cover
Contact Name
Dawam Multazamy Rohmatulloh
Contact Email
-
Phone
+6285230950123
Journal Mail Official
amalee.insuri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bathoro Katong 32, Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement
ISSN : 27157997     EISSN : 27160750     DOI : https://doi.org/10.37680/amalee
Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement focuses on community engagement program, applied science in community to advance theories, research and practices related to all forms of outreach and engagement. Community engagement means services to society, applying science and technology based on their field, increasing the capacity of society and community empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 403 Documents
Pemberdayaan Pelaku Usaha Kuliner Melalui Pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Karanganyar: Empowering of Culinary MSMEs through the Establishment of a Business Group in Karanganyar Sarwoto, Sarwoto; Wahyudi, Lilik; Suyono, Joko; Risgiyanti, Risgiyanti; Sarjiyanto, Sarjiyanto
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 2 No. 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v2i2.778

Abstract

The community partners in this empowerment program are culinary micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Cangakan, Karanganyar. The problems faced by them are related to institutional, managerial, and capital aspects, hence the program was aimed to empower and strengthen them through the establishment of KUBE (Business Group). The method used to solve problems is education to the community through training and mentoring to establish group institutions in KUBE of culinary, as well as empowering community members through institutional strengthening and entrepreneurship training. The result of this program is the establishment of a strong institution from the culinary MSMEs in Cangakan Karanganyar. Through the KUBE that is formed, it is hoped that it can be a solution in overcoming the problems faced. Mitra masyarakat dalam program pemberdayaan ini adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner di Cangakan, Karanganyar. Permasalahan yang mereka hadapi terkait dengan aspek kelembagaan, manajerial, dan permodalan, maka program ini ditujukan untuk memberdayakan dan memperkuat mereka melalui pembentukan KUBE (Kelompok Usaha Bersama). Metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah edukasi kepada masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan yang bertujuan untuk membentuk kelembagaan kelompok di KUBE kuliner, serta pemberdayaan anggota komunitas melalui penguatan kelembagaan dan pelatihan kewirausahaan. Hasil dari program ini adalah terbentuknya kelembagaan yang kuat dari UMKM kuliner di Cangakan Karanganyar. Melalui KUBE yang dibentuk, diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi.
Penguatan Sense of Community pada Remaja Rusunawa Rawa Bebek Jakarta: Strengthening the Sense of Community among Adolescents of Rusunawa Rawa Bebek Jakarta Putra, Johan Satria; Bagaskara, Sunu; Ranakusuma, Octaviani Indrasari; Nurhayati, Entin
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 2 No. 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v2i2.800

Abstract

In most cases, simple rented flats (Rusunawa) in Jabodetabek have residents with low economic levels and quality of life. One of the factors that may improve the quality of life is the social support among residents determined by the sense of community. In Rusunawa Rawa Bebek, for instance, the residents comes from various areas in Indonesia, so that the sense of community among them is weak. Therefore, the purpose of this social intervention program is to strengthen the sense of community among adolescents in Rusunawa Rawa Bebek. The program consist of assessment and training carried out for a full day, including presentations and games that lead to the character building of community members to have a good emotion and a sense of community. The training was conducted to 17 teenagers from Karang Taruna Rusunawa Rawa Bebek. The change of sense of community is measured by pre-test and post-test before and after training, using the BSCS (Brief Sense of Community Scale), by examining changes in the average score. The results of the statistical analysis showed an increase in the level of sense of community of the participants after training, though not quite significant. Rusunawa di Jabodetabek umumnya dihuni oleh penduduk dengan tingkat ekonomi dan kualitas hidup yang rendah. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas hidup adalah dukungan sosial antar warga yang ditentukan oleh rasa kebersamaan. Di Rusunawa Rawa Bebek, misalnya, penduduknya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga rasa kebersamaan di antara mereka masih lemah. Oleh karena itu, tujuan dari program intervensi sosial ini adalah untuk memperkuat rasa kebersamaan di kalangan remaja di Rusunawa Rawa Bebek. Program terdiri dari penilaian dan pelatihan yang dilakukan selama satu hari penuh, termasuk presentasi dan permainan yang mengarah pada pembentukan karakter anggota komunitas untuk memiliki emosi dan rasa komunitas yang baik. Pelatihan dilakukan kepada 17 remaja dari Karang Taruna Rusunawa Rawa Bebek. Perubahan sense of community diukur dengan pre-test dan post-test sebelum dan sesudah pelatihan, menggunakan BSCS (Brief Sense of Community Scale), dengan memeriksa perubahan skor rata-rata. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan tingkat sense of community peserta setelah pelatihan, meskipun tidak cukup signifikan.
Distribusi Data dan Informasi JKN-KIS PBI di Desa Cintaratu Kabupaten Pangandaran: Data and Information Distribution of JKN-KIS PBI in Cintaratu Village, Pangandaran Regency Masrina, Dwi; Arifin, Hadi Suprapto; Fuady, Ikhsan
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 2 No. 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v2i2.801

