cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 202 Documents
ANALISIS KESESUAIAN PENGUNAAN LAHAN TERHADAP ARAHAN FUNGSI KAWASAN Nia Kurniati; Abd. Azis Ramdani; Rizal Efendi; Diah Rahmawati
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v8i2.2639

Abstract

Abstrak: Persoalan lahan dan pemanfaatannya sering kali muncul bersamaan dengan perkembangan suatu kawasan. Salah satu masalah yang perlu di perhatikan adalah kesesuaian lahan terhadap jenis pengunaanya. Pengunaan lahan yang baik harus memperhatikan keterbatasan fisik lahan karena setiap lahan memiliki kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda guna mendukung pengunaanya.  Tujuan penelitian ini  (1) untuk mengetahui fungsi kawasan; (2) untuk mengetahui evaluasi pengunaan lahan; (3) untuk mengetahui kesesuaian lahan dan pengunaan lahan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan analisis kuantitatif. Pengharkatan berjenjang ini dilakukan tiap unsur pada parameter agar sesuai dengan besaran kontribusi tiap unsur terhadap model yang dikembangkan dan yang diperoleh dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomer 41 Tahun 2007. Dari analisis yang telah dilakukan arahan fungsi kawasan yang mendominasi di Kabupaten Lombok Timur adalah kawasan dengan fungsi lindung dengan luas mencapai 66.155 Ha. Kawasan kedua yang mendominasi adalah penyangga dengan luas mencapai 56.980 Ha. Kawasan terakhir yang mendominasi adalah kawasan budidaya dengan luas 37.420 Ha. Kawasan yang memiliki daerah paling sempit di antara tiga kawasan adalah kawasan budidaya dengan luas 37.420 Ha. Sedangkan kesesuaian arahan fungsi kawasan terhadap penggunaan lahan di Kabupaten Lombok Timur menunjukkan sebesar 96.467 Ha penggunaan lahan sesuai, dan luas tidak sesuai yaitu sebesar 64.088 Ha. Hasil ini menjadi alat untuk merumuskan suatu kebijakan agar tidak terjadi ketidaksesuain penggunaan lahan di Kabupaten Lombok Timur.                    Abstract:  Land issues and their utilization often arise in conjunction with the development of an area. One of the problems that needs to be noticed is the suitability of the land to the type of use. Good land use should pay attention to the physical limitations of land because each land has different capabilities and characteristics to support its use.  The purpose of this research (1) is to know the functioning of the region; (2) to determine the evaluation of land use; (3) to determine the suitability of land and land use. This research uses a method of quantitative analysis approach. This tiered harmony is carried out by each element on the parameters to match the amount of contribution of each element to the model developed and obtained from Regulation of the Minister of Public Works No. 41 of 2007. From the analysis that has been carried out the direction of the function of the dominating area in East Lombok Regency is an area with a protected function with an area of 66,155 Ha. The second area that dominates is a buffer with an area of 56,980 Ha. The last area to dominate is the cultivation area with an area of 37,420 Ha. The area that has the narrowest area between the three regions is a cultivation area with an area of 37,420 ha. While the suitability of regional function directives towards land use in East Lombok Regency shows 96,467 ha of land use accordingly, and the area is not appropriate which is 64,088 Ha. This result became a tool to formulate a policy so as not to missesuain land use in East Lombok Regency
ANALISIS KEMATIAN BAYI DI TIGA PROVINSI DENGAN PERSENTASE TERTINGGI DI INDONESIA Suparna Parwodiwiyono; Witono Witono
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v8i2.2701

