cover
Contact Name
Misriyani
Contact Email
misriyani85@gmail.com
Phone
+6281334845085
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.39 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 2657179X     EISSN : 26567822     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan aims to provide both national and international forums to encourage interdisciplinary discussions and contribute to the advancement of medicine, benefiting readers and authors by accelerating the dissemination of research information and providing maximum access to scientific communication.
Articles 220 Documents
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF POSYANDU CADRES WITH NUTRITION KIE PRACTICES IN THE WORK AREA OF OELE HEALTH CENTER, ROTE NDAO DISTRICT Risca Merlince Isach; Helga. J.N. Ndun; Marni Marni; Christina Rony Nayoan
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.198

Abstract

ABSTRAK Kader posyandu merupakan ujung tombak dalam pelayanan posyandu, karena kader menjadi kelompok yang sering berinteraksi dengan masyarakat sehingga mempunyai kedudukan yang strategis dan menjadi sarana yang efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan kader dengan praktik KIE gizi dan hubungan antara sikap kader dengan praktik KIE gizi di wilayah kerja Puskesmas Oele, Kabupaten Rote Ndao. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian yaitu cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 55 orang kader posyandu yang ada pada tujuh desa di Kecamatan Rote Selatan. Teknik analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan kader dengan praktik KIE gizi (ρ value = 0,001). Tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap kader dengan praktik KIE gizi (ρ value = 0,200). Puskesmas Oele perlu memberikan edukasi gizi dan pelatihan kepada semua kader posyandu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan memberikan KIE. Pengetahuan yang meningkat menjadi dasar kader dalam memberikan KIE gizi kepada ibu balita sehingga dapat mengurangi masalah gizi yang ada di Kecamatan Rote Selatan. ABSTRACT Cadres (posyandu) are the spearhead of posyandu services, because cadres are a group that often interacts with the community so that they have a strategic position and become an effective means of delivering health information. This study aims to determine the relationship between cadre knowledge and communication, information and nutrion education practies and the relationship between cadre attitude and communication, information and nutrion education practies in the working area of Oele Health Center, Rote Ndao District. This type of research is analytic observational with cross-sectional research design. The sample in this study was 55 posyandu cadres in seven villages in South Rote Subdistrict. Data analysis technique used was chi square test. The results showed a significant relationship between knowladge of cadres and communication, information and nutrion education practice (ρ value = 0.001). There was no significant relationship between cadre attitude and communication, information and nutrion education practice (ρ = 0.200). Oele Health Center needs to provide nutrition-related education and training to all posyandu cadres to improve their knowledge and skills in providing communication, information and nutrion education practies. Increased knowledge becomes the basis for cadres in providing communication, information and nutrion education practies to mothers of children under five so as to reduce nutrition problems in South Rote Subdistrict.
Injury Detector as a Visual Learning Media in Forensic Medicine Trissanto, Stefanus; Wiraagni, Idha Arfianti; Widagdo, Hendro; Pidada, Ida Bagus Gede Surya Putra
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.199

