cover
Contact Name
Misriyani
Contact Email
misriyani85@gmail.com
Phone
+6281334845085
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.39 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 2657179X     EISSN : 26567822     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan aims to provide both national and international forums to encourage interdisciplinary discussions and contribute to the advancement of medicine, benefiting readers and authors by accelerating the dissemination of research information and providing maximum access to scientific communication.
Articles 220 Documents
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN APLIKASI MEDIA FILM PENDEK TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG MAKANAN RINGAN PADA SISWA SDI OESAPA Talnoni, Agung; Helga Jilvera Nathalia Ndun; Petrus Romeo
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i3.246

Abstract

Makanan ringan yang tidak sehat meningkatkan risiko dari penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas. Kurangnya informasi kesehatan tentang makanan ringan mempengaruhi pengetahuan dan sikap pada anak, maka diperlukan upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap anak melalui pendidikan kesehatan yaitu dengan melalui promosi kesehatan dalam penelitian ini menggunakan media film pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media film pendek terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa kelas V di SD Inpres Oesapa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Jenis penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan rancangan penelitian pre-test post-test non-equivalent control group design. Penelitian ini dilakukan di SD Inpres Oesapa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 orang yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh media film pendek terhadap pengetahuan dan sikap siswa tentang makanan ringan sebelum dan sesudah intervensi diberikan dengan nilai p = 0,000 (<0,05). Media film pendek efektif digunakan pada anak-anak terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa kelas V di SD Inpres Oesapa. Bagi SD Inpres Oesapa diharapkan dapat menggunakan media sebagai bahan pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan pada siswa tentang makanan ringan. Daftar Pustaka : 35 (2011-2024) Kata Kunci : Makanan Ringan, Anak, Pengetahuan, Sikap, Film Pendek
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGIS ANTARA ADENOKARSINOMA KOLOREKTAL MUCINOUS DAN NON-MUCINOUS DI MAKASSAR TAHUN 2021-2023 Rasyid, Nur Rahmah; Miskad, Upik Anderiani; Cangara, Muhammad Husni; Wahid, Syarifuddin; Achmad, Djumadi; Tawali, Suryani; Mardiati, Mardiati
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i3.248

Abstract

ABSTRAK Adenokarsinoma kolorektal terdiri dari dua subtipe utama, yaitu mucinous dan non-mucinous, dengan karakteristik klinikopatologis yang berbeda. Memahami perbedaan ini penting untuk menentukan prognosis dan pendekatan terapi yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perbedaan klinikopatologis, termasuk grading Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs), antara adenokarsinoma mucinous dan non-mucinous. Studi cross-sectional ini melibatkan 24 pasien adenokarsinoma kolorektal di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar (2021-2023). Sebanyak 12 pasien dengan adenokarsinoma mucinous dan 12 pasien dengan adenokarsinoma non-mucinous dianalisis. Uji Chi-square digunakan untuk menilai perbedaan grading TILs dan variabel klinikopatologis lainnya, dengan p < 0,05 dianggap signifikan. Grading TILs secara signifikan lebih tinggi pada adenokarsinoma non-mucinous dibandingkan mucinous (p = 0,002). Tidak terdapat perbedaan signifikan pada usia (p = 0,640), jenis kelamin (p = 0,667), invasi limfovaskular (p = 1,000), metastasis nodus limfatik (p = 0,372), tumor budding (p = 0,372), pT (p = 0,457), dan lokasi tumor (p = 0,148). Grading TILs yang lebih tinggi pada adenokarsinoma non-mucinous menunjukkan respons imun yang lebih kuat. Hasil ini dapat membantu personalisasi strategi terapi pada adenokarsinoma kolorektal. Kata Kunci: Adenokarsinoma kolorektal, mucinous, non-mucinous, Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs), klinikopatologi. ABSTRACT Colorectal adenocarcinoma consists of two main subtypes: mucinous and non-mucinous, with distinct clinicopathological characteristics. Understanding these differences is important for determining prognosis and appropriate therapeutic approaches. This study aims to evaluate the clinicopathological differences, including Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs) grading, between mucinous and non-mucinous colorectal adenocarcinoma. This cross-sectional study involved 24 colorectal adenocarcinoma patients at Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital, Makassar (2021-2023). Twelve patients with mucinous adenocarcinoma and 12 with non-mucinous adenocarcinoma were analyzed. Chi-square tests were used to assess differences in TILs grading and other clinicopathological variables, with p < 0.05 considered significant. TILs grading was significantly higher in non-mucinous adenocarcinoma compared to mucinous (p = 0.002). No significant differences were found in age (p = 0.640), gender (p = 0.667), lymphovascular invasion (p = 1.000), lymph node metastasis (p = 0.372), tumor budding (p = 0.372), pT classification (p = 0.457), and tumor location (p = 0.148). Higher TILs grading in non-mucinous adenocarcinoma indicates a stronger immune response. These findings may assist in personalizing therapeutic strategies for colorectal adenocarcinoma patients. Keywords: Colorectal adenocarcinoma, mucinous, non-mucinous, Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs), clinicopathological analysis.
THE STUDI EPIDEMIOLOGI TERKAIT PAPARAN ASAP ROKOK PADA PEROKOK PASIF DENGAN KEJADIAN PPOK: SYSTEMATIC REVIEW Dahliana, Anita; Nirmala Santosa, Winnie; Martha Nur Aditya, Dwi
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i3.249

