cover
Contact Name
Lalu Masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
laloemipa@gmail.com
Editorial Address
Ketangga Desa Kateng Kecamatan Praya Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
jurnal ilmiah hospitality
ISSN : 20884834     EISSN : 26855534     DOI : 10.47492
Jurnal Ilmiah Hospitality dikelola oleh Pusat kajian Pariwisata Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram (STP Mataram) Nama terbitan : Jurnal Ilmiah Hospitality Sinopsis : Jurnal Ilmiah Hospitality, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Umum yang diterbitkan secara berkala 6 bulanan. Mulai Open Jurnal System (OJS) Vol.8 No.1 Juni 2019 Pengelola : Drs. I Made Suyasa, M.Hum Kontak : Lalu Masyhudi, M.Si (Wa: 087864008292) Jl. Panji Tilar Negara No.99 X Tanjung Karang, Ampenan MATARAM 83115, Lombok, NTB Penerbit : Pusat Kajian Pariwisata Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram Frekwensi terbitan : 6 bulanan Nomor ISSN : 2088-4834 (Media Cetak) 2685-5534 (Media Online
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 333 Documents
FACTORS INFLUENCING INDONESIAN TOURIST TRAVELLING TO TURKEY DURING THE PANDEMIC Dina Hariani
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 10 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v10i1.555

Abstract

According to data from the UNWTO, Indonesians made around 11.7 million outbound departures in 2019. The growth in outbound travel in Indonesia was halted by the COVID-19 pandemic, which resulted in global travel restrictions. In June 2020, Turkey has announced a Safe Tourism Certification program, launched to coincide with the start of the 2020 summer season to increase the number of tourists. In July 2020, travel agencies in Indonesia started promoting Turkey tour packages. Since travel agents sold packages to Turkey, the number of Indonesian tourists going to Turkey during the pandemic has increased. This study explores the Turkey Safe Tourism program and factors that influence Indonesian tourists to travel during the pandemic. Using qualitative descriptive methods and for achieving the research objectives the data were collected from secondary sources; researches, journals, articles, and statistical reports. Primary data were collected through interviews and observations of tourists and travel agent guides who already went to Turkey during the pandemic. As the result of this study, Turkey is ready to welcome tourists. Indonesia tourists who came to visit Turkey felt safe because Turkey's conditions are quiet from tourists and health protocols are running well. Travel agencies in Indonesia sell Turkey tour packages because there is demand and purchase. A combination of pent-up wanderlust and lockdown fatigue is driving demand for international travel among Indonesian tourists. Factors that influenced Indonesian tourist travel to Turkey are security, cleanliness priorities, discounted prices, and flexibility.
ANALISIS INSTAGRAM SEBAGAI SOCIAL MEDIA MARKETING DI INDUSTRI PERHOTELAN Elysa Nur Cahyani; Dewi Pancawati N; Endah Fitriyani
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 10 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v10i1.642

Abstract

Social media marketing in Instagram provides an opportunity for consumers to interact better with the hotel industry, it also has greater cost effectiveness, in addition to the application, more and more unique features are emerging, making it easier for marketers to be as creative as possible. The emergence of Instagram with unique features that can be accessed around the world encourages the hotel industry to use it to market products and provides opportunities for consumers to interact better with companies so that they have higher effectiveness. The purpose of this study is to explore the reasons for the hospitality industry to use Instagram as a marketing medium as well as topics that are often researched in previous journals regarding the application of Instagram as social media marketing in the hospitality industry. The method used is qualitative with a systematic literature review approach to find relevant theories on this topic and then identified, assessed, and synthesized according to a predetermined explicit method so that the SLR approach provides clarity, transparency and impartiality as well as inclusive coverage in certain areas. The result of this research is that hotels use Instagram social media as their marketing because Instagram has many features such as hashtags and stories that can reach a broad audience. In addition, posting in image format also has a big impact on customer decisions. However, this is not the full power of Instagram marketing. On the other hand, earlier research mostly discuss aouut the application of social media marketing in hotels.
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS HIU PAUS DESA LABUAN JAMBU SUMBAWA Muhammad Azizurrohman; Putrawan Habibi; Ni Luh Sueni
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 10 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjadi salah satu objek wisata minat khusus terbesar di Indonesia merupakan tantangan yang besar bagi sebuah desa. Desa Labuan Jambu adalah desa yang memiliki potensi wisata khusus Hiu Paus terbesar di Indonesia. Namun, potensi yang dimiliki belum mampu dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sekitar. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi pengembangan wisata yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan sosial Desa Labuan Jambu. Dengan melakukan wawancara mendalam kepada beberapa stakeholders, peneliti menggunakan analisis SWOT untuk menemukan strategi yang tepat untuk mengembangkan kegiatan pariwisata di Desa Labuan Jambu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlu adanya pembangunan sarana prasarana penunjang kegiatan pariwisata, sinergitas antara para stakeholders, sosialisasi dan pelatihan bagi para penggiat pariwisata, peningkatan sumber daya desa yang sudah ada, serta pembuatan rencana induk pariwisata desa dalam jangka panjang.
PARTNERSHIP COLLABORATION DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA EKOLOGIS DI KAWASAN GEOPARK KOTARAJA KABUPATEN LOMBOK TIMUR I Wayan Suteja; Sri Wahyuningsih; Lia Rosida; I Ketut Purwata; Ni Luh Sueni W; Billy Jafanca M
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 10 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v10i1.663

