cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PENGARUH EKSTRAK BUAH PEDADA PUTIH (Sonneratia alba) TERHADAP MOTILITAS MENCIT (Mus musculus) JANTAN GALUR DDY Nabila, Laksmiwati; Fauziah, Cut; Yusmaini, Hany; NurCita, Boenga
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47125

Abstract

Partisipasi pria dalam program KB di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara lain. Hal ini disebabkan kontrasepsi pria non-hormonal bersifat permanen seperti vasektomi. Oleh karena itu, penting untuk menyelidiki strategi alternatif kontrasepsi yang aman dan efektif. Buah pedada putih (Sonneratia alba) saat ini sedang diteliti potensinya sebagai alternatif kontrasepsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Buah Pedada Puith (Sonneratia alba) terhadap motilitas spermatozoa. Penelitian eksperimental ini dilakukan di iRATco Veterinary Laboratory Services Bogor pada bulan Mei-Juli 2023. Subyek yang digunakan adalah mencit jantan (Mus musculus) strain DDY. Kriteria inklusi sampel penelitian adalah mencit jantan sehat dan aktif, berumur 8-12 minggu, dengan berat ± 20-40 gram. Tikus dengan kelainan anatomi dan yang telah digunakan untuk percobaan sebelumnya dieksklusikan. Mencit yang memenuhi kriteria restriksi kemudian dibagi menjadi lima kelompok yaitu kontrol negatif (pemberian NaCl 0,9%), kontrol positif (pemberian NaCMC 1%), serta kelompok perlakuan 1 (dosis 200mg/KgBB), perlakuan 2 (dosis 300mg/KgBB), dan perlakuan 3 (dosis 400 mg/KgBB). Pengujian bivariat menggunakan Kruskal-Wallis dan Post Hoc didapatkan hasil p<0.05 antara kontrol negatif dengan perlakuan 2 dan perlakuan 3 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kontrol negatif dengan perlakuan 2 (p=0.038) dan perlakuan 3 (p=0.038).Pemberian ekstrak buah pedada (Sonneratia alba) dengan konsentrasi 300mg/KgBB (Perlakuan 2) dan dosis 400mg/KgBB (Perlakuan 3) dapat memengaruhi motilitas spermatozoa mencit jantan galur DDY. Kata kunci: Sonneratia alba, motilitas spermatozoa, galur DDY
SIKAP DAN NORMA SUBJEKTIF SEBAGAI PREDIKTOR NIAT PANTANG SEKSUAL MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT Aristawidya, Salma; Hidayah, Siti Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47176

Abstract

Perilaku seksual pranikah di kalangan mahasiswa menjadi isu strategis dalam kesehatan masyarakat karena berkaitan dengan risiko kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, serta beban psikososial. Salah satu pendekatan preventif yang dianggap efektif adalah perilaku pantang seksual (sexual abstinence). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sikap dan norma subjektif terhadap niat pantang seksual pada mahasiswa, serta menginterpretasikannya menggunakan kerangka Health Belief Model (HBM). Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 88 mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dan dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sikap terhadap pantang seksual dan niat pantang seksual (p = 0,001; r = 0,333), serta antara norma subjektif dan niat pantang seksual (p = 0,000; r = 0,653). Analisis teoritis berdasarkan Health Belief Model menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, dan self-efficacy berperan dalam pembentukan niat pantang seksual. Norma sosial terbukti menjadi pemicu terkuat dalam mendorong niat, sementara hambatan psikologis dan rendahnya efikasi diri merupakan tantangan utama yang perlu diatasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembentukan niat pantang seksual merupakan hasil interaksi antara faktor personal dan sosial yang kompleks, sehingga intervensi yang efektif harus mempertimbangkan dimensi kognitif, emosional, dan sosial secara menyeluruh.
TENSION PNEUMOCEPHALUS PADA CEDERA KEPALA Amimah, Ranindita Maulya Ismah; Badri, Husdal; Ernawati, Ernawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47227

