cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG INISIASI MENYUSUI DINI (IMD) DI RSU ALIYAH KENDARI Bangun, Affan Hakim Selandi; Adjie, Eko Kristanto Kunta
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46542

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan proses menyusui yang dilakukan dalam satu jam pertama setelah bayi lahir dan terbukti bermanfaat untuk meningkatkan kelangsungan hidup bayi. Pengetahuan ibu hamil tentang IMD merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang IMD di RSU Aliyah Kendari dan menganalisis hubungan antara usia, tingkat pendidikan, serta graviditas terhadap tingkat pengetahuan tersebut. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan melibatkan 96 ibu hamil yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa 58,3% responden memiliki pengetahuan yang baik tentang IMD, sementara 41,7% memiliki pengetahuan yang kurang. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dan tingkat pengetahuan (p<0,001), di mana ibu berusia >35 tahun memiliki pengetahuan lebih baik dibandingkan kelompok usia ≤35 tahun. Tingkat pendidikan juga berpengaruh signifikan (p<0,001); ibu dengan pendidikan tinggi lebih banyak memiliki pengetahuan yang baik dibandingkan ibu dengan pendidikan rendah. Selain itu, graviditas juga berhubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan (p=0,008); ibu multigravida memiliki pengetahuan lebih baik dibandingkan primigravida. Temuan ini menunjukkan perlunya intervensi edukatif khususnya pada ibu muda, berpendidikan rendah, dan primigravida untuk meningkatkan pemahaman tentang IMD. Oleh karena itu, integrasi materi IMD dalam layanan antenatal care secara rutin dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengetahuan dan kesiapan ibu dalam melaksanakan IMD setelah persalinan.
PENERAPAN MANAJEMEN RADIASI DALAM ASPEK PERALATAN RADIASI DI RS TK III dr. SOETARTO wijaya, satrio sukma; Mukmin, Amril; Nasokha, Ildsa Maulidya Mar'atus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46761

Abstract

Penggunaan radiasi di bidang medis, khususnya di unit radiologi, sangat bermanfaat untuk diagnosis dan terapi, namun juga menimbulkan risiko paparan bagi tenaga medis dan pasien. Karena manajemen keselamatan radiasi sangat penting untuk perlindungan optimal, sesuai regulasi pemerintah dan BAPETEN yang mewajibkan sistem manajemen keselamatan serta penggunaan APD standar. Namun, hasil observasi di Unit Radiologi RS TK III dr. Soetarto menunjukkan masih ada keterbatasan ketersediaan dan pengelolaan APD seperti apron dan thyroid shield, serta belum tersedia APD lain seperti kacamata Pb, gonad shield, dan sarung tangan. Penyimpanan APD juga belum memenuhi standar, sehingga dapat mengurangi efektivitas perlindungan radiasi bagi tenaga medis. Metode penelitian ini kualitatif dengan pendekatan observasional deskriptif di RS TK III dr. Soetarto pada Agustus 2024 Februari 2025. Subjek penelitian terdiri dari tiga radiografer, satu petugas proteksi radiasi, dan satu fisikawan medis. Objek penelitian adalah alat pelindung diri (APD). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Ketersediaan APD di unit radiologi masih terbatas, hanya ada dua apron dan satu thyroid shield, sementara APD lain seperti kacamata Pb, gonad shield, dan sarung tangan belum tersedia. Penyimpanan APD juga belum standar karena masih memakai meja pemeriksaan yang tidak terpakai. Kondisi ini dapat menurunkan efektivitas perlindungan radiasi bagi tenaga medis dan pasien. Diperlukan peningkatan ketersediaan dan manajemen APD sesuai standar keselamatan radiasi untuk memastikan perlindungan optimal. Evaluasi berkala dan pemenuhan standar penyimpanan APD juga harus menjadi perhatian utama dalam implementasi manajemen radiasi di unit radiologi rumah sakit.
HUBUNGAN NEUTROPHIL LYMPHOCYTE RATIO PADA KEJADIAN FRAKTUR FRAGILITAS PASIEN GERIATRI DI RSUD WALED PERIODE AGUSTUS 2022 - JULI 2024 Lutfi, Yafi Zhafira; Dewangga, Taufan Herwindo; Nugraha, Doddy Rizqi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46762

