cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
WATER FOOTPRINT DI SEMARANG: STUDI PADA TANAMAN JAGUNG, KEDELAI, DAN KACANG TANAH Bandur, Hillaryana Epriscamayeni; Louisa, Cindy; Cantik, Bella Koes Paulina; Fadilah, Shofwatul; Sapan, Elenora Gita Alamanda
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34489

Abstract

The water footprint value represents the estimated water requirement for a given commodity. Pulses are among the crops that necessitate consideration of water footprint values due to their significance as staple foods and their potential to diversify commodities, such as maize, soybeans, and peanuts. Given the essentiality of optimizing water use in agriculture sector, Semarang Regency is one of areas in Java with substantial potential for producing maize, soybeans, and peanuts. Therefore, this study aims to evaluate water footprint values to assess the efficiency of water use in the cultivation of these crops. The research methodology employed sensitivity analysis to directly identify variables influencing the water footprint values. The data utilized encompassed the study area, climatic conditions, crop types, fertilization applications, and soil types specific to the regions under review. Analysis results indicated the highest water footprint value in peanuts at 2863.35 m3/ton, followed by soybeans at 1927.91 m3/ton, and the lowest in maize at 921.67 m3/ton. Additionally, 2018 recorded the highest average water footprint value, suggesting possible external factors affecting water use efficiency in crop production that year. Furthermore, internal factors such as crop type and soil conditions influenced the variability in these water footprint values. Abstrak Nilai jejak air mewakili perkiraan kebutuhan air untuk komoditas tertentu. Kacang-kacangan merupakan salah satu tanaman yang memerlukan pertimbangan nilai jejak air karena pentingnya sebagai makanan pokok dan potensinya untuk mendiversifikasi komoditas, seperti jagung, kedelai, dan kacang tanah. Mengingat pentingnya mengoptimalkan penggunaan air di sektor pertanian, Kabupaten Semarang merupakan salah satu daerah di Jawa yang memiliki potensi besar untuk memproduksi jagung, kedelai, dan kacang tanah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai water footprint untuk menilai efisiensi penggunaan air dalam budidaya tanaman tersebut. Metodologi penelitian menggunakan analisis sensitivitas untuk mengidentifikasi secara langsung variabel-variabel yang mempengaruhi nilai jejak air. Data yang digunakan meliputi wilayah studi, kondisi iklim, jenis tanaman, aplikasi pemupukan, dan jenis tanah yang spesifik untuk wilayah yang ditinjau. Hasil analisis menunjukkan nilai jejak air tertinggi pada kacang tanah sebesar 2863,35 m3/ton, diikuti oleh kedelai sebesar 1927,91 m3/ton, dan terendah pada jagung sebesar 921,67 m3/ton. Selain itu, tahun 2018 mencatat nilai rata-rata jejak air tertinggi, yang menunjukkan kemungkinan adanya faktor eksternal yang mempengaruhi efisiensi penggunaan air dalam produksi tanaman pada tahun tersebut. Selain itu, faktor internal seperti jenis tanaman dan kondisi tanah juga mempengaruhi variabilitas nilai jejak air ini.
ANALISIS UMUR RENCANA TEBAL DESAIN PERKERASAN LENTUR BERDASARKAN AASHTO 1993 DAN METODE MEKANISTIK EMPIRIS Adiman, Edi Yusuf
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34528