Abstract

Pneumocephalus, yang juga dikenal sebagai pneumatocele atau aerocele intrakranial, merupakan kondisi patologis akibat keberadaan udara di dalam kompartemen intrakranial seperti ruang epidural, subdural, subaraknoid, parenkim serebral, atau ventrikel otak. Etiologi pneumocephalus dapat bersifat traumatik, infeksius, neoplastik, iatrogenik, maupun terjadi secara spontan. Salah satu mekanisme yang umum diterima dalam patogenesis kondisi ini adalah teori katup satu arah (one-way ball valve), yang memungkinkan udara masuk namun terperangkap di dalam rongga intrakranial. Bila udara tersebut menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial, maka kondisi ini disebut sebagai tension pneumocephalus. Ciri khas radiologis dari tension pneumocephalus pada pemeriksaan CT kepala adalah adanya gambaran Mount Fuji sign. Dilaporkan kasus seorang pria berusia 49 tahun yang datang ke RSUD Ciawi dengan keluhan nyeri kepala yang terus-menerus, penurunan kesadaran, mual, muntah, rhinorea, sejak dua hari sebelum masuk rumah sakit. Tidak ditemukan defisit neurologis fokal pada ekstremitas. Pasien memiliki riwayat trauma kepala akibat tertimpa ranting pohon dua hari sebelumnya. Hasil CT scan kepala menunjukkan pneumoencephalus pada regio bifrontal. Diagnosis ditegakkan sebagai tension pneumocephalus regio frontal dextra et sinistra disertai fraktur basis cranii. Pasien menjalani prosedur kraniotomi dan pemasangan external ventricular drainage (EVD) sebagai penanganan. Kata kunci: Pneumocephalus, Tension Pneumocephalus, Mount Fuji Sign
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA SISWI DI SMK NEGERI 4 SURAKARTA Ramadhani, Nanda Sintya; Isnaeni, Farida Nur; Mardiyati, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47266

Abstract

Dismenore primer merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum dialami oleh remaja putri dan berdampak pada kualitas hidup serta aktivitas sehari-hari. Faktor-faktor yang dapat memengaruhi dismenore primer antara lain status gizi dan tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan tingkat stres dengan kejadian dismenore primer pada siswi di SMK Negeri 4 Surakarta. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 57 siswi yang dipilih secara acak menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, kuesioner DASS-Y untuk tingkat stres, dan kuesioner WaLLID Score untuk dismenore primer. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi normal (70,2%) dan sebagian besar mengalami stres (80,7%). Sebanyak 93% responden mengalami dismenore primer. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian dismenore primer (p = 0,575), namun terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian dismenore primer (p = 0,001). Disimpulkan bahwa stres berhubungan dengan kejadian dismenore primer pada siswi.
Hubungan Asupan Zat Besi dan Aktivitas Fisik dengan Derajat Dismenore pada Remaja Putri di SMKN 4 Surakarta Rahma, Finna Armita; Isnaeni, Farida Nur; Mardiyati, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47267

Abstract

Masa remaja ditandai dengan perubahan fisiologis termasuk menarche, yang menjadi indikator awal pubertas. Dismenore, atau nyeri haid, merujuk pada gangguan menstruasi yang sering dialami remaja putri serta bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari. Tingginya angka kejadian dismenore di Indonesia menjadi perhatian, dengan prevalensi mencapai lebih dari 60%. Beberapa faktor seperti asupan zat besi dan aktivitas fisik diketahui berhubungan dengan tingkat keparahan dismenore. Tujuan dijalankannya penelitian ini ialah guna menganalisis korelasi diantara asupan zat besi dan aktivitas fisik dengan derajat dismenore pada siswi SMKN 4 Surakarta. Desain penelitian yang dimanfaatkan penggunaannya ialah observasional berpendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMKN 4 Surakarta dan sampelnya sejumlah 57 siswi. Pengambilan sampel dilakukan melalui metode simple random sampling. Data asupan zat besi dilakukan melalui penggunaan formulir Food Frequency Questionnaire Semi Quantitative (SQ-FFQ) dalam 1 bulan terakhir, data aktivitas fisik didapat dengan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), dan data derajat dismenore didapatkan dengan kuesioner WaLIDD Score. Analisis data yang dimanfaatkan penggunaannya ialah uji Chi Square. Temuan memperlihatkan sebanyak 93% siswi mengalami dismenore. Sebanyak 66,7% siswi mempunyai asupan zat besi kurang. Dengan besaran 61,4% siswi dengan aktivitas fisik tidak berat. Hasil analisis statistik pada asupan zat besi dengan derajat dismenore mendapatkan nilai p-value=0,01 dan aktivitas fisik dengan derajat dismenore mendapatkan nilai p-value=0,63. Terdapat korelasi yang signifikan diantara asupan zat besi dengan derajat dismenore. Namun, tidak didapati korelasi yang signifikan diantara aktivitas fisik dengan derajat dismenore di SMKN 4 Surakarta.
ANALISIS FORENSIK MEDIS PADA KASUS KEKERASAN SEKSUAL DEWASA: LAPORAN VISUM ET REPERTUM DI RS BHAYANGKARA MAKASSAR Pasombak, Selin Iriana; Aulya NR2, Putri Saskia; Dewi , Ridha Kurnia Sulistiawati; Syahrir, Muhammad; Yusuf, Yuskiyah Ananda; Ahmad, St. Lutfiah; Muktar, Aldi Pratama; Mathius , Denny; Surdam, Zulfiyah; Dirgahayu, Andi Millaty Haliah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47285

