cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PERAN PROYEKSI POSTEROANTERIOR DAN LATERAL PADA PEMERIKSAAN FISTULOGRAFI KLINIS FISTUL PERI ANAL DI RUMAH SAKIT X Utami, Lasiah Latifah Putri; Mufida, Widya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan fistulografi serta peran proyeksi posteroanterior (PA) dan lateral pada pemeriksaan fistulografi dengan klinis fistula peri-anal di Rumah Sakit X. Prosedur yang digunakan di instalasi radiologi Rumah Sakit X hanya mencakup plain foto polos pelvis, dilanjutkan dengan proyeksi lateral dan PA post kontras, berbeda dengan panduan Long et al. (2016) yang mencantumkan penggunaan beberapa proyeksi tambahan seperti AP axial, AP oblique, axial metode Chassard-Lapine, Taylor, dan prone post kontras. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan antara November hingga Mei 2025, dengan pengambilan data pada Februari–Maret 2025. Subjek penelitian terdiri dari tiga radiografer, satu dokter spesialis radiologi, serta satu pasien dengan klinis fistula peri-anal. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa pemeriksaan dilakukan tanpa persiapan khusus, diawali dengan plain foto polos pelvis, kemudian proyeksi lateral dan PA post kontras, dengan pemasukan media kontras iodine water soluble menggunakan spuit dan NGT bayi. Proyeksi lateral berperan penting dalam menilai kedalaman fistula, sementara proyeksi PA bersifat opsional tergantung lokasi fistula. Kesimpulannya, pemilihan proyeksi di Rumah Sakit X menyesuaikan kondisi klinis pasien dan keterbatasan alat, namun tetap efektif dalam menunjang diagnosis fistula peri-anal.
TATA LAKSANA PEMERIKSAAN MRI BRAIN DENGAN KONTRAS PADA KASUS LESI HYPOPHYSIS Yunisafitri, Ni Luh
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46856

Abstract

Adenoma hypophysis merupakan tumor intrakranial yang cukup umum, mencapai sekitar 10–15% dari seluruh kasus tumor otak. Diagnosis akurat sangat penting untuk menentukan penatalaksanaan yang tepat, dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI) sebagai modalitas utama. Pemeriksaan MRI dengan kontras, terutama Dynamic Contrast-Enhanced MRI (DCE-MRI), dapat meningkatkan sensitivitas deteksi lesi hypophysis. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata laksana pemeriksaan MRI brain dengan kontras pada kasus lesi hypophysis dan mengevaluasi efektivitas protokol yang digunakan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara dengan radiografer dan dokter spesialis radiologi, serta dokumentasi hasil MRI. Pemeriksaan dilakukan menggunakan MRI 1,5 Tesla dengan protokol pre dan post-kontras serta tambahan sekuens T1 TSE Coronal Dynamic dan T1 TSE Sagital 2mm. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan sekuens tambahan memungkinkan visualisasi struktur hypophysis dan lesi dengan lebih jelas. DCE-MRI efektif dalam mengevaluasi vaskularisasi jaringan, membedakan mikroadenoma dan makroadenoma, serta menilai hubungan lesi dengan struktur sekitar. Kesimpulannya, tata laksana MRI brain dengan kontras telah sesuai standar diagnostik dan memberikan informasi akurat terkait lesi hypophysis, meskipun pengembangan protokol lebih lanjut tetap diperlukan.
PROSEDUR PEMERIKSAAN URETROCYSTOGRAFI BIPOLAR PADA KASUS RETENSI URINE DI RSUD DR. SOESELO SLAWI Nabiha, Vania Salsabila Durrotun; Mukmin, Amril; Astari, Fisnandya Meita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46874

