cover
Contact Name
Erna Ikawati
Contact Email
-
Phone
+6281331656879
Journal Mail Official
jurnalkajiangender@gmail.com
Editorial Address
Jl. T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang Padangsidimpuan, 22733
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kajian Gender dan Anak
ISSN : 25496344     EISSN : 25496352     DOI : https://doi.org/10.24952
Jurnal Kajian Gender dan Anak is published by the Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LPPM, IAIN Padangsidimpuan, North Sumatera. Launched in 2017, the journal has been issued two times a year every June and December. Jurnal Kajian Gender dan Anak is an peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of gender and child. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the advancement of science and technology, the Jurnal Kajian Gender dan Anak follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription
Articles 86 Documents
Eksploitasi Tubuh Perempuan Melalui Human Egg Farm Berdasarkan Kaidah Ad-Dhararu Yuzal dan Kaidah Mafasid-Maslahah Aulia, Ajeng Hijriatul; Helim, Abdul
Jurnal Kajian Gender dan Anak Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/jkga.v9i1.16030

Abstract

Fenomena Human Egg Farm menyingkap sisi gelap industrialisasi tubuh manusia dalam lanskap biokapitalisme modern. Kajian ini mengkaji praktik tersebut melalui perspektif hukum Islam dengan menggunakan prinsip ad-dhararu yuzal dan dar'ul mafasid muqaddamun 'ala jalbil mashalih sebagai kerangka normatif. Dengan pendekatan normatif-kualitatif, kajian ini mengeksplorasi dimensi eksploitatif praktik peternakan telur, khususnya terhadap perempuan dari kelas sosial ekonomi rendah yang rentan terhadap tekanan ekonomi terselubung. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik tersebut tidak hanya bermasalah secara medis dan etika, tetapi juga bertentangan dengan maqāṣid al-syarī'ah yang menjunjung tinggi perlindungan terhadap kehidupan, kehormatan, dan martabat manusia. Human Egg Farm berpotensi melanggengkan kekerasan struktural melalui legitimasi pasar atas tubuh perempuan, mereduksi otonomi reproduksi menjadi kontrak hukum yang bias terhadap kekuasaan. Tujuan yang diberikan oleh pendonor perempuan tidak dapat dipahami sebagai bentuk kebebasan sejati, melainkan sebagai bentuk ketundukan terhadap tekanan ekonomi sistemik. Oleh karena itu, regulasi yang hanya bersifat prosedural saja tidak cukup. Penelitian ini menantang otoritas etika dan hukum untuk tidak hanya menyatakan sikap reaktif, tetapi juga transformatif, dengan menetapkan kebijakan bioetika dan fikih yang mendukung keadilan substantif, serta mengungkap struktur eksploitatif yang tertanam dalam praktik medis modern.Kata Kunci: peternakan telur manusia; eksploitasi tubuh perempuan; bioetika Islam;AbstrakFenomena Human Egg Farm mengungkap wajah gelap industrialisasi tubuh manusia dalam lanskap biokapitalisme modern. Penelitian ini mengkaji praktik tersebut melalui perspektif hukum Islam dengan menggunakan kaidah ad-dhararu yuzal dan dar'ul mafasid muqaddamun 'ala jalbil mashalih sebagai kerangka normatif. Dengan pendekatan normatif-kualitatif, kajian ini menelusuri dimensi eksploitatif dari praktik peternakan telur , khususnya terhadap perempuan dari kelas sosial-ekonomi rendah yang rentan terhadap tekanan ekonomi terselubung. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik ini tidak hanya masalah medis dan etika, tetapi juga berbeda dengan maqā ṣ id al-syar ī' ah yang menjunjung tinggi perlindungan jiwa, kehormatan, dan martabat manusia. Human Egg Farm berpotensi melanggengkan kekerasan struktural melalui legitimasi pasar atas tubuh perempuan, mereduksi otonomi reproduktif menjadi kontrak legal yang bias kuasa. persetujuan yang diberikan oleh donor perempuan tidak dapat dipahami sebagai bentuk kebebasan sejati, melainkan sebagai bentuk ketundukan pada tekanan ekonomi sistemik. Oleh karena itu, regulasi yang hanya bersifat prosedural menjadi tidak cukup. Penelitian ini menantang otoritas etik dan hukum untuk tidak sekadar menjadi reaktif, tetapi juga transformatif, dengan menetapkan kebijakan bioetika dan fikih yang berpihak pada keadilan substantif, dan mengungkap struktur eksploitatif yang menyaru dalam praktik medis modern.Kata Kunci: peternakan telur manusia ; eksploitasi tubuh perempuan; bioetika Islam;.
Perempuan dalam Kebijakan Ekonomi Pariwisata: Kajian Kritis Feminis Terhadap RUU Kepariwisataan Utami, Selvina Adistia; Fajriyah, Iklilah Muzayyanah Dini
Jurnal Kajian Gender dan Anak Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/jkga.v9i1.16077

