cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG RESIKO TINGGI KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANC DI PUSKESMAS UMANEN Bou, Sharlyani Maria; Atika, Atika; Setyowati, Dewi; Dwilda, Euvanggelia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47415

Abstract

Data Survey Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan cakupan K4 secara nasional sebesar 72,5%, sedangkan cakupan layanan ANC 10-T sangat rendah, yaitu 2,7%. Pengetahuan ibu hamil tentang risiko kehamilan sangat berperan dalam keberhasilan pelayanan antenatal. Ketidakpatuhan dalam pemeriksaan antenatal dapat menyebabkan risiko bagi ibu hamil dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang resiko tinggi kehamilan dengan kepatuhan kunjungan antenatal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan Cross-sectional. Penelitian ini menggunakan sampel 30 ibu hamil trimester ketiga yang diambil secara acak di wilayah kerja puskesmas Umanen, pada bulan Januari sampai bulan Februari 2025. Intrumen yang digunakan berupa kuesioner tingkat pengetahuan ibu hamil dan Buku KIA di puskesmas, analisis data menggunakan uji Fisher-Exact untuk melihat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dan kepatuhan kunjungan antenatal, dan uji Coefficient Contingency untuk mengetahui kekuatan hubungan dari kedua variabel. Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai p = 0,018, artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang resiko tinggi kehamilan dengan kepatuhan kunjungan antenatal, dan koefisien kontingensi sebesar 0,477 yang berarti kekuatan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dinyatakan sedang. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang resiko tinggi kehamilan dengan kepatuhan kunjungan antenatal.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN KANKER SERVIKS DI RSPAL DR. RAMELAN SURABAYA Wahyuningtyas, Istanti Dwi; Atika, Atika; Amalia, Rize Budi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47416

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia. Faktor risiko seperti usia pertama berhubungan seksual, paritas, riwayat keluarga, dan penggunaan kontrasepsi hormonal diduga berkontribusi terhadap kejadian kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko (usia terdiagnosis, usia awal berhubungan seksual, jumlah pasangan seksual, paritas, riwayat keluarga, kontrasepsi hormonal) dengan kejadian kanker serviks di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya.  Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik consecutive sampling pada minimal 50 pasien kanker serviks di Ruang Miangas RSPAL Dr. Ramelan Surabaya pada bulan februari 2025. Analisis univariat dan bivariat (Chi-Square Test dan Fisher’s Exact Test) digunakan untuk menguji hubungan antar variabel. Dari seluruh faktor yang diteliti, hanya usia pertama berhubungan seksual <20 tahun yang menunjukkan hubungan signifikan dengan kanker serviks (p=0,009). Sebanyak 65,6% pasien kanker serviks melakukan hubungan seksual pertama kali di usia <20 tahun. Faktor lain seperti usia terdiagnosis (p=0,490), jumlah pasangan seksual (p=0,170), paritas (p=0,322), riwayat keluarga (tidak dapat dianalisis. Usia awal berhubungan seksual <20 tahun merupakan faktor risiko signifikan kanker serviks. Rendahnya partisipasi skrining menunjukkan perlunya peningkatan edukasi dan deteksi dini untuk mengurangi kasus kanker serviks stadium lanjut.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU PASCA SALIN DALAM PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI TUBEKTOMI DI RSPAL DR. RAMELAN SURABAYA Alriana, Thre Anik; Jayanti, Ratna Dwi; Andriyanti, Andriyanti; Setyowati, Dewi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47485

