cover
Contact Name
Sahrul Romadhon
Contact Email
sahrul@iainmadura.ac.id
Phone
+6285604844785
Journal Mail Official
entita@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Jl. Raya Panglegur km. 04 Pamekasan East Java. Phone. (0324)333187 fax 322551
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial
ISSN : 27157555     EISSN : 27161226     DOI : https://doi.org/10.19105/ejpis
Journal of ENTITA focuses on any articles dealing with social science and social studies either in forms of conceptual ideas or research results from various perspectives.
Articles 170 Documents
English English Pratama, Obi
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v5i2.9756

Abstract

A single embedded case study and a descriptive qualitative methodology are used in this study. sources of information include people or organizations, activities or events, documents and archives, as well as literature. The objectives of this study are to identify the economic liberalization that has taken place in the implementation of education in Indonesia, identify the effects of this economic liberalization, and discover the economic liberalization that has taken place in the education provision in Indonesia through its perspective of human rights. Education is a fundamental right that every citizen has access to, as stated in the preamble of the Undang-Undang Dasar 1945, which is about the nation's intellectual life. Everyone needs education to provide them with new knowledge. The economic liberalization of education provision refers to the recent use of education as a new tool to profit from all angles. Those with lower income levels may notice the effects of economic liberalization in the implementation of this education because it becomes more challenging for them to obtain the best education. Complete facilities and top-notch teaching staff are necessary for good education. The results of the study indicate that diverse parties must promote instruction that adheres to Indonesian national standards. Disparities and prejudice against particular groups seeking a great education must be removed in order to guarantee that every student has equitable access to a high-quality education that will help them develop their potential and talents in the future. The government, as the highest authority, should carry out planned programs in line with the desired objectives by evaluating field data and keeping an eye on connected parties' performance. The government will be able to maintain broad control over program execution as a result, without concentrating on or supporting any particular group.
Kurdish Community Differences: Potential Conflict and Politics in The Middle East Setiawan, Refly; Vladimirov Mladenov , Stanislav; Soydan, Mustafa Zafer; Melinda, Esti
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v5i2.9964

Abstract

The Kurds are the name of an ethnic group that occupies several countries in the Middle East, notably Iraq, Iran, Türkiye, and a small part of Syria. The existence of Kurds who are different from ethnic groups in general has always been seen as a regional problem and treated discriminatorily. Because of this, the Kurds always carry out movements, even rebellions, to fight for political rights. The method used in this research is qualitative research with a library approach. The results of the study show that each Kurdish community spread across each country has differences that are not too prominent. In general, the difference lies in the direction of their movement based on the group leader and the religion they adhere to. Although the majority of Kurds adhere to Sunni Islam, there are also those who practice different religions, such as Christianity, Judaism, Yazidis, and Zoroastrians. Currently, there are still many people who think that the Kurds are a tribe that always causes problems, although there are also those who think that most Kurds want recognition for their existence and special autonomy for the area where they live.
Implementation of Discovery Learning Model in Improving Students’ Activity on Social Studies Subject Safitri, Rahma Lailatul; Siti Azizah
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v5i2.10349

Abstract

Pada saat pembelajaran IPS berlangsung siswa kelas VIII MTsN 2 masih banyak yang tidak fokus dalam pembelajaran seperti halnya mengobrol dengan teman sebangkunya, melamun, dan sering izin keluar kelas. Oleh karena itu, penggunaan model discovery learning sangat penting untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara meningkatkan keaktifan siswa berdasarkan indikator keaktifan belajar yaitu aktif belajar yang terjadi dengan proses mengalami, aktif belajar dengan bentuk peristiwa belajar aktif, aktif belajar melalui proses mengatasi masalah dengan menggunakan model discovery learning kelas VIII. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus; perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dengan observasi, angket, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa diantaranya fokus mendengarkan penjelasan guru, aktif menjawab pertanyaan, aktif bertanya ketika ada materi yang tidak dimengerti, aktif dalam kegiatan diskusi, aktif dalam memecahkan masalah tentang materi yang dipelajari, serta aktif mengutarakan ide guna menyelesaikan masalah. Peningkatan keaktifan siswa pada siklus I yaitu siswa yang aktif 24%, kurang aktif 44%, tidak aktif 32% sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan dengan persentase siswa aktif 91% sedangkan pada siswa yang kurang aktif 9%.
Mitigasi Dampak Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Distrik Sorong Kepulauan Kota Sorong Ali, Muhammad; Rais, Lukman; Gafur, Muzna A. A; Ponisri; Sukmawati; Rosalina, Febrianti; Riskawati
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v5i2.10409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta upaya mitigasi dan pencegahannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode pengumpulan data melibatkan observasi, kuesioner, dan wawancara mendalam, dengan analisis data yang dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak kekerasan terhadap perempuan mencakup luka fisik dan non-fisik yang mempengaruhi kesehatan psikologis perempuan tersebut. Ini dapat menyebabkan trauma jangka panjang, depresi, dan berpotensi mengakibatkan perempuan tersebut melakukan kekerasan terhadap orang lain, termasuk anak-anak. Hasil penelitian menunjukkan dampak kekerasan terhadap anak juga signifikan, dengan gangguan psikologis dan dampak mental yang berpotensi menghambat kemampuan mereka untuk berinteraksi secara sosial. Anak-anak yang menjadi korban kekerasan cenderung mengalami traumatisasi yang dalam, perilaku agresif, dan kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan sosial mereka. Dalam upaya mitigasi dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, diperlukan peningkatan fungsi keluarga serta sosialisasi dan edukasi yang lebih intensif oleh pemerintah dan lembaga terkait, seperti kepolisian dan lembaga masyarakat. Sinergi antara masyarakat dan pemerintah merupakan kunci keberhasilan upaya mitigasi ini, sehingga kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat dicegah dengan efektif melalui pelembagaan tindakan pencegahan ini.
Analisis Jejaring Konflik Petani Tembakau Kabupaten Temanggung Ritaningrum; Atika Wijaya
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v5i2.10575