Abstract

Kekerasan seksual terhadap perempuan dewasa membutuhkan perhatian serius dari segi medis dan hukum. Studi ini menganalisis hasil visum et repertum pada perempuan berusia 23 tahun korban kekerasan seksual yang diperiksa di RS Bhayangkara Makassar. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif kualitatif berdasarkan data pemeriksaan fisik dan penunjang oleh dokter forensik. Hasil menunjukkan tujuh luka robek pada hymen, lima memar di paha. Temuan ini sesuai dengan laporan korban dan mendukung dugaan pemerkosaan dengan kekerasan. Penanganan korban dilakukan secara menyeluruh, meliputi perawatan medis, pengambilan sampel biologis, kontrasepsi darurat, dan dukungan psikologis. Pencegahan meliputi edukasi seksual komprehensif, penguatan sistem rujukan, dan penerapan UU TPKS secara efektif. Visum et repertum penting dalam pembuktian hukum dan harus dibuat objektif oleh dokter forensik. Pendekatan multidisiplin menjadi kunci keberhasilan penanganan dan pencegahan kasus serupa.
PENGARUH MANAJEMEN PENGETAHUAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PUSKESMAS: SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIS Hutahayan, Rani Virlia; Haksama, Setya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47286

Abstract

Dalam upaya meningkatkan kualitas SDM maka diperlukannya Knowledge Management pada setiap karyawan dalam organisasi untuk menciptakan kinerja yang optimal. Knowlеdgе managеmеnt ialah suatu fungsi yang mеmbеntuk, mеngidеntifikasi dan mеngеlola pеngеtahuan organisasi untuk kеuntungan jangka panjang. Untuk mеndapatkan Knowlеdgе Managеmеnt yang maksimal tidak hanya cukup mеngеlola pеngеtahuan organisasi saja, mеlainkan mеngеmbangkan pеngеtahuan yang dimiliki sеtiap individu yang bеrada didalam organisasi. Kinеrja karyawan mеrupakan salah satu faktor yang pеnting dalam pеncapaian tujuan organisasi. Systematic review ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh manajemen pengetahuan (knowledgemanagement) terhadap kinerja karyawan Puskesmas, dengan fokus pada praktik berbagi pengetahuan, penciptaan, dan penerapan pengetahuan. Berdasarkan analisis lima artikel penelitian, ditemukan bahwa knowledge management memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan kolaborasi di antara tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan kerangka PICOTS untuk mengidentifikasi populasi, intervensi, dan hasil yang relevan, menunjukkan bahwa knowledge management dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan kesehatan. Namun, terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini, seperti desain cross-sectional, ketergantungan pada data self-reported, serta keterbatasan infrastruktur dan budaya organisasi. Untuk penelitian masa depan, direkomendasikan studi longitudinal yang lebih komprehensif, eksplorasi teknologi untuk mendukung knowledge management, dan pendekatan yang lebih kontekstual terhadap adopsi knowledge management di berbagai lingkungan kerja. hasil ini menekankan pentingnya knowledge management sebagai alat strategis untuk mengoptimalkan kinerja dan kualitas pelayanan di Puskesmas.
HUBUNGAN OBESITAS SENTRAL DENGAN HIPERTENSI DERAJAT 1 PADA WANITA DI INDONESIA (ANALISIS DATA SKI 2023) Octaryana, Octaryana; Syarif, Syahrizal
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47303

