cover
Contact Name
Nur Aliyyah Irsal
Contact Email
-
Phone
+6285758012912
Journal Mail Official
jp2ms@unib.ac.id
Editorial Address
Gedung Dekanat FKIP Lt.2 Jl. Raya KandangLimun, Bengkulu 38171A
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 2581253X     DOI : 10.33369/jp2ms
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah (JP2MS) memuat hasil-hasil penelitian ilmiah terkait upaya peningkatan mutu pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar dan menengah
Articles 405 Documents
STUDENTS’ MATHEMATICAL MEANING-MAKING IN GEOMETRIC TRANSFORMATION LEARNING THROUGH SUNDANESE BATIK MOTIFS IN A CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING CONTEXT Dian Kurniawan; Erik Santoso
JP2MS Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.10.1.84-95

Abstract

Geometry transformation learning in schools often emphasizes procedural coordinate manipulation, which limits students’ conceptual understanding of the spatial relationships underlying transformations. Ethnomathematics research has shown that cultural artifacts contain rich mathematical structures; however, most studies focus primarily on identifying mathematical concepts within these artifacts rather than examining how students construct mathematical meaning through cultural contexts in classroom learning. This study aims to explore students’ mathematical meaning-making processes in learning geometric transformations through Sundanese batik motifs within a culturally responsive teaching environment. A qualitative exploratory design was employed involving ninth-grade students from a junior high school in West Java, Indonesia. Data were collected through classroom observations, analysis of student worksheets, and semi-structured interviews, and were analyzed thematically based on four indicators of mathematical meaning-making: context interpretation, mathematical representation, reasoning, and communication. The findings indicate that students’ mathematical meaning-making develops through interconnected stages. Students first interpret visual patterns in batik motifs as spatial regularities, then represent these patterns on the Cartesian plane, use these representations to reason about transformation properties, and communicate their understanding through written explanations and discussions. The results suggest that Sundanese batik motifs function as a conceptual bridge that mediates the transition from cultural visual experiences to formal understanding of geometric transformations. Theoretically, this study contributes by clarifying the structure of students’ mathematical meaning-making processes in culture-based geometric transformation learning within the framework of culturally responsive teaching.
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERMUATAN ETNOMATEMATIKA TERINTEGRASI STEM DI SMP MALANG RAYA Elok Krisnawati Surya Suroso; Wikan Budi Utami; Trija Fayeldi; Zahid Zufar At Thariq
JP2MS Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.10.1.96-105

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran matematika bermuatan etnomatematika terintegrasi STEM berupa video animasi berbasis cerita rakyat Roro Jonggrang yang didukung aplikasi The Geometry of Prambanan pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP, serta menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan model pengembangan 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan dan perancangan produk, pengembangan melalui validasi oleh ahli materi, ahli media, dan ahli pembelajaran, serta uji coba terbatas pada siswa kelas VIII SMP Diponegoro Tumpang, Kabupaten Malang. Data dikumpulkan menggunakan lembar validasi, angket respons guru dan siswa, serta soal pretest-posttest, kemudian dianalisis menggunakan persentase skor, uji N-Gain, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan sangat valid, dengan persentase Video Etnomatematika sebesar 100% dari ahli media dan 100% dari ahli materi, serta aplikasi The Geometry of Prambanan sebesar 94,28% dari ahli media dan 90,43% dari ahli pembelajaran. Media juga terbukti cukup efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada skala uji coba terbatas (N = 9) dengan rata-rata N-Gain sebesar 71,87%, serta diperkuat hasil paired sample t-test (t(8) = 13,85; p < 0,001). Media ini juga sangat praktis dengan rata-rata persentase respons sebesar 93,48%. Berdasarkan hasil tersebut, Video Etnomatematika Terintegrasi STEM dan aplikasi The Geometry of Prambanan dinyatakan valid, praktis, dan berpotensi efektif digunakan dalam pembelajaran matematika, dengan catatan generalisasi hasil masih terbatas pada sampel uji coba.
PENGEMBANGAN MEDIA ARTICULATE STORYLINE BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN DIGI-MATH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA MTS Sely Sefano Wahidayah; Muhtarom Muhtarom; Didik Purwosetiyono
JP2MS Vol 10 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.10.2.217-227

