cover
Contact Name
Maryani
Contact Email
marry.tenang@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat
ISSN : 1829734X     EISSN : 26854961     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Surya Medika adalah jurnal yang diterbitkan oleh STIKes Surya Global Yogyakarta. Jurnal ini Fokus pada Ilmu Kesehatan yang meliputi: Ilmu keperawatan, kesehatan masyarakat, farmasi dan yang sebidang dengan kesehatan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Articles 175 Documents
Korelasi Dukungan Sosial dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Skizofrenia Rawat Jalan Novitayani, Sri; Ruchina, Syiva; Dineva R, Farah
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i3.1025

Abstract

Latar Belakang: Umumnya, masalah utama kesehatan mental pada pasien  skizofrenia rawat jalan adalah kurangnya dukungan sosial untuk membantu mereka mematuhi pengobatan. Pasien  skizofrenia rawat jalan sulit untuk mematuhi obat mereka karena mereka membutuhkan bantuan dari orang lain untuk terus mengonsumsi obat seperti yang diresepkan. Oleh karena itu, dukungan sosial memiliki peran penting dalam merawat pasien skizofrenia  rawat jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara dukungan sosial dan kepatuhan pengobatan pada pasien skizofrenia rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Aceh.  Metode : Penelitian ini merupakan studi korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah 110 pasien skizofrenia rawat jalan  yang datang ke poliklinik di Klinik Jiwa Aceh Keperawatan Kesehatan dengan kriteria inklusi terdiri dari pasien rawat jalan dengan diagnosis skizofrenia, lanjut usia di atas 18 tahun, skor BPRS kurang dari 41 dan memiliki komunikasi yang baik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini termasuk, kuesioner data demografis untuk mengumpulkan data responden, Multidimensional scale of perceived social support (MSPSS) untuk mengumpulkan dukungan sosial dari keluarga, teman, dan orang lain, dan juga kuesioner kepatuhan Pengobatan Perilaku untuk mengumpulkan data kepatuhan minum obat. Hasil : Menurut analisis  Uji Spearmean Rank, hasilnya menunjukkan bahwa ada korelasi yang signifikan antara dukungan sosial dan kepatuhan pengobatan di antara pasien skizofrenia rawat jalan yang mengunjungi poliklinik di Rumah Sakit Jiwa Aceh (p < 0,05). Kesimpulan : Dukungan sosial merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan pengobatan di pasien skizofrenia rawat jalan. Semakin tinggi dukungan sosial yang diberikan kepada pasien rawat jalan skizofrenia, semakin tinggi kepatuhan pengobatan yang mereka miliki.
Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Remaja Putri di SMK Kesehatan di Yogyakarta Hidayah, Mudita Sri; Amin, Alifah Choirul
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i3.1151

Abstract

Latar Belakang : Kanker payudara adalah tumor ganas yang menyerang jaringan payudara. Kanker payudara menempati urutan pertama yang terjadi pada perempuan, baik di Indonesia maupun di dunia. Di Indonesia, problem kanker payudara menjadi lebih besar lagi karena lebih dari 70% penderita kanker ini datang ke dokter pada stadium lebih besar. Menurut data dari Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2015, penderita kanker payudara terbanyak berasal dari kalangan usia 15-24 tahun. Saat ini, terjadi pergeseran usia pada kejadian kanker payudara, dari usia 35 tahun ke atas ke usia yang lebih muda. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti, 8 orang siswi tahu tentang SADARI, 3 orang sudah pernah melakukan SADARI dan 5 orang sudah pernah mendapatkan penyuluhan tentang SADARI. Penelitian ini diakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri di SMK Kesehatan Sadewa tahun 2023. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan teknik total sampling dengan jumlah 73 responden. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Uji Chi-Square. Hasil : Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku SADARI yang dibuktikan dengan nilai Chi-Square (0,026 < 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan perilaku SADARI yang dibuktikan dengan nilai dari Chi-Square (0,000 < 0,05). Kesimpulan : Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri di SMK Kesehatan Sadewa tahun 2023. 
Faktor Risiko Kejadian Diare Pada Balita di Puskesmas Kota Sigli Meutuah, Sarah; Siregar, Santy Deasy; Wau, Herbert
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i3.1180