Abstract

Berdasarkan data Badan Pusat Statistika tahun 2023 jumlah pasangan usia subur di Indonesia yang menjadi peserta program Keluarga Berencana sebesar 55,49 %, sedangkan di Jawa Timur pada cakupan peserta KB aktif nasional yaitu 343.405 (75,4%) dari total pasangan usia subur sebanyak 4.417323. dan banyak ibu yang memerlukan metode kontrasepsi yang efektif untuk mengatur jarak kelahiran. Salah satu metode yang dipilih oleh beberapa ibu adalah tubektomi, yaitu prosedur pembedahan untuk memotong dan mengikat tuba falopi, sehingga mencegah kehamilan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan metode kontrasepsi pada ibu pasca salin yaitu: cara persalinan, pendidikan, pengetahuan, dukungan suami dan petugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Pasca Salin dalam Pemilihan Metode Kontrasepsi Tubektomi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 54 orang. Penelitian ini dilakukan di ruang nifas (F1) RSPAL dr. Ramelan Surabaya, pada bulan Januari-Maret 2025. Variabel independen : pengetahuan, pendidikan, cara persalinan, dukungan suami dan dukungan petugas, dan variabel dependen : pemilihan metode kontrasepsi Tubektomi. Analisis statistik yang dilakukan dengan Chi-square dan Fisher’s Exact. Pengetahuan (p value = 0,045), pendididkan (p value = 0,437), cara persalinan (p value = 0,036), dukungan suami (p value = 0,001), dukungan petugas (p value = 0,004). Pengetahuan memiliki pengaruh yang cukup dalam pemilihan metode kontrasepsi tubektomi, cara persalinan, dukungan suami dan dukungan petugas memiliki pengaruh yang lemah dalam pemilihan metode kontrasepsi tubektomi, sedangkan pendidikan tidak memiliki pengaruh dalam pemilihan metode kontrasepsi tubektomi.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS SAWIT 1 BOYOLALI Nugroho, Muhammad Rafly; Supratman, Supratman
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47496

Abstract

Stunting adalah gagal tumbuh kembang anak pada 1000 hari kehidupan yang menyerang sistem perkembangan anak dikarenakan kekurangan gizi, sehingga tumbuh kembang anak tidak sesuai dengan usianya. Salah satu faktor penyebab stunting yaitu pemberian ASI eksklusif yang kurang optimal dalam 0-6 bulan dikarenakan ASI merupakan sumber nutrisi kompleks untuk bayi, ditambah MPASI yang bernutrisi seimbang, murah, dan mudah didapat di daerah sekitar lingkungan rumah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Sawit Boyolali. Desain penelitian menggunakan penelitian kuantitatif metode analitik korelasi dengan melakukan pendekatan cross sectional dengan populasi 164 responden dan jumlah sampel 62 responden yang diambil dengan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan lembar kuesioner untuk Pemberian ASI dan Z – Score untuk status Gizi balita dengan menggunakan analisis bivariat uji Chi – Square. Hasil penelitian menunjukan mayoritas anak mendapatkan ASI Eksklusif dan tidak mengalami stunting sebanyak 34 orang (54,8%) dibandingkan anak yang tidak diberikan ASI Eksklusif dan mengalami stunting sebanyak 21 orang (33,9%). Hal ini menunjukan bahwa ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting ( p – value = 0,001 < 0,05 )
GAMBARAN KOMORBIDITAS PASIEN RAWAT INAP COVID-19 DI RSUD SOEDARSO TAHUN 2021 Nashruddin, Raisah Hulaimah; Irsan, Abror; Handini, Mitra
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47510

