cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PENGARUH MEDIA EDUKASI VIDEO ANTISIPASI STUNTING (VAS) TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAGELARAN TAHUN 2025 Yoanisa, Karunia Viandra Yoanisa; Yanti, Dhiny Easter; Sary, Lolita; Angelina F, Christin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48777

Abstract

Stunting adalah masalah gizi jangka panjang yang dialami anak-anak akibat kekurangan gizi dan perawatan yang tidak memadai, yang dapat menghambat pertumbuhan mereka. Timor Leste menduduki peringkat pertama dengan prevalensi 45,1% dan Filipina peringkat terakhir dengan prevalensi 28,8%, Indonesia memiliki prevalensi stunting tertinggi kedua di Asia Tenggara sebesar 31%.Kabupaten Pringsewu termasuk dalam tujuh besar dengan angka stunting 15. 8% pada tahun 2023, menurun sebesar 0. 4% dari angka tahun sebelumnya yang mencapai 16. 2%. Puskesmas Pagelaran adalah puskesmas dengan kasus terbanyak kedua di Kabupaten Pringsewu, mencatat 134 kasus. Untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu tentang pencegahan stunting di wilayah layanan Pusat Kesehatan Masyarakat Pagelaran pada tahun 2025, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dampak media VAS dan teknik ceramah. Studi ini menggunakan desain dua kelompok pra-tes dan pasca-tes, dan b bersifat kuantitatif quasi-eksperimental. Pengambilan sampel acak sederhana digunakan untuk memilih 70 responden (35 dari kelompok kuliah dan 35 dari kelompok media VAS). Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data, dan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney digunakan untuk analisis. Ada ketidaksamaan signifikan antara kelompok media VAS serta kelompok ceramah terhadap peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan stunting (p < 0,05). Penggunaan media VAS lebih unggul (rata-rata peningkatan lebih besar) dibanding metode ceramah. Penerapan media edukasi VAS lebih effektif meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting dibanding metode ceramah di Wilayah Kerja Puskesmas Pagelaran Tahun 2025.
AKTIVITAS SEDENTARI DURASI TIDUR DAN ASUPAN MAKAN SEBAGAI FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PADA REMAJA SMA KOTA KUPANG Lenggu, Marisa; Oematan, Grouse T. S.; Talahatu, Anna H.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48852

Abstract

Hipertensi pada remaja sering dikaitkan sebagai penyakit orang dewasa. Namun data menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi mulai banyak ditemukan pada kalangan remaja. Penyebab utama peningkatan hipertensi pada remaja adalah gaya hidup yang tidak sehat, yang meliputi aktivitas sedentari, durasi tidur dan asupan makan. Penelitian ini bertujuan Menganalisis aktivitas sedentari, durasi tidur, dan asupan makan sebagai faktor risiko Hipertensi pada remaja SMA Kota Kupang. jenis penelitian adalah Kuantitatif dengan desain Case-Control. Jumlah sampel 104 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional sampling dan didapatkan 52 kasus dan 52 kontrol. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-square dan dihitung kekuatan hubungan faktor risiko dengan menggunakan nilai Odds Ratio (OR). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan aktivitas sedentari dengan hipertensi pada remaja SMA kota Kupang (p-value= 0,001: OR= 7,295), serta durasi tidur dengan hipertensi (p-value= 0,001: OR= 5,221), asupan karbo dengan hipertensi (p-value= 0,005: OR= 3,167), asupan protein dengan hipertensi (p-value= 0,001: OR= 4,921) dan asupan lemak dengan hipertensi (p-value= 0,001: OR= 5,211. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Aktivitas sedentari, durasi tidur dan asupan  makan merupakan faktor risiko yang dapat memengaruhi terjadinya hipertensi pada remaja SMA Kota Kupang.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIFUNGAL HAIR TONIC EKSTRAK DAUN MINT (MENTHA PIPERITA L) DAN DAUN SIRIH HIJAU (PIPER BETLE L) TERHADAP JAMUR PITYROSPORUM OVALE Septia, Noersa Indah; Fanani, Zaenal; Sukoharjanti, Bintari Tri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48856

