cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
ojsjpp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muzizatakbarrizki@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian
ISSN : 18581625     EISSN : 26851725     DOI : -
Core Subject : Health,
Objective of JOURNAL OF DEVELOPMENT OF AGRICULTURAL EXTENTION DEVELOPMENT REVIEW: AGRICULTURE REVIEW ISSUES issued with the aim of describing conceptual thoughts or ideas and results of research to participate in developing animal husbandry studies, with open and contributions from various scientific disciplines and approaches that meet at the intersection of research results and critical analysis of contemporary development issues, including research articles, literature studies and other scientific reviews.
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
Respons Petani Terhadap Pemanfaatan Limbah Padat Sapi Sebagai Pupuk Bokashi di Desa Klopo, Kecamatan Tegalrejo Akimi, Akimi; Wijaya, Fabiana Mentari Putri; Akbarrizki, Muzizat
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1281

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat respon peternak dan faktor-faktor yang mempengaruhinya terhadap pemanfaatan limbah sapi menjadi pupuk bokashi. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September sampai dengan November 2023 bertempat di Desa Klopo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Desain penelitian menggunakan One Shot Case Study, data yang digunakan adalah data primer yaitu diperoleh dari peternak yang menjadi responden dan data sekunder yang merupakan data pendukung dari instansi atau lembaga terkait. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive random sampling dengan kriteria memiliki usaha ternak sapi potong di Desa Podosoko, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Pengambilan data melalui wawancara dilakukan secara terstruktur menggunakan kuesioner yang sudah diuji reliabilitas dan validitasnya. Observasi dilakukan dengan cara anjangsana dan pengamatan secara langsung. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif menggunakan garis kontinum, analisis regresi linier berganda dilakukan dengan bantuan software IBM SPSS Statistics untuk menguji pengaruh variabel terhadap respon peternak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, tingkat respon peternak sapi terhadap pemanfaatan limbah sapi menjadi pupuk bokashi termasuk dalam kategori tinggi. Faktor yang mempengaruhi respon peternak sapi terhadap pemanfaatan limbah sapi menjadi pupuk bokashi hanya Tingkat Pendidikan.
Pengaruh Penggunaan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dalam Pakan Pellet Terhadap Performa Produksi Kelinci New Zealand White Jantan Listyowati, Andang Andiani; Munjayanah, Siti; Saputro, Raden Agus Tri Widodo
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa produksi dengan menggunakan tepung daun kelor dengan persentase yang berbeda pada kelinci New Zealand White jantan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, yang terdiri dari P0=Tanpa penggunaan tepung daun kelor, P1=Penggunaan tepung daun kelor 15%, P2= Penggunaan tepung daun kelor 30%, dan P3=Penggunaan tepung daun kelor 45%. Parameter yang diamati adalah konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan harian, konversi pakan dan persentase karkas. Data yang diperoleh dianalisis ragam menggunakan Analisis Varian (ANOVA), untuk mengetahui pengaruh perlakuan, dilakukan uji lanjut jarak ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun kelor dengan persentase yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap  pertambahan bobot badan harian, konversi pakan dan persentase karkas, namun. berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering.  Hasil uji lanjut jarak ganda Duncan menunjukan bahwa pada pertambahan bobot badan harian dan persentase karkas yang paling baik adalah P2 (penggunaan tepung daun kelor 30%) dengan pertambahan bobot badan harian sebanyak 24.02 gram/ekor/hari dan persentase karkas sebesar 59.40%, serta konversi pakan 5,48. 
Kualitas Organoleptik Dendeng Daging Kambing Yang Dibuat Dengan Memanfaatkan Buah Pepaya Muda Rokhayati, Umbang Arif; Pateda, Sri Yenny
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1334