Abstract

Pembangunan pariwisata di Indonesia diposisikan sebagai sektor unggulan ekonomi nasional, namun pendekatannya masih didominasi oleh paradigma ekonomi-politik yang mengabaikan dimensi gender. Perempuan, yang menjadi mayoritas tenaga kerja di industri ini, sering kali menghadapi beban ganda, diskriminasi, dan keterbatasan akses terhadap pengambilan keputusan serta perlindungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana Rancangan Undang-Undang Kepariwisataan (RUU Kepariwisataan) mengakui dan melindungi hak-hak perempuan dalam pengembangan sektor pariwisata di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi dokumen, analisis dilakukan terhadap isi pasal-pasal dalam RUU Kepariwisataan 2022, khususnya Pasal 18, 60, dan 67, dengan menggunakan lensa teori feminis Marxis dan pendekatan Gender and Development (GAD). Hasil analisis menunjukkan bahwa RUU ini memuat tujuan pembangunan dan penguatan sektor pariwisata, namun belum mengintegrasikan perspektif gender secara eksplisit dan kurang memberikan perlindungan serta pengakuan terhadap hak-hak perempuan. RUU masih mengadopsi paradigma Women in Development (WID) yang berfokus pada integrasi perempuan dalam ekonomi tanpa membongkar relasi kuasa yang timpang, alih-alih pendekatan Gender and Development yang lebih transformatif.
Reinterpretation of Gender Values in Islam: A Critical Study from a Contemporary Feminist Perspective Maknun, Luluil; Zakaria, Muhammad Fadhlurrahman
Jurnal Kajian Gender dan Anak Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/jkga.v9i1.15758

Abstract

Reinterpretation of gender values in Islam has the potential to continue to shine and develop more widely to uphold gender equality despite the many challenges that must be faced. The purpose of this study is to find out in detail about the reinterpretation and interpretation of gender values in Islam based on religious texts such as the Qur'an and Hadith, to find out how the relationship between gender values from the perspective of Islamic feminism and the perspective of contemporary feminism, and to find out the challenges and solutions that Islamic feminism must do in fighting for Islamic gender values so that they continue to shine on the world stage. The method used in this article is descriptive-analytical using a comparative theory between Islamic feminist theory and contemporary feminism. And in this article the researcher reveals several findings including: Muslim feminists argue that many traditional interpretations do not fully reflect the original message of the Qur'an, especially regarding gender equality issues. Therefore, a deeper interpretation of religious texts that discuss these issues must be carried out. However, a significant challenge comes from conservative resistance in the Muslim community, who consider this approach a threat to Islamic teachings and culture. This research is very important to be reviewed in depth because the urgency of this research must be disseminated so that many people know the struggle of Islamic feminism to raise Islamic gender values in the modern era.
Memperkuat Keharmonisan Keluarga melalui Program Prasekolah Online: Studi Kasus pada Alkindi Online Preschool Nabila, Hizba; Cahyadi, Teguh Dwi
Jurnal Kajian Gender dan Anak Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/jkga.v9i1.15892

Abstract

The complexity of family relationships and conditions, which are constantly influenced by various factors, encourages individuals who seek to strengthen family harmony to utilize external support as a tool for realizing and creating a harmonious family. One such example is education, which is an inseparable element of daily human life. Online preschools offer an innovative solution that not only meets the educational needs of children but also opens new opportunities through engaging approaches with the potential to strengthen family harmony. This study aims to explore how the capabilities of Alkindi Online Preschool, as an educational product that upholds values supporting family well-being, can serve as a means to reinforce the harmony of its participants’ families. This research uses a qualitative approach with a case study method. Primary data were obtained from in-depth interviews with current and former student guardians, class teachers, the founder of Alkindi Online Preschool, and a family psychologist, while secondary data were obtained from various literature sources. The results of this study show that Alkindi Online Preschool can be used as an instrument to enhance the family harmony of its participants thanks to the family-oriented values embedded in the concept of “My Mother, My Teacher”, the Qur'an-based curriculum and instillation of Islamic values, the delivery of vision and mission posters, the empowerment of mothers, and the support system for mothers.  
Representasi Perlawanan Stereotip Gender di Lingkungan Universitas Negeri Surabaya (Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum) Hanifah, Nabilah Rahmadieni; Atriska, Fresky Edo; Damayanti, Febriana Firstra; Putra Santoso, Mazia Duta Sadelfan; Listyani, Refti Handini
Jurnal Kajian Gender dan Anak Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/gender.v7i2.6511