Abstract

Daun mint (Mentha piperita L.) serta daun sirih hijau (Piper betle L.) termasuk tanaman yang terkandung senyawa aktif seperti flavonoid dan tannin, yang diindikasikan sifatnya anti jamur. Penelitian ini tujuannya untuk merancang formulasi hair tonic berbahan kombinasi ekstrak etanol dari kedua jenis daun tersebut. Proses penelitian dilaksanakan secara eksperimental di laboratorium, mempergunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% untuk mengekstraksi senyawa aktif dari daun mint serta daun sirih hijau. Konsenterasi ekstrak daun mint adalah 15%, 10%, 5% serta daun sirih hijau dimana konsentrasinya 5%, 10%, 15%. Hasil uji stabilitas fisik formula terbaik ada pada formula III, ditandakan dengan hasil uji organoleptis yang paling sesuai, serta nilai pH dan viskositas yang masih ada direntang persyaratan. Hasil uji aktivitas antijamur mengungkapkan bahwasanya rerata diameter zona hambat hair tonic yang terkandung ekstrak daun mint serta daun sirih hijau pada formula I, II, dan III masing-masing sebesar 1,68 mm, 3,83 mm, dan 7,45 mm. Berdasarkan klasifikasi tingkat efektivitas antifungal, formula III menunjukkan daya hambat paling tinggi pada pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale, berdiameter zona hambat sebesar 7,45mm, karenanya dianggap sebagai formula yang paling efektif. Hasil uji perhitungan One Way ANOVA didapat p = 0,000 perihal ini menunnjukkan adanya pengaruh aktivitas pemberian sediaan hair tonic ekstrak daun mint serta daun sirih hijau pada penghambatan jamur Pityrosporum ovale. Jadi hasil dari penelitian ini, formula yang paling optimal yakni formula III.
ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS TERHADAP PENGOBATAN KEMOTERAPI PASIEN KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT UNHAS MAKASSAR Paduai, Muh. Harry Bagas Setiawan R.; Naid, Tadjuddin; Yuliana, Dewi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48867

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit yang berkembang sebagai hasil dari kerusakan DNA (Deoxyribonucleic acid) dan mutasi genetik yang dapat dipengaruhi oleh paparan estrogen. Salah satu yang menjadi pengobatan kanker ialah kemoterapi. Tujuan analisis ialah Untuk mengetahui hubungan Drug Related Problems dengan kualitas hidup pada pengobatan pasien kanker payudara di Rumah Sakit Unhas Makassar Periode 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan penyajian data dalam bentuk kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan retrospektif, data diambil dari rekam medis pasien dan administrasi pasien. Teknik sampling ialah purposive sampling dengan diagnosa kanker payudara di Rumah Sakit Unhas Makassar tahun 2023 dan jumlah sampel sebanyak 60 Pasien. Metode analisis data menggunakan analisis drug related problems dengan kategori indikasi tanpa obat,obat tanpa indikasi, dosis terlalu tinggi, dosis terlalu rendah, kontraindikasi, interaksi obat dan efek samping. Berdasarkan hasil penelitian sebanyak 60 pasien kanker payudara di Rumah Sakit Unhas Makassar mengalami Drug Related Problems dengan kategori indikasi tanpa obat sebanyak 1 pasien (2%), obat tanpa indikasi sebanyak 1 pasien (2%), dosis terlalu tinggi sebanyak 6 pasien (10%), dosis terlalu rendah sebanyak 50 pasien (83%), kontraindikasi sebanyak 2 pasien (3%), Interaksi obat sebanyak 60 pasien (100%) dan efek samping sebanyak 12 pasien (20%)  dan Terdapat hubungan antara Drug Related Problems kategori efek samping obat dengan Clinical Outcome pasien dengan nilai p= 0.012<0,05 pada kategori kesulitan berjalan dan nilai p= 0,042<0,05 pada kategori mengangkat beban.
SEBARAN DAN FAKTOR RISIKO TUBERKULOSIS PARU DI KABUPATEN BEKASI – A REVIEW Firdaus, Anisa Kusuma Dewi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48974

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia dengan jumlah kasus tuberkulosis paru di Indonesia menempati peringkat kedua setelah India dengan Provinsi Jawa Barat sebagai wilayah dengan tuberkulosis tertinggi di Indonesia. Kabupaten Bekasi merupakan salah satu kota/kabupaten dengan kasus tuberkulosis tertinggi di Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui gambaran terkait sebaran dan faktor risiko kasus tuberkulosis paru di Kabupaten Bekasi. Pengambilan data dilaksanakan menggunakan studi literatur dengan pendekatan literature review menggambarkan sebaran beserta faktor risiko kasus tuberkulosis di Kabupaten Bekasi berdasarkan data Kesehatan, kependudukan dan penelitian-penelitian terdahulu. Gambaran kasus tuberkulosis paru tahun 2020 hingga 2024 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan kasus tuberkulosis tertinggi terjadi di Kecamatan Tambun Selatan. Berbagai faktor dapat menjadi risiko penularan dan kejadian tuberkulosis di Kabupaten Bekasi, seperti kepadatan penduduk, kualitas udara baik dalam maupun luar ruangan, jumlah fasilitas pelayanan kesehatan, ketinggian wilayah, perilaku merokok, dan kepatuhan penderita meminum OAT (Obat Anti Tuberkulosis). Kepadatan penduduk yang tinggi sebanding dengan tingginya kasus tuberkulosis di suatu wilayah. Kualitas udara dalam rumah berupa luas ventilasi dan pencahayaan alami memiliki hubungan dengan kasus tuberkulosis. Kepatuhan minum obat juga menjadi salah faktor yang menyebabkan meingkatnya kasus tuberkulosis paru di Kabupaten Bekasi. Diperlukan adanya pengawasan terhadap berbagai faktor untuk menekan penularan kasus tuberkulosis di Kabupaten Bekasi.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPASI SUAMI SEBAGAI AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA DI INDONESIA Nariswari, Radhita Aisyah Resti; Prakoso, Satria Bagus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48979

