cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Tekno Global
ISSN : 23386762     EISSN : 24776955     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Karya-karya ilmiah dalam jurnal Tekno Global yang pertama ini merupakan hasil dari tulisan dari Praktisi, Pakar dan dedikasi para Dosen Indo Global Mandiri yang senantiasa memiliki komitmen untuk mengembangkan Ilmu pengetahuan pada bidang Keteknikan baik dalam tataran praktis maupun teoritis sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan hidup. Meningkatan kualitas karya ilmiah dalam jurnal keteknikan merupakan suatu hal yang fundamental karena pembangunan adalah penopang berlangsungnya kehidupan sebuah negara. Jurnal Ilmiah Tekno Global diterbitkan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun pada bulan Juni dan Desember. Artikel yang diterbitkan bulan Juni diterima Dewan Redaksi paling lambat bulan Maret, dan yang diterbitkan bulan Desember diterima Dewan Redaksi paling lambat bulan September.
Articles 143 Documents
Analisis Kerusakan Jalan Pada Ruas jalan Nasional Kertosono Nganjuk Jawa Timur (Studi Kasus Km. 107+000-115+000) daiyan, Muhammad Daiyan Saputra; Nisumanti, Sartika; Amalia, Ghina
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i01.5195

Abstract

ABSTRACT Highways are transportation infrastructure that is very important in supporting land transportation as a link between regions. Apart from that, road infrastruc ture is also the lifeblood of economic, political, socio-cultural and national security defense. This research aims to determine the types of damage and differences in the percentage assessment of road damage between the Surface Distress Index method and the International Roughness Index method on the Nganjuk -kertosono National Road section KM.107+000 – 115+000. Based on the analysis and discussion of the types of damage that occurred on the Kertosono-Nganjuk KM 107+000-115+000 National Road, namely cracked crocodile skin, loose grains, longitudinal cracks, expansion, collapse, patches, block cracks, holes and grooves. The difference in the assessment of road damage conditions obtained using the Surface Distress Index method in good condition has a percentage of 0%, moderate condition is 43.75%, slightly damaged condition is 31.25% and heavily damaged condition is 25.00%, whereas International Roughness Index method with road conditions in the good category at 31.25% and road condition s in the moderate category at 68.75%. Road conditions using the SDI method are heavily damaged so reconstruction needs to be carried out and road conditions using the IRI method are moderate so routine/periodic maintenance needs to be carried out.  Keywords :. Surface Distress Index, International Roughness Index and Type of Road Damage   ABSTRAK Jalan raya merupakan infrastruktur transportasi yang sangat vital untuk mendukung mobilitas darat dan menghubungkan berbagai daerah. Selain itu, infrastruktur jalan juga berfungsi sebagai tulang punggung kehidupan ekonomi, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis kerusakan serta perbandingan persentase kerusakan jalan antara metode Surface Distress Index dan International Roughness Index) pada ruas Jalan Nasional Nganjuk-Kertosono KM 107+000 – 115+000. Berdasarkan hasil analisis, jenis-jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan ini antara lain retak kulit buaya, butiran lepas, retak memanjang, mengembang, amblas, tambalan, retak blok, lubang, dan alur. Perbedaan penilaian kondisi kerusakan jalan dengan metode Surface Distress Index  diperolehd yang termasuk dalam kategori baik tidak ada (0%), sedangkan 43,75% dalam kategori sedang, kategori rusak ringan sebesar 31,25%, dan 25,00% dalam kategori rusak berat. Sementara berdasarkan metode International Roughness Index, nilai kondisi jalan dengan kategori baik mencapai 31,25%, dan kondisi jalan dalam kategori sedang mencapai 68,75%. Berdasarkan hasil penilaian kedua metode, yang menunjukkan kondisi jalan mengalami kerusakan berat yang membutuhkan penanganan rekonstruksi adalah metode SDI, sementara penilaian dengan metode IRI menunjukkan kondisi jalan dalam kategori sedang yang memerlukan pemeliharaan rutin atau berkala.  Kata Kunci : Surface Distress Index, International Roughness Index dan Jenis kerusakan jalan
Analisa Kapasitas Ruang Parkir Palembang Icon Mall dengan Menggunakan Metode Satuan Ruang Parkir (SRP) Safiudin, Safiudin; Nisumanti, Sartika; Al Qubro, Khodijah
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i01.5196

