cover
Contact Name
Achmad Rijanto
Contact Email
rijanto1970@gmail.com
Phone
+6281232814248
Journal Mail Official
majamecha2019@gmail.com
Editorial Address
Gedung Dwipa Mandala Lt. 2, Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit jl. Raya Jabon Km. 0,7 Mojokerto, Indonesia 61364
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Majamecha
ISSN : 26569132     EISSN : 26568055     DOI : https://doi.org/10.36815/majamecha.v6i2
Core Subject : Engineering,
Majamecha adalah jurnal ilmiah yang berisi tentang publikasi hasil karya penelitian, perancangan dan kajian teori di bidang ilmu teknik mesin dan permesinan, meliputi konversi energi, manufakturing, material dan perancangan mesin.
Articles 201 Documents
Rancang Bangun Mesin Penggiling Jagung Bertenaga Dinamo Pompa Air Dyah, Atika Isnaining; Alwi, Faisal Akhmad Basori
Majamecha Vol. 5 No. 1 (2023): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v5i1.2686

Abstract

Mesin penggiling jagung merupakan mesin yang digunakan untuk menggiling jagung menjadi butiran lebih halus. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan mesin penggiling jagungdengan desain sederhana. Mesin ini bertenaga dinamo pompa air sebagai penggeraknya yang dihubungkan dengan dimmer AC sebagai pengatur putarannya. Penelitian ini menggunakan metode VDI 2221 yang meliputi 4 fase yaitu perancanaan dan penjelasan tugas, perancangan konsep produk, perancangan bentuk produk dan perancangan detail. Hasil akhir dari perancangan ini yaitu melakukan pengujian alat dengan mengukur kapasitas kerja alat. Hasil penelitian diperoleh bahwa untuk menggiling jagung 3 Kg pada putaran 2000 Rpm dan 2200 Rpm membutuhkan waktu antara 5-6 menit. Kapasitas kerja alat menunjukkan bahwa alat bekerja cukup optimal dengan kapasitas 32,2 Kg/Jam
Analisis Pengaruh Jenis Material Stainless Steel Dan Waktu Perendaman Larutan H2SO4 Terhadap Laju Korosi Nizar Zulfika, Dicki
Majamecha Vol. 5 No. 1 (2023): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v5i1.2705

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan laju korosi material SS 304 dan SS316 dengan variasi waktu perendaman. Baja tahan karat atau stainless steel adalah bahan yang memiliki banyak keunggulan terutama tahan terhadap korosi. Baja tahan karat (Stainless Steel) SS 304 dan SS 316 merupakan salah satu material yang tahan terhadap korosi. Terdapat 5 variasi waktu perendaman material terhadap H2SO4, yaitu 12, 24, 36, 48, 60 jam. Setelah masa perendaman, maka material akan ditimbang untuk melihat berapa massa yang telah hilang selama perendaman tersebut. Pada SS 304 kehilangan massa terendah pada saat perendaman 12 jam yaitu sebesar 0,2 gram. Sedangkan tertinggi pada 48 dan 60 jam yang sama sama 0,5 gram. Sedangkan untuk SS 316 kehilangan massa terendah pada saat perendaman 12 jam yaitu sebesar 0,1 gram. Sedangkan tertinggi pada 60 jam yang sebesar 0,4 gram
Analisis Efisiensi Energi Menggunakan Trimming Dengan Sistem Motor Vakum Rohman, Dedi Fatkhur
Majamecha Vol. 5 No. 1 (2023): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v5i1.2728