Abstract

ABSTRAK Media pembelajaran visual dapat membantu mahasiswa pendidikan profesi kedokteran belajar lebih baik. Injury Detectordapat mendeteksi jenis cedera benda tumpul dalam kedokteran forensik. Injury Detector menyediakan kesempatan dalam pembelajaran interpretasi luka bagi mahasiswa program pendidikan profesi dalam bidang kedokteran forensik. Mengetahui perbedaan proporsi dari hasil belajar antara mahasiswa profesi yang mempelajari interpretasi luka dengan Injury Detectors dan buku teks (E-book) Knight’s Forensic Pathology Fourth Edition. Menggunakan metode deskripsi analitis dengan desain penelitian Cross Sectional, yang dilakukan terhadap 70 mahasiswa pendidikan profesi yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 (Pembelajaran Interpretasi Luka Robek dan Memar dengan buku teks (E-Book) Knight’s Forensic Pathology Fourth Edition). Proporsi kedua kelompok dengan Chi-Square, diuji berdasarkan skor dari pre-test, post-test, dan nilai rata-rata dari pre-test dan post-test. Ditemukan perbedaan dalam proporsi dari hasil tes dengan p = .437 (p.0,05) pada pre-test, p = .089 (p > .05) di post-test dan p = .092 (p > .05) pada nilai rata rata pre-test – post-test scores. Injury Detector sebagai media pembelajaran visual yang didukung Artificial Intelligence memperoleh hasil yang baik, sehingga diperlukan komitmen yang kolektif dari lembaga pendidikan, terutama dalam bidang kedokteran forensik, agar dapat mengadopsi kegiatan ini secara efektif. ABSTRACT Visual learning media can help students of medical professional education to learn better. Injury detector as an object detector and able to interpret the type of blunt force injury in Forensic Medicine. Injury Detector provides the latest opportunities in learning wound interpretation for medical professional education program students in the field of Forensic Medicine. Knowing the difference in the proportion of learning outcomes between the medical professional education program students who learn wound interpretation with Injury Detectors and textbooks (E-book) Knight’s Forensic Pathology Fourth Edition. Using analytical description method with analytical cross sectional research design. Conducted on 70 medical professional education program students who were divided into 2 groups, namely Group 1 (Learning Interpretation of Lacerations and Bruises with Textbook (E-book) Knight’s Forensic Pathology Fourth Edition). The proportion of both groups with Chi-Square was tested based on pre-test, post-test, and average pre-test – post-test scores. There is a difference in the proportion of learning outcome test with p = .437 (p>.05) in the pre-test, p = .089 (p > .05) in the post-test and p = .092 (p > .05) in the average pre-test – post-test scores. Injury Detector as a visual learning method supported by Artificial Intelligence obtained good results so that collective commitment from educational institutions, especially in the field of forensic medicine, is needed to adopt this technology effectively.
GAMBARAN PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) PADA PELAYANAN KESEHATAN USIA PRODUKTIF DI PUSKESMAS OEPOI KOTA KUPANG Delprison Ndula Ratu; Domnirsep O. Dodo; Yudhisinta Missa; Serlie K. A. Littik
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.201

Abstract

ABSTRAK Pelayanan kesehatan usia produktif adalah pelayanan skrining kesehatan bagi usia 15-59 tahun dan mendapatkan pelayanan sesuai standar, minimal dilakukan 1 tahun sekali dengan target capaian harus 100% setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Kupang, puskesmas yang telah melaksanakan SPM pelayanan kesehatan usia produktif dengan capaian paling terendah adalah Puskesmas Oepoi dengan persentase 8,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan SPM pada pelayanan kesehatan usia produktif di Puskesmas Oepoi Kota Kupang. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan rancangan deskriptif, jumlah informan sebanyak 5 orang menggunakan teknik indepth interview. Hasil penelitian menunjukan bahwa unsur input, pada aspek man, pengetahuan sudah baik, lama kerja tidak berpengaruh, usia sangat berpengaruh, dan ketersediaan SDM sudah memenuhi standar, terkadang tenaga gizi dan bidan masih jarang terlibat. Pendanaan (money) belum mencukupi, material sudah mencukupi, sarana dan prasarana (machine) sudah memadai, dalam pelaksanaan di lapangan sering ditemui seperti tidak tersedianya meja dan kursi, Method atau metode pelayanan yang diberikan sudah baik dan penerapannya sesuai SOP, market atausasaran sudah sesuai, namun masih terdapat kendala yaitu kurangnya partisipasi masyarakat dan masyarakat yang mengikuti pelayanan tidak membawa identitas diri. Untuk unsur proces, pada tahap perencanaan dilakukan oleh dinas kesehatan, pengorganisasian berupa pembagian kerja dan koordinasi antara petugas kesehatan berjalan dengan baik, tetapi koordinasi ke instansi masih terdapat kendala, Pelaksanaan sudah berjalan dengan baik, namun ketika pelayanan dilaksanakan secara bersamaan akan terjadi kekurangan tenaga kesehatan saat pelayanan dalam gedung. Pengawasan berupa pencatatan dan pelaporan sudah berjalan dengan baik, monitoring dan evaluasi juga sudah berjalan dengan baik. Untuk unsur output, belum mencapai target renstra dinas kesehatan yaitu 25%. ABSTRACT Productive age health services are health screening services for ages 15-59 years and get services according tostandards, at least once every 1 year with a target achievement must be 100% every year. Based on data from the KupangCity Health Office, the puskesmas that has implemented SPM for productive age health services with the lowestachievement is the Oepoi Health Center with a percentage of 8.4%. This study aims to determine the picture of theimplementation of SPM in productive age health services at the Oepoi Health Center in Kupang City. The type of research is qualitative research with a descriptive design, the number of informants is 5 people using in-depth interview techniques. The results showed that the input element, in the human aspect, knowledge is good, length of work has no effect, age is very influential, and the availability of human resources has met the standards, sometimes nutrition workers and midwives are still rarely involved. Funding (money) is not sufficient, materials are sufficient, facilities and infrastructure (machines) are adequate, in the implementation in the field often encountered such as the unavailability of tables and chairs, the method or method of service provided is good and its application according to SOP, market or target is appropriate, but there are still obstacles, namely lack of community participation and people who participate in services do not carry their identity. For the process element, at the planning stage carried out by the health office, organizing in the form of division of labor and coordination between health workers went well, but coordination to agencies still had obstacles, the implementation was going well, but when services were carried out simultaneously there would be a shortage of health workers when services were in the building. Supervision in the form of recording and reporting has been going well, monitoring and evaluation have also been running well. For the output element, it has not yet reached the health office strategic plan target of 25%.
Analysis Of The Malaria Elimination Status Maintenance Program In Endedistrict In 2023 Wondo, Regina Ngete; Domnirsep O. Dodo; Tadeus A. L. Regaletha
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.203