Abstract

Gender adalah konsep hubungan sosial yang membedakan fungsi dan peran bagi perempuan dan laki-laki.Perbedaan tugas dan peran laki-laki maupun perempuan tidak ditentukan karena keduanya memiliki perbedaan biologis atau kodrati, tetapi dibedakan menurut status, tugas dan peran dalam kehidupan dan perkembangan yang berbeda.Mahasiswa adalah individu yang kerap disebut “Agent of change” yang bisa dijadikan tolak ukur dalam bidang pembangunan dalam sebuah negara terkait suara atau aspirasi yang ada didalam dirinya. Disisi lain kerap ditemukan adanya sekat atau batasan dalam berbagai di lingkungan kampus yang dikontruksi sendiri. Hal ini menjadikan beberapa mahasiswa yang terlibat menjadi tidak leluasa dan cenderung tidak sesuai dengan apa yang seharusnya ia inginkan Maka hak-hak seperti ini yang harus diperjuangkan oleh individu yang sadar dan paham akan jatidirinya sehingga setiap individu pasti membutuhkan sebuah kebebasan dalam menjalankan aktivitasnya sesuai dengan keinginannya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui seberapa besar masalah streotip gender ini terjadi pada lingkungan mahasiswa dan bagaimana individu dalam mempresentasikan dan melawan atas apa yang mereka inginkan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui teknik observasi dan wawancara, hasil penelitian ini adalah bentuk perlawanan streotip gender sangat beragam bergantung pada bagaimana lingkungan mahasiswa dan setiap individu yang terlibat selalu memiliki orientasi gaya yang berbeda-beda. Pada umumnya, perempuan didalam organisasi dikenal dan banyak yang diidentikkan dengan peran sebagai sekretaris ataupun bendahara, namun jarang mengarah pada peran pemimpin organisasi atau sebagai penguasa sehingga hal ini jelas merepresentasikan peran wanita di dalam sebuah keluarga, bahwa tugas perempuanhanya dalam ranah mengurus keuangandan dalam tataran rumah tangga saja. 
Pengaruh Fatherless Terhadap Academic Resilience Anak Sekolah Dasar Fajar, Rizka Putri Ayuning Lestari; Rostika, Raden Deti; Herlambang, Yusuf Tri
Jurnal Kajian Gender dan Anak Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/jkga.v8i2.12615

Abstract

AbstractThis study was motivated by the fact that fathers did not fulfill their roles optimally for their children due to the physical or psychological absence of the father, which is known as fatherless. Fatherless can have a negative impact on children. One of them is the impact on children's education which is closely related to academic resilience. This study aims to determine the effect of fatherless on the academic resilience of elementary school children. This study was conducted through a quantitative approach with a descriptive method. Data collection was carried out by distributing questionnaires and interviews. The questionnaires were distributed to high-grade children, namely grades IV, V and VI, and interviews were conducted with teachers. The number of child participants involved was 94 children with 9 teachers from three elementary schools in Bandung City. The results of this study prove that there is an influence between fatherless and the academic resilience of elementary school children at SDN 069 Cipamokolan Derwati, SDN 263 Rancaloa and SDN 122 Cijawura, meaning that children's perceptions of their father's absence contribute 14.4%. The implication given from this study is that the presence of a father figure is a valuable moment for children, so education is needed to provide as much information as possible about the role of the father. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi dari tidak maksimalnya ayah menjalankan perannya untuk anak akibat dari ketidakhadiran ayah secara fisik atau psikologis yang disebut sebagai fatherless. Fatherless dapat memberikan dampak yang buruk bagi anak. Salah satunya berdampak pada pendidikan anak yang erat kaitannya dengan academic resilience. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fatherless terhadap academic resilience anak sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan wawancara. Kuesioner dibagikan kepada anak kelas tinggi yakni kelas IV, V dan VI serta wawancara dilakukan kepada guru. Jumlah partisipan anak yang terlibat sebanyak 94 anak dengan 9 guru dari tiga sekolah dasar di Kota Bandung. Hasil penelitian ini membuktikan terdapat pengaruh antara fatherless terhadap academic resilience anak sekolah dasar SDN 069 Cipamokolan Derwati, SDN 263 Rancaloa dan SDN 122 Cijawura, artinya persepsi anak akan ketidakhadiran ayah berkontribusi sebesar 14.4%. Implikasi yang diberikan dari penelitian ini adalah kehadiran figur ayah menjadi momen berharga bagi anak, sehingga diperlukan edukasi untuk memberikan informasi sebanyak-banyaknya akan peran ayah.  
Peran Perempuan Sebagai Tulang Punggung Dalam Memenuhi Kebutuhan Keluarga Harahap, Asrul
Jurnal Kajian Gender dan Anak Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/gender.v8i1.10880