Abstract

Skor matematika PISA 2022 Indonesia (366, peringkat 68 dari 81 negara) serta rendahnya literasi numerasi siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) menunjukkan urgensi tersedianya media pembelajaran interaktif yang dapat diakses offline. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media Articulate Storyline berbasis model pembelajaran DIGI-MATH untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa MTs. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) model ADDIE yang diintegrasikan dengan Design Thinking dan desain mixed methods sequential explanatory; uji lapangan akan menggunakan desain kuasi-eksperimen nonequivalent control group pada dua kelas VIII MTs NU Al-Hidayah, Kudus. Artikel ini melaporkan tahap Analysis dan Design yang telah diselesaikan. Analisis kebutuhan terhadap 6 guru dan 60 siswa dari empat MTs mengungkapkan bahwa 66,7% guru mengamati siswa menyerah saat menghadapi soal yang tidak familiar, 83,3% siswa kesulitan memvisualisasikan konsep abstrak, dan 70% siswa mengeluhkan akses internet yang tidak stabil sebagai hambatan penggunaan media digital. Temuan ini mendasari perancangan sintaks DIGI-MATH empat fase (Engage-Explore, Guided Construct, Model-Transfer, Reflect-Evaluate) yang dipetakan ke fitur Articulate Storyline berformat HTML5 offline serta kisi-kisi instrumen tes literasi numerasi delapan butir. Hasil perancangan ini menjadi landasan empiris bagi tahap validasi, uji coba terbatas, dan uji lapangan berikutnya, yang hasil kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya akan dilaporkan secara terpisah.
ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN PBL BERBANTUAN ARTICULATE STORYLINE TERINTEGRASI GEOGEBRA PADA SISWA MTS Misnaeni Oktovony; Nizaruddin Nizaruddin; Supandi Supandi
JP2MS Vol 10 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.10.2.228-238

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis dan mathematics anxiety merupakan dua aspek yang saling memengaruhi keberhasilan pembelajaran matematika, namun kemampuan pemecahan masalah siswa masih rendah sementara mathematics anxiety masih tinggi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan problematika kedua aspek tersebut pada siswa MTs serta mengembangkan prototipe pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan hipermedia Articulate Storyline terintegrasi GeoGebra sebagai alternatif solusi. Penelitian menggunakan pendekatan Design Thinking pada tahap Empathize, Define, Ideate, dan Prototype, dengan subjek 50 siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah di Kabupaten Kudus, enam guru matematika, dan dua guru sebagai informan wawancara. Data dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah, angket Mathematics Anxiety Rating Scale-Revised (MARS-R), observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan 68% siswa kesulitan memahami soal cerita, 54% tidak mengetahui langkah awal penyelesaian, 46% kesulitan menentukan rumus, dan 56% kesulitan menyelesaikan soal tepat waktu; sementara 78% siswa takut melakukan kesalahan, 60% kurang percaya diri, dan 56% cemas menghadapi ujian. Berdasarkan temuan tersebut dikembangkan prototipe awal yang memadukan masalah kontekstual, eksplorasi visual GeoGebra, LKPD berbasis Polya, kuis interaktif, dan dashboard hasil belajar, yang berpotensi meningkatkan kemampuan pemecahan masalah sekaligus menurunkan mathematics anxiety siswa MTs.
TRAYEKTORI METAKOGNITIF DALAM MEMPERBAIKI KESALAHAN PEM-BUKTIAN MATEMATIS PADA SISWA SMK KELAS IX DKV Risang Narendra
JP2MS Vol 10 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.10.2.280-288

