cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 22 No. 4: December 2025" : 11 Documents clear
Analisis efektivitas pupuk kandang dan biochar dalam meningkatkan kualitas tanah di lahan marginal sempadan Sungai Alas Sumoharjo, Deden; Pani, Mario; Apandi, Irfan
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25129

Abstract

Padi gogo sebagai komoditas penting dalam sistem pertanian lahan kering, menghadapi tantangan serius terkait pasokan air yang terbatas dan fluktuasi suhu yang lebih ekstrem dibandingkan dengan lahan sawah irigasi. Lahan marginal sempadan sungai alas merupakan lahan yang memiliki mutu yang rendah dikarenakan adanya beberapa faktor seperti, tekstur tanah berpasir, kandungan unsur hara dan bahan organik yang sedikit, kadar lengas yang rendah, pH yang terlalu  rendah  atau  bahkan  telalu  tinggi,  maupun  adanya  akumulasi  unsur  logam  yang  bersifat racun bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis efektivitas pemberian pupuk kandang dan Biochar dalam meningkatkan kualitas tanah di lahan marginal sempadan sungai alas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok  factorial, faktor pertama pupuk kandang terdiri dari 3 taraf, yaitu : K0: Kontrol, K1: 10 L, K2 : 15 L dan Faktor kedua pupuk biochar, terdiri dari 3 taraf, yaitu : B0 : Kontrol, B1 : Arang sekam10 L dan  B2 : Arang sekam 15 L. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang dan pupuk biochar arang sekam, secara tunggal maupun kombinasi menunjukan pengaruh sangat signifikan pada pengamatan jumlah daun pada pengamatan 35 HST perlakuan B2 sangat signifikan dengan rataan mencapai 3,49 helai sedangkan pada umur 49 HST perlakuan pemberian pupuk kandang dan biochar berpengaruh sangat signifikan yaitu pada perlakuan K1B2 dengan rataan mencapai 4,75 helai, sedangkan pada tinggi tanaman tidak berpengaruh signifikan pada umur 21, 28, 35, 42 dan 49 HST. Hasil uji laboraturium menunjukkan bahwa struktur tanah sempadan sungai alas banyak mengandung pasir hingga mencapai 95,71 %, sehingga keberadaan mikroorganisme memiliki peranan penting dalam ketersediaan hara bagi tanaman dengan cara pemberian pupuk kandang dan pupuk biochar dilahan sempadan Sungai Alas.
Pengaruh interval penyiraman irigasi tetes dan jenis media tanam terhadap pertumbuhan tanaman pepaya (Carica papaya L.) var. Calina IPB-9 Yuliyanti, Siti Siva; Ritawati, Sri; Hilal, Samsu; Laila, Alfu
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25162

Abstract

Pepaya merupakan buah tropis unggulan yang sangat potensial untuk dibudidayakan. Salah satu jeni s pepaya yang termasuk komoditas unggulan yaitu pepaya varietas Calina IPB-9. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval penyiraman irigasi tetes dan jenis media tanam terhadap pertumbuhan tanaman pepaya (Carica papaya L.) var. Calina IPB-9. Penelitian ini dilakukan di Linkungan Ciwaktu Lor, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten, dari Agustus 2025 hingga Oktober 2025. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok  dengan dua faktor. Faktor pertama adalah interval penyiraman (I), yang terdiri dari 3 tingkat: satu kali sehari (I1), dua kali sehari (I2), dan tiga kali sehari (I3). Faktor kedua adalah media tanam (M), yang terdiri dari 4 tingkat: tanah (M0), tanah+cocopeat (M1), tanah+arang sekam (M2), dan tanah+serasah daun bambu (M3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval penyiraman tiga kali sehari (I3) memberikan hasil terbaik terhadap parameter tinggi tanaman 69,66 cm pada umur 15 MST, dan jumlah daun 14,83 helai pada umur 15 MST. Jenis media tanam tanah+arang sekam (M2) memberikan hasil terbaik terhadap parameter jumlah daun 14,22 helai pada umur 15 MST, dan media tanam tanah + cocopeat (M1) memberikan hasil terbaik terhadap diameter batang 2,67 cm pada umur 15 MST.
Inventarisasi dan identifikasi penyakit pada perkebunan kopi robusta (Coffea canephora) di kawasan Gunung Karang, Provinsi Banten Nadila, Shafarotun; Ritawati, Sri; Yenny, Ratna Fitry; Saylendra, Andree
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25188