Abstract

Secara global, diperkirakan 1 dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria yang berusia di atas 50 tahun akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis di sisa hidupnya. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018 Provinsi Jawa Barat, prevalensi patah tulang mencapai 7,44% pada usia 65–74 tahun, sementara untuk usia ≥75 tahun mencapai 18,94%. Hal ini dapat terjadi karena penurunan kepadatan mineral tulang pada usia lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) terhadap kejadian fraktur fragilitas pada pasien geriatri di RSUD Waled periode Agustus 2022 – Juli 2024. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional serta melibatkan 105 responden. Analisis data dilakukan dengan metode uji rank Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat korelasi signifikan antara NLR dan fraktur fragilitas dengan p-value 0,001 dan kekuatan korelasi sebesar 0,329, yang berarti semakin tinggi NLR, semakin tinggi kejadian fraktur fragilitas. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara kedua variabel tersebut. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR), semakin tinggi pula kejadian fraktur fragilitas.
EXPLORING PATIENT SATISFACTION AT A PRIVATE DENTAL CLINIC IN JAKARTA: A QUALITATIVE STUDY Hartono, Tiffany; Pramono, Rudy
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi kepuasan pasien di Klinik X, sebuah klinik gigi swasta yang berlokasi di Jakarta. Desain studi kasus tunggal kualitatif digunakan untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pengalaman dan persepsi pasien. Partisipan dipilih melalui teknik convenience sampling dan diwawancarai secara mendalam menggunakan panduan pertanyaan semi-terstruktur dalam Bahasa Indonesia. Seluruh wawancara direkam, ditranskripsi secara verbatim, dan dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang berulang. Persetujuan etik diperoleh dari komite etik yang berwenang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pasien dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan. Rekomendasi dari mulut ke mulut, terutama dari keluarga dan teman, memiliki peran penting dalam menarik pasien baru. Selain itu, kompetensi dan perilaku komunikasi dokter gigi secara konsisten disebut sebagai elemen utama dalam menciptakan pengalaman positif. Keahlian dan sikap profesional staf pendukung, serta kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan membangun hubungan yang baik, turut memberikan kontribusi signifikan. Pasien juga menghargai lingkungan klinik yang bersih, higienis, lengkap dengan fasilitas memadai, serta lokasi yang strategis dan mudah diakses. Efisiensi layanan, termasuk ketepatan waktu dan proses administrasi yang lancar, serta persepsi terhadap nilai yang sebanding dengan biaya, turut meningkatkan kepuasan secara keseluruhan. Dari semua faktor tersebut, kompetensi dan komunikasi dokter gigi, serta profesionalisme staf, dianggap sebagai yang paling berpengaruh.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRA DAUN ANGGUR PADA EDIBLE CHOATING CHITOSAN 2% TERHADAP KADAR VITAMIN C DAN FLAVONOID SETELAH 7 HARI MASA SIMPAN SUHU DINGIN (4°C) BUAH ANGGUR MERAH Permata, Adinda Riska; Purwani, Eni; Kurnia, Pramudya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46772