Abstract

Paparan asap rokok lingkungan atau Environmental Tobacco Smoke /ETS merupakan salah satu faktor risiko penyebab PPOK pada bukan perokok atau perokok pasif. Beberapa studi yang membahas mengenai hubungan ini masih sangat terbatas dan bervariasi. Kajian ini bertujuan untuk menyajikan data epidemiologi terkait paparan asap rokok pada perokok pasif dengan kejadiaan PPOK. Kajian ini menggunakan panduan dari Prefered Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA). Studi yang diikut sertakan ialah studi observasional berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Ekstrasi data dilakukan oleh 1 orang reviwer serta menggunakan Strengthening the Reporting of Observational studies in Epidemiology (STROBE) sebagai pedoman dalam menilai kualitas literatur. Penelitian yang melihat hubungan sebab akibat antara perokok pasif dengan PPOK masih terbatas. Beberapa penelitian yang sudah dilakukanpun belum semua benar-benar memastikan paparan sebagai faktor tunggal.
ANALISIS HUKUM TRANSPLANTASI KORNEA DI INDONESIA Prenama Wiguna, Gusti Ngurah Bagus; I. B. Gd. Surya Putra Pidada
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i3.250

Abstract

ABSTRAK Transplantasi kornea merupakan operasi untuk mengganti seluruh bagian kornea yang rusak dengan jaringan donor yang sehat. Setiap tahunnya berdasarkan data dari American Academy of Ophtalmology sudah dilakukan sebanyak 185,000 tindakan transplantasi kornea pada 116 negara dan 284.000 kornea di produksi di 82 negara. Di Indonesia kelainan kornea menjadi penyebab kebutaan nomor 4, hingga tahun 2023 berdasarkan data dari Lions Eye Bank Jakarta telah dilakukan sebanyak 453 tindakan transplantasi kornea dan di Yogyakarta dalam setahun belakangan dilakukan hanya 16 tindakan transplantasi. Rendahnya jumlah pendonor di Indonesia serta masih minimnya akses ke bank kornea menjadi salah satu penyebab sulitnya tindakan ini terlaksana. Regulasi yang tidak spesifik yang diberlakukan di Indonesia nampaknya menjadi salah satu faktor dari rendahnya jumlah pendonor dan kepastian hukum bagi mereka yang berperan sebagai pendonor dan penerima juga masih perlu di pertanyakan. Berdasarkan kejadian ini peneliti ingin menelaah lebih dalam mengenai aturan hukum transplantasi kornea di Indonesia. Menganalisis dan memahami aturan hukum terkait transplantasi organ secara umum dan transplantasi kornea secara khusus baik di Indonesia dan Negara Luar, serta menganalisi lebih lanjut terkait rendahnya jumlah pendonor kornea. Merupakan penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan perbandingan (comparative approach). Menggunakan analisis preskriptif yang mana memberi argumentasi untuk memberikan penilaian terkait aturan hukum transplantasi organ yang ada di Indonesia dan Negara Luar serta menganalis faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya pendonor kornea. Aturan hukum terkait transplantasi organ secara umum di Indonesia terdapat pada Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2021 tentang Transplantasi Organ dan Jaringan Tubuh dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 38 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Transplantasi