Abstract

Partisipasi pria pasangan usia subur dalam program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia masih tergolong rendah dan menjadi tantangan dalam upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk. Ketimpangan penggunaan kontrasepsi yang masih didominasi oleh perempuan menunjukkan bahwa partisipasi pria sebagai akseptor KB belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi suami sebagai akseptor KB di Indonesia berdasarkan teori Lawrence Green, yang mencakup faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan kuantitatif-deskriptif terhadap artikel ilmiah yang diterbitkan dalam rentang waktu 2021 hingga 2025. Artikel dikumpulkan dari Google Scholar, Portal Garuda, dan ResearchGate yang membahas hubungan antara berbagai variabel dengan partisipasi pria dalam KB. Dari hasil pengumpulan data diperoleh 27 artikel ilmiah yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil Literature review teridentifikasi variabel penelitian yang merupakan faktor yang berhubungan dengan partisipasi suami sebagai akseptor KB sebanyak 20 variabel. Variabel yang ditemukan terdiri atas 12 variabel yang termasuk dalam faktor predisposisi. Faktor predisposisi yang ditemukan antara lain : pengetahuan, pendidikan, sikap, jumlah anak, budaya, usia, nilai anak, pekerjaan, motivasi,persepsi sakit, keyakinan, dan pemahaman kontrasepsi. Faktor pemungkin ditemukan sebanyak 5 variabel meliputi ketersediaan informasi, ekonomi, tempat tinggal, akses terhadap pelayaan kesehatan dan jaminan kesehatan. Faktor penguat yang ditemukan ada sebanyak 3 variabel meliputi dukungan istri, petugas kesehatan, dan keluarga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis teori Lawrence Green dapat memberikan gambaran yang komprehensif dalam memahami keterlibatan pria dalam program KB. Oleh karena itu, diperlukan strategi intervensi yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, penguatan dukungan sosial, dan penyediaan layanan kontrasepsi yang ramah pria sebagai upaya mendukung keberhasilan program KB nasional.
STUDI KOMPARATIF IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS JEPANG DAN PUSKESMAS DAWE KABUPATEN KUDUS Oktabella, Zulvaida Haditya; Cahyati, Widya Hary; Zainafree, Intan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48980

Abstract

Pada tahun 2023, cakupan pemberian ASI eksklusif untuk bayi usia 0–6 bulan di Kabupaten Kudus mencapai 46,8%, dengan capaian tertinggi di Puskesmas Dawe sebesar 90,9% dan terendah di Puskesmas Jepang sebesar 19,7%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pelaksanaan kebijakan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Jepang dan Puskesmas Dawe, Kabupaten Kudus. Pada Mei hingga Juni 2025 penelitian ini dilakukan di kedua puskesmas tersebut dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain deskriptif. Sebanyak 12 informan ditetapkan menggunakan teknik purposive sampling. Pedoman wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan untuk pengumpulan data, sementara teknik triangulasi digunakan untuk keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan implementasi kebijakan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Jepang dan Puskesmas Dawe, di mana komunikasi telah berjalan efektif melalui kegiatan sosialisasi, namun cakupan serta kejelasan informasi yang disampaikan masih terbatas. SDM dan fasilitas seperti ruang laktasi tersedia, tetapi pemanfaatannya rendah dan petugas merangkap tugas lain. Kebijakan ASI eksklusif belum didukung SOP dan pembagian tugas belum terstruktur, perlu diikuti peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan koordinasi lintas sektor. Petugas menunjukkan komitmen tinggi dan ramah, meski pemahaman kebijakan belum merata. Dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan cukup baik, tetapi hambatan sosial budaya dan kesadaran masyarakat masih variatif. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan implementasi kebijakan ASI Eksklusif di Puskesmas Jepang dan Puskesmas Dawe.
ANALISIS FAKTOR PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS TAMALATE KOTA MAKASSAR TAHUN 2024 Alatas, Idrus; Multazam, Andi; Hardi, Ikhram; Muchlis, Nurmiati; Haeruddin, Haeruddin; Abbas, Hasriwiani Habo
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48987

