cover
Contact Name
Misriyani
Contact Email
misriyani85@gmail.com
Phone
+6281334845085
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.39 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 2657179X     EISSN : 26567822     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan aims to provide both national and international forums to encourage interdisciplinary discussions and contribute to the advancement of medicine, benefiting readers and authors by accelerating the dissemination of research information and providing maximum access to scientific communication.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 01 (2025): April" : 20 Documents clear
STRATEGI ANTISIPASI SENGKETA MEDIS PADA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT Prenama Wiguna, Gusti Ngurah Bagus; I. B. Gd. Surya Putra Pidada; Wikan Basworo
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 01 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i01.251

Abstract

ABSTRAK Kejadian sengketa medis mengalami peningkatan di seluruh dunia. Setiap tahun sekitar 7.4 % dokter mengalami dugaan malpraktik, dimana 1.6 % diantaranya melakukan pembayaran ganti rugi, di Amerika Serikat sejak tahun 1991 hingga 2005. Dasar hukum terkait sengketa medis diatur dalam Undang-Undang Tentang Rumah Sakit, Undang-Undang Tentang Kesehatan, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indoensia Tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien. Untuk mengetahui perbandingan kasus sengketa medis di dunia dan di Indonesia, untuk mengetahui penyebab terjadinya sengketa medis serta untuk memahami upaya yang dapat dilakukan dalam mengantisipasi sengketa medis yang dapat terjadi pada pelayanan di rumah sakit. Menggunakan analisis preskriptif yang memberikan argumentasi untuk memberikan penilaian terkait perbandingan kasus sengketa medis yang ada di dunia dengan di Indonesia, penyebab terjadinya sengketa medis serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach). Kasus sengketa medis baik di dunia maupun di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya, penyebab terjadinya sengketa medis diantaranya kesenjangan pengetahuan yang mengecil antara dokter dengan pasien, timbul rasa tidak puas pada diri pasien, serta terjadinya pengabaian nilai-nilai etika. Selain itu sengketa juga dapat timbul apabila pasien telah menyatakan bahwa dokter gagal dalam merawat mereka dan gagalnya perjanjian antara dokter dan pasien yang telah terjalin. Pendekatan dengan Restorative Justice masih menjadi pilihan utama dalam penyelesaian kasus sengketa medis. Kemudian apabila berakhir pada proses hukum, pihak rumah sakit tetap memberikan bantuan hukum, diantaranya konsultasi hukum, memfasilitasi mediasi dan proses peradilan, pemberian advokasi hukum, memberikan pendampingan dalam penyelesaian sengketa medis serta mengalokasikan anggaran untuk pendanaan proses hukum dan ganti rugi. Penghormatan terhadap hak dan kewajiban pasien, serta menjalankan tugas dan kewajiban sesuai dengan standar profesi, standar prosedur operasional serta selalu dalam kaidah peraturan perundan-undangan dan juga hukum, menjadi poin penting dalam mencegah terjadinya sengketa medis. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya sengketa medis yaitu penguatan secara internal dengan memberikan perlindungan hukum terhadap semua komponen yang bertugas di lingkungan rumah sakit, pelaksanaan perbaikan mutu pelayanan, melaksanakan program-program yang telah disusun oleh komite medis, dan komunikasi yang baik antara pasien, petugas kesehatan, serta rumah sakit. ABSTRACT The incidence of medical disputes is increasing worldwide. Each year, approximately 7.4% of physicians are victims of malpractice allegations, of which 1.6% pay compensation, in the United States between 1991 and 2005. This study aim to compare medical dispute cases worldwide and in Indonesia, to discover the causes of medical disputes, and to understand the efforts that can be made to anticipate medical disputes that may arise in hospital wards. Method used prescriptive analysis using the statutory approach and the conceptual approach. The results shows that medical dispute cases worldwide and in Indonesia are increasing every year. The causes of these medical disputes include the narrowing of the knowledge gap between physicians and patients, the emergence of patient dissatisfaction, and the neglect of ethical values. The restorative justice approach remains the main choice for resolving medical disputes. In conclusion respecting the patient's rights and obligations, as well as fulfilling duties and obligations in accordance with professional standards, standard operating procedures and always within the framework of legal regulations and the law, are important points in preventing medical disputes. In addition, internal strengthening of the hospital environment is also an important point in minimizing the occurrence of medical conflicts.
PRIORITAS MASALAH PENYAKIT MENULAR DI KOTA DEPOK TAHUN 2023 Khairiah, Khairiah; Helda; Nuh Ghazali, Hidayat
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 01 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i01.253

