cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 889 Documents
KINERJA SEISMIK SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN BEBAN GRAVITASI DENGAN SCWB DAN WCSB PADA GEDUNG BAJA 5 LANTAI Setiawan, Aji; Prabowo, Andy; Leman, Sunarjo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.35932

Abstract

This study reviews the performance of the special moment resisting frame (SMRF) structure of steel structure buildings using highly ductile member (HDM) steel profiles in high seismic areas against gravity loads as a 'baseline' before further seismic analysis is carried out aimed at evaluating the performance level, how many performance points, collapse patterns, and capacity curves. This study conducted structural modeling into 4 models, model 1 was designed using joint placement and strong column weak beam (SCWB) steel profiles. Model 2 was designed using clamped placement and SCWB steel profiles. Model 3 was designed using joint placement and weak column strong beam (WCSB) steel profiles. Model 4 was designed using clamped placement and WCSB steel profiles. Then from the four models, a pushover analysis was carried out to compare the performance of the building structure which model is better. Through the performance evaluation method, namely the capacity spectrum method (CSM), the results of the study show that model 2 shows the best balance between stiffness and the highest capacity and maintains high elastic and strength performance, making it the most efficient and safe design choice. Abstrak Penelitian ini meninjau kinerja struktur sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK) bangunan struktur baja menggunakan profil baja highly ductile member (HDM) di wilayah seismik tinggi terhadap beban gravitasi sebagai 'baseline' sebelum dilakukan analisis seismik lebih lanjut bertujuan untuk evaluasi level kinerja, berapa performance point, pola runtuh, dan kurva kapasitas. Penelitian ini dilakukan pemodelan struktur menjadi 4 model, model 1 dirancang menggunakan perletakan sendi serta profil baja strong column weak beam (SCWB). Model 2 dirancang menggunakan perletakan jepit serta profil baja SCWB. Model 3 dirancang menggunakan perletakan sendi serta profil baja weak column strong beam (WCSB). Model 4 dirancang menggunakan perletakan jepit serta profil baja WCSB. Kemudian dari keempat model tersebut dilakukan analisis pushover untuk membandingkan kinerja struktur bangunan model mana yang lebih baik. Melalui metode evaluasi kinerja yaitu capacity spectrum method (CSM), hasil penelitian bahwa pada model 2 menunjukkan keseimbangan terbaik antara kekakuan dan kapasitas tertinggi serta mempertahankan kinerja elastis dan kekuatan yang tinggi sehingga menjadikannya pilihan desain yang paling efisien dan aman.
ANALISIS PERKUATAN RANGKA STRUKTUR BETON BERTULANG MENGGUNAKAN DINDING STRUKTUR DENGAN MIDAS FEA NX Sukanto, Andre; Christianto, Daniel; Leman, Sunarjo; Leo, Edison
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.36751

