pemangkasan sebagai upaya memperbaiki kualitas dan kuantitas produksi. Berdasarkan hasil penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan petani sebesar 22%, dan nilai keterampilan sebesar 78%.
GAMBARAN FISIOLOGIS PEDET SAPI BELGIAN BLUE HASIL TRANSFER EMBRIO Annisa Putri Cahyani; Dias Aprita Dewi
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 20, No 1 (2023): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v20i1.934

Abstract

Sapi Belgian Blue dikenal memiliki otot yang padat dan kualitas karkas yang baik dengan karakteristik persentase karkas yang sangat tinggi, daging empuk dan rendah lemak. Kendala dalam pemeliharaan sapi Belgian Blue ini belum banyak dijelaskan, sehingga karakteristik fenotip yang unggal dari dari sapi Belgian Blue di Indonesia belum banyak diketahui, karena performa seekor ternak merupakan hasil pengaruh faktor genetik yang erat kaitannya dengan faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil status gambaran fisiologis pedet sapi Belgian Blue hasil transfer embrio. Pemeriksaan gambaran fisiologis meliputi suhu tubuh, respirasi, dan degup jantung. Penelitian ini menggunakan 1 ekor pedet sapi Belgian Blue hasil transfer embrio dari umur satu hingga tiga bulan. Pengukuran status praesen dilakukan pada pagi dan sore hari. Hasil penelitian status praesen pedet sapi Belgian Blue hasil transfer embrio di Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang adalah rataan suhu tubuh pedet bulan ke satu 39,60±0,050C, bulan ke dua 39,40±0,150C, dan bulan ketiga 39,40±0,100C. Rataan frekuensi respirasi pedet pada bulan ke satu 67,60±3,13 kali/menit, bulan ke dua 71,90±0,77 kali/menit, dan pada bulan ketiga 61,50±3,15 kali/menit. Rataan frekuensi degup jantung pedet umur satu bulan 71,70±0,10 kali/menit, umur dua bulan 83,00±1,11 kali/menit, umur tiga bulan 72,00±1,05 kali/menit. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yakni pada pemeriksaan suhu tubuh adalah 39,40±0,140C; frekuensi respirasi adalah 67,00±4,98 kali/menit dan frekuensi degup jantung 75,60±5,33 kali/menit. Status praesen ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan pada pemeriksaan kesehatan pedet sapi Belgian Blue hasil embrio transfer di Indonesia.
RESPON PETERNAK TERHADAP PENYULUHAN DETEKSI BIRAHI SAPI DALAM MENDUKUNG KEGIATAN INSEMINASI BUATAN DI DESA JEPARA WETAN KECAMATAN BINANGUN KABUPATEN CILACAP Asnawi Asnawi; Temy Indrayanti
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 20, No 1 (2023): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v20i1.948

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya respon peternak mengenai deteksi birahi pada sapi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui respon peternak terhadap penyuluhan deteksi birahi pada sapi serta untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi respon peternak terhadap penyuluhan deteksi birahi sapi. Penelitian dilakukan di Desa Jepara Wetan, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap. Penelitian dilakukan pada responden sebanyak 70 peternak dengan metode pengambilan sampel yaitu Purposive sampling dengan kriteria peternak yang dalam kelompok tani dan aktif dalam kegiatan kelompok dan memilliki ternak sapi betina minimal 4 ekor. Pengambilan data melalui pengisian kuesioner, wawancara dan observasi langsung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini yaitu respon berada dalam kategori tinggi dengan skor total 5570. Faktor umur dalam Penelitian ini tidak berpengaruh terhadap respon ( P>0,05). Faktor tingkat pendidikan, pengalaman beternak, jumlah ternak, dan akses informasi berpengaruh terhadap Respon peternak terhadap penyuluhan deteksi birahi sapi di Desa Jepara Wetan Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap (P<0,05).
Respon Petani terhadap Penggunaan Benih Padi (Oryzastaival) Bermutu dan Berlabel di Desa Klumprit Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap T, Indrayanti; Novianton, Novianton; A, Farmia
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 20 No. 2 (2023): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v20i2.968