Abstract

Kopi (Coffea sp.) merupakan komoditi perkebunan dengan nilai ekonomis dan tingkat ekspor tinggi bagi Indonesia. Tingkat konsumsi kopi terus bertambah. Salah satu jenis kopi yang ada di Banten yaitu kopi robusta (Coffea canephora). Serangan hama dan penyakit menyebabkan kerugian produktivitas dan kualitas. Penelitian bertujuan untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi penyakit dan patogen yang menyerang tanaman kopi robusta pada 3 lokasi yang berbeda di kawasan Gunung Karang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 hingga Januari 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Pengamatan dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis terhadap bagian batang, daun, dan buah kopi yang terserang penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor biotik dan abiotik seperti patogen, tanaman inang, suhu, kelembapan, intensitas penyinaran, dan curah hujan dapat menyebabkan tanaman kopi rentan terserang penyakit. Penyakit utama yang menyerang tanaman kopi robusta di kawasan Gunung Karang adalah kapang jelaga (Capnodium coffeicola) dengan rata-rata kejadian penyakit sebesar 88,89%, karat daun (Hemileia vastatrix) sebesar 46,67%, dan bercak daun (Cercospora coffeicola) sebesar 42,23%.
Peningkatan pH dan C-organik akibat aplikasi biochar limbah kelapa muda dan kompos di Desa Gle Gapui, Kabupaten Pidie Mawardiana, Mawardiana; Karnilawati, Karnilawati; Ashrafil, Ashrafil
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25287

Abstract

Pemanfataan biochar limbah kelapa muda dan kompos untuk  memperbaiki pH dan C organik tanah di lahan kritis menjadi perlu diperhatikan untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar limbah kelapa muda dan kompos terhadap perbaikan nilai pH dan C-organik tanah pada penanaman kedelai yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jabal Ghafur.  Analisis tanah dilaksanakan di Laboratorium Penelitian Tanah dan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian menggunakan Rancangan acak kelompok pola Faktorial, yang  terdiri dari dua faktor yaitu faktor biochar kelapa muda (B) dengan 3 taraf (0, 20 dan 40 ton ha-1) dan faktor kedua kompos (K) dengan 3 taraf perlakuan (0, 20 dan 30 ton ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan biochar limbah kelapa muda menaikkan nilai pH 9,51% dan C-organik naik 9,65%, sedangkan perlakuan pemberian kompos meningkatkan nilai pH  2,95% dan C-organik naik 2,63%, sehingga aplikasi biochar dan kompos yang rutin dapat memperbaiki kualitas tanah yang kritis di Desa Gle Gapui, Kabupaten Pidie.
Interaksi dosis kalium dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.) di dataran rendah Nasruddin, Nasruddin; Khusrizal, Khusrizal; Rafli, Muhammad; Dhana, Wahyu Dwi
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi varietas dan dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.) di dataran rendah. Penelitian dilakukan di Desa Paloh Lada, Kabupaten Aceh Utara, menggunakan rancangan acak kelompok  dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kalium (0, 100, dan 150 kg KCl ha⁻¹) dan faktor kedua adalah varietas (Bima Brebes dan Merah Gayo). Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi signifikan antara dosis kalium dan varietas terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot umbi basah per rumpun. Dosis 100 kg KCl ha⁻¹ pada varietas Bima Brebes memberikan hasil tertinggi dengan produksi mencapai 7,30 ton ha⁻¹. Sebaliknya, pemberian kalium berlebih (150 kg ha⁻¹) tidak memberikan tambahan hasil yang berarti dan cenderung menurunkan efisiensi serapan hara. Varietas Bima Brebes menunjukkan adaptasi yang lebih baik terhadap kondisi lingkungan dataran rendah dibandingkan Merah Gayo. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya penyesuaian dosis pupuk kalium secara spesifik varietas dan lokasi untuk mendukung budidaya bawang merah yang efisien dan berkelanjutan.
Bioaktivitas minyak serai wangi dan ekstrak kulit jeruk purut sebagai fungisida nabati dalam mengendalikan Fusarium oxysporum pada tanaman cabai merah Pratiwi, Vinny; Harta, Rika Yusli; Pratiwi, Hilda; Ritaqwin, Zaitun
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25416