Abstract

One important aspect in road construction design is considering the service life or design life, which is how long the pavement can withstand traffic loads. This study aims to analyze the design life in relation to pavement thickness design using two methods: the empirical method based on AASHTO 1993 and the mechanistic-empirical method assisted by the KENPAVE program, adapted to the latest provisions in MDPJ 2024. The analysis results indicate that the study location falls into the low-traffic category (1,135,374 < 2 million CESAL5). Calculations of design life using both the empirical and mechanistic-empirical methods indicate that the designed pavement has not yet achieved the 20-year design life as required by MDPJ 2024. The recommendation for the empirical method (AASHTO 1993) is to add an AC-WC layer of 6 cm, while the mechanistic-empirical method (KENPAVE) recommends adding an AC-WC layer of 4 cm. This analysis shows that for locations with low vehicle loads, the use of the empirical method is more effective in analyzing the design life and pavement thickness design because it provides more conservative and practical results. Abstrak Salah satu aspek penting dalam perancangan konstruksi jalan adalah mempertimbangkan masa pelayanan atau umur rencana, yaitu berapa lama perkerasan mampu menahan beban lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis umur rencana terhadap desain ketebalan perkerasan jalan dengan menggunakan dua metode, yaitu metode empiris berdasarkan AASHTO 1993 dan metode mekanistik empiris yang dibantu oleh program KENPAVE, disesuaikan dengan ketentuan terbaru dalam MDPJ 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa lokasi penelitian termasuk dalam kategori lalu lintas rendah (1.135.374 < 2 Juta CESAL5). Dari perhitungan umur rencana dengan metode empiris dan mekanistik empiris diperoleh hasil bahwa perkerasan yang dirancang belum mampu mencapai umur rencana 20 tahun sesuai dengan ketentuan MDPJ 2024. Rekomendasi pada metode empiris (AASHTO 1993) yaitu dengan tambahan lapis AC-WC sebesar 6 cm, sedangkan  metode mekanistik empiris (KENPAVE) dengan tambahan lapis AC-WC sebesar 4 cm. Analisis ini menunjukkan bahwa untuk lokasi dengan beban kendaraan rendah, penggunaan metode empiris lebih efektif dalam menganalisis umur rencana dan desain ketebalan perkerasan karena memberikan hasil yang lebih konservatif dan praktis.
STUDI RETROFIT DENGAN BRACING BAJA PADA BANGUNAN BERSEJARAH Khangora, Lady Zabrina; Soegiarso, Roesdiman
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34535

Abstract

Historic buildings are an important part of cultural heritage that must be preserved. However, most of these buildings were constructed before the implementation of modern seismic design codes, making them highly vulnerable to earthquake loads. This study aims to evaluate the structural capacity of a historic building located in Jakarta and to propose a retrofit strategy using steel bracing elements, based on a performance-based seismic evaluation approach in accordance with ASCE/SEI 41-17. Seismic loads were determined based on acceleration maps and response spectra provided by PuSGeN. Structural analysis was performed using MIDAS GEN software, incorporating material degradation due to the building's age. The analysis was conducted using MIDAS GEN software, with material properties in the structural model adjusted to account for degradation due to the building’s age. The evaluation results indicate that the existing structure is unable to withstand the pseudo-seismic forces based on BSE-1E (capacity ratio greater than 1.0), and the maximum inter-story lateral displacement of 0.1655 m does not meet the allowable drift limit. Therefore, a retrofit strategy was implemented by adding diagonal and cross steel bracings with HB 300x300x10x15 profiles in specific structural zones. After retrofitting, the bracings carried approximately 31.25% of the total lateral force, demonstrating effective performance in resisting seismic loads. The retrofit significantly improved the seismic behavior of the structure, achieving a life safety performance level, with a maximum displacement of 0.0331 m, which remains below the allowable limit of 1%. Abstrak Bangunan bersejarah merupakan bagian penting dari warisan budaya yang perlu dilestarikan. Namun, sebagian besar bangunan tersebut dibangun sebelum adanya peraturan ketahanan gempa modern, sehingga memiliki kerentanan tinggi terhadap beban gempa. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas struktur eksisting dari salah satu bangunan cagar budaya di Jakarta dan merancang strategi retrofit menggunakan elemen baja sebagai pengaku tambahan, dengan pendekatan seismik berbasis kinerja sesuai standar ASCE/SEI 41-17. Beban gempa berdasarkan peta percepatan dan respon spektrum untuk bangunan eksisting dari PuSGeN. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak MIDAS GEN dengan material yang digunakan dalam model struktur mempertimbangkan penurunan mutu akibat usia bangunan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa struktur eksisting tidak mampu menahan gaya seismik pseudo berdasarkan BSE-1E (rasio kapasitas lebih dari 1,0) dan defleksi lateral antar tingkat maksimum yang terjadi adalah 0,1655 m sehingga tidak memenuhi batas simpangan antar tingkat yang ditentukan. Oleh karena itu, strategi retrofit dilakukan dengan menambahkan bracing baja dengan profil HB 300x300x10x15 secara diagonal dan melintang di zona struktural tertentu. Setelah retrofit, persentase gaya yang terjadi pada bracing sebesar 31,25% menunjukkan bahwa bracing sudah bekerja cukup efektif dalam menahan gaya lateral. Retrofit tersebut secara signifikan meningkatkan performa seismik struktur secara signifikan dan mampu mencapai tingkat kinerja life safety, di mana simpangan maksimum yang terjadi yaitu 0,0331 m dan masih berada di bawah batasan izin 1%.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK GEDUNG BERTINGKAT MENGGUNAKAN METODE SEVERITY INDEX DAN CONSTRUCTION SAFETY ANALYSIS Azzakiyah, Narindha Nasywa; Zhafira, Elian; Rajiman; Dwiyana, Putri Ayu
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34577