Abstract

ABSTRACT  The presence of Palembang Icon Mall in the city centre could potentially add to the traffic jams in Palembang. This congestion occurs predominantly on holidays. The availability of parking space will be problematic when the demand is greater than the capacity of available parking space. To solve the problem, it is necessary to identify the availability of parking by analyzing the characteristics and levels of parking services in the Mall, characteristics that are analyzed such as parking volume, parking duration, parking accumulation, park index, parking turn over, and SRP. The research uses a quantitative approach with the collection of primary and secondary data by means of direct survey to the field. Based on the results of the research, it can be concluded, motorcycle and car parking in Palembang Icon Mall is a parking outside the street (off street parking), motorcycles and cars parking in Palembang Icon Mall is the parking position 900 with the island parking pattern, parking space in the Palembang Icon Mall is a private owned parking. The results of the calculation of the SRP with the approach of Formula Z, the car SRP required is 570 SRP, parking space available is 618 SRP, motorcycle SRP needed is 485 SRP and parking space is 700 SRP. From the results of such research, the parking space for motorcycles and cars is sufficient and meets the needs of parking in Palembang Icon Mall. Keywords: Parking accumulation, Parking index, Turn Over Parking    ABSTRAK  Keberadaan Palembang Icon Mall di pusat kota berpotensi menambah kemacetan di kota Palembang. Kemacetan ini terutama pada hari libur. Ketersediaan ruang parkir akan menjadi bermasalah ketika permintaan lebih besardari kapasitas ruang parkir yang tersedia. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan identifikasi ketersediaan parkir dengan menganalisis karakteristik dan tingkat pelayanan parkir di Mall tersebut, karakteristik yang dianalisis seperti volume parkir, durasi parkir, akumulasi parkir, indeks parkir, turn over parkir, dan SRP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan data primer dan sekunder dengan cara survei langsung ke lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan, parkir sepeda motor dan mobil di Palembang Icon Mall merupakan parkir di luar badan jalan (off street parking), parkir sepeda motor dan Mobil di Palembang Icon Mall merupakan posisi parkir 900 dengan pola parkir pulau, parkir sepeda motor di Palembang Icon Mall merupakan parkir yang dimiliki dan dikelola oleh swasta. hasil perhitungan SRP dengan pendekatan Rumus Z, SRP mobil yang dibutuhkan yaitu sebesar 570 SRP, ruang parkir tersedia sebesar 618 SRP, SRP sepeda motor yang dibutuhkan yaitu sebesar 485 SRP, ruang parkir tersedia sebesar 700 SRP, dari hasil penelitian tersebut maka ruang parkir sepeda motor dan mobil cukup memadai dan memenuhi kebutuhan parkir di Palembang Icon Mall. Kata Kunci: Akumulasi Parkir, Indeks Parkir, Turn Over Parkir
Studi Kelayakan Jalan Lingkar Pangkal Pinang – Batu Bariga Sadai Indra, Indra Jaya Putra; Nisumanti, Sartika; Baniva, Ratih
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i01.5218

Abstract

ABSTRACT The construction of proper road infrastructure is very important to support the economic growth of an area. The spatial planning set by the Provincial Government of the Bangka Belitung Islands plans the construction of the Pangkalpinang – Batu Beriga – Sadai Ring Road. The availability of an adequate road network is expected to help open up the isolation of border areas, thereby improving accessibility and increasing the mobility of the population. This road segment is an important access route for the island region to the Toboali harbor and tourist attractions such as Tanjung Berikat beach and Toboali harbor. The purpose of this research is to analyze the economic and financial feasibility of this road segment by calculating the difference between BOK (Vehicle Operation Cost) and NK (Time Value and Time Saving). The economic aspect is analyzed based on the benefit-cost ratio (BCR) and net present value (NPV) parameters as a feasibility reference. From the analysis results, the recap of the Benefit Cost Ratio value is 10% = 764.32 Benefit Cost Ratio 12% = 782.74 Benefit Cost Ratio 15% = 782.68 IRR 10% = 12.36 IRR 12% = 14.62 IRR 15% = 14.60 NPV 10% = Rp. 1.442.849.450.375.310 NPV 12% Rp.1.410.952.049.481.800 NPV 15% = Rp.1.362.851.291.513.830. Keywords: BOK, Time Value, Net Present Value   ABSTRAK Pembangunan infrastruktur jalan yang tepat sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Rencana tata ruang yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merencanakan pembangunan Jalan Lingkar Pangkalpinang – Batu Beriga – Sadai. Tersedianya jaringan jalan yang memadai diharapkan dapat membantu membuka keterisolasian daerah perbatasan, sehingga dapat membuka aksesibilitas, meningkatkan mobilitas penduduk. Ruas jalan ini merupakan akses penting daerah kepulauan  menuju pelabuahan Toboali serta objek wisata seperti pantai Tanjung Berikat dan  pelabuhan Toboali. Tujuan penelitian ini  menganalisis kelayakan Ekonomi  dan finansial pada ruas jalan ini dengan menghitung dihitung berdasarkan selisih BOK (Biaya Operasional Kendaraan/Vehicle Operation Cost) dan NK (Nilai Waktu dan Time Saving). Adapun menganalisis aspek ekonomi berdasarkan paramater benefit cost ratio (BCR) dan net present value (NPV) sebagai acuan kelayakan. Dari hasil analisis didapatkan rekapitulasi nilai Benefid Cost Ratio 10% = 764,32 Benefid Cost Ratio 12% = 782,74 Benefid Cost Ratio 15%= 782,68 IRR 10% = 12,36 IRR 12% = 14,62 IRR 15%= 14,60 NPV 10% = Rp. 1.442.849.450.375.310 NPV 12% Rp.1.410.952.049.481.800 NPV 15% = Rp.1.362.851.291.513.830 Kata Kunci: BOK, Nilai Waktu, Net Present Value.
Distribusi Spasial Kesehatan Mangrove Pada Citra Satelit Multitemporal Sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim tridawati, anggun; Armijon, Armijon; Sari, Atika; Darmawan, Soni
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i01.5300

