cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PELAKSANAAN OSCE PADA MAHASISWA KEDOKTERAN : TINJAUAN LITERATUR TERHADAP KECEMASAN, PERSEPSI DAN KEPUASAN Nurinayah, A.Nabila; Iskandar, Darariani; Rahmawati, Rahmawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50138

Abstract

Pengembangan dan penerapan kurikulum dalam pendidikan kedokteran memerlukan evaluasi sebagai bagian penting dari proses penilaian yang melibatkan umpan balik dari tenaga pendidik dan peserta didik. Tujuan utama pendidikan kedokteran adalah menghasilkan lulusan yang kompeten, sehingga peningkatan kompetensi klinis mahasiswa secara tepat dan efisien menjadi hal yang esensial. Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan ujian klinis yang sering digunakan untuk menilai pengetahuan, kemampuan komunikasi dengan pasien, pemeriksaan fisik, analisis hasil pemeriksaan penunjang, serta kemampuan diagnosis mahasiswa kedokteran. OSCE berlangsung antara 5 hingga 30 menit dengan penilaian berdasarkan checklist yang telah disusun. Artikel ini bertujuan menyajikan tinjauan literatur mengenai pelaksanaan OSCE pada mahasiswa kedokteran, khususnya terkait kecemasan, persepsi, dan kepuasan. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi literature review yang melibatkan penelusuran di ResearchGate, Google Scholar, dan Academia.edu. Sebanyak 10 studi dari tahun 2020 hingga 2025 yang memenuhi kriteria dianalisis dari total 244 judul yang diidentifikasi. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kecemasan merupakan respons emosional umum mahasiswa terhadap OSCE yang dipengaruhi oleh faktor internal seperti efikasi diri dan faktor eksternal seperti format ujian serta interaksi dengan penguji. Persepsi positif mahasiswa terhadap OSCE, terutama dalam simulasi OSCE, mendukung penerapan ujian ini sebagai sarana peningkatan kesiapan dan pembelajaran klinis. Kepuasan mahasiswa terhadap OSCE umumnya berkaitan dengan dampak positif terhadap motivasi belajar dan pengembangan keterampilan klinis.
KARAKTERISTIK TUMOR KELOPAK MATA : LITERATUR REVIEW TAHUN 2010-2025 Andini, Putri; Aulia, Nur; Darkutni, Diah Tantri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50205

Abstract

Tumor kelopak mata merupakan temuan umum dalam oftalmologi, dengan sebagian besar bersifat jinak, meskipun terdapat juga yang bersifat ganas. Tumor palpebra dapat berasal dari berbagai unsur anatomis kelopak mata, seperti kulit, jaringan ikat, jaringan kelenjar, pembuluh darah, saraf, maupun otot di sekitar palpebra. Dalam klasifikasinya, tumor palpebra dibagi menjadi dua jenis, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Penelitian ini menggunakan metode Literatur Review dengan melakukan pengumpulan data melalui penelusuran jurnal yang relevan pada berbagai sumber seperti Google Scholar, PubMed, Gale, serta akses pencarian literatur ilmiah lainnya, dengan menggunakan kata kunci yang sesuai dengan topik penelitian. Hasil dari telaah pustaka menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis tumor kelopak mata yang paling sering ditemukan, yaitu tumor ganas karsinoma sel basal (merupakan jenis yang paling umum), serta dua jenis tumor jinak yaitu nevus (tahi lalat) dan papiloma. Tumor jinak pada kelopak mata lebih sering ditemukan pada kelompok usia ≤50 tahun, sedangkan tumor ganas lebih banyak terjadi pada kelompok usia >50 tahun dan sangat jarang dijumpai pada anak-anak. Berdasarkan hasil identifikasi dan kajian dari beberapa jurnal, dapat disimpulkan bahwa tumor kelopak mata merupakan pertumbuhan jaringan abnormal pada kelopak mata yang dapat bersifat jinak maupun ganas (kanker).
KARAKTERISTIK PENDERITA PERITONITIS ET CAUSA APENDISITIS PERFORASI : LITERATURE REVIEW Amir, Afdhal Qalam Hidayah; Gani, Azis Beru; Syarifuddin, Erwin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50273

