cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN RABIES BERBASIS ONE HEALTH DI KABUPATEN KUPANG Finit, Farli N; Larasati, Galuh W.K.D; Gustam, Tasalina Y.P; Sirait, Rina W.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46942

Abstract

Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yang penyebarannya sangat cepat bahkan sudah menyebar hingga ke daerah Kabupaten Kupang yang berbatasan langsung dengan daerah endemis rabies yakni Kabupaten Timur Tengah Selatan. Penelitian Implementasi Program pengendalian dan pencegahan rabies berbasis one health di Kabupaten Kupang bertujuan untuk menganalisis bagaimana input, proses dan output dari program pengendalian dan pencegahan rabies yang dilaksanakan di Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini fokus terhadap input dan proses dari program pengendalian dan pencegahan rabies yang dilaksanakan di Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implemetasi program pengendalian dan pencegahan rabies berbasis one health di Kabupaten Kupang dalam variabel input dan proses sudah merata , tetapi terkendala pada keterbatasan sumber daya manusia pada Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, keterbatasan anggaran pada Dinas Peternakan Kabupaten Kupang dan dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, serta rendahnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit rabies.
HUBUNGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DENGAN PELAYANAN PRIMA DI UNIT RAWAT INAP RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO Setiawan, Heru; Sapta R , Fajria Noor
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46965

Abstract

Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal. Pelayanan prima perawat dapat mengalami perubahan secara langsung apabila kepuasan kerja perawat mengalami perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepuasan kerja terhadap pelayanan prima. Desain penelitian yang digunakan adalah analisis korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh perawat di unit rawat inap RSU Muhammadiyah Ponorogo sejumlah 66 perawat jumlah sampel sebanyak 40 responden, teknik sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Variabel independen pada penelitian ini adalah kepuasan kerja dan variabel dependen adalah pelayanan prima. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan angket kuisioner kepuasan kerja dan lembar observasi pelayanan prima. Pengolahan data menggunakan cara editing, coding, scoring dan tabulating, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square dengan α 0,05. Hasil dalam penelitian ini adalah didapatkan bahwa sebagian besar responden yaitu 21 orang (52,5%) menyatakan tidak puas terhadap pekerjaannya dan sebagian besar responden yaitu 22 orang (55%) tidak melakukan pelayanan prima. Dari hasil uji statistik didapatkan p value (0,000) < α (0,05) yang berarti H1 diterima dan H0 ditolak yang artinya ada hubungan antara kepuasan kerja terhadap layanan prima perawat di RSU Muhammadiyah Ponorogo. Dari hasil penelitian diatas maka diharapkan instansi kesehatan perlu memperhatikan aspek kepuasan kerja perawat. Karena semakin puas perawat akan kerjanya maka pelayanan yang diberikan kepada pasien akan semakin prima. Sedangkan semakin prima layanan yang diberikan oleh perawat maka dapat meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien
DETERMINAN PERILAKU MEROKOK ELEKTRIK PADA REMAJA PUTRI DI KOMUNITAS VAPERS KOTA KUPANG Klau, Marlin Adriana Kornelia; Romeo, Petrus; Ndun, Helga Jilvera Nathalia; Nayoan, Christina Rony
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46970

Abstract

Perilaku merokok elektrik di kalangan remaja putri semakin meningkat dan menjadi perhatian karena dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan. Perilaku ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan determinan perilaku merokok elektrik pada remaja putri di komunitas Vapers Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, dilakukan di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Informan terdiri dari empat remaja putri perokok elektrik aktif, satu anggota keluarga, dan satu teman sebaya. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, persepsi, motivasi, peran keluarga, teman sebaya, dan media iklan, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan dua faktor utama yang memengaruhi perilaku merokok elektrik. Faktor internal meliputi pengetahuan yang kurang mengenai bahaya rokok elektrik, persepsi positif terhadap penggunaannya, serta motivasi beralih dari rokok konvensional karena dianggap lebih aman dan ekonomis. Faktor eksternal mencakup peran keluarga yang kurang memberikan batasan, keberadaan anggota keluarga yang juga pengguna rokok elektrik, dukungan sosial dari teman sebaya, dan paparan iklan di media sosial. Kesimpulannya, keputusan remaja putri dalam menggunakan rokok elektrik dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang komprehensif dan dukungan lingkungan yang positif guna menekan angka penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja putri.
PERSEPSI SANTRI TENTANG PERILAKU PENCEGAHAN DENGAN KEJADIAN SKABIES DI PONDOK PESANTEN Anjani, Mais Wuri; Wahyudi, Donny Tri; Yacoline, Ferly; Hasriana, Hasriana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46980