Abstract

Daging merupakan produk olahan yang mudah rusak, untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan pengolahan menjadi produk lain salah satunya adalah dendeng. Dendeng adalah daging kering khas tradisional Indonesia, umumnya diproduksi dengan menggunakan beberapa bumbu dan gula dengan rasa yang manis dan pedas, dan stabil selama beberapa minggu pada suhu kamar. Daging buah pepaya muda ini dapat diharapkan menambah keempukan apabila dimanfaatkan dalam pembuatan dendeng daging kambing. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium jurusan peternakan fakultas pertanian Universitas Negeri Gorontalo Parameter yang diuji  dalam penelitian ini adalah warna dan keempukan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan di Analisis menggunakan Analisis Of Varience lanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dengan 15 orang panelis sebagai ulangan yaitu 10%, 20%, 30%, 40%. Berdasarkan hasil dan pembahasan bahwa penambahan buah papaya muda pada dendeng giling daging kambing berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap warna dan keempukan. 
Tingkat Pengetahuan Peternak Terhadap Kasus Penyakit Mulut dan Kuku Pada Ternak Kambing di Kecamatan Balanipa Rusman, Rusman; Haloho, Ruth Dameria; Fahrodi, Deka Uli; Ningtiyas, Wenny Dwi; Ermanda, Adli Putra; Indah, Andi Sukma; Pratiwi, Nita Adillah; Susanti S, Irma; Nainggolan, Lyndon Parulian
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1271

Abstract

Tujuan penelitian untuk  mengetahuitingkat pengetahuan peternak terhadap kasus penyakit mulut dan kuku pada ternak kambing di  Kecamatan Balanipa. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode survey. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriktif kuantitatif dan menggunakan teknik analisis data menggunakan skala likert. Adapun pengumpulan data penelitian menggunakan bantuan kuesioner terstruktur yang diberi angket pada skala likert. Jumlah responden sebanyak 40 peternak kambing. Hasil penelitian menunjukkanpeternak di Kecamatan Balanipa memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang penyakit Mulut dan kuku pada kambing, Skor pengetahuan peternak mencapai 980, menempatkannya dalam kategori tahu terkait penyakit kasus PMK.
Analisis Keunggulan Komparatif dan Kompetitif Kelompok Usaha Ternak Domba Melalui Peningkatan Kualitas Genetik di Kabupaten Magelang Purwono, Edi; Mubarokah, Wida Wahidah; Makmun, Lutfan; Akbarrizki, Muzizat
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1341

Abstract

Domba merupakan salah satu jenis ternak penghasil daging di Indonesia. Ternak domba memiliki banyak keunggulan, diantaranya adalah mudah beradaptasi, cepat berkembang biak dan mudah dalam pemeliharaannya. Dalam budidaya ternak domba, beberapa peternak khususnya generasi muda sudah mulai banyak yang memanfaatkan pejantan unggul baik dari jenis domba lokal maupun jenis dompa impor. Penggunaan pejantan unggul diharapkan dapat meningkatkan kualitas genetik pada anakan yang dihasilkan dan dapat memberikan nilai tambah terhadap usahanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif kelompok usaha ternak domba melalui peningkatan kualitas genetik pejantan. Penelitian ini dilakukan di kelompok usaha ternak domba yang telah menggunakan pejantan unggul. Penelitian ini termasuk dalam penelitian survei dengan sampel sebanyak 6 kelompok ternak yang berasal dari 6 kecamatan di Kabupaten Magelang. Penentuan Lokasi dan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan total responden sebanyak 30 orang dari 120 anggota kelompok. Data selanjutnya ditabulasi dan di analisis dengan menggunakan teknik Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pejantan unggul sebagai upaya meningkatkan kualitas genetik ternak domba memberikan nilai positif berupa peningkatan pendapatan peternak. Nilai Private Cost Ratio (PCR)  menunjukkan angka <1 yaitu 0,4 yang artinya bahwa usaha kelompok ternak domba yang diusahakan memiliki keunggulan kompetitif. Usaha kelompok ternak ternak domba dengan menggunakan pejantan unggul juga memiliki keunggulan komparatif yang ditunjukkan dengan nilai Domestic Resources Cost Ratio (DRCR) <1 yaitu 0,5 yang artinya usaha ternak yang dilakukan memiliki daya saing komparatif karena keuntungan yang diperoleh peternak lebih besar dibandingkan dengan biaya input non tradable sosialnya.
Produksi Karkas dan Non Karkas Domba Lokal dengan Variasi Bobot Potong di BBPKH Cinagara Wirondas, Wilmy Rahmah; Aryanti, Fera
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2025): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i1.887