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama dan menjadi penyebab signifikan morbiditas serta mortalitas di seluruh dunia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi hipertensi pada penduduk usia 18 tahun ke atas di Indonesia mencapai 30,8%. Hipertensi derajat 1 merupakan fase awal hipertensi yang perlu mendapat perhatian khusus melalui deteksi dini agar dapat mencegah komplikasi serius. Selain itu, obesitas sentral juga merupakan faktor risiko penting yang berkontribusi pada peningkatan tekanan darah dan kejadian hipertensi, terutama pada wanita. Prevalensi obesitas sentral pada wanita di Indonesia pada tahun 2023 dilaporkan sebesar 54,1%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara obesitas sentral dengan hipertensi derajat 1 pada wanita di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah desain cross-sectional dengan pendekatan analisis multivariat untuk mengendalikan variabel kovariat seperti umur. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi hipertensi derajat 1 pada wanita sebesar 10,79%. Wanita yang mengalami obesitas sentral memiliki risiko 1,992 kali lebih tinggi (Adjusted POR = 1,992; 95% Confidence Interval: 1,762 – 2,250) untuk menderita hipertensi derajat 1 dibandingkan dengan wanita tanpa obesitas sentral setelah dikontrol variabel umur. Berdasarkan temuan ini, diperlukan upaya serius dalam menurunkan prevalensi obesitas sentral melalui penerapan intermitten fasting dan peningkatan aktivitas fisik secara rutin sebagai strategi pencegahan hipertensi di kalangan wanita Indonesia.
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN LOKAL (PERMATA KAMILA) PERBAIKAN STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS Wulandari, Nenden Evi; Faisal, Yusman
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47319

Abstract

Keberhasilan dan efektivitas kegiatan Permata Kamila juga dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung, seperti ketepatan pemilihan sasaran, ketepatan pada proses distribusi PMT, dan ketepatan waktu dalam mengonsumsi PMT. Selain itu juga dapat dipengaruhi dari sarana prasarana yang digunakan, sumber dana, tenaga pelaksana atau sumber daya manusia, pelaksanaan PMT, pemantauan PMT, pencatatan rutin pada balita PMT. Perlu adanya evaluasi untuk mengetahui efektivitas atau keberhasilan pelaksanaan PMT serta mengkaji faktor pendukung untuk dapat diperbaiki dalam pelaksanaan program selanjutnya. Tujuan penelitian menguji efektifitas pemberian makanan tambahan berbasis lokal untuk upaya perbaikan status gizi di Puskesmas Karangtengah Kabupaten Cianjur melalui program Pemberian Makanan Tambahan Lokal (PERMATAKAMILA). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan model quasi experimental (eksperimen quasi), menggunakan rancangan one group pretest and posttest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling, jumlah sampel sebanyak 136 balita. Temuan empiris dalam penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan indeks BB/U sebesar 28,5% dengan interpretasi peningkatan sedang. Sementara itu, peningkatan TB/U sebesar 26,1% dengan interpretasi sedang. Indeks BB/TB mengalami peningkatan sebesar 66,8% dengan interpretasi tinggi. Terdapat beberapa aspek yang dapat ditingkatkan agar program ini lebih optimal dan berkelanjutan. Peningkatan kualitas makanan tambahan, edukasi kepada orang tua, pemantauan pertumbuhan balita, serta dukungan tenaga kesehatan dan kebijakan pemerintah merupakan faktor-faktor penting yang dapat mendukung keberhasilan program ini dalam jangka panjang.
UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PEMBUATAN CLAY MASKER EKSTRAK DAUN MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA .L) Ummahat, Sayla Amaliatul; Zustika, Diana Sri; Nurviana, Vera
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47365

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas aktivitas antioksidan dan pembuatan clay masker berbahan dasar ekstrak daun manggis (Garcinia mangostana L.), yang diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorium. Sampel berupa daun manggis diambil dari Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, kemudian diolah menjadi simplisia dan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Analisis aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH untuk menentukan nilai IC50, sementara formulasi clay masker dievaluasi melalui uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, waktu mengering, pH, iritasi, dan hedonik. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun manggis memiliki nilai IC50 sebesar 16,90 ppm yang tergolong sangat kuat, sedangkan clay masker dengan konsentrasi ekstrak 7,5% (F3) menunjukkan nilai IC50 sebesar 45,79 ppm. Evaluasi mutu sediaan menunjukkan bahwa semua formula memenuhi kriteria kosmetik topikal yang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah daun manggis berpotensi sebagai sumber antioksidan alami yang dapat diformulasikan ke dalam sediaan clay masker yang efektif dan aman untuk digunakan dalam perawatan kulit.