Abstract

The dominance of the construction sector presents its own challenges, one of which is the risk of occupational accidents. This fact is evidenced by cases of work-related accidents in structural work at the Crystal Boulevard Shop House development project in Summarecon Bekasi. This situation is driven by the occurrence of unsafe actions and unsafe conditions during the implementation of work activities. This study aims to identify potential occupational accident risks, analyze the level of these risks, and assess risk control measures in structural work, including rebar installation, formwork, and concreting activities. The methods employed in this study are the Severity Index and Construction Safety Analysis. The results are 27 risk variables related to occupational accidents were identified in structural work, with 27% categorized as low risk and 73% as medium risk. The risk control analysis conducted refers to the hierarchy of controls based on ISO 45001:2018 standards. This approach provides systematic results by organizing controls according to priority order, include substitution, engineering controls, administrative controls, and the use of personal protective equipment (PPE). Abstrak Dominasi sektor konstruksi memunculkan tantangan tersendiri, salah satunya adalah risiko kecelakaan kerja. Fakta ini diperkuat oleh adanya kasus kecelakaan kerja pada pekerjaan struktur di proyek pembangunan Ruko Crystal Boulevard Summarecon Bekasi. Hal tersebut dipicu oleh adanya tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman selama pelaksanaan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko kecelakaan kerja, menganalisis tingkat risiko dan menganalisis pengendalian risiko pada pekerjaan struktur yaitu pembesian, perancah, bekisting dan pengecoran. Metode yang digunakan yaitu Severity Index dan Construction Safety Analysis (CSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 27 variabel risiko kecelakaan yang teridentifikasi pada pekerjaan struktur, diantaranya 27% risiko rendah (low) dan 73% risiko sedang (medium). Analisis pengendalian risiko yang dilakukan mengacu pada hierarki pengendalian berdasarkan standar ISO 45001:2018. Pendekatan ini memberikan hasil yang sistematis dengan menyusun pengendalian berdasarkan urutan prioritas, yaitu subtitusi, engineering control, administratif dan Alat Pelindung Diri (APD).
PERBANDINGAN KINERJA CAMPURAN BERASPAL DARI ASPAL PEN 60/70 DAN ASPAL PG DI INDONESIA Syaripin; Kaffa , Niswah Selmi; Pranadiarso, Tedy; Ardiansyah , Ahmad Farid; Alawy, Gholiqul Amrodh; Septiandri, Rohmahillah Aviskanasya
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.35160