Abstract

Domba merupakan komoditas ternak penghasil daging yang potensial. Tujuan penelitiam ini untuk mengetahui  persentase karkas dan non karkas (kepala, kulit, kaki, offal hijau , offal merah) dengan vareasi bobot domba jantan local.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan total delapan domba jantan,  dengan bobot potong 26,7 kg, 26,2 kg, 26 kg, 29,5 kg, 28,7 kg,26 kg, 22 kg, 27 kg.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase karkas domba  yaitu : 40,67 %, 40,45 %, 42,15 %, 40,54 %, 39,23 %,37,7 %, 33,0 %, 39,5 %. dan persentase non karkas domba ; untuk persentase bobot kepala: 9,13 %, 9, 46 %, 10,76 %, 9,22 % , 8,1 %, 9, 15 %, 9,90 % , 7,33 %, persentase bobot kulit:  8,01 % , 7,25 %, 7,61 %, 7,72 %, 8,43 %, 8,23 %, 8,00 %, 10, 96 %,  persentase bobot kaki: 2,47 %, 2,59 %, 2,84 %, 2,23 %, 2,16 %, 2,69 %, 2,81 %, 2,29 %.  Bobot potong yang meningkat menghasilkan persentase  karkas dan non karkas yang besar
Pengaruh Infusa Biji Buah Pinang (Areca catechu) terhadap Tingkat Mortalitas Haemonchus Contortus pada Kambing Kacang Mubarokah, Wida Wahidah; Makmun, Lutfan; Purwono, Edi; Cahyani, Annisa Putri; Pranatasari, Dewi; Akbarrizki, Muzizat; Awaludin, Aan
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2025): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i1.1375

Abstract

Haemonchus contortus is the most pathogenic blood-sucking gastrointestinal nematode worm found in the abomasum of small ruminants, especially in goats and sheep. Haemonchus contortus has been identified as a significant problem in ruminants because it causes economic losses. The purpose of this study was to determine the effect of areca nut seed infusion (IBP) on the mortality rate of Haemoncus contortus. This study was divided into 9 groups, each group containing 10 Haemoncus contortus worms. Group I was treated with IBP 2.5%; group II was treated with IBP 5%; group III was treated with IBP 7.5%; group IV was treated with IBP 10%; group V was treated with IBP 12.5%; group VI was treated with IBP 15%; group VII was treated with IBP 17.5%, group VIII as a negative control (0.9% NaCl) and group IX as a positive control (Albendazole). Mortality of Haemonchus contortus was recorded every hour until the mortality of the worms was 100%. Data analysis with ANOVA, to determine the differences in the effects of different treatments, analysis of variance and significant differences (P <0.01) were carried out, followed by further testing by the Duncan method (Duncan Multiple Range Test). The results of this study indicate that IBP significantly affects the mortality rate of Haemonchus contortus at various concentrations. In this study, the best concentration to kill 100% Haemonchus contortus for 4 hours was IBP concentrations of 12.5% 15% and 17.5%
Deteksi Parasit Gastrointestinal Pada Domba Di Kecamatan Secang Kabupaten Magelang Purwono, Edi; Mubarokah, Wida Wahidah; Achmad, Ferdian; Makmun , Lutfan; Riyadi, Riyadi; Mustamimah, Siti
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2025): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i1.1382

