cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PELAYANAN KESEHATAN GIGI DI RSGM FKG USAKTI Goalbertus, Goalbertus; Andayani, Lia Hapsari; Juslily, Marta; Soulissa, Abdul Gani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.49142

Abstract

Infeksi nosokomial merupakan ancaman serius di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kesehatan gigi. Prosedur perawatan gigi memiliki risiko tinggi untuk penularan infeksi silang. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan komponen penting dari pencegahan dan pengendalian infeksi yang harus diterapkan secara konsisten di semua tatanan pelayanan kesehatan. Namun kepatuhan penggunaan APD di antara tenaga kesehatan ditemukan masih bervariasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kepatuhan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti (RSGM FKG Usakti). Sebuah penelitian potong lintang dilakukan sepanjang bulan Maret 2025 dengan melibatkan enam klinik integrasi di RSGM FKG Usakti. Sebanyak 350 sampel diperoleh dengan menggunakan metode consecutive sampling. Uji Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis dilakukan untuk mengidentifikasi perbedaan kepatuhan berdasarkan karakteristik sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tenaga kesehatan sudah patuh terhadap penggunaan APD (85,7%). Operator berjenis kelamin perempuan memiliki kepatuhan yang lebih tinggi (87,7%) daripada laki-laki (78,75%). Mahasiswa program profesi kedokteran gigi (95,6%), dan mereka yang bekerja di Klinik Integrasi E (95,8%) memiliki kepatuhan paling tinggi. Kepatuhan penggunaan APD di RSGM FKG Usakti secara umum sudah baik, tetapi masih bervariasi antar kelompok. Edukasi berkelanjutan, evaluasi dan pengawasan berkala diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan dalam menggunakan APD.
HUBUNGAN MIKROBIOTA USUS DENGAN POLA MAKAN PADA ANAK STUNTING Dewi, Ridha Kurnia Sulistiawati; Bamahary, Aryanti R; Abdullah, Rezky Putri Indarwati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.49185

Abstract

Stunting (pendek) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Komposisi mikrobiota usus terbentuk dalam tahun pertama kehidupan dan bertransformasi ke mikrobiota tipe dewasa yang diakibatkan oleh faktor inang dan faktor eksternal, termasuk efek dari mikrobiota itusendiri, perubahan perkembangan di lingkungan usus, dan transisi ke diet orang dewasa. Pola makan adalah kebiasaan makan seseorang yang mencakup jenis dan frekuensi konsumsi makanan. Gizi kurang disebabkan olehrendahnya asupan energi dari protein makanan serta terjadi secara kronis. Penelitian ini menggunakan metode Literatur Review, dilakukan dengan kegiatan pengumpulan data dengan menggunakan penelusuran jurnal pada GoogleScholar, PubMed, Gale dan akses pencarian literatur lainnya yang berhubungan dengan topik penelitian menggunakan kata kunci yang dipilih yakni: Mikrobiota Usus, Stunting, Pola Makan. Penelitian ini menggunakan 8 jurnal nasional dan 2 jurnal internasional.
GAMBARAN IKLIM KESELAMATAN MENGGUNAKAN METODE NOSACQ – 50 DI PT X TAHUN 2025 Putri, Adinda Aura; Putri, Eka Cempaka; Handayani, Putri; Irfandi, Ahmad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.49258

Abstract

Iklim keselamatan kerja dipahami sebagai pandangan kolektif para pekerja terhadap kebijakan, prosedur, dan praktik keselamatan yang diterapkan dalam lingkungan kerja. Dalam penelitian ini, pengukuran iklim keselamatan dilakukan menggunakan instrumen NOSACQ-50. Tujuan dari studi ini adalah untuk menggambarkan kondisi iklim keselamatan kerja di PT. X pada tahun 2025. Penelitian dilaksanakan selama periode April hingga Agustus 2025 dengan melibatkan 209 responden. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dan data diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi komitmen dan kemampuan manajemen memperoleh nilai 3,08 (kategori cukup baik), pemberdayaan manajemen sebesar 3,02 (cukup baik), keadilan manajemen 2,99 (cukup rendah), komitmen pekerja terhadap keselamatan 3,11 (cukup baik), prioritas keselamatan dan ketidaktoleransian terhadap bahaya 2,87 (cukup rendah), pembelajaran, komunikasi, dan kepercayaan 3,01 (cukup baik), serta kepercayaan terhadap efektivitas sistem keselamatan kerja 3,15 (cukup baik). Berdasarkan temuan tersebut, peneliti merekomendasikan agar pihak manajemen terus menyampaikan komitmennya terhadap keselamatan kerja kepada para pekerja melalui forum-forum seperti safety talk dan safety meeting..
LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN ASUPAN MAKANAN DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL Nirwan, Siti Fauziyyah; Safitri, Asrini; Irmayanti, Irmayanti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.49404