Abstract

The addition of reinforced concrete walls is an effective reinforcement solution for reinforced concrete structures. However, openings for architectural and mechanical purposes are unavoidable. This study aims to validate the accuracy of the Finite Element Method (FEM) using MIDAS FEA NX in predicting the structural behavior of walls with openings, as well as analyzing the effect of variations in the ratio of wider openings. Numerical modeling uses material properties and dimensions identical to experimental research on a 1/3 scale. Four models were validated (REF, FRCSS, HRCSS-1, HRCSS-2) with simulation results differing from the laboratory by 0.92%-3.47%. The model uses smeared crack concrete for concrete and von Mises for steel reinforcement. The results show that adding structural wall reinforcement increases the lateral load capacity up to 14 times (from 23.57 kN to 333.12 kN). However, increasing the opening ratio from 0% to 10.3%, 15%, and 20% reduced the structural capacity by 29.29%, 31.14%, and 38.04%, respectively. This study provides guidance on the optimal opening range for practical design in high seismic zones, especially in Indonesia. Abstrak Penambahan dinding struktur beton bertulang merupakan solusi perkuatan efektif pada struktur beton bertulang. Namun, keberadaan bukaan untuk keperluan arsitektural dan mekanikal tidak dapat dihindarkan. Penelitian ini bertujuan memvalidasi akurasi Metode Elemen Hingga (FEM) menggunakan MIDAS FEA NX dalam memprediksi perilaku struktural dinding dengan bukaan, serta menganalisis pengaruh variasi rasio bukaan yang lebih luas. Pemodelan numerik menggunakan properti material dan dimensi identik dengan penelitian eksperimental  pada skala 1/3. Empat model divalidasi (REF, FRCSS, HRCSS-1, HRCSS-2) dengan perbedaan hasil simulasi terhadap laboratorium berkisar 0,92%-3,47%. Model menggunakan smeared crack concrete untuk beton dan von Mises untuk baja tulangan. Hasil menunjukkan penambahan perkuatan dinding struktur meningkatkan kapasitas beban lateral hingga 14 kali lipat (dari 23,57 kN menjadi 333,12 kN). Namun, peningkatan rasio bukaan dari 0% menjadi 10,3%, 15%, dan 20% menurunkan kapasitas struktural masing-masing sebesar 29,29%, 31,14%, dan 38,04%. Penelitian ini memberikan panduan rentang bukaan optimal untuk desain praktis di zona seismik tinggi khususnya di Indonesia.
ANALISIS PERKUATAN FERROCEMENT TERHADAP SAMBUNGAN BALOK KOLOM MENGGUNAKAN MIDAS FEA Sandjaya, Arif; Leman, Sunarjo; Saputra, Nichoulas Bagas Aryobimo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.36752

Abstract

This study evaluates the structural behavior of reinforced concrete beam–column joints strengthened with ferrocement using nonlinear finite element analysis performed in MIDAS FEA. Beam–column joints are critical regions in reinforced concrete structures, particularly under seismic loading, where strength and ductility demands are significant. Five numerical models were analyzed, consisting of one unstrengthened control model and four strengthened models with variations in wire mesh diameter, number of wire mesh layers, and mortar compressive strength. The analysis focused on the load–displacement response, ultimate load capacity, ductility, and failure mechanisms of the joints. The results show that ferrocement strengthening significantly improves joint performance by increasing the initial cracking load and ultimate load by approximately 35–40% compared to the unstrengthened model. Among the strengthened configurations, the model with higher mortar compressive strength (fc45) exhibited the highest ultimate capacity and ductility, accompanied by a more stable post-cracking response and delayed crushing of the core concrete. Overall, the findings confirm that ferrocement is an effective strengthening technique for enhancing the strength, ductility, and crack control of reinforced concrete beam–column joints, with mortar compressive strength having a more dominant influence than the number of wire mesh layers. Abstrak Penelitian ini mengevaluasi perilaku struktural sambungan balok–kolom beton bertulang yang diperkuat menggunakan ferrocement melalui analisis elemen hingga nonlinier dengan perangkat lunak MIDAS FEA. Sambungan balok–kolom merupakan elemen kritis dalam struktur beton bertulang, khususnya terhadap beban gempa, sehingga peningkatan kapasitas dan daktilitasnya menjadi aspek yang penting. Dalam penelitian ini dianalisis lima model numerik, yang terdiri dari satu model tanpa perkuatan sebagai pembanding dan empat model dengan perkuatan ferrocement yang divariasikan berdasarkan diameter wiremesh, jumlah lapisan wiremesh, serta mutu mortar. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi respons beban–perpindahan, kapasitas ultimit, daktilitas, serta mekanisme keruntuhan sambungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa perkuatan ferrocement mampu meningkatkan beban retak awal dan kapasitas ultimit sambungan hingga sekitar 35–40% dibandingkan dengan model tanpa perkuatan. Model dengan mutu mortar lebih tinggi (fc45) menunjukkan kinerja terbaik dengan kapasitas ultimit dan daktilitas tertinggi, disertai mekanisme keruntuhan berupa crushing beton inti yang terjadi secara lebih terkendali. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa ferrocement merupakan metode perkuatan yang efektif dalam meningkatkan kapasitas, daktilitas, dan kontrol retak pada sambungan balok–kolom beton bertulang, dengan konfigurasi optimal diperoleh pada penggunaan wiremesh Ø6 mm dan mutu mortar tinggi.
KETERSEDIAAN AIR HUJAN UNTUK KABUPATEN MAHAKAM ULU KALIMANTAN TIMUR Doh, Alvina Rosalinda; Pranoto, Wati Ariningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.36753

