cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
CUSTOMER SATISFACTION INDEX OF PARTICIPANTS INDONESIAN NATIONAL HEALTH INSURANCE PROGRAM IN 2024 Nugraha, Erfan; Hendrawan, Donni; Budiman, Arif; Sutrisni, I Gusti Ayu Mirah; Hateyaningsih, Hateyaningsih; Irham, Rahim; Oktavia, Ayunda
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50260

Abstract

Survei kepuasan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan langkah strategis untuk memetakan kepuasan peserta JKN terhadap layanan kantor cabang, fasilitas kesehatan, dan media daring. Hasil survei berupa indeks kepuasan dan prioritas perbaikan bagi 11 kontak layanan pada kelompok peserta dan 5 kontak layanan badan usaha, yang kemudian ditindaklanjuti oleh masing-masing unit kerja terkait. Pada tahun 2024, program survei kepuasan JKN menjangkau 12 deputi daerah, 76 kantor cabang, dan 38 provinsi dengan total responden sebanyak 11.494 orang yang terdiri dari 8.346 peserta dan 3.148 badan usaha. Survei kepuasan peserta dilakukan dengan metode exit poll dari pengguna layanan di kantor dan fasilitas kesehatan BPJS Kesehatan, sedangkan responden badan usaha menggunakan metode non-exit poll, yaitu responden dipilih secara acak dari daftar yang disediakan oleh kantor cabang lokus survei. Hasil survei kemudian dikelompokkan ke dalam indeks nasional, per jenis peserta, per deputi daerah, dan per provinsi. Indeks kepuasan peserta JKN nasional apabila diukur menggunakan skor rata-rata meningkat 0,2 poin menjadi 97,7, sedangkan dengan menggunakan Top Two Boxes meningkat 1,4 poin menjadi 92,1.
PENETAPAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR EKSTRAK KULIT COKLAT (THEOBROMA CACAO L.) DALAM BASIS LOTION DAN EVALUASI KARAKTERISTIK SEDIAAN Damopolii, Billy Pratama; Kusumaningtyas, Febrianika Ayu; Akune, Nadia Ayuwanda S
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50402

Abstract

Paparan sinar UV oleh matahari dapat menimbulkan kerusakan pada kulit seperti eritema, dan penuaan dini. Kulit coklat (Theobroma cacao L.) merupakan tanaman yang memiliki kadar senyawa flavonoid yang tinggi dengan aktivitas dapat menangkal sinar Ultraviolet Radiation (UVR). Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan nilai Sun Protection Factor dalam basis lotion dengan perbandingan konsentrasi ekstrak FI(1%), F2(3%) dan F3(5%) serta evaluasi karakteristik yang meliputi uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, dan uji daya lekat. Hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak dengan perbandingan konsentrasi berpengaruh dalam uji homogenitas, daya sebar, daya lekat, dan nilai SPF tetapi tidak pada uji daya pH. Dapat disimpulkan sediaan lotion dengan nilai SPF dan memenuhi syarat sediaan lotion terdapat dapa F1 Dengan konsentrasi 1%.
DEPRESI BERAT TANPA GEJALA PSIKOTIK Husna, Asmaul; Dahliah, Dahliah; Japari, Agus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50717

Abstract

Kesehatan mental menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan di tengah-tengah masyarakat. Depresi adalah gangguan mental umum yang hadir dengan suasana hati yang tertekan, kehilangan minat atau kesenangan, penurunan energi, perasaan bersalah atau rendah harga diri, gangguan tidur atau nafsu makan, dan miskin konsentrasi Depresi terjadi akibat interaksi kompleks antara faktor sosial, psikologis, dan biologis. Pengobatan psikologis merupakan pengobatan pertama untuk depresi. Tujuan Artikel ini menyajikan tinjauan Literatur tentang Depresi Berat Tanpa Gejala Psikotik terhadap peningkatan kemampuan kompetensi mahasiswa kedokteran dan profesi kesehatan lainnya : Literatur Review. Metode Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi literature review. Penelusuran dengan mengakses seperti Google Scholar, Garuda, repository universitas, terhadap peningkatan kemampuan kompetensi mahasiswa kedokteran dan profesi Kesehatan lainnya : literature review. Sebanyak 11 studi yang dilakukan antara tahun 2020-2025 dimasukkan dalam tinjauan ini. Hasil Menunjukkan bahwa Depresi Berat Tanpa Gejala Psikotik lebih sering terjadi pada usia dewasa dan lansia, lebih sering terjadi pada jenis kelamin perempuan, serta serta beberapa faktor lain yang berhubungan dengan depresi berat tanpa gejala psikotik yaitu penyakit penyerta dan pendidikan.
KEEFEKTIFAN TANAMAN ECENG GONDOK DALAM MENURUNKAN BOD PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DI DAERAH WIROGUNAN KARTASURA Herlambang, Alfino Daiva; Astuti, Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50763