Abstract

AbstractWomen are the perfect figures to hold the role of housewives because they are equipped with emotional sensitivity and a nurturing spirit. In some cases, women have dual roles as housewives and breadwinners for their families. The heavy burden on women in fulfilling the family's economic needs, household responsibilities, and family relationships is the main reason for this research, which aims to understand how women fulfill the family's economic needs, the impact of women as family breadwinners, and how this role affects family relationships. This research design is descriptive qualitative, and data were collected through various techniques, including interviews, observations, and document analysis. a total of ten mothers were willing to be respondents in this research. The research results show that women, in fulfilling the family's economic needs, play dual roles as economic supporters in various job sectors such as farming, labor, and trading. The impact of women as family breadwinners on household responsibilities includes difficulties in time management, high physical and emotional fatigue, neglected children's education, and challenges in balancing work and family responsibilities. The influence of women as family breadwinners on family relationships does not cause tension between husband and wife but does lead to difficulties in providing education and supervision for the children. AbstrakPerempuan adalah sosok yang sempurna untuk memegang peran sebagai ibu rumah tangga, karena mereka dilengkapi dengan kepekaan emosional dan jiwa yang mendidik. Pada beberapa kasus perempuan memiliki peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan memenuhi kebutuhan keluarga. Beratnya beban Perempuan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, bertanggung jawab terhadap rumah tangga dan hubungan keluarga, sehingga menjadi alasan utama penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran perempuan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, apa dampak peran perempuan sebagai tulang punggung keluarga, dan bagaimana pengaruh peran perempuan sebagai tulang punggung keluarga terhadap hubungan keluarga. Desain penelitian ini adalah kualitatif deskriftif dan data yang dikumpulkan melalui berbagai teknik, termasuk wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Sebanyak sepuluh orang Ibu-ibu yang berkenan sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga memerankan peran ganda sebagai penopang ekonomi keluarga diberbagai sektor pekerjaan seperti petani, buruh dan berdagang. Dampak peran perempuan sebagai tulang punggung keluarga terhadap tanggung jawab rumah tangga berdampak pada kesulitan dalam membagi waktu, kelelahan fisik dan emosional yang tinggi, terlalaikan pendidikan anak, dan tantangan dalam menyeimbangkan antara pekerjaan dan tanggung jawab keluarga. Pengaruh peran perempuan sebagai tulang punggung keluarga terhadap hubungan keluarga tidak menyebabkan Keeanga antara suami-istri dan terjadi kesulitan terhadap hungan pada anak dalam memberikan pendidikan dan pengawasan.Kata kunci : Kesetaraan Gender, Peran Perempuan, Ekonomi Keluarga
Studi Gender di Masa Remaja Dalam Kajian Bimbingan Penyuluhan Islam Fatra, Edi; Subhi, Muhammad Rifai
Jurnal Kajian Gender dan Anak Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/gender.v7i2.9872