Abstract

PT. Betts Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang packaging produk utama perusahaan ini adalah tube plastic. Mesin produksi menggunakan mesin merk AISA buatan swiss dimana ada 3 sumber energi yang diperlukan yaitu energi listrik, udara bertekanan dan water cooling. Pada mesin ini sistem utama rata-rata menggunakan pneumatic Sehingga membutuhkan udara bertekanan yang cukup banyak. Udara bertekanan paling tidak efisien terdapat pada bagian Trimming sistem. Berdasarkan latar belakang diatas trimming sistem yang terdapat pada mesin tubing menggunakan sistem ventury sehingga memerlukan udara bertekanan yang cukup besar. Trimming dengan sistem motor vacuum menggunakan motor berkapasitas 0,75 kw dan di kontrol oleh inverter yang mampu menahan beban maksimal 1,5 kw. Ketika mesin start inverter mendapatkan signal dari mesin yang kemudian diproses dan mengeluarkan tegangan untuk menjalankan motor vacuum. Trimming menggunakan sistem ventury yang memanfaatkan flow air ± 300 l/menit atau setara dengan konsumi motor yang berkapasitas 1,43 kw (konversi 1 kw = 209,3 l/min/ 6,8 bar untuk compressor sentral merk sullair). Sedangkan trimming vacuum menggunakan sistem motor vacuum berkapasitas 0,75 kw sebagai penggerak motor vacuum. Dengan demikian setelah pemasangan alat terjadi penghematan energi setara dengan motor berkapasitas sebesar 0,68 kw. Atau dapat menghemat konsumsi energi sebesar 47,5%. Jadi sitem trimming dengan sistem motor vacuum dapat lebih efisien.
Analisis Perbandingan Temperatur Permukaan Pada Mesin Berbahan Bakar Bensin Dan Gas Rijanto, Achmad; Rahayuningsih, Suesthi
Majamecha Vol. 5 No. 1 (2023): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v5i1.2732

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan temperatur permukaan yang dihasilkan oleh mesin pompa air sawah dengan dua bahan bakar yang berbeda yaitu bensin dan gas. Bensin yang digunakan berupa pertalite dan gas yang digunakan LPG (Liquified Petroleum Gas). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental. Pengukuran temperatur pada permukaan mesin diukur dengan menggunakan alat pengukur temperatur pada putaran mesin 2000 rpm, selama 30 menit, dengan menggunakan bahan bakar pertalite dan LPG. Dari hasil penelitian diperoleh, bahwa temperatur permukaan pada mesin berbahan bakar pertalite sebesar 85,93 oC, sedangkan pada mesin berbahan bakar LPG sebesar 88,02 oC. Temperatur permukaan pada mesin berbahan bakar pertalite lebih kecil dibandingkan dengan mesin berbahan bakar LPG, yaitu sebesar 4,19 oC.
Destilasi Air Laut Menggunakan Sensor Peltier Sahara, Ain; Saputra, Riza Hadi; Yuniarti, Yuniarti; Ryka, Hamriani; Saputra, Muhammad Reza
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3290

Abstract

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang penting bagi kehidupan. Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari manuasia, seperti minum, mandi, memasak, dan mencuci. Saat ini sumber air bersih sangat sulit ditemukan, dan membutuhkan penangan yang komples untuk dapat menjangkaunya, sehingga terjadi kelangkaan air bersih terjadi di area yang mempunyai kepadatan penduduk yang tinggi, dan pada saat musim kemarau. Kebutuhan air bersih menjadi hal pokok yang harus terpenuhi untuk keberlangsungan kehidupan manusia, sehingga dicari berbagai macam solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut, salah satunya adalah dengan melakukan filtrasi air laut dengan metode destilasi air laut menggunakan sensor peltier yakni dengan mengubah air asin menjadi air tawar melalui proses pemanasan dan penguapan. Tujuan penelitian ini adalah membuat prototipe alat destilasi air laut menjadi air tawar. Alat ini bekerja dengan cara memanaskan air laut sampai titik didih tertentu. Dalam pendinginannya menggunakan peltier sebagai sumber pendigin, suhu dingin dari peltier berfungsi mendinginkan air pada kotak pendingin yang dilalui pipa destilasi yang mengalirkan uap air dengan pH air 5,46.
Pengaruh Hardening dan Tempering Terhadap Kekerasan dan Kekuatan Impak Pisau Pencacah Rumput Wicaksana, Galih; Astuti, Fina Andika Frida
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3401