Abstract

Peritonitis akibat apendisitis perforasi merupakan salah satu kondisi gawat darurat abdomen yang sering dijumpai dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Penatalaksanaan standar umumnya berupa tindakan operatif, namun dalam beberapa dekade terakhir, pendekatan non-operative management (NOM) mulai dipertimbangkan sebagai alternatif terapi pada pasien terpilih. Penelitian ini merupakan sebuah systematic literature review yang dilakukan secara sistematis untuk mengidentifikasi, menyaring, dan menganalisis artikel yang relevan melalui beberapa basis data elektronik, yaitu PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, ResearchGate, dan ClinicalKey. Hasil kajian menunjukkan bahwa karakteristik pasien peritonitis akibat apendisitis perforasi yang paling sering ditemukan adalah usia muda hingga dewasa awal, dominan laki-laki, kondisi hemodinamik stabil, tanpa komorbiditas signifikan, serta disertai abses lokal atau massa apendikularis. Sebaliknya, pasien dengan usia lanjut, adanya sepsis, peritonitis difus, dan komorbiditas berat cenderung memiliki luaran klinis yang lebih buruk. Kesimpulannya, faktor usia, jenis kelamin, status klinis, dan komorbiditas merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam menilai risiko dan menentukan prognosis pasien dengan peritonitis akibat apendisitis perforasi.
IMPLEMENTASI PICTURE ARCHIVING AND COMMUNICATION SYSTEM (PACS) DALAM MENGURANGI WAKTU TUNGGU PASIEN DI INSTALANSI RADIOLOGI RS PKU MUHAMMADIYAH KARANGANYAR Mulia, Csartio; Nugroho, Anshor; Mufida, Widya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50301

Abstract

Instalansi Radiologi di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar pertama kali diterapkan pada bulan juli tahun 2024. Penerapan PACS diharapkan dapat mempercepat pelayanan dan mengurangi waktu tunggu pasien, meskipun masih menghadapi kendala seperti adaptasi tenaga kesehatan, kebutuhan pelatihan, kestabilan jaringan, dan biaya pemeliharaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Implementasi PACS dalam mengurangi waktu tunggu di Instalansi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Karanganyar pada September 2024 – Juli 2025. Informan terdiri dari tiga radiografer dan satu dokter spesialis radiologi. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, serta wawancara mendalam, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data naratif, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Picture Archiving and Communication System (PACS) di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Karanganyar mampu mengurangi waktu tunggu pasien secara signifikan. Dokter dapat langsung mengakses hasil radiologi secara digital tanpa menunggu proses cetak film, sehingga mempercepat pelayanan bahkan sebelum pasien meninggalkan ruang pemeriksaan. Selain itu, PACS membantu meminimalisasi kesalahan teknis, seperti hilangnya hasil film atau salah identitas pasien. Radiografer yang pada awalnya mengalami kesulitan beradaptasi dengan sistem digital dapat terbantu melalui pelatihan internal, sehingga alur kerja menjadi lebih efisien.
HUBUNGAN STEROID DENGAN KEJADIAN KATARAK : LITERATURE REVIEW Nursandi, Kurnia; Amir, Suliati P.; Maharani, Ratih Natasha; Akib, Marlyanti N.; Namirah, Hanna Aulia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50351