Abstract

Komorbiditas menjadi faktor risiko untuk terjadinya perburukan gejala pada pasien COVID-19. Pasien dengan jumlah komorbiditas yang lebih banyak berkorelasi dengan hasil klinis yang lebih buruk. Terdapat beberapa komorbiditas yang menjadi risiko keparahan pada pasien COVID-19, bahkan bisa menyebabkan kematian. Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif dengan pendekatan potong lintang. Data diperoleh dari rekam medis 200 pasien COVID-19 yang dirawat di RSUD Soedarso, dan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (53%) berusia 37-66 tahun (73%), memiliki komorbiditas lebih dari satu (55,5%). Responden dengan komorbiditas lebih dari satu pada tingkat keparahan ringan berjumlah 0,5%, keparahan sedang berjumlah 36,5% dan keparahan berat berjumlah 18,5%. Komorbiditas terbanyak pada responden adalah penyakit hipertensi (46,5%), diabetes melitus tipe 2 (38,5%) dan penyakit kardiovaskular (21%). Sebagian besar responden memiliki komorbiditas lebih dari 1 dengan komorbiditas terbanyak adalah hipertensi, diabetes melitus tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA Sabrina Zahrani; Etikasari, Ria; Yuliahusna, Ulviani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tingkat pengetahuan pasien dengan kepatuhan dalam penggunaan antibiotik pada kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah, Kabupaten Pati. Penggunaan antibiotik yang tepat sangat penting untuk mencegah resistensi, dan memahami kepatuhan pasien menjadi kunci dalam mendukung efektivitas pengobatan, khususnya pada penyakit yang umum seperti ISPA. Metode Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) yang dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2025. Sebanyak 100 pasien rawat jalan dipilih melalui teknik purposive sampling. Kriteria inklusi mencakup: usia ≥18 tahun, mampu berkomunikasi, telah didiagnosis ISPA, dan bersedia menjadi responden. Hasil Mayoritas responden berusia 41–65 tahun (58%), berjenis kelamin perempuan (55%), memiliki pendidikan terakhir SMA (43%), dan bekerja sebagai pegawai swasta (46%). Tingkat pengetahuan responden dikategorikan baik (48%), cukup (30%), dan kurang (22%). Jenis antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah sefiksim, digunakan oleh 33% responden. Dalam hal kepatuhan, 63% responden patuh terhadap aturan penggunaan antibiotik, sedangkan 37% tidak patuh. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan antibiotik (p = 0,000; χ² = 18,893). Simpulan Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan pasien dengan kepatuhan dalam penggunaan antibiotik. Semakin tinggi tingkat pengetahuan pasien, maka semakin besar tingkat kepatuhan terhadap penggunaan antibiotik sesuai anjuran. Hal ini menekankan pentingnya edukasi pasien untuk meningkatkan hasil pengobatan.
HUBUNGAN KEBERADAAN BRENDING PLACES, CONTAINER INDEKS DAN PRAKTIK 3M PLUS DENGAN KEJADIAN DBD DI DUSUN OLAT RARANG DESA LABUHAN SUMBAWA KECAMATANA LABUHAN BADAS Hamid, Abdul; Hamdin, Hamdin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47515

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini umum terjadi di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Gejala DBD bisa bervariasi, mulai dari demam ringan hingga gejala berat yang mengancam jiwa seperti syok dengue. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko Demam Berdarah Dengue (DBD) di Dusun Orat Rarang, Desa Labuhan Sumbawa, menggunakan desain case-control retrospektif (Januari hingga Mei 2024). Populasi dan sampel pada penelitian ini terdiri dari Populasi Kasus yakni Seluruh penderita DBD dengan diagnosis positif yang tercatat di UPT Puskesmas Labuhan Badas Unit 1, Dusun Orat Rarang Desa Labuhan Sumbawa, pada bulan Januari hingga Mei 2024. Sampel terdiri dari 9 kasus DBD dan 27 kontrol. Analisis univariat menunjukkan kelompok umur 21-30 tahun mendominasi (33,3%), pendidikan SD/sederajat (38,9%), dan pekerjaan ibu rumah tangga (75%). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara kejadian DBD dengan kepadatan jentik (Container Index, p=0,049; OR=7,000) dan praktik 3M Plus yang buruk (p=0,005; OR=12,250). Keberadaan breeding places tidak menunjukkan hubungan signifikan (p=0,122). Kesimpulannya, variable keberadaan breeding places tidak ada hubungan yang signifikan dengan nilai P value > 0,05, Sedangan pada variable Container index dan Praktik 3M Plus terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai P value < 0,05.
PENDEKATAN BIOMIMETIK PADA BIDANG KEDOKTERAN GIGI: TINJAUAN PUSTAKA Gempita, Gema; Febrida, Renny
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47522