Abstract

ABSTRACT Mangrove forests are coastal ecosystems that play a strategic role in climate change mitigation through shoreline protection, blue carbon storage, and the provision of ecosystem services. Periodic monitoring of mangrove health is essential to support sustainable management and ecosystem restoration. This study aims to map the spatial distribution and analyze the dynamics of mangrove health in Labuhan Maringgai District, East Lampung Regency, Lampung Province, using Sentinel-2A imagery from 2015, 2016, 2017, 2018, 2020, and 2023. Mangrove health was assessed using the Mangrove Health Index (MHI), developed from four vegetation indices: Normalized Burn Ratio (NBR), Green Chlorophyll Index (GCI), Structure Insensitive Pigment Index (SIPI), and Atmospherically Resistant Vegetation Index (ARVI). Validation of annual mangrove spatial distribution using a confusion matrix resulted in an overall accuracy (OA) ranging from 90% to 94%. The results show a significant increase in the area of mangroves in the good health category from 1.73 ha (2015) to 540.04 ha (2023), accompanied by a decrease in the poor health category from 138.64 ha to 21.34 ha. Fluctuations in the moderate health category reflect natural growth dynamics and the influence of anthropogenic activities. These findings highlight the role of adaptive, multi-temporal spatial data-based management in maintaining mangrove health and prioritizing restoration in areas classified as poor. Keywords : mangrove health index, mangrove, vegetation index   ABSTRAK Hutan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki peran strategis dalam mitigasi perubahan iklim melalui perlindungan garis pantai, penyimpanan karbon biru, dan penyediaan jasa ekosistem. Pemantauan kesehatan mangrove secara periodik sangat penting untuk mendukung pengelolaan berkelanjutan dan restorasi ekosistem. Penelitian ini bertujuan memetakan distribusi spasial dan menganalisis dinamika kesehatan mangrove di Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Provinsi Lampung, menggunakan citra Sentinel-2A tahun 2015, 2016, 2017, 2018, 2020, dan 2023. Kesehatan mangrove dihitung menggunakan Mangrove Health Index (MHI) yang dibangun dari empat indeks vegetasi, yaitu Normalized Burn Ratio (NBR), Green Chlorophyll Index (GCI), Structure Insensitive Pigment Index (SIPI), dan Atmospherically Resistant Vegetation Index (ARVI). Validasi distribusi spasial mangrove setiap tahun menggunakan confusion matrix menghasilkan tingkat akurasi keseluruhan (OA) antara 90–94%. Hasil penelitian menunjukkan tren peningkatan signifikan luas mangrove kategori kesehatan baik dari 1,73 ha (2015) menjadi 540,04 ha (2023), diikuti penurunan luas kategori buruk dari 138,64 ha menjadi 21,34 ha. Fluktuasi pada kategori sedang menunjukkan dinamika pertumbuhan alami dan pengaruh aktivitas antropogenik. Temuan ini menegaskan peran pengelolaan adaptif berbasis data spasial multi-temporal untuk mempertahankan kesehatan mangrove serta memprioritaskan restorasi pada area berkategori buruk. Kata Kunci : mangrove health index, mangrove, indeks vegetasi
Analisis Metode Percepatan Pekerjaan Pondasi Borepile Berbasis Time Cost Trade off Proyek Tower Merial Jakarta Wahyudi, Eko; Girsang, Hamonangan
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i01.5342

