cover
Contact Name
Ainul Yaqin
Contact Email
ayaqin309@gmail.com
Phone
+6287850172545
Journal Mail Official
ayaqin309@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : 25499157     EISSN : 25793543     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Al-Iman: Jurnal Keislaman dan kemasyarakatan adalah jurnal Jurnal ini memuat kajian-kajian pemikiran keislaman dan Kemasyarakatan dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah ditulis mengikuti standar karyatulis ilmiah dengan menyertakan refrensi (footnote) diketik dengan spasi 1,5 cm pada kertas ukuran A4 dengan panjang tulisan antara 20-30 halaman, serta menyertakan Abstrak dengan dua bahasa; Indonesia dan Inggris, ruang lingkup judul harus spesifik pada satu permasalahan dan tempat. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya. Jurnal ini bermitra bestari yang diterbitkan dua kali setahun dalam bentuk cetak dan online oleh STID Raudlatul Iman. Pernyataan ini menjelaskan perilaku etis seluruh pihak yang terlibat dalam penerbitan artikel dalam Al-Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan termasuk penulis, dewan penyunting, mitra bestari, dan penerbit. http://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/etikapublikasi
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 227 Documents
Budaya Literasi Sebagai Penguat Pendidikan Karakter Di Era Society 5.0 C. Adhi Nugroho; Mukh Nursikin
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Character education is an important component in the framework of developing moral and