cover
Contact Name
Tanzir Masykar
Contact Email
tanzir@aknacehbarat.ac.id
Phone
+6285277752225
Journal Mail Official
vocatech@aknacehbarat.ac.id
Editorial Address
Komplek STTU, Jl. Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, Meureubo, West Aceh Regency, Aceh 23681
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Vocatech : Vocational Education and Technology Journal
1. Vocational Studies 2. Civil Engineering 3. Electrical Engineering 4. Mechanical Engineering 5. Classroom Instruction in Vocational Context 6. English for Vocational Purposes 7. Innovation in Vocational Education
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2024): October" : 8 Documents clear
Peran Pembelajaran Kolaboratif dalam Meningkatkan Prestasi Mahasiswa di Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat. Hasan, Riza; Ahkyat, Farthur; Fitrayansyah, Fitrayansyah; Ashwad, Hajar; Masykar, Tanzir
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 1 (2024): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i1.186

Abstract

Abstract Collaborative learning is an important approach in improving the quality of vocational higher education in the era of globalization. This study aims to analyze the role of collaborative learning in improving student achievement at the Aceh Barat State Community Academy. Using a descriptive qualitative approach, this research involved in-depth interviews, observations, and documentation studies with student and lecturer participants from three D-II study programs. The results showed effective implementation of Project-Based Learning, Problem-Based Learning, and Team-Based Learning models in different study programs. Collaborative learning is proven to improve academic achievement with an increase in average GPA by 0.35 points and an increase in practical skills by 22%. In addition, there were significant improvements in soft skills: communication (28%), teamwork (35%), and problem solving (31%). The main supporting factors include institutional policy support and lecturer readiness, while the main challenges include time constraints and the diversity of student backgrounds. This study concludes that collaborative learning plays an important role in improving the quality of Community Academy graduates, but requires implementation strategies tailored to the context of vocational education. Keywords:Collaborative Learning; Vocational Education; Student AchievementAbstrakPembelajaran kolaboratif menjadi pendekatan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi vokasi di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pembelajaran kolaboratif dalam meningkatkan prestasi mahasiswa di Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan partisipan mahasiswa dan dosen dari tiga program studi D-II. Hasil penelitian menunjukkan penerapan efektif model Project-Based Learning, Problem-Based Learning, dan Team-Based Learning pada program studi yang berbeda. Pembelajaran kolaboratif terbukti meningkatkan prestasi akademik dengan kenaikan IPK rata-rata sebesar 0,35 poin dan peningkatan keterampilan praktis sebesar 22%. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan dalam soft skills: komunikasi (28%), kerja tim (35%), dan pemecahan masalah (31%). Faktor pendukung utama meliputi dukungan kebijakan institusi dan kesiapan dosen, sementara tantangan utama mencakup keterbatasan waktu dan keragaman latar belakang mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran kolaboratif berperan penting dalam meningkatkan kualitas lulusan Akademi Komunitas, namun memerlukan strategi implementasi yang disesuaikan dengan konteks pendidikan vokasi.
Perbedaan Dimensi Benda Uji Terhadap Kuat Tekan Beton Erliana, Hilma; Yusra, Cut Liliiza; Dwinta, Ade; Hasdanita, Fitry
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 1 (2024): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i1.182