Organ. Jika dibandingkan dengan negara lain, seperti Prancis dan juga Singapura sebagian besar mengadopsi dari beberapa regulasi diantaranya UAGA, NOTA, HOTA dan MTERA. Aturan hukum terkait transplantasi organ di Indonesia telah di atur dalam Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Kesehatan No 38 Tahun 2016. Aturan yang sama juga termuat dalam UAGA, NOTA, HOTA dan MTERA. Adanya aturan-aturan ini secara keseluruhan membahas topik yang hampir sama yaitu transplantasi organ dan/atau jaringan secara umum dan kornea secara khusus bertujuan untuk kemanusiaan dan dilarang untuk dikomersilkan. Walaupun kepastian hukum terkait dengan prosedur transplantasi kornea sudah banyak namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi masih sedikitnya jumlah pendonor, diantaranya informasi terkait donor organ, tingkat pendidikan calon donor, pengalaman hidup sebelumnya yang berkaitan dengan kebutuhan donor organ, proses administrasi yang cukup rumit serta kepercayaan terhadap suatu tradisi dan spiritual tertentu.
POTENSI ROSUVASTATIN SEBAGAI AGEN ANTI FIBROTIK: KAJIAN IN VIVO STRUKTUR ALVEOLARIS PARU DAN JUMLAH SEL MAST TIKUS MODEL FIBROSIS Pakaya, David; Sarifuddin Anwar; Yuli Fitriana; Rais Trisiyambudi; Dion Solli Ruruktipa; Muhammad Yoland Muliadi; Farid Indra Gunawan; Mohammad Fiqri Novian Affandy
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i3.254

Abstract

Inflamasi kronis menyebabkan terjadi proliferasi sel fibroblast dan penebalan dinding alveolus akibat deposisi kolagen. Rosuvastatin merupakan salah satu obat golongan statin diduga memiliki efek anti inflamasi sehingga dapat menjadi agen anti fibrotik. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek rosuvastatin terhadap ketebalan septum inter alveolaris dan jumlah sel mast pada tikus model fibrosis paru. Penelitian eksperimental dengan rancangan posttest only controlled group design. Penelitian ini menggunakan tikus Wistar jantan, berusia 8 minggu, berat badan (BB) 200-250 gram, berjumlah 15 ekor. Tikus diberikan amiodarone dosis 40 mg/kgBB selama 28 hari. Tikus dibagi dalam 3 Kelompok Perlakuan; K1: kontrol normal; K2: model fibrosis; K3: model fibrosis + terapi Rosuvastatin 10mg/kgBB selama 28 hari. Dilakukan pengukuran BB secara berkala. Gambaran ketebalan septum inter alveolaris didapatkan dari pewarnaan hematoksilin eosin (HE), gambaran sel Mast didapatkan dari pewarnaan Toluidine biru pada jaringan hati tikus, dan dikuantifikasi menggunakan perangkat lunak ImageJ. Data dianalisis dengan GrapPhad Prism 8.0.0 menggunakan uji non parametrik Kruskal-Wallis. Didapatkan Terapi rosuvastatin pada tikus model fibrosis paru menunjukan perbedaan bermakna ketebalan septum inter alveolaris (p=0,0001) dan jumlah sel mast berbeda bermakna (p=0,0009). Disimpulkan bahwa Rosuvastatin mampu memperbaiki ketebalan septum inter alveolaris dan jumlah sel mast pada tikus model fibrosis paru.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN MULTIDRUG RESISTANT TUBERCULOSIS (MDR-TB) DI KOTA KENDARI TAHUN 2024 Wa Ode Nur Aisyah; La Ode Liaumin Azim; Yusuf Sabilu
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i3.255