Abstract

ABSTRAK Penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan, terkait morbiditas dan mortalitas akibat penyakit menular. Penyakit menular langsung, penyakit yang dapat dicegah dengan Imnunisasi (PD3I), dan penyakit tular vektor masih menjadi masalah di Kota Depok. Penelitian ini untuk mengidentifikasi, menetapkan prioritas, dan menemukan penyebab masalah penyakit menular di Kota Depok, menggunakan metode studi kuantitatif dan kualitatif, mengobservasi profil kesehatan dan data terkait lainnya dari tahun 2022-2023. Penentuan prioritas masalah dengan metode PAHO-Adapted-Hanlon melalui wawancara dengan 19 orang ahli di Dinas Kesehatan Kota Depok dan Puskesmas. Analisis penyebab masalah dilakukan dengan metode Fish Bone. Incidence rate Tuberculosis tahun 2022, 212/100.000 penduduk. CFR Tuberculosis 6,5/100.000 penduduk. Insiden pneumonia 3.936 kasus. Insiden HIV 327 (0,01%). Insiden Diare 18.062 kasus.Insiden kusta pada anak 7 kasus (9%). Insiden Difteri 7 kasus, 12 kasus pertusis, Insiden campak 199 kasus. Inciden Rate DBD 39/100.000 penduduk. Kasus kronis filariasis sebanyak 8 kasus. Tuberkulosis merupakan prioritas utama penyakit menular di Kota Depok dengan skor 44,57, DBD dengan skor 32,28 dan HIV dengan skor 31,09. Tingginya insiden Tuberkulosis, dikarenakan rendahnya pengobatan lengkap, kesembuhan serta banyaknya kasus Tuberculosis pada anak. Pencegahan penularan Tuberculosis dengan cara pemberian therapy pencegahan Tuberculosis, pentingnya pengobatan tuntas, melakukan advokasi, peningkatan pengetahuan masyarakat, dan investigasi kontak Tuberculosis. Abstract Communicable diseases remain a significant health issue in Depok City, contributing to high morbidity and mortality rates. Directly transmitted diseases, Vaccine-Preventable Diseases (PD3I), and vector-borne diseases are still prevalent. This study identifies and prioritizes communicable disease issues and their causes using both quantitative and qualitative methods, observed health profiles, and related data from 2022-2023. Issue prioritization was conducted using the PAHO-Adapted Hanlon method, involving interviews with 19 experts from the Depok City Health Office and Public Health Centers, while the Fish Bone method analyzed the causes. In 2022, the tuberculosis incidence rate was 212 per 100,000 population, with a case fatality rate of 6.5 per 100,000. Pneumonia incidence was 3,936 cases, HIV 327 cases (0.01%), diarrhea 18,062 cases, leprosy in children 7 cases (9%), diphtheria 7 cases, pertussis 12 cases, and measles 199 cases. Dengue fever incidence was 39 per 100,000, with 8 chronic filariasis cases. Tuberculosis was the top priority with a score of 44.57, followed by dengue fever (32.28) and HIV (31.09). The high tuberculosis incidence is linked to incomplete treatments, low recovery rates, and pediatric cases. Prevention involves complete treatment, preventive therapy, advocacy, community education, and contact investigations.
A HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN OTITIS MEDIA PADA ANAK DI RS ANUTAPURA PALU Rahma, Rahma; Nayoan, Christin Rony; Amri, Imtihanah; White, I Putu Ferry Immanuel
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 01 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i01.257