Abstract

ABSTRAK Malaria adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh plasmodium dan termasuk dalam kelompokprotozoa. Pemerintah Indonesia telah mengupayakan untuk menghentikan kasus malaria dengan program eliminasi. Proses eliminasi malaria di setiap provinsi dicapai secara bertahap, dan ditargetkan pada tahun 2030 Indonesia akan bebas malaria. Kabupaten Ende menjadi salah satu kabupaten di Provinsi NTT yang berhasil mengeliminasi kasus malaria pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui program, anggaran, serta output dalam pemeliharaan status eliminasi malaria di Kabupaten Ende tahun 2023. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan penelitian studi kasus, jumlah informan 15 orang menggunakan in-depth interview. Hasil penelitian menunjukkan dalam mencapai status eliminasi malaria di Kabupaten Ende ada inovasi baru yaitu MADURIA (Masyarakat Peduli Malaria).Terkait bagian program terdapat perbedaan sebelum dan setelah eliminasi malaria. Pasca eliminasi lebih difokuskan pada program survei migrasi dikarenakan banyaknya mobilitas masyarakat yang berpergian ke daerah endemisitas tinggi. Program survei migrasi menjadi program prioritas di Kabupaten Ende dalam mempertahankan status eliminasi malaria. Untuk bagian anggaran mengalami keterbatasan setelah adanya eliminasi malaria. Dengan adanya keterbatasan anggaran, banyak kegiatan yang tidak mendapatkan alokasi secara khusus, sehingga perlu bergabung dengan program P2P lainnya. Untuk bagian output dilihat dari cakupan ABER dan API. Peningkatan ABER yang paling tinggi dari 10.5% meningkat menjadi 29.43%. Untuk angka API masih di bawah 1 per 1000 penduduk. Kesimpulan program eliminasi malaria sudah efektif namun perlu meningkatkan pemetaan penduduk untuk mengantisipasi kasus impor dan meningkatkan surveilans migrasi. Pasca e liminasi anggaran semakin terbatas, sehingga perlu di maksimalkan kembali serta perlu dilakukan pelatihan kepada tenaga kesehatan secara berkala. ABSTRACT Malaria is an infectious disease caused by plasmodium and belongs to the protozoa group. The Indonesian government has attempted to stop malaria cases with an elimination program. The process of eliminating malaria in each province is achieved in stages, and it is targeted that by 2030 Indonesia will be malaria-free. Ende Regency is one of the districts in NTT Province that has succeeded in eliminating malaria cases by 2022. The research aims to determine the program, budget, and output in maintaining malaria elimination status in Ende Regency in 2023. The type of research is qualitative research with case study research, the number of informants was 15 people using in-depth interviews. The results of the research show that in achieving malaria elimination status in Ende Regency there is namely MADURIA (Malaria Care Society). Regarding the program part, there are differences before and after malaria elimination. After elimination, the focus was more on the migration survey program due to the high mobility of people traveling to areas of high endemicity. The migration survey program is a priority program in Ende Regency in maintaining malaria elimination status. The budget section experienced limitations after the elimination of malaria. Due to budget limitations, many activities do not receive special allocations, so they need to join other P2P programs. For the output section, look at the ABER and API coverage. The highest increase in ABER from 10.5% increased to 29.43%. The API figure is still below 1 per 1000 population. Conclusion: The malaria elimination program has been effective but needs to improve population mapping to anticipate imported cases and improve migration surveillance. After elimination, the budget is increasingly limited, so it needs to be maximized again and training needs to be carried out for health workers periodically.
HUBUNGAN STRES DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PRIMER PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG ANGKATAN 2022 Anita Dwi Rizqi Ardianti; Suprihhartini
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.204