Abstract

AbstractConcrete is one of the most widely used construction materials in various types of buildings and infrastructure. One of the critical factors in the quality of concrete is its compressive strength, which is measured through testing using cube- or cylinder-shaped specimens. Although testing standards have been established, the test results between these two specimen shapes often show significant differences. Therefore, this study aims to analyze the influence of specimen dimensions and shapes on the results of concrete compressive strength tests. The research was conducted at the Foundation Construction, Concrete, and Road Paving Laboratory at the Aceh Barat State Community Academy, using materials such as Andalas Portland cement, concrete sand, gravel, and water from the laboratory. The tests were performed according to SNI methods on cube and cylinder specimens at different concrete ages (7, 14, and 28 days). The results showed that the average compressive strength of both cylinder and cube samples increased with the age of the concrete. At 28 days, the average compressive strength of the cylinder was 17.243 MPa, while the cube reached 20.821 MPa. The ratio between the compressive strengths of the cylinder and the cube (f'c/f'ck) ranged from 0.825 to 0.837, indicating that the cylinder's compressive strength was about 83% of the cube's. The difference in compressive strength between the cylinder and cube specimens is influenced by stress distribution during testing, which is affected by the shape and dimensions of the specimens. Meanwhile, the compressive strength ratio between these two specimen shapes remained stable across different concrete ages, suggesting that the difference in specimen shape consistently affects the compressive strength test results.Keywords:  Specimen dimensions, Compressive strength, Cube, Cylinder AbstrakBeton merupakan salah satu bahan konstruksi yang paling sering digunakan dalam berbagai jenis bangunan dan infrastruktur. Salah satu faktor penting dalam kualitas beton adalah kuat tekan, yang diukur melalui pengujian menggunakan benda uji berbentuk kubus atau silindris. Meskipun standar pengujian telah ditetapkan, hasil uji antara kedua bentuk benda uji ini sering menunjukkan perbedaan signifikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dimensi dan bentuk benda uji terhadap hasil pengujian kuat tekan beton. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Konstruksi Pondasi, Beton, dan Pengaspalan Jalan pada Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat, menggunakan material seperti semen Portland Andalas, pasir beton, split, dan air dari laboratorium tersebut. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode SNI untuk benda uji kubus dan silinder pada berbagai usia beton (7, 14, dan 28 hari).  Hasil menunjukkan bahwa kuat tekan rata-rata sampel berbentuk silinder dan kubus meningkat seiring dengan bertambahnya umur beton. Pada umur 28 hari, kuat tekan rata-rata silinder adalah 17,243 MPa, sementara kubus mencapai 20,821 Mpa. Rasio antara kuat tekan silinder dan kubus (f'c/f'ck) berada pada kisaran 0,825 hingga 0,837, menunjukkan bahwa kuat tekan silinder sekitar 83% dari kuat tekan kubus. Perbedaan kuat tekan menunjukkan bahwa antara benda uji silinder dan kubus dipengaruhi oleh distribusi tegangan selama pengujian, yang disebabkan oleh perbedaan bentuk dan dimensi sedangkan Rasio kuat tekan antara kedua bentuk benda uji ini tetap stabil pada berbagai usia beton, menunjukkan bahwa perbedaan bentuk benda uji memberikan pengaruh yang konsisten terhadap hasil uji kuat tekan.Kata Kunci:Dimensi benda uji, Kuat tekan, kubus, silinder 
Analisa Pemanfaatan Daya Generator Set Sebagai Energi Listrik Cadangan Di AKN Aceh Barat Sya'rani Denk, Teuku Mizan; Saputra, Herdian; Firnanda, Ary; Pandria, T. M. Azis; Daili, Cut; Hidayat, Afrilia
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 1 (2024): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i1.191