Abstract

Abstracts Adolescence is a period when children move towards adulthood. During adolescence, a person experiences physical, mental and social development. Development during adolescence is a development that is sensitive to new things. They are more likely to be able to adapt to something that is easy to do and have the freedom which today is much influenced by the outside world. The problem that most often occurs in adolescence is sexuality. Adolescents carry out deviant actions so that they experience these problems which result in the reproductive system being disrupted. Many diseases attack the reproductive system such as syphilis, gonorrhea, Chlamydia, HIV and AIDS. Teenagers need to be able to recognize this disease and how to prevent it with the contribution of good education. Currently, the curriculum used is the Merdeka learning curriculum at the Merdeka campus which is expected to contribute to preventing Triad-KRR. The Merdeka campus Merdeka learning curriculum uses a learning system that is free and easy to learn in accordance with adolescence. In these prevention efforts, gender roles are the main factor in preventing Triad-KRR. Differences between men and women are not an obstacle in this effort. This research method uses qualitative methods which deepen these problems. With this research, it is hoped that gender and education during adolescence can be controlled and structured well so that teenagers are not vulnerable to experiencing social deviation. The educational curriculum must be an effort to prevent gender-oriented Triad-KRR in adolescence.Keyword: Curriculum; Teenager; Triad-KRR; Gender
Komunikasi Nabi Muhammad SAW dalam Mendidik Anak Amalia, Rina Rizki; Aziz, Donny Khoerul
Jurnal Kajian Gender dan Anak Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/jkga.v8i2.13198

Abstract

This study aims to describe the communication of the Prophet Muhammad SAW in educating children. This study is a qualitative study with a type of library research. Data were collected using documentation techniques and then analyzed using content analysis techniques. The results of the study indicate that there are four steps that parents can take to establish multi-directional communication with their children so that they can produce a democratic, harmonious and dynamic family environment. First, by making the four characteristics of the Prophet Muhammad SAW (shidiq, tabligh, amanah and fathonah) as principles in communicating with children. Second, be gentle when communicating with children. Third, actively communicate by saying hello first when passing in front of the child, inviting them to play together, inviting them to share food, and carrying them. Fourth, be sensitive to children when communicating with them.
Upaya Perlindungan Korban Pelecehan Seksual pada Perempuan (Studi Pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Pemberdayaan Masyarakat di Kota Tanjungpinang) Dewi, Raja Aisha Kencana; Lovita, Amanda
Jurnal Kajian Gender dan Anak Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/gender.v8i1.10882

Abstract

AbstractSexual harassment is an unwanted and sexually harmful act or behavior towards someone. Most victims of sexual harassment are women. Currently, according to data from the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection (KemenPPPA), there are 20,650 cases recorded throughout 2023, indicating that sexual harassment is still a serious problem in society. Meanwhile, in Tanjungpinang, the Women's Empowerment, Child Protection and Community Empowerment Service (DP3APM) reported in 2023, there will be 64 cases of sexual violence against women in Tanjungpinang. This indicates that there are still widespread cases of sexual crimes against women in Tanjungpinang. The aim of this research is to find out how DP3APM provides protection for victims of sexual crimes in Tanjungpinang. The method used is the library research method and and interviews with DP3APM staff. The results of this research are the role of the Women's Empowerment, Child Protection and Community Empowerment Service in protecting victims of sexual violence against women in Tanjungpinang City from the Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children by protecting victims through a series of recovery, namely physical recovery, psychological therapy, and social guidance. Apart from that, in the context of prevention, social education and campaigns are carried out via social media as a form of preventive action. AbstrakPelecehan seksual merupakan tindakan atau perilaku yang tidak diinginkan dan merugikan secara seksual terhadap seseorang. Kebanyakan korban dari pelecehan seksual adalah dari pihak perempuan. Saat ini menurut data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) ada 20.650 kasus yang tercatat dalam sepanjang 2023 mengindikasikan bahwa pelecehan seksual masih menjadi permasalahan serius di masyarakat. Sedangkan, di Tanjungpinang Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Permberdayaan Masyarakat (DP3APM) melaporkan pada tahun 2023 tercatat 64 kasus kekerasan seksual yang menimpa perempuan di Tanjungpinang. Ini mengindikasikan bahwa masih marak terjadi kasus kejahatan seksual yang menimpa perempuan di Tanjungpinang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana DP3APM melakukan perlindungan terhadap korban kejahatan seksual di Tanjungpinang. Metode yang digunakan adalah metode penelitian pustaka dan wawancara dengan staf DP3APM. Hasil dari penelitian ini adalah dengan bagaimana peran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat untuk melindungan korban kejatan seksual pada perempuan di Kota Tanjungpinang dari Unit Pelaksaan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak dengan melindungi korban melalui rangkaian pemulihan yaitu pemulihan fisik, terapi psikologis, dan bimbingan sosial. Selain itu, dalam rangka pencegahannya dengan dilakukannya penyuluhan sosial dan kampanye melalui media sosial sebagai bentuk tindakan pencegahan.