cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Tekno Global
ISSN : 24776955     EISSN : 23386762     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Karya-karya ilmiah dalam jurnal Tekno Global yang pertama ini merupakan hasil dari tulisan dari Praktisi, Pakar dan dedikasi para Dosen Indo Global Mandiri yang senantiasa memiliki komitmen untuk mengembangkan Ilmu pengetahuan pada bidang Keteknikan baik dalam tataran praktis maupun teoritis sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan hidup. Meningkatan kualitas karya ilmiah dalam jurnal keteknikan merupakan suatu hal yang fundamental karena pembangunan adalah penopang berlangsungnya kehidupan sebuah negara. Jurnal Ilmiah Tekno Global diterbitkan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun pada bulan Juni dan Desember. Artikel yang diterbitkan bulan Juni diterima Dewan Redaksi paling lambat bulan Maret, dan yang diterbitkan bulan Desember diterima Dewan Redaksi paling lambat bulan September.
Articles 135 Documents
Analysis of Cost and Time Implementation of Red Brick, Light Brick, and Precast Panel Wall Work in Housing Project Sukma, Diah Alifah Sukma; Girsang, Hamonangan
Jurnal Tekno Global Vol. 12 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v12i02.3334

Abstract

ABSTRACT Residential facilities as suit people's purchasing power requires at this moment although to achieve that’s target shall do innovation, one of innovation is the use of efficient and effective materials. Material choices are increasing in the current era of technological advances. The ease of doing a job will speed up the implementation time which affects the cost of project implementation. One of the technological innovations in the construction sector is the emergence of new innovations for walls are lightweight bricks and precast panels which can be an option for wall work other than red brick. This research was conducted to analyze the cost and time of work on the ImpresaHaus BSD housing project specifically for wall work by comparing wall materials are red brick, light brick and precast panels. The method used is quantitative with a case study in the ImpresaHaus BSD Cluster. Data collection uses primary data in the interviews with related parties in the project. Meanwhile, the secondary data used is RAB data, Time Schedule, Work Drawings. Cost and time implementation calculations use observation data from contractors for red brick work, while walls from light brick and precast panels use AHSP PUPR Cipta Karya 2022 calculations and previous research. It was found that the cost using red brick material was IDR 68, 516,498,-  lightweight brick IDR 74, 446,694, and precast panels IDR 350,535,962,-, while the time for carrying out red brick wall work required 60 days, lightweight brick 50 days, and precast panels 26 days.  Keywords :Cost, brick, housing, precast, time.   ABSTRAK Fasilitas hunian yang sesuai daya beli masyarakat sangat dibutuhkan jaman sekarang ini, tentu untuk mencapai hal tersebut perlu dilakukan inovasi, salah satu bentuk inovasi yang dilakukan penggunaan material yang efisien dan efektif, dimana pilihan material semakin banyak di era kemajuan teknologi saat ini. Kemudahan mengerjakan suatu pekerjaan akan mempercepat waktu pelaksanaan yang berpengaruh terhadap biaya pelaksanaan proyek. Salah satu inovasi teknologi pada bidang konstruksi yaitu munculnya inovasi baru untuk dinding berupa bata ringan dan panel precast yang dapat menjadi pilihan pekerjaan dinding selain bata merah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis biaya dan waktu pekerjaan proyek perumahan ImpresaHaus BSD khusus pada pekerjaan dinding dengan membandingkan material dinding bahan bata merah, bata ringan, dan panel precast. Metode yang dilakukan adalah kuantitatif dengan studi kasus di Cluster ImpresaHaus BSD. Pengumpulan data menggunakan data primer berupa hasil wawancara bersama pihak-pihak terkait di proyek. Sedangkan data sekunder yang digunakan adalah berupa data RAB, Time Schedule, Gambar Kerja. Perhitungan biaya dan waktu pelaksanaan menggunakan data pengamatan dari kontraktor untuk pekerjaan bata merah, sedangkan dinding berbahan material bata ringan dan panel precast menggunakan perhitungan AHSP Cipta Karya 2022 dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan biaya menggunakan material bata merah adalah Rp 68, 516,498,- bata ringan Rp 74, 446,694,- dan panel precast Rp.350,535,962,-, sedangkan waktu pelaksanaan pekerjaan dinding bata merah memerlukan 60 hari, bata ringan 50 hari, dan panel precast 26 hari.  Kata Kunci : Biaya, bata, perumahan, precast, waktu.
Analisis Jangkauan Jarak Fasilitas Kesehatan Terhadap Pemukiman Kumuh di Kecamatan Bukit Kecil Palembang (Studi Kasus: Rumah Susun 24 Ilir) Muhammad Fikri Ramadhan; Shalihat, Annisa Kurnia; Putri, Debi Nadia
Jurnal Tekno Global Vol. 12 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v12i02.3377