Abstract

Retensi urine merupakan komplikasi dari penyakit urologi yang mempengaruhi kandung kemih dan uretra. Urethrocystografi Bipolar merupakan teknik pemasukan kontras media melalui saluran urethra dan kandung kemih secara cystotomi. Pada pemeriksaan uretrocystografi bipolar media kontras dimasukkan satu kali melalui uretra dan satu kali melalui cystitis. Di RSUD dr. Soeselo media kontras dimasukkan dua kali melalui uretra dan satu kali melalui cystitis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prosedur pemeriksaan uretrocystografi bipolar dan alasan media kontras dimasukkan sebanyak dua kali melalui penis. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan pada bulan Desember 2024-Maret 2025. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisa dengan reduksi, kategorisasi, koding terbuka lalu ditarik kesimpulan. Prosedur pemeriksaan Uretrocystografi bipolar dengan kasus Retensi Urine di RSUD dr. Soeselo Slawi tidak ada persiapan khusus, alat dan bahan yang digunakan pesawat CR, kaset, spuit 50 cc, spuit 20 cc, abocath, kom, gel, handscoon, APD radiasi, aquabides dan media kontras. Pemeriksaan menggunakan proyeksi AP Plan, AP Post Kontras dan RPO. Perbandingan media kontras digunakan untuk pemeriksaan cystografi 3:1 sedangkan pemeriksaan uretrografi 1:1. Tujuan dilakukannya penyuntikan media kontras sebanyak dua kali untuk dijadikan perbandingan dan memastikan bahwa kontras tidak menembus kandung kemih. Pemeriksaan tidak memerlukan persiapan khusus. Pemeriksaan dimulai dengan pengambilan foto polos pelvis proyeksi AP, dilanjutkan dengan AP post kontras dan RPO. Alasan pemasukan media kontras dua kali adalah memastikan kelainan di area saluran uretra dan media kontras tidak menembus daerah kandung kemih. Selain itu dijadikan perbandingan hasil patologi anatomi antara pemasukan kontras pertama dengan pemasukan kontras kedua.
LAPORAN KUNJUNGAN KASUS PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELLITUS DAN HIPERTENSI TIDAK TERKONTROL Wirawan, Sekar Ayu; Atzmardina, Zita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46975

Abstract

Hipertensi diketahui sebagai salah satu penyakit yang kerap terjadi di Indonesia, didefinisikan sebagai suatu kondisi terjadinya kenaikan tekanan darah sistolik dan/atau diastolik. Terjadi peningkatan kejadian hipertensi di tahun 2018 dibandingkan 5 tahun sebelumnya, yaitu 25,8% menjadi 34,1%. Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit yang bersifat kronis, kompleks, dan memerlukan manajemen medis yang berkelanjutan lewat strategi pengurangan risiko multifaktor dalam mengendalikan glukosa. WHO memperkirakan terjadinya lonjakan kasus DM tipe 2 di Indonesia dari 8,4 juta orang menjadi sekitar 21,3 juta orang dalam kurun waktu 20 tahun (2000-2020). Gaya hidup yang tidak sehat adalah salah satu faktor utama tingginya prevalensi penyakit kardiovaskular di Indonesia yang dapat berkembang menjadi penyakit jantung koroner dan meningkatkan potensi mengalami henti jantung mendadak atau sudden cardiac death. Studi kasus dilakukan pada seorang pasien perempuan berusia 58 tahun dengan DM tipe 2 dan hipertensi tidak terkontrol. Pendekatan kedokteran keluarga dengan mandala of health dilakukan. Setelah dilakukan penatalaksanaan secara holistik, pasien sudah memahami penyakitnya beserta cara pencegahan dan pengobatannya. Keluhan pasien berkurang setelah dilakukan tatalaksana baik farmakologis ataupun edukasi pola hidup dan terdapat perbaikan pada tekanan darah dan kadar gula darah yang sebelumnya tidak stabil. Diharapkan pasien tetap mengikuti saran yang diberikan untuk mencegah terjadinya komplikasi di kemudian hari.
STRATEGI PENCEGAHAN HIPOTENSI SPINAL PADA PASIEN SECTIO CAESAREA: PENDEKATAN FARMAKOLOGIS DAN NON-FARMAKOLOGIS Layardi, Andreas Stefan Layardi; Purba, Rudi Hartono
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46991