Abstract

This study aims to analyze the potential implementation of a Rainwater Harvesting (RWH) system in Long Melaham Village, Mahakam Ulu Regency, East Kalimantan. The system is proposed as an alternative source of clean water for communities that are not yet served by the public water supply network (PDAM). The data used include daily rainfall records from 2015–2024 obtained from the Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Meteorological Station (BMKG Samarinda) and roof area measurements from nine public buildings. The rainwater volume was calculated using the equation V = R × A × C / 1000, with runoff coefficients (C) of 0.8 for tile roofs and 0.9 for metal roofs, following the SNI 6728.1:2015 standard. The results show an effective rainfall of 12.24 mm/day and domestic water demand of 60–80 liters per capita per day. School, mosque, and church buildings can meet daily water needs, while village halls and health posts require additional storage capacity. Overall, the RWH system is considered effective, economical, and sustainable for rural areas. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penerapan sistem Pemanenan Air Hujan (PAH) di wilayah Desa Long Melaham, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Sistem ini diusulkan sebagai alternatif penyediaan air bersih bagi masyarakat yang hingga kini belum terlayani jaringan PDAM. Data yang digunakan meliputi curah hujan harian periode 2015–2024 dari Stasiun Meteorologi Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (BMKG Samarinda) serta luas atap sembilan bangunan publik. Perhitungan volume air hujan dilakukan menggunakan persamaan V = R × A × C / 1000 dengan koefisien limpasan (C) sebesar 0,8 (genteng) dan 0,9 (seng)  mengacu pada SNI 6728.1:2015. Hasil analisis menunjukkan curah hujan efektif sebesar 12,24 mm/hari dengan kebutuhan air domestik 60–80 liter/jiwa/hari. Bangunan seperti sekolah, masjid, dan gereja mampu memenuhi kebutuhan air harian, sedangkan balai desa dan puskesmas pembantu memerlukan tambahan kapasitas tampungan. Secara keseluruhan, sistem PAH layak diterapkan sebagai solusi penyediaan air bersih yang efektif, ekonomis, dan berkelanjutan di wilayah pedesaan.
ANALYSIS OF THE EFFECT OF CH₃COOH ADDITION ON SOIL IMPROVEDWITH 10 % LIME CONTENT Andrianus, Matthew; Wijaya, Hendy; Iskandar, Ali
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.36754

