cover
Contact Name
Budi Hermawan
Contact Email
-
Phone
+6281703408296
Journal Mail Official
info@kdi.or.id
Editorial Address
Jl. Flamboyan 2 Blok B3 No. 26 Griya Sangiang Mas - Tangerang 15132
Location
Kab. tangerang,
Banten
INDONESIA
eCo-Buss
ISSN : 26224291     EISSN : 26224305     DOI : https://doi.org/10.32877/eb
Core Subject : Economy, Science,
Focus on the development of economic sciences especially ECommerce and Business, both scientific and practical review, so it is expected to become a scientific medium for the creation of integration between theoretical studies and practical studies for the development of economic science in various social aspects.
Articles 719 Documents
Kualitas Sumber Daya Manusia Dalam Perkembangan Pariwisata di Obyek Wisata Sangeh I Wayan Chandra Pradnyana; Ni Wayan Lasmi
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3480

Abstract

Pariwisata berbasis komunitas sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia karena layanan dan interaksi langsung menjadi inti pengalaman wisata. Obyek Wisata Sangeh di Bali memiliki potensi alam dan budaya yang kuat, namun pengembangan destinasi tidak hanya ditentukan oleh daya tarik fisik, melainkan juga oleh kapasitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas sumber daya manusia dalam mendukung perkembangan pariwisata di Obyek Wisata Sangeh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pengelola obyek wisata, petugas operasional, perwakilan desa adat, dan wisatawan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta dilengkapi dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya manusia lokal telah mampu menopang operasional dasar pariwisata melalui sikap pelayanan yang ramah dan keterlibatan aktif masyarakat. Namun, kualitas sumber daya manusia belum berkembang secara optimal untuk meningkatkan nilai pengalaman wisata. Keterbatasan kompetensi lanjutan, terutama kemampuan komunikasi bahasa asing dan kedalaman pengetahuan destinasi, menjadi faktor pembatas utama dalam pengembangan pariwisata secara berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia merupakan prasyarat strategis dalam pengelolaan pariwisata desa berbasis komunitas.
Jejak Generasi Z dalam Ketidaknyamanan Kerja: Eksplorasi Konflik Sosial dan Kualitas Kehidupan Profesional pada Fase Quarter Life Crisis Ni Wayan Novi Karyani; I Putu Dharmawan Pradhana; I Nengah Wirsa; I Made Suidarma
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3481

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi ketidaknyamanan kerja pada pekerja Generasi Z serta keterkaitannya dengan konflik sosial dan kualitas kehidupan profesional dalam konteks sektor makanan dan minuman. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis digunakan untuk memahami pengalaman subjektif pekerja muda pada fase quarter life crisis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipan terhadap pekerja Generasi Z, rekan kerja, atasan, dan praktisi psikologi. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahapan reduksi data, koding, pengembangan tema, dan triangulasi sumber serta metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaknyamanan kerja bersifat multidimensi, mencakup aspek fisik, fungsional, dan psikologis. Konflik sosial, baik yang bersifat terbuka maupun laten, muncul sebagai pemicu utama ketidaknyamanan melalui perbedaan persepsi, distorsi komunikasi, dan ketidaksinkronan ekspektasi kerja. Tekanan profesional dan tuntutan pengelolaan emosi memperkuat kelelahan psikososial dan memengaruhi cara pekerja memaknai pekerjaannya. Temuan juga menunjukkan bahwa pengalaman kerja tersebut dimaknai melalui lensa quarter life crisis dan berdampak pada penurunan kualitas kehidupan profesional. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan konflik sosial, dukungan emosional, dan kejelasan pengembangan karier dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih adaptif bagi Generasi Z. Temuan ini relevan bagi pengembangan kebijakan organisasi dan praktik manajemen sumber daya manusia berkelanjutan di sektor jasa modern.
Analisis Fenomenologi Komunikasi dan Isolasi Sosial antara Milenial dan Gen Z di Era Hybrid Work I Made Aditya Putra Wiguna; I Putu Dharmawan Pradhana; Gusi Putu Lestara Permana; I Gusti Ngurah Oka Ariwangsa
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3482