Abstract

Hipotensi pasca anestesi spinal adalah komplikasi umum yang dapat terjadi selama prosedur Sectio caesarea, yang disebabkan oleh blokade simpatis yang mengarah pada vasodilatasi perifer dan penurunan aliran darah kembali ke jantung. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai metode pencegahan hipotensi pasca anestesi spinal pada pasien yang menjalani Sectio caesarea, serta membandingkan efektivitas pendekatan farmakologis dan non-farmakologis dalam mengelola hipotensi intraoperatif. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji literatur yang tersedia mengenai pencegahan hipotensi pada anestesi spinal, termasuk penggunaan vasopressor seperti fenilefrin dan norepinefrin, serta teknik non-farmakologis seperti kompresi tungkai bawah dan pergeseran manual uterus. Metode farmakologis seperti pemberian bolus norepinefrin dan fenilefrin efektif dalam mencegah hipotensi pasca anestesi spinal. Norepinefrin, yang bekerja pada reseptor α-adrenergik dan β-adrenergik, memberikan efek positif dengan sedikit menurunkan denyut jantung, sementara fenilefrin lebih selektif pada reseptor α-adrenergik dan menyebabkan vasokonstriksi. Metode non-farmakologis, seperti kompresi tungkai bawah dan pergeseran manual uterus, juga terbukti efektif dalam meningkatkan tekanan darah dengan meningkatkan aliran balik vena ke jantung dan mengurangi kompresi vena cava inferior. Pencegahan hipotensi pasca anestesi spinal pada seksio sesarea dapat dilakukan secara efektif dengan kombinasi pendekatan farmakologis dan non-farmakologis.
EVALUASI PROGRAM PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DI KOTA CILEGON Yeni, Yulia Fitri; Kusumastuti, Istiana; Purnamasari, Ratih
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47009

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) dikenal sebagai penyakit kronis yang tidak menular dari orang ke orang. Penyakit tidak menular ini memiliki durasi yang lama dan umumnya berkembang secara perlahan. PTM atau biasa disebut dengan penyakit degeneratif yang merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat karena tingginya angka kesakitan dan kematian secara global, merupakan jenis penyakit yang tidak dapat ditularkan oleh penderitanya kepada orang lain dan sulit dikendalikan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program PTM di Kota Cilegon dan mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan program penyakit tidak menular. Sampel dalam penelitian ini adalah 9 Puskesmas dan Dinas Kesehatan yang terdiri dari kepala Puskesmas, petugas PTM puskesmas, kader, pasien PTM, dan petugas PTM dari Dinas Kesehatan Kota Cilegon. Pelaksanaan program penyakit tidak menular telah berjalan dengan baik. Dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala antara lain faktor cuaca yang kurang mendukung akibat hujan, pembagian tugas dan fungsi yang masih belum tepat, terbatasnya alokasi dana kegiatan program penyakit tidak menular, dan perlunya dukungan peraturan walikota terkait program penyakit tidak menular. Puskesmas mengajukan usulan pendanaan kepada Dinas Kesehatan untuk program penyakit tidak menular dan Dinas Kesehatan melakukan pendekatan kepada pemerintah daerah untuk mendukung peraturan terkait pelaksanaan program penyakit tidak menular.
DIAGNOSA VESTIBULAR NEURONITIS DAN BPPV DENGAN GEJALA UTAMA VERTIGO Irwan, Muhammad Irsan Kabila
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47040

Abstract

Vertigo merupakan salah satu keluhan yang sering dijumpai dalam praktik klinis, dengan penyebab utama berasal dari gangguan sistem vestibular perifer seperti Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) dan Vestibular Neuronitis (VN). Penelitian ini merupakan kajian pustaka yang bertujuan untuk mengulas perbedaan karakteristik, diagnosis, dan penatalaksanaan kedua kondisi tersebut berdasarkan lima artikel ilmiah terbaru. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa manuver Epley dan latihan Brandt-Daroff efektif dalam mengurangi gejala pada pasien BPPV, sedangkan kombinasi terapi rehabilitasi vestibular dan obat anti-vertigo lebih efektif untuk pasien VN. Diagnosis yang tepat menjadi kunci utama keberhasilan terapi, karena masing-masing kondisi membutuhkan pendekatan yang berbeda. Pemahaman yang komprehensif terhadap BPPV dan VN sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan gejala utama vertigo.
KESIAPSIAGAAN TANGGAP DARURAT KEBAKARAN DI PT X BERDASARKAN INTERNATIONAL SAFETY RATING SYSTEM Dwicahyo, Herman Bagus; Aurellia, Rafa Laila; Nindyarti, Amira Balladiva; Chrisjon, Jesaya Enrico
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47043