Abstract

Kesalahan dalam menyusun pembuktian matematis merupakan fenomena yang lazim ditemukan pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada mata pelajaran yang menuntut penalaran deduktif ketat. Sebagian besar penelitian terdahulu berhenti pada identifikasi jenis dan penyebab kesalahan, tanpa menelusuri bagaimana proses berpikir siswa bergerak dari menyadari kesalahan hingga berhasil atau gagal memperbaikinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis trayektori metakognitif 18 siswa kelas IX Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Negeri 3 Blitar saat memperbaiki kesalahan dalam pembuktian teorema geometri. Subjek dipilih secara purposif berdasarkan hasil kerja pembuktian yang mengandung kesalahan dan diklasifikasikan ke dalam tiga kategori awal metakognisi (tinggi, sedang, rendah). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental, data dikumpulkan melalui survei metakognisi, wawancara stimulated recall, dan analisis dokumen, lalu dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga pola trayektori metakognitif dari keseluruhan subjek, yaitu trayektori linear-progresif (6 siswa), siklis-berulang (9 siswa), dan stagnan (3 siswa), yang dibedakan oleh kemampuan siswa beralih dari fase evaluasi ke regulasi strategi. Siswa dengan trayektori linear-progresif menunjukkan transisi mulus dan mampu mengartikulasikan alasan revisi, sedangkan siswa dengan trayektori stagnan terjebak pada kesadaran superfisial tanpa regulasi strategi yang efektif. Temuan ini memperluas kerangka regulasi diri Zimmerman dengan menunjukkan bahwa keberhasilan perbaikan pembuktian ditentukan oleh kualitas transisi antarfase metakognitif, bukan intensitas kesadaran semata. Implikasinya, pembelajaran pembuktian matematis perlu dirancang untuk secara eksplisit melatih transisi tersebut.
IMPLEMENTATION OF DIGITAL LEARNING MEDIA IN MATHEMATICS INSTRUCTION AT SD IT FITRAH HANNIAH, CIBITUNG, BEKASI Dini Citra Norma Utami; Melva Natalia Sitorus; Sandy Adhi; Vera Fatmah; Moh. Furqon AB; Huri Suhendri
JP2MS Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.10.1.135-143

Abstract

Digital learning media serves as a crucial strategy for enhancing the quality of mathematics instruction for elementary school students, particularly in grasping abstract concepts. While prior research has largely focused on the effectiveness of digital learning media regarding learning outcomes, studies concerning its implementation within real-world classroom settings specifically in integrated Islamic elementary schools remain limited. This study aims to describe the implementation of digital learning media in mathematics instruction at SDIT Fitrah Hanniah Cibitung, Bekasi. Employing a qualitative descriptive method, the study involved a mathematics teacher, the vice principal for curriculum affairs, and 28 fourth-grade students. Data were collected through classroom observations, semi structured interviews, and document analysis, and subsequently analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model. The findings indicate that digital learning media such as instructional videos, interactive presentations, Quizizz, Wordwall, and GeoGebra foster learning experiences that are engaging, interactive, and student-centered, while also boosting motivation, participation, and conceptual understanding in mathematics. However, implementation faces challenges related to limited internet connectivity, technological facilities, and disparities in digital competence. This study offers a comprehensive overview of digital learning media implementation and underscores the importance of integrating technological infrastructure, teacher digital competence, and institutional support to achieve effective mathematics instruction.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Lana Sugiarti; Kristianus Viktor Pantaleon; Ananias Erlita Mamu
JP2MS Vol 10 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.10.2.239-247

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah harus dimiliki siswa untuk melatih agar terbiasa menghadapi berbagai permasalahan, baik masalah dalam matematika, masalah dalam bidang studi lain ataupun masalah dalam kehidupan sehari-hari yang semakin kompleks. Penggunaan model pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini termasuk dalam quasi experimental design dengan rancangan penelitian posttest only control group design dan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada kelas ekperimen dan model pembelajaran konvensional pada kelas kontrol. Penelitian ini dilakukan di SMPK St. Fransiskus Xaverius Ruteng yang memperoleh mata pelajaran matematika. Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakanpPosttest yang berupa soal uraian. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Pada hasil uji prasyarat menyatakan bahwa data pada penelitian ini berdistribusi normal dan homogen. Sedangkan untuk hasil uji hipotesis dengan menggunakan rumus uji-t menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Temuan ini memperkuat teori pembelajaran konstruktivis dan pembelajaran kooperatif yang menyatakan bahwa pengetahuan dibangun melalui interaksi sosial, diskusi kelompok, dan keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Melalui kerja kelompok yang terstruktur, siswa memperoleh kesempatan untuk berdiskusi, bertukar ide, menjelaskan konsep kepada teman, dan menyelesaikan masalah secara kolaboratif.
ASESMEN HOTS UNTUK MENGUKUR DIMENSI PENGETAHUAN KONSEPTUAL, PROSEDURAL, DAN METAKOGNITIF SISWA Heryani Yeni; Sri Tirto Madawistama; Dian Kurniawan
JP2MS Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.10.1.106-116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas, reliabilitas, dan efektivitas instrumen tes Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang mengintegrasikan dimensi pengetahuan konseptual, prosedural, dan metakognitif pada materi Bangun Ruang Sisi Datar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengadopsi model evaluasi formatif (Formative Research) dari Tessmer (1993). Tahapan penelitian meliputi preliminary, self-evaluation, formative evaluation (expert review, one-to-one, dan small group), serta field test. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang ahli materi dan asesmen matematika, 9 orang siswa kelas IX pada uji coba terbatas, serta 26 orang siswa kelas IX MTsN 7 Tasikmalaya pada uji coba lapangan (field test). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semiterstruktur, lembar validasi, dan tes uraian HOTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) instrumen tes teruji valid secara isi berdasarkan penilaian ahli dengan nilai Content Validity Ratio (CVR) rata-rata sebesar 0,665; (2) instrumen tes memiliki konsistensi internal yang tinggi dengan koefisien reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,736; dan (3) instrumen tes terbukti efektif, ditunjukkan oleh perolehan persentase kemampuan HOTS siswa pada kategori "Baik" dan "Sangat Baik" yang mencapai 80,77% (melebihi ambang batas ≥75%). Dengan demikian, instrumen tes HOTS terintegrasi dimensi pengetahuan ini dinyatakan valid, reliabel, dan efektif untuk memetakan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
KESULITAN KONSEPTUAL DAN PERAN AKTIVITAS EKSPERIMEN DALAM PEMBELAJARAN PELUANG: PERSPEKTIF GURU DAN REFLEKSI SISWA Kristianus Viktor Pantaleon; Patrisius Aryanto Wesa; Maria Angelina Sutardi; Maria Yuyanti Sumarni; Prisilia Karista Pajo; Laurensia O. Rohana
JP2MS Vol 10 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.10.2.248-257