Abstract

Kejadian skabies telah menyebar ke seluruh dunia, mempengaruhi hampir semua kelompok umur, ras, dan status sosial ekonomi. Skabies sering endemi di daerah pasifik yang tropis dan subtropis. Faktor lingkungan tempat tinggal yang disebabkan kondisi kebersihan yang kurang terjaga, kebersihan diri, jarang mandi, sering berbagi atau jarang mengganti handuk dan jarang mengganti pakaian. Banyaknya santri yang tinggal bersama di pesantren membuat mereka cenderung mengabaikan masalah kesehatan sehingga menyebabkan penderita skabies mayoritas santri. Seseorang yang menderita skabies, mengalami rasa gatal yang parah ketika akan tidur. Berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya skabies, termasuk lingkungan tempat tinggal yang disebabkan kondisi kebersihan yang kurang terjaga, kebersihan diri, sanitasi yang buruk seperti jarang mandi, sering berbagi atau jarang mengganti handuk dan jarang mengganti pakaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan persepsi santri tentang perilaku pencegahan skabies dengan kejadian skabies di pesantren kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini adalah 156 santri remaja di pesantren kota Tarakan. Sampel ditentukan dengan teknik total sampling. Analisa data menggunakan uji chi-square untuk mengetahuai hubungan persepsi santri tentang perilaku pencegahan dengan kejadian skabies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan persepsi santri tentang perilaku pencegahan dengan kejadian skabies dengan p value 0,019.
GAMBARAN IMPLEMENTASI PENDEKATAN ONE HEALTH DALAM PENGENDALIAN RABIES DI KABUPATEN KUPANG Loi, Stefania K.P.Laku; Larasati, Galuh W.K Dyah; Gustam, Tasalina Y. P; Adu, Apris A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46990

Abstract

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, salah satunya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pendekatan One Health yang mengintegrasikan sektor kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan merupakan strategi penting dalam pengendalian rabies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan kesehatan dari berbagai aspek (komunikasi, sumber daya, struktur birokrasi dan disposisi) dalam pengendalian penyakit rabies di Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada informan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Puskesmas, Balai Kesehatan Hewan, Kepala Desa dan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi one health dalam pengendalian penyakit rabies di Kabupaten Kupang sudah terlaksana dengan baik namun belum optimal. Hal ini dikarenakan belum adanya payung hukum dalam implementasi one health dalam pengendalian penyakit rabies di Kabupaten Kupang dan masih kurangnya sumber daya manusia dan sumber daya non manusia serta kurangnya keterlibatan masyarakat dalam implementasi one health dalam pengendalian penyakit rabies di Kabupaten Kupang. Kajian ini merekomendasikan penguatan kerjasama lintas sektor, peningkatan kapasitas sumber daya dan sosialisasi intensif kepada masyarakat tentang one health untuk pengendalian Rabies di Kabupaten Kupang.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MINAT PEMANFAATAN ULANG PELAYANAN KESEHATAN PADA ANGGOTA TNI AU DI RSAU DR. SUKIRMAN TAHUN 2024 Pertiwi, Putri; Yunita, Jasrida; Lita, Lita; Ismaniar, Hetty; Hartono, Budi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46997