Abstract

Tujuan dari kajian ini yaitu untuk mengetahui respon petani terhadap penggunaan benih padi bermutu dan berlabel, serta untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi respon petani. Penelitian dilaksanakan di Desa Klumprit Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap. Responden pada kajian ini sebanyak 82 petani dengan teknik pengambilan sampel Purposive Random Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh responden setelah dilakukan pennyuluhan mengenai benih padi bermutu dan berlabel. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui respon petani yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil dari analisis deskriptif respon petani termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai 3036 dan rata – rata 37,07. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukan pendidikan, pengalaman berusahatani, keaktifan petani mengikuti penyuluhan dan peran penyuluh mempengaruhi respon petani terhadap penggunaan benih padi bermutu dan berlabel (P<0,05) sedangkan umur dan luas lahan tidak mempengaruhi respon petani (P>0,05).
Penggunaan Sari Daun Sirih Hijau (Piper Betle L ) Untuk Fumigasi Fogging Telur Tetas Terhadap Mortalitas Dan Daya Tetas Prabewi, Nur; Wihardinata, Ageng Anugrah; Sudarmanto, Bambang
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sari daun sirih hijau (Piper betle L ) untuk fumigasi fogging telur tetas terhadap daya hidup embrio, mortalitas dan daya tetas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan dan 5 kali ulangan dengan masing-masing perlakuan 50 butir sehingga total telur 200 Butir telur ayam ras erlakuan terdiri atas: P0 (Konsentrasi 20% tanpa menggunakan fogging), P1 (Konsentrasi 20% dengan metode fogging), P2 (Konsentrasi 30% dengan metode fogging), P3 (Konsentrasi 40% dengan metode fogging). Variabel yang diteliti meliputi: daya hidup embrio, mortalitas, daya tetas. metode analisis data menggunakan metode Analisis Variansi , apabila terjadi signifikan diuji lanjut dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT). Hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan penggunaan sari daun sirih hijau (Piper betle L) sebagai desinfektan dengan metode fogging berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap daya hidup embrio, dan sangat signifikan (P<0,01) terhadap variabel mortalitas dan daya tetas. Dapat disimpulkan penggunaan sari daun sirih hijau sebagai desinfektan dengan metode fogging dengan konsentrasi 30% dan 40% memberikan hasil paling baik.
Maggot Cultivation: Transforming Agricultural Waste Into Kasgot Organic Fertilizer In Daleman Kidul Village Rif’an, Ahmad; Rachmadianto, Muhammad Faiz; Priyana, Faris Candra; Hartono, Budi
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1272

Abstract

Pemanfaatan Sampah Hasil Sisa Pertanian di Desa Daleman Kidul, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Sampah hasil sisa pertanian di Desa Daleman Kidul dimanfaatkan sebagai budidaya maggot untuk mengurai limbah organik pertanian dan menciptakan pupuk organik berbahan dasar kasgot. Selain itu, hasil dari penetasan lalat Black Soldier Fly (BSF) akan dimanfaatkan dan dijual dalam kemasan/bentuk maggot segar, maggot kering, telur lalat, serta produk turunannya seperti tepung maggot, pellet maggot, prebiotik, dan pupuk organik. Permasalahan: Meskipun budidaya maggot memiliki potensi besar dalam pengelolaan limbah organik dan produksi pupuk organik, terdapat tantangan dalam menentukan jenis limbah yang paling efektif untuk pertumbuhan maggot serta pengaruh suhu terhadap laju metabolisme dan pertumbuhan maggot. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan budidaya maggot sebagai pengurai limbah organik pertanian dan penciptaan pupuk kasgot organik di Desa Daleman Kidul, serta untuk mengevaluasi pengaruh jenis limbah (kering dan basah) dan suhu terhadap pertumbuhan maggot. Metode yang digunakan untuk mengetahui perkembangan budidaya maggot sebagai pengurai limbah organik pertanian dan penciptaan pupuk kasgot organik di Desa Daleman Kidul adalah dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari dua perlakuan melalui dua dusun sebagai parameter. Rancangan ini diamati melalui limbah kering dan basah. Hasil temuan menunjukkan bahwa pertumbuhan maggot dengan pemberian pakan limbah kering lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan maggot yang diberi pakan limbah basah. Hal ini terlihat dari ukuran maggot yang lebih besar dan jumlahnya yang lebih banyak pada perlakuan limbah kering. Sebaliknya, limbah basah memberikan hasil pertumbuhan yang kurang baik. Suhu yang dingin berpengaruh terhadap pertumbuhan maggot yang terlambat karena laju metabolisme yang melambat. Meskipun demikian, maggot masih dapat tumbuh dan berkembang di semua fase hidupnya dan dapat dijadikan sebagai pakan ternak karena kandungan proteinnya yang tinggi. Selain itu, hasil kasgot yang dihasilkan dari budidaya maggot di Desa Daleman Kidul dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman melalui beberapa proses yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk berbahan dasar maggot efektif meningkatkan pertumbuhan selada, terutama pada dosis 60%. Tinggi tanaman selada yang diberi pupuk berbahan dasar maggot 60% lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan pupuk kandang kambing dan kontrol. Pemberian pupuk berbahan dasar maggot berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas permukaan daun, dan bobot basah tanaman sawi hijau.
Pengaruh Ekstrak Bawang Putih Dan Bawang Merah Terhadap Kualitas Makroskopis Sperma Ayam Bangkok Wardhani, Anggi Widya Kusuma; Widiarso, Budi Purwo; Pranatasari, Dewi
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1263