Abstract

ABSTRACT  One of the impacts of high levels of urbanization is the increase in the number of urban residents. This problem causes an increase in the need for housing. If this is not balanced with residential development, it will lead to illegal or slum housing. The increasing number of urban residents will also encourage the emergence of various urban activities. To accommodate and support various emerging activities, adequate land is needed, especially for low-income communities (MBR). To fulfill the need for affordable housing for MBR, certainty of ownership and control is provided in the form of a Sarusun Building Ownership Certificate (SKBG Sarusun) for Flats (sarusun) for MBR. Flat 24 Ilir, Bukit Kecil District is one of the flats in Palembang where most of the people living there have economic limitations or are classified as poor. However, the existence of health facilities around the 24 Ilir flats is not evenly distributed so that the community's ability to access health facilities is limited. This research discusses the gap between health facilities and slum areas. The aim of this research is to determine the distribution pattern and distance of accessibility of health facilities in the 24 Ilir flats, Bukit Kecil District, Palembang. This research uses the nearest neighbor method and buffer analysis using a Geographic Information System. The data collection technique used is primary and secondary data collection. Based on the results of the research and discussion, it was concluded that the distribution of health facilities in the 24 Ilir flats, Bukit Kecil District, Palembang has a uniform pattern. Meanwhile, only 2 health facilities are affordable with 24 ilir flats with a reach of 0-300 m. And there are 3 health facilities that are difficult to reach and take quite a long time with a range of 600-1200 m and 1200-3000 m.  Keywords: Nearest Neighbor, Distribution Pattern, Accessibility Distance, Buffer    ABSTRAK Salah satu dampak dari tingginya tingkat urbanisasi adalah bertambahnya jumlah penduduk perkotaan. Permasalahan ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan perumahan. Jika hal ini tidak diimbangi dengan pembangunan pemukiman maka akan menimbulkan perumahan liar atau kumuh. Meningkatnya jumlah penduduk perkotaan juga akan mendorong munculnya berbagai aktivitas perkotaan. Untuk menampung dan mendukung berbagai kegiatan yang bermunculan, diperlukan lahan yang memadai, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Untuk memenuhi kebutuhan hunian terjangkau bagi MBR, diberikan kepastian kepemilikan dan penguasaan dalam bentuk Surat Keterangan Pemilikan Bangunan Gedung Sarusun (SKBG Sarusun) untuk Rumah Susun (sarusun) bagi MBR. Rumah Susun 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil merupakan salah satu rumah susun di Palembang yang sebagian besar masyarakatnya yang tinggal di sana memiliki keterbatasan ekonomi atau tergolong miskin. Namun keberadaan fasilitas kesehatan di sekitar rumah susun 24 Ilir belum merata sehingga kemampuan masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan terbatas. Penelitian ini membahas kesenjangan antara fasilitas kesehatan dan permukiman kumuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran dan jarak aksesibilitas fasilitas kesehatan di rumah susun 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang. Dalam penelitian ini menggunakan metode nearest neighbor dan analisis buffer dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka diperoleh kesimpulan bahwa persebaran fasilitas kesehatan di rumah susun 24 ilir, Kecamatan Bukit Kecil Palembang memiliki pola yang seragam. Sedangkan keterjangkauan fasilitas kesehatannya hanya 2 yang terjangkau dengan rusun 24 ilir dengan jangkauan 0-300 m. Dan fasilitas kesehatan yang sulit dijangkau dan memerlukan waktu lumayan lama ada 3 dengan jangkauan 600-1200 m dan 1200-3000 m. Kata Kunci: Nearest Neighbor, Pola Persebaran, Jarak Keterjangkauan, Buffer
Pemetaan Kerentanan Tanah Longsor di Kabupaten Lahat Muhammad Rijalullah; Natul, Al Shida; Shalihat, Annisa Kurnia
Jurnal Tekno Global Vol. 12 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v12i02.3378