Abstract

The selection of asphalt type plays a crucial role in determining pavement performance, particularly against moisture-induced damage. This study evaluates three types of asphalt, namely Pen 60/70, PG70, and PG76, using the Marshall mix design method. The results indicate that PG76 achieved the highest stability (2179 kg at 30 minutes and 2144 kg after 24 hours of immersion), followed by PG70 (1558–1551 kg), while Pen 60/70 showed the lowest values (1395–1219 kg). The highest flow was observed in Pen 60/70 (4.2–4.9 mm), indicating a more plastic behavior, whereas PG70 had the lowest flow (3.8–4.1 mm). The highest Marshall Quotient (MQ) was obtained with PG76 (487–438 kg/mm), and the lowest with Pen 60/70 (343–249 kg/mm). Retained Marshall Stability (RMS) analysis revealed that PG70 and PG76 achieved very high values (99.55% and 98.39%), compared to only 87.38% for Pen 60/70. These findings demonstrate that modified asphalts (PG70 and PG76) exhibit superior resistance to moisture damage and are therefore recommended for medium to heavy traffic roads in tropical regions with high rainfall. Abstrak Pemilihan jenis aspal sangat menentukan kinerja perkerasan jalan, terutama terhadap kerusakan akibat air. Penelitian ini mengevaluasi tiga jenis aspal, yaitu Pen 60/70, PG70, dan PG76 dengan perancangan menggunakan metode uji Marshall. Hasil menunjukkan bahwa PG76 memiliki stabilitas tertinggi (2179 kg pada standar 30 menit dan 2144 kg setelah perendaman 24 jam), diikuti PG70 (1558–1551 kg), sedangkan Pen 60/70 terendah (1395–1219 kg). Nilai flow terbesar ditunjukkan oleh Pen 60/70 (4,2–4,9 mm), menandakan sifat plastis, sedangkan PG70 memiliki flow terendah (3,8–4,1 mm). MQ tertinggi diperoleh pada PG76 (487–438 kg/mm) dan terendah pada Pen 60/70 (343–249 kg/mm). Analisis Retained Marshall Stability (RMS) memperlihatkan PG70 dan PG76 memiliki nilai sangat tinggi (99,55% dan 98,39%), sedangkan Pen 60/70 hanya 87,38%. Hal ini menunjukkan bahwa aspal modifikasi (PG70 dan PG76) lebih tahan terhadap kerusakan akibat air, sehingga direkomendasikan untuk jalan dengan lalu lintas sedang hingga berat pada wilayah beriklim tropis dengan curah hujan tinggi.
PERBANDINGAN METODE MEKANIS DENGAN METODE BLASTING PADA PEMBANGUNAN TEROWONGAN BENDUNGAN RUKOH Mauliana, Yunita; Hanjaya, Yudha
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.35185

Abstract

The construction of tunnels is a vital component of dam infrastructure projects, including the Rukoh Dam located in Pidie Regency, Nangroe Aceh Darussalam. This research seeks to compare two excavation methods, specifically the mechanical method (breaker) and the blasting method, analyzed concerning time, cost, labor efficiency, and the environmental effects produced. This study employed a mixed method research approach, integrating qualitative and quantitative methods using techniques such as field observation, interviews, documentation, and literature reviews. The analysis results indicate that the blasting method needs just 129 days (33.33%) of the overall work, while the mechanical method takes 194 days (50.12%). This implies that the work process is quicker and more efficient regarding time. The overall expense of labor utilizing the blasting method is Rp. 10,947,465,448 (62%), more efficient than the mechanical method of Rp. 14,585,533,097 (82.6%). Regarding labor, the blasting method needs 56 employees, particularly certified professionals, while the mechanical method requires 50 employees. The environmental effects of the blasting method produce considerable vibrations and require strict supervision to avoid affecting nearby structures and increasing air pollution, while the mechanical method produces low and local vibrations, making it safer for the environment and comparatively more environmentally friendly with controllable pollution. Abstrak Pembangunan terowongan merupakan bagian vital dalam proyek infrastruktur bendungan, salah satunya pada Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Nangroe Aceh Darusalam. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua metode penggalian yaitu metode mekanis (breaker) dan metode peledakan (blasting) dinilai dari segi efisiensi waktu, biaya dan tenaga kerja, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan. Metode penelitian mix method digunakan dalam penelitian ini dengan menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif melalui teknik observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode blasting hanya membutuhkan waktu 129 hari (33,33%) dari total seluruh pekerjaan dibandingkan metode mekanis 194 hari (50,12%). Hal ini berarti pengerjaan kegiatan lebih cepat dan efektif secara waktu. Biaya total pekerjaan dengan menggunakan metode blasting sebesar Rp.10.947.465.448 (62%) lebih efisien dibanding metode mekanis sebesar Rp.14.585.533.097 (82,6%). Dalam hal tenaga kerja, metode blasting membutuhkan 56 pekerja terutama tenaga ahli yang bersertifikasi, sementara metode mekanis membutuhkan 50 pekerja. Dampak lingkungan yang ditimbukan dari metode blasting menghasilkan getaran yang signifikan dan memerlukan pengawasan ketat agar tidak berdampak pada struktur di sekitar lokasi serta menghasilkan polusi udara yang lebih tinggi, sementara metode mekanis menghasilkan getaran rendah dan bersifat lokal, sehingga lebih aman untuk lingkungan sekitar serta relatif lebih ramah lingkungan dengan polusi yang dapat dikendalikan.
SPT-EFFECTIVE SHEAR PARAMETER CORRELATION FOR SOFT CLAY IN JAKARTA USING BIG DATA Iskandar, Ali; Sentosa, Gregorius Sandjaja; Kawanda, Aksan; Yohana, Felicia; Tantobudiono, Felicia Refalina
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.35229