Abstract

ABSTRAK Dysmenorrhea merupakan gangguan yang sering dialami oleh wanita pada saat menstruasi. Salah satu penyebab dysmenorrhea adalah faktor psikis (stres). Saat stres tubuh akan memproduksi hormon adrenalin, estrogen, dan prostaglandin berlebihan sehingga dapat menyebabkan terjadinya dismenorea. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan stres dengan kejadian dismenorea primer pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang angkatan 2022. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang (cross sectional). Kuesioner yang digunakan adalah Depression Anxiety Stress Scales (DASS) 21 dan Numeric Rating Scale (NRS). Sampel penelitian ini mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang angkatan 2022 diambil dengan Teknik Consecutive Sampling. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi 83 orang. Analisis data menggunakan uji Spearman Correlation, signifikan jika p<0,05. Hasil univariat 83 responden didapatkan, 57 responden tidak mengalami stres (68,7%), 10 responden memiliki Tingkat stres ringan (12%) dan 9 responden memiliki tingkat stres sedang (10,8%), dan 41 responden mengalami dismenorea primer ringan (49,4%). Uji statistik menggunakan uji Korelasi Spearman dengan p <0,05 diperoleh nilai signifikansi 0,018 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenorea primer pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang angkatan 2022. Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kejadian dismenorea primer pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang angkatan 2022. ABSTRACT Dysmenorrhea is a disorder commonly experienced by women during menstruation One of the causes of dysmenorrhea is psychological factors (stress) When stressed, the body produces excessive adrenaline, estrogen, and prostaglandin hormones, which can lead to the occurrence of dysmenorrhea This study aims to determine the relationship between stress and the occurrence of primary dysmenorrhea in female medical students of Muhammadiyah University Semarang, class of 2022. The methodology used in this study is a cross-sectional analytical observational research approach. The NRS and the Depression Anxiety Stress Scale (DASS) 21 were the questionnaires used. Using the Consecutive Sampling Technique, this study drew its sample from the class of 2022 at Muhammadiyah University's Faculty of Medicine in Semarang. There were 83 individuals in the sample who fulfilled the inclusion criteria. The Spearman Correlation test is used in data analysis, and it is considered significant if p<0.05. A total of 83 participants were analyzed using univariate statistics. Of them, 57 (66.7%) reported no stress at all, 10 (12%) reported light stress, 9 (10.8%) reported moderate stress, and 41 (49.5%) had mild primary dysmenorrhea. The class of 2022 students at Muhammadiyah University's Faculty of Medicine in Semarang had a correlation between stress levels and the occurrence of primary dysmenorrhea, according to statistical tests that used the Spearman Correlation test with a p-value less than 0.05. The significance value was 0.018, which is less than 0.05. The occurrence of primary dysmenorrhea among the class of 2022 female students at Muhammadiyah University's Faculty of Medicine in Semarang is associated with their stress levels.
PENGARUH KONSELING GIZI TERHADAP PERILAKU KONSUMSI PANGAN DAN STATUS GIZI PADA ATLET SSB KANCILMAS KARAWANG TAHUN 2024 Ismikhadijah, Marwasyifa Bani; Sefrina, Linda Riski; Elvandari, Millyantri
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.216

