cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN RADIOGRAFER TENTANG PENGGUNAAN DOSIMETER PERSONAL DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD KOTAYOGYAKARTA Manangin, Nadiya; Istiqomah, Anisa Nur; Utami, Asih Puji; Zen, Taufiq Fachruddin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46394

Abstract

Radiasi pengion dapat menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan tenaga medis, baik efek stokastik maupun deterministik. penggunaan dosimeter personal menjadi penting sebagai alat pemantauan paparan radiasi. Menurut Peraturan BAPETEN Nomor 4 Tahun 2020 telah mewajibkan penggunaan dosimeter personal, tingkat pemahaman dan kepatuhan radiografer terhadappenggunaan alat ini masih beragam. Penelitian terdahulu sebagian besar hanya menyoroti aspek kepatuhan atau penggunaan dosimeter secara umum di instalasi radiologi, namun belum banyak yang meneliti secara spesifik pada Instalasi Bedah Sentral, dimana paparan radiasi berlangsung secara langsung dan intensif. Inilah yang menjadi celah dalam penelitian sebelumnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran tingkat pengetahuan radiografer tentang penggunaan dosimeter personal diInstalasi Bedah Sentral RSUD Kota Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan mixed method dengan pendekatan explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensiserta nilai rata-rata, median, modus. Sementara itu, data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis dengan melakukan reduksi data, tabel kategorisasi hingga koding terbuka dan penyajian data dalam bentuk narasi. Hasil penelitian radiografer menunjukkan tingkat pengetahuan yang sangat baik terkait penggunaan dosimeter personal, termasuk fungsi, jenis, prosedur penggunaan, dan tindakan saat terjadi paparan berlebih. Pengetahuan radiografer diperoleh melalui pengalaman kerja dan arahan Petugas Proteksi Radiasi. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan radiografer di Instalasi Bedah Sentral RSUD Kota Yogyakarta tergolong sangat baik. Namun untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan lebih banyak responden guna mendapatkan data yang lebih representatif.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA DAN NIAT MELANJUTKAN RELAWAN ORGANISASI KESEHATAN DI SUMBA TIMUR Purba, Stefanus Raditya; Ardi, Ardi; Wuisan, Dewi Sri Surya; Sunarjo, Richard Andre
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46423

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh perceived organizational support, volunteer engagement, dan volunteer management pada volunteer job satisfaction dan intention to continue volunteering. Penelitian ini menggunakan metode potong lintang dengan kuesioner daring berisi 33 pernyataan dan dilakukan di dua organisasi kesehatan di Sumba Timur dengan melibatkan responden sebanyak 94 relawan organisasi dengan teknik non-probability sampling. Data dianalisis dengan metode structural equation model berbasis partial least square (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived organizational support dan volunteer management berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja relawan, sedangkan volunteer engagement tidak menunjukkan pengaruh positif. Intention to continue volunteering dipengaruhi secara langsung oleh perceived organizational support tetapi tidak dengan volunteer engagement dan volunteer management. Penelitian ini juga menunjukkan volunteer job satisfaction memediasi hubungan antara perceived organizational support dan volunteer management terhadap intention to continue volunteering, namun tidak memediasi hubungan antara volunteer engagement terhadap intention to continue. Temuan dari penelitian ini menegaskan kepentingan dan pengaruh dari dukungan organisasi dan pengelolaan relawan yang efektif dalam meningkatkan intensi melanjutkan melalui kepuasan kerja pada relawan organisasi kesehatan di Sumba Timur.
ANALISIS IMPLEMENTASI INTEGRASI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER DI KOTA CILEGON Rosita, Tita; Ramadhani, Nur Rizky; Purnamasari, Ratih
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46446