Abstract

ABSTRACT Construction project delays are common and often stem from various factors. Early detection and evaluation methods, such as Earned Value Management, can help mitigate these delays. This study focuses on the borepile foundation work for the Merial Tower Building, executed by PT. Adhi Karya, Tbk. and PT. Adhi Persada Gedung, which experienced a 1.090% deviation from its initial schedule.. So, it is necessary to accelerate so that the borepile foundation work can be completed according to plan. The purpose of this study is to determine the magnitude of the change in time and cost of the borepile foundation work for the acceleration alternative by adding working hours and the number of heavy equipment. The method used in this study is analysis and evaluation using the Time Cost Trade Off method, where the data collection process begins with the implementation of field observations to determine the project overview, work methods, and heavy equipment time cycles. In addition, secondary data related to the project was collected, including schedules, RAB, unit price analysis, number of workers, and number of heavy equipment. The analysis carried out using the Time Cost Trade Off method will compare costs and time, as normal, according to the initial plan and after acceleration. Under normal conditions, the required implementation duration is 132 days with a total cost of Rp 37,819,634,071.25. After an acceleration analysis with additional working hours, the implementation duration is 107 days with a total cost of Rp 38,064,956,631.98. In the acceleration with the addition of heavy equipment, the implementation duration is 126 days with a total cost of Rp 39,737,437,364.44. In the acceleration with the addition of working hours and heavy equipment, the duration is 87 days with a total cost of Rp 38,990,904,620.72. Based on the results of the Time Cost Trade Off analysis, the acceleration that produces optimum costs and time is acceleration by increasing working hours. However, if based on the completion target with a duration of 104 days, the most appropriate acceleration analysis is a combination of adding working hours and adding work equipment with a set of drilling equipment. Keywords : Acceleration, Cost, Time, Trade Off, Project   ABSTRAK Keterlambatan dalam proyek konstruksi sering terjadi dan dapat dideteksi lebih awal menggunakan metode Earned Value Management. Salah satu kasusnya adalah proyek pondasi borepile Gedung Merial Tower oleh PT. Adhi Karya, Tbk. dan PT. Adhi Persada Gedung yang mengalami deviasi waktu sebesar 1,090% dari rencana awal. Hal ini memerlukan adanya percepatan sehingga pekerjaan pondasi borepile dapat selesai sesuai dengan rencana. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui besarnya perubahan waktu dan biaya pekerjaan pondasi borepile atas alternatif percepatan dengan penambahan jam kerja dan  jumlah alat berat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis dan evaluasi dengan menggunakan metode Time Cost Trade Off dimana proses pengumpulan data diawali dengan pelaksanaan observasi di lapangan untuk mengetahui overview proyek, metode pekerjaan dan time cycle alat berat. Selain itu dilakukan pengumpulan data sekunder terkait proyek antara lain schedule, RAB, analisis harga satuan, jumlah tenaga kerja, jumlah alat berat. Analisis yang dilakukan  dengan menggunakan metode Time Cost Trade Off  akan dilakukan  membandingkan  biaya dan waktu, normal sesuai rencana awal maupun setelah dilakukan percepatan. Pada kondisi normal, durasi pelaksanaan yang diperlukan selama 132 hari dengan total biaya sebesar Rp 37.819.634.071,25. Setelah dilakukan analisis percepatan dengan penambahan jam kerja, diperoleh durasi pelaksanaan sebesar 107 hari dengan total biaya sebesar Rp 38.064.956.631,98. Pada percepatan dengan penambahan alat berat diperoleh durasi pelaksanaan sebesar 126 hari dengan total biaya  sebesar Rp 39.737.437.364,44. Pada percepatan dengan penambahan jam kerja dan alat berat diperoleh durasi 87 hari dengan total biaya sebesar Rp 38.990.904.620,72. Berdasarkan hasil analisis Time Cost Trade Off, percepatan yang menghasilkan biaya dan waktu optimum adalah percepatan dengan menambah waktu kerja. Namun, jika berdasarkan target penyelesaian dengan durasi 104 hari, analisis percepatan yang paling sesuai adalah kombinasi penambahan jam kerja dan penambahan peralatan kerja dengan satu set peralatan pengeboran. Kata Kunci : Percepatan, Waktu, Biaya, Trade Off, Proyek.
Tingkat Kenyamanan Jalur Pedestrian di Jalan Merdeka Kota Palembang Sastika, Anta; Ali, Raden Ahmad Nur; Agustin, Akira Dwi
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i02.5262