Abstract

ABSTRAK Sepakbola merupakan olahraga yang di dalamnya melibatkan banyak orang dengan berbagai tingkat kesadaran dan kedisiplinan baik dalam kesehatan khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan asupan makan maupun latihan yang teratur. Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku makan adalah faktor budaya, psikologi, gaya hidup, biaya atau harga, kenyamanan, rasa, lingkungan sosial, jenis kelamin, perhatian berat, sikap dan keyakinan, serta pengetahuan gizi. Salah satu yang menjadi penyebab status gizi lebih atau kurang pada atlet adalah pola dan perilaku pengaturan makan dan minum atlet yang tidak sesuai dengan kebutuhan atlet tersebut. Sampel penelitian merupakan atlet tahun kelahiran 2011 dengan jumlah responden sebanyak 13 atlet dan dipilih secara purposive. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji statistik non-parametrik yaitu uji wilcoxon. Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh konseling gizi terhadap perilaku makan dan tidak terdapat pengaruh konseling gizi terhadap status gizi pada atlet SSB Kancilmas Karawang. ABSTRACT Football is a sport that involves many people with various levels of awareness and discipline both in health, especially in fulfilling nutritional needs and eating intake and regular training. Some factors that influence eating behavior are cultural factors, psychology, lifestyle, cost or price, convenience, taste, social environment, gender, weight attention, attitudes and beliefs, and nutritional knowledge. One of the causes of more or less nutritional status in athletes is the pattern and behavior of eating and drinking arrangements that are not in accordance with the athlete's needs. The research sample was a 2011 birth year athlete with a total of 13 respondents and was selected purposively. Data analysis performed is univariate and bivariate. Bivariate analysis in this study used non-parametric statistical tests, namely the Wilcoxon test. Based on the research and discussion that has been done, the results show that there is an effect of nutrition counseling on eating behavior and there is no effect of nutrition counseling on nutritional status in SSB Kancilmas Karawang athletes.
PENGARUH GEN Peroxisome proliferator-activated receptor γ (PPARγ) coactivator-1α (PGC-1α) TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR Setiawati, Tri; Jumriana; Rabiatul Adawiyah; Ryka Marina Walanda
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.217

Abstract

ABSTRAK Gen PGC-1α sebagai pengatur metabolisme sel, biogenesis mitokondria, mempengaruhi regulasi sel endotel dan sel otot polos yang berkaitan dengan perkembangan penyakit vaskular terutama penyakit aterosklerosis. PGC-1α dapat mengontrol beberapa aspek fungsi otot terkait dengan olahraga, karena PGC-1α dapat mengontrol paralisis otot, menekan respon inflamasi yang luas dan memediasi efek baik akibat olahraga. Peningkatan PGC-1α dapat mencegah dan mempengaruhi regresi lesi penyakit terutama aterosklerosis. Ekspresi PGC-1α yang rendah berhubungan dengan kejadian gagal jantung akibat stres dan kematian sel kardiomiosit. Disfungsi PGC-1α kemungkinan mendasari patologi penyebab berbagai penyakit degerenratif, termasuk kardiovaskular, penyakit degenerasi saraf, dan kanker. ABSTRACT Gene of PGC-1α functions as a regulator of cell metabolism, mitochondrial biogenesis, affects the regulation of endothelial cells and smooth muscle cells that are related to the development of vascular diseases, especially atherosclerosis. PGC-1α can control several aspects of muscle function related to exercise, as PGC-1α can control muscle paralysis, suppress extensive inflammatory responses and mediate exercise-induced good effects. Increased PGC-1α may prevent and influence regression of disease lesions especially atherosclerosis, whereas lack of PGC-1α levels are associated with the incidence of stress-induced heart failure and cardiomyocyte cell death. PGC-1α dysfunction likely underlies the causative pathology of various degenerative diseases, including cardiovascular, neurodegenerative diseases, and cancer.
ANALISIS PENGETAHUAN IBU TENTANG UPAYA DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI ASI DI KABUPATEN BULUKUMBA Khatimah, Husnul; Kurniati Akhfar; Susiani Endarwati; Arfiani; Jusni; Rahmaniyah R
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.219