Abstract

Conflict in society is a social phenomenon that originates from relations between individuals who have mutual interests but have conflicting viewpoints that cause conflict. The conflict between tobacco farmers in Campurejo Village is a phenomenon that is no longer surprising because tobacco plants are often called controversial plants from time to time. The purpose of this study was to analyze the conflict network of tobacco farmers in Campurejo Village, Temanggung Regency because conflict is a routine phenomenon every year during the tobacco season. This study used descriptive qualitative research methods supported by observation, interviews, and literature studies. The results show that the conflict with tobacco farmers in Campurejo Village occurs because there are many interested actors, namely the government, tobacco factories, middlemen, and laborers. The government is a gateway for farmers to issue policies to tighten the reduction of tobacco production under the pretext of health. This is inversely proportional to the large number of tobacco imports which has caused the price of local tobacco to shift. The trading system for tobacco is considered chaotic so tobacco farmers are said to be the losers because the trade system policies are not in favor of the welfare of farmers. Keywords: Network Analysis, Farmer Conflict, Temanggung Tobacco Farmers
Penguatan Modal Sosial Melalui Nilai Mapalus pada Pembelajaran Pendidikan IPS Sulistyosari, Yunike; Ida Bagus Weda Wigena; Ida Kristianti Waruwu
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v5i2.10651

Abstract

Modal sosial menjadi aspek kunci dalam membangun peserta didik yang inklusif dan berkelanjutan. Tantangan generasi muda pada era globalisasi ini ialah pada penguatan karakter individual pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan wawancara terhadap guru dan siswa, observasi dan dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengintegrasian nilai mapalus dalam pembelajaran IPS dapat dianggap sebagai strategi yang efektif untuk memperkuat modal sosial peserta didik. Pembelajaran IPS berbasis nilai mapalus mendorong siswa untuk menjadi anggota masyarakat yang aktif dan bertanggung jawab. Kearifan lokal nilai mapalus yang diterapkan mengajarkan pentingnya saling membantu dan mengembangkan keterampilan sosial pada peserta didik.
Ngawan: Representasi Mata Pencarian Masyarakat Pesisir Desa Seraya dalam Strategi Pemajuan Kebudayaan Sitepu, Samuel Raskita; Wedasantara, Ida Bagus Oka
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v5i2.10775