Abstract

AbstractThe quality of electrical energy is a crucial requirement for the Akademi Komunitas Negeri (AKN) Aceh Barat. Electrical outages negatively impact performance, as equipment cannot be utilized during these times. A generator set is a machine that produces electrical energy and serves as a backup when the electrical supply from PLN is interrupted. Currently, AKN Aceh Barat has a generator set with a capacity of 7,800 watts, which is insufficient to meet the academy's power demands. The average monthly energy consumption from April to September 2024 is 5,199.83 kWh. To overcome the lack of power from the generator set, priority loads have been designated based on the importance of different rooms that facilitate essential services, ensuring that teaching and learning activities can proceed effectively. The generator's backup energy primarily supports a load of 6,290 watts, reaching an operational loading percentage of 81%. The electrical energy distribution from the generator to these priority rooms is managed through a new installation known as the Automatic Transfer Switch (ATS) panel, which activates automatically when the electrical supply from PLN is disrupted.Keywords:Power; Electrical; Distribution; Generator; EfficiencyAbstrakKualitas energi listrik menjadi kebutuhan utama bagi Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat, pemadaman energi listrik berdampak buruk terhadap kinerja yang disebabkan peralatan tidak dapat digunakan. Generator set adalah mesin generator yang mampu menghasilkan energi listrik yang digunakan sebagai energi cadangan bila suplai energi listrik dari PLN terputus. pada AKN Aceh Barat generator set yang tersedia memiliki daya sebesar 7.800 watt dan tidak mampu memenuhi kebutuhan daya yang diperlukan oleh AKN Aceh Barat, rata-rata pemakaian beban AKN Aceh Barat dari bulan april sampai bulan September tahun 2024 mencapai 5.199,83 kWh per bulanya. Untuk mengatasi kekurangan daya dari generator set sebagai energi cadangan maka dipilih beban prioritas berdasarkan ruang prioritas yang berfungsi untuk pelayanan sehingga kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik. besar beban prioritas yang distribusi oleh daya generator sebagai energi cadangan sebesar 6.290 watt dengan persentase pembebanan mencapai 81%. Distribusi energi listrik dari genset ke ruang prioritas sebagai energi cadangan terhubung dengan instalasi baru yaitu panel ATS yang hidup secara automatis bila suplai energi listrik dari PLN terputus.Kata kunci:Daya; Distribusi; Listrik; Generator; Efisiensi 
Evaluasi Penanganan Kerusakan Jalan Akibat Peningkatan Volume Lalu Lintas Pramanda, Heru; Bunyamin, Bunyamin; Idroes, Imransyah; Jefriza, Jefriza; Zdaki, T Muhammad
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 1 (2024): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i1.190

Abstract

AbstractThe population and number of vehicles are increasing every year, making road transportation infrastructure crucial. The Twi Slimeng - Empee Bata road, located in Blang Bintang, Aceh Besar Regency, connects several villages in the district to urban areas. The road is 2,110 km long and 3.5 meters wide, with a flexible pavement type. Due to the rising vehicle volume, the road has suffered serious damage, especially posing a high risk to motorcyclists' safety. The research aims to upgrade and rehabilitate the road from class III to class II and widen it to improve safety and comfort for road users. The 2018 Bina Marga method (Revision 02) No.16.1/SE/Db/2020 is used for this research. The findings indicate various types of damage along the road, including patches (1.94%), crocodile cracks (4.50%), longitudinal cracks (1.61%), grain release (2.03%), roughness (0.47%), and potholes (4.97%). The research recommends implementing a regular maintenance program to address road damage and enhance the safety and comfort of road users. Abstrak Pertumbuhan populasi dan jumlah kendaraan semakin meningkat setiap tahun sehingga infrastruktur transportasi jalan menjadi hal yang sangat krusial. Jalan Twi Slimeng - Empee Bata, Kec. Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar merupakan jalan yang menghubungkan beberapa desa di Kec. Blang Bintang menuju perkotaan. Jalan ini memiliki tipe perkerasan lentur dengan panjang jalan 2,110 km dan lebar jalan 3,5 meter. Jalan ini mengalami kerusakan serius akibat peningkatan volume kendaraan, yang berisiko tinggi bagi keselamatan pengendara sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk peningkatan/rehabilitasi kelas jalan yang diakibatkan oleh meningkatnya volume kendaran di jalan Twi Slimeng - Empee Bata. Untuk mengatasi masalah tersebut, akan direncanakan peningkatan dan rehabilitasi jalan Twi Slimeng - Empee Bata dari kelas III ke kelas II, serta pelebaran jalan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Metode penelitian ini menggunakan metode Bina Marga tahun 2018 (Revisi 02) No.16.1/SE/Db/2020. Hasil dari penelitian ini meliputi jalan Twi Slimeng - Empee Bata mempunyai beberapa jenis kerusakan yaitu tambalan (1,94%), retak buaya (4,50%), retak memanjang (1,61%), pelepasan butir (2,03%), rough (0,47%) dan lubang (4,97%) di sepanjang ruas jalan. Hasil penelitian merekomendasikan program pemeliharaan berkala untuk menangani kerusakan jalan dan meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan.
Pengaruh Penggunaan Teknologi ChatGPT Terhadap Kualitas Tugas Siswa Kelas X Di SMA Gorontalo Novian, Dian; A., Hermila; Sudirman, Randi
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 1 (2024): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i1.178