Abstract

Acid rain is a serious threat to the durability of geotechnical infrastructure, particularly in highly polluted industrial areas such as Jakarta. This phenomenon may damage the stability of chemically improved road subgrade through the dissolution of binding materials. This study aims to evaluate the strength degradation of subgrade soil stabilized with 10% lime under acid exposure. A laboratory experimental method was conducted by comparing native Puri Indah soil with lime-stabilized soil under three immersion conditions: no immersion (control) to determine initial strength, normal water immersion (pH 7.02) to simulate typical flooding, and acetic acid immersion (pH 5.21) to simulate extreme acid rain. The results indicate that 10% lime stabilization in the control condition produced a high CBR value of 46%. Normal water immersion caused a slight decrease to 44%, while acid exposure resulted in severe degradation with CBR dropping sharply to 27%. The significant gap between water and acid immersion confirms chemical deterioration due to neutralization reactions dissolving lime binders. It is concluded that although 10% lime effectively increases initial strength, this content lacks sufficient alkalinity to withstand long-term acid attack. Abstrak Hujan asam merupakan ancaman serius bagi durabilitas infrastruktur geoteknik, khususnya di kawasan industri padat polusi seperti Jakarta. Fenomena ini berpotensi merusak stabilitas tanah dasar jalan yang telah diperbaiki secara kimiawi melalui mekanisme pelarutan bahan pengikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi degradasi kekuatan tanah dasar yang distabilisasi dengan kapur kadar 10% akibat paparan asam. Metode eksperimental laboratorium dilakukan dengan membandingkan karakteristik tanah asli Puri Indah dengan tanah campuran kapur pada tiga kondisi perendaman: tanpa rendaman (kontrol) untuk mengetahui kekuatan awal, rendaman air biasa (pH 7,02) sebagai simulasi genangan normal, dan rendaman larutan asam asetat (pH 5,21) sebagai simulasi hujan asam ekstrem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa stabilisasi kapur 10% pada kondisi kontrol menghasilkan nilai CBR yang tinggi sebesar 46%. Perendaman air biasa menyebabkan sedikit penurunan kekuatan fisik menjadi 44%. Namun, paparan asam menyebabkan degradasi yang jauh lebih parah dengan nilai CBR jatuh drastis hingga 27%. Selisih degradasi yang signifikan antara perendaman air dan asam membuktikan terjadinya kerusakan kimiawi struktur tanah akibat reaksi netralisasi yang melarutkan bahan pengikat kapur. Disimpulkan bahwa meskipun kapur 10% efektif meningkatkan kekuatan awal, kadar ini belum memiliki kapasitas alkalinitas yang cukup untuk menahan serangan asam dalam jangka panjang.
EVALUASI TARIF DAN KELAYAKAN OPERASIONAL ANGKUTAN UMUM DI TRAYEK KUPANG-NOELBAKI BERDASARKAN BOK, ATP, DAN WTP Tahik, Agillia Ika Yani; Najid; Angkat, Hokbyan R. S.
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.36755

Abstract

Public transportation plays an essential role in supporting community mobility in developing cities such as Kupang, where informal modes like bemo remain widely used. Increasing fuel prices and vehicle maintenance costs require periodic fare evaluations to ensure operational sustainability. This study evaluates the feasibility of public transport fares on the Kupang–Noelbaki route based on Vehicle Operational Costs (BOK), drivers’ income, and passengers’ Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP). A descriptive quantitative approach was applied through field observations, surveys of 100 passengers, and in-depth interviews with five drivers. The results show that the annual BOK of Rp194,200,000 corresponds to a daily operational cost of Rp647,000, while average daily revenue reaches Rp912,500, resulting in a net driver income of Rp265,500 per day. The ATP and WTP values are Rp7,000 and Rp6,500, respectively, indicating that the current fare of Rp5,000 remains affordable for passengers. Fare simulation analysis suggests that a moderate fare increase to Rp6,000 is still acceptable and can improve driver income. These findings emphasize the importance of data-driven fare evaluation and service quality improvement in public transport policy. Abstrak Transportasi publik memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di kota berkembang seperti Kupang, yang masih mengandalkan moda transportasi informal berupa bemo. Kenaikan harga bahan bakar dan biaya perawatan kendaraan menuntut evaluasi tarif secara berkala untuk menjamin keberlanjutan operasional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan tarif angkutan umum pada trayek Kupang–Noelbaki berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), pendapatan pengemudi, serta Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) penumpang. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, survei terhadap 100 penumpang, dan wawancara mendalam dengan lima pengemudi. Hasil analisis menunjukkan bahwa BOK tahunan sebesar Rp194.200.000 setara dengan biaya operasional harian Rp647.000, sedangkan pendapatan harian rata-rata mencapai Rp912.500 sehingga menghasilkan pendapatan bersih pengemudi sebesar Rp265.500 per hari. Nilai ATP sebesar Rp7.000 dan WTP sebesar Rp6.500 menunjukkan bahwa tarif eksisting Rp5.000 masih berada dalam batas keterjangkauan. Simulasi tarif menunjukkan bahwa penyesuaian moderat menjadi Rp6.000 masih dapat diterima dan mampu meningkatkan pendapatan pengemudi. Penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi tarif berbasis data serta peningkatan kualitas layanan.
ANALISIS KESIAPAN EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK JAKARTA DENGAN PENDEKATAN IPA Dien, James Benedict Yesaya; Putranto, Leksmono Suryo; Sianturi, Lidwina Sri Ayu DR
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.36756