Abstract

Peternakan sapi perah Banyu Langit Farm menggunakan mesin chopper untuk mencacah pakan dari bahan organik seperti rumput dan batang jagung. Bilah pisau mesin chopper adalah salah satu komponen yang paling sering mengalami masalah, dimana masalah yang sering terjadi adalah aus ketajaman bilah pisau yang menghambat proses produksi pakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat pisau pencacah rumput dengan kekuatan impak dan kekerasan yang lebih baik dari yang sudah ada. Penelitian ini menggunakan baja karbon menengah JIS SUP 9 yang diberikan perlakuan panas hardening dan tempering. Suhu hardening yang digunakan adalah 830?C, 860?C, dan 890?C yang kemudian didinginkan dengan media pendingin oli. Suhu tempering yang digunakan adalah 360?C, 460?C, 560?C dengan media pendingin udara. Hasil penelitian menunjukkan nilai kekerasan tertinggi sebesar 47 HRC pada variasi suhu hardening 890?C dan tempering 360?C. Nilai kekerasan terendah pada variasi suhu hardening 830?C dan tempering 560?C yaitu sebesar 27 HRC. Nilai kekuatan impak tertinggi didapatkan dari variasi suhu hardening 830?C dan tempering 560?C senilai 0,285 Joule/mm2, sedangkan nilai kekuatan impak terendah terdapat pada variasi suhu hardening 890?C dan tempering 360?C senilai 0,096 Joule/mm2.
Pengaruh Orientasi Sudut Anyam Serat Bambu Petung Terhadap Kekuatan Mekanik dan Sifat fisik Suharto, Rizky Dedy; Darmo, Adityo Noor Setyo Hadi; Listyanda, R. Faiz
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3441

Abstract

Komposit merupakan material yang terdiri dari dua unsur yaitu penguat dan pengikat. Komposit memiliki beberapa sifat istimewa diantaranya adalah anti terhadap korosi dan memiliki kekuatan yang dapat dimanfaatkan baik dibidang industri, otomotif, maupun rumah tangga. Serat bembu petung menawarkan potensi sebagai penguat serat alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi orientasi sudut anyam serat bambu petung sebagai penguat dengan matriks resin polyester BQTN 157 terhadap kekuatan mekanik serta struktur makro komposit. Proses pembuatan spesimen menggunakan metode hand lay up, dengan variasi orientasi sudut anyam 0°/90°, 15°/105° , 30°/120° dan 45°/135° dengan fraksi volume serat bambu petung sebesar 30%, dan resin polyester sebesar 70%. Spesimen dibentuk sesuai dengan standar ASTM D638 untuk uji tarik dan struktur makro. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi sudut 15°/105° mendapatkan nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 1,397 Kgf/mm2 dan mampu menahan beban maksimum sebesar 59,19 Kgf. Sedangkan yang terendah pada sudut 30°/120° dengan nilai kekuatan tarik sebesar 0,893 Kgf/mm2 dan hanya mampu menahan beban maksimum sebesar 35,3 Kgf. Kesimpulan hasil penelitian menunjukan bahwa orientasi sudut anyam berpengaruh terhadap kekuatan tarik material komposit hal tersebut diperkuat dengan hasil struktur makro bahwa fiber pull out yang  terjadi diakibatkan oleh kurangnya kemampuan resin dalam mengikat serat pada sudut 15°/105°. Sedangkan pada orientasi sudut 30°/120° menunjukan kurang mampunya susunan anyam serat dalam menahan beban yang diberikan sehingga mengakibatkan patahnya spesimen uji dikarenakan susunan serat kurang mampu menguatkan komposit dengan baik.
Pengaruh Tebal Core Serat Dendrocalamus Asper Terhadap Ketangguhan Impak Bahan Komposit Dengan Filler Partikel Montmorillonite Wicaksono, Ari; Setyo H. D, Adityo Noor; Mulyaningsih, Nani
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3442

Abstract

Pada saat ini serat yang sering digunakan  serat fiberglass, Akan tetapi limbahnya cukup sulit untuk terurai. Penggunaan serat alam merupakan salah satu alternatif dalam pembuatan komposit, salah satunya serat bambu yang memilii kekuatan mekanik yang baik. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui sifat mekanis dan sifat fisis pada komposit serat bambu petung dengan filler campuran serbuk genteng sokka. Komposit dibuat menggunakan metode hand lay up dengan variasi tebal core 2 mm dan 4 mm, arah serat vertikal dan horizontal serta fraksi volume filler 10%, 20%, dan 30%.Hasil penelitian menunjukkan nilai harga impak terbesar terdapat pada variasi B4205 dengan nilai 0,0152 J/mm2. Sedangkan nilai harga impak terendah terdapat pada variasi A2303 dengan nilai 0,0018 J/mm2. Jika dilihat pada foto makro terlihan matriks rich, void, dan fiber pull out yang menyebabkan kekuatan mekanik dari komposit menjadi kurang baik.
Studi Karakteristik Makro Nugget Las pada Resistance Spot Welding Ekawati, Mahlina; Fitrah, Muhammad Aqdar
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3464