Abstract

AbstractThe popularity of AI technology in learning has increased significantly. One example is ChatGPT, an AI model developed by OpenAI using the ‘Generative Pre-trained Transformer’ (GPT) architecture to automatically generate conversational text. This study aims to evaluate the contribution of artificial intelligence (AI) technology, specifically ChatGPT, in improving the quality of student assignments. Using a causality method with a quantitative approach, this study involved 81 grade X students at SMA Negeri 1 Gorontalo. The research was conducted through four main stages, namely preliminary studies, data collection, data analysis, and report writing. Based on the validity test with a sample of N=35 at the 5% significance level, the variabel X statement instrument was declared valid. Meanwhile, the reliability test showed a Cronbach's Alpha value of 0.759, which means that the indicators of student assignment quality were declared reliable. The results of the simple regression analysis revealed that the tcount of 1.770 was greater than the ttable of 1.994 at the 5% significance level, so Ha was accepted and Ho was rejected. Thus, there is a significant effect of using AI ChatGPT technology on improving the quality of student assignments, indicating that this AI contributes effectively to the learning process.Keywords:AI Technology; ChatGPT; Student assignments AbstrakPopularitas teknologi AI dalam pembelajaran menunjukkan peningkatan signifikan. Salah satu contohnya adalah ChatGPT, model AI yang dikembangkan oleh OpenAI dengan menggunakan arsitektur "GenerativePre-trainedTransformer" (GPT) untuk menghasilkan teks percakapan secara otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kontribusi teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya ChatGPT, dalam meningkatkan kualitas tugas siswa. Menggunakan metode kausalitas dengan pendekatan kuantitatif, studi ini melibatkan 81 siswa kelas X di SMA Negeri 1 Gorontalo. Penelitian dilakukan melalui empat tahapan utama, yakni studi pendahuluan, pengambilan data, analisis data, dan penulisan laporan. Berdasarkan uji validitas dengan sampel N=35 pada tingkat signifikansi 5%, instrumen pernyataan variabel X dinyatakan valid. Sementara itu, uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,759, yang berarti indikator kualitas tugas siswa dinyatakan reliabel. Hasil analisis regresi sederhana mengungkapkan bahwa thitung sebesar 1,770 lebih besar dari ttabel sebesar 1,994 pada taraf signifikansi 5%, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, ada pengaruh signifikan dari penggunaan teknologi AI ChatGPT terhadap peningkatan kualitas tugas siswa, menunjukkan bahwa AI ini berkontribusi efektif dalam proses pembelajaran.Kata Kunci:      Teknologi Ai; ChatGPT; Tugas siswa
Desain Rusunawa Meulaboh Smart Building (MSB) Menggunakan Special Moment Resisting Frame System (SMRFS) Rahman, Aulia; Opirina, Lissa; Agusmaniza, Roni; Zulfrizal, M.
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 1 (2024): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i1.189