Abstract

Model kerja hybrid mengubah pola komunikasi dan interaksi sosial di tempat kerja, terutama pada organisasi yang melibatkan generasi Milenial dan Generasi Z. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman komunikasi antargenerasi serta potensi isolasi sosial yang muncul dalam konteks kerja hybrid. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pekerja Milenial dan Gen Z di wilayah Denpasar dan Badung. Analisis data dilakukan dengan mengombinasikan model Miles dan Huberman serta pendekatan Gioia untuk mengembangkan tema-tema utama dari pengalaman informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan gaya komunikasi, ritme kerja, dan pemaknaan profesionalisme memicu ambiguitas situasional dan miskomunikasi dalam interaksi daring. Isolasi sosial tidak muncul dalam bentuk penarikan diri dari pekerjaan, tetapi sebagai perasaan tidak dilibatkan, tertinggal informasi, dan berkurangnya keterhubungan emosional dengan tim. Di sisi lain, kohesi kerja tetap terjaga melalui kejelasan peran dan orientasi pada penyelesaian tugas, meskipun kedekatan sosial bersifat terbatas. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan kerja hybrid sangat bergantung pada pengelolaan komunikasi lintas generasi dan pembentukan norma komunikasi bersama, bukan hanya pada fleksibilitas sistem kerja.
Peran Citra Merek, Kualitas Pelayanan, dan Promosi Pada Minat Berkunjung di Timbis Beach Club I Kadek Arta Yasa; Anak Agung Istri Agung Maheswari
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3485

Abstract

Pariwisata berbasis gaya hidup berkembang pesat di Bali, salah satunya melalui konsep beach club yang menekankan pengalaman, citra, dan interaksi sosial. Penelitian ini menganalisis pengaruh citra merek, kualitas pelayanan, dan promosi pada minat berkunjung wisatawan ke Timbis Beach Club. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 100 wisatawan yang telah berkunjung ke Timbis Beach Club. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek, kualitas pelayanan, dan promosi berkontribusi positif dan signifikan pada minat berkunjung. Kualitas pelayanan memiliki pengaruh paling dominan, diikuti oleh citra merek dan promosi. Model penelitian memiliki kemampuan prediktif yang kuat, dengan nilai R-square sebesar 0,787. Temuan ini menunjukkan bahwa minat berkunjung wisatawan tidak dibentuk oleh satu faktor tunggal, melainkan oleh kombinasi persepsi merek, pengalaman layanan, dan efektivitas promosi. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola beach club dalam merancang strategi pemasaran dan peningkatan layanan, serta kontribusi teoretis bagi kajian pemasaran destinasi pariwisata berbasis gaya hidup.
Menelusuri Keputusan Etis Pada Akuntansi Digital: Analisis Empiris Locus Of Control Dan Komitmen Organisasional I Gusti Agung Ayu Devi Maha Sawitri; Putu Putri Prawitasari
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3489

Abstract

Penelitian ini ditunjukkan guna mengidentifikasi pengaruh sikap terhadap teknologi, kepribadian, locus of control, dan komitmen organisasional terhadap pengambilan keputusan etis pada akuntan publik yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) di Bali. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan sampel sebanyak 66 akuntan publik yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Data didapatkan melalui kuesioner skala Likert lima poin yang disebar langsung ke masing-masing KAP. Metode analisis data yang digunakan adalah PLS-SEM untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap positif terhadap teknologi dan kepribadian yang etis berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan etis. Locus of control dan komitmen organisasional berfungsi sebagai variabel moderasi, meskipun interaksi antara beberapa variabel, seperti komitmen organisasional dan kepribadian, tidak selalu memberikan pengaruh signifikan terhadap keputusan etis. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi KAP dalam mengembangkan kebijakan yang mendukung pengambilan keputusan etis melalui penggunaan teknologi akuntansi digital. Penelitian ini juga menyarankan untuk penelitian selanjutnya yang dapat melibatkan sampel lebih luas serta mengkaji faktor eksternal lain yang mempengaruhi keputusan etis, seperti regulasi dan norma sosial dalam konteks profesi akuntansi.
Pengaruh Performance dan Effort Expectancy Terhadap Adopsi E-Wallet dan Keberlanjutan UMKM Kelapa: Peran Moderasi Dari Literasi Keuangan Digital Ni Putu Anika Diva Prashanti; Ketut Tanti Kustina
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3490