Abstract

ABSTRACT Lahat Regency is one of the areas in Indonesia that is prone to landslides. Efforts to minimize the risk of landslides are by mapping landslide-prone areas. The aim of this research is to determine the distribution of landslide-prone areas in Lahat Regency and to find out appropriate mitigation measures for landslide-prone areas. This research utilizes a geographic information system (GIS) using scoring, weighting and overlay methods. The data used is administrative data, rainfall data, geological data, soil type data, elevation data and land cover data for Lahat Regency. The results of the data processing are a landslide hazard map for Lahat Regency which is grouped into four levels of vulnerability classes, namely low, medium, high and very high levels. Landslide-prone areas in Lahat district with a low level covering 5.2%, a medium level covering 56.32%, a high level covering 32.94%, and a very high level covering 5.54%. The high level of vulnerability includes the sub-districts of Tanjung Sakti Pumi, Tanjung Sakti Pumu, West Merapi, South Merapi, Mulak Ulu, Pagar Gunung, Gumay Ulu, South Kikim, Gumay Talang, East Kikim, Pseksu, Pajar Bulan, Pulau Pinang, Tanjung Tebat, Jarai Sukamerindu and Kota Agung. The very high level of vulnerability includes the sub-districts of Kota Agung, Pagar Gunung, Tanjung Sakti Pumi, Mulak Ulu, Tanjung Sakti Pumu, South Merapi, Jarai, South Kikim, Pajar Bulan, Pseksu, Sukamerindu and Gumay Ulu. Mitigation efforts for areas that have a high level of vulnerability to landslides include installing an Early Warning System (EWS), compiling a database of potential disaster areas, providing information to the community, training and simulating disasters in the community, making terraces, reforesting with deep-rooted plants and avoiding disaster-prone areas to build settlements.  Keywords : Landslide, Geographic Information System, Mitigation, Scoring, Overlay   ABSTRAK Kabupaten Lahat merupakan salah satu daerah di Indonesia yang rawan terjadi bencana tanah longsor. Upaya untuk meminimalisir risiko dari longsor yaitu dengan pemetaan daerah rawan longsor. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk menentukan sebaran daerah rawan longsor Kabupaten Lahat serta mengetahui upaya tindakan mitigasi yang tepat terhadap daerah rawan longsor. Penelitian ini memanfaatkan sistem informasi geografis (SIG) menggunakan metode skoring, pembobotan, dan overlay. Data yang digunakan berupa data administrasi, data curah hujan, data geologi, data jenis tanah, data elevasi dan data tutupan lahan Kabupaten Lahat. Hasil pengolahan data tersebut berupa peta rawan tanah longsor Kabupaten Lahat yang dikelompokkan menjadi empat tingkatan kelas kerentanan yaitu tingkat rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Daerah rawan longsor kabupaten Lahat dengan tingkat rendah mencakup 5,2%, tingkat sedang mencakup 56,32%, tingkat tinggi mencakup 32,94% , dan tingkat sangat tinggi mencakup 5,54%. Tingkat kerentanan tinggi mencakup daerah Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Tanjung Sakti Pumu, Merapi Barat, Merapi Selatan, Mulak Ulu, Pagar Gunung, Gumay Ulu, Kikim Selatan, Gumay Talang, Kikim Timur, Pseksu, Pajar Bulan, Pulau Pinang, Tanjung Tebat, Jarai Sukamerindu dan Kota Agung. Tingkat kerentanan sangat tinggi mencakup daerah Kecamatan Kota Agung, Pagar Gunung, Tanjung Sakti Pumi, Mulak Ulu, Tanjung Sakti Pumu, Merapi Selatan, Jarai, Kikim Selatan, Pajar Bulan, Pseksu, Sukamerindu dan Gumay Ulu. Upaya mitigasi terhadap wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terjadi terhadap bencana longsor yaitu pemasangan Early Warning System (EWS), penyusunan database daerah potensi bencana, pemberian informasi pada masyarakat, pelatihan dan simulasi bencana pada masyarakat, pembuatan terasering, penghijauan dengan tumbuhan berakar dalam dan menghindari daerah rawan bencana untuk membangun pemukiman. Kata Kunci : Tanah Longsor, Sistem Informasi Geografis, Mitigasi, Skoring, Overlay
Relevansi Peraturan Daerah Kota Palembang No 5. Tahun 2022 Terhadap Permasalahan Backlog dan Banjir di Kota Palembang Ali, Raden Ahmad Nur; Putri, Tengku Aurelia Melinda Anissawari
Jurnal Tekno Global Vol. 12 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v12i02.3577