Abstract

Latar Belakang: Diare adalah kondisi buang air besar tidak normal yang rentan dialami bayi usia 29 hari–11 bulan dan anak <5 tahun sehingga disebut sebagai penyebab kedua kematian balita dengan 443.832 kematian setiap tahun. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui fakto risiko yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Kota Sigli. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan jumlah responden 96 ibu balita yang diambil secara purposive sampling. Pengambilan keputusan menggunakan uji chi-square (?=0,05) dan dilanjutkan dengan uji regresi logistik. Hasil: Terdapat 32 balita menderita diare(33,3%). Mayoritas responden adalah lulusan sma, berumur 25-34 tahun dan tidak bekerja. Faktor lingkungan; 92,7% menggunakan PDAM, 96,9% jamban sehat dan 91,7% lantai rumah berkondisi baik. Faktor perilaku; sayangnya 63.5% belum mencuci tangan dengan baik dan 57,3% belum mengolah makanan dan minuman dengan sempurna. Status gizi; 95,8% balita sudah tergolong berat badan normal serta pengetahuan ibu tentang diare 52.1% belum baik. Analisis bivariat menunjukkan hubungan antara kebiasaan cuci tangan pakai sabun (p=0,020), kebiasaan mengolah makanan dan minuman (p=0,024) dan pengetahuan ibu (p=0,036). Namun tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan (p=0.254), pekerjaan ibu (p=0,928), umur ibu (p=0,435, sumber air bersih (p=0,488), kondisi jamban (p= 1,000), kondisi lantai rumah (p=0,896) dan status gizi (p=0,320). Kesimpulan: Faktor perilaku khususnya kebiasaan mencuci tangan dengan sabun adalah faktor dominan penyebab diare di Puskesmas Kota Sigli.
Persepsi Penyakit Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Rejosari Rahmedani Putri, Shindi; Guna, Stephanie Dwi; Nopriadi, Nopriadi
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i3.1199

Abstract

Latar Belakang: Pasien hipertensi diharuskan untuk mengonsumsi obat hipertensi jika perubahan gaya hidup selama periode 6 bulan tidak berhasil menurunkan tekanan darah dalam batas normal. Kepatuhan terhadap pengobatan sering kali diabaikan oleh pasien, yang berkaitan dengan persepsi mereka terhadap penyakit dan dapat berdampak negatif pada proses pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara persepsi penyakit dan kepatuhan terhadap pengobatan pada pasien hipertensi di Puskesmas Rejosari, Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang yang bertujuan untuk menentukan hubungan antara persepsi penyakit dan kepatuhan terhadap pengobatan. Sampel terdiri dari 98 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria inklusi pasien yang didiagnosis dengan hipertensi grade 1 atau lebih tinggi selama lebih dari 3 bulan. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil: Penelitian menemukan bahwa lebih dari setengah pasien hipertensi berusia 40-59 tahun, dengan 55 responden, mayoritas berjenis kelamin perempuan, dengan 63 responden, dan 37 responden berasal dari etnis Minangkabau, dengan tingkat pendidikan tertinggi adalah SMA untuk 45 responden. Lebih dari setengahnya, yaitu 52 responden, tidak bekerja, dan mayoritas, yaitu 64 responden, telah didiagnosis dengan hipertensi selama kurang dari 5 tahun. Kelompok terbesar, yaitu 41 responden, memiliki hipertensi grade II. Sebanyak 54 responden memiliki persepsi positif, dan 47 responden memiliki tingkat kepatuhan terhadap pengobatan yang sedang. Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi penyakit dan kepatuhan terhadap pengobatan pada pasien hipertensi dengan nilai p sebesar 0.004 (0.004 < 0.05). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi penyakit dan kepatuhan terhadap pengobatan pada pasien hipertensi.
Literasi Kesehatan dengan Pemantauan Glukosa Darah Mandiri Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Adhania, Fiona; Hasneli N, Yesi; Damanik, Siti Rahmalia Hairani
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i3.1209