Abstract

Faktor-faktor yang berhubungan dengan minat pemanfaatan ulang pelayanan kesehatan terdiri dari faktor predisposisi, faktor pemungkin dan faktor pendorong. Laporan bulanan kunjungan pasien menunjukkan adanya penurunan kunjungan pada anggota TNI AU di RSAU dr. Sukirman dalam dua tahun terakhir, dengan jumlah kunjungan ulang lebih sedikit dari kunjungan baru. Hal ini menunjukkan bahwa lebih banyak pasien anggota TNI AU yang tidak memanfaatkan ulang pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat pemanfaatan ulang pelayanan kesehatan terhadap anggota TNI AU di RSAU dr. Sukirman tahun 2024. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2024 dengan jumlah sampel 231 orang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Dari hasil penelitian dan pembahasan didapatkan variabel yang berhubungan dengan minat pemanfaatan ulang pelayanan kesehatan adalah ketersediaan pelayanan dokter, sarana fasilitas umum, ketersediaan obat, akses dan lokasi rumah sakit, waktu tunggu pelayanan, akses informasi pelayanan, biaya dan dukungan keluarga. Sedangkan variabel usia dan tingkat pendidikan tidak berhubungan dengan minat pemanfaatan ulang pelayanan kesehatan. Pada hasil uji multivariat, variabel yang dominan adalah akses informasi pelayanan (POR=4.244) dilanjutkan dengan ketersediaan pelayanan dokter (POR=3.770) dan sarana fasilitas umum (POR=3.605) serta akses dan lokasi rumah sakit (POR=3.558). Kesimpulan pada penelitian ini adalah variabel akses informasi pelayanan menjadi variabel yang paling berpengaruh terhadap minat pemanfaatan ulang pelayanan kesehatan. Saran yang dapat dilakukan yaitu dengan menerapkan program Health-Promoting Hospital (HPH) yang memiliki empat strategi yaitu memenuhi kebutuhan pasien, memfasilitasi hak tenaga kesehatan, mendorong tim manajemen rumah sakit untuk mengembangkan promosi kesehatan, dan merencanakan pemenuhan kebutuhan masyarakat sekitar.
PENGARUH EDUKASI DAN PRAKTEK PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH TERHADAP PENGETAHUAN PELAKU USAHA MAKANAN DI DESA TUNTUNGAN DELI SERDANG Nanda, Meutia; Syafa R, Nur Ashilah; Rizka F3, Septiani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47097

Abstract

Pelaku usaha memiliki potensi besar untuk memproduksi minyak jelantah dalam skala besar. Minyak jelantah adalah minyak goreng yang telah digunakan berulang kali yaitu lebih dari tiga kali yang berpotensi membahayakan kesehatan dan berdampak serius terhadap lingkungan jika tidak diolah dengan baik. Salah satu metode pengelolaan minyak jelantah adalah membuatnya menjadi lilin aromaterapi yang mempunyai banyak manfaat untuk tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana edukasi dan praktik pengolahan minyak jelantah dapat meningkatkan pengetahuan pelaku usaha makanan di Desa Tuntungan, Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest yang melibatkan 35 pelaku usaha makanan yang dipilih dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Paired Sample T-Test digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan responden dari 5,26 sebelum edukasi menjadi 6,86 setelah edukasi, dengan nilai signifikansi p=0,000 (<0,05), yang mengindikasikan bahwa edukasi dan praktik pengelolaan minyak jelantah berhasil meningkatkan pengetahuan responden. Edukasi yang disertai praktik pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi terbukti efektif meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap bahaya minyak jelantah serta mendorong pengelolaan limbah secara kreatif dan ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan pendekatan edukasi berbasis praktik dapat menjadi strategi efektif untuk mencapai pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
PERAN SOSIO DEMOGRAFI SEBAGAI FAKTOR UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS: TINJAUAN NARATIF Mubarok, Mubarok; Galistiani, Githa Fungie; Hapsari, Indri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47122

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) masih menjadi permasalahan kesehatan global dengan angka insidensi dan mortalitas yang tinggi, termasuk di Indonesia. Faktor sosiodemografi diketahui berperan penting dalam menentukan keberhasilan pengobatan TB. Tujuan: Kajian ini bertujuan untuk meninjau secara naratif tentang pengaruh berbagai faktor sosiodemografi terhadap tingkat kepatuhan dan keberhasilan pengobatan tuberkulosis. Metode: Tinjauan ini dilakukan dengan menelusuri artikel ilmiah dari database PubMed menggunakan kata kunci "tuberculosis" dan "socioeconomic factors", dengan periode publikasi tahun 2021–2025. Total tujuh artikel yang sesuai kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan status ekonomi memiliki pengaruh signifikan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani terapi TB. Pasien dengan tingkat pendidikan rendah, pekerjaan tidak tetap, serta penghasilan minim cenderung tidak patuh terhadap pengobatan. Selain itu, pengetahuan yang kurang tentang penyakit TB serta lamanya durasi pengobatan turut menjadi faktor penyebab putus terapi. Simpulan: Faktor sosiodemografi memiliki kontribusi besar dalam keberhasilan pengobatan TB. Pasien dengan tingkat pendidikan rendah, pekerjaan tidak tetap, serta penghasilan minim cenderung tidak patuh. Selain itu juga perlu adanya penelusuran lebih lanjut tentang metode peningkatan kepatuhan pasien di era digital. Kata Kunci: Tuberkulosis, Sosiodemografi, Kepatuhan, Pengobatan
HUBUNGAN PENGETAHUAN, KETERAMPILAN, DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA Ayu Lestari, Hayatus Sa'adah; Farhanidiah, Silvia; Febriana, Annisa; Pashar, Imran; Islamiyah, Tsuwaibatul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47126