Abstract

Salah satu penyakit penting pada tanaman cabai merah adalah penyakit layu Fusarium yang disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum. Penyakit ini dapat menimbulkan kerugian 10-80%.  Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui dan menemukan kosentrasi fungisida nabati berupa minyak atsiri serai wangi dan ekstrak kulit jeruk purut sebagai fungisida nabati dalam menghambat pertumbuhan fungi F. oxysporum. Dalam pelaksanaannya penelitian akan dilakukan dalam 2 tahap yaitu tahap pengujian formula secara in vitro dan pengujian formula secara in vivo. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola faktorial dengan 3 ulangan pada tahap in vitro dan Rancangan acak kelompok  pola non faktorial dengan 3 ulangan pada tahap in vivo. Parameter yang diamati dalam penelitian tahap in vitro berupa persentase daya hambat fungi F. oxysporum. Parameter pengamatan pada tahap in vivo yaitu intesitas serangan penyakit, persentase kelayuan dan masa inkubasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan maka didapatkan hasil uji fitokimia dari minyak serai wangi dan ekstrak kulit jeruk purut yang mengandung kandungan sitronella, saponin, flavanoid, dan alkaloid yang berperan sebagai zat anti fungi. hasil uji in vitro didapatkan bahwa serai wangi 300 ppm mampu menekan persentase daya hambat cendawan F. oxysporum sebesar 82,67%. hasil penelitian tahap in vivo pada pengujian formulasi fungisida nabati didapatkan hasil bahwa pada kombinasi fungisida nabati ekstrak kulit jeruk purut 4 ml + minyak serai wangi 4ml mampu memperlama masa inkubasi serta menurunkan intensitas serangan penyakit layu Fusarium sebesar 22,67% dan persentase tigkat  kelayuan 3,03% pada tanaman cabai.
Uji toksisitas ekstrak daun nilam (Pogostemon cablin) sebagai insektisida nabati terhadap ulat daun pisang (Erionota thrax L.) Alyani, Ade; Desmayanti, Alya; Setianingrum, Ayu; Aurelia, Giska; Masitoh, Nurhafni; Rahmatullah, Saepudin
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25458

Abstract

Penelitian ini bertujuan menilai toksisitas ekstrak daun nilam (Pogostemon cablin) sebagai insektisida nabati terhadap ulat daun pisang (Erionota thrax L.) dan menentukan konsentrasi efektif yang berpotensi digunakan dalam pengendalian hama pisang yang lebih ramah lingkungan. Ekstrak daun nilam diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian dibuat larutan uji dengan konsentrasi 1,5%; 3%; dan 4,5% serta kontrol yang diaplikasikan pada ulat daun pisang dengan tiga ulangan selama 96 jam pengamatan. Mortalitas dicatata setiap 24 jam dan dianalisis menggunakan ANOVA dua arah dengan pengulangan untuk menguji pengaruh konsentrasi, perbedaan setiap ulat, dan interaksinya. Sedangkan nilai LC50 dihitung dengan analisis probit terhadap hubungan log konsentrasi dan probit mortalitas. Hasil menunjukkan bahwa mortalitas meningkat seiring kenaikan konsentrasi dan waktu paparan, dengan mortalitas rata-rata hari keempat mencapai 22,2% pada kontrol, 55,5% pada 1,5%, 77,8% pada 3%, dan 100% pada 4,5%. Namun, secara statistik pengaruh konsentrasi belum signifikan pada taraf 5% meskipun menunjukkan kecenderungan dose-dependent. Analisis probit menghasilkan persamaan regresi linear dengan koefisien determinasi tinggi (R2= 0,9353) dan LC50 sebesar 1220,57 ppm yang mengindikasikan toksisitas akut sedang terhadap ulat daun pisang serta konsistensi hubungan dosis dengan respon. Temuan ini menegaskan bahwa ekstrak daun nilam memiliki potensi biologis sebagai insektisida nabati, namun perlu penelitian lanjutan dengan jumlah sampel dan rentang konsentrasi yang lebih luas untuk menguatkan signifikansi statistik dan mengevaluasi dampak terhadap organisme.
Prediksi erosi metode USLE pada berbagai tutupan lahan di Sub-DAS Krueng Simpo Yuanda, Ayi Riska; Akbar, Halim; Yusra, Yusra; Ismadi, Ismadi; Handayani, Rd. Selvy
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25541