Abstract

Kesiapsiagaan tanggap darurat merupakan komponen krusial dalam memastikan respon cepat dan efektif terhadap kondisi abnormal yang dapat mengancam pekerja, aset, lingkungan, dan reputasi perusahaan. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2023, Indonesia mengalami lebih dari 5.400 bencana, mayoritas berupa kebakaran hutan/lahan, cuaca ekstrem, dan banjir. PT X merupakan sebuah perusahaan manufaktur alas kaki berlokasi di Jawa Timur dan yang memiliki risiko tinggi terhadap situasi darurat, sehingga evaluasi kesiapsiagaan tanggap darurat pada perusahaan ini menjadi penting. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesiapan tanggap darurat kebakaran di PT X berdasarkan 13 komponen International Safety Rating System (ISRS), mengidentifikasi kelemahan, serta memberikan rekomendasi perbaikan. Metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta peninjauan dokumen perusahaan seperti profil, Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC), Emergency Response Plan(ERP), layout atau denah perusahaan, dan checklist proteksi kebakaran. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar komponen kesiapsiagaan telah diterapkan, termasuk struktur tim, pelatihan, prosedur, serta fasilitas proteksi dan pertolongan pertama. Namun, beberapa aspek seperti partisipasi pekerja, komunikasi darurat eksternal, serta rencana pasca kejadian masih memerlukan perbaikan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan integrasi lintas sektor, evaluasi sistem secara berkala, serta penguatan keterlibatan pekerja untuk memperkuat ketangguhan perusahaan terhadap keadaan darurat kebakaran. Penelitian merekomendasikan peningkatan integrasi lintas sektor, partisipasi pekerja, dan evaluasi berkala sistem tanggap darurat untuk memperkuat ketahanan perusahaan terhadap kebakaran.
ANALISIS FAKTOR KELELAHAN KERJA PADA TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS BESTARI Siregar, Santy Deasy; Siburian, Dina Amelia Novatama; Manurung, Sofy Angel Hita Br; Ginting, Johannes Bastira; Hulu5, Victor Trismanjaya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47115

Abstract

Kelelahan kerja merupakan masalah signifikan di lingkungan tenaga kesehatan, yang dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas pelayanan medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kelelahan kerja pada tenaga kesehatan di Puskesmas Bestari Medan. Faktor – faktor yang dianalisis meliputi usia, pendidikan, masa kerja, jam kerja, serta kesesuaian dan kompetensi kerja. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, sehingga seluruh populasi diambil sebagai sampel. Sampel terdiri dari 31 tenaga kesehatan di Puskesmas Bestari. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 5% (α = 0,05). Penelitian ini menemukan hubungan signifikan antara usia (p = 0,004), masa kerja (p = 0,007), jam kerja (p = 0,021), serta kesesuaian dan kompetensi kerja (p = 0,009) dengan tingkat kelelahan kerja. Sebaliknya, pendidikan (p = 0,203) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, masa kerja, jam kerja, serta kesesuaian dan kompetensi kerja mempengaruhi tingkat kelelahan kerja tenaga kesehatan. Disarankan agar Puskesmas mengelola beban kerja secara optimal dan memberikan pelatihan sesuai kompetensi untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DAN MILD COGNITIVE IMPAIRMENT PADA PETANI DI KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG Sulistiyono Putra, Ilham Pradana; Setiani, Onny; Darundiati, Yusniar Hanani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47120

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan pestisida yang intensif dalam pertanian hortikultura di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatannya, terutama hipertensi dan Mild Cognitive Impairment (MCI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian hipertensi dan MCI pada petani, termasuk karakteristik individu dan paparan pestisida seperti dosis, durasi kerja, masa kerja, frekuensi penyemprotan, jumlah jenis pestisida, penyimpanan, arah penyemprotan, serta penggunaan alat pelindung diri (APD). Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 100 petani laki-laki aktif di Kecamatan Bandungan. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, pengukuran tekanan darah, indeks massa tubuh (IMT), dan fungsi kognitif menggunakan kuesioner MMSE. Analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman dan Chi-square. Hasil: Ditemukan prevalensi hipertensi sebesar 38% dan gangguan kognitif sebesar 61%. Terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan IMT (p=0,005), dosis pestisida (p=0,000), lama kerja per hari (p=0,000), dan penggunaan APD (p=0,002). Gangguan kognitif berhubungan signifikan dengan masa kerja (p=0,000), lama kerja per hari (p=0,042), dosis pestisida (p=0,045), dan penggunaan APD (p=0,000). Variabel arah penyemprotan, jumlah jenis pestisida, penyimpanan, dan frekuensi tidak menunjukkan hubungan signifikan. Simpulan: Hipertensi dan gangguan kognitif ringan pada petani lebih dipengaruhi oleh intensitas paparan harian dan perilaku keselamatan kerja dibandingkan faktor lamanya bekerja atau jumlah pestisida yang digunakan. Intervensi preventif melalui edukasi penggunaan APD, pembatasan durasi kerja, serta penyemprotan yang aman sangat dibutuhkan untuk melindungi kesehatan petani dari paparan pestisida kronis.