Abstract

Otitis media merupakan peradangan pada mukoperiosteum telinga tengah. Infeksi dapat disebabkan oleh virus dan bakteri, dan berdasarkan waktu dibagi akut maupun kronik. Ditemukan banyak pada usia balita dan anak dengan berbagai faktor risiko salah satunya yaitu status gizi yang berperan terhadap imunitas tubuh. Status gizi yang baik akan menurunkan risiko terjadinya penyakit infeksi maupun sebaliknya. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, simple random sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel sebanyak 65 orang, sebagian besar laki-laki dan berada pada usia 1-5 tahun. Berdasarkan klasifikasi Otitis Media, jumlah responden terbanyak terdapat pada Otitis Media Suppuratif Akut yaitu 47 orang (72,31%) dan untuk kategori status gizi paling banyak terdapat pada status gizi normal yaitu 34 orang (52,31%). Hasil uji Rank Correlation Spearman didapatkan nilai p = 0,000 , dengan dengan nilai koefisien positif, 0,487, yang artinya terdapat hubungan antara status gizi dengan otitis media pada anak dengan kekuatan hubungan cukup dan arah hubungan searah. Terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian otitis media pada anak di RS Anutapura Palu, dengan sebaran lebih banyak pada anak laki-laki usia 1-5 tahun. ABSTRACT Otitis media is inflammation of the middle ear mucoperiosteum. Infections can be caused by viruses and bacteria, and based on time they can be divided into acute or chronic. This is often found in toddlers and children with various risk factors, one of which is nutritional status which plays a role in the body's immunity. Good nutritional status will reduce the risk of infectious diseases and vice versa. Method used in this research is quantitative research with a cross sectional approach, simple random sampling in accordance with inclusion and exclusion criteria. Results show that the total sample was 65 people, mostly boys and aged 1-5 years. Based on the Otitis Media classification, the highest number of respondents in Acute Suppurative Otitis Media was 47 people (72.31%) and for the nutritional status category the highest number was normal nutritional status, namely 34 people (52.31%). The results of the Spearman Rank Correlation test obtained a value of p = 0.000 with a positive coefficient value of 0.487, which means there is a relationship between nutritional status and otitis media in children with the strength of the relationship being sufficient and in the same direction. the relationship is in the same direction. In conclusion there is a relationship between nutritional status and the incidence of otitis media in children at Anutapura Hospital, Palu, with a greater distribution in boys aged 1-5 years.
PEMETAAN PENYEBARAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU BERDASARKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA KUPANG TAHUN 2019-2023 Sindi Sirituka; Pius Weraman; Imelda F.E Manurung; Maria M.D Wahyuni
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 01 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i01.259

Abstract

ABSTRAK Pemetaan adalah proses pengelompokan wilayah berdasarkan kondisi geografis yang melibatkan dataran, sumber daya, dan populasi yang mempengaruhi aspek sosial budaya, dan dilaksanakan pada skala yang sesuai. Jumlah total kasus tuberkulosis paru di. Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 2022 sebanyak 7.268 kasus dan jumlah kasus tuberkulosis paru di Kota Kupang pada 2023 sebanyak 1.253 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran penyakit tuberkulosis paru berdasarkan sistem informasi geografis di Kota Kupang pada tahun 2019-2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan sistem informasi geografis, yang digunakan untuk mendeskripsikan sebaran kasus tuberkulosis paru di Kota Kupang. Lokasi penelitian dilakukan di Dinas Kesehatan Kota Kupang dan Badan Pusat Statistik Kota Kupang pada Juli-September 2024. Objek penelitian ini adalah data kesehatan penyakit tuberkulosis paru di Kota Kupang tahun 2019-2023, kemudian data tersebut diolah menggunakan aplikasi ArcGis View 10.8 dalam bentuk peta (gambar), tabel dan narasi. Hasil Pemetaan Penyebaran Penyakit Tuberkulosis Paru Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kota Kupang pada tahun 2019-2023, yakni Kabupaten Kota Lama dan Oebobo, berkontribusi pada angka kepadatan tertinggi selama lima tahun terakhir. ABSTRACT Mapping is the process of grouping regions based on geographical conditions involving plains, resources, and populations that affect socio-cultural aspects, and is carried out at an appropriate scale. The total number of pulmonary tuberculosis cases in. East Nusa Tenggara Province in 2022 has 7,268 cases and the number of pulmonary tuberculosis cases in Kupang City in 2023 is 1,253 cases. This study aims to map the distribution of pulmonary tuberculosis disease based on the geographic information system in Kupang City in 2019-2023. This study is a descriptive research with a geographic information system approach, which is used to describe the distribution of pulmonary tuberculosis cases in Kupang City. The location of the research was carried out at the Kupang City Health Office and the Kupang City Central Statistics Agency in July-September 2024. The object of this research is health data on pulmonary tuberculosis disease in Kupang City in 2019-2023, then the data is processed using the ArcGis View 10.8 application in the form of maps (images), tables and narratives. The results of the Mapping of the Spread of Pulmonary Tuberculosis Disease Based on the Geographic Information System in Kupang City in 2019-2023, namely Kota Lama and Oebobo Regencies, contributed to the highest density figure for the last five years.
FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS (DM) PADA USIA PRODUKTIF (20-44 TAHUN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEPO-LEPO KOTA KENDARI TAHUN 2024 Fin; La Ode Liaumin Azim; Suhadi
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 01 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i01.262