Abstract

ABSTRACT A pedestrian path is a facility or space designated for pedestrians to engage in activities, serving as a dedicated circulation area for pedestrians that follows the main road. As a public space designed specifically for pedestrians, pedestrian paths should provide comfort and safety. Pedestrian paths must meet comfort standards for pedestrians and comply with applicable regulations. In reality, many pedestrian paths do not meet the requirements, such as pedestrian width, pedestrian facilities, pedestrian surfaces, or the conversion of pedestrian paths to other uses. This condition affects the safety and comfort of users. Comfort and safety factors on pedestrian paths are important elements that must be provided. This study aims to determine the level of comfort of pedestrian users on Merdeka Street in Palembang. This study uses a quantitative descriptive method to analyze the obtained data. The measurement of comfort is conducted on people who have crossed or passed through the street using the variables of spatial comfort, visual comfort, thermal comfort, and odor comfort. The results of this study show that pedestrian users on Merdeka Street in Palembang do not feel comfortable. Therefore, it is necessary to improve pedestrian infrastructure to support safe and comfortable pedestrian mobility. This study also suggests the need for enforcement of regulations regarding the use of pedestrian paths and the involvement of active community participation in maintaining the cleanliness and order of pedestrian paths.  Keywords: Pedestrian Path, Comfortable, Public Space   ABSTRAK Jalur pedestrian merupakan sarana atau ruang untuk kegiatan pejalan kaki melakukan aktivitas berupa ruang sirkulasi khusus pejalan kaki yang mengikuti ruas jalan raya. Jalur pedestrian sebagai ruang publik yang dirancang khusus bagi pejalan kaki sudah seharusnya dapat memberikan kenyamanan dan keamanan. Jalur pedestrian harus memenuhi unsur kenyamanan bagi pejalan kaki serta memenuhi kaidah-kaidah serta peraturan yang berlaku. Kenyataannya banyak terdapat jalur-jalur pedestrian yang tidak memenuhi syarat seperti lebar pedestrian, fasilitas pedestrian, permukaan pedestrian maupun alih fungsi dari pedestrian. Kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap keamanan dan kenyamanan bagi penggunanya. Faktor kenyamanan dan keamanan pada jalur pedestrian merupakan unsur penting yang harus disediakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan pengguna pedestrian di ruas jalan Merdeka Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk menganalisis data yang diperoleh. Pengukuran kenyamanan ini dilakukan kepada masyarakat yang melintas atau pernah melintas di jalan tersebut melalui variable kenyamanan ruang, kenyamanan visial, kenyamanan thermal dan kenyamanan odor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna jalur pedestrian di jalan Merdeka Palembang belum merasa nyaman. Oleh karena itu dapat diberikan rekomendasi  perbaikan infrastruktur pedestrian untuk mendukung mobilitas pejalan kaki yang aman dan nyaman. Penelitian ini juga menyarankan perlu adanya penegakan aturan terkait penggunaan jalur pedestrian dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ketertiban jalur pedestrian.  Keywords: Pedestrian, Kenyamanan, Pejalan Kaki 
Perbandingan Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Berdasarkan Hasil Uji Sondir Dan Menggunakan Data laboratorium Markin, Royhan Alpasya; Nurmeyliandari, Revianty; Amalia, Ghina
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i02.5459