Abstract

Pendahuluan: Kinerja perawat merupakan komponen penting dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan. Faktor-faktor individu seperti pengetahuan, keterampilan, dan motivasi diketahui berkontribusi terhadap pencapaian kinerja perawat yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, keterampilan, dan motivasi terhadap kinerja perawat. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah eksplanatori dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 160 perawat dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki tingkat pengetahuan cukup (71,3%), keterampilan sedang (73,8%), dan motivasi tinggi (86,9%). Adapun kinerja perawat didominasi oleh kategori baik sebesar 91,2%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000), keterampilan (p = 0,000), dan motivasi (p = 0,000) terhadap kinerja perawat. Meskipun beberapa perawat dengan pengetahuan atau keterampilan rendah masih menunjukkan kinerja baik, hasil ini menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut tetap memiliki kontribusi besar terhadap performa profesional. Simpulan: pengetahuan, keterampilan, dan motivasi memiliki hubungan yang bermakna terhadap kinerja perawat. Upaya peningkatan kualitas layanan keperawatan perlu diarahkan pada penguatan ketiga aspek tersebut melalui pelatihan berkelanjutan, pengembangan kompetensi, serta pemberian motivasi yang efektif. Penelitian ini dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan peningkatan sumber daya manusia di bidang keperawatan.
HUBUNGAN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN INTERVAL QTc PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD RAA SOEWONDO PATI Alwan, Muhammad Algifari Mufadhal; Mahbubi, Mustika
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47192

Abstract

Pada tahun 2017, gagal ginjal kronik (GGK) menempati urutan ke 12 sebagai penyebab utama kematian secara global dan diperikirakan akan naik ke urutan 5 pada tahun 2040. Pada pasien GGK, prevalensi pemanjangan interval QTc meningkat secara progresif seiring dengan menurunnya fungsi ginjal. Interval QTc telah diakui sebagai parameter prognostik penting dalam menilai risiko aritmia ventrikel dan kematian jantung mendadak, terutama pada GGK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gagal ginjal kronik dengan pemajangan interval QTc pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian observasional dengan desain potong lintang dilakukan di RSUD RAA Soewondo Pati dalam periode September-November 2024. Digunakan teknik consecutive sampling untuk pengambilan data. Dilakukan elektrokardiografi saat pasien menjalani prosedur dialisis. Uji statistik menggunakan uji T tidak berpasangan. Dari 50 pasien gagal ginjal kronik 58% didominasi oleh laki-laki. Rentang usia pasien 43-65 tahun. Komorbid terbanyak pada pasien GGK adalah diabetes mellitus (38%) diikuti dengan hipertensi (30%). Interval QTc berada dalam rentang 323-610 ms dengan nilai rerata 438 ± 60 ms. Sebanyak 76% mengalami pemanjangan interval QTc saat dilakukaan prosedur hemodialisis. Diabetes mellitus dan hipertensi berhubungan secara signifikan dengan GGK (p = 0.049; PRR (95% CI) = 1,917 (1,031-3,563)) dan (p = 0.044; PRR (95% CI)) = 1,878 (1,072-3,292). Didapatkan hubungan yang secara statistik bermakna antara GGK dengan pemanjangan interval QTc (p = 0,024). Pasien dengan GGK ³ 6 bulan memiliki rerata pemanjangan interval QTc yang lebih besar yaitu 38 ms dibandingkan pasien GGK < 6 bulan.