Abstract

Pemanfaatan pelayanan kesehatan merupakan faktor penting dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang. Peningkatan penggunaan layanan kesehatan menjadi target utama, yang menuntut penyedia jasa seperti puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan, baik dalam aspek penyembuhan maupun pencegahan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Tamalate Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 97 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 26–40 tahun (77,3%), berjenis kelamin perempuan (61,9%), belum menikah (70,1%), berpendidikan terakhir perguruan tinggi (64,9%), bekerja (62,9%), mengetahui layanan puskesmas (100%), memiliki penghasilan di atas UMR (74,2%), serta memiliki akses jarak ke puskesmas 1–3 km (85,6%). Sebanyak 99% responden memanfaatkan pelayanan kesehatan. Dari lima variabel yang diteliti, terdapat dua variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan, yaitu variabel fasilitas pelayanan dengan nilai odds ratio (OR) sebesar 12,200 (p = 0,005) sebagai faktor dominan, serta variabel persepsi sehat-sakit dengan OR sebesar 8,636 (p = 0,010). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi sehat-sakit dan ketersediaan fasilitas dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Tamalate Kota Makassar tahun 2024..
GAMBARAN ESTIMASI FOOD WASTE DENGAN NUTRIENT LOSS PADA KELUARGA DENGAN BALITA DI DESA BLIMBING KECAMATAN GATAK Alea, Kysea; Mustikaningrum, Fitriana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48988

Abstract

Food waste adalah makanan layak konsumsi yang terbuang di berbagai tahap rantai pasok, mulai dari produksi hingga konsumsi. Selain berdampak pada lingkungan dan ekonomi, food waste juga menyebabkan nutrient loss, yaitu hilangnya zat gizi penting seperti energi, protein, vitamin, dan mineral. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan jumlah kehilangan makanan (food waste) dengan zat gizi pada keluarga yang memiliki balita di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan survei. Sampel terdiri dari 61 keluarga yang dipilih secara random sampling sederhana. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode Household Food Record selama 7 hari dan dianalisis menggunakan NutriSurvey 2007 serta SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berasal dari keluarga beranggotakan 2–5 orang, berpendapatan di atas UMR, dan memiliki pengeluaran di atas rata-rata. Kelompok makanan yang paling banyak terbuang adalah makanan pokok sebanyak 62,74 g, sedangkan kelompok makanan yang paling sedikit terbuang yaitu protein nabati sebanyak 1,37 g, dengan nutrient loss tertinggi berupa energi dan karbohidrat. Jenis makanan yang paling banyak terbuang adalah nasi yaitu sebanyak 61,74 g dan sumber protein hewani yaitu ayam sebanyak 7,63 g. Rata-rata food waste per keluarga dalam 7 hari didominasi oleh makanan pokok, menunjukkan bahwa makanan utama rumah tangga menjadi penyumbang terbesar terhadap pemborosan pangan dan kehilangan gizi.
FAKTOR-FAKTOR KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI SAAT BERKENDARA MOTOR BAGI MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Zhafira, Salma; Dhani, Sheena Ramadhia Asmara
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48994

Abstract

Setiap tahunnya, jalan raya menjadi lokasi terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa sekitar 1,19 juta orang secara global. Kecelakaan tersebut menimbulkan konsekuensi serius, seperti cedera fisik hingga kematian. Pengguna kendaraan sepeda motor punyai risiko yang lebih tinggi dialaminya cedera serius dalam kecelakaan lalu lintas karena kurangnya perlindungan fisik dibandingkan pengguna kendaraan mobil. Salah satu upaya preventif dalam mengurangi dampak kecelakaan adalah penggunaan APD berkendara. Metode kuantitatif dengan desain cross-sectional digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini yang dijalankan selama periode Agustus sampai Oktober 2024 dan memiliki sampel 100 yang berasal dari mahasiswa yang terdaftar pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta yang dipilih melalui teknik sampling kuota. Sejumlah 51% pengetahuan baik, sejumlah 64% sikap baik, lalu ada 37% responden yang pernah mengalami kejadian kecelakaan, dan terdapat 26% responden yang patuh terhadap aturan berkendara. Terdapat hubungan signifikan yang mana sikap terbukti berpengaruh terhadap kepatuhan dalam memakai APD (p=0,044), sementara bagian variabel pengetahuan (p=1,000) serta variabel pengalaman kecelakaan (p=0,214) tidak menunjukkan kaitannya terhadap penggunaan APD. Tiada kaitanantara variabel pengetahuan dan kejadian kecelakaan dengan kepatuhan memakai APD berkendara motor. Disisi lain, sikap mempunyai kaitan dengan kepatuhan memakai APD menunjukkan bahwa variabel ini menunjukkan nilai yang signifikan dalam statistik. Saran yang bisa dilakukan yaitu dengan adanya penindakan tegas dari pihak berwajib terhadap mahasiswa dan pengendara yang kurang patuh dalam penggunaan APD berkendara agar lebih patuh dalam penggunaan APD berkendara kapanpun dan dimanapun.