Abstract

ABSTRACT Lubuk Mumpo village is planned to build a bridge connecting the 2 villages. The construction of the bridge is planned to use precast pile foundations with a diameter of 40 cm. The bearing capacity value of the pile foundation needs to be known for construction planning. Therefore, testing the bearing capacity of pile foundations needs to be carried out before construction begins. The research was carried out with the aim of knowing the comparison of the bearing capacity values ​​of pile foundations using sondir and laboratory data. In this research, the method used is an approach to the results of the physical and mechanical properties of the soil and an experimental method. The results of the research that has been carried out show that the value of the bearing capacity of the pile foundation in laboratory data has a more stable value compared to using sondir data, with the value of the bearing capacity of the pile foundation on soil A being 1817.969 tonnes using sondir data and 2027.4 tons using lab data. On land B the total value was 1565.555 tonnes while laboratory data was 2021.18 tonnes. The difference in the values ​​obtained is caused by the different coefficient values ​​used for each method. This research was carried out to help determine a more accurate method for calculating bearing capacity, so that foundation design can be optimized for cost efficiency and structural safety.  Keywords: Bridge, Bearing Capacity, Sondir   ABSTRAK Desa Lubuk Mumpo direncanakan membangun suatu jembatan yang menghubungkan antara 2 (dua) desa. Pembangunan jembatan direncanakan menggunakan pondasi tiang pancang pracetak berdiameter 40 cm. Nilai daya dukung pondasi tiang pancang perlu diketahui untuk perencanaan konstruksi. Oleh sebab itu pengujian daya dukung pondasi tiang pancang perlu dilakukan sebelum suatu konstruksi dimulai. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan nilai daya dukung pondasi tiang pancang dengan menggunakan data sondir dan laboratorium. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode pendekatan hasil sifat fisik serta mekanis tanah dan metode eksperimental. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapat bahwa nilai daya dukung pondasi tiang pancang pada data laboratorium memiliki nilai yang lebih stabil dibanding dengan menggunakan data sondir, dengan nilai daya dukung pondasi tiang pancang pada tanah A 1817,969 ton dengan menggunakan data sondir dan 2027,4 ton menggunakan data lab. Pada tanah B total nilai sebesar 1565,555 ton sedangkan data laboratorium 2021,18 ton. Perbedaan nilai yang diapat ini disebabkan oleh nilai koefisen yang digunakan berbeda setiap metode. Penelitian ini dilakukan agar dapat membantu dalam menentukan metode yang lebih akurat untuk perhitungan daya dukung, sehingga desain pondasi dapat dioptimalkan untuk efisiensi biaya dan keamanan struktural.  Kata Kunci: Jembatan, Daya Dukung, Sondir
Identifikasi Kondisi Kualitas Air Bendungan Selorejo Tahun 2021 – 2024 Menggunakan Citra Sentinel-2A Putri, Jewelry Naurel Ekkleisan Nirwana; Arafah, Feny; Purwanto, Hery
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i02.5637

Abstract

ABSTRACT Selorejo Dam is a reservoir located in Ngantang District, Malang Regency, which serves as one of the tourist destinations and provides a source of livelihood for the surrounding communities. The increasing human activities around the reservoir have raised concerns about a decline in water quality, as evidenced by the proliferation of water hyacinth and a mass fish mortality incident that occurred in July 2021. This study aims to identify the water quality conditions of Selorejo Reservoir from 2021 to 2024, evaluate the accuracy of the results derived from image processing and field data in 2024, and assess its pollution status based on Total Suspended Solids (TSS), Dissolved Oxygen (DO), and water clarity. The identification was conducted using Sentinel-2A imagery from 2021–2024, combined with TSS, DO, and water clarity data collected directly in the field. The water quality status of Selorejo Reservoir over the 2021–2024 period exhibited significant dynamics. According to the Pollution Index, in 2021, 66.67% of the observation points met the quality standards, while 33.33% were classified as lightly polluted. The condition worsened in 2022, with 100% of the observation points classified as lightly polluted. In 2023, the proportion of points meeting quality standards increased to 42.86%, while 57.14% remained classified as lightly polluted. In 2024, the condition declined further, with only 14.29% of points meeting quality standards and 85.71% classified as lightly polluted. The identification of water quality parameter conditions based on their intended use indicated that throughout 2021–2024, TSS and DO generally fell within Class I, whereas water clarity was within Class III. This suggests that the overall water quality of Selorejo Reservoir is classified as Class III, making it suitable for fish farming, livestock, and agricultural irrigation. The accuracy assessment of the 2024 data revealed that the algorithm used in this study demonstrated satisfactory performance, with RMSE and NMAE values below 30%. This study recommends the implementation of comprehensive and sustainable water quality management efforts to ensure that the water quality of Selorejo Reservoir is well-maintained.  Keywords: Selorejo Dam, Clarity Water, Water Quality, Dissolved Oxygen, Sentinel-2A, Total Suspended Solid   ABSTRAK Bendungan Selorejo merupakan bendungan yang terletak di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, yang menjadi salah satu destinasi wisata dan juga dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk mata pencaharian. Aktivitas manusia yang semakin meningkat di sekitar kawasan bendungan, memunculkan kekhawatiran terhadap penurunan kualitas air yang ditandai dengan kondisi perairan yang dipenuhi enceng gondok dan terjadinya insiden kematian ikan secara massal pada bulan Juli 2021. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi kondisi kualitas air Bendungan Selorejo pada tahun 2021–2024, mengevaluasi tingkat akurasi hasil pengolahan citra dan data lapangan tahun 2024, serta mengetahui status pencemaran air berdasarkan parameter Total Suspended Solid (TSS), Dissolved Oxygen (DO), dan kecerahan air. Identifikasi dilakukan dengan memanfaatkan data citra Sentinel-2A tahun 2021-2024 dan data TSS, DO, kecerahan yang diambil langsung dilapangan. Kondisi kualitas perairan Bendungan Selorejo selama periode 2021–2024 menunjukkan dinamika yang signifikan. Status Indeks Pencemaran mengindikasikan bahwa pada tahun 2021, sebanyak 66,67% titik pengamatan sesuai baku mutu, sedangkan 33,33% tergolong cemar ringan. Kondisi memburuk pada tahun 2022, dengan seluruh titik pengamatan (100%) berada dalam kategori cemar ringan. Tahun 2023 menunjukkan jumlah titik yang sesuai baku mutu meningkat menjadi 42,86%, sementara 57,14% lainnya masih tergolong cemar ringan. Tahun 2024 menunjukkan penurunan lebih lanjut, dengan hanya 14,29% titik yang sesuai baku mutu dan 85,71% tergolong cemar ringan. Identifikasi kondisi parameter kualitas air berdasarkan peruntukannya menunjukkan bahwa selama tahun 2021 – 2024, nilai TSS dan DO secara umum berada pada kelas I, sedangkan kecerahan berada pada kelas III. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan kondisi kualitas air Bendungan Selorejo berada pada kelas III, yaitu dapat digunakan sebagai tempat budidaya ikan, peternakan dan pertanian. Hasil uji akurasi terhadap data tahun 2024 menunjukkan bahwa algoritma yang digunakan dalam penelitian ini memiliki tingkat akurasi yang baik, dengan nilai RMSE yang baik dan NMAE kurang dari 30%. Penelitian ini merekomendasikan perlunya upaya pemeliharaan kualitas air yang komprehensif dan berkelanjutan, sehingga kondisi kualitas air di Bendungan Selorejo tetap terjaga.  Kata Kunci : Bendungan Selorejo, Kecerahan Air, Kualitas Air, Oksigen Terlarut, Sentinel-2A, Total Suspended Solid
Analisis Implementasi Penentuan Tingkat Risiko dan Kebutuhan Personel Keselamatan Konstruksi di Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Palembang Kelana, Hendra; Avicenna; Arie Anggara
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i02.5924

