cover
Contact Name
Agna Rizky
Contact Email
agnarizkyputra@gmail.com
Phone
+6281331725275
Journal Mail Official
aenor_rofek@unars.ac.id
Editorial Address
Jl. Baluran No. 1, Panarukan, Situbondo Regency, Jawa TImur, Indonesia
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal IKA PGSD : Ikatan Alumni PGSD UNARS
ISSN : 23383860     EISSN : 26564459     DOI : https://doi.org/10.36841/pgsdunars
Core Subject : Education,
IKA PGSD adalah Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Pertama kali dibentuk pada tahun 2012, dan saat ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal IKA PGSD berisikan hasil penelitian dan kajian pustaka tentang pendidikan (termasuk pendidikan dasar, sampai pendidikan tinggi, menejemen pendidikan, proses belajar mengajar, perkembangan peserta dididik, teknologi pembelajaran dan sebagainya. Lebih lengkap dapat dilihat pada Aim and Scope.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 517 Documents
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SEKOLAH DASAR: STUDI LITERATUR Azizah Putri Arseti; Adelia Dian Giendra Wahyu Wardani; Novia Diah Ayu Perdana
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.8660

Abstract

Keragaman kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa di sekolah dasar menuntut pendekatan pembelajaran yang lebih responsif dibandingkan model pembelajaran seragam dan satu arah. Pembelajaran berdiferensiasi, sebagai salah satu pilar utama Kurikulum Merdeka, hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menempatkan kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar peserta didik sebagai dasar perancangan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum, menganalisis, dan menyintesis temuan dari berbagai penelitian terdahulu mengenai konsep, implementasi, tantangan, serta peluang dan solusi penerapan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan menelaah artikel jurnal ilmiah nasional yang dipublikasikan dalam kurun waktu 2020–2025, bersumber dari basis data daring seperti Google Scholar dan Garuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi diwujudkan melalui empat komponen utama, yaitu diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar, yang secara konsisten terbukti meningkatkan keterlibatan, motivasi, keaktifan, dan hasil belajar siswa di berbagai mata pelajaran, mulai dari IPA, IPAS, hingga PPKn. Namun demikian, implementasinya masih dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep diferensiasi, minimnya variasi media pembelajaran, kesulitan mengelola kelas heterogen, beban persiapan yang tinggi, serta terbatasnya sarana, prasarana, dan dukungan kebijakan. Sebagai upaya mengatasi tantangan tersebut, diperlukan pelatihan dan pendampingan guru secara berkelanjutan, penguatan komunitas belajar, penyediaan media yang lebih variatif, serta sinergi antara guru, kepala sekolah, dan pemangku kebijakan pendidikan. Kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif yang bermanfaat bagi guru, kepala sekolah, dan peneliti dalam mengoptimalkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi di jenjang sekolah dasar.
Strategi Pendampingan Belajar oleh Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II Sekolah Dasar Amirah Indriani; Sekar Endah Safitri; Badi’atun Nisa’; Azka Nayla Syarifah; Encep Kusumah
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.8527

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya kemampuan membaca pada kelas II sekolah dasar dalam mengenali huruf, melafalkan kata, maupun memahami kalimat sederhana. Membaca merupakan kemampuan dasar yang menjadi modal penting dalam mendukung proses pembelajaran. Pendampingan belajar merupakan upaya bimbingan yang diberikan kepada siswa yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan menguasai materi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendampingan belajar, peran guru, serta dampak pendampingan belajar terhadap kemampuan membaca siswa kelas II sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner terbuka. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan secara intensif melalui pengenalan huruf, penggabungan huruf menjadi suku kata, penggabungan suku kata tertutup, hingga latihan membaca kalimat sederhana yang dilaksanakan oleh guru di luar jam pelajaran kelas membawa dampak positif terhadap kemampuan membaca siswa. Simpulan penelitian ini adalah pendampingan belajar yang dilakukan guru menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas II sekolah dasar. This research is motivated by the problem of low reading ability in grade II elementary school in recognizing letters, pronouncing words, and understanding simple sentences. Reading is a basic skill that is an important asset in supporting the learning process. Learning assistance is a guidance effort given to students that aims to improve students' ability to understand and master the material well. This study aims to describe the implementation of learning assistance, the role of teachers, and the impact of learning assistance on the reading ability of grade II elementary school students. The study used a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques were carried out using an open questionnaire. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that intensive assistance through letter recognition, combining letters into syllables, combining closed syllables, and practicing reading simple sentences carried out by teachers outside of class hours has a positive impact on students' reading ability. The conclusion of this study is that learning assistance carried out by teachers is a strategic step to improve the reading ability of grade II elementary school students.
Penanaman Karakter Disiplin Pada Anak Usia Dini Melalui Metode Pembiasaan Di Sekolah TK Tri Widodo Lisa Walgiyati; Syifa Fauziah
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.7992