Abstract

Kolaborasi dan kerjasama dalam penyelenggaraan kepariwisataan di Pulau Lombok terutama Kabupaten Lombok Timur masih perlu untuk ditingkatkan. Seperti Desa Tete Batu, Kembang Kuning dan Jeruk Manis yang berada pada kawasan geografis yang sama sangat membutuhkan program bersama yang dapat mendukung perkembangan masing-masing. Hal ini dapat dilakukan dengan penerapan partnership managenent model sehingga terbangun pengelolaan pariwisata yang kuat. Untuk mengkaji penyelenggaraan desa wisata ekologi di Kawasan Geopark Kotaraja digunakan teori tourism partnership managenent dan konsep desa wisata ekologis. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan proses pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara dengan tahapan analisis yaitu pemilahan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pariwisata di tiga desa ini dilaksanakan oleh masyarakat melalui kelompok sadar wisata. Selain itu, sebagai kawasan geosite Rinjani pengawasannya berada di bawah naungan pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Belum banyak kerjasama dan kolaborasi formal yang dilakukan oleh ketiga desa tersebut walapun ketiganya memanfaatkan sumberdaya terutama dayabtarik secara bersama-sama. Sehingga kedepannya akan dilaksanakan program kolaborasi oleh ketiga pengelola. Adapun tahapan yang akan dilaksanakan yaitu dimulai dari pertemuan dan musyawarah antar perwakilan kelompok pengelola untuk membahas program-program yang dapat dilaksanakan bersama, menentukan program kerja yang dapat disusun berdasarkan skala prioritas dalam bentuk rencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan dari setiap program kerja dan juga memastikan tercapainya target-target yang disusun bersama-sama, pelaksanaan kontrol dan terakhir evaluasi terhapat capaian dari hasil kerjasama dan kolaborasi yang telah dilakukan. Dengan kegiatan ini kolaborasi dan kerjasama akan dapat terwujud dan menghasilkan sinergi pengelolaan pariwisata yang kuat.
MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS MASYARAKAT AKIBAT DAMPAK PANDEMI COVID-19 MELALUI PENYALURAN BANTUAN BERUPA BIBIT ITIK KEPADA PENGUSAHA PEMULA DI DESA DAREK Sri Maryanti; I Gusti Ayu Oka Netrawati; I Wayan Nuada; I Gusti Putu Bagus Suastina; Faezal Faezal; Syarifah Massuki Fitri; Asri Oktiani; Suharti Suharti
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 10 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v10i1.665

Abstract

Pandemi Covid-19 saat ini dipandang tidak lagi hanya mengancam kesehatan masyarakat, namun lebih jauh lagi, mengancam ekonomi dan sosial masyarakat. Sejak mewabah di awal tahun 2020 lalu hingga saat ini, perbaikan perekonomian masih menunjukan hasil yang belum memuaskan. Hal ini dikarenakan masih dibatasinya akses penerbangan yang merembet pada lesunya industri pariwisata. Belum lagi gelombang pemutusan kerja yang terjadi akhir-akhir ini. Maka dari itu, kami dari kelompok akademisi merasa terpanggil untuk turut memberikan solusi membantu masyarakat melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM). Desa Darek adalah salah satu diantara sekian banyak daerah yang mengalami keadaan ekonomi yang cukup sulit. Setelah melakukan kunjungan, diskusi dan berdialog dengan beberapa penduduk usia produktif, maka kami memutuskan untuk memberikan penyuluhan ternak itik sebagai solusi pemecahan masalah. Berdasarkan penyuluhan tersebut diketahui bahwa ternak itik merupakan usaha atau bisnis alternatif yang menjanjikan dan layak untuk dijalankan karena memberikan manfaat keuntungan finansial dan sosial (berdasar perhitungan Laba/Rugi dan analisis kelayakan usaha).Harapan kami kedepannya, masyarakat mampu mengembangkan usaha ternak itik dan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan secara mandiri, namun juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa.
ANALISIS KALIMAT PERSUASIF PADA IKLAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU DI STKIP MUHAMMADIYAH BOGOR UNTUK MENINGKATKAN MINAT CALON MAHASISWA 2020/2021 PADA MASA PANDEMIK COVID-19 Nina Nina; Ana Ratnasari; Resya Fakhrunnisa
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 10 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v10i1.669