Abstract

ABSTRACT In response to the serious issue of workplace accidents, particularly in Indonesia's construction sector, this study examines the effectiveness of Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Focusing on the Palembang City Wastewater Treatment Plant Project, Package A3, the research uses a qualitative case study to analyze the HIRARC process. It investigates the link between identified risk levels and the number of safety personnel assigned to the project. Data were gathered from secondary documents (HIRARC documents and engineering estimates) and primary data from in-depth interviews with key project personnel, including Quantity Surveyors, HSE Engineers, and HSE Inspectors. The findings confirmed the project's classification as "High-Risk" with an initial risk score of 17.78, aligning with Permen. PUPR 10/2021. The HIRARC method proved effective at systematically identifying various hazards (physical, chemical, biological, ergonomic, and psychological) through a multi-risk identification method for workers, equipment, materials, the environment, and the public, and substantially reducing risk after controls were implemented. The study also validates HIRARC as an objective basis for determining the need for safety personnel. However, a discrepancy was noted between the number of allocated personnel and regulatory requirements. This was clarified through interviews, where the company explained its use of multi-skilled personnel with additional training to justify the allocation. The study also aims to improve safety practices in similar projects, and recommends training to enhance skills in risk management.  Keywords : Case study, Palembang City Wastewater Treatment Plant, IBPRP, Construction safety personnel, OHS personnel needs   ABSTRAK Menanggapi isu serius kecelakaan kerja, khususnya di sektor konstruksi Indonesia, studi ini mengkaji efektivitas Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Pengendalian Risiko dan Peluang (IBPRP). Dengan fokus pada Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Palembang, Paket A3, penelitian ini menggunakan studi kasus kualitatif untuk menganalisis proses IBPRP. Penelitian ini menginvestigasi hubungan antara tingkat risiko yang teridentifikasi dan jumlah personel keselamatan yang dialokasikan pada proyek. Data dikumpulkan dari dokumen sekunder (dokumen IBPRP dan estimasi teknik) serta data primer dari wawancara mendalam dengan personel kunci proyek, termasuk Quantity Surveyors, HSE Engineers, dan HSE Inspectors. Temuan penelitian mengonfirmasi klasifikasi proyek sebagai "Risiko Besar" dengan skor risiko awal rata-rata 17,78, sesuai dengan Permen. PUPR 10/2021. Metode IBPRP terbukti efektif dalam mengidentifikasi berbagai bahaya secara sistematis (fisik, kimia, biologi, ergonomis, dan psikologis) melalui pendekatan identifikasi multi-risiko terhadap pekerja, peralatan, material, lingkungan, dan publik, serta secara signifikan mengurangi risiko setelah pengendalian diterapkan. Studi ini juga memvalidasi IBPRP sebagai dasar objektif untuk menentukan kebutuhan personel keselamatan. Namun, ditemukan adanya ketidaksesuaian antara jumlah personel yang dialokasikan dengan persyaratan regulasi. Hal ini diklarifikasi melalui wawancara, di mana perusahaan membenarkan keputusan tersebut dengan menempatkan personel multi-fungsi yang memiliki pelatihan tambahan. Studi ini juga bertujuan untuk meningkatkan praktik keselamatan dalam proyek serupa, dan merekomendasikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dalam manajemen risiko. Kata Kunci : Studi kasus, Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Palembang, IBPRP, Personel Keselamatan Konstruksi, Kebutuhan personel K3
Faktor Dominan Penyebab keterlambatan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan West Village Tahap-2 Aji , Abdillah Bambang Seno; Girsang, Hamonangan; Nusantara, Zakky Wasthon
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i02.5938