Abstract

Produksi tahu di Indonesia dominan diproduksi oleh industri rumah tangga yang belum mempunyai sistem pengolahan limbah yang baik sehingga dapat merusak kualitas air dan mengancam kelangsungan ekosistem perairan bila ditangani secara tepat. Penelitian ini ditujukan guna mengevaluasi keefektifan tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes) guna memicu turunnya kadar Biological Oxygen Demand (BOD) terhadap air limbah tahu di Daerah Wirogunan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Metode yang dipergunakan ialah eksperimen kuantitatif yang dirancang melalui pretest-posttest dan kelompok kontrol. Penelitian ini melibatkan tiga kelompok perlakuan melalui variasi jumlah tanaman eceng gondok, yaitu 2, 4, dan 6 tanaman. Hasil analisis mengindikasikan, rata-rata kadar BOD sebelum perlakuan yaitu 467mg/l. Pasca perlakuan dengan menambahkan tanaman eceng gondok, menghasilkan penurunan kadar BOD tertinggi pada perlakuan 6 tanaman eceng gondok menjadi 374 mg/l, penurunan yang terjadi sebesar 95 mg/l (20.2%). Uji Kruskal-Wallis memperlihatkan skor signifikan (p-value 0.04 < 0.05), menegaskan bahwa pada studi ini tanaman eceng gondok mempunyai keefektifan guna menurunkan kadar BOD dimana jumlah tanamannya mempengaruhi kadar BOD pada limbah tahu. Penelitian ini menyimpulkan, eceng gondok bisa dipergunakan dalam proses fitoremediasi guna mengurangi pencemaran limbah cair industri tahu, dengan rekomendasi untuk dilakukan pemantauan rutin agar kualitas air tetap terjaga.
ANALISIS PROGRAM INOVASI JETAR HATI DALAM MENINGKATKAN PENEMUAN KASUS IBU HAMIL RESIKO TINGGI Anggraeni, Intan Deni; Supriyatna, Rahmat; Siltina, Melly
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50907

Abstract

Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi karena banyak kehamilan berisiko tinggi (resti) tidak terdeteksi tepat waktu. Puskesmas membuat program JETAR HATI (Jemput Antar Ibu Hamil Resti) untuk menjemput dan mengantar ibu hamil ke layanan kesehatan agar pemeriksaan rutin tidak terlewat. Penelitian ini menilai seberapa efektif program tersebut meningkatkan penemuan ibu hamil. Penelitian menggunakan  metode kualitatif. Informan dipilih secara purposif: bidan koordinator, bidan desa, petugas promosi kesehatan, pejabat dinas, kepala puskesmas, serta ibu hamil resti. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan dianalisis dimulai memilah, menampilkan, dan menyimpulkan. Akses lebih mudah berkat jemput‑antar; kunjungan lebih teratur; pemahaman tanda bahaya meningkat. Kader dan tenaga kesehatan kini menjangkau rumah tangga sulit akses, sehingga ibu sebelumnya terhalang biaya mulai rutin memeriksakan kehamilan. Keterbatasan armada dan padatnya jadwal masih hambatan; kemitraan dengan ambulans desa sebagai solusi menjaga kelancaran layanan. Wawancara menunjukkan program memudahkan akses karena ada kendaraan jemput-antar, meningkatkan kepatuhan periksa hamil, menambah pengetahuan tentang tanda bahaya. Kendala utama keterbatasan kendaraan dan jadwal yang padat; kerja sama dengan ambulans desa diusulkan sebagai solusi. Gabungan jemput-antar, skrining terarah, edukasi, dan koordinasi rujukan membantu menemukan kehamilan berisiko lebih cepat. JETAR HATI efektif memperluas penemuan ibu hamil dan dapat diterapkan di wilayah lain dengan hambatan serupa. Penguatan armada, penjadwalan, kolaborasi lintas sektor, dan pencatatan digital diperlukan. Penelitian lanjutan dengan perbandingan kelompok dianjurkan untuk menilai dampak pada komplikasi dan kematian ibu.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI KUNJUNGAN POSYANDU LANSIA DI DESA POPALIA KECAMATAN TANGGETADA KABUPATEN KOLAKA Wahyuni, Sri; Susanti, Arum; Marei, Yason Yan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50913