Abstract

Abstrak: Kematian bayi di Indonesia secara umum masih relatif tinggi. Provinsi yang mempunyai persentase kasus kematian bayi tiga terbesar perlu mendapatkan perhatian faktor apa yang kemungkinan mempengaruhi terhadap kejadian tersebut. Hal ini perlu mendapatkan perhatian karena kasus ini akan berpengaruh terhadap kualitas hidup, kondisi kesehatan dan praktek penggunaan kontrasepsi. Tujuan penelitian ini untuk melihat kaitan umur, jarak kelahiran, jumlah anak masih hidup, dan pendidikan ibu terhadap kematian bayi di Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Gorontalo.  Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Umur memiliki hubungan signifikan dengan kejadian kematian bayi. Yang perlu diwaspadai bila umur ibu hamil kurang dari 20 tahun. Usia ini rentan   karena   masih   pada   tahap   masa reproduksi   awal   dan   organ   reproduksi belum tumbuh secara sempurna sehingga dapat berisiko terjadi gangguan pertumbuhan janin saat di kandungan. Demikian pula pada usia lebih dari 30  tahun seorang ibu sudah mulai muncul berbagai macam penyakit yang menurunkan kemampuan  ibu  untuk  melakukan  proses persalinan normal karena usia  maupun penyakit kronik yang dialaminya. Kematian bayi juga kemungkinan terjadi 1,695 kali lebih tinggi pada ibu yang memiliki 3 anak atau lebih dibandingkan pada ibu yang baru memiliki 1-2 anak yang masih hidup. Abstract:  Infant mortality in Indonesia in general is still relatively high. Provinces that have the third largest percentage of infant mortality cases need to get attention to what factors are likely to influence the incidence. This needs attention because this case will affect the quality of life, health conditions and the practice of contraceptive use. The purpose of this study was to look at the relationship of age, birth spacing, number of children still alive, and mother's education towards infant mortality in West Nusa Tenggara, South Kalimantan and Gorontalo. This study uses secondary data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS). Age has a significant relationship with infant mortality. That need to be aware of if the age of pregnant women is less than 20 years. This age is vulnerable because it is still in the early reproductive stages and the reproductive organs have not fully grown so that there can be a risk of fetal growth disturbance when in the womb. Similarly, at the age of more than 30 years a mother has begun to emerge various kinds of diseases that reduce the ability of mothers to carry out normal childbirth due to age and chronic disease they experience. Infant mortality is also likely to occur 1,695 times higher in mothers who have 3 or more children compared to mothers who have only 1-2 children who are still alive.
ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG KAWASAN WISATA PANTAI WARSEDULI, PIGEWA, DAN DULIBALA DI DESA ELOK, KABUPATEN ALOR Wabang, Imanuel Lamma; Plaimo, Paulus Edison
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 9, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v9i2.5421

Abstract

Abstrak: Pantai Werseduli, Pigewa dan Dulibala terletak di Desa Elok, Kecamatan Alor Timur,  Kabupaten  Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur.  Kawasan ini memiliki daya tarik berupa pantai karang berpasir putih yang landai dengan pemandangan bawah laut yang menarik. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kesesuaian kawasan untuk kegiatan wisata pantai kategori rekreasi pantai, berenang, berperahu dan menghitung daya dukung (carrying capacity).   Penelitian ini menggunakan  data primer dan data sekunder. Data primer berupa pengambilan data secara langsung di lapangan berdasarkan matriks indeks kesesuaian kawasan wisata pantai kategori rekreasi pantai, berenang dan berperahu sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Alor, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Alor, Jurnal, Tesis, Buku, Wisatawan, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, Nelayan, Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan perhitungan daya dukung kawasan untuk kegiatan wisata pantai (Rekreasi, Berenang, Berperahu) pada stasiun 1 yang terletak di lokasi pantai Werseduli ini dapat menampung semua kegiatan wisata pantai sekitar 210 orang/hari. Stasiun 2 pada lokasi pantai Pigewa dapat menampung sekitar 117 orang/hari sedangkan pada lokasi stasiun ke tiga pantai Dulibala dapat menampung 237 orang/hari. Dengan data ini, dapat dijadikan rujukan pengelolaan pariwisata pantai Warseduli, Pigewa dan Dulibala kedepan.  Abstract:  Elok Village, East Alor District, Alor Regency, East Nusa Tenggara Province is home to the beaches of Werseduli, Pigewa, and Dulibala. Sloping white sandy coral beaches with amazing underwater vistas are an attraction in this area. This study was completed in June of 2021. The study's goal was to assess the area's feasibility for beach tourism activities such as beach enjoyment, swimming, boating, and determining carrying capacity. This research makes use of both primary and secondary data. Primary data is collected in the field using an in situ data collection matrix based on the appropriateness matrix of coastal tourism zones, while secondary data is gathered through library research. According to an estimate of the area's carrying capacity for beach tourist activities (Recreation, Swimming, Boating), station 1, which is located in Werseduli, can handle 210 people per day for all beach tourism activities. Station 2 in Pigewa can accept roughly 117 people per day, whereas Station 3 in Dulibala can accommodate 237 people per day.
ANALISIS STRATEGI DAN DAMPAK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT YANG BERKELANJUTAN DI DAERAH TERPENCIL PADA BIDANG PENDIDIKAN Musthofa, Budiman Mahmud; Rahman, Ilham Fathur
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 9, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v9i2.5717