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis memiliki potensi besar dalam produksi buah-buahan, salah satunya anggur. Anggur memiliki masa simpan yang singkat, sekitar 3–6 hari pada suhu ruang yang menyebabkan kerugian pascapanen. Salah satu solusi untuk memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitas nutrisinya adalah dengan penggunaan edible coating berbahan dasar kitosan. Kitosan memiliki kelemahan dalam menghambat uap air, sehingga perlu ditambahkan bahan antimikroba alami, seperti ekstrak daun anggur yang kaya senyawa bioaktif antimikrobia (resveratrol, flavonoid, dan fenol) dapat meningkatkan efektivitasnya.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun anggur dalam edible coatingkitosan 2% terhadap kadar vitamin C dan flavonoid buah anggur merah setelah disimpan selama tujuh hari pada suhu dingin (4°C). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan konsentrasi ekstrak daun anggur: 0%, 3%, 4%, dan 5%, selanjutnya disimpan pada hari ke 0 dan ke 7. Kadar vitamin C dan flavonoid dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil menunjukkan peningkatan kadar vitamin C yang signifikan pada hari ke 0 dengan nilai tertinggi sebesar 12,62 pada konsentrasi 5% (p = 0,00). Pada hari ke 7, kadar vitamin C menurun menjadi 12,16 pada konsentrasi 5% (p= 0,00). Kadar flavonoid mengalami perubahan yang signifikan pada hari ke 0 (p = 0,37) sedangkan hari ke 7 (p = 0,01), dengan nilai tertinggi pada hari ke 0 di konsentrasi 0% sebesar 399,37 mg QE/g dan pada hari ke 7 di konsentrasi 5% 350,41 mg QE/g. Hasil analisis menggunakan Two-Way ANOVA menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak dan lama penyimpanan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kedua parameter, sedangkan interaksi keduanya hanya signifikan terhadap kadar flavonoid (p = 0,00).
PENGARUH MANAJEMEN NYERI AKUT TERHADAP INTENSITAS NYERI 72 JAM, SKOR MPQ DAN EFEK SAMPING PASCAOPERASI ORTOPEDI DI RSUP PROF. DR. I.G.N.G NGOERAH DENPASAR Johanes, Kevin Paul; Sinardja, Cynthia Dewi; Widnyana, I Made Gede; Senapathi, Tjokorda Gde Agung
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46773

Abstract

Latar belakang : Nyeri pascaoperasi merupakan risiko yang harus dihadapi pasien yang akan menjalani operasi ortopedi.Upaya untuk menangani nyeri dilakukan dengan manajemen nyeri dengan pendekatan multimodal baik dengan agenopioid serta anestesi lokal, tetapi efek dari terapi multimodal ini masih belum dievaluasi kembali pada pasien ortopedi. Untuk menilai efektivitas dari terapi multimodal yang dijalankan untuk menurunkan nyeri, efek samping, dan skor nyeri McGill, maka evaluasi akan dilakukan evaluasi melalui penelitian ini. Metode : Studi ini merupakan sebuah studi Observational Cohort. Dua ratus pasien dewasa berusia 18 tahun keatas yang memenuhi kriteria eligibilitas yang menjalani operasi ortopedi dengan anestesi di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar selama periode penelitian (November – Desember 2024), direkrut ke dalam penelitian. Setelah data pasien dicatat, pasien akan diikuti sampai 3 hari setelah operasi selesai untuk pengumpulan data. Subjek akan dibagi menjadi kelompok dengan terapi multimodal analgesia regional-based (MMR) atau kelompok dengan terapi multimodal analgesia opioid-based (MMO). Uji statistik perbandingan kategorik dan numerik, serta analisis kovariat dilakukandengan software SPSS. Hasil : Terdapat 200 subjek yang datanya dapat digunakan untuk Analisa. Uji statistik menunjukkan skor VAS yang lebih rendah pada kelompok MMR dibandingkan kelompok MMO. Terdapat insiden mual yang rendah (5%) pada kelompokkedua kelompok. Subjek yang menerima multimodal analgesia pascaoperasi menunjukkan skor MPQ yang rendahterutama pada pada kelompok MMR. Kesimpulan : Manajemen nyeri akut multimodal analgesia menunjukkan intensitas nyeri yang lebih rendah secara statistik pada subjek dengan terapi regional analgesia dengan anestesi lokal tetapi secara klinis kedua kelompok menunjukkan nilai nyeri yang rendah. Multimodal analgesia baik dengan terapi opioid atau regional analgesia menunjukkan tingkat mual yang rendah. Multimodal analgesia dengan terapi regional analgesia menunjukkan skor MPQyang lebih rendah.
PERBANDINGAN SUHU INTI, KEJADIAN HIPOTERMIA, KEJADIAN SHIVERING, KADAR IL-6, IL-10, DAN RASIO IL- 10/IL-6 ANTARA UNDERBODY DENGAN OVERBODY RESISTIVE WARMING DAN SELIMUT HANGAT PADA OPERASI UROLOGI DENGAN ANESTESI SPINAL Patricia, Yoshie; Suarjaya, Putu Pramana; Dewi, Dewa Ayu Mas Shintya; Budiarta, Gede; Senapathi, Tjokorda Gde Agung
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46774