Abstract

Posyandu lansia tidak hanya diperuntukkan bagi yang sakit, tetapi juga bagi lansia yang sehat agar tetap mempertahankan kesehatannya. Posyandu lansia bertujuan meningkatkan derajat kesehatan dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kunjungan posyandu lansia di Desa Popalia, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian adalah masyarakat lanjut usia berumur ≥60 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi selama tiga bulan (Oktober–Desember). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,008), sikap (p=0,018), aksesibilitas (p=0,017), dukungan keluarga (p=0,014), dan keaktifan kader (p=0,017) berpengaruh terhadap kunjungan posyandu lansia. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan merupakan faktor dominan yang memengaruhi kunjungan posyandu lansia (p=0,031; Exp(B)=8,752). Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari kelima variabel, dengan pengetahuan sebagai faktor paling berpengaruh. Disarankan agar dilakukan peningkatan sosialisasi dan pendampingan terhadap posyandu lansia kepada masyarakat usia lanjut.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG SADARI DI SMA ADVENT BANDUNG Sihotang, Christina Aquilera; Siagian, Ernawaty
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50974

Abstract

Masa remaja putri merupakan fase yang rentan terhadap masalah kesehatan, termasuk risiko kanker payudara. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan metode deteksi dini yang sederhana dan efektif, namun penerapannya masih rendah akibat kurangnya pengetahuan dan sikap positif. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara di SMA Advent Naripan dan SMA Advent Cimindi Bandung. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross- sectional. Sampel terdiri dari 105 siswi kelas X dan XI yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square, Fisher’s Exact Test, dan Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan setelah penyuluhan kesehatan. Di SMA Advent Naripan, skor pengetahuan meningkat dari 33,73 menjadi 35,44 (p = 0,001), dan di SMA Advent Cimindi dari 32,98 menjadi 35,00 (p = 0,001). Pada variabel sikap, SMA Advent Naripan mengalami penurunan dari 33,24 menjadi 30,96 (p = 0,026), sedangkan SMA Advent Cimindi menunjukkan sedikit peningkatan dari 29,62 menjadi 30,72 (p = 0,137). Analisis korelasi Spearman’s rho menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap. Disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan, namun belum diikuti perubahan sikap signifikan. Program edukasi berkelanjutan yang menggabungkan aspek kognitif dan afektif direkomendasikan untuk memperkuat motivasi remaja putri dalam menerapkan SADARI.
INFEKSI KRONIK SEBAGAI FAKTOR RISIKO AMPUTASI PADA ULKUS DIABETIK : LITERATUR REVIEW Intan, Nur; Wahid, Syarifuddin; Lestari, Indah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50988