Abstract

Integrasi pelayanan kesehatan primer merupakan pendekatan baru yang digunakan untuk mengatasi kelemahan struktural dalam pelayanan kesehatan primer yang terlihat pada saat pandemi COVID-19 dan karena masih banyak masyarakat yang memandang puskesmas hanya sebagai tempat untuk perawatan kuratif dan rehabilitatif, tanpa menyadari peran pentingnya dalam pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi integrasi pelayanan kesehatan primer di Kota Cilegon. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif melalui studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan dari Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, Tenaga Kesehatan, Kader dan Stakeholder lintas sektor serta melalui analisis dokumen sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi integrasi pelayanan kesehatan primer di Kota Cilegon telah meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, meskipun masih terdapat beberapa tantangan. Tantangan utama meliputi keterbatasan SDM, sarana prasarana, koordinasi antar sektor, adaptasi/respon masyarakat, dan teknologi informasi. Kesiapan infrastruktur dan SDM kesehatan belum sepenuhnya optimal, terutama di tingkat Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu. Faktor pendukung seperti kebijakan, dukungan pimpinan, dan anggaran juga belum sepenuhnya memadai, meskipun telah ada upaya koordinasi dan kolaborasi dengan pihak industri melalui program CSR. Rekomendasi yang diberikan mencakup penyusunan kebijakan yang lebih jelas, peningkatan koordinasi antar sektor, pengembangan kapasitas SDM melalui pelatihan, adopsi teknologi informasi yang lebih terintegrasi, dan peningkatan partisipasi masyarakat. Dengan demikian diharapkan integrasi pelayanan kesehatan primer di Kota Cilegon dapat lebih efektif dan berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui layanan kesehatan yang lebih dekat dan terjangkau.
PERAN KOMUNITAS DAN STAKEHOLDERS PADA PENANGANAN PENDERITA HIV/AIDS DI KOTA CILEGON Rezeki, Sri; Sinaga, Frida Rismauli; Purnamasari, Ratih
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46448

Abstract

Kasus HIV/AIDS di Kota Cilegon menunjukkan tren stabil dengan penularan utama melalui hubungan seksual. Penelitian ini menganalisis peran komunitas dan stakeholders dalam pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di Kota Cilegon. Penelitian ini menggunakan desain campuran (mix-method) melalui kuesioner dan wawancara mendalam. Sampel terdiri dari 59 stakeholders dan 37 anggota komunitas. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif dan uji chi-square, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Validitas data dijamin melalui triangulasi dan member checking. Sebanyak 100% stakeholders mengetahui kebijakan pencegahan HIV/AIDS, terutama penyuluhan di sekolah dan masyarakat (96,6%). Mayoritas responden (66,1%) menilai program sangat efektif karena kolaborasi yang baik antara komunitas dan stakeholders (p = 0,006). Hambatan utama meliputi stigma terhadap ODHA (72,4%) dan rendahnya partisipasi masyarakat (56,9%). Keterlibatan komunitas tidak memiliki hubungan signifikan dengan dampak program dalam mengurangi penularan (p = 0,134). Kolaborasi komunitas dan stakeholders efektif dalam pencegahan HIV/AIDS di Kota Cilegon. Namun, stigma dan rendahnya partisipasi masyarakat menjadi tantangan utama yang perlu diatasi melalui edukasi dan koordinasi lintas sektor.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG AIR SUSU IBU EKSKLUSIF DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PUSKESMAS KERAMBITAN I Pranayani, Ni Made Ary Indah; Budiani, Ni Nyoman; Purnamayanti, Ni Made Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46486

Abstract

Promosi ASI eksklusif merupakan salah satu intervensi gizi spesifik penanganan stunting. Cakupan ASI eksklusif di UPTD Puskesmas Kerambitan I pada Februari 2024 hanya mencapai 61,54%, masih di bawah target nasional sebesar 80%. Salah satu penyebab rendahnya cakupan tersebut adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang tinggal di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kerambitan I, dengan jumlah sampel sebanyak 69 orang yang dipilih melalui teknik total sampling. Variabel penelitian adalah pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis secara univariat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78,3% responden memiliki pengetahuan baik tentang definisi ASI eksklusif, 75,4% tentang komposisi ASI, 62,3% tentang manfaatnya, 68,1% tentang teknik menyusui yang benar, 62,3% tentang ASI perah, dan 76,8% mengenali tanda bayi cukup ASI. Secara keseluruhan, 82,6% ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai ASI eksklusif. Kesimpulan: Sebagian besar ibu hamil di UPTD Puskesmas Kerambitan I memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang ASI eksklusif. Diperlukan edukasi yang berkelanjutan oleh tenaga kesehatan melalui kunjungan ANC, kelas ibu hamil, dan kegiatan penyuluhan masyarakat guna meningkatkan praktik menyusui dan mencapai target nasional.
EVALUASI PROYEKSI AP DAN LATERAL CRANIUM PADA KASUS FRAKTUR ZYGOMATICUM DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD TIDAR KOTA MAGELANG Parhantari, Zalwizri; Mufida, Widya; Astari, Fisnandya Meita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46496