Abstract

Abstrak: Pengembangan bidang pendidikan hingga saat ini masih menjadi perhatian pemerintah,  khususnya pendidikan di daerah terpencil. Tentunya peran pemerintah perlu dibantu dengan partisipasi masyarakat luas yang salah satunya adalah Gerakan Indonesia Mengajar. Tujuan dari kajian ini untuk mengetahui strategi dan dampak program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di bidang pendidikan yang dilakukan oleh Pengajar Muda Indonesia Mengajar di Kabupaten Paser. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan pemberdayaan ini berfokus pada bidang pendidikan melalui pendekatan pembelajaran sekolah dan terlibat dengan aktivitas masyarakat setempat serta membantu membangun jejaring dengan berbagai stakeholder lain. Program yang berlangsung selama 5 tahun sejak tahun 2010-2015, ternyata dampak dan manfaatnya masih berkelanjutan hingga saat ini. Temuan ini juga membuktikan bahwa program yang terencana dan melibatkan kolaborasi multi stakeholder berdampak jangka panjang, yaitu mampu membangun keberdayaan masyarakat sehingga berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.   Abstract:  The development of the education sector is still a concern of the government, especially education in remote areas. Of course, the role of the government needs to be assisted with the participation of the wider community, one of which is the Indonesian Teaching Movement. The purpose of this study is to determine the strategy and impact of sustainable community empowerment programs in the field of education carried out by Young Indonesian Teaching Teachers in Paser Regency. This research was conducted using a qualitative approach with case studies. The results of the study indicate that this empowerment activity focuses on the field of education through a school learning approach and is involved with local community activities and helps build networks with various other stakeholders. The program which lasted for 5 years from 2010-2015, it turns out that the impact and benefits are still ongoing today. This finding also proves that a program that is planned and involves multi-stakeholder collaboration will have a long-term impact, able to build community empowerment so that it has an impact on improving the quality of life of the community.
PENGARUH EDMODO TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI DI MASA PANDEMI COVID 19 Listiqowati, Ika; Khairurraziq, Khairurraziq; Muis, Arifudin Abd; Lisnaini, Lisnaini
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 9, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v9i2.5433

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran geografi menggunakan Edmodo. 2) Menguji pengaruh penerapan Edmodo terhadap hasil pembeajaran geografi. Penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain control group pretest-posttes. Penelitian dilaksanakan di kelas X SMA N 4 Sigi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) keterlibatan peserta didik pada pembelajaran geografi menggunakan Edmodo lebih tinggi dengan rata-rata 95,14%, daripada keterlibatan peserta didik pada pembelajaran geografi menggunakan WhatsApp dengan rata-rata 70,83%. 2) Hasil belajar kelas eksperimen, nilai rata rata hasil belajar 83,50 lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol yaitu 78,44. Hasil postes kelas eksperimen pada kualifikasi baik sekali 24 peserta didik, kualifikasi baik 12 peserta didik, sedangkan pada kelas kontrol kualifikasi baik sekali 9 peserta didik, kualifikasi baik 15 peserta didik dan kualifikasi cukup 12 peserta didik. Maka Edmodo terbukti lebih efektif dari pada Whatsapp untuk digunakan dalam pembelajaran daring di masa pandemic Covid 19.  Abstract: This study aims to: 1) Determine the involvement of students in learning geography using Edmodo. 2) Testing the effect of the application of Edmodo on the results of geography learning. This study is a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group. The research was conducted in class X SMA N 4 Sigi. The results showed: 1) the involvement of students in learning geography using Edmodo was higher with an average of 95.14%, than the involvement of students in learning geography using WhatsApp with an average of 70.83%. 2) The learning outcomes of the experimental class, the average value of learning outcomes is 83.50, which is higher than the average value of the control class, which is 78.44. The post-test results for the experimental class were very good qualifications of 24 students, good qualifications of 12 students, while in the control class the qualifications were very good 9 students, good qualifications of 15 students and sufficient qualifications of 12 students. So Edmodo has proven to be more effective than Whatsapp for use in online learning during the Covid 19 pandemic.
DAMPAK PENGADAAN TANAH TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN KONDISI SOSIAL MASYARAKAT D. Tantja, Nurul Azmy; Utami, Westi; Mujiati, Mujiati
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 9, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v9i2.5867