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah akibat gangguan dalam sekresi atau pemanfaatan insulin. Menurut WHO, sekitar 422 juta orang di dunia menderita diabetes dengan 45% diantaranya terjadi sebelum usia 70 tahun. Di Indonesia, prevalensi diabetes pada usia produktif (20-44 tahun) mencapai 11,7%. Di Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2022 sekitar 961 kasus (8,3%) per bulan dan pada tahun 2023 menjadi 1.469 kasus (8,3%) per bulan. Adapun Puskesmas Lepo-Lepo di Kota Kendari melaporkan adanya peningkatan kasus DM pada tahun 2022 sebanyak 266 kasus (11,4%), dan jumlah ini meningkat menjadi 360 kasus (9,1%) pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko DM pada kelompok usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik yang menggunakan desain studi kasus kontrol dengan matching, populasi 1.058 orang yang berusia 20-44 tahun dengan 95 orang menderita diabetes. Sampel diambil menggunakan simple random sampling dan didapatkan 82 sampel terdiri dari 41 kasus dan 41 kontrol. Uji statistik yang digunakan yaitu McNemar dan Odds Ratio. Hasil penelitian didapatkan bahwa pola makan berisiko terhadap kejadian diabetes (OR = 3,000), dan aktivitas fisik (OR = 4,000). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola makan dan aktivitas fisik merupakan faktor risiko Diabetes Melitus (DM) pada usia produktif (20-44 tahun) di wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari Tahun 2024. ABSTRACT Mapping is the process of grouping regions based on geographical conditions involving plains, resources, and populations that affect socio-cultural aspects, and is carried out at an appropriate scale. The total number of pulmonary tuberculosis cases in. East Nusa Tenggara Province in 2022 has 7,268 cases and the number of pulmonary tuberculosis cases in Kupang City in 2023 is 1,253 cases. This study aims to map the distribution of pulmonary tuberculosis disease based on the geographic information system in Kupang City in 2019-2023. This study is a descriptive research with a geographic information system approach, which is used to describe the distribution of pulmonary tuberculosis cases in Kupang City. The location of the research was carried out at the Kupang City Health Office and the Kupang City Central Statistics Agency in July-September 2024. The object of this research is health data on pulmonary tuberculosis disease in Kupang City in 2019-2023, then the data is processed using the ArcGis View 10.8 application in the form of maps (images), tables and narratives. The results of the Mapping of the Spread of Pulmonary Tuberculosis Disease Based on the Geographic Information System in Kupang City in 2019-2023, namely Kota Lama and Oebobo Regencies, contributed to the highest density figure for the last five years.
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN SISWA KELAS X DAN XI SMAN 3 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2024/2025 TENTANG KEKERASAN FISIK TERHADAP ANAK Wiraagni, Idha Arfianti; Cahyadi, Salma Maharani; Basworo, Wikan; Tri Artanti, Martiana Suciningtyas
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 01 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i01.265