Abstract

AbstractThe earthquake that hit Aceh on December 26, 2004 caused severe damage to various facilities, physical infrastructure, including buildings. To overcome damage to buildings due to earthquakes, it is by designing building structures using the Special Moment Resisting Frame System (SMRFS). The purpose of this study is to determine the dimensions of effective cross-section, repetition and structural performance against earthquake loads using SMRFS. The analysis method in this study uses  ETABS V.21 Software to determine the capacity of the building after using the Special Moment Resisting Frame System (SMRFS), planning is carried out in the city of Meulaboh where the SDS value is 0.8910 and SD1 0.6800 are included in the seismic design category D. The results of the analysis show that the cross-sectional dimensions of the structure have met the cross-sectional criteria for SMRFS, the requirements of strong columns are met. The inter-floor gap is smaller than the permit intersection, the largest intersection on the 7th floor with a ∆ value of 43.9140 mm is smaller than ∆a 88 mm. The repetition ratio of beams, columns and plates meets the repetition requirements for which ρbeam has been obtained. Based on the results obtained, the dimensions of the structural components are included in the most effective, namely the size of B1 600/400 mm, B2 600/350 mm, K1 500/450 mm, plate 150 mm and plate 120 mm because the fundamental period includes the maximum where T = 0.8150 seconds does not cross the lower limit Ta (min) = 0.8291 seconds and the upper limit Ta (max) = 1.1607 seconds. By complying with the shear capacity (VT) design requirements, the columns and beams are designed to reduce shear forces due to earthquakes. The dimensions of the structural components of each floor must also conform to the design criteria of reinforced concrete, and the nominal shear capacity (VT) must be greater than the force acting on the columns and beams (V). AbstrakGempa bumi yang melanda Aceh pada 26 desember 2004 menyebabkan kerusakan parah pada berbagai sarana, prasarana fisik, termasuk bangunan. Untuk mengatasi kerusakan pada bangunan akibat gempa yaitu dengan mendesain struktur bangunan menggunakan Special Moment Resisting Frame System (SMRFS). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dimensi penampang efektif, penulangan dan kinerja struktur terhadap beban gempa yang menggunakan SMRFS. Metode analisis pada penelitian ini menggunakan Software ETABS V.21 untuk mengetahui kapasitas gedung setelah digunakan Special Moment Resisting Frame System (SMRFS), perencanaan dilakukan dikota meulaboh dimana nilai SDS 0.8910 dan SD1 0.6800 termasuk kategori desain seismik D. Hasil analisis menunjukkan dimensi penampang struktur memenuhi kriteria penampang untuk SMRFS, syarat kolom kuat terpenuhi. Simpangan antar lantai lebih kecil dari simpangan izin, simpangan paling besar di lantai 7 yaitu ∆ 43.9140 mm lebih kecil dari ∆a 88 mm. Nilai rasio penulangan balok, kolom dan plat memenuhi syarat penulangan dimana ρbalok dibawah ρbalok ijin. Berdasarkan hasil diperoleh dimensi bagian struktur sudah termasuk yang paling efektif yaitu ukuran B1 400/600 mm, B2 350/600 mm, K1 450/500 mm, plat 150 mm dan plat 120 mm disebabkan oleh periode fundamental paling besar T = 0.8150 detik tidak melewati batas bawah Ta (min) = 0.8291 detik dan batas atas Ta (max) = 1.1607 detik. Struktur mematuhi syarat desain kapasitas geser (VT), kolom dan balok yang didesain dapat mengurangi gaya geser akibat gempa. Dimensi komponen struktur setiap lantai juga harus sesuai kriteria desain beton bertulang, dan kapasitas geser nominal (VT) harus lebih besar dari gaya yang bekerja pada kolom dan balok (V).
Sistem Pendukung Keputusan Rating Mitra Pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Barat Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Astrianda, Nica; Away, Asmaul Husna; Suryadi, Suryadi
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 1 (2024): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i1.188