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan dan kondisi sosial masyarakat yang terjadi akibat pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana kereta api di Kecamatan Tanete Rilau. Penelitian dilakukan melalui metode kualitatif deskriptif untuk mengetahui dampak sosial masyarakat, sementara analisis spasial untuk memetakan perubahan penggunaan lahan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada responden kunci, observasi serta interpretasi citra Sentinel tahun 2015 dan 2021. Pemetaan perubahan penggunaan lahan dilakukan melalui analisis overlay peta penggunaan lahan tahun 2015 dengan 2021. Hasil penelitian menunjukkan pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana kereta api berdampak pada berkurangnya lahan pertanian yakni sawah seluas 37,77 Ha maupun tegalan seluas 12,40 Ha. Pembangunan juga berimplikasi terhadap menurunnya kualitas lingkungan bahkan memunculkan bencana banjir. Selain itu, pembangunan juga merubah kondisi sosial masyarakat diantaranya terjadi alih fungsi pekerjaan, menurunnya lahan garapan petani serta terbatasnya jaringan transportasi karena pembangunan rel kereta. Pembangunan juga mengakibatkan perubahan morfologi serta terganggunya sistem irigasi yang berimplikasi pada terkumpul air/genangan pada lahan pertanian, kondisi inilah yang menyebabkan petani mengalami gagal panen. Mitigasi dampak yang kurang terencana sejak awal pembangunan berimplikasi pada menurunnya kondisi sosial masyarakat serta degradasi lingkungan.   Abstract: This study aims to analyze changes in land use and social conditions of the community that occur due to land acquisition for the construction of railway facilities and infrastructure in Tanete Rilau District. The research was conducted using descriptive qualitative methods to determine the social impact of the community, while spatial analysis was to map changes in land use. Data collection was carried out through interviews with key respondents, observation and interpretation of Sentinel imagery in 2015 and 2021. Overlay analysis of land use maps from 2015 to 2021 was carried out to map land use changes. The results showed that the construction of railway facilities and infrastructure had an impact on the reduction of agricultural land, namely 37.77 hectares of rice fields and 12.40 hectares of dry fields. The development also has implications for the declining quality of the environment, even causing floods. The impact of the development also changes the social conditions of the community, including the change of job functions, the decline in farmers' arable land and the limited transportation network due to the construction of railroads. The development also results in changes in morphology and disruption of the irrigation system which has implications for the accumulation of water/puddles on agricultural land. This condition causes farmers to experience crop failure. Unplanned impact mitigation since the beginning of development has implications for the decline in social conditions of the community and environmental degradation.Keywords: Land Acquisition; Development; Land Use Change
DAMPAK PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE TERHADAP KONDISI EKONOMI MASYARAKAT PESISIR DESA LEMBAR LOMBOK BARAT Sukuryadi, Sukuryadi; Harahab, Nuddin; Primyastanto, Mimit; Mas’ad, Mas’ad
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 9, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v9i2.5478

Abstract

Abstrak: Pengembangan potensi wisata mangrove di wilayah pesisir Lembar Lombok Barat sangat produktif. Hal ini disebabkan karena kawasan tersebut memiliki beberapa potensi yang dapat dimanfaatkan keunggulannya sebagai sebuah kawasan ekowisata sebagai alternatif pengelolaan yang mengedepankan aspek keberlanjutan kelestarian lingkungan dan ekonomi masyarakat lokal.  Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pengembangan ekowisata mangrove terhadap kondisi ekonomi masyarakat pesisir desa Lembar Lombok Barat. Metode penelitian dilakukan melalui pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan teknik penentuan informan berdasarkan teknik purposve sampling, sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa pengelolaan ekosistem mangrove untuk pengembangan ekowisata di kawasan Desa Lembar tidak menunjukkan dampak yang signifikan terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Hal ini disebabkan karena pengelolaan yang dilakukan selama ini belum optimal dan bersifat temporal serta belum didukung sepenuhnya oleh perangkat pemerintah desa setempat. Berdasarkan hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa masyarakat pesisir di desa Lembar Lombok Barat sebagian besar di kategorikan memiliki kondisi ekonomi dan tingkat kesejahteraan yang sedang.  Dengan demikian, pengembangan kawasan tersebut tidak memberikan dampak terhadap perubahan ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat lokal.Abstract:  The development of mangrove tourism potential in the coastal area of Lembar, West Lombok is very productive. This is because the area has several potentials that can be exploited for its advantages as an ecotourism area as alternative management that prioritizes environmental and economic sustainability aspects of local communities. Therefore, the purpose of this study was to determine the impact of the development of mangrove ecotourism on the economic condition of the coastal community of Lembar Village, West Lombok. The research method is carried out through qualitative and quantitative research approaches with the technique of determining informants based on the purposive sampling technique. Based on the results of quantitative analysis, it shows that the management of the mangrove ecosystem for ecotourism development in the Lembar Village area does not show a significant impact on the economic condition of the community. Based on the results of qualitative analysis, it is shown that the coastal communities in the village of Lembar, West Lombok, are mostly categorized as having moderate economic conditions and welfare levels. Thus, the development of the area does not have an impact on economic changes and the level of welfare of the local community.
POLA PEMBERDAYAAN GERAKAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI LOMBOK BARAT Arif, Arif; Mas’ad, Mas’ad; Amil, Amil
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 9, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v9i2.5896