Abstract

Pandemik Covid-19 awal tahun 2020 tidak hanya menyebabkan kematian tetapi menimbulkan permasalahan baru karena seluruh kegiatan dikerjakan di rumah baik pekerja maupun pelajar untuk mencegah penularan Covid-19. Menurunnya kesejahteraan ekonomi masyarakat memengaruhi pendidikan di Indonesia termasuk minat melanjutkan sekolah di jenjang perguruan tinggi. Perguruan Tinggi Swasta harus menyusun strategi yang tepat menghadapi situasi pandemik ini untuk memertahankan eksistensinya, dengan cara mempromosikan PMB dengan tema Covid-19 untuk menarik minat calon mahasiswa pada masa pandemik. Maka tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi pemilihan kalimat persuasif yang digunakan oleh STKIP Muhammadiyah Bogor untuk meningkatkan minat calon mahasiswa 2020/2021 pada masa pandemik Covid-19. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, mengumpulkan dokumen, wawancara dan teknik simak cakap libat. Teknik analisis data dengan cara mereduksi data dan memvalidasi data untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan rumusan masalah. Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa kalimat persuasif dalam brosur dan iklan di Radio RRI Bogor iklan Penerimaan Mahasiswa Baru STKIP Muhammadiyah Bogor tahun ajaran 2020/2021 mengandung unsur rasionalisasi, unsur identifikasi dan unsur sugesti dengan tujuan ingin memengaruhi calon mahasiswa baru pada situasi pandemik Covid-19.
WHALE SHARK TOURISM AND WELL-BEING: A CASE STUDY OF LABUAN JAMBU Putrawan Habibi; Muhammad Azizurrohman; Dova Novita
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 10 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v10i1.670

Abstract

As one of the largest whale shark attractions in Indonesia, Labuan Jambu Village still lacks the attention of academics and government in terms of research and development. As a result, it's worth taking a closer look at the people of Labuan Jambu Village's well-being before and after the Whale Shark tourism activities. The authors found that the economic benefits of tourism activities have not had a significant and unequal effect on the villagers. Before the tourism industry existed, the villagers of Labuan Jambu understood the importance of education. Aside from that, the most important problem that Labuan Jambu Village has yet to resolve is waste management. In order to create sustainable tourism in Labuan Jambu Village, various stakeholders must collaborate
IDENTITIKASI POTENSI PENGEMBAGAN EKOWISATA DESA KARANG SIDEMEN UNTUK MENDUKUNG BERKELANJUTAN DI LINGKAR GEOPARK, LOMBOK TENGAH Murianto Murianto; Lalu Masyhudi
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 10 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan pariwisata yang berkelanjutan adalah upaya memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif aktivitas kepariwisataan terhadap ketiga aspek pembangunan tersebut. Agar pembangunan pariwisata di Lombok berkelanjutan, diperlukan perencanaan yang didasarkan pada prinsip-prinsip keberlanjutan yang berlaku secara global, nasional, dan lokal. Ekowisata Berbasis Masyarakat (Community Based Ecotourism) Pola ekowisata berbasis masyarakat adalah pola pengembangan ekowisata yang mendukung dan memungkinkan keterlibatan penuh oleh masyarakat setempat dalamperencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan usaha ekowisata dan segalakeuntunganyang diperoleh. Ekowisata berbasis masyarakat merupakan usaha ekowisata yang memprioritaskan peran aktif masyarakat. Masyarakat setempatlah yang memiliki pengetahuan tentang alam serta budaya yang menjadi potensi dan nilai jual sebagai daya tarik wisata, sehingga pelibatan masyarakat menjadi mutlak. Menggunakan anilisis deskriftif kualitatif menjelaskan potensi dan spengembangan pariwisata berkelanjutan sehingga mampu memaparkan dengan baik potensi dan kekayaan Desa karang sidemen yang belum ditemukan saat ini. Potensi sumber daya alaam atau ekowisata yang memiliki daya jual kepada wisatawan, akan tetapi kalau tidak dikelola dengan baik maka tidak akan menghasilkan pariwisata negatif yang dapat merusak alam, Lingkar hutan gunung Rinjani sudah mulai rusak dengan ilegaloging yang dilakukan oleh masyarakat sendiri termasuk masyarakat yang berasal dari karang sidemen. Ketidakmampuan masyarakat dalam menjaga satwa, flora dan fauna juga menjadi tatangan dalam mengembangkan ekowisata.
STRATEGI PENGEMBANGAN KAMPUNG ADAT CIREUNDEU SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KOTA CIMAHI Aryobimo Pratama; Eva Tuckyta Sari Sujatna; Yustikasari Yustikasari
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 10 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v10i1.672