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan Survei Nasional Harapan Hidup Anak dan Remaja 2021, 13,91% anak laki-laki dan 10,49% anak perempuan mengalami kekerasan fisik sepanjang hidupnya. Jawa Tengah merupakan provinsi dengan jumlah kasus kekerasan anak yang cukup tinggi. Terdapat 1.151 anak korban kekerasan di Jawa Tengah pada 2022. Surakarta menjadi salah satu kota dengan jumlah kasus kekerasan yang tinggi di Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh edukasi terhadap perubahan pengetahuan siswa SMAN 3 Surakarta tentang kekerasan fisik terhadap anak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode one-group pre-test post-test. 98 siswa diambil dari 800 populasi siswa. Data yang dianalisis adalah hasil pre-test dan post-test responden sebelum dan setelah dilakukan edukasi dalam bentuk kuliah singkat dengan media power point. Sebelum dilakukan edukasi, mean pengerjaan kuesioner responden adalah 7,31 dan setelah diberikan edukasi, mean pengerjaan kuesioner responden adalah 8,98. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa perbedaan mean sebelum dan setelah dilakukan edukasi memiliki nilai p <0,0001 yang menunjukkan bahwa responden mengalami peningkatan pengetahuan signifikan mengenai kekerasan fisik terhadap anak. ABSTRACT Based on the Survei Nasional Harapan Hidup Anak dan Remaja 2021, 13.91% of boys and 10.49% of girls experience physical violence throughout their lives. Central Java is a province with a relatively high child violence cases. 1,151 children are victims of violence in Central Java in 2022. Surakarta has become one of the cities with high number of violence cases in Central Java. This research aims to determine and analyze the influence of education on changes in the knowledge of SMAN 3 Surakarta students regarding physical violence against children. This research is a quantitative descriptive study using one-group pre-test post-test method. 98 students were selected from a population of 800 students. The data analyzed are the pre-test and post-test results of respondents before and after education was conducted in the form of a short lecture using PowerPoint. Before the education was conducted, the mean score of the respondents' questionnaire was 7.31, and after the education was provided, the mean score of the respondents' questionnaire was 8.98. The Wilcoxon Signed Rank Test shows that the mean difference before and after the education had a p-value <0.0001, indicating that the respondents experienced a significant increase in knowledge regarding physical violence against children.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK BAWANG PUTIH TUNGGAL (Allium sativum L.) DAN BAWANG PUTIH MAJEMUK (Allium sativum) TERHADAP Klebsiella pneumoniae SECARA IN VITRO Widjaja, Sajuni; Ikawaty, Risma; Avista Diapermata
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 01 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i01.266

Abstract

ABSTRAK Infeksi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dijumpai. Salah satu bakteri penyebab penyakit infeksi adalah Klebsiella pneumoniae. Namun bakteri tersebut sudah mulai resisten sehingga diperlukan alternatif pengobatan lain. Masyarakat Indonesia erat dengan penggunaan herbal termasuk bawang putih. Bawang putih memiliki senyawa aktif yang bersifat antibakteri. Dua jenis bawang putih yang sering digunakan saat ini adalah bawang putih tunggal (Allium sativum L.) dan majemuk (Allium sativum). Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak bawang putih tunggal dan majemuk sebagai antibakteri terhadap Klebsiella pneumoniae.. Metode Penelitian melibatkan uji efektivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram (Kirby-Bauer) pada ekstrak bawang putih tunggal dan majemuk dengan konsentrasi 6,25% ; 12,50% ; 25% ; 50% ; 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih tunggal menghasilkan rata-rata diameter zona hambat 1mm; 1,75mm; 2mm; 2,75mm; 4,12mm sedangkan ekstrak bawang putih majemuk menghasilkan rata-rata diameter zona hambat 1mm; 1,75mm; 2mm; 2,75mm; 4,12mm pada konsentrasi 6,25%; 12,50% ; 25% ; 50% ; 100%. Dari pengamatan makro dan hasil uji Mann-Whitney, tidak didapatkan perbedaan signifikan (p>0,05) antara bawang putih tunggal dan majemuk. Sebagai kesimpulanbawang putih tunggal dan majemuk memiliki efek antibakteri namun tidak terdapat perbedaan signifikan di antara keduanya. ABSTRACT Infectious diseases are still one of the most common health problems. One of the infectious bacterias is Klebsiella pneumoniae. These bacteria have started to become resistant so other alternative treatments are needed. Indonesian people often use herbs including garlic. Garlic has active antibacterial compounds. Two types of garlic that are often use are single and multi bulb garlic. There has been no study comparing single and multi bulb garlic to Klebsiella pneumoniae. To compare the effectiveness of single bulb garlic (Allium sativum L.) and multi bulb garlic (Allium sativum) extracts as antibacterial against Klebsiella pneumoniae. This research is laboratory experimental research. Antibacterial effectiveness test using disc diffusion method on single and multi bulb garlic extracts with concentration of 6.25% ; 12.50% ; 25% ; 50% ; 100%. Single bulb garlic extract produced average inhibition zone diameter 1mm; 1.75mm; 2mm; 2.75mm; 4.12mm while multi bulb garlic extract produced 1mm; 1.75mm; 2mm; 2.75mm; 4.12mm at concentration 6.25% ; 12.50% ; 25% ; 50% ; 100%. From macro observations and Mann Whitney test, there was no significant difference (p>0.05) between single and multi bulb garlic. Single and multi bulb garlic have no significant difference as antibacterial.
HUBUNGAN SHIFT KERJA, BEBAN KERJA, DAN STATUS GIZI DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr. H.L.M BAHARUDDIN, M.Kes RAHA TAHUN 2024 A'alya Maharani Harlin; Fithria; Fifi Nirmala G
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 01 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i01.268