Abstract

Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi adopsi e-wallet pada UMKM kelapa di Kabupaten Jembrana serta implikasinya terhadap keberlanjutan usaha, dengan menempatkan literasi keuangan digital sebagai variabel moderasi. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui survei kepada 140 pelaku UMKM pengguna e-wallet yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa performance expectancy dan effort expectancy berperan signifikan dalam mendorong keputusan UMKM untuk mengadopsi e-wallet, yang menandakan bahwa persepsi manfaat dan kemudahan penggunaan menjadi pertimbangan utama dalam pemanfaatan teknologi pembayaran digital. Selanjutnya, adopsi e-wallet terbukti memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan UMKM, terutama dalam mendukung efisiensi transaksi, kelancaran arus kas, dan stabilitas operasional usaha. Namun demikian, literasi keuangan digital tidak terbukti memperkuat hubungan antara adopsi e-wallet dan keberlanjutan UMKM. Temuan ini mengindikasikan bahwa manfaat praktis e-wallet lebih dominan dibandingkan tingkat literasi digital dalam memengaruhi keberlanjutan usaha, serta menegaskan bahwa kerangka teori UTAUT masih relevan dalam menjelaskan perilaku adopsi teknologi keuangan digital pada konteks UMKM.
Peran Viral Marketing dan Aktivitas Media Sosial terhadap Minat Beli Konsumen UMKM Kuliner di Kawasan Tlogosari, Kota Semarang Fadhillah Ibrahim; Widodo Widodo
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3492

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi sejauh mana viral marketing dan aktivitas media sosial berperan dalam membentuk minat beli konsumen pada UMKM kuliner di kawasan Tlogosari, Kota Semarang. Lingkungan konsumsi di wilayah tersebut menunjukkan kecenderungan tinggi terhadap tren digital dan konten viral, sehingga strategi pemasaran yang berlandaskan pemanfaatan media sosial berperan sebagai komponen krusial dalam membangun ketertarikan calon konsumen. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 150 responden yang pernah berinteraksi dengan konten UMKM kuliner di media sosial. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares untuk melihat kontribusi masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viral marketing memiliki peran signifikan dalam meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap produk, demikian pula aktivitas media sosial yang memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian. Secara simultan, kedua variabel menunjukkan peran bersama yang kuat dalam membentuk minat beli. Temuan ini menegaskan bahwa strategi digital melalui konten viral dan pengelolaan media sosial yang aktif menjadi faktor kunci bagi UMKM kuliner dalam meningkatkan daya tarik dan keputusan pembelian konsumen.
Pengaruh Management Control System terhadap Kinerja UMKM di Perkotaan Rr. Dian Anggareni
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3496