Abstract

Kampung Adat Cireundeu menjadi salah satu Daya Tarik Wisata (DTW) dalam aspek budaya dan menjadi satu-satunya kampung adat yang menerapkan konsep desa wisata di Kota Cimahi. Kampung Adat Cireundeu memiliki beragam potensi, namun belum dikelola dan dikembangkan dengan baik sehingga belum menjadi destinasi pariwisata berkelanjutan. Dengan demikian, tulisan ini akan menganalisis beragam potensi serta kekurangan dan kelemahan Kampung Adat Cireundeu, sehingga strategi pengembangan desa wisata ini dapat diketahui. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi pustaka, dan wawancara. Hal tersebut kemudian digali menggunakan analisis SWOT yakni Strength Opportunities (SO), Strength Treats (ST), Weakness Opportunities (WO) dan Weakness Threats (WT). Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pengembangan desa wisata tergantung pada strategi pengelolaannya, khususnya pada tingkat penerimaan dan dukungan masyarakat lokal yang berperan sebagai tuan rumah sekaligus menjadi pelaku penting dalam pengembangan desa wisata dalam keseluruhan tahapan, mulai dari perencanaan, pengawasan, dan implementasi.
KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM PARIWISATA DI KAWASAN LINGKAR GUNUNG RINJANI LOMBOK NTB Sri Susanty; Lalu Yulendra
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 10 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v10i1.673

Abstract

Perkembangan pariwisata memberikan variasi pekerjaan bagi perempuan selain menekuni pekerjaan tradisional sebagai ibu rumah tangga dan membantu suami bekerja di sawah maupun ladang. Keberadaan pariwisata di Lingkar Gunung Rinjani membuka peluang usaha bagi masyarakat local khususnya para perempuan. Masalah database tentang keterlibatan tenaga kerja perempuan masih menjadi kendala utama di NTB. Penelitian ini bertujuan untuk mendata dan mengidentifikasi keterlibatan perempuan di Kawasan Lingkar Gunung Rinjani khususnya di Desa Sembalun dan Desa Senaru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini membahas keterlibatan perempuan dalam pariwisata di Kawasan Lingkar Gunung Rinjani Lombok NTB yang berlokasi di jalur pendakian Desa Sembalun dan Desa Senaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang bekerja pada sector pariwisata di Desa Sembalun sebanyak 10 orang. Mereka terlibat dalam usaha penginapan (40%), camping ground (10%), souvenir (10%), kuliner (20%), women guide (10%), dan agrowisata (10%). Partisipasi perempuan berdasarkan karakteristiknya yang paling dominan yaitu: perempuan dengan rentang usia usia 23-32 (50%), sudah menikah (90%), status pekerjaan sebagai pengelola (90%), lama tinggal lebih dari 35 tahun (40%), lama bekerja 1-2 tahun (30%) dan 3-4 tahun (30%), pendidikan terakhir SMA (60%), dan pendapatan per bulan rentang Rp.4.000.000-Rp.6.000.000 per bulan. Perempuan yang bekerja pada sector pariwisata di Desa senaru sebanyak 27 orang. Mereka terlibat dalam usaha pemandu wisata (74%), kuliner (12%), laundry (7%), dan industry kreatif (7%). Partisipasi perempuan berdasarkan karakteristiknya yang paling dominan yaitu: perempuan dengan rentang usia usia 18-27 (67%), sudah menikah (74%), status pekerjaan sebagai karyawan (85%), lama tinggal antara 15-24 tahun (57%), lama bekerja 1-2 tahun (41%), pendidikan terakhir SMA (67%), dan pendapatan per bulan rentang Rp.1.000.000-Rp.3.000.000 per bulan. Dalam melaksanakan perannya sebagai seorang pekerja, mereka juga dihadapkan pada berbagai tantangan seperti lemahnya pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan profesi mereka, keterbatasan dalam modal usaha, dan lemahnya jiwa wirausaha. Adapun saran yang diberikan yaitu (1) penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang belum menggali secara maksimal keterlibatan perempuan dalam industry pariwisata, sehingga perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk memperkaya data keterlibatan perempuan. (2) Untuk meningkatkan keterlibatan pekerja perempuan, maka perlu memberikan pendidikan dan pelatihan dalam upaya peningkatan kapasitas individu dan kelompok, stimulus modal usaha, dan mendorong pengembangan kewirausahaan di kalangan masyarakat.

Page 7 of 34 | Total Record : 333