Abstract

Sektor peternakan merupakan sektor yang sangat strategis di dalam proses pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat, namun dalam proses budidayanya banyak faktor yang menjadi kendala, salah satunya adalah penyakit cacingan yang sering menyerang ternak domba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi keberadaan telur cacing yang diduga menginfeksi ternak domba di kelompok ternak domba yang ada di Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang serta menentukan seberapa besar tingkat prevalensinya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan 50 sampel feses domba dan di uji dengan metode uji apung. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sampel dinyatakan positif terinfeksi cacing dari spesies Ostertagia sp, Haemonchus sp, Trichuris sp, Eimeria sp dan Moniezia sp dengan persentase infeksi sebesar 92%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ternak dompa positif terinfeksi cacing dengan tingkat prevalensi tertinggi pada spesies Ostertagia sp.
Mikroflora Saluran Pencernaan, Morfologi Usus, Dan Pertambahan Bobot Badan Ayam Broiler Yang Diberi Ransum Dengan Penambahan Asam Humat Perdinan, Acep; Larasati, Yenny Niken; Lestari, Puji; Salsabila, Sekar Almira
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2025): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i1.1389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam humat dalam pakan terhadap mikroflora saluran pencernaan, morfologi usus, dan pertambahan bobot badan harian (PBBH) ayam broiler. Sejumlah 100 ekor ayam broiler umur 1 hari strain Lohmann dengan rerata bobot badan 36,13 ± 2,76 gram digunakan dalam penelitian ini yang dipelihara selama 35 hari. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan masing-masing unit terdiri dari 5 ekor ayam broiler. Perlakuan yang diberikan adalah P0= pakan basal, P1= pakan basal + 0,025% asam humat, P2= pakan basal + 0,050% asam humat, P3= pakan basal + 0,075% asam humat, dan P4= pakan basal + 0,1% asam humat. Variabel yang diamati adalah mikroflora saluran pencernaan meliputi populasi bakteri Eschericia coli dan bakteri asam laktat, morfologi usus meliputi tinggi vili dan kedalaman kripta serta PBBH ayam broiler. Data dianalisis menggunakan Analisis Variansi (ANAVA) dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) serta non parametrik Independent Samples Kruskal-Wallis dengan Pairwise Comparisons. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan asam humat dalam pakan berpengaruh nyata (P≤0,05) menurunkan populasi bakteri E. coli, meningkatkan jumlah bakteri asam laktat, meningkatkan tinggi villi menurunkan kedalaman kripta, serta meningkatkan pertambahan bobot badan. Kesimpulan penelitian ini penambahan 0,1% asam humat dapat memperbaiki keseimbangan mikroflora saluran pencernaan, morfologi usus dan meningkatkan PBBH ayam broiler.
Minat Wanita Tani Terhadap Inovasi Maggot BSF Sebagai Pakan Tambahan Ayam Kampung Desa Sidorejo Kecamatan Bandongan Karimah, Alifa Naafiul; Andanawari, Suci; Prabewi, Nur
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2025): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i1.1433

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui minat wanita tani anggota KWT Berdikari terhadap inovasi budidaya dan pemberian maggot BSF sebagai pakan tambahan ayam kampung, untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi minat tersebut. Sampel berjumlah 34 responden menggunakan sampling jenuh, yang merupakan seluruh anggota KWT Berdikari Desa Sidorejo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Metode penelitian deskriptif kuantitatif, dengan desain kajian minat menggunakan One shot case study. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, pencatatan dan kuisioner. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik regresi linier berganda. Hasil analisis deskrptif menunjukkan tingkat minat wanita tani dalam berinovasi budidaya dan pemberian maggot BSF (black soldier fly) sebagai pakan tambahan ayam kampung mencapai 94,01% dalam kategori sangat tinggi. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa faktor umur (X1), pengalaman beternak (X2), dan tingkat Pendidikan (X3) secara simultan berpengaruh sangat signifikan (p<0,01) terhadap minat wanita tani. Pengujian secara parsial menunjukkan bahwa faktor umur (X1) sangat signifikan berpengaruh terhadap menurunkan minat Wanita tani dan pengalaman beternak (X3) sangat signifikan berpengaruh (p<0,01) terhadap peningkatan minat Wanita tani, sedangkan variabel tingkat Pendidikan (X2) tidak signifikan berpengaruh (p>0,05) terhadap minat wanita tani.