Abstract

             Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih dan bawang merah terhadap kualitas makroskopis sperma pada ayam Bangkok. Penelitian ini menggunakan sebanyak 20 ekor pejantan ayam Bangkok dengan umur 1,5 tahun dan dilakukan selama 60 hari di Canary Farm, Kabupaten Boyolali. Rancangan percobaan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu P0 tanpa pemberian ekstrak bawang putih dan bawang merah, P1 pemberian ekstrak bawang putih dan bawang merah 1,5 ml, P2 pemberian ekstrak bawang putih dan bawang merah 2,5 ml, P3 pemberian ekstrak bawang putih dan bawang merah 3,5 ml. Pembuatan ekstrak bawang putih dan bawang merah dilakukan dengan metode maserasi. Variabel penelitian meliputi volume, pH, dan konsistensi sperma. Data volume dan pH yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan apabila perlakukan berbeda nyata maka diuji langut menggunakan uji Duncan Multiple Range (DMRT). Data konsistensi sperma diuji menggunakan analisis Kruskal Wallis, apabila berbeda nyata maka akan dilakukan Uji Mann Whitney. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ekstrak bawang putih dan bawang merah berbeda nyata (P<0,05) terhadap variabel volume dan konsistensi sperma, namun berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap variabel pH sperma. Pemberian ekstrak bawang putih dan bawang merah sebanyak 3,5 ml dapat meningkatkan volume dan konsistensi sperma dan dapat mempertahankan pH sperma. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak bawang putih dan bawang merah dapat digunakan sebagai salah satu suplemen alami yang dapat diberikan pada ayam Bangkok untuk meningkatkan kualitas sperma dalam program inseminasi buatan.           
Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani dalam Upaya Pengembangan Usahatani Urban Farming (Kasus Kelompok Tani Mugi Lestari Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya) Zahra, Salwa Azuma; Pratama, Agief Julio; Situmeang, Widya Hasian
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1221

Abstract

Penguatan kelembagaan merupakan salah satu dari 7 Strategi Utama Penguatan Pembangunan Pertanian untuk Kedaulatan Pangan (P3KP), berdasarkan Rencana Strategis Nasional menurut Kementerian Pertanian, penguatan kelembagaan menjadi titik awal yang harus dilakukan oleh kelompok tani dalam meningkatkan dinamika, kemandirian dan kinerja kelompok tani dalam sebuah usahatani. Tujuan dari penelitian yaitu menganalisis keadaan kelembagaan di Kelompok Tani Mugi Lestari, serta menganalisis pelaksanaan program penguatan kelembagaan tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, FGD (focus group discussion), wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif diperkuat dengan kualitatif (mixed method). Data kuantitatif diolah dalam skala likert  dengan menyusun tabel distribusi frekuensi menggunakan metode tabulasi silang (crosstabs). Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pelaksanaan program penguatan kelembangaan memberikan perubahan ke arah yang lebih baik dari pada sebelumnya. Hal tersebut sejalan dengan adanya analisis pelaksanaan program penguatan kelembagaan. Pelaksanaan program penguatan kelembagaan diukur dari tingkat kapasitas kelembagaan, dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung, dengan menujukkan peran penyuluh pertanian, peran ketua kelompok tani, dan kedinamisan kelompok termasuk ke dalam kategori Kuat (K), sedangkan kapasitas anggota dan partisipasi anggota berada pada kategori Tidak Kuat (TK). Peningkatan kapasitas dan partisipasi anggota di Kelompok Tani Mugi Lestari masih perlu upaya yang dilakukan secara lebih terfokus dan tepat sasaran, guna menciptakan kedinamisan kelompok di wilayah perkotaan. 
Evaluasi Penyuluhan Pembuatan Teh Kompos Limbah Buah Jeruk dengan Penambahan Kotoran Sapi di Desa Tawangargo Qorip, Niky Asma’ul Sukma; Despita, Rika; Hariri, Acep
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1214

Abstract

Desa Tawangargo merupakan desa dengan luas lahan pertanian ± 165 ha dengan produktivitas yang masih rendah pada komoditas hortikultura. Desa Tawangargo memiliki potensi berupa limbah buah jeruk dan kotoran ternak yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini dikarenakan petani merasa informasi yang diberikan ketika penyuluhan terlalu rumit ketika diterapkan. Sehingga berdasarkan potensi dan permasalahan yang ada dilakukan kajian pembuatan teh kompos dengan hasil terbaik yaitu teh kompos limbah buah jeruk dengan penambahan kotoran sapi yang digunakan sebagai materi penyuluhan. Tujuan penelitian ini mengetahui peningkatan pengetahuan, tingkat sikap serta tingkat keterampilan petani. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengisian kuisioner dan ceklist observasi kepada 23 petani.Hasil evaluasi penyuluhan yang telah dilakukan yaitu terdapat peningkatan pengetahuan petani sebesar 36%. Sebelum dilakukan penyuluhan tingkat pengetahuan petani sebesar 42% dan setelah penyuluhan dilakukan sebesar 78%. Tingkat keterampilan petani terhadap pembuatan teh kompos sebesar 79%. Sedangkan tingkat sikap petani mengarah pada positif yaitu sebesar 79%.