Abstract

Salah satu penyakit menular utama yang menjadi masalah global adalah tuberkulosis. Secara global, pada tahun 2022 TBC menyebabkan sekitar 1,30 juta kematian. Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) merupakan suatu permasalahan yang menjadi hambatan utama dunia dalam pemberantasan TB. Kasus MDR/RR-TB di dunia diperkirakan mencapai 450.000 pada tahun 2021, meningkat 3,1% dari 437.000 pada tahun 2020. Pada tahun 2022, diperkirakan terdapat 410.000 orang menderita MDR/RR-TB. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain studi analitik observasional dengan rancangan case control dan matching. Sampel kasus dalam penelitian adalah 38 kasus dan 38 kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah McNemar dan Odd Ratio. Hasil menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara kepatuhan minum obat (p = 0,0042; OR = 3,8000) dengan kejadian MDR-TB dan tidak ada hubungan yang bermakna antara peran pengawas menelan obat (p = 0,8272; OR =1,1000) dengan kejadian MD-TB. Berdasarkan hasil uji statistik, dapat disimpulkan bahwa kepatuhan minum obat merupakan faktor risiko sedangkan peran pengawas menelan obat bukan merupakan faktor risiko kejadian MDR-TB.
PROFIL KLINIS BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI NICU RSUD DR. HASRI AINUN HABIBIE GORONTALO Bilondatu, Fadel; Nabila Rizki Sakinah
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i3.260

Abstract

ABSTRAK Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian khusus, oleh karena masih meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas neonatal. Dengan memahami profil klinis BBLR maka dapat meningkatkan strategi dalam upaya penurunan angka kematian pada neonatal. Studi ini bertujuan untuk mengetahui profil klinis dan faktor penyebab BBLR yang dirawat di Unit Perawatan Intensif Neonatal (NICU) di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie, Gorontalo. Desain penelitian menggunakan studi cross-sectional dengan menggunakan data rekam medis dari 191 bayi yang dirawat di NICU. Data tersebut meliputi berat lahir, usia kehamilan, usia ibu, dan paritas. Analisis statistik digunakan untuk mengeksplorasi hubungan antara faktor-faktor ini dan kejadian BBLR. Hasil dari studi ini melaporkan bahwa 32% termasuk BBLR dengan berat lahir ≤ 2500 gram. Hubungan yang signifikan secara statistik antara usia kehamilan dan terjadinya LBW (p < 0,001). Sebaliknya, tidak ada korelasi signifikan yang diamati antara BBLR dan faktor ibu seperti paritas dan usia. Dari hasil penelitian ini disarankan pentingnya perawatan prenatal yang terfokus dalam mencegah persalinan prematur dan menurunkan insiden BBLR secara efektif di wilayah tersebut. ABSTRACT Low birth weight (LBW) infant is a significant public health concern, often linked to increased neonatal morbidity and mortality. Understanding the clinical profile of LBW infants can inform strategies to improve neonatal outcomes. This study aims to investigate the clinical profile and associated factors of LBW infants admitted to the Neonatal Intensive Care Unit (NICU) at RSUD dr. Hasri Ainun Habibie, Gorontalo, from January to April 2024. A cross-sectional descriptive study was conducted using medical record data from 191 infants admitted to the NICU. The data included birth weight, gestational age, maternal age, and parity. Statistical analysis was used to explore the associations between these factors and the incidence of LBW. This study reported that 32% of infants had a birth weight of less than 2500 grams, classifying them as low birth weight (LBW). A statistically significant association was identified between gestational age and the occurrence of LBW (p < 0.001). In contrast, no significant correlations were observed between LBW and maternal factors such as parity and age. Gestational age emerged as a primary determinant of LBW in this study, highlighting the crucial importance of prenatal care in preventing preterm deliveries and lowering the incidence of LBW. Maternal age and parity were not found to have a significant influence, indicating the need for focused prenatal interventions to effectively address this issue in the region
POLA PATOGEN DAN ANTIBIOGRAM DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR Yani Sodiqah; Lisa Yuniati; Ummi Kalsum
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i3.261