Abstract

Community service activities in Cintaratu Pangandaran Village were carried out as an initial program to find out and map the things needed by people of Cintaratu Village in terms of health information, especially information about JKN-KIS PBI (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat-Penerima Bantuan Iuran). Researchers want to see how information related to JKN-KIS PBI is obtained and understood by the people. This activity was carried out for about four weeks using three different methods, namely the survey method, focus group discussion (FGD), and observation. The results of this community service showed that the distribution of information and data in Cintaratu Village regarding JKN-KIS PBI is generally less transparent. The population data used by the central government as the basis for determining aid has been out of date so that aid has not been well-targeted. The people of Cintaratu Village got health information about JKN-KIS PBI by relying on opinion leaders, namely village officers, midwives, and health cadres. Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Cintaratu Pangandaran dilakukan sebagai program awal untuk mengetahui dan memetakan hal-hal yang dibutuhkan oleh masyarakat desa khususnya informasi seputar JKN-KIS PBI (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat-Penerima Bantuan Iuran). Peneliti ingin melihat bagaimana informasi-informasi terkait JKN-KIS PBI didapat dan dipahami oleh masyarakat Desa Cintaratu. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat pekan menggunakan tiga metode yang berbeda yaitu metode survei, focus group discussion (FGD) dan observasi. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa distribusi informasi di Desa Cintaratu seputar JKN-KIS PBI secara umum kurang transparan. Data penduduk yang digunakan pemerintah pusat sebagai dasar penetapan bantuan telah kedaluwarsa sehingga bantuan menjadi tidak tepat sasaran. Masyarakat Desa Cintaratu mendapatkan informasi kesehatan seputar JKN-KIS PBI mengandalkan opinion leader yaitu aparat desa/dusun/RW/RT, bidan dan kader kesehatan.
Pengembangan Konsep Tapak pada Masjid Jami’ Al Mujahidien Yosodadi, Kota Metro, Lampung: The Site Concept’s Development of Mosque Jami’ Al Mujahidien Yosodadi, Metro, Lampung Province Kesuma, Yunita; Kurniawan, Panji; Basuki, Kelik Hendro
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 3 No. 1 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v3i1.831

Abstract

The lack of planning on the development of the Mosque Al Mujahidien Yosodadi complex causes the undirected process of building so that the mosque layout and its supporting rooms are less synergistic, and the use of development funds becomes inefficient. Aiming to assist the mosque management team (takmir) in formulating the site concept of Mosque Al Mujahidien as the basis of its development stage, we conducted interviews, surveys, updating the existing conditions of the mosque building, site analysis, and identification of space requirements. The main result of the assistance is the formulation of ta’mir ideas to accommodate the relationship of multi dimensional activities (hablumminallah, hablumminannaas, and hablumminal ‘alam) to be adaptive with the development of commercial activities around. Therefore, the footprint can be a reference for the mosque management team in making a master plan and carrying out the stages of the physical development buildings is more visionary integrated. Finally, the expense of development funds becomes more efficient. Minimnya perencanaan pembangunan kompleks Masjid Al Mujahidien Yosodadi menyebabkan proses pembangunan yang tidak terarah sehingga layout masjid dan ruang-ruang penunjangnya kurang sinergis, dan penggunaan dana pembangunan menjadi tidak efisien. Bertujuan untuk membantu tim pengelola masjid (takmir) dalam merumuskan konsep tapak Masjid Al Mujahidien sebagai dasar tahap pengembangannya, kami melakukan wawancara, survey, pemutakhiran kondisi eksisting bangunan masjid, analisis lokasi, dan identifikasi persyaratan ruang. Hasil utama dari kegiatan ini adalah perumusan ide-ide ta’mir untuk mengakomodir relasi aktivitas multi dimensional (hablumminallah, hablumminannaas, dan hablumminal ‘alam) agar adaptif dengan perkembangan aktivitas komersial di sekitar. Oleh karena itu, tapak tersebut dapat menjadi acuan bagi tim pengelola masjid dalam membuat master plan dan melaksanakan tahapan pembangunan fisik bangunan yang lebih visioner terintegrasi. Akhirnya, pengeluaran dana pembangunan menjadi lebih efisien.
Program Literasi Digital bagi Anak-Anak Kampung Wonopuro, Dusun Sidowayah, Kabupaten Ponorogo: Digital Literacy Program for Children in Kampung Wonopuro, Dusun Sidowayah, Ponorogo Regency Maruti, Endang Sri; Isticomah, Binti; Yustiwa, Galuh Mei; Khoiru, Ulifa; Huda, Nur
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 2 No. 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v2i2.861