Abstract

ABSTRAK Menyusui merupakan sebuah momen indah yang sangat besar manfaatnya dan salah satu langkah pertama bagi seorang manusia untuk mendapatkan kehidupan yang sehat dan sejahtera. Namun pada kenyataannya tidak semua ibu mampu memberikan ASI terutama ASI Eksklusive kepada bayinya. Hal ini dapat disebabkan dari berbagai masalah sering muncul mengenai pemberian ASI Eksklusif yang memutuskan ibu untuk menghentikan produksi ASI disebabkan oleh rendahnya pengetahuan. Pada penelitian ini bertujuan analisis pengetahuan ibu tentang upaya dalam meningkatkan produksi asi di kabupaten bulukumba. Dengan metode penelitian deskriptif analitik yang memberikan gambaran dan informasi terkait upaya meningkatkan produksi ASI, Informan dalam penelitian ini sebanyak 13 orang ditentukan dengan purposive yaitu memilih informan yang bersedia dan mampu memberikan informasi yang berkaitan dengan topik penelitian ini. Teknik yang dilakukan untuk memilih informan yaitu yang bersedia dan mampumemberikan informasi yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil dari penelitian sebanyak 2 informan, Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan produksi ASI adalah makan sayur katuk, daun kelor, perbanyak makan dan minum serta konsumsi sayur hijau lainnya, Makan makanan bergizi dan banyak minum”(Informan 5,8,9,10 dan 11). Dan hanya 1 informan yang melakukan pijat oksitosin dalam meningkatkan produksi ASI. ABSTRACT Breastfeeding is a beautiful moment that has enormous benefits and is one of the first steps for a human being to have a healthy and prosperous life. However, in reality, not all mothers are able to provide breast milk, especially exclusive breast milk, to their babies. This can be caused by various problems that often arise regarding exclusive breastfeeding which makes mothers decide to stop producing breast milk due to low knowledge. This research aims to analyze mothers' knowledge about efforts to increase breast milk production in Bulukumba district. Using a descriptive analytical research method that provides descriptions and information related to efforts to increase breast milk production, the 13 informants in this study were determined purposively, namely selecting informants who were willing and able to provide information related to this research topic. The technique used to select informants is those who are willing and able to provide information related to the research topic. "Results from research by 2 informants, "Efforts made to increase breast milk production are eating katuk vegetables, Moringa leaves, eating and drinking more and consuming other green vegetables, eating nutritious food and drinking lots" (Informants 5, 8, 9, 10 and 11 ). And 1 informant who did oxytocin massage to increase breast milk production.
Pengaruh Pendidikan Gizi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Mengenai Gizi Siswa SMA Sion Samabusa Nabire Provinsi Papua Tengah Kanang, Bau
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i2.228