Abstract

AbstractStatistics Indonesia (BPS) is a non-ministerial government responsible for ensuring the availability of data for use by the government and the public. The data collection process at BPS is conducted through various methods, including surveys, which require substantial manpower. Therefore, BPS employs partners for the data collection process. Partners are recruited through the Sobat BPS application; however, there is often no assessment of these partners within the application, making it difficult for BPS to select high-performing partners. This issue allows for the potential re-selection of irresponsible partners. This study successfully designed and implemented an effective decision support system for evaluating BPS partners using the Simple Additive Weighting (SAW) method. The evaluation results show that this system not only provides accurate and objective assessments but also improves the efficiency of the partner selection process. With 100% accuracy in testing, this system can be adopted as a new standard to ensure that selected partners perform well, thereby supporting BPS in carrying out its duties more effectively and responsibly in the future.AbstrakBadan Pusat Statistik (BPS) merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas menjamin ketersediaan data untuk digunakan oleh pemerintah dan masyarakat. Proses pengumpulan data di BPS dilakukan melalui berbagai metode, termasuk survei, yang membutuhkan tenaga lebih besar. Oleh karena itu, BPS menggunakan jasa mitra untuk proses pendataan. Mitra direkrut melalui aplikasi Sobat BPS, namun seringkali tidak ada penilaian terhadap mitra pada aplikasi tersebut, menyulitkan BPS dalam menyeleksi mitra berkinerja baik. Masalah ini menyebabkan mitra yang tidak bertanggung jawab dapat terpilih Kembali. Penelitian ini merancang "Sistem Pendukung Keputusan Rating Mitra Pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Barat Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)" untuk menyeleksi mitra berkinerja baik atau buruk agar tidak terulang pada pekerjaan selanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini menghasilkan keputusan yang akurat, cepat, objektif, dan dapat menjadi standar baru bagi BPS dalam menyeleksi mitra berkinerja baik. Pengujian perhitungan pada sistem sesuai dengan perhitungan manual menggunakan metode SAW menunjukkan akurasi sebesar 100%.
Desain Kurikulum Untuk Pelatihan Manajemen Bencana Dalam Pendidikan Vokasi di SMK Mustari, Andi; Sari, Nurmala; Nurulwati, Nurulwati; Novriza, Ferdiansyah
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 1 (2024): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i1.187

Abstract

This research aims to design a Disaster Risk Reduction (DRR) curriculum integrated into vocational education at vocational high schools (SMK), specifically in the fields of Civil Engineering, Mechanical Engineering, and Hospitality. Given Indonesia's susceptibility to natural disasters such as earthquakes and tsunamis, this curriculum is designed to enhance students' preparedness for these disaster risks. The research methods include industry needs analysis and local risk evaluation through literature review, surveys, and interviews with experts. The results indicate that integrating DRR into vocational curricula can improve technical competencies and student readiness for disasters, while also strengthening community resilience. The study concludes with an emphasis on the importance of implementing a curriculum that adapts to local conditions and the development of teacher capacity through specialized DRR training. This study recommends a phased implementation of the DRR curriculum, teacher training, and continuous evaluation to ensure the curriculum's relevance and effectiveness. The findings support enhancing local community resilience and graduate preparedness for disaster scenarios in the workplace.Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana alam yang sangat tinggi, terutama gempa bumi dan tsunami, yang sering kali mengakibatkan kerusakan besar dan korban jiwa. Di tengah ancaman ini, sektor pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, termasuk melalui integrasi mitigasi bencana dalam kurikulum. Namun, kurikulum pendidikan vokasi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat ini masih kurang memperhatikan aspek Pengurangan Risiko Bencana (PRB), terutama dalam kaitannya dengan bidang kejuruan yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kurikulum PRB yang diintegrasikan ke dalam pendidikan vokasi di SMK, khususnya pada jurusan Teknik Sipil, Teknik Mesin, dan Perhotelan. Metode penelitian yang digunakan mencakup analisis kebutuhan industri dan evaluasi risiko lokal melalui studi literatur, survei, dan wawancara dengan para ahli. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi PRB dalam kurikulum vokasi dapat meningkatkan kompetensi teknis dan kesiapan siswa dalam menghadapi bencana, sekaligus memperkuat resiliensi komunitas. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pelaksanaan kurikulum yang adaptif terhadap kondisi lokal serta pengembangan kapasitas guru melalui pelatihan khusus PRB. Studi ini merekomendasikan implementasi kurikulum PRB secara bertahap, pelatihan guru, dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan relevansi dan efektivitas kurikulum. Temuan ini mendukung peningkatan resiliensi komunitas lokal dan kesiapan lulusan dalam menghadapi bencana di lingkungan kerja.

Page 1 of 1 | Total Record : 8