Abstract

Children in their education are among those are most affected during the Covid-19 pandemic because they have to study at home online while teachers have never held home visits to monitor student learning processes directly. As a result, many children cannot learn optimally. This program aims to help children to improve their digital literacy skills and also make it easier for parents to guide and monitor their children's activities. For this reason, this program is carried out as an effort for Digital Literacy for isolated village children in Kampung Wonopuro, Dusun Sidowayah, Ponorogo Regency of East Java Province, so that they can continue to live life like children in other advanced villages. The program has resulted that it can improve digital literacy for the participating children. From the social side, children's enthusiasm for learning to develop their potential and achievements in the midst of the current pandemic is highly discoverable; while from a psychological point of view, it can help increase the learning motivation of the children in Kampung Wonopuro. Anak-anak dalam pendidikannya termasuk yang paling terdampak di masa pandemi Covid-19 karena harus belajar di rumah secara online sedangkan guru tidak pernah melakukan kunjungan rumah untuk memantau proses belajar siswa secara langsung. Akibatnya banyak anak yang tidak bisa belajar secara maksimal. Program ini bertujuan untuk membantu anak-anak meningkatkan kemampuan literasi digitalnya dan juga memudahkan orang tua dalam membimbing dan memantau aktivitas anaknya. Untuk itu, program ini dilakukan sebagai upaya Literasi Digital bagi anak-anak desa terpencil di Kampung Wonopuro, Dusun Sidowayah, Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur, agar mereka dapat terus menjalani kehidupan seperti anak-anak di desa maju lainnya. Program tersebut telah menghasilkan dapat meningkatkan literasi digital bagi anak-anak peserta. Dari sisi sosial, semangat belajar anak untuk mengembangkan potensi dan prestasinya di tengah pandemi saat ini sangat terlihat; sedangkan dari segi psikologis dapat membantu meningkatkan motivasi belajar anak-anak di Kampung Wonopuro.
Persiapan Dunia Kerja bagi Siswa SMKN 39 Jakarta: Edukasi Penulisan CV, Psikotes, dan Wawancara: Job Market Preparation for Vocational Students of SMKN 39 Jakarta: CV Writing, Psychological Tests, and Interviews Rahmatika, Rina; Grasiaswaty, Novika; Bagaskara, Sunu
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 2 No. 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v2i2.874

Abstract

Vocational students feel that it is more difficult to compete for jobs after completing their education. In fact, they are expected to find it easier to get a job because they have been equipped with specific skills that are in accordance with their majors. Through the training, it is hoped that it can help vocational students to prepare themselves to compete in the job market. The method used is counseling and providing information to 27 SMKN 39 Jakarta students who will prepare for internships. Based on the statistical analysis of paired samples t-test, there was an increase of 28.89 points between before and after the participants attended the training. This shows that the training provided is effective in preparing participants to meet the job market demands. Siswa SMK merasa bahwa lebih sulit bersaing untuk mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikannya. Padahal, lulusan SMK diharapkan lebih mudah mendapatkan pekerjaan dikarenakan sudah dibekali keterampilan khusus yang sesuai dengan jurusannya. Melalui kegiatan pelatihan yang dilakukan ini, diharapkan dapat membantu siswa SMK untuk mempersiapkan diri bersaing di dunia kerja. Metode yang digunakan yaitu dengan penyuluhan dan pemberian informasi pada 27 siswa SMKN 39 Jakarta yang akan bersiap untuk magang. Berdasarkan analisis statistik t-test sampel berpasangan, terdapat peningkatan sebesar 28,89 poin antara sebelum dan setelah peserta mengikuti pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan yang dilakukan efektif dalam mempersiapkan peserta memasuki dunia kerja.
Sosialisasi Potensi Keberagaman dan Semangat Toleransi di Kelurahan Sulamu Kabupaten Kupang: Socialization of The Potential of Diversity and the Spirit of Tolerance in Sulamu of Kupang Regency Wula, Zainur; Arifin, Hadjrah; Nurani, Siti Syahida; Nggonggoek, Wellem; Bacotang, Bacotang
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 2 No. 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v2i2.926