Abstract

ABSTRACT Regional regulation No. 5 Of 2022, which requires a minimum PSU  40% of site plan area. This has raised doubts about the relevance of these regulations to problems in Palembang (Backlogs and flooding). So, this research aims to find out how big the impact and risks will arise from implementing this rule. To carry out this proof, the method applied is to carry out calculations / simulations of property development (in this case housing) which is directed towards subsidized housing as a benchmark for the impact of implementing this regulation. And after carrying out 2 property development cases, it was found that regional regulation No. 5 of 2022, is unable to resolve the backlog problem and even risks exacerbating the flooding problem. The implementation of regulation also indirectly reduces opportunities for the development of subsidized housing in the Palembang city area. For this reason, it would be a good idea for the Palembang city government to review this regulation in order to provide certainty of adequate housing and maintain investment (economic) growth in the city of Palembang. Keyword : Regulation No. 5 of 2022, Housing, Palembang   ABSTRAK Dengan terbitnya peraturan Daerah Kota Palembang No. 5 Tahun 2022 dimana didalamnya terdapat pasal 7 yang mewajibkan persentase PSU minimal 40% dari luasan Siteplan. Telah menimbulkan keraguan akan relevansi aturan tersebut dengan permasalahan di Kota Palembang seperti (Backlog dan banjir). Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar dampak yang ditimbulkan dan resiko apa yang akan ditimbulkan dari penerapan aturan ini. Untuk melakukan pembuktian itu maka metode yang diterapkan adalah melakukan perhitungan / simulasi pengembagan properti (dalam hal ini perumahan) yang diarahkan untuk perumahan subsidi sebagai tolak ukur dampak dari penerapan perda ini . dan setelah dilakukan pada 2 (dua) kasus pengembangan properti didapatkan bahwa perda No. 5 Tahun 2022, tidak mampu menyelesaikan permasalahan backlog dan bahkan beresiko memperparah masalah banjir. Penerapan perda no 5. Tahun 2022 juga secara tidak langsung memperkecil peluang pengembangan perumahan subsidi di wilayah kota Palembang. untuk itu ada baiknya pemerintah kota Palembang untuk meninjau Kembali peraturan ini demi memberikan kepastian akan hunian yang layak dan menjaga pertumbuhan investasi (ekonomi) di Kota Palembang.  Kata Kunci : Perda No. 5 Tahun 2022, Kota Palembang, Hunian  
LAND SURFACE TEMPERATURE DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR SUMATERA SELATAN AKIBAT KEBAKARAN LAHAN Ariyantoni, Johan; Al Shida Natul; Ahmad Ridho Sastra
Jurnal Tekno Global Vol. 13 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v13i01.4202

Abstract

ABSTRACT Land fires are one of the disasters that often occur in South Sumatra Province, especially in Ogan Komering Ilir Regency. During the dry season, the potential for hotspots and land fires is very high. Fire will cause the land temperature to change and heat up; this heating can be directly proportional to the size of the fire that occurs. Monitoring land surface temperature (LST) is necessary to find out information on land temperature values when fires occur in September 2023 in Ogan Komering Ilir Regency. Landsat 9 Remote Sensing data is processed using the raster data analysis method with the TOAA, Brightness, NDVI, PV, emissions processes, and finally the LST process to sharpen the hot spot data analysis that is also used in this research. The research results show that the highest distribution of high hot spots is in Pampangan District, with 88 spots, and Pedamaran, with 5 spots, while the least is in Jejawi District, with 0 high hot spots out of a total of 1,333 hotspots in nine sub-districts. The ground surface temperature in the study area was the lowest 17.6°C and the highest temperature 61.7°C. On September 29, 2023, the area worst affected by land fires based on hotspots and ground surface temperature was Pedamaran District with an area of 7941.68 ha, followed by Pampangan District with 6165.66 ha, and the lowest was Sirah Pulau Padang District with 496.27 ha. Keywords :Landfire, Remote Sensing, Land Surface Temperature   ABSTRAK Kebakaran lahan salah satu bencana yang sering terjadi di Provinsi Sumatera Selatan terutama di Kabupaten Ogan Komering Ilir, saat musim kemarau potensi adanya titik api dan kebakaran lahan sangat tinggi. Kebakaran akan membuat temperature lahan berubah dan memanas, pemanasan tersebut dapat berbanding lurus dengan besarnya kebakaran yang terjadi. Pemantauan land surface temperature (LST) perlu dilakukan untuk mengetahui informasi nilai temperature lahan pada saat kebakaran yang terjadi di bulan September tahun 2023 di Kab. OKI. Data penginderaan jauh Landsat 9 diolah dengan metode analisis data raster dengan proses TOAA, Brigness, NDVI, PV, Emisi dan terakhir proses LST, untuk mempertajam analisa data titik panas juga digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebaran titik panas tinggi paling banyak ada di Kecamatan Pampangan 88 titik dan Pedamaran 5 titik sedangkan paling sedikit ada di Kecamatan Jejawi 0 titik panas tinggi dari total keseluruhan titik panas disembilan kecamatan sebanyak 1.333 titik. Temperature permukaan tanah pada area kajian terendah 17.6°C dan temperatur tertinggi 61.7°C. Pada tanggal 29 September 2023 daerah paling parah terkena dampak kebakaran lahan berdasarkan titik api dan temperatur permukaan tanah adalah wilayah Kecamatan Pedamaran dengan luasan 7941,68 Ha disusul oleh Kecamatan Pampangan 6165,66 Ha dan terendah adalah Kecamatan Sirah Pulau Padang 496,27 Ha. Keywords : Kebakaran Lahan, Penginderaan Jauh, Land Surface Temperature
ANALISIS NILAI ZENITH TROPOSPHERIC DELAY (ZTD) CORS ULPC UNILA DENGAN METODE PRECISE POINT POSITIONING (PPP) Sari, Atika; Fajriyanto; Rahmadi, Eko; Fadly, Romi
Jurnal Tekno Global Vol. 13 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v13i01.4216