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronik dengan prevalensi tinggi dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti ulkus diabetik. Ulkus diabetik sering menjadi penyebab utama amputasi, terutama bila disertai infeksi kronik yang dapat memperburuk kerusakan jaringan dan meningkatkan risiko penyebaran ke struktur lebih dalam. Penanganan ulkus diabetik terinfeksi masih belum optimal akibat kurangnya pemahaman mengenai proses infeksi kronik, terbatasnya edukasi pasien, serta belum tersedianya protokol standar di sebagian fasilitas kesehatan, sehingga banyak kasus berkembang menjadi infeksi kronik berat hingga berujung pada amputasi. Literature review ini bertujuan untuk mengkaji peran infeksi kronik sebagai faktor risiko amputasi pada ulkus diabetik melalui tinjauan berbagai literatur ilmiah. Pencarian artikel dilakukan pada database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar terhadap publikasi tahun 2020–2024 dengan kriteria inklusi berupa artikel berbahasa Inggris atau Indonesia yang membahas ulkus diabetik, infeksi kronik, dan amputasi pada jurnal terakreditasi. Sebanyak sepuluh artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa infeksi kronik secara signifikan meningkatkan risiko amputasi, terutama bila disertai osteomielitis atau necrotizing soft tissue infection. Faktor yang berperan antara lain keterlambatan diagnosis, kontrol glikemik yang buruk, dan resistensi antibiotik, dengan variasi desain studi seperti laporan kasus, studi potong lintang, dan tinjauan sistematis. Dapat disimpulkan bahwa infeksi kronik berperan penting dalam meningkatkan risiko amputasi pada ulkus diabetik, sehingga deteksi dini dan penanganan multidisipliner sangat diperlukan untuk menurunkan angka amputasi.
PERBEDAAN FAKTOR FISIOLOGIS ANTARA PEMAKAIAN MASKER KN95 DAN NON-KN95 PADA KOMUNITAS SEPEDA USIA PRODUKTIF Lateefa, Andrienne Zayna; Machrumnizar, Machrumnizar
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51021

Abstract

Penggunaan masker merupakan salah satu upaya pencegahan infeksi COVID-19, namun pemakaiannya saat berolahraga berpotensi menurunkan suplai oksigen dan menimbulkan hipoksia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan faktor fisiologis antara penggunaan masker KN95 dan non-KN95 pada komunitas pesepeda usia produktif. Penelitian eksperimental ini dilakukan pada anggota komunitas sepeda berusia 15–64 tahun yang rutin berolahraga, dengan eksklusi pada subjek yang memiliki penyakit jantung, asma, PPOK, pneumonia, kebiasaan merokok, serta konsumsi alkohol atau opioid. Peserta dibagi secara acak ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok masker KN95 (KN95, KF94) dan kelompok non-KN95 (masker kain, masker medis). Parameter fisiologis yang diukur meliputi heart rate, respiratory rate, dan saturasi oksigen. Analisis data dilakukan menggunakan uji t independen dan Mann–Whitney dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Sebanyak 32 responden berpartisipasi dengan rata-rata usia 34,09 ± 8,8 tahun dan proporsi laki-laki sebesar 62,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok masker KN95 memiliki heart rate yang lebih tinggi dibandingkan kelompok non-KN95 (135,75 ± 11,63 bpm vs 121,31 ± 13,35 bpm; p=0,003) serta respiratory rate yang lebih tinggi (33,50 ± 5,59 vs 28,38 ± 5,33; p=0,013). Selain itu, saturasi oksigen pada kelompok KN95 lebih rendah dibandingkan non-KN95 (96% vs 97%; p=0,025). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara penggunaan masker KN95 dan non-KN95 pada komunitas pesepeda usia produktif, di mana pemakaian masker KN95 meningkatkan heart rate dan respiratory rate serta menurunkan saturasi oksigen setelah aktivitas fisik sedang.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN PREMENSTRUAL SYNDROME : LITERATURE REVIEW Andari, Komang Ayu Satya Yuanita; Arsani, Ni Luh Kadek Alit; Wijaya, I Made Kusuma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51069

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) merupakan sekumpulan gejala fisik dan psikologis yang muncul secara siklik pada fase luteal dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari wanita. Stres sebagai salah satu faktor pemicu premenstrual syndrome dengan memengaruhi ketidakseimbangan hormon. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara tingkat stres dengan premenstrual syndrome. Kajian dilakukan menggunakan metode literature review. Sumber data diperoleh melalui berbagai database, seperti PubMed, Google Scholar, dan didukung oleh sumber-sumber terpercaya lainnya yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir. Hasil literature review dari 10 jurnal menunjukkan bahwa 9 jurnal menyatakan hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan premenstrual syndrome, sedangkan 1 jurnal menyatakan tidak berhubungan. Stres memengaruhi keseimbangan hormon estrogen dan progesteron serta menurunkan kadar serotonin. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan premenstrual syndrome.