Abstract

Multicultural diversity is a fact of life that exists in Indonesian people's lives which is the greatest gift of God should be maintained. By engaging the Bajo tribal community in the Sulamu village of Kupang, province East Nusa Tenggara, who share the livelihood in the village with people of different tribes and religions, this community service is methodologically carried out by doing socialization. The important objective of the socialization was to obtain the communal understanding within the Bajo ethnic community about the potential for diversity in order to realize the spirit of tolerance in Sulamu Village. By participating in the program, the Bajo people, who are all Muslims in religion, gain knowledge in increasing their insight into thinking and realizing harmonious relationships and mutual understanding in building peace, unity, integrity, and prosperity. Keberagaman multikultural merupakan fakta kehidupan yang ada dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan merupakan anugerah Tuhan yang paling besar untuk dijaga. Dengan melibatkan masyarakat Suku Bajo di Desa Sulamu Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur yang hidup di desa tersebut dengan masyarakat beragam suku dan agama, program ini dilakukan dengan melakukan sosialisasi. Tujuan penting dari sosialisasi tersebut adalah untuk memperoleh pemahaman komunal dalam masyarakat etnis Bajo tentang potensi keragaman dalam rangka mewujudkan semangat toleransi di Desa Sulamu. Dengan mengikuti program tersebut, masyarakat Bajo yang beragama Islam memperoleh pengetahuan dalam meningkatkan wawasan berpikir dan mewujudkan hubungan yang harmonis dan saling pengertian dalam membangun perdamaian, persatuan, kesatuan, dan kesejahteraan.
Efektivitas Penerapan 5M sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 di Desa Ima’an Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik: The Effectivity of 5M Implementation as a Covid-19 Prevention Effort at Ima’an Village, Dukun Sub-district, Gresik Regency Aghniya, Dzunur Aini; Nafi, Ihwanun; Saifuddin, Muchammad
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 3 No. 1 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v3i1.1008

Abstract

When people were startled by the Covid-19 attack with its dynamic new variants resulting in the increasing number of death tolls in Indonesia, the government strives to make efforts in pressing its deployment by releasing the policy of Public Activity Restrictions. The problem found at Ima’an village was the villagers’ lack of obedience in the 5M health protocol implementation. This research used qualitative research conducted online and offline with the data collection in the form of survey (questionnaire), interview, observation, and documentation. The result of this research was that, generally, Ima’an villagers understood the Covid-19, its transmission way, its symptoms, and its prevention. The health protocol implementation at that village was already good enough, such as mask utilization, handwashing habit, distance keeping, avoiding the crowd, decreasing mobility, and getting the vaccines. The implementation has become an effective way in the Covid-19 deployment suppression; this is proven by no single death caused by the Covid-19 virus at Ima’an village. Di saat masyarakat dihebohkan dengan serangan Covid-19 dengan varian barunya yang dinamis yang mengakibatkan jumlah kematian di Indonesia semakin meningkat, pemerintah berupaya untuk menekan penyebarannya dengan mengeluarkan kebijakan Pembatasan Aktivitas Masyarakat. Permasalahan yang ditemukan di Desa Ima’an adalah kurangnya kepatuhan masyarakat desa dalam penerapan protokol kesehatan 5M. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilakukan secara online dan offline dengan pengumpulan data berupa survei (kuesioner), wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah masyarakat desa Ima’an secara umum memahami tentang Covid-19, cara penularannya, gejalanya, dan pencegahannya. Pelaksanaan protokol kesehatan di desa tersebut sudah cukup baik, seperti penggunaan masker, kebiasaan cuci tangan, menjaga jarak, menghindari keramaian, mengurangi mobilitas, dan mendapatkan vaksin. Implementasinya menjadi salah satu cara efektif dalam penanggulangan penyebaran Covid-19; hal ini dibuktikan dengan tidak ada satu pun kematian akibat virus Covid-19 di Desa Ima’an.
Sosialisasi Pemanfaatan Mitos dalam Komunikasi Kesehatan kepada Masyarakat Desa Selasari Pangandaran: Socialization of the Use of Myths in Health Communication to the Village Community of Selasari Pangandaran Perbawasari, Susie; Sjoraida, Diah Fatma; Anisa, Renata; Masrina, Dwi
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 3 No. 1 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v3i1.1065