Abstract

Katarak merupakan suatu kondisi kelainan pada lensa mata, yaitu terjadi kekeruhan yang dapat memengaruhi kualitas penglihatan pada penderitanya. Selain faktor usia dan penyakit metabolik seperti diabetes melitus, penggunaan steroid baik sistemik maupun lokal telah diidentifikasi sebagai faktor risiko penting terjadinya katarak, khususnya katarak subkapsular posterior (PSC). Steroid merupakan agen terapeutik yang umumnya digunakan untuk mengobati gangguan alergi dan inflamasi, juga untuk menekan sistem imun tubuh yang tidak diinginkan atau tidak tepat. Steroid diduga memengaruhi ekspresi gen epitel lensa, menurunkan kemampuan sel mempertahankan homeostasis, dan menyebabkan akumulasi protein abnormal yang mengganggu kejernihan lensa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara penggunaan steroid dengan kejadian katarak melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pencarian artikel ilmiah pada basis data Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan jurnal nasional maupun internasional terbitan tahun 2017–2025, menggunakan kata kunci “steroid”, “katarak”, “katarak subcapsular posterior”. Artikel yang dipilih berbahasa Indonesia atau Inggris dan relevan dengan topik penelitian. Diperoleh 11 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan steroid jangka panjang, baik oral, topikal, maupun inhalasi berhubungan dengan peningkatan risiko katarak yang tergantung dari dosis dan durasi pemberian. Secara umum, semakin lama penggunaan steroid, semakin besar pula risiko terjadinya katarak subcapsular posterior. Pada steroid sistemik, tingkat keparahan lebih jelas terlihat dibandingkan steroid topikal. Kesimpulannya, penggunaan steroid harus disertai pemantauan rutin tekanan intraokular dan kondisi lensa untuk mencegah komplikasi visual jangka panjang.
HUBUNGAN MIKRONUTRIEN TERHADAP MIKROBIOTA USUS PADA ANAK STUNTING Sunio, Safira Stepan; Bahamary, Aryanti R.; Kadir, Akhmad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50373

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berkaitan dengan ketidakseimbangan mikrobiota usus. Mikronutrien seperti zinc, zat besi, dan vitamin A berperan penting dalam menjaga integritas mukosa usus serta mendukung pertumbuhan bakteri menguntungkan seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara mikronutrien dan mikrobiota usus pada anak stunting melalui tinjauan pustaka dari jurnal kedokteran Indonesia lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekurangan mikronutrien memicu disbiosis usus, meningkatkan bakteri patogen, dan menurunkan bakteri probiotik. Intervensi berupa suplementasi sinbiotik dan fortifikasi mikronutrien terbukti efektif memperbaiki komposisi mikrobiota dan mendukung pertumbuhan anak. Faktor eksternal seperti pola makan, sanitasi, dan penggunaan antibiotik juga memengaruhi keseimbangan mikrobiota. Oleh karena itu, intervensi stunting harus bersifat holistik. Kajian ini menegaskan adanya hubungan signifikan antara mikronutrien dan mikrobiota usus pada anak stunting.
NUTRISI SELAMA KEHAMILAN : PENGARUH TERHADAP MIKROBIOMA USUS DAN PERKEMBANGAN JANIN Akil, Qaniah Mardiyah; Nulanda, Mona; Mailoa, Johnsen
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50380

Abstract

Nutrisi selama kehamilan berperan penting dalam membentuk mikrobioma usus ibu, yang berdampak besar terhadap perkembangan janin. Asupan gizi seimbang tidak hanya mendukung kesehatan ibu, tetapi juga memengaruhi pertumbuhan dan fungsi organ janin melalui interaksi dengan mikrobioma. Penelitian ini bertujuan menelaah pengaruh nutrisi selama kehamilan terhadap mikrobioma usus dan perkembangan janin dengan pendekatan narrative review. Studi menunjukkan bahwa konsumsi makanan kaya serat, mikronutrien, serta probiotik dapat meningkatkan keberagaman mikrobioma dan produksi asam lemak rantai pendek (SCFA). Sebaliknya, pola makan tinggi lemak dan gula berisiko menimbulkan disbiosis. Mikrobioma maternal yang sehat berpotensi memberikan efek protektif jangka panjang terhadap berbagai gangguan kesehatan anak.
DIABETES MELITUS SEBAGAI FAKTOR RISIKO KATARAK SENILIS MATUR : LAPORAN KASUS Kurnia, Wawan; Anggraini, Irastri; Rasyid, Meriana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50401