Abstract

Hipotermia merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi selama operasi, terutama pada tindakan dengan anestesi spinal yang mengganggu mekanisme termoregulasi akibat blok saraf eferen, sehingga panas tubuh berpindah dari inti ke perifer. Pada operasi urologi, penggunaan cairan irigasi semakin memperberat terjadinya hipotermia. Resistive warming (RW) adalah metode pemanasan aktif yang bertujuan mengurangi perbedaan suhu antara inti dan perifer. Penggunaan RW secara overbody (OB) dan selimut hangat (SH) lebih umum dipakai selama perioperatif, namun penggunaan underbody (UB) RW masih jarang diteliti, meskipun memiliki keuntungan tidak mengganggu akses kerja tenaga medis. Hipotermia intraoperatif dapat menyebabkan shivering, meningkatkan morbiditas kardiovaskular, dan memicu respons inflamasi dengan peningkatan IL-6 serta penurunan IL-10, yang berpotensi menyebabkan infeksi, demam, dan urosepsis pasca operasi. Penelitian ini merupakan non-blind randomized clinical trial pada 42 pasien operasi urologi yang dibagi menjadi tiga kelompok: UB, OB, dan SH. Suhu inti dicatat setiap 15 menit, dan kadar IL-6 serta IL-10 diukur sebelum serta 6 jam setelah operasi. Hasil menunjukkan bahwa kelompok UB memiliki suhu inti lebih tinggi, insidensi hipotermia dan shivering lebih rendah, penurunan IL-6 yang signifikan, serta rasio IL-10/IL-6 yang lebih tinggi secara bermakna dibanding kelompok lainnya. Underbody RW terbukti efektif mencegah hipotermia dan respon inflamasi pascaoperasi.
ASSOCIATION BETWEEN LOWER PLATELET-TO-LYMPHOCYTE RATIO AND MORTALITY RISK IN MODERATE-TO-SEVERE TRAUMATIC BRAIN INJURY : A RETROSPECTIVE COHORT STUDY Richard, Richard; Sutawan, Ida Bagus Krisna Jaya; Suarjaya, I Putu Pramana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46775

Abstract

Penelitian ini menyelidiki hubungan antara rasio trombosit terhadap limfosit dan risiko kematian pada pasien dewasa dengan COT sedang hingga berat di rumah sakit tersier di Indonesia. Sistem registrasi rumah sakit dikaji secara retrospektif untuk mengumpulkan rekam medis dari 77 pasien dewasa yang menjalani rawat inap dari 1 Juni 2024 hingga 31 Desember 2024 dan didiagnosis dengan COT sedang hingga berat. Rasio neutrofil terhadap limfosit (NLR) serta rasio trombosit terhadap limfosit (PLR) dibandingkan antara kelompok pasien yang bertahan hidup (n=59) dan yang tidak bertahan hidup (n=18). Kemampuan prediktif NLR dan PLR dianalisis menggunakan area di bawah kurva karakteristik operasi penerima (AUC). Analisis tabel kontingensi dilakukan untuk menentukan sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif (PPV), nilai prediksi negatif (NPV), akurasi, serta rasio odds (OR) dari NLR dan PLR dalam kaitannya dengan tingkat kematian. Variasi kelangsungan hidup di antara subkelompok PLR dievaluasi melalui analisis kelangsungan hidup Kaplan-Meier. PLR pada pasien yang meninggal secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang bertahan hidup (nilai p = 0,026). Kurva ROC menunjukkan bahwa PLR merupakan prediktor terkuat dibandingkan dengan kedua rasio lainnya (area di bawah kurva ROC = 0,674, sensitivitas = 0,874, spesifisitas = 0,56, sesuai dengan nilai batas = 120,09). Ketika kelompok pasien dibagi berdasarkan kuartil PLR, analisis Kaplan-Meier menunjukkan kelangsungan hidup yang jauh lebih buruk pada kelompok dengan kuartil PLR terendah (< 120,09) dibandingkan dengan kelompok kuartil lainnya. Nilai PLR yang lebih rendah dikaitkan dengan tingkat kematian yang lebih tinggi pada pasien dewasa dengan COT sedang hingga berat, menunjukkan potensi penggunaan PLR dalam stratifikasi risiko yang memerlukan validasi lebih lanjut.
MANAJEMEN ANESTESI PADA PASIEN DENGAN ARTERIOVENOUS MALFORMATION SPINE Sidabutar, Beny Pratama; Suarjaya, I Putu Pramana; Senapathi, Tjokorda GA
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46810