Abstract

The socialization activity on the use of myths in health communication through community service programs in Selasari Village, Parigi District, Pangandaran Regency was carried out to give understanding to the Selasari Village community that not all health myths provide health benefits. The method used is a hybrid lecture method that utilizes the Zoom platform application. Two teams organize activities, namely the online team and the offline team. In this activity, two central themes were presented. The first is health myths and facts. Besides that, Covid-19 myths and facts are discussed. The second theme is the benefits and dangers of health myths. The author conducted a pre-test and post-test to the activity participants to measure the level of participants' knowledge of the material presented by the two resource persons. The results of this community service activity showed an increase in participants' knowledge about health myths. Kegiatan sosialisasi pemanfaatan mitos dalam komunikasi kesehatan melalui program pengabdian masyarakat di Desa Selasari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran dilakukan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat Desa Selasari bahwa tidak semua mitos kesehatan memberikan manfaat bagi kesehatan. Metode yang digunakan adalah metode ceramah hybrid yang memanfaatkan aplikasi Zoom. Terdapat dua tim yang mengatur jalannya kegiatan, yaitu tim daring dan tim luring. Di dalam kegiatan ini dipaparkan dua tema penting. Yang pertama adalah mitos dan fakta umum kesehatan, selain itu dibahas pula mitos dan fakta Covid-19. Tema yang kedua adalah manfaat dan bahaya mitos kesehatan. Penulis melakukan pre-test dan post-test kepada peserta kegiatan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terhadap materi yang disampaikan oleh dua narasumber. Hasil dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta mengenai mitos-mitos kesehatan.
Pelatihan Konseling Traumatis untuk Membantu Korban Bullying di SMA Kota Surabaya: Traumatic Counseling Training to Help Victims of Bullying in Senior High Schools in Surabaya Nursalim, Mochamad
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 3 No. 2 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v3i2.1183

Abstract

The phenomenon of the number of bullying occurring in schools, needs serious attention. The results of the interview show that many counselors in high school do not know how to handle bullying victims who experience PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). For this reason, counseling training for BK teachers is needed. The purpose of this community service is to increase the ability of high school counseling teachers in Surabaya in reducing PTSD triggered by bullying events by using traumatic counseling. The PKM method used is training with the steps of presenting the material, modeling, simulation, practice, and giving structured assignments. The number of participants in this PKM activity was 20 BK teachers at the Surabaya City High School. The results of the PKM implementation show that: the absorption capacity of PKM participants exceeds or is above the required minimum score. 2) Changes in participants' behavior in the affective aspect can be seen in changes in perceptions and attitudes that are getting better towards the training and show feelings of pleasure and interest and want to learn more about Traumatic Counseling. 3) Changes in participants' psychomotor abilities can be seen from the mastery of techniques and skills, namely the skills to identify PTSD. The score of counseling practice is 89. Based on the discussion, it can be concluded that there is an increase in the mastery of Traumatic Counseling training material, a change in perception and attitude that is getting better and there is a mastery of techniques and skills to identify PTSD as well as an increase in the score of the practice of traumatic counseling.

Filter by Year

2020 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 1 (2026): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 6 No. 2 (2025): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 6 No. 1 (2025): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 6 No 1 (2025): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 5 No 2 (2024): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 5 No. 2 (2024): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 5 No. 1 (2024): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 5 No 1 (2024): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 4 No 2 (2023): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 4 No. 2 (2023): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 4 No 1 (2023): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 3 No 2 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 3 No. 2 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 3 No. 1 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 3 No 1 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 2 No 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 2 No. 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 2 No. 1 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 2 No 1 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 1 No 2 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 1 No. 2 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 1 No 1 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 1 No. 1 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement More Issue