Abstract

ABSTRAK Kelelahan kerja merupakan kondisi seseorang yang terkuras habis dan kehilangan energi psikis maupun fisik. Biasanya kelelahan kerja dialami dalam bentuk kelelahan fisik, mental, dan emosional yang terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan shift kerja, beban kerja dan status gizi dengan kelelahan kerja pada perawat di ruang rawat inap RSUD dr. H.L.M Baharuddin M.Kes raha tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel 72 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil uji statistik menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan shift kerja (p= 0,008 < 0,05) dengan kelelahan kerja pada perawat, ada hubungan beban kerja (p= 0,000 < 0,05) dengan kelelahan kerja pada perawat dan tidak ada hubungan status gizi (p= 0,098 > 0,05) dengan kelelahan kerja pada perawat. Disarankan perawat harus terus memperhatikan kondisi tubuh agar tetap sehat dan istirahat yang cukup sebelum melakukan pekerjaan di ruang rawat inap rumah sakit serta diharapkan melakukan relaksasi tubuh agar lelah berkurang setelah melakukan asuhan keperawatan. ABSTRACT Work fatigue is a condition where a person is completely drained and loses both psychic and physical energy. Usually work fatigue is experienced in the form of continuous physical, mental, and emotional fatigue. This study aims to determine the relationship between work shifts, workload and nutritional status with work fatigue in nurses in the inpatient ward of Dr. H.L.M Baharuddin M.Kes raha Hospital in 2024. This type of research is quantitative research and analytical survey design with a cross-sectional approach. This study used a random sampling technique with a sample size of 72 respondents. Data analysis used univariate and bivariate analysis using the chi square test. The results of statistical tests using the chi square test showed that there was a relationship between work shifts (p = 0.008 <0.05) and work fatigue in nurses, there was a relationship between workload (p = 0.000 <0.05) and work fatigue in nurses and there was no relationship between nutritional status (p = 0.098 > 0.05) and work fatigue in nurses. It is recommended that nurses continue to pay attention to their physical condition to stay healthy and get enough rest before working in the hospital inpatient room and are expected to relax their bodies so that fatigue is reduced after providing nursing care.
GAMBARAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA GUNUNG MELETUS DI DESA DULIPALI, KECAMATAN ILEBURA, KABUPATEN FLORES TIMUR temu27, mariana; Nayoan, Chrsitina R; Takaeb, Afrona E. L.; Marni, Marni
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 01 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i01.272