Abstract

ABSTRAK Infeksi bakteri di lingkungan rumah sakit masih menjadi permasalahan yang signifikan, di mana pola distribusi dan resistensi bakteri mempengaruhi pengelolaan terapi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi patogen dan antibiogram (pola resistensi antibiotik) pada pasien rawat inap, rawat jalan, dan ICU di RS Ibnu Sina Makassar periode Januari–Juni 2024. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan 246 data hasil kultur positif dari berbagai spesimen klinis (sputum, darah, pus, bilas bronkus, urine, jaringan, dan cairan pleura) dianalisis menggunakan software WHONET 2024 versi 5.6 Hasil menunjukkan sputum sebagai spesimen terbanyak (43,1%), diikuti darah (29,3%) dan pus (20,3%). Terdapat perbedaan pola patogen di setiap lokasi penelitian. Untuk isolat gram positif, Staphylococcus sp. mendominasi rawat inap (92%) dan ICU(75%) Patogen utama isolat gram negatif di rawat inap adalah Klebsiella sp. (25%), Salmonella sp (30%) di ICU dan Escherichia coli (50%) di rawat jalan. Antibiogram mengungkap resistensi tinggi terhadap antibiotik beta-laktam pada patogen Gram-positif dan negatif, dengan sensitivitas relatif tinggi terhadap Gentamicin, Levofloxacin, dan Erythromycin. Pola patogen dan antibiogram yang bervariasi antara unit rawat inap, rawat jalan, dan ICU, menekankan pentingnya pemantauan pola resistensi bakteri untuk mencegah penyebaran infeksi dan mendukung pengobatan yang lebih efektif. KATA KUNCI: POLA PATOGEN, ANTIBIOGRAM, ANTIBIOTIK, RESISTENSI, RUMAH SAKIT ABSTRACT Bacterial infections in hospital environments remain a significant concern, as the distribution and resistance patterns of bacteria critically impact the management of antibiotic therapy. This study aimed to analyze the distribution of pathogens and the antibiogram (antibiotic resistance patterns) among inpatients, outpatients, and ICU patients at Ibnu Sina Hospital, Makassar, during the period of January–June 2024. This descriptive study employed a cross-sectional design, utilizing 246 positive culture results from various clinical specimens (sputum, blood, pus, bronchial lavage, urine, tissue, and pleural fluid), which were analyzed using WHONET 2024 software version 5.6. The results revealed that sputum was the most frequently collected specimen (43.1%), followed by blood (29.3%) and pus (20.3%). Distinct pathogen patterns were observed across different hospital units. Among Gram-positive isolates, Staphylococcus spp. dominated in inpatients (92%) and ICU patients (75%). For Gram-negative isolates, Klebsiella spp. (25%) were predominant in inpatients, Salmonella spp. (30%) in ICU patients, and Escherichia coli (50%) in outpatients. The antibiogram revealed a high resistance to beta-lactam antibiotics among both Gram-positive and Gram-negative pathogens, while relatively high sensitivity was observed to Gentamicin, Levofloxacin, and Erythromycin. The varying pathogen distribution and resistance patterns across inpatient, outpatient, and ICU units emphasize the critical need for continuous monitoring of bacterial resistance to prevent infection spread and support more effective treatment strategies. KEYWORDS: PATHOGEN PATTERNS, ANTIBIOGRAM, ANTIBIOTICS, RESISTANCE, HOSPITAL
PROSTATIC MESENCHYMAL TUMOR IN YOUNG ADULT: A CASE REPORT Wira Amaz Gahari; Aristo
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i3.263

Abstract

Neoplasm in the mesenchymal tissue is only about 0.1% of the total tumors that occur in the prostate and potent to be malignant. Prostate stromal sarcoma (PSS) mostly have poor prognosis, about 50% will die within 2 years or even shorter. Here, we report a 46-years old male presented with LUTS and progressed to be urinary retention in 2 weeks. The examination results did not suggest malignancy. Digital rectal examination (DRE) showed an enlarged prostate with soft consistency and regular surface. Transabdominal ultrasonography examination showed homogeneous prostate echostructure with a volume of 80ml3, and total prostate spesific antigen (PSA) is 0.57 ng/mL. The patient then underwent transurethral resection of postate (TURP), apparently the histopathologic interpretation showed a prostate mesenchymal tumor. These tumors are divided into Stromal Tumor of Uncertain Malignant Potential (STUMP) and PSS, which should be common in 7th decade. The patient was found to have a mesenchymal tumor incidentally from prostate resection tissue. After that, an abdominal CT-Scan with contrast was performed to determine the possibility of metastasis. The patient was adviced to monitor the growth and spread of the tumor. Mesenchymal tumors are still a rare case, because the small number of similar cases reported due to very small tissues size, difficulty in distinguishing stromal neoplasms, and limited expertise of pathologists in interpreting, so we need more cases series to consider the standard therapy.
STRATEGI ANTISIPASI SENGKETA MEDIS PADA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT Prenama Wiguna, Gusti Ngurah Bagus; I. B. Gd. Surya Putra Pidada; Wikan Basworo
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 01 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i01.251