Abstract

Instilling the character of discipline in early childhood is an important foundation for shaping orderly behavior, responsibility, and self-control in daily activities. However, in practice, differences in children's levels of discipline are still found, influenced by habits at home, the surrounding environment, and the consistency of rule enforcement at school. This study aims to describe the process of instilling a disciplined character thru habituation methods, as well as to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation at TK Tri Widodo Candigaron, Sumowono District, Semarang Regency. The research uses a descriptive qualitative approach. Data were obtained thru participatory observation, in-depth interviews with the school principal (KSGB) and class teachers (GKA), as well as supporting documentation such as daily activity schedules and children's development records. The validity of the data is strengthened thru triangulation of sources and techniques, while the analysis is conducted thru the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing.The research results show that the instillation of discipline is carried out systematically thru routine habituation integrated into daily activities. The forms of habituation include arriving on time, lining up before entering the classroom, praying before and after activities, adhering to classroom rules, tidying up toys, washing hands before eating, disposing of trash properly, and maintaining time discipline during activity transitions. Supporting factors include teacher role models, clear classroom rules, a conducive school environment, positive reinforcement, and cooperation with parents. The main obstacles include differences in parenting styles, diverse child characteristics, external environmental influences, and limited teaching time.
Systematic Literatur Review: Efektivitas Discovery Learning terhadap Hasil Belajar pada Materi IPAS SD Eca Putriyanti
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.8686

Abstract

Abstrak Pembelajaran IPAS di SD memerlukan model yang efektif untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik. Discovery Learning menjadi salah satu alternatif karena menekankan proses penemuan konsep melalui aktivitas penyelidikan dan pemecahan masalah. Walaupun banyak penelitian mengkaji penerapan Discovery Learning, hasilnya masih tersebar dan belum dirangkum secara sistematis, khususnya dalam konteks pembelajaran IPAS di SD. Penelitian ini bertujuan menelaah efektivitas Discovery Learning dalam meningkatkan hasil belajar IPAS di SD berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2022–2026. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Data diperoleh melalui penelusuran Google Scholar menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan kata kunci Discovery Learning, hasil belajar, IPAS, dan sekolah dasar. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang meliputi tahun publikasi, jenis publikasi, subjek penelitian, topik, variabel hasil belajar, ketersediaan teks lengkap, dan sumber artikel ilmiah. Dari 990 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 9 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menggunakan desain eksperimen dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek yang didominasi siswa kelas IV dan V SD. Kajian menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning efektif meningkatkan hasil belajar IPAS melalui peningkatan nilai pretest-posttest, nilai N-Gain, ketuntasan belajar, serta perkembangan aspek kognitif, kemampuan berpikir kritis, keterampilan pemecahan masalah, dan keaktifan peserta didik selama pembelajaran. Temuan ini memberikan kontribusi empiris sebagai referensi bagi guru dalam merancang dan menerapkan model pembelajaran yang relevan untuk mengoptimalkan hasil belajar IPAS peserta didik di SD. Kata kunci: Discovery Learning, Hasil Belajar, IPAS, Sekolah Dasar, Systematic Literature Review
Analisis Penerapan Model Gallery Walk Dalam Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar: Systematic Literature Review Hana Arikah; Khoirunnisa Khoirunnisa; Alifah Nisa Azzahra; Hermawan Wahyu Setiadi
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.8694