Abstract

Pembelajaran peluang menuntut siswa menghubungkan intuisi tentang kejadian acak dengan representasi dan aturan formal, tetapi proses ini sering terganggu oleh pemahaman prosedural dan miskonsepsi probabilistik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesulitan konseptual dan miskonsepsi dalam pembelajaran peluang serta menganalisis bagaimana siswa memaknai peran aktivitas eksperimen dalam memahami hubungan peluang empiris dan teoretis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data berasal dari wawancara semi-terstruktur dengan empat guru matematika sekolah menengah dan angket refleksi pascaeksperimen dari tiga pasangan respons yang melibatkan enam siswa kelas X pada satu sekolah. Siswa telah melakukan eksperimen pelemparan koin dan dadu. Instrumen wawancara dan angket telah melalui validasi isi oleh tiga dosen matematika sebelum digunakan. Data dianalisis melalui reduksi, kategorisasi, perbandingan lintas-sumber, dan interpretasi. Hasil menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, kesulitan siswa terutama muncul ketika harus mentransfer rumus ke konteks baru, terutama pada kombinasi dan permutasi, sehingga pemahaman tampak lebih prosedural daripada konseptual. Kedua, data guru dan refleksi siswa memperlihatkan jejak miskonsepsi tentang keacakan dan independensi kejadian. Ketiga, eksperimen membantu siswa menjelaskan peluang empiris secara lebih konkret dan membedakannya dari peluang teoretis, tetapi siswa tetap membutuhkan penjelasan konseptual dan latihan terstruktur. Temuan menegaskan bahwa pengalaman empiris berpotensi menjadi jembatan menuju formalisasi, bukan pengganti penguatan konsep.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Tadulako Bakri Mallo; Dasa Ismaimuza; Sutji Rochaminah; Rita Lefrida; Mubarik Mubarik; Alfisahra Alfisahra
JP2MS Vol 10 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.10.2.192-198

Abstract

Pemecahan masalah merupakan keterampilan yang sangat penting dan harus dikuasai oleh mahasiswa. Namun kenyataannya, kemampuan pemecahan masalah masih sulit dikuasai oleh mahasiswa. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Tadulako.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa semester III tahun akademik 2025/2026 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Tadulako sebanyak 113 orang. Sampel penelitian sebanyak 46 orang diambil menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes pemecahan masalah matematis.Analisis data menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah mahasiswa semester III tahun akademik 2025/2026 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Tadulako berada pada rentang nilai 12 sampai 90 dengan nilai rata-rata sebesar 54,09 dalam skala 100. Skor rata-rata tersebut berada pada kategori cukup. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis H1 diterima yang menyatakan bahwa kemampuan penyelesaian masalah matematis mahasiswa semester III tahun pelajaran 2025/2026 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Tadulako berkategori cukup.