Abstract

ABSTRAK Kejadian sengketa medis mengalami peningkatan di seluruh dunia. Setiap tahun sekitar 7.4 % dokter mengalami dugaan malpraktik, dimana 1.6 % diantaranya melakukan pembayaran ganti rugi, di Amerika Serikat sejak tahun 1991 hingga 2005. Dasar hukum terkait sengketa medis diatur dalam Undang-Undang Tentang Rumah Sakit, Undang-Undang Tentang Kesehatan, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indoensia Tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien. Untuk mengetahui perbandingan kasus sengketa medis di dunia dan di Indonesia, untuk mengetahui penyebab terjadinya sengketa medis serta untuk memahami upaya yang dapat dilakukan dalam mengantisipasi sengketa medis yang dapat terjadi pada pelayanan di rumah sakit. Menggunakan analisis preskriptif yang memberikan argumentasi untuk memberikan penilaian terkait perbandingan kasus sengketa medis yang ada di dunia dengan di Indonesia, penyebab terjadinya sengketa medis serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach). Kasus sengketa medis baik di dunia maupun di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya, penyebab terjadinya sengketa medis diantaranya kesenjangan pengetahuan yang mengecil antara dokter dengan pasien, timbul rasa tidak puas pada diri pasien, serta terjadinya pengabaian nilai-nilai etika. Selain itu sengketa juga dapat timbul apabila pasien telah menyatakan bahwa dokter gagal dalam merawat mereka dan gagalnya perjanjian antara dokter dan pasien yang telah terjalin. Pendekatan dengan Restorative Justice masih menjadi pilihan utama dalam penyelesaian kasus sengketa medis. Kemudian apabila berakhir pada proses hukum, pihak rumah sakit tetap memberikan bantuan hukum, diantaranya konsultasi hukum, memfasilitasi mediasi dan proses peradilan, pemberian advokasi hukum, memberikan pendampingan dalam penyelesaian sengketa medis serta mengalokasikan anggaran untuk pendanaan proses hukum dan ganti rugi. Penghormatan terhadap hak dan kewajiban pasien, serta menjalankan tugas dan kewajiban sesuai dengan standar profesi, standar prosedur operasional serta selalu dalam kaidah peraturan perundan-undangan dan juga hukum, menjadi poin penting dalam mencegah terjadinya sengketa medis. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya sengketa medis yaitu penguatan secara internal dengan memberikan perlindungan hukum terhadap semua komponen yang bertugas di lingkungan rumah sakit, pelaksanaan perbaikan mutu pelayanan, melaksanakan program-program yang telah disusun oleh komite medis, dan komunikasi yang baik antara pasien, petugas kesehatan, serta rumah sakit. ABSTRACT The incidence of medical disputes is increasing worldwide. Each year, approximately 7.4% of physicians are victims of malpractice allegations, of which 1.6% pay compensation, in the United States between 1991 and 2005. This study aim to compare medical dispute cases worldwide and in Indonesia, to discover the causes of medical disputes, and to understand the efforts that can be made to anticipate medical disputes that may arise in hospital wards. Method used prescriptive analysis using the statutory approach and the conceptual approach. The results shows that medical dispute cases worldwide and in Indonesia are increasing every year. The causes of these medical disputes include the narrowing of the knowledge gap between physicians and patients, the emergence of patient dissatisfaction, and the neglect of ethical values. The restorative justice approach remains the main choice for resolving medical disputes. In conclusion respecting the patient's rights and obligations, as well as fulfilling duties and obligations in accordance with professional standards, standard operating procedures and always within the framework of legal regulations and the law, are important points in preventing medical disputes. In addition, internal strengthening of the hospital environment is also an important point in minimizing the occurrence of medical conflicts.