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: a) Untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan pola pemberdayaan masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat di bidang usaha ekonomi lebih khusus UMKM di Kecematan Labuapi Kabupaten Lombok Barat b) Untuk menganalisis Program apa saja yang telah dilaksanakan di bidang usaha ekonomi khususnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pada sub bidang bantuan pembangunan dan ekonomi masyarakat oleh Pemerintah Lombok Barat c) Untuk mendeskripsikan dampak program pemberdayaan bidang usaha ekonomi terhadap kemandirian usaha ekonomi masyarakat miskin di Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat d) Untuk menganalisis Pola Manajemen UMKM di Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Ada dua informan dalam penelitian ini yaitu; 1) Informan kunci dalam penelitian ini yaitu pejabat dinas terkait (dinas UMKM dan Koperasi Kabupaten Lombok Rat) dan Ketua Kelompok GEMAWIRA sedangkan, 2) Informan terpilih merupakan pengusaha UMKM di Kecamatan Labu Api Kabupaten Lombok Barat. Hasil Penelitian; 1. Mekanisme Pelaksanaan Pola Pemberdayaan Masyarakat melalui program pemberdayaan masyrakat di bidang UMKM oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lombok Baratkhusunya di Kecamatan Labuapi telah dilaksanakan namun masih belum maksimal, 2. Program yang telah dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lombok Barat khususnya pada Bidang Usaha Ekonomi meliputi bantuan perorangan dan bantuan lembaga. Setiap pelaksanaan program selalu diawali dengan tahap persiapan sebagai langkah awal pengenalan program kepada masyarakat, 3. Dampak dari program pemberdayaan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lombok Barat telah dapat meningkatkan kemandirian ekonomi terutama pada produktivitas dan pendapatan masyarakat yang mendapatkan bantuan, tetapi ada juga dampak buruk yang timbul dalam menjalankan usaha mereka, 4. UMKM sebagai salah satu bentuk perekonomian rakyat yang memiliki peran besar dalam perekonomian negara, memerlukan model manajemen usaha.   Abstract: This study aims to: a) To find out the mechanism for implementing the pattern of community empowerment through community empowerment programs in the field of economic business, more specifically MSMEs in Labuapi District, West Lombok Regency b) To analyze what programs have been implemented in the field of economic business, especially Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in the sub-sector of development assistance and community economics by the West Lombok Government c) To describe the impact of the economic business empowerment program on the economic independence of the poor in Labuapi District, West Lombok Regency d) To analyze the MSME Management Pattern in Labuapi District, West Lombok Regency. This study uses a qualitative approach. The research was conducted in Labu Api District, West Lombok Regency.This study uses a qualitative approach. The research was conducted in Labu Api District, West Lombok Regency. There are two informants in this study, namely; 1) The key informants in this study were officials from the relevant offices (the UMKM and Cooperatives of Lombok Rat Regency) and the Chair of the GEMAWIRA Group, while, 2) The selected informants were UMKM entrepreneurs in Labu Api Subdistrict, West Lombok Regency. Research result; 1. The mechanism for implementing the Community Empowerment Pattern through community empowerment programs in the MSME sector by the Cooperatives and MSMEs Office of West Lombok Regency, especially in Labuapi District, has been implemented but is still not optimal, 2. Programs that have been implemented by the West Lombok Regency Cooperatives and SMEs Service, especially in the Business Sector Economics includes individual assistance and institutional assistance.
ANALISIS SPASIOTEMPORAL KEJADIAN KEBAKARAN BANGUNAN DI KOTA SAMARINDA Anwar, Yaskinul; Setyasih, Iya; Risaldi, Arif
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 9, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v9i2.4537