Abstract

ABSTRAK Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Dulipali Kecamatan Ilebura Kabupaten Flores Timur memberikan dampak yang merugikan bagi kesehatan dan terdapat rumah warga yang mengalami kerusakan akibat abu vulkanik dan banjir lahar dingin. Siaga bencana sangat penting bagi masyarakat Desa Dulipali dalam mengatasi dampak negatif meletusnya Gunung Lewotobi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survey yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gunung meletus. jumlah sampel sebanyak 134. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan dalam kategori sangat siap (68,7%), tingkat rencana tanggap darurat dalam kategori sangat siap (32,8%), tingkat sistem peringatan bencana dalam kategori belum siap (26,9%), dan tingkat mobilisasi sosial dalam kategori belum siap (49,3%). Sistem peringatan bencana masih dalam kategori kurang siap karena belum ada alat untuk dibunyikan ketika terjadi bencana dan pada mobilisasi sosial, masyarakat belum memiliki materi atau panduan dalam menghadapi bencana. Selain itu, berdasarkan survey didapatkan ada masyarakat yang tidak menggunakan masker saat terjadi erupsi. Perlu adanya pemasangan alat peringatan dini, distribusi panduan kesiapsiagaan, edukasi penggunaan masker untuk mencegah dampak kesehatan akibat abu vulkanik, dan meningkatkan kapasitas organisasi lokal agar mampu menjadi penggerak mobilisasi sosial yang tanggap terhadap bencana dan pembentukan jaringan sosial yang kuat untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana. ABSTRACT The eruption of Mount Lewotobi in Dulipali Village, Ilebura Sub-district, East Flores Regency had a detrimental impact on health and there were houses damaged by volcanic ash and cold lava floods. Disaster preparedness is very important for the Dulipali Village community in overcoming the negative impacts of the eruption of Mount Lewotobi. This research is a descriptive quantitative study with a survey method that aims to determine the level of community preparedness in facing volcanic disasters. 134 samples. The results showed the level of knowledge in the category of very ready (68.7%), the level of emergency response plan in the category of very ready (32.8%), the level of disaster warning system in the category of not ready (26.9%), and the level of social mobilization in the category of not ready (49.3%). Based on the survey, it was found that there were people who did not use masks during the eruption. It is necessary to install early warning tools, distribute preparedness guides, educate the use of masks, increase the capacity of local organizations to be able to drive social mobilization that is responsive to disasters and form strong social networks to minimize the risks and impacts of disasters.
RELATIONSHIP BETWEEN BODY MASS INDEX LEVELS AND THE GRADES OF HYPERMESIS GRAVIDARUM IN TORA BELO REGIONAL HOSPITAL, SIGI REGENCY Qolbi, Zuhrotul; White, I Putu Fery Immanuel; Sumarni; Rupawan, I Kadek
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 01 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i01.275

Abstract

ABSTRACT Hyperemesis Gravidarum (HG) is a condition of severe nausea and vomiting in pregnant women which has many negative impacts, including economic losses due to treatment costs, the threat of maternal and fetal safety, also adverse pregnancy outcomes such as Chronic Energy Deficiency (CED), the birth of Low Birth Weight (LBW), to stunting. The risk factors for HG are multifactorial, with one modifiable risk factor is Body Mass Index (BMI) levels. Quantitative research with analytic observational design and cross-sectional approach, analyzed using Somers' d test. Data from 63 patients, the majority had an underweight (44.4%). The grades of HG in the sample there are 2 types, namely grade 1 and grade 2, with 93.7% of patients are in grade 2. Somers’ d test showed a significant relationship between BMI levels and the grades of HG with a value of p = 0.049 (p <0.05). The correlation obtained was a negative correlation (r=-0.201). The relationship was also supported by additional data that the most HG patients who has positive ketonuria, abnormal heart rate, and blood pressure, were patients with underweight. Most patients were young adults (88.9%), with multigravida (44.4%) and primipara (36.5%). Most patients had never an abortion (76.2%). There is a significant negative correlation between BMI levels and the grades of HG, namely that the lower the patient's BMI level, the more severe the grades of HG. ABSTRAK Hiperemesis Gravidarum (HG) merupakan kondisi mual dan muntah hebat pada ibu hamil yang memiliki banyak dampak negatif, antara lain kerugian ekonomi akibat biaya pengobatan, ancaman terhadap keselamatan ibu dan janin, serta luaran kehamilan yang tidak diharapkan seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK), kelahiran Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), hingga stunting. Faktor risiko HG bersifat multifaktorial, dengan salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah kadar Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional, dianalisis menggunakan uji Somers' d. Hasil penelitian menunjukkan data dari 63 pasien, mayoritas memiliki berat badan kurang (44,4%). Derajat HG pada sampel ada 2 jenis, yaitu derajat 1 dan derajat 2, dengan 93,7% pasien berada pada derajat 2. Uji Somers' d menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kadar IMT dengan derajat HG dengan nilai p = 0,049 (p < 0,05). Korelasi yang diperoleh adalah korelasi negatif (r=-0,201). Hubungan tersebut juga didukung oleh data tambahan bahwa pasien HG yang memiliki ketonuria positif, denyut jantung abnormal, dan tekanan darah paling banyak adalah pasien dengan berat badan kurang. Pasien terbanyak adalah dewasa muda (88,9%), multigravida (44,4%) dan primipara (36,5%). Pasien terbanyak tidak pernah melakukan abortus (76,2%). Simpulan: Terdapat korelasi negatif yang signifikan antara kadar IMT dengan derajat HG, yaitu semakin rendah kadar IMT pasien, maka derajat HG semakin berat.

Page 1 of 2 | Total Record : 20