Abstract

Latar Belakang: Literasi kesehatan adalah kemampuan seseorang untuk mengakses, memahami, dan menggunakan informasi kesehatan untuk mengambil keputusan yang tepat. Pada pasien DM tipe 2, literasi kesehatan membantu dalam praktik pemantauan glukosa darah mandiri (SMBG), yang memungkinkan pasien untuk memantau kadar glukosa dan menyesuaikan perawatan mereka sesuai kebutuhan. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 yang berkunjung ke poli penyakit dalam RSUD Arifin Achmad, Provinsi Riau. Dengan menggunakan teknik consecutive sampling, terpilih 111 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner literasi kesehatan dan SMBG-Q (Self-Monitoring Blood Glucose Questionnaire). Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil: Berdasarkan 111 responden, mayoritas responden memiliki literasi kesehatan yang tinggi yaitu 69 orang (62,2%), dan responden dengan literasi rendah sebanyak 42 orang (37,8%). Mayoritas responden memiliki SMBG yang baik yaitu 79 orang (71,2%), dan memiliki SMBG yang kurang baik yaitu 32 orang (28,8%). Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan dengan self monitoring glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan nilai p-value (0,000) < alpha (0,05). Kesimpulan: Literasi kesehatan yang memadai akan meningkatkan kemampuan pasien dalam menerima informasi terkait perawatan DM, sehingga menghasilkan pemahaman yang baik. Pemahaman yang baik akan menghasilkan SMBG yang baik. Penelitian ini dapat menjadi dasar bagi perawat untuk menilai tingkat literasi kesehatan pasien sebelum menentukan rencana intervensi keperawatan.
Penerapan Terapi Spiritual Terhadap Kontrol Diri Untuk Mencegah Kekambuhan Pasien Penyalahgunaan NAPZA Putri, Alyfia Sofyan; Fahrizal, Yanuar; Triyana, Triyana
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i1.1122

Abstract

Latar Belakang: NAPZA merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif yang mengandung zat berbahaya. Laju penyalahgunaan NAPZA saat ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja, namun sudah merambah ke seluruh Indonesia. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan pada penderita penyalahgunaan NAPZA adalah terapi spiritual berupa dzikir dan juga doa dhuha. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penerapan terapi spiritual terhadap kontrol diri pada pasien penyalahgunaan NAPZA. Metode: Metode penelitian ini menggunakan laporan kasus dengan pre-post eksperimental kepada salah satu responden laki-laki penyalahgunaan NAPZA yang sedang menjalani rehabilitasi di RS Soerojo Magelang. Penelitian dilaksanakan di ruang Baladewa RS Soerojo Magelang pada tanggal 3 Mei – 18 Mei 2024. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan hasil skor AWARE menurun dari 68% (tanda kekambuhan sedang) menjadi 31% (tanda kekambuhan rendah). Kesimpulan: Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan kontrol diri melalui penerapan terapi spiritual pada pasien penyalahgunaan NAPZA.
Literature Review : Efektivitas Gaya Transformasional Dalam Manajemen Keperawatan Octaviani, Tiara; Nurrahman, Annisa Indah; Safanah, Ashila Nur; Mulyana, Egi Andrian; Nadhira, Raisa
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i1.1216

Abstract

Latar Belakang: Studi Kepemimpinan transformasional transformasional telah diakui sebagai gaya kepemimpinan yang efektif di berbagai bidang, termasuk manajemen keperawatan. Gaya ini, yang menekankan pada inspirasi, perhatian individu, dan penghargaan terhadap perawat, memiliki potensi untuk meningkatkan motivasi kinerja, dan kepuasan kerja. Akan tetapi, penelitian mengenai dampak gaya kepemimpinan transformasional transformasional terhadap hasil-hasil penting seperti kinerja perawat, kepuasan kerja kepuasan kerja, budaya organisasi, dan kepuasan pasien masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan gaya kepemimpinan transformasional dalam manajemen keperawatan.Metode: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews dan Meta-Analisis (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan di Google Scholar dan basis data PubMed untuk publikasi dalam 5 tahun terakhir (2019-2024).  Kata kunci yang digunakan adalah kombinasi dari "(gaya kepemimpinan), (keperawatan) dan (transformasional)”. Kriteria inklusi meliputi jurnal dalam bahasa Inggris dan Indonesia dengan akses terbuka (free full text) yang meneliti dampak gaya kepemimpinan transformasional pada hasil yang ditentukan. Data dari penelitian yang memenuhi syarat akan diekstraksi dan dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi pola, tren, dan kesimpulan yang muncul. Hasil: Sebelas artikel yang digunakan dalam tinjauan literatur ini, semua artikel menunjukkan hubungan yang signifikan atau pengaruh pada kepemimpinan transformasional transformasional dalam manajemen keperawatan.Kesimpulan: Gaya kepemimpinan transformasional adalah pendekatan yang pendekatan yang efektif dalam manajemen keperawatan.
Mekanisme Koping Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa Mahmudah, Ani Mashunatul; Jannah, Ni’matul; Setyaningrum, Niken
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i1.1237