Abstract

 Abstrak: Kota Samarinda merupakan wilayah yang rawan terhadap kejadian kebakaran. Dengan banyaknya kejadian kebakaran di Kota Samarinda maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spasiotemporal kebakaran dan faktor yang mempengaruhi kejadian kebakaran bangunan di Kota Samarinda tahun 2016 - 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitati, dimana data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tabular dan data spasial dari kejadian kebakaran dari dinas pemadam kebakaran Kota Samarinda tahun 2016 – 2018 serta survei lapangan untuk validasi data. Secara spasiotemporal kejadian kebakaran di Kota Samarinda fluktiatif setiap tahunnya di setiap kecamatan. Jika dilihat dari tingkat prosentase kebakaran tiap tahunnya sebagian besar kecamatan masuk kategori tinggi. Jika dilihat dari faktor penyebab kebakaran bangunan selama tahun 2016-2018 paling banyak disebabkan oleh korsleting listrik (97.4%). Kejadian kebakaran bangunan merupakan bencana yang dipengaruhi oleh faktor non alam yang menyebabkan tingginya kejadian kebakaran bangunan di Kota Samarinda.Abstract:  Samarinda City is an area that is prone to fire incidents. With the number of fire incidents in Samarinda City, this study aims to determine the spatiotemporal fires and the factors that influence the incidence of building fires in Samarinda City in 2016 - 2018. This study is a quantitative descriptive study, where the data used are tabular and spatial data from fire incidents Samarinda City fire department 2016 - 2018, as well as field surveys for data validation. Spatiotemporal fire incidence in Samarinda City fluctuates every year in every sub-district. When viewed from the percentage level of fires each year, most sub-districts are in the high category. When viewed from the factors causing building fires during 2016-2018, most of them were caused by electrical short circuits (97.4%). The incidence of building fires is a disaster that is influenced by non-natural factors that cause the high incidence of building fires in Samarinda City.
PENDEKATAN PARTISIPATIF DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Irwan, Irwan; Latif, Adam; Mustanir, Ahmad
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 9, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v9i2.5524

Abstract

Abstrak: Latar belakang penelitian didasarkan pada adanya ketidaksesuaian pembangunan terhadap kebutuhan mendesak masyarakat yang mengakibatkan masyarakat kurang berpartisipasi di program-program pembangunan selanjutnya. Penelitian ini mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan di Desa Bulo Wattang Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang. Tujuan penelitian ingin mengetahui partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan dan faktor yang paling berpengaruh dalam perencanaan pembangunan tersebut. Instrumen utama menggunakan kuisioner. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan tabulasi frekuensi dan alat ukur menggunakan skala likert. Instrumen utama pengumpulan data adalah kuisioner. Hasil penelitian memperlihatkan indikator yang paling berpengaruh dalam partisipasi masyarakat adalah partisipasi dalam pelaksanaan kegiatan sebesar 67,4% dan hasil terendah adalah indikator partisipasi dalam pemanfaatan hasil sebesar 58,8%. Adapun indikator yang paling berpengaruh dalam perencanaan pembangunan yaitu mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan sebesar 64,8% dan hasil terendah adalah mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan sebesar 58,8%. Dengan demikian pendekatan partisipatif yang paling dominan dalam perencanaan pembangunan adalah saat masyarakat berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan.Abstract:  The background of the research is based on the existence of a development discrepancy with the urgent needs of the community which results in the community not participating in further development programs. This study will describe community participation in development planning in Bulo Wattang Village, Panca Rijang District, Sidenreng Rappang Regency. The purpose of this research is to find out community participation in development planning and the most influential factors in the development planning. The main instrument used a questionnaire. The research approach used is quantitative with frequency tabulation and measuring instruments using a Likert scale. The main instrument of data collection is a questionnaire. The results of the study show that the most influential indicator in community participation is participation in the implementation of activities by 67.4% and the lowest result is an indicator of participation in the utilization of results of 58.8%. The most influential indicator in development planning is optimizing community participation in development planning by 64.8% and the lowest result is supporting coordination between development actors at 58.8%. Thus, the most prominent participatory approach in development planning is when the community participates in the implementation of activities.

Page 6 of 21 | Total Record : 202