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil adalah masalah kesehatan serius yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. KEK sering kali disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan gizi yang dibutuhkan tubuh ibu hamil dan asupan yang sebenarnya diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan, asupan gizi, dan KEK pada ibu hamil di Indonesia. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dari berbagai penelitian yang relevan, dengan fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian KEK, seperti pengetahuan gizi, sosial ekonomi, dan pola makan ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan gizi yang kurang, terutama karbohidrat, protein, dan lemak, berhubungan erat dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Pengetahuan ibu mengenai gizi yang kurang juga berperan besar dalam tingginya kejadian KEK, karena kurangnya kesadaran tentang pentingnya pemenuhan asupan gizi yang seimbang. Faktor sosial ekonomi yang rendah turut memperburuk situasi ini, dengan keluarga yang memiliki pendapatan rendah kesulitan memenuhi kebutuhan gizi yang memadai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mencegah KEK, penting bagi ibu hamil untuk mendapatkan edukasi gizi yang lebih baik dan akses terhadap makanan bergizi yang terjangkau.
PEMAHAMAN DAN PERILAKU KONSUMSI PRODUK SUSU X DALAM PENCEGAHAN OBESITAS PADA ORANG DEWASA DI KECAMATAN TENGGARONG Andrian, Ahmad; Ardyanti, Dian; Bernadetha, Bernadetha; Hendriani, Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.49405

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Salah satu alternatif yang digunakan masyarakat dalam upaya manajemen berat badan adalah mengonsumsi produk nutrisi seperti Susu X yang berfungsi sebagai pengganti makanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sembilan informan yang terdiri dari konsumen Susu X dan tenaga penjual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan memiliki pemahaman yang baik mengenai fungsi dan manfaat Susu X, serta menunjukkan keseriusan dalam menjaga kesehatan. Sebagian besar informan merasakan manfaat seperti penurunan berat badan, peningkatan energi, dan tumbuhnya motivasi untuk menjalani hidup sehat. Namun, terdapat beberapa hambatan yang dihadapi, antara lain harga produk yang relatif tinggi dan kurangnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai cara konsumsi yang benar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Susu X berpotensi menjadi alternatif dalam pencegahan obesitas apabila dikonsumsi dengan pemahaman yang tepat dan dibarengi dengan pola hidup sehat.
A CASE REPORT: RESIDUAL BREAST CANCER POST MODIFIED RADICAL MASTECTOMY WITH COMPLETE CHEMOTHERAPY FOLLOWED by ADJUVANT HORMONE THERAPY at IBNU SINA HOSPITAL Akbar, Ollya Gaussyan Khalillah; Syahril, Erlin; Kurniawan, Agung
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.49621