Abstract

This research evaluates Jakarta's readiness for Battery Electric Vehicle (BEV) adoption as a strategy to reduce emissions. Utilizing a survey of 100 car users in DKI Jakarta, the study employs Descriptive Statistics and Importance Performance Analysis (IPA) to map gaps between respondent expectations and perceptions regarding infrastructure and regulations.Findings reveal primary challenges such as limited SPKLU (charging station) availability and regulatory inconsistencies. Based on the IPA matrix, ease of access to SPKLU locations is identified as the most pressing priority (Quadrant A), rated high in importance but low in performance. Conversely, the ecosystem’s strengths (Quadrants B and D) include effective non-fiscal policies like odd-even rule exemptions, successful mitigation of range anxiety, and attractive incentives.The strategic recommendation for the DKI Jakarta Provincial Government is to prioritize the development of real-time applications to improve SPKLU information accessibility. Furthermore, maintaining successful policies is essential for promotional efforts to build public trust in the BEV ecosystem. Abstrak Penelitian ini mengevaluasi kesiapan DKI Jakarta dalam adopsi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB/BEV) untuk mereduksi emisi gas karbon. Melalui kuesioner terhadap minimal 100 pengguna mobil, data dianalisis menggunakan Statistik Deskriptif dan Importance Performance Analysis (IPA) guna memetakan kesenjangan antara ekspektasi dan persepsi responden terhadap infrastruktur serta regulasi. Hasil penelitian mengidentifikasi tantangan utama berupa keterbatasan jumlah dan distribusi SPKLU yang tidak merata, serta ketidakkonsistenan regulasi. Analisis IPA menunjukkan bahwa kemudahan akses informasi lokasi SPKLU berada di Kuadran A (Prioritas Utama), yang berarti sangat penting namun kinerjanya masih rendah. Sebaliknya, kekuatan ekosistem (Kuadran B dan D) terletak pada efektivitas kebijakan non-fiskal seperti pembebasan ganjil-genap, keberhasilan mitigasi range anxiety, dan daya tarik insentif yang ada sekarang ini. Rekomendasi strategis bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah memprioritaskan pengembangan aplikasi real-time untuk akses informasi SPKLU. Selain itu, kebijakan yang sudah efektif harus dipertahankan sebagai materi promosi utama guna memperkuat kepercayaan publik terhadap ekosistem BEV.
ANALISIS PENYEBAB BANJIR PADA SALURAN BETON PRACETAK PADA DUA DAERAH RAWAN BANJIR DI SURABAYA Seputra, Richard Widjaja; Imansjah, Kelvin Andrian; Prasetio, Sudjarwo; Tjahyana, Angela Jasmine Tanya
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.36757