Abstract

Penelitian ini menilai hubungan antara environmental uncertainty, business strategy, dan management control system dalam peningkatan kinerja UMKM di wilayah perkotaan. Pendekatan kuantitatif konfirmatori dipakai untuk menguji model integratif melalui SEM-PLS, yang sesuai untuk menganalisis variabel laten serta hubungan struktural yang kompleks. Data dikumpulkan dari 150 pelaku UMKM manufaktur dan jasa menggunakan purposive sampling berdasarkan usia usaha, keberadaan sistem pencatatan, dan keterpaparan pada dinamika pasar serta regulasi. Hasil menunjukkan bahwa environmental uncertainty berpengaruh positif terhadap sistem pengendalian manajemen dan kinerja organisasi, menegaskan bahwa tekanan eksternal menuntut penyesuaian kontrol dan operasi. Business strategy juga berpengaruh signifikan terhadap kedua variabel tersebut dan bertindak sebagai mekanisme yang memperkuat keselarasan antara lingkungan dan sistem kontrol. Efek moderasi sebagian besar tidak signifikan, kecuali interaksi antara environmental uncertainty dan strategi terhadap kinerja yang bersifat negatif. Nilai R² untuk MCS sebesar 0,810 dan untuk kinerja organisasi sebesar 0,778 menunjukkan kemampuan prediktif model yang kuat. Temuan ini menegaskan pentingnya desain kontrol dan strategi yang adaptif bagi UMKM dalam menghadapi ketidakpastian lingkungan.
Pengaruh Customer Experience dan e-WOM Terhadap Customer Loyalty Dengan Customer Satisfaction Sebagai Variabel Intervening Anisa Rahmawati; Mulyana Mulyana
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Customer Experience dan Electronic Word Of Mount terhadap loyalitas pelanggan dengan Customer Satisfaction sebagai variabel intervening pelanggan Wardah. Penelitian ini mengadopsi metode kuantitatif dengan pendekatan explanatory research dan melibatkan 200 orang dari para pengguna produk Wardah yang berdomisili di Kota Semarang. Pengumpulan data diperoleh melalui kuisioner dan di proses dengan teknik Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) Dengan bantuan SmartPLS 4. Temuan ini memperlihatkan bahwa customer experience memiliki kontribusi positif serta signifikan dalam membentuk customer satisfaction. Elektronic work of mounth berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer satisfaction. Kemudian customer experience tidak berpengaruh signifikan terhadap customer loyalty. Selain itu, elektronic work of mounth berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer satisfaction dan customer loyalty. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa customer satisfaction memediasi hubungan antara elektronic work of mounth dan customer loyalty, serta memediasi hubungan antara customer experience dan customer loyalty. Model penelitian ini menunjukan kemampuan prediktif yang baik, dengan nilai R-square mencapai 0.489 untuk customer satisfaction dan 0.652 untuk customer loyalty, serta Q-square sebesar 0.826 yang berarti model ini mempunyai relevansi prediktif yang sangat baik. Hasil ini menunjukan bahwa customer experience dan elektronic work of mounth dapat meningkatkan customer loyalty jika pelanggan merasakan kepuasan terlebih dahulu.
Kontribusi Stres Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Turnover Intention Melalui Burnout Pada Karyawan Industri Garmen di Kabupaten Demak Meisyabela Ega Zahra; Erma Sri Hastuti
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3500

Abstract

Kajian ini menelaah peran stres kerja dan lingkungan kerja dalam membentuk turnover intention melalui burnout sebagai variabel perantara pada karyawan industri garmen di Kabupaten Demak. Sektor garmen bergantung pada tenaga kerja intensif dan menghadapi tekanan kerja tinggi serta kondisi lingkungan yang berisiko memicu kelelahan. Pendekatan kuantitatif dengan rancangan explanatory research digunakan untuk menguji hubungan kausal antarvariabel. Sampel terdiri atas 100 karyawan tetap dengan masa kerja minimal satu tahun yang dipilih secara purposive. Data diperoleh melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa stres kerja dan lingkungan kerja berkontribusi signifikan pada burnout. Burnout terbukti meningkatkan turnover intention. Kedua variabel kondisi kerja juga berkontribusi langsung terhadap niat keluar. Uji efek tidak langsung menegaskan peran mediasi burnout dalam menjelaskan hubungan antara stres kerja dan lingkungan kerja dengan turnover intention. Temuan ini menempatkan burnout sebagai mekanisme psikologis kunci dalam memahami dinamika niat keluar karyawan pada industri garmen.