Abstract

Secara global, diabetes melitus merupakan salah satu faktor penyebab utama yang mengakibatkan gangguan penglihatan dan kebutaan pada kasus katarak. Katarak merupakan kekeruhan pada lensa mata akibat berbagai faktor yang menyebabkan penurunan kualitas fungsi penglihatan. Meskipun memiliki etiologi multifaktorial, proses penuaan merupakan penyebab tersering dengan faktor risiko penyakit sistemik seperti diabetes melitus, penggunaan jangka panjang kortikosteroid, serta paparan sinar ultraviolet dapat mempercepat terjadinya katarak. Menurut data World Health Organization (2023), katarak menjadi penyumbang terbesar dari total 2.2 miliar penduduk dunia yang mengalami gangguan penglihatan, yaitu 94 juta kasus. Disajikan sebuah laporan kasus seorang perempuan berusia 61 tahun dengan keluhan penglihatan mata kiri buram disertai dengan pandangan seperti tertutup awan sejak 1 tahun yang lalu dan memberat dalam 3 bulan terakhir. Visus OD 0.2 dan OS 1/300. Ditemukan ODS tenang, OD terpasang IOL, OS lensa keruh merata, shadow test ODS (-). Hasil pemeriksaan tonometri TIO OD dan OS masing-masing 14 mmHg dan  15 mmHg. Rencana tatalaksana yang akan dilakukan berupa fakoemulsifikasi.
HUBUNGAN POLA ASUH DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS MUNDU Putri, Ane Aprilia; Afifah, Helga Marwa; Bastian, Shopa Nur Fauzah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50403

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di dunia dengan kasus mencapai 1,7 miliar setiap tahun. Di Indonesia, prevalensi diare sebesar 4,9%, dengan Jawa Barat 11,0%, Kabupaten Cirebon tercatat 31.978 kasus, dan di wilayah kerja Puskesmas Mundu terdapat 521 kasus. Diare dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti higienitas, lingkungan, pengetahuan ibu, intoleransi laktosa, pola asuh, dan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh dan status gizi dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Mundu, Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan adalah studi kuantitatif dengan desain analitik observasional cross-sectional terhadap 104 ibu dengan balita usia 12–59 bulan, yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling pada periode Januari hingga Juni 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner Parenting Style Dimensions Questionnaire (PSDQ), kuesioner kejadian diare, serta pengukuran berat dan tinggi badan balita. Analisis data menggunakan Fisher-Freeman-Halton Exact Test menunjukkan mayoritas responden menerapkan pola asuh demokratis (93,3%), balita dengan status gizi baik (72,1%), dan sebagian besar tidak mengalami diare (89,4%). Hasil analisis memperlihatkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pola asuh dengan kejadian diare (p=0,159), namun terdapat hubungan signifikan antara status gizi dengan kejadian diare (p<0,001). Kesimpulannya, pola asuh tidak berhubungan signifikan dengan kejadian diare, sementara status gizi berhubungan signifikan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mundu.
IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK BUAH GAMBAS (LUFFA ACUTANGULA L.) MENGGUNAKAN METODE KLT DENGAN PERBANDINGAN KONSENTRASI PELARUT Khofifah, Faradilla Nur; Sangkal, Ahlan; Supardi, Rifani hutami
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50404

Abstract

Senyawa bioaktif merupakan komponen aktif yang terdapat dalam pangan fungsional dan berperan dalam  memicu reaksi-reaksi metabolisme yang memberikan dampak positif bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi  senyawa bioaktif dalam buah gambas (Luffa acutangula L.) serta mengetahui efektivitas pelarut etanol 70% dan etanol 96% dalam mengekstraksi senyawa bioaktif pada buah gambas menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Pada Ekstrak buah gambas dengan etanol 96% mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan terpenoid, sedangkan pada ekstrak etanol 70% hanya ditemukan senyawa saponin. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah gambas dengan pelarut etanol 96% lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa bioaktif dari buah gambas meskipun hasil rendemennya lebih kecil dibandingkan dengan ekstrak buah gambas dengan pelarut etanol 70% yang menghasilkan rendemen leebih tinggi namun kandungan senyawa bioaktifnya lebih sedikit.