Abstract

This study aims to develop a practical model to estimate the shear strength parameters of clay soils, such as effective cohesion (c¢), angle of internal friction (f¢), and elasticity modulus in a more efficient and economical, by using Standard Penetration Test (SPT) and index properties data (including grain size analysis and Atterberg test). This study focuses on fine-grained soils (especially in Jakarta) in two consistency groups, namely very soft clay (C01, SPT 0-2 blows/ft) and soft clay (C02, SPT 2-4 blows/ft). The analysis was conducted by establishing a linear relationship between mean effective stress (p¢) and deviatoric stress (q), with an additional ±10% envelope to account for data variability. The results show that the linear regression of p¢-q adequately represents soil behavior for both consistency groups. The ±10% envelope successfully accommodates variations including the effect of plasticity index (PI), indicating that this model can serve as a practical alternative in geotechnical design when triaxial test data and undistrurbed sampling test are not available.
EVALUASI VOLUME KENDARAAN DI JALAN MAGELANG SEMARANG DENGAN MEMANFAATKAN APLIKASI IMAGE PROCESSING Widiatmoko, Julian Aninidto; Setiyawati, Tri Retno; Karima, Halim Qista; Dini, Novita; Putri, Aswa Talita Suwarno; Nurlina, Nila
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.35520

Abstract

Magelang-Semarang Highway Road connects northern and southern Java Island through Magelang City. This is causing high density traffic since not only local vehicles that get pass this highway, but also various long-distance travelers. Consequently, numerous motorcycles, cars, buses, and trucks crowd the road which can increase the probability of accident and congestion. Thus, good understanding of vehicle volume, its distribution through time, and its types are necessary to anticipate the tendencies. This research aims to obtain the information by utilizing YOLOS-based image processing application to detect and count type of vehicle and its passing time from traffic video recording. The extracted data was then processed using statistics to get traffic profile. It was concluded that there was no significant change in traffic volume throughout days in a week, except a huge decline on Sunday. However, there was hourly fluctuations especially on morning and late afternoon. Additionally, proportion of buses and trucks in the traffic were increase on certain hours. Travelers should avoid those hours to minimize accident and congestion risk.     Abstrak Jalan Magelang Semarang menghubungkan Pulau Jawa bagian utara dan selatan melalui Kota Magelang. Akibatnya, kendaraan yang melintas relatif padat, selain dengan tujuan lokal juga dalam rangka perjalanan jarak jauh. Hasilnya, selain sepeda motor dan mobil, bus dan truk banyak melintas sehingga menimbulkan potensi kecelakaan dan kemacetan. Pemahaman yang lebih baik mengenai volume, distribusi waktu, dan jenis kendaraan di daerah ini penting untuk mengantisipasi kecenderungannya. Penelitian ini menggunakan aplikasi image processing berbasis YOLO untuk mendeteksi dan menghitung jenis dan waktu melintas kendaraan dari rekaman video lalu lintas di Jalan Magelang Semarang pada siang hari. Data yang didapatkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan statistika untuk mendapatkan profil lalu lintas sehingga diperoleh informasi waktu-waktu rawan melintas. Hasilnya, didapatkan kesimpulan bahwa tidak ada perubahan volume kendaraan per-hari yang signifikan selama satu minggu, kecuali penurunan yang terjadi pada Hari Minggu. Namun demikian, fluktuasi kepadatan terjadi terutama pada pagi dan sore hari. Selain itu, pemetaan jenis kendaraan menunjukkan terdapat proporsi bus dan truk yang meningkat pada jam-jam tertentu sehingga pengguna jalan perlu menghindarinya untuk meminimalisir potensi kecelakaan dan kemacetan.
Redaksi Vol. 8 No. 4 Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Pengantar Vol. 8 No. 4 Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract