cover
Contact Name
Agik Nur Efendi
Contact Email
ghancaran@iainmadura.ac.id
Phone
+6285732475307
Journal Mail Official
ghancaran@iainmadura.ac.id
Editorial Address
State Islamic Institute of Madura Jl. Raya Panglegur km. 04 Pamekasan East Java. Phone. (0324)333187 fax 322551
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 27148955     EISSN : 27159132     DOI : DOI 10.19105/ghancaran
Jurnal ini menerima kontribusi dalam bidang linguistik, sastra dan pengajaran dari berbagai perspektif, misalnya: pengajaran dan pembelajaran bahasa pertama, kedua, dan asing; bahasa dan sastra dalam pendidikan; perencanaan bahasa, pengujian bahasa; desain dan pengembangan kurikulum; multibahasa dan pendidikan multibahasa; analisis wacana; sastra dan pengajaran; bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA); dan penerbitan dan budaya.
Articles 463 Documents
Studi Komparasi Keterampilan Menulis dan Karakteristik Teks Berita di Boarding School Ma'ruf, Anas; Sudaryanto, Memet; Bivit Anggoro Prasetyo
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v5i1.8418

Abstract

This research was motivated by the implementation of the boarding school education system. In boarding schools, there are students living in dormitories and outside dormitories. This does not deny that there will be differences in the condition of the student. No exception to the writing skills and characteristics of news texts. This study aims to determine the comparison of writing skills and news text characteristics between boarding and non-boarding students. This research is a comparative research with a qualitative descriptive approach conducted at MTs Al Ikhsan Beji, Kedungbanteng. Data collection techniques in this study used performance, documentation, and interview methods. The results showed that; (1) there are differences in the writing skills of news texts of boarding and non-boarding students; (2) the news text writing skills of boarding students are slightly better than non-boarding students; and (3) the most striking characteristic differences between boarding and non-boarding student news texts are in the selection of venues and topics. The conclusion of this study provides related suggestions when learning to write news texts, teachers should use methods that make students feel happy, and in writing news texts, teachers should also assign news text editing, so that student news text results are minimal.
Penyimpangan Seksual Tokoh Mubarak dalam Novel Pendosa yang Saleh Karya Royyan Julian: Kajian Sigmund Freud Milliana; Tabrani, Akhmad; Jazuli, Ach.
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v5i1.8474

Abstract

This study aims to describe the forms and factors of sexual deviation of Mubarak's character in the novel Pendosa yang Saleh by Royyan Julian with Sigmund Freud's study. This research method is descriptive qualitative. The data in the study are sentences related to the sexual deviation of the main character in the novel Pendosa yang Saleh by Royyan Julian. Data collection techniques are reading, note taking, and data corpus collection. The findings of this study are the form of sexual deviation of the character Mubarak in the novel Pendosa yang Saleh by Royyan Julian in the form of inversion pedophilia unfixed with the aim of fetishism (bisexual). The factor of Mubarak's sexual deviation refers to Sigmund Freud's study, namely the aspects of frustration and trauma.
Pendidikan Karakter Tokoh Bethara Guru dalam Lakon Bethara Guru Krama Wayang Topeng Tengger Permata Raharjo, Resdianto; Ahmadi, Anas; Ikhwan, Wahid Khoirul
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v5i1.8592

Abstract

Pembentukan karakter masyarakat tidak terlepas dengan kondisi lingkungan, adat, budaya yang berlaku. Seperti tokoh-tokoh dan teladan dalam cerita rakyat, salah satunya adalah tokoh Bethara Guru dalam Lakon Bethara Guru Krama di Pewayangan Tengger. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan hasil analisis dari pendidikan karakter yang terdapat pada peneladanan tokoh Bethara Guru dalam Lakon Bethara Guru Krama Wayang Topeng Tengger. Keteladanan karakter tokoh-tokoh dan cerita pada Lakon Bethara Guru Krama dapat dijadikan sebagai bentuk materi dan dasar ajuan untuk membangun dan mendidik karakter individual seseorang, baik formal maupun non-formal. Sosok inti di tiap generasi dalam lakon Bethara Guru Krama memiliki beberapa sikap yang patut ditelaah dan diteladani. Penelitian ini disusun menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan sumber data dan data penelitian bentuk sastra lisan berupa cerita lakon Bethara Guru Krama yang disampaikan oleh dalang Ki Lebari pada pegelaran wayang topeng di desa Wonosari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik rekam catat. Model penelitian dalam penelitian ini menggunakan analisis konten. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan kecukupan bahan referensial. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi (1) transkripsi data rekaman, (2) transliterasi data rekaman, (3) klasifikasi data, (4) analisis struktur dan interpretasi, dan (5) pengujian data. Hasil penelitian berupa pendidikan karakter yang dapat diperoleh melalui teladan tokoh Bethara Guru dalam lakon Bethara Guru Krama Wayang Topeng Tengger yang merupakan modifikasi representatif masyarakat dengan tujuan membentuk karakter yang baik. Tokoh Bethara Guru dalam lakon Bethara Guru Krama juga merupakan sosok yang berperan penting dalam meneladani pembentukan karakter manusia di tengah masyarakat. Karena lakon Bethara Guru Krama kerap dibawakan pada pertunjukan Wayang Topeng Tengger dalam upacara adat ruwatan, baik ruwatan adat maupun ruwatan anak.
Ujaran Kebencian dalam Twitter #Sebelum2024JokowiLengser: Kajian Cyberpragmatics Widyatnyana, Kadek Nara; Rasna, I Wayan; Putrayasa, Ida Bagus
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v5i1.8660

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah ujaran kebencian dan kajian cyberpragmatics. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bentuk, jenis, serta makna pragmatik ujaran kebencian dalam Twitter #Sebelum2024JokowiLengser. Terdapat 36 data yang digolongkan ke dalam ujaran kebencian. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan teknik simak dengan teknik lanjutan bebas libat cakap. Hasil penelitian terdapat bentuk ujaran frasa dan kalimat. Jenis ujaran kebencian yang ditemukan adalah penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, data penyebaran bohong, dan menghasut/ memprovokasi. Terdapat 9 makna pragmatik ujaran kebencian, yaitu makna menyindir, menggambarkan sosok pemimpin, makna mempertanyakan, makna memberikan anjuran, makna membandingkan, makna memerintah, makna membual, makna mengajak, dan makna mengeluh. Dengan adanya penelitian ini diharapkan pembaca mampu mengetahui ujaran kebencian di media sosial serta makna di balik ujaran.
Narasi Mitos Lembu Suro dalam Cerpen Janji Kelud untuk Bapak Karya M. Rosyid H. W. Mulyaningtyas, Rahmawati; Putri, Nuraini Saura; Arinugroho, Yogi Dian
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v5i1.8705

Abstract

Cerpen merupakan refleksi dari realitas kehidupan manusia. Cerpen berjudul Janji Kelud untuk Bapak menarik untuk dikaji karena mencantumkan mitos Lembu Suro saat Gunung Kelud erupsi. Mitos ini dipercaya oleh masyarakat di sekitar Gunung Kelud bahwa saat erupsi gunung, Lembu Suro keluar dan membalas dendam atas ketidakadilan yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan narasi mitos Lembu Suro yang ada dalam cerpen Janji Kelud untuk Bapak. Penelitian ini menggunakan pendekatan mitopoik. Lalu, teori strukturalisme Claude Levi-Strauss yang dimanfaatkan untuk menelaah mitos Lembu Suro dalam cerita pendek tersebut. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber utama penelitian ini adalah cerpen berjudul Janji Kelud untuk Bapak karya M. Rosyid H.W. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca catat. Analisis data dilakukan dengan cara memilah dan memilih data berupa kalimat narasi atau dialog tokoh yang sesuai dengan tujuan penelitian, lalu menganalisis data sesuai teori yang digunakan dalam penelitian. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara membaca secara berulang-ulang data yang terkumpul dan sudah dianalisis, lalu mengaitkannya dengan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos Lembu Suro dapat berkaitan dengan (1) keyakinan terhadap sesuatu; (2) pola perilaku para penduduk; (3) dampak peristiwa terhadap lingkungan sekitar gunung dan negara. Mitos Lembu Suro telah ditampilkan dan dikukuhkan dalam cerita pendek berjudul Janji Kelud untuk Bapak. Penelitian ini bermanfaat untuk menambah kajian tentang mitos dalam karya sastra.
Aplikasi Spotify: Solusi Baru dalam Pembelajaran Menulis Cerpen di SMA Hasan, Jihan Septiani; Lubis, Fitriani
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v5i1.8747

Abstract

The purposes of this study (1) to describe the ability of writing short storiy for XI grade students of SMA Negeri 6 Medan by applying the Spotify application as a learning medium; (2) tp describe the ability to writing short story for XI grade students of SMA Negeri 6 Medan without applying the Spotify application as a learning medium; (3) to describe the effect of applying the Spotify application as a learning medium on the ability to write short story texts for XI grade students of SMA Negeri 6 Medan. The research method used is an experimental method with a posttest-only for control design. The results showed: (1) the class mean using the Spotify application was 82.2 with a standard deviation of 11.51347 (2) the class mean without applying the Spotify application was 54.8 with a standard deviation of 21.43725 (3) The results of the calculation of the hypothesis test obtained tcount = 6.699 and ttable = 1.667. Ha's conclusion is accepted, namely tcount > ttable, meaning that there is a positive influence on the application of the Spotify application as a medium for learning. The Spotify application can be used as an alternative learning media, especially literature, because: (1) it increases the enthusiasm of students in arguing in determining the building elements of short story texts that are heard from podcasts, (2) it becomes reference for students regarding short stories and figure of speech themes, which are in Spotify (3) it can train students' listening skills, because the process of Spotify media learns while listening.
Analisis Perkembangan Pelafalan Fonem pada Gala Sky melalui Rekaman Video Vlog Azizah Suryani; Dona Aji Karunia Putra
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v6i1.7695

Abstract

Pemahaman yang baik terhadap perkembangan bahasa pada anak mendukung strategi intervensi yang efektif dalam mengatasi kesulitan berbahasa pada anak. Penelitian bertujuan untuk mengkaji perkembangan aspek fonologi yang meliputi fonem vokal, konsonan, dan diftong pada subjek GSA yang berusia dua tahun. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang didapatkan berasal dari kanal akun youtube yang berupa rekaman video seperti vlog. Teknik pengumpulan data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, simak, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek GSA sudah mampu melafalkan fonem vokal, konsonan, dan diftong dengan baik. Namun, masih terdapat beberapa fonem vokal, konsonan, dan diftong yang belum dilafalkan dengan tepat, misalnya vokal /i/ dan /a/; konsonan bilabial /p/, /m/, konsonan apicodental /t/, konsonan apikoalveolar /l/, /n/, /r/, /s/, konsonan laminopalatal /c/, /ñ/, konsonan dorsovelar /g/, dan semivokal /w/. Strategi yang digunakan oleh subjek untuk mengatasi kesulitan pelafalan kata dan fonem meliputi kontraksi kata, pelesapan fonem, dan substitusi fonem.
Representasi Konflik Aceh dalam Cerpen Kontemporer Pascaperjanjian Damai Qalbi, Syifa Ul; Mulyati, Yeti
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v5i2.8629

Abstract

This study aims to examine the representation of the Aceh conflict in Raisa Kamila’s short stories Mati Lampu and Cerita dari Cot Panglima, published in 2020. The research used a qualitative descriptive method, with data collection carried out though library research and note-taking techniques. A sociological approach to literature was employed, alongside the application of Hall’s concept of representation. The results show that Mati Lampu represents the Aceh conflict as daily events filled with threats and alarms. In contrast, Cerita dari Cot Panglima, portrays the conflict as depriving civilians of security and fostering sentiments against the Javanese ethnicity.
Isinga: Objectification and Abjection in Women Wafa, Abu; Akmal, Ramayda
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v5i2.8753

Abstract

Isinga (2015) by Dorothea Rosa Herliany tells about the downturn of women so that they often become objects of the patriarchal system adopted by the local culture as well as the potential to cause abjection of female figures. This study attempts to analyze Isinga (2015) with Kristeva's perspective on abjection and Calogero's objectification of women. By using qualitative methods, this study used a feminist approach to see gender inequality in the novel. The results obtained from this study are that Irewa experienced objectification, which then continued to become an abjection. Irewa's objectification occurred because her husband, Malom, made her a sexual object. Jingi only received abjection since she was born because she was born with twins with Irewa, one of whom had to be thrown away so that the village would not be in danger.Isinga (2015) by Dorothea Rosa Herliany tells about the downturn of women so that they often become objects of the patriarchal system adopted by the local culture as well as the potential to cause abjection of female figures. This study attempts to analyze Isinga (2015) with Kristeva's perspective on abjection and Calogero's objectification of women. By using qualitative methods, this study used a feminist approach to see gender inequality in the novel. The results obtained from this study are that Irewa experienced objectification, which then continued to become an abjection. Irewa's objectification occurred because her husband, Malom, made her a sexual object. Jingi only received abjection since she was born because she was born with twins with Irewa, one of whom had to be thrown away so that the village would not be in danger.
Madurese Language Speech Levels and Affixes Analysis of Madurese Folktales Told by Hasan Sasra Alim, Wahab Syakhirul; Muslifah, Muslifah; Ellizah, Corina; Hasbiy, Khoirul Umam
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v5i2.8990

Abstract

In Indonesia, each ethnic group has its local languages to communicate with one another. The Madurese language stands out among the numerous local languages spoken by diverse ethnic groups in Indonesia due to its uniqueness. Affixes analysis uses in this research to identify how the words form in Madurese Folktales conversations told by Muhammad Hasan Sasra, they are Pa’ Sakèra, Bhindhârâ Sa`ot, Kè Moko, Bhângsa Cara, Raghâ Padmi, Arè’ Madhurâ, Sombhâr Aèng Mata, Makamma Sayid Maulana Yusuf, Perrèng Sojjhinna Kè Rabâ, and Kè Lèsap. The objectives of this research are (1) describing the many speech levels of the Madurese language, specifically in Madurese Folktales. (2) identifying the form and the dominant of the affixation used in Madurese Folktale's conversations. The kind of this research is qualitative descriptive; the objects of this study are nine Madurese Folktales. The method used was library research and observation. The result of this study shows that there are three speech levels throughout the Madurese language, which are Énjé’ Iyéh, Énggê Éntén, and Enggi Buntén. While the affixation analysis, it was found 13 prefixes (a-, n-, pa-, ka-, m-, è-, ny-, ng-, sa-, ka-, ta-, p-, and k-) and 12 suffixes (–ân, -an, -na, -a, -eng/-na, -nga, -è, -aghi, -i, -â, -e, and –èpon/-na). The three dominants of the affixation are a- , è- , and ny- of a prefix, and for suffixes are –na, -a, and –an.