Abstract

Erosi merupakan peristiwa pelepasan partikel tanah dari suatu tempat ke tempat lain oleh media alami seperti aliran air dan angin. Penelitian ini dilaksanakan di Sub-DAS Krueng Simpo Kabupaten Bireun. Salah satu metode yang umum digunakan untuk memprediksi tingkat erosi adalah metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemanfaatan dan penggunaan lahan pada suatu daerah sehingga dapat diterapkan di Sub-DAS Krueng Simpo. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei yang terdiri dari empat tahap yaitu, (1) tahap persiapan; (2) survei pendahuluan; (3) survei utama; dan (4) analisis data dan penyajian hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya erosi di Sub-DAS Krueng Simpo dengan menggunakan Metode USLE Adalah 725,22 t ha-1 y-1 dengan erosi toleransi 38,27 t ha-1 y-1. Semua SPL di lokasi penelitian dengan tutupan lahan kebun campuran dan pertanian lahan kering memiliki nilai erosi diatas batas toleransi sehingga dilakukan teknik konservasi dengan pembuatan teras gulud dan penanaman cover crop pada lahan tersebut.
Inventarisir jamur Ganoderma sp. pada perkebunan kelapa sawit PT. Putri Hijau dan perkebunan rakyat di Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat Malau, Michael Thomas; Nurliana, Nurliana; Irham, Wardatul Husna
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25684

Abstract

Penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense merupakan penyakit penting karena berdampak pada penurunan produksi. Jenis Ganoderma yang menyerang tanaman kelapa sawit masih kurang dilakukan inventarisir dan ternyata bukan hanya G. boninense saja yang menyerang tanaman kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keragaman spesies  di Kabupaten Langkat. Penelitian dilakukan di Kebun Ibunda PT. Putri Hijau dan Desa Halaban menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik jelajah pada Februari-April 2025. Hasil menunjukkan 16 batang kelapa sawit terserang Ganoderma dengan rincian: perkebunan swasta 9 pokok (0,45%) dan 71 fruiting body, perkebunan rakyat 7 pokok (2,5%) dan 55 fruiting body. Spesies yang teridentifikasi  ada 4 jenis yaitu G. boninense, G. lucidum, G. curtisii, dan G. applanatum.
Respon perkecambahan dan estimasi nilai LD50 mutagen sodium azide pada benih kedelai galur M.1.1.3 Suyansyah, Istover; Nilahayati, Nilahayati; Hafifah, Hafifah; Handayani, Rd. Selvy; Nazirah, Laila
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25770

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merrill) merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia dengan kebutuhan rata-rata 2,2 juta ton per tahun, namun 67,99% di antaranya masih dipenuhi melalui impor. Upaya peningkatan produksi kedelai dapat dilakukan dengan perbaikan varietas melalui pemuliaan mutasi. Penentuan lethal dose 50 (LD₅₀) merupakan tahap penting dalam induksi mutasi untuk memperoleh konsentrasi mutagen yang efektif. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai LD50 mutagen sodium azide (SA) pada benih kedelai galur M.1.1.3. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada Juni–September 2023. Benih kedelai galur M.1.1.3 direndam dalam larutan SA dengan enam konsentrasi (0, 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm) selama 4 jam, kemudian disemai pada media tanah : pasir : pupuk kandang (1:1:1). Peubah yang diamati meliputi persentase perkecambahan dan tinggi bibit pada umur 7 dan 14 HST. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak Curve Expert 1.4 untuk menentukan nilai LD₅₀ sodium azide pada benih kedelai galur M.1.1.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perkecambahan tertinggi terdapat pada kontrol (0 ppm) sebesar 93,33%, sedangkan pada konsentrasi 10 ppm hanya 6,66%. Perlakuan mutagen SA 10 ppm mengakibatkan kematian semua kecambah kedelai galur M.1.1.3 pada umur 14 HST. Analisis kurva regresi menghasilkan nilai LD₅₀ pada konsentrasi SA sebesar 5,56 ppm. Nilai ini menunjukkan bahwa konsentrasi efektif sodium azide yang berpotensi menghasilkan mutasi terletak sedikit di bawah 5,56 ppm. Temuan ini dapat dijadikan dasar dalam menentukan konsentrasi mutagen yang tepat pada program pemuliaan kedelai melalui induksi mutasi dengan sodium azide.

Page 1 of 2 | Total Record : 11