Abstract

Os zygomaticum merupakan tulang kecil berbentuk segi empat yang terletak di bagian atas lateral wajah dan berperan membentuk dinding lateral orbita serta penonjolan pipi. Pada kasus fraktur zygomaticum, proyeksi radiografi yang umum digunakan menurut literatur adalah AP Axial (Towne Method), Submentovertex, dan Tangential. Namun, di Instalasi Radiologi RSUD Tidar Kota Magelang, pemeriksaan dilakukan menggunakan proyeksi AP dan Lateral Cranium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan serta peran proyeksi AP dan Lateral Cranium dalam mendeteksi fraktur zygomaticum. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan tiga radiografer, satu dokter spesialis radiologi, dan satu pasien dengan fraktur zygomaticum. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui transkripsi, reduksi, kategorisasi, koding terbuka, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat persiapan khusus pada pasien selain melepas benda logam di area kepala. Proyeksi AP dan Lateral Cranium digunakan sebagai pemeriksaan awal (screening) untuk menilai struktur umum tengkorak dan mendeteksi adanya fraktur linier atau sekunder pada tulang zygomaticum. Proyeksi AP memberikan visualisasi dari aspek frontal, sedangkan proyeksi Lateral menampilkan struktur dari sisi lateral. Dapat disimpulkan bahwa proyeksi AP dan Lateral Cranium berperan penting sebagai pemeriksaan awal dalam mendeteksi fraktur zygomaticum di RSUD Tidar Kota Magelang.
ANALISIS POLA MAKAN, AKTIVITAS FISIK DAN KEPATUHAN MINUM OBAT HIPERTENSI TERHADAP PENGENDALIAN TEKANAN DARAH Sofianita, Willda; Supriyatna, Rahmat; Novinda, Dina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46498

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi penyebab utama kematian dini atau disebut sebagai silent killer dan terus meningkat kasusnya setiap tahun. Tujuan  penelitian ini untuk menganalisis pola makan, aktivitas fisik dan kepatuhan minum hipertensi terhadap pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Sei Balai. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang responden dan diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Hasil menunjukkan bahwa kebijakan monitoring evaluasi program hipertensi belum sepenuhnya berjalan optimal. Faktor komunikasi antarlevel pelaksana masih belum konsisten. Keterbatasan sumber daya manusia dan sarana prasarana menjadi hambatan utama. Selain itu, komitmen pelaksana di lapangan bervariasi, dan masih terdapat kendala dalam struktur birokrasi yang memperlambat proses pelaporan dan tindak lanjut hasil evaluasi.. Diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas tenaga pelaksana, serta perbaikan mekanisme pelaporan agar monitoring dan evaluasi program hipertensi dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar perumusan strategi kebijakan yang lebih responsif terhadap dinamika implementasi program di lapangan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bukti dan diharapkan dapat memberikan masukan pemerintah daerah untuk membuat evaluasi dan panduan intervensi yang lebih efektif terkait dengan program yang telah ada, peningkatan edukasi bagi pasien, optimalisasi penggunaan sumber daya dan perbaikan kebijakan terkait pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi.
STUDI KASUS TEKNIK PEMERIKSAAN OS COCCYGEUS DENGAN KLINIS TRAUMA DI INSTALASI RADIOLOGI RSI SUNAN KUDUS Widyastuti, Latifah; Mar’athus, Ildsa Maulidya; Astari, Fisnandya Meita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46582

Abstract

Tulang ekor (coccygeus) rentan mengalami cedera akibat jatuh dengan posisi terduduk. Menurut Lampignano & Kendrick (2018)dan Bruce W.Long, et all (2016) pemeriksaan radiografi coccygeus kasus trauma menggunakan proyeksi AnteroPosterior Axialdengan penyudutan arah sinar 10° kearah caudad dan proyeksi Lateral. Menurut Bruce W. Long et al (2016) pemeriksaan coccygeus menggunakan penyudutan 10° dan 15° caudad pada proyeksi AnteroPosterior Axial coccygeus. Di Instalasi Radiologi RSI Sunan Kudus pemeriksaan coccygeus menggunakan proyeksi AP dan Lateral pelvis. Penelitian ini bertujuan mengetahui teknik pemeriksaan coccygeus dengan klinis trauma dan alasan penggunaan proyeksi di Instalasi Radiologi RSI Sunan Kudus. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif jenis pendekatan studi kasus. Pada November 2024 - Mei 2025. Teknik pengumpulan data adalah observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari tiga radiografer, satu dokter spesialis radiologi, dan satu dokter pengirim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan coccygeus dilakukan tanpa persiapan khusus, hanya melepas benda logam. Alat yang digunakan pesawat sinar-x, meja pemeriksaan, detector, dan computed radiography. Proyeksi yang digunakan AP dan Lateral pelvis dengan arah sinar vertikal tegak lurus. Penggunaan proyeksi AP dan Lateral pelvis bertujuan untuk memperlihatkan gambaran secara luas didaerah sekitar coccygeus dan mendeteksi adanya fraktur atau dislokasi pada daerah selain coccygeus. Kesimpulannya pemeriksaan coccygeus klinis trauma menggunakan proyeksi AP dan Lateral pelvis. Proyeksi ini untuk memperlihatkan gambaran secara luas sekitar coccygeus dan mendeteksi adanya fraktur atau dislokasi pada area sekitar. Sebaiknya menggunakan proyeksi AP Axial dengan sudut 10° ke caudad untuk menghindari superposisi pada symphysis pubis, sehingga gambaran coccyegus yang dihasilkan lebih jelas dan detail.
ANALISIS FORENSIK TERHADAP KASUS ABORTUS PROVOKATUS KRIMINALIS Sunio, Safira Stepan; Burhanuddin, Ammar; Hane, Nuhalisa; Marzatillah, A. Nur Khalia; Khoirunnisa, Nur; Aziri, Muh Ahmad; Aziz, Fachrul Maulana; Mathius, Denny; Surdam, Zulfiyah; Dirgahayu, Andi Millaty Halifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46598