Abstract

Tumor primer yang berulang merupakan masalah klinis yang sering terjadi beberapa bulan hingga tahun setelah pasien menjalani operasi atau kemoterapi. Kasus ini menggambarkan seorang pasien perempuan berusia 48 tahun yang datang dengan keluhan benjolan pada luka operasi di payudara kiri yang mulai dirasakan sekitar lima bulan sebelumnya. Benjolan tersebut awalnya kecil namun semakin membesar dengan disertai rasa nyeri tumpul yang datang dan pergi secara tiba-tiba tanpa dipengaruhi oleh posisi atau tekanan. Tidak ditemukan adanya perdarahan, nanah, maupun keluhan sistemik lain yang menyertai. Keluhan ini menggambarkan tumor baru yang berulang di lokasi yang sama, yang secara klinis didiagnosis sebagai kanker payudara kiri residif (Ca mammae sinistra residif). Sebagai tindakan intervensi, pasien menjalani prosedur pro-eksisi luas untuk mengangkat tumor tersebut. Evaluasi setelah tindakan menunjukkan pasien bebas gejala selama satu bulan pada pemeriksaan tindak lanjut. Kasus ini menegaskan pentingnya evaluasi ketat pada pasien kanker payudara pasca operasi atau kemoterapi guna mendeteksi tumor residual atau munculnya kekambuhan secara dini. Penanganan yang tepat dan pemantauan berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk mencegah penyebaran kanker ke organ lain serta meningkatkan prognosis pasien. Studi kasus ini memberikan gambaran pentingnya kesadaran klinis terhadap risiko tumor berulang sehingga intervensi dapat dilakukan secara optimal untuk mengurangi komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
PERAN ORGANISASI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT DAM KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA Nurhayati, Nurhayati; Almira, Salwa Siti; Anisa, Nur; Agustin, Annisa Marsya; Raniah, Sofia; Nazli, Amanda Husnatul; Aghnia, Sahnaz Nurul; Sari, Nilam Cahya; Hidayah, Nurul; Yasmin, Wan Yara; Yulianda, Nadia Rizka; Israyani, Israyani; Hasibuan, Najwa Safira; Cahyani, Eka; Ananta, Alya Dwi; Ramadhani, Dwi Ajeng; Zein, M Iqbal Haqiqi; Matondang, Iqbal Firdaus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.39871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana peran organisasi sekolah dalam meningkatkan semangat belajar dan kedisiplinan siswa, serta menganalisis faktor-faktor yang mendukung keberhasilan program organisasi sekolah di SMA Namira Islamic School Medan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan siswa yang aktif dalam berbagai organisasi sekolah, seperti Pramuka, OSIS, Paskibraka, PMR, dan PIE-R (Pengembangan Ilmu dan Riset). Wawancara difokuskan pada peran organisasi dalam menanamkan kedisiplinan, pengaruh partisipasi organisasi terhadap semangat belajar, serta tantangan yang dihadapi siswa dalam kegiatan organisasi. Penelitian ini juga mengeksplorasi dukungan sekolah terhadap pembinaan organisasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian narasi, dan penarikan kesimpulan yang didasarkan pada temuan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dalam organisasi berperan signifikan dalam meningkatkan motivasi dan semangat belajar siswa, dengan memberikan dampak positif pada pengembangan keterampilan, kepercayaan diri, dan pengelolaan waktu yang efektif.
EFFECTIVENESS OF SUPRAZYGOMATIC MAXILLARY BLOCK SUPPLEMENTATION IN GENERAL ANESTHESIA FOR MIDFACIAL SURGERY Hengky, Hengky; Parami, Pontisomaya; Aribawa, I Gusti Ngurah Mahaalit; Widnyana, I Made Gede; Senapathi, Tjokorda Gde Agung
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.42890