Abstract

Keaktifan siswa dalam belajar adalah faktor penting yang membantu meningkatkan mutu proses pembelajaran di sekolah dasar. Namun, partisipasi siswa yang rendah dalam proses belajar masih menjadi masalah yang sering terjadi. Salah satu solusi yang bisa dicoba untuk menangani masalah tersebut adalah metode pembelajaran Gallery Walk. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari cara pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), masalah-masalah dalam pembelajaran yang ditangani, serta sejauh mana model Gallery Walk bisa meningkatkan keaktifan belajar siswa di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti langkah-langkah sesuai PRISMA. Data didapat dengan mencari referensi di Google Scholar, SINTA, dan Semantic Scholar dengan menggunakan kata kunci seperti Gallery Walk, Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Sekolah Dasar, Keaktifan Belajar, dan Hasil Belajar. Artikel yang dianalisis adalah artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2026 dan tersedia dalam bentuk teks lengkap. Dari 125 artikel yang ditemukan, ada 15 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model Gallery Walk sering digunakan dalam berbagai mata pelajaran di sekolah dasar dan secara terus-menerus berhasil meningkatkan aktifitas belajar, hasil belajar, semangat belajar, minat siswa, serta keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Keberhasilan itu didukung karena siswa terlibat aktif dalam diskusi, presentasi, melihat hasil kerja kelompok, dan memberikan masukan. Dengan demikian, model Gallery Walk terbukti cukup efektif sebagai pilihan pembelajaran yang kreatif, menarik, dan berfokus pada siswa, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Eksplorasi Pemanfaatan Film Berbahasa Inggris Terhadap Pembelajaran Vocabulary Dan Listening Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Arina Mana Sikana; Alison Theend Artha; Wiwin Luqna Hunaida
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.8518

Abstract

This study aims to determine the perceptions of English Language Education students regarding the effectiveness of English-language films as a learning medium for enriching vocabulary and improving listening skills. This study employed a quantitative descriptive approach among English Education students in Class A at UIN Sunan Ampel Surabaya, with a total of 33 respondents. Data were collected via a questionnaire consisting of 10 questions, each with five response options: strongly agree, agree, neutral, disagree, and strongly disagree. The data obtained were then analyzed descriptively using percentage calculations based on the respondents’ answers to each question. The results showed that 93.9% of students stated that English-language films help improve vocabulary, 97% stated that films help improve listening skills and enhance their understanding of various accents and intonations, and 84.9% of students agreed that English-language films are effective as a learning medium. Therefore, based on the students’ perceptions, it can be concluded that the use of English-language films is effective as a learning medium for improving students’ listening skills and enriching their vocabulary.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman melalui Penggunaan Media Buku Cerita Bergambar pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Sewon Bantul Maulina Dwi Yahya; Inas Arifah Nurmala Sutanta; Vania Belinda Ines Nabilah; Hermawan Wahyu Setiadi
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.8698

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas IV di SDN 1 Sewon Bantul dengan menggunakan buku cerita bergambar. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model siklus empat langkah: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Langkah-langkah ini dilakukan berulang kali hingga mencapai target keberhasilan. Tes kemampuan membaca, catatan lapangan, dan pengamatan interaksi siswa dan guru adalah semua metode yang digunakan untuk mendapatkan data.Hasil penelitian ini mendukung pendapat bahwa media visual seperti buku cerita bergambar dapat meningkatkan minat, keterlibatan, dan pemahaman siswa tentang membaca, serta meningkatkan persentase ketuntasan belajar dari 45% menjadi 90%. Peningkatan nilai rata-rata di siklus II dari 65,00 menjadi 85,00.
Pementasan Tari Gugur Gunung sebagai Upaya Pelestarian Budaya di Kalangan Mahasiswa PGSD Mindi Antika Nurillah; Ayu Dian Nur Aizah; Nasywa Alzena; Aisyah Luthfi Nur Hanifah; Fika Nur Fadilah Ramadhani; Astrid Wahyuningtyas; Urip Umayah
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.8723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa PGSD terhadap kualitas pementasan Tari Gugur Gunung sebagai upaya pelestarian budaya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif sederhana. Data diperoleh melalui penyebaran angket menggunakan Google Form kepada mahasiswa PGSD yang menyaksikan pementasan Tari Gugur Gunung. Instrumen penelitian mencakup aspek gerak, penampilan, penyajian, serta nilai budaya yang terkandung dalam pementasan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa PGSD terhadap pementasan Tari Gugur Gunung sebagai upaya pelestarian budaya berada pada kategori sangat setuju. Dengan demikian, pementasan Tari Gugur Gunung dapat menjadi salah satu media dalam mendukung upaya pelestarian budaya di kalangan mahasiswa PGSD.
Ekplorasi Etnomatematika Di Makam Keramat Sadang Gabusan Blora Sebagai Sumber Belajar Materi Geometri Di Sekolah Dasar Triswanto Triswanto; Mu’jizatin Fadiana
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.7967