Abstract

One of the traditions that has become the livelihood of the coastal community in Seraya Village is ngawan. However, along with the influence of globalization, ngawan activities began to be abandoned., this is in line with public perceptions regarding the work of fishermen who are considered poor. The effort to preserve ngawan can be done by referring to the strategy of cultural promotion. This research was conducted with the following objectives: (1) to describe the life of coastal communities in Seraya Village, and (2) to understand the strategy of cultural promotion in various aspects of the life of coastal communities in Seraya Village. The method used in this research is qualitative with techniques such as participant observation, in-depth interviews, and literature studies to produce a holistic ethnographic work. The subject selection used a purposive model, namely those who live in the coastal area of Seraya Village. The results showed that most of the coastal communities of Seraya Village have implemented cultural promotion strategies without realizing it, although the active role of the government to improve the welfare of coastal communities is still needed.
Semiotika Batik Jepara sebagai Bentuk Identitas Budaya Lokal Masyarakat Jepara Amalia, Dina; Rosdiana , Aliva; Al Azizi, Najih; Wulandari, Ajeng
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v6i1.12169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan batik Jepara dengan mengilustrasikan motif-motif tersebut menggunakan analisis simbolik. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan kualitatif dengan analisis semiotika Charles Sanders Pierce. Motif batik Jepara menampilkan corak ilustrasi yang berbeda dengan motif batik lain di luar Jepara dan mempunyai makna tertentu yang melambangkan identitas budaya, dalam analisisnya merujuk pada teori Charles Sanders Pierce. Tiga elemen dasar yang disebut segitiga semiotika Peirce adalah tanda, objek, dan elemen interpretasi. Elemen-elemen ini menunjukkan bagaimana makna diciptakan dan dikomunikasikan. Fenomena yang tercipta dari desain batik di Jepara berdampak langsung pada kehidupan masyarakat Jepara, karena berperan penting dalam menentukan warna, bentuk, corak, dan estetika desain keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif batik Jepara dipersepsi melalui interpretasi simbol dan warna yang digunakan selaras dengan nilai budaya. Dengan memaknai motif batik Jepara diharapkan budaya Jepara dan ciri khasnya dapat dikenal hingga mancanegara sebagai kearifan lokal dan perlu dilestarikan.
Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar, dan Suku Bunga terhadap Indeks Demokrasi Indonesia pada Tahun 2009—2020 Ramdhani, Hilal
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v6i1.12540

Abstract

Demokrasi merupakan tren global yang banyak diterapkan oleh berbagai negara dunia ketiga, termasuk Indonesia. Transisi dari sistem pemerintahan yang tidak demokratis, menjadi sistem pemerintahan yang demokratis memunculkan berbagai tantangan, terutama dari fluktuasi ekonomi yang merupakan bagian penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Masih sedikitnya penelitian yang menggunakan paradigma positivistik berakibat pada belum terungkapnya kajian yang bersifat sebab-akibat terhadap naik dan turunya indeks demokrasi Indonesia yang disebabkan oleh fluktuasi makroekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Data penelitian menggunakan inflasi, nilai tukar, suku bunga, dan indeks demokrasi Indonesia selama 12 tahun dari tahun 2009-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model penelitian ini secara simultan berpengaruh terhadap indeks demokrasi Indonesia sebesar 79%, secara parsial menunjukkan inflasi tidak berpengaruh terhadap indeks demokrasi Indonesia, nilai tukar menunjukkan pengaruh positif terhadap indeks demokrasi Indonesia, dan suku bunga Bank Indonesia tidak berpengaruh terhadap indeks demokrasi Indonesia. Hal ini menandakan bahwa kenaikan dan penurunan nilai tukar berpengaruh pada indeks demokrasi Indonesia, sehingga penting bagi pemerintah untuk dapat menjaga stabilitas nilai tukar Indonesia, karena semakin tinggi nilai tukar maka semakin tinggi pula indeks demokrasi Indonesia.
Potret Kehidupan Umat Beragama (Studi Kasus Penolakan Wahabi-Salafi di Pamekasan Madura 2010—2023) Topan, Ali
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v6i1.12589

Abstract

Ditinjau dari aspek keragaman, masyarakat Pamekasan termasuk masyarakat plural dari agama dan aliran keagamaan. Antarumat beragama masyarakat Pamekasan hidup rukun, damai, toleran dan moderat, namun di internal agama Islam sendiri sering terjadi konflik, penolakan dan intoleransi terhadap kelompok Wahabi-Salafi kerap kali terjadi sejak tahun 2010-2023. Maka dari itu, tujuan penelitian ini, mengapa kelompok Wahabi-Salafi ditolak di Gerbang Salam (Pamekasan)?. Metode yang digunakan berupa metode sejarah dengan penerapan empat langkah. Pertama, heuristik, proses pengumpulan sumber, sumber yang digunakan primer dan sekunder. Sumber primer berupa pengamatan peneliti dilapangan dan berita media online yang sezaman. Sedangkan sumber sekunder berupa buku, artikel ilmiah dan tulisan atau catatan yang ada relevansinya dengan penelitian ini. Langkah kedua, kritik sumber, dengan cara kritik eksternal dan internal. Langkah ketiga, interpretasi, dan langkah keempat, historiografi, mendeskripsikan data dalam bentuk tulisan dari hasil interpretasi. Temuan penelitian, Wahabi-Salafi ditolak di Pamekasan dikarenakan melakukan upaya menghilangkan tradisi keagamaan umat Nahdliyin dengan cara membid’ahkan dan mengharamkan. Sehingga terjadi “Benturan Tradisi Keagamaan”, satu sisi Wahabi-Salafi berupaya menghilangkan, dan sisi lain umat Nahdliyin menjaga dan mempertahankan tradisi keagamaan.

Page 8 of 17 | Total Record : 170