Abstract

Penelitian ini menyelidiki pengaruh variasi arus las terhadap karakteristik makrostruktur dari nugget yang terbentuk dalam proses resistance spot welding, dengan fokus khusus pada stainless steel 304. Studi ini mengevaluasi efek dari berbagai tingkat arus—3, 5, dan 7 Ampere—terhadap diameter, area, dan kedalaman penetrasi nugget. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang jelas antara peningkatan arus las dengan pertumbuhan ukuran nugget. Pada arus 3 Ampere, nugget memiliki diameter 127,95 µm, area 12.858,20 µm, dan kedalaman penetrasi 1,2 µm. Ketika arus dinaikkan menjadi 5 Ampere, diameter nugget meningkat menjadi 542,2 µm, dengan area 230.909,67 µm dan kedalaman penetrasi 1,14 µm. Pada arus 7 Ampere, nugget mencapai diameter maksimal sebesar 648,09 µm, area 329.883,41 µm, dan kedalaman penetrasi 2,1 µm. Meskipun arus yang lebih tinggi menghasilkan nugget yang lebih besar dan penetrasi yang lebih dalam, arus ini juga meningkatkan risiko cacat las, termasuk deformasi dan ketidakberaturan mikrostruktur. Temuan ini menekankan pentingnya mengoptimalkan parameter pengelasan, terutama tingkat arus, untuk mencapai spot weld berkualitas tinggi yang menyeimbangkan ukuran nugget, bentuk simetris, dan penetrasi tanpa mengorbankan integritas sambungan las. Studi ini menegaskan perlunya kontrol yang tepat atas parameter pengelasan guna memastikan produksi sambungan las yang kuat dan bebas cacat dalam aplikasi industri.  
Analisis Performance Turbine Terhadap Peningkatan Kebutuhan Excess O2 Secondary Boiler Pada Power Plan PT. Semen Tonasa Capacity Of 70 MW Rombe, Marten; Arham, Muhammad; Mubarak, Husni; Taha, Syamsumarlin
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3471

Abstract

Pengoperasian boiler di PLTU PT. Semen Tonasa memiliki kapasitas produksi daya listrik sebesar 70 MW  terdapat rentang presentase O2 dalam gas buang boiler yang disarankan oleh manual book peralatan termal tersebut, sehingga perlu dilakukan analisa secara signifikan untuk mengoptimalisasi jumlah udara secondary yang disuplai kedalam ruang bakar. Pengambilan data dilakukan melalui DCS (Data Collection System) yang telah terhubung dengan sensor dan alat ukur yang telah terpasang pada sistem boiler dan turbin saat beban unit 80% kemudian dilakukan pengaturan FDF (Forced Draft Fan) sehingga presentase O2 dalam gas buang boiler dapat bervariasi dari 3%, 4%, 5% dan 6%. Hasil Analisa menunjukkan bahwa perubahan kebutuhan udara secondary mempengaruhi kinerja efisiensi dari boiler secara masif dan hanya sedikit mempengaruhi efisiensi turbin pada PLTU. Penggunaan kebutuhan udara pada proses pembakaran dengan variasi excess O2 pada gas buang sebesar 3 %, 4%, 5% dan 6%, menghasilkan tingkat SFC sebesar 0.540 kg/kWh, 0.542 kg/kWh, 0.550 kg/kWh, dan 0.554 kg/kWh. Sehingga berdasarkan tingkat SFC terendah, dengan excess O2 sebesar 3% merupakan tingkat kebutuhan udara yang optimal dan mampu menghasilkan efisiensi boiler sebesar 84,13%, efesiensi termal 31,12% dan turbin sebesar 88,91%.