Abstract

Pendekatan etnomatematika menekankan keterkaitan antara konsep matematika dan budaya lokal sebagai konteks pembelajaran yang bermakna. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur etnomatematika yang terdapat pada Situs Makam Keramat Sadang di Dusun Ngembag, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, yang secara fisik memiliki berbagai unsur bangunan tradisional dengan keteraturan bentuk. Situs ini memuat konsep geometri bangun datar seperti persegi, persegi panjang, jajar genjang, belah ketupat, dan trapesium yang relevan untuk materi keliling dan luas bangun datar di Sekolah Dasar kelas IV. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur etnomatematika yang terdapat pada Situs Makam Keramat Sadang di Dusun Ngembag, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, serta mengkaji potensinya sebagai sumber belajar matematika di Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi, wawancara, eksplorasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Situs Makam Keramat Sadang mengandung berbagai konsep geometri, khususnya bangun datar seperti persegi, persegi panjang, jajar genjang, belah ketupat, dan trapesium. Konsep-konsep tersebut kemudian dikontekstualisasikan ke dalam modul etnomatematika yang dapat membantu siswa memahami materi luas bangun datar secara konkret. Temuan ini menunjukkan bahwa etnomatematika berbasis situs budaya lokal berpotensi meningkatkan pemahaman konseptual siswa, motivasi belajar, serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.
Konsep Dasar Pembelajaran Pancasila di Sekolah Dasar Berbasis Kearifan Lokal Zendi Al Jinan; Ratih Kesuma Dewi
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.8603

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan (Pancasila) di Sekolah Dasar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, sikap, dan kesadaran kebangsaan sejak dini. Namun, praktik pembelajaran Pancasila masih sering dianggap monoton dan kurang kontekstual sehingga minat serta motivasi belajar siswa cenderung rendah. Kondisi ini menuntut adanya inovasi dalam pembelajaran agar nilai-nilai Pancasila dapat benar-benar diinternalisasi. Salah satu pendekatan yang relevan adalah integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran Pancasila. Kearifan lokal, yang mencakup tradisi, cerita rakyat, permainan tradisional, hingga praktik gotong royong, diyakini mampu membuat pembelajaran lebih bermakna karena dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan PRISMA 2020. Artikel yang dianalisis diperoleh dari berbagai database seperti Google Scholar, DOAJ, dan Garuda dengan rentang publikasi tahun 2020–2025. Dari total 132 artikel yang diidentifikasi, 7 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran Pancasila berbasis kearifan lokal memiliki beberapa keunggulan, antara lain meningkatkan motivasi belajar, memperkuat identitas budaya dan kebangsaan siswa, serta mendukung implementasi Profil Pelajar Pancasila. Selain itu, pendekatan ini mampu menjawab tantangan globalisasi dengan tetap menjaga nilai-nilai kebangsaan yang berakar pada budaya bangsa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Pancasila berbasis kearifan lokal merupakan inovasi yang relevan, kontekstual, dan strategis dalam memperkuat pendidikan karakter di sekolah dasar. Model ini tidak hanya menjadikan pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga siswa terhadap budaya bangsa sekaligus membekali mereka untuk menghadapi tantangan zaman. Kata Kunci:Pancasila, Kearifan Lokal, Sekolah Dasar.