Abstract

ABSTRAK Pengembangan sumberdaya manusia dalam pembangunan kesehatan yang berkelanjutan mutlak diperlukan. Salah satu komponen utamanya yang perlu dilakukan adalah melalui perbaikan gizi. Namun saat ini Indonesia mempunyai tiga beban masalah gizi (triple burden) yaitu stunting, wasting dan obesitas pada remaja. Sehingga upaya perbaikan gizi pada remaja dapat dilakukan melalui peningkatkan pengetahuan remaja terkait gizi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan Pengaruh Pendidikan Gizi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Mengenai Gizi Siswa SMA Sion Samabusa Nabire Provinsi Papua Tengah. Penelitian merupakan kuantitatif dengan Pendekatan Desain Cross Sectional dengan rancangan Pre-post-test serta uji Uji Wilcoxom. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin, didapatkan 58 sampel dari 135 populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan computer program Microsoft exel dan program statistic (SPSS). Hasil penelitian dengan menggunakan uji wolcoxom maka didapatkan tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan Gizi (pre-test) siswa Ypbi Sion dengan nilai p = 0.209 ( ≥ 0.005) yang artinya tidak sigrnifikan atau tidak ada hubungan pendidikan gizi terhadap pengetahuan, Namun setelah diberikan pendidikan gizi (Post-test) Tingkat pengetahuan dengan nilai p= 0.000 ( ≤ 0.005) yang artinya signifikan atau terdapat hubungan pendidikan gizi terhadap pengetahuan. Sedangkan mengenai sikap setelah diberikan pendidikan Gizi (Post-test) dengan nilai p= 0.000 (≤ 0.005 ) yang artinya signifikan atau terdapat hubungan pendidikan gizi terhadap sikap. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat Pengaruh Pendidikan Gizi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Mengenai Gizi Siswa SMA Sion Samabusa Nabire Provinsi Papua Tengah. ABSTRACT The development of human resources in sustainable health development is absolutely necessary. One of the main components that needs to be done is through improving nutrition. However, currently Indonesia has a triple burden of nutritional problems, namely stunting, wasting and obesity in adolescents. So that efforts to improve nutrition in adolescents can be carried out by increasing adolescent knowledge regarding nutrition. The research aims to determine the relationship between the influence of nutritional education on knowledge and attitudes regarding nutrition of students at Sion Samabusa Nabire High School, Central Papua Province. The research is quantitative with a Cross Sectional Design Approach with a Pre-post-test design and the Wilcoxom Test. Sampling using the Slovin formula, obtained 58 samples from 135 populations. Data collection was carried out using a questionnaire. The data that has been collected is then processed and analyzed using the Microsoft Excel computer program and statistical program (SPSS). The results of research using the Wolcoxom test obtained the level of knowledge before being given nutrition education (pre-test) for Ypbi Sion students with a value of p = 0.209 (≥ 0.005), which means that it is not significant or there is no relationship between nutrition education and knowledge, but after being given nutrition education ( Post-test) Level of knowledge with p value = 0.000 (≤ 0.005) which means it is significant or there is a relationship between nutrition education and knowledge. Meanwhile, regarding attitudes after being given nutrition education (post-test) with a p value = 0.000 (≤ 0.005), which means that it is significant or there is a relationship between nutrition education and attitudes. The conclusion in this research is that there is an influence of nutritional education on knowledge and attitudes regarding nutrition of students at Sion Samabusa Nabire High School, Central Papua Province.
PENGARUH STRES OKSIDATIF PADA GINJAL TERHADAP KADAR KLOTHO Endah Purnamasari; Endang Purwaningsih; Diniwati Mukhtar; Astuti Giantini
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i3.218

Abstract

Pada stres oksidatif terjadi peningkatan produksi reactive oxygen species (ROS) dan penurunan antioksidan. Akumulasi ROS dan ketidakseimbangan redoks menyebabkan disregulasi dan atau oksidasi protein, asam nukleat, karbohidrat, dan lipid yang semuanya berkontribusi terhadap apoptosis dan nekrosis sel. Stres oksidatif pada ginjal dapat menyebabkan disregulasi yang berlanjut menjadi kerusakan sel tubulus ginjal, terlibat dalam patofisiologi kerusakan ginjal akut maupun kronis, serta bertanggungjawab terhadap progresifitas penyakit ginjal. Klotho adalah protein transmembran single-pass yang diekspresikan terutama di tubulus distal dan sedikit di tubulus proksimal ginjal. Setelah dipecah oleh protease, Klotho dapat ditemukan di dalam darah dan urin. Klotho mempunyai peran perlindungan yang potensial melalui mekanisme anti inflamasi, aktivasi autofagi, meredam stress oksidatif, dan melindungi fungsi mitokondria. Bila sel tubulus ginjal mengalami stres oksidatif, maka kadar Klotho di darah dan urin menurun secara signifikan.