Abstract

Tinjauan pustaka ini membahas pendekatan biomimetik dalam bidang kedokteran gigi yang bertujuan untuk meniru dan menggantikan struktur alami pada area kraniofasial. Penelitian yang intensif selama beberapa dekade telah menghasilkan pengembangan biomaterial dan teknik inovatif untuk mendukung proses tersebut. Temuan menunjukkan bahwa material berbasis alami atau yang menyerupai struktur biologis memiliki hasil klinis yang lebih baik dan potensi lebih tinggi untuk aplikasi klinis. Oleh karena itu, pengembangan biomaterial biomimetik memerlukan pendekatan interdisipliner yang melibatkan kedokteran, bioteknologi, dan ilmu komputasi. Di masa depan, pengembangan jaringan gigi yang sepenuhnya diregenerasi, seperti enamel, dentin, pulpa, dan sementum, dengan karakteristik nanostruktur yang menyerupai jaringan gigi alami, menjadi salah satu harapan utama dalam kemajuan bidang ini.
IDENTIFIKASI MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) DENGAN METODE HIRARC PADA PEKERJA INFORMAL DI PABRIK BATU BATAKO MSL TOFA OEBUFU, KOTA KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR Banunu, Meosefan; Oga, Yoseph Petrus; Tokan, Maria Bengan; Mauguru, Selfianti Betriana; Purimahua, Sintha L
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47530

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan pada otot rangka yang sering dialami oleh pekerja akibat postur kerja yang salah, pengangkatan beban berat, dan gerakan berulang. Pekerja informal di pabrik batu batako memiliki risiko tinggi terhadap kejadian MSDs karena kurangnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko kejadian MSDs menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) pada pekerja informal di Pabrik Batu Batako MSL Tofa Oebufu, Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung saat proses produksi, dan dokumentasi terhadap 10 pekerja. Variabel yang dikaji meliputi aktivitas kerja yang berisiko menyebabkan gangguan MSDs serta penilaian tingkat risiko berdasarkan metode HIRARC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima tahapan utama dalam proses produksi pengangkutan bahan baku, pencampuran material, pencetakan, pengeringan, dan penyimpanan batako sebanyak 20% aktivitas tergolong risiko tinggi, 60% risiko sedang, dan 20% risiko rendah. Risiko tertinggi ditemukan pada aktivitas pengeringan batako akibat beban berat dan postur kerja membungkuk tanpa alat bantu. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan perlunya pengendalian risiko melalui pemberian Alat Pelindung Diri (APD), pelatihan kerja, perbaikan prosedur kerja, serta penyediaan alat bantu untuk mencegah kejadian MSDs di tempat kerja.
HUBUNGAN GAYA HIDUP DAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS DI DESA PENUNTUNGAN KECAMATAN PENANGGALAN KOTA SUBULUSSALAM Nurlaily, Nadyah; Anwar, Sufyan; Fadillah, Mardi; Siregar, Siti Maisyaroh Fitri; Fera, Dian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47564

Abstract

Dengan total 90 pasien, Desa Penuntungan memiliki konsentrasi diabetes mellitus (DM) tertinggi di wilayah yang dilayani oleh Pusat Kesehatan Masyarakat Jontor pada tahun 2024. Tahun lalu tercatat 45 pasien DM, sehingga angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara tingkat stres, variabel gaya hidup (seperti merokok, kurang olahraga, dan kebiasaan makan tidak sehat), dan prevalensi diabetes mellitus. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif cross-sectional. Sebanyak 229 individu memenuhi kriteria inklusi, yaitu berusia minimal 15 tahun. Ukuran sampel sebesar 70 dihitung menggunakan metode Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Data penelitian ini dikumpulkan melalui penggunaan kuesioner yang valid dan sampling acak sederhana. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan (P-value = 0.018), aktivitas fisik (P-value = 0.005), dan tingkat stres (P-value = 0.000) secara signifikan terkait dengan insidensi diabetes mellitus, sedangkan perilaku merokok (P-value = 1.0) tidak. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat stres, tingkat aktivitas fisik, dan kebiasaan pola makan semuanya terkait dengan perkembangan diabetes mellitus.