Abstract

Latar Belakang: Penyakit gagal ginjal kronik merupakan suatu gejala klinis yang disebabkan oleh gangguan fungsi ginjal kronik. Hemodialisis adalah salah satu pengobatan efektif untuk penyakit gagal ginjal kronis. Menjalani masa hemodialisis dapat menimbulkan rasa cemas. Mekanisme Koping pasien dapat dijadikan pedoman untuk mengontrol emosi dan kecemasan akibat hemodialisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Mekanisme Koping dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Ruang Hemodialisa RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan metode Purposive sampling sebanyak 60 responden. Instrument penelitian ini menggunakan 2 kuesioner yaitu mekanisme koping dan tingkat kecemasan. Teknik Analisa menggunakan Uji Kendall Tau. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa RSUD Panembahan Senopati Bantul dengan keeratan korelasi kuat, nilai p (0,000)<0,05 dan r=-625. Kesimpulan: Penelitian ini bermakna semakin adaptif mekanisme koping maka semakin ringan tingkat kecemasan.
Pengaruh Tuberkulosis terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Asia: Systematic Literature Review Ariesta, Haura Inas; Nurhaliza, Putri; Putri, Ineuke Rizky; Ardani, Ilyasa Divanri Wisa; Herbawani, Chahya Kharin
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i1.1130

Abstract

Latar Belakang: Asia menduduki peringkat pertama dalam kejadian stunting, dengan total 52% atau 76,6 juta anak di bawah lima tahun mengalami stunting. Salah satu faktor risiko stunting adalah riwayat penyakit infeksi. Tuberkulosis sebagai penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan di Asia Tenggara hingga saat ini, dengan jumlah kasus sebesar 46%. Tuberkulosis memiliki gejala penurunan berat badan, yang jika terjadi dalam jangka waktu lama dan tidak segera ditangani dapat mempengaruhi status gizi bahkan berkembang menjadi stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tuberkulosis terhadap kejadian stunting pada balita di Asia. Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode Systematic Literature Review dengan pedoman PRISMA (Preferred Reporting Item for Systematic Review and Meta-Analysis) dengan menggunakan 3 database, yaitu Google Scholar, Pubmed, dan Mendeley. Penelitian ini berfokus pada artikel-artikel dari tahun 2019-2024 yang dapat diakses secara terbuka. Kriteria inklusi dari Systematic Literature Review ini adalah artikel yang membahas tentang tuberkulosis sebagai penyebab stunting pada anak di Asia. Hasil:  Dari 18.168 artikel yang diidentifikasi, 181 artikel memenuhi kriteria inklusi, dan 9 artikel dianalisis secara mendalam, dan menemukan bahwa tuberkulosis secara signifikan dapat menurunkan nafsu makan, yang menyebabkan asupan nutrisi yang tidak memadai, malabsorpsi, dan peradangan sistemik, yang semuanya berkontribusi terhadap stunting. Kesimpulan: Anak-anak yang terpapar TBC lebih rentan mengalami stunting karena penurunan nafsu makan, peradangan sistemik, dan efek samping jangka panjang. Meskipun beberapa penelitian tidak menemukan hubungan yang signifikan, faktor-faktor seperti rendahnya prevalensi TBC dan cakupan imunisasi yang tinggi dapat mempengaruhi hasilnya.
Korelasi Pengetahuan Orangtua Tentang ISPA Dengan Status Gizi Balita di Puskesmas X Banyumas Wirakhmi, Ikit Netra; Hartanto, Yuli Dwi
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i1.1239

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan utama secara global, terutama pada anak balita, dengan hampir 7 juta kematian setiap tahunnya. Di Indonesia, ISPA masih menjadi penyakit yang umum terjadi sebagaimana dilaporkan dalam Survei Kesehatan Nasional tahun 2018. Pengetahuan ibu berperan penting dalam pencegahan dan penanganan ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu tentang ISPA dengan status gizi anak balita di Puskesmas X Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 65 anak yang menderita ISPA beserta orang tuanya, menggunakan teknik total sampling. Pengetahuan ibu diukur menggunakan kuesioner terstandarisasi yang terdiri dari 30 pertanyaan (Cronbach's Alpha = 0,807), sedangkan status gizi dikategorikan berdasarkan indeks berat badan menurut umur. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi kontingensi Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,5% ibu memiliki tingkat pengetahuan sedang, sementara 47,7% anak memiliki status gizi normal dan 33,8% mengalami gizi kurang. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan status gizi anak (p > 0,05), meskipun terdapat korelasi sedang (r = 0,4). Kesimpulan: Pengetahuan ibu tentang ISPA saja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap status gizi anak. Diperlukan intervensi holistik yang mencakup asupan gizi, pola asuh, dan akses layanan kesehatan untuk meningkatkan status kesehatan anak.