Abstract

Flooding is a major issue in drainage channels, including those that have already implemented box culverts, eventhough box culverts are considered one of the alternatives for flood control. This issue arises due to various factors such as channel capacity, channel slope, catchment area, and sedimentation. This research focuses on two channels, which are located on Jalan Tanjung Sari and Jalan Ketintang. The purpose of this research is to determine their effectiveness and identify the main factors causes of flooding. This research using primary and secondary data analysis, calculations, and HEC-RAS simulations. The results indicate that the channel on Jalan Tanjung Sari contains a significant amount of sediment, which causes the channel to overflow. Meanwhile, the channel on Jalan Ketintang has relatively low effectiveness, which is attributed to the difference between the actual field slope and the planned design slope. Sedimentation also contributes to the reduction of channel capacity. However, the main factor causing flooding in the channel at Jalan Ketintang is the discrepancy between the actual field slope and the planned slope, which may result from construction errors or accumulated sediment that makes the slope shallower. Abstrak Banjir merupakan masalah utama pada suatu saluran, termasuk saluran yang sudah mengaplikasikan box culvert. Padahal saluran box culvert dijadikan salah satu alternatif penanggulangan banjir. Hal tersebut dapat terjadi akibat beberapa faktor yaitu faktor kapasitas saluran, kemiringan saluran, luas tangkapan hujan, dan sedimentasi. Penelitian ini meninjau 2 saluran yang berbeda yaitu saluran di Jalan Tanjung Sari dan Ketintang. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menemukan angka efektifitas dan faktor utama penyebab banjir di kedua saluran. Pada penelitian ini, menggunakan data primer maupun data sekunder, perhitungan, dan bantuan simulasi menggunakan aplikasi HEC-RAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saluran di Jalan Tanjung Sari mempunyai kandungan sedimen yang cukup banyak sehingga menyebabkan saluran tersebut meluap. Saluran di Jalan Ketintang mempunyai efektifitas saluran yang tidak terlalu baik, hal tersebut diakibatkan oleh kemiringan saluran di lapangan yang berbeda dengan kemiringan saluran rencana. Sedimentasi juga menjadi penyebab berkurangnya kapasitas saluran. Namun, faktor utama yang menjadi penyebab banjir pada saluran di Jalan Ketintang adalah kemiringan saluran di lapangan yang tidak sesuai dengan saluran rencana yang dapat disebabkan oleh kesalahan pemasangan atau sedimen yang menumpuk sehingga menyebabkan kemiringan saluran menjadi lebih landai.
ANALISIS PERBANDINGAN STRUKTUR KOMPOSIT PELAT BETON BALOK BAJA SEBELUM DAN SESUDAH KASTELA Theopuspitasari, Theresia Lu; Afriadi, Yoyong
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.36758

Abstract

The classic problem raised in this paper is the limited capability of the original IWF steel beam concrete slab composite structure compared to the castellated IWF steel beam assembled from the original profile. The self-weight of the castellated IWF steel beam is relatively the same. The purpose of this paper is to evaluate the effect of the castellated IWF steel beam concrete slab composite structure with the original. The benefit of this paper is as information on the advantages of the castellated IWF steel beam composite structure. The structural material specifications are: the original IWF steel beam 400×200×7×11 and the castellated IWF 600×199×7×11 with openings in the hexagonal shape with the allowable base strength fs,ijin = 160 MPa, a light steel deck with ribs 7.5 cm high, a concrete slab thickness of 14 cm, and a concrete compressive strength f’c = 25 MPa. The composite beam is a simple beam with a span of 7 m. The useful width distance between the beams is 3.0 m. The composite beam elements are evaluated with Nominal Strength (ASD and Moment Strength) AISC 360-22. The study findings of the castellated IWF steel beam stress are smaller than the required allowable value, the structure is safe, the original IWF composite cross section is unsafe. The addition of moment strength is 132.41%. The short-term deflection of the original IWF composite steel beam does not meet the requirements, the long-term deflection of the castellated IWF composite steel beam is smaller than the original cross section deflection. The short-term and long-term deflection of the castellated IWF composite steel beam meets the requirements. Abstrak Permasalahan klasik yang diangkat paper ini adalah keterbatasan kemampuan struktur komposit pelat beton balok baja profil IWF asli dibandingkan balok baja IWF kastela yang dirakit dari profil aslinya. Berat sendiri balok baja IWF kastela relatif sama. Tujuan paper ini untuk mengevaluasi efek struktur komposit pelat beton balok baja IWF kastela dengan aslinya. Manfaat paper ini sebagai informasi keunggulan struktur tampang komposit balok baja IWF kastela. Spesifikasi material struktur berupa: balok baja IWF asli 400×200×7×11 dan IWF kastela 600×199×7×11 dengan bukaan pada bentuk hexagonal dengan kuatan dasar ijin fs,ijin =160 MPa, dek baja ringan dengan rusuk tingginya 7,5 cm, tebal pelat beton 14 cm, kuat desak beton f’c = 25 MPa. Balok komposit berupa simple beam bentang 7 m.  Jarak lebar manfaat antara balok 3,0 m. Elemen balok komposit dievaluasi dengan Nominal Strength (ASD dan Moment Strength) AISC 360-22. Temuan studi tegangan balok baja IWF kastela lebih kecil dari nilai izin yang disyaratkan, struktur aman, tampang komposit IWF asli tidak aman. Penambahan kekuatan momen (moment strength) sebesar 132,41%. Defleksi jangka pendek balok baja komposit IWF asli tidak memenuhi persyaratan, defleksi jangka panjang balok baja komposit IWF kastela lebih kecil daripada defleksi tampang aslinya. Defleksi jangka pendek dan jangka panjang pada balok baja komposit IWF kastela memenuhi persyaratan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN RUMAH SUSUN MAHASISWA DI PALEMBANG Ananda, Kristian; Firdaus; Mulyati, Ely
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.36762