Abstract

Abortus provokatus kriminalis merupakan pengguguran kandungan secara sengaja tanpa indikasi medis yang sah dan dilakukan di luar ketentuan hukum. Studi ini bertujuan untuk menganalisis aspek medis forensik dan hukum dari kasus aborsi ilegal yang dilakukan oleh FK, perempuan 23 tahun yang melakukan aborsi di hotel dengan bantuan perawat tidak resmi menggunakanmetode pemberian obat dan suntikan. Berdasarkan hasil visum et repertum yang dilakukan di RS, ditemukan adanya cairan merah di sekitar vagina, sisa jaringan pada fundus uteri melalui pemeriksaan USG, serta robekan lama pada hymen. Temuan tersebut mengarah pada diagnosis abortus inkompletus akibat tindakan aborsi tidak aman. Dari aspek hukum, tindakan tersebut melanggar Pasal 346 dan 348 KUHP, sedangkan dari aspek etik medis, pelaku pembantu aborsi telah melanggar prinsip non-maleficence karena membahayakan keselamatan pasien. Visum et repertum dalam kasus ini berperan sebagai alat bukti penting dalam proses pembuktian hukum dan menunjukkan urgensi penegakan regulasi serta edukasi mengenai kesehatan reproduksi untuk mencegah praktik aborsi ilegal yang mengancam jiwa
HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI MINUMAN MANIS DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI SMP MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA Prayudhi, Laily Maulidya Kusumaning; Kisnawaty, Sudrajah Warajati; Mardiyati, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46633

Abstract

Prevalensil dismenore padal remaja putri dil Indonesia mencapai l64,25%, yangl terdiri daril 54,89% mengalamil dismenorel primerldanl 9,36% mengalamil dismenorel lsekunder. Sedangkan angkal kejadianl dismenore di Kota Surakarta padal remaja putri mencapai89,8%. Faktorl risiko terjadinyal dismenore diantaranya statusl gizi individu dan kebiasaan konsumsi minumanl manis. Penelitianlini bertujuanl untukl mengetahui hubungan frekuensi konsumsil minuman manisl danl status gizil denganl kejadianl dismenore padalremajal putri SMPl Muhammadiyah 1l Surakarta. Penelitianl ini bersifatl observasional denganl pendekatan lcross-lsectional. Kuesioner lSQ-FFQl dengan rentangl waktu 1l bulan terakhirl digunakan untuk mengukur frekuensi konsumsi minuman manis, kuesioner WaLLid digunakan untuk menentukan kejadian dismenore, dan IMT/U digunakan untuk mengukur status gizi. Sampel penelitian sebanyak 67 remaja putri yang dipilihl dengan teknikl simple randoml sampling. Kriterial inklusi yangl digunakan yaitu siswi yang bersedia menjadi responden, telah mengalami masa menstruasi, memiliki usia 13-15 tahun, serta dalam kondisi sehat yang dapat diukur TB dan BB. Ujil statistik yangl digunakan untukl menganalisis hubunganl antar variabell adalah ujil Rank lSpearman. Hasill analisis univariat dari penelitianl ini menunjukkanl sebanyak 47,8% remaja sering mengkonsumsi minuman manis dengan jenis kategori paling sering adalah teh dan kopi. Sebanyak 34,3% remaja memiliki status gizi berlebih dengan 38,5% remaja mengalamil dismenore sedangl dan 58,9% lainnya mengalamil dismenore lberat. Hasill analisis bivariat dari penelitian ini menunjukkan adanya korelasi antara kejadian dismenore dengan frekuensi konsumsi minuman manis (nilail p=0,00) dan statuslgizi (nilail p= l0,00). Adanya hubunganl yang signifikan antaral frekuensi konsumsil minuman manis danl status gizil dengan kejadianl dismenore.