Abstract

Operasi midfasial sering menimbulkan nyeri hebat yang dapat mempengaruhi durasi perawatan pascaoperasi. Opioid tetap menjadi standar utama dalam mengelola nyeri akut pascaoperasi, namun penggunaannya terkait dengan efek samping seperti mual, muntah, sedasi, dan risiko komplikasi pernapasan. Oleh karena itu, blok saraf regional seperti Suprazygomatic Maxillary Block (SMB) menawarkan alternatif untuk mengurangi dosis opioid dan efek sampingnya, mendukung konsep Enhanced Recovery After Surgery (ERAS). Penelitian ini merupakan uji coba terkontrol secara acak, single-blind, dan dilakukan di satu lokasi dengan 40 sampel yang dibagi menjadi dua kelompok: Kelompok P1 (anestesi umum dengan SMB menggunakan 5 ml ropivakain 0,375%) dan Kelompok P2 (anestesi umum tanpa SMB). Parameter yang dianalisis meliputi kebutuhan fentanyl intraoperatif, waktu pemberian analgesik penyelamat pertama, total kebutuhan opioid dalam 24 jam, kejadian mual dan muntah, serta kualitas pemulihan pascaoperasi (QoR-40), menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan fentanyl intraoperatif lebih rendah pada Kelompok P1 (2,10 mcg/kgBB vs. 2,61 mcg/kgBB, p<0,001). Waktu pemberian analgesik penyelamat pertama lebih lama pada Kelompok P1 (13 jam vs. 2 jam, p=0,004), dan total kebutuhan opioid dalam 24 jam lebih rendah (0 mcg vs. 180 mcg, p<0,001). Kelompok P2 memiliki risiko mual dan muntah yang lebih tinggi (RR 2,54, p=0,004) dan skor QoR-40 pascaoperasi yang lebih rendah (198 vs. 162, p<0,001). Kesimpulannya, suplementasi SMB secara efektif mengurangi kebutuhan opioid intra dan pascaoperasi, menunda waktu pemberian analgesik penyelamat pertama, serta menurunkan risiko mual dan muntah pascaoperasi.
COMPARISON OF CONTINUOUS SUPRAINGUINAL FASCIA ILIACA COMPARTMENT BLOCK (S-FICB) WITH CONTINUOUS EPIDURAL IN PATIENTS UNDERGOING CEPHALOMEDULLARY NAILING SURGERY Riko, Riko; Aribawa, I Gusti Ngurah Mahaalit; Widnyana, I Made Gede; Senapathi, Tjokorda Gde Agung
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.42923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas analgesia pascaoperasi, kadar inflamasi, stabilitas hemodinamik, dan kualitas pemulihan pada pasien yang menjalani operasi cephalomedullary nailing dengan menggunakan analgesia terkendali pasien (patient-controlled analgesia atau PCA) berupa blok suprainguinal fascia iliaca compartment block (S-FICB) dan blok epidural kontinu. Penelitian ini merupakan uji klinis komparatif dengan desain single-blind yang melibatkan 46 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, dan secara acak dibagi menjadi dua kelompok: kelompok S-FICB dan kelompok epidural. Setelah operasi dengan anestesi spinal, kelompok S-FICB menerima bolus interfascial hydrodissection sebanyak 30 ml ropivakain 0,2%, sementara kelompok epidural menerima bolus awal ropivakain 0,2% sebanyak 10 ml. Infus ropivakain 0,2% kemudian diberikan secara kontinu dengan laju 2 ml/jam selama 24 jam melalui kateter.Kadar Interleukin-6 diukur sebelum dan 24 jam setelah operasi. Kualitas pemulihan pascaoperasi dievaluasi menggunakan skor QoR-40. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam kualitas analgesia pascaoperasi antara kedua kelompok. Namun, penurunan kadar Interleukin-6 secara signifikan lebih besar pada kelompok S-FICB. Ketidakstabilan hemodinamik lebih sering terjadi pada kelompok epidural. Selain itu, skor median total QoR-40 pada 24 jam menunjukkan bahwa kelompok S-FICB memiliki kualitas pemulihan yang lebih baik. Sebagai kesimpulan, S-FICB memberikan analgesia yang sebanding dengan epidural, namun lebih efektif dalam menurunkan kadar Interleukin-6, meningkatkan stabilitas hemodinamik, dan memperbaiki kualitas pemulihan pascaoperasi.
LAPORAN KASUS FORENSIK : DUGAAN KEKERASAN PADA BAYI OLEH IBU DENGAN BABY BLUES SYNDROME Nursandi, Kurnia; As’ad, Andri; Salsabila, Lu’lu Luqyana Amirah; Khairun, Nadhifah Wasila; Asshidiq, Lutfillah; Mathius, Denny; Surdam, Zulfiyah; Dirgahayu, Andi Millaty Halifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.48556

Abstract

Baby blues syndrome merupakan gangguan emosional ringan yang umum terjadi pada ibu pascapersalinan, ditandai dengan gejala seperti mudah menangis, cemas, dan perubahan suasana hati. Meskipun bersifat sementara, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi gangguan yang lebih serius dan berdampak pada perilaku ibu terhadap bayinya. Laporan kasus ini menyajikan temuan forensik terhadap jenazah bayi laki-laki usia 1 bulan 27 hari yang mengalami berbagai luka akibat trauma tumpul. Pemeriksaan luar menunjukkan pola kekerasan non-aksidental yang konsisten dengan kekerasan fisik berulang. Diduga kuat tindakan kekerasan dilakukan oleh ibu dalam kondisi Baby blues syndrome yang tidak terdeteksi sebelumnya. Kurangnya edukasi, dukungan emosional, dan pemantauan psikologis postpartum menjadi faktor yang memperburuk situasi. Pencegahan dapat dilakukan melalui skrining psikologis (seperti Edinburgh Postnatal Depression Scale), pendidikan kesehatan mental perinatal, serta keterlibatan aktif tenaga kesehatan dan keluarga. Laporan ini menekankan pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam menangani gangguan psikologis ibu pascapersalinan guna mencegah terjadinya kekerasan terhadap bayi. Penanganan yang cepat dan dukungan sosial yang memadai sangat penting dalam upaya melindungi kesehatan mental ibu dan keselamatan bayi.