Abstract

Manajemen anestesi pada pasien dengan arteriovenous malformation (AVM) spinal yang menjalani operasi laminektomi memerlukan pendekatan multidisipliner dan pemantauan ketat untuk menghindari komplikasi neurologis dan hemodinamik. AVM spinal merupakan kelainan vaskular kompleks yang meningkatkan risiko perdarahan intraoperatif, hipotensi spinal, dan iskemia medula spinalis. Oleh karena itu, strategi anestesi harus difokuskan pada stabilitas hemodinamik, penghindaran perubahan tekanan intratekal yang mendadak. Penggunaan teknik anestesi umum yang seimbang, pemilihan agen anestesi yang minimal mengganggu pemantauan neurofisiologis, serta kolaborasi erat dengan tim bedah dan neurofisiologi menjadi kunci keberhasilan manajemen anestesi pada prosedur ini. Kami memaparkan kasus manajemen anestesi yang sukses pada pasien laki-laki usia 31 tahun dengan diagnosa Paraparese dan Tumor Intramedullary ec Suspek Intramedullary Spinal AVM dengan rencana tindakan laminektomi + Reseksi AVM + Stabilisasi Fusi dengan anestesi umum.
OBESITAS DAN CKD (CHRONIC KIDNESY DISEASE) ANAK, IMPLIKASI KARDIOVASKULAR, PSIKOSOSIAL DAN NUTRISI DALAM TINJAUAN MULTIDISIPLIN : LITERATURE REVIEW Budioni, Try; Anwar, Anwar; Larope, Trieko S; Sydirman, Sydirman; Yani, Ahmad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46827

Abstract

Obesitas pada anak merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan dikaitkan dengan berbagai komplikasi sistemik, termasuk penyakit ginjal kronik (Chronic Kidney Disease/CKD). Hubungan antara obesitas dan CKD pada anak melibatkan mekanisme kompleks seperti inflamasi kronis, hiperfiltrasi glomerulus, resistensi insulin, serta akumulasi lemak viseral yang berdampak nefrotoksik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara obesitas dan CKD pada anak, serta mengkaji implikasinya dari aspek kardiovaskular, gizi, dan psikososial melalui pendekatan multidisipliner. Penelitian ini merupakan systematic literature review yang dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui database PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar untuk artikel yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025. Kriteria inklusi mencakup studi observasional, uji klinis, atau pendekatan genetik yang membahas hubungan obesitas dan CKD pada anak. Delapan artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara naratif. Hasil menunjukkan bahwa obesitas berhubungan erat dengan gangguan fungsi ginjal, hipertensi tersembunyi, perubahan struktur organ, serta peningkatan risiko kardiovaskular. Parameter seperti fat mass index (FMI) dan elastografi ginjal lebih sensitif daripada BMI konvensional. Selain itu, aspek psikososial seperti dukungan keluarga dan status sosial ekonomi turut memengaruhi luaran kesehatan anak. Penanganan obesitas dan CKD pada anak membutuhkan pendekatan integratif yang mencakup aspek klinis, nutrisi, psikososial, dan kebijakan kesehatan berbasis bukti.