Abstract

ABSTRACT Construction projects are highly restrictive in terms of time, cost, and quality. Therefore, careful planning is required from all aspects to ensure smooth implementation. However, in practice, delays are often found, causing additional time and costs. As in a study conducted on the West Village Phase 2 Development Work in Bumi Serpong Damai, there was a cumulative deviation of 8.629% in the 14th week, where actual progress was only 39.958% compared to the planned 48.587%. This study aims to analyze the dominant factors causing project delays. The delay variables reviewed are occupational safety, occupational health, and worker performance sourced from previous research articles and other references. The method used is a quantitative approach by distributing questionnaires to 50 project stakeholders. From the results of the data obtained through the respondent questionnaire, data analysis was then continued using the SPSS version 27 application program. The results showed that the dominant factor influencing delays was the lack of construction materials with a factor test value of 99.4%. The shortage of construction materials on site during the installation schedule underscores the need for thorough supply chain and logistics management to ensure the availability of materials on site during the project. This can minimize the risk of delays and potential disputes. The results of this study are expected to provide practical benefits for construction actors in planning construction material management and alternatives to mitigate potential risks. It also enriches academic studies on factors contributing to construction project delays and provides lessons learned through mitigation measures during the planning process.  Keywords : Delay; Dominant; Factor; Construction; Project   ABSTRAK Proyek konstruksi  yang sangat ketat terhadap  batasan waktu, biaya, serta mutu yang telah ditetapkan. Sehingga  diperlukan perencanaan yang matang dari semua aspek untuk menjamin kelancaran dalam pelaksanaan. Namun dalam praktiknya sering ditemukan keterlambatan  yang menyebabkan penambahan waktu maupun biaya. Seperti pada penelitian yang dilakukan   pada Pekerjaan Pembangunan West Village Tahap 2 di Bumi Serpong Damai,  mengalami deviasi kumulatif keterlambatan sebesar 8,629% pada minggu ke-14, di mana progres aktual hanya 39,958% dibandingkan rencana 48,587%.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan penyebab keterlambatan proyek dengan variabel keterlambatan yang ditinjau adalah keselamatan kerja, kesehatan kerja dan kinerja pekerja yang bersumber dari artikel penelitian terdahulu serta refensi lainnya. Metode yang digunakan adalah  menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada stake holder proyek yang berjumlah 30 responden. Dari hasil data yang diperoleh lewat kuisioner responden kemudian dilanjutkan dengan  analisis data melalui program aplikasi SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan yang memengaruhi keterlambatan adalah kekurangan material konstruksi dengan nilai uji faktor sebesar  99,4%. Kekurangan material konstruksi dilapangan pada saat jadwal pemasangan  menggarisbawahi perlunya dilakukan pengelolaan terhadap rantai pasok dan manajemen logistik yang matang agar dalam pelaksanaan pekerjaan ketersediaan material ada di lapangan. Hal ini dapat meminimalis  risiko keterlambatan serta potensi sengketa yang mungkin terjadi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis bagi pelaku konstruksi untuk merencanakan dengan baik pengelolaan material konstruksi serta alternatif lain yang akan diambil dengan memitigasi risiko yang terjadi. Dan sekaligus memperkaya kajian akademis mengenai faktor keterlambatan proyek konstruksi serta menjadi pembelajaran dengan melakukan mitigasi di saat perencanaan berlangsung.  Kata Kunci : Dominan; Faktor; Konstruksi; Proyek; Terlambat