Abstract

ABSTRACT The propagation of GNSS signals from satellites orbiting at an altitude of approximately 22,000 km above the Earth's surface to the receiver must pass through the Earth's atmosphere. Within the atmospheric layers, the signals encounter numerous interferences, which are a significant source of errors in position determination using GNSS. Zenith Tropospheric Delay (ZTD) is one of these sources of signal delay errors, which can be determined using the Precise Point Positioning (PPP) method. This study utilizes GNSS data from the CORS ULPC station at the University of Lampung, as well as temperature and humidity data obtained from the Maritime Meteorological Station in Panjang. The GNSS data format used is RINEX. This research uses RINEX data from CORS ULPC for the year 2022, consisting of 20 RINEX doy (date of year) data, and for the year 2023, consisting of 19 RINEX doy data. The processing to produce ZTD values using the PPP method was carried out using an online platform, which requires additional data such as ocean tide loading data. From the processing of GNSS data, the highest ZTD value in 2022 was 2644.12204, and the highest ZTD value in 2023 was 2611.6535. For ZWD (Zenith Wet Delay), the highest value in 2022 was 377.4454, and in 2023 it was 340.9047. The correlation between ZWD values from CORS ULPC and BMKG data showed a correlation coefficient of 0.55 for 2022 and 0.58 for 2023.  Keywords : ZTD, ZWD, CORS ULPC, PPP   ABSTRAK Perambatan sinyal GNSS dari satelit yang mengorbit pada ketinggian sekitar 22.000 km di atas permukaan bumi ke receiver harus melalui lapisan atmosfer bumi, pada lapisan atmosfer bumi sinyal akan melalui banyak gangguan yang menyebabkan salah satu sumber kesalahan dalam penetuan posisi menggunakan GNSS. Zenith Tropospheric Delay (ZTD) merupakan salah satu dari sumber kesalahan dari perlambatan sinyal yang dapat ditentukan dengan menggunakan metode Precise Point Positioning (PPP). Penelitian ini menggunakan data GNSS dari stasiun CORS ULPC Universitas Lampung dan data temperature serta kelembapan yang diperoleh dari stasiun Meteorologi Maritim Panjang. Format data GNSS yang digunakan adalah RINEX, pada penelitian ini menggunakan data RINEX CORS ULPC Tahun 2022 dengan 20 data RINEX doy (date of year) dan data 2023 dengan jumlah 19 data RINEX doy. Pengolahan yang dilkukan dalam menghasilkan nilai ZTD dengan menggunakan metode PPP adalah menggunakan platform online dengan membutuhkan data tambahan berupa data ocean tide loading. Dari hasil pengolahan menggunakan data GNSS nilai ZTD tertinggi pada tahun 2022 adalah 2644, 12204 mm dan nilai ZTD tertinggi pada tahun 2023 adalah 2611,6535 mm. Pada nilai ZWD didapatkan nilai tertinggi pada tahun 2022 adalah 377,4454 mm dan pada tahun 2023 adalah sebesar 340,9047 mm. Hasil korelasi hubungan antara ZWD dari data CORS ULPC dan BMKG didapatkan  koefisien korelasi tahun 2022 sebesar 0,55 Dan pada tahun 2023 didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,58.  Kata Kunci : ZTD, ZWD, CORS ULPC, PPP
ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TAHUN 2013-2022 DI KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN GOOGLE EARTH ENGINE Novianti, TIka Christy; Armijon; Tridawati, Anggun; Samri, Ahmad Sofyan
Jurnal Tekno Global Vol. 13 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v13i01.4256

Abstract

ABSTRACT Population growth, urbanization, policy changes, economic activities, agriculture, infrastructure development, and climate change are some of the factors that can lead to land cover changes. This necessitates serious monitoring to determine the extent of land changes occurring. Semarang City is one of the cities that has undergone significant land changes. This can be seen from the substantial areas that have undergone land-use conversion. This study aims to observe land cover changes in Semarang City using Landsat 8 TOA satellite imagery analyzed through the Google Earth Engine (GEE) platform. GEE is an alternative for image processing as it simplifies the process of image analysis compared to conventional desktop-based image processing methods. The classification is performed using a machine learning algorithm with the Classification and Regression Trees (CART) method tha available in GEE. The accuracy of the classification is tested using the confusion matrix calculation. The results obtained show the accuracy of land cover change testing for the years 2013, 2016, 2019, and 2022, with kappa accuracies reaching 96.7%, 93.78%, 94.54%, and 96.04%, respectively. The effectiveness of image processing on the GEE platform shows that GEE can be used as a fast and efficient alternative for image processing. Based on the research findings, it is shown that residential areas experience significant increases every year. Therefore, the increase in residential areas has a significant impact on the surrounding environment, such as increasing urban temperatures, which reduces the comfort level of residents, especially in Semarang City.  Keywords : Land Cover, Landsat 8 Satellite Imagery, Google Earth Engine   ABSTRAK Pertumbuhan populasi, urbanisasi, perubahan kebijakan, aktivitas ekonomi, pertanian, pengembangan infrastruktur, dan perubahan iklim adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan perubahan tutupan lahan. Hal ini memerlukan pemantauan yang serius untuk melihat seberapa besar perubahan lahan yang terjadi. Kota Semarang merupakan salah satu kota yang telah banyak mengalami perubahan lahan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya wilayah yang telah beralih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan tutupan lahan di Kota Semarang dengan menggunakan data citra satelit Landsat 8 TOA yang di analisis menggunakan platform Google Earth Engine (GEE). GEE menjadi alternatif pengolahan citra karena memudahkan pengguna dalam melakukan pengolahan dan analisis citra dibandingkan dengan metode konvensional pengolahan citra berbasis desktop. Klasifikasi dilakukan dengan algoritma machine learning menggunakan metode Classification and Regression Trees (CART) yang tersedia di GEE. Uji akurasi klasifikasi dilakukan dengan menggunakan perhitungan confusion matrix. Hasilnya diperoleh uji akurasi perubahan tutupan lahan pada tahun 2013, 2016, 2019 dan 2022, akurasi kappa masing-masing mencapai 96,7%, 93,78%, 94,54%, dan 96,04%. Efektifitas pengolahan citra di platform GEE menunjukkan bahwa GEE dapat digunakan sebagai alternatif dalam pengolahan citra yang cepat dan efisien. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pemukiman mengalami kenaikan yang signifikan setiap tahun Oleh karena itu, peningkatan pemukiman memberi dampak yang signifikan terhadap lingkungan sekitar, seperti peningkatan suhu kota, yang menyebabkan tingkat kenyamanan penduduk semakin berkurang, terutama di Kota Semarang.  Keywords : Tutupan Lahan, Citra Satelit Landsat 8, Google Earth Engine.
IDENTIFIKASI BANGUNAN YANG BERADA DALAM KAWASAN SEMPADAN SUNGAI MUSI (BANGUNAN STATUS QUO) KOTA PALEMBANG Putri, Debi Nadia; Sastra, Ahmad Ridho
Jurnal Tekno Global Vol. 13 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v13i01.4463

Abstract

ABSTRACT Palembang City is a city located in South Sumatra Province and has the status as the capital of South Sumatra Province. Palembang City is geographically crossed by the Musi River. The Musi River is iconic in the city of Palembang. This is marked by the direction of development of the Musi River bank area as a tourism area which is regulated in Palembang City Regional Regulation Number 15 of 2012 concerning Regional Spatial Planning (RTRW) of Palembang City for 2012-2032. Along with the development of Palembang City which is marked by increasing development around the banks of the Musi River, areas in the Musi Riverbank area have been used as residences or settlements by residents. This is certainly in conflict with the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing Number 28/PRT/M/2015 of 2015 concerning the Determination of River Border Lines and Lake Border Lines. Article 15 paragraph 1 states that buildings located on the riverbank are declared in "status quo" and need to be regulated by the government so that the riverbank functions properly again. This study aims to identify the number of buildings located in the Musi River area that are included in the Musi River basin using the buffer method. The results of this study obtained that the buildings located in the Musi River basin amounted to 641 buildings spread across 10 (ten) sub-districts located around the Musi River. The sub-district with the most buildings located in the river basin area is Kertapati sub-district with 301 buildings. The sub-district with the fewest buildings in the river basin area is Bukit Kecil sub-district with 7 buildings. Keywords: River Equivalent, Buffer, Status Quo   ABSTRAK Kota Palembang adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Sumatera Selatan dan berstatus sebagai ibukota dari Provinsi Sumatera Selatan. Kota palembang secara geografis dilewati sungai musi. Sungai musi merupakan iconik di kota palembang. Hal ini ditandai dengan diarahkannya pembangunan kawasan tepi sungai musi sebagai kawasan pariwisata yang diatur pada Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 15 Tahun 2012 Tentang Recana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Palembang Tahun 2012-2032. Seiring berkembangnya Kota Palembang yang ditandai dengan meningkatnya pembangunan yang ada disekitar bantaran sungai musi mengakibatkan daerah-daerah yang berada di area sempadan sungai musi dijadikan tempat tinggal atau permukiman oleh warga. Hal ini tentunya bententangan dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor 28/PRT/M/2015 Tahun 2015 Tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai Dan Garis Sempadan Danau. Pada pasal 15 ayat 1 menyatakan bangunan-bangunan yang terdapat pada sempadan sungai dinyatakan dalam “status quo” dan berlu diberlakukan penertiban oleh pemerintah agar sempadan sungai berfungsi kembali sebagaimana mestinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah bangunan yang berada dikawasan sungai musi yang masuk dalam wilayah sempadan sungai musi dengan menggunakan metode buffer. Hasil peneltian ini memperoleh bangunan yang berada pada kawasan sempadan sungai musi berjumlah 641 bangunan yang tersebar di 10 (sepuluh) kecamatan yang berada di sekitar sungai musi. Kecamatan yang paling banyak memiliki bangunan yang berada dalam kawasan sempadan sungai adalah kecamatan kertapati dengan 301 bangunan. Kecamatan yang paling sedikit memiliki bangunan di kawasan sempadan sungai adalah kecamatan bukit kecil dengan 7 bangunan. Kata Kunci : Sempadan Sungai, Buffer, Status Quo
AUDIT KESELAMATAN LALU LINTAS JALAN (STUDI KASUS: RUAS JALAN PALEMBANG - BETUNG) Renaldy, Muhammad; Nisumanti, Sartika; Puspita, Norma
Jurnal Tekno Global Vol. 13 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v13i01.2246

Abstract

ABSTRACT In general, traffic accidents that occur are caused by several factors, such as human negligence, vehicle feasibility factors, and surrounding road conditions. Accidents that often occur on the Palembang - Betung road section are caused by damaged roads, human factors, vehicle condition factors, weather conditions, and traffic signs that do not exist or are not feasible, this road section serves heavy and light traffic such as Trucks, buses, and other types of four-wheeled vehicles as well as two-wheelers for short distance transportation. In general, the road is a path used by the community to go from one place to another. However, over time, things that often happen on highways, one of which is traffic accidents that result in a problem that requires serious handling considering the impact of enormous losses on the human factor, and injuries to death can occur, as well as losses from in terms of material. Based on the accident data on the Palembang - Betung Polrestabes Banyuasin road section in the last 5 years there were 535 accidents with losses reaching Rp. 4,021,150,000,. Therefore, it is necessary to conduct road traffic safety audit research (Case study: Jalan Palembang – Betung) in the hope of producing a road safety audit to collect data on the operational stage of the road and proper handling so as to prevent or reduce the possibility of traffic accidents.  Keywords : Road, Safety Work, Traffic     ABSTRAK Secara umum kecelakaan lalu lintas yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kelalaian manusia, faktor kelayakan kendaraan, dan kondisi jalan sekitar. Kecelakaan yang sering banyak terjadi pada Ruas jalan Palembang – Betung yang disebabkan oleh jalan yang rusak, faktor manusia, faktor kondisi kendaraan, faktor kondisi cuaca, dan rambu lalu lintas yang tidak ada atau tidak layak, ruas jalan ini melayani lalu lintas berat dan ringan seperti Truk, bus, dan jenis kendaraan roda empat lainya serta roda dua untuk angkutan jarak dekat. Pada Umumnya jalan merupakan suatu jalur yang digunakan masyarakat untuk menuju ke satu tempat ke tempat lain. Namun seiring waktu hal yang sering terjadi pada jalan raya salah satunya salah satunya ialah kecelakaan beralalu lintas yang mengakibatkan suatu masalah yang membutuhkan penanganan serius mengingat berdampak terjadinya kerugian yang sangat besar pada faktor manusia,dan bisa terjadi jatuhnya korban luka hingga meninggal dunia,serta kerugian dari segi materi.Berdasarkan Data kecelakaan pada ruas jalan Palembang - Betung Polrestabes Banyuasin dalam 5 tahun terakhir terjadi 535 dengan kerugian mencapai Rp. 4.021.150.000, Maka dari itu perlu dilakukan Penelitian Audit keselamatan lalu lintas jalan (Studi kasus: Ruas jalan Palembang – Betung) dengan harapan menghasilkan Audit keselamatan jalan untuk melakukan pengumpulan data tahap operasional jalan dan penanganan yang tepat sehingga bisa mencegah maupun mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kata Kunci: Jalan, Keselamatan Kerja, Lalu Lintas
ANALISIS SPASIAL TINGKAT KEKRITISAN LAHAN PADA DAERAH RESAPAN AIR MENGGUNAKAN TEKNOLOGI GEOSPASIAL (Studi Kasus: Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung) Ramdhani, Muhammad Husni; Fajriyanto; Anisa, Rahma
Jurnal Tekno Global Vol. 13 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v13i02.4517

Abstract

ABSTRACT Kemiling is one of the sub-districts that functions as a recharge area and ecological balancer for Bandar Lampung City because there are still lots of green open spaces. However, as time goes by, green open space is decreasing because the need for housing and daily living is increasing because the population is increasing every year. If this continues to happen, it will have an impact on the condition of the water catchment areas in Kemiling District. This research aims to analyze the current conditions and the extent of critical land in water catchment areas in Kemiling District. The data used are Landsat 8 satellite images for 2014 and 2023, DEMNAS, daily rainfall data for a year at 2 rain stations, soil type data and rock type data. Land use change analysis uses the supported support vector machine (SVM) guided classification method and the rainfall infiltration processing method uses the inverse distance weight (IDW) method, then the data is weighted and combined using the overlay method. The results of this research were 5 classes of criticality of water catchment in Kemiling District, dominated by critical water catchment conditions of 710,604 Ha (38.19%), normal natural water catchment of 698,169 Ha (37.52%), water catchment starting to become critical amounting to 274,734 Ha (14.77%), good water absorption was 141,044 Ha (7.58%) and the smallest water absorption condition was very critical at 36,119 Ha (1.94%).  Keywords : Kemiling District, Water Catchment Area, Support Vector Machine, Inverse Distance Weight, Overlay.   ABSTRAK Kemiling merupakan salah satu Kecamatan yang berfungsi sebagai recharge area dan penyeimbang ekologis Kota Bandar Lampung karena masih banyak terdapat ruang terbuka hijau. Namun seiring berjalannya waktu ruang terbuka hijau itu semakin berkurang disebabkan karena kebutuhan akan tempat tinggal dan kehidupan sehari-hari meningkat karena jumlah populasi yang semakin bertambah setiap tahunnya. Hal tersebut bila terus terjadi akan berdampak pada kondisi daerah resapan air di Kecamatan Kemiling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi terkini beserta luasan dari kekritisan lahan pada daerah resapan air yang ada pada Kecamatan Kemiling.Data yang digunakan adalah citra satelit Landsat 8 tahun 2014 dan 2023, DEMNAS, data curah hujan harian dalam setahun pada 2 stasiun hujan, data jenis tanah dan data jenis batuan. Analisis perubahan penggunaan lahan menggunakan metode klasifikasi terbimbing support vector machine (SVM) dan metode pengolahan infiltrasi curah hujan menggunakan metode inverse distance weight (IDW), kemudian dilakukan skoring pembobotan data tersebut dan digabungkan menggunakan metode overlay.Hasil dari penelitian ini diperoleh 5 kelas kekritisan resapan air yang ada pada Kecamatan Kemiling dengan didominasi kondisi resapan air kritis sebesar 710.604 Ha (38,19%), resapan air normal alami sebesar 698.169 Ha (37,52%), resapan air mulai kritis sebesar 274.734 Ha (14,77%), resapan air baik sebesar 141.044 Ha (7,58%) dan yang terkecil kondisi resapan air sangat kritis sebesar 36.119 Ha (1,94%).  Kata Kunci : Kecamatan Kemiling, Daerah Resapan Air, Support Vector Machine, Inverse Distance Weight, Overlay.