Abstract

The significant increase in the number of university students every year also has an impact on the increasing housing needs of students. The construction of student flats is a form of government support in order to facilitate the housing needs. However, during the implementation of construction projects, various problems often arise, one of which is delay, where this quantitative study aims to find out what factors have a significant influence on project delays. This study involved 30 samples (14 people from project owners, 9 people from construction management consultants, and 7 implementing contractors) as research respondents selected based on the purposive sampling method. The questionnaire data that has been collected is analyzed using descriptive statistics and analytical statistics of the PLS SEM analysis model using the SmartPLS 4 program. The results showed that the most influential causative factors were contractor management with a p value (0.000 > 0.005), statistical t-value (3.581 > 1.65), quality management control with a p value (0.000 > 0.005), statistical t-value (3.883 > 1.65), site characteristics with p value (0.009 > 0.005), statistical t-value (2.357 > 1.65), owner's personality with p value (0.037 > 0.005), statistical t-value (1.790 > 1.65),  and environmental factors with a p value (0.048 > 0.005) Statistical  t-value (1.670 > 1.65). Abstrak Peningkatan jumlah mahasiswa perguruan tinggi yang signifikan setiap tahun berdampak juga pada meningkatnya kebutuhan hunian mahasiswa. Pembangunan rumah susun mahasiswa merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam rangka memfasilitasi kebutuhan hunian tersebut. Namun selama pelaksanaan proyek konstruksi sering kali muncul berbagai masalah salah satunya adalah keterlambatan, dimana studi kuantitatif ini bertujuan mengetahui faktor-faktor apa saja yang memiliki pengaruh signifikan terhadap keterlambatan proyek. Penelitian ini melibatkan 30 sampel (14 orang dari pemilik proyek, 9 orang dari konsultan manajemen konstruksi, dan 7 orang kontraktor pelaksana) sebagai responden penelitian yang dipilih berdasarkan metode purposive sampling. Data kuesioner yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik analitik model analisis PLS SEM menggunakan program SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab yang paling berpengaruh adalah manajemen kontraktor dengan nilai p value (0,000 > 0.005) nilai t statistik (3,581 > 1,65), pengendalian manajemen mutu dengan nilai p value (0,000 > 0.005) nilai t statistik (3,883 > 1,65), karakteristik tempat dengan nilai p value (0,009 > 0.005) nilai t statistik (2,357 > 1,65), kepribadian pemilik dengan nilai p value (0,037 > 0.005) nilai t statistik (1,790 > 1,65), dan faktor lingkungan dengan nilai p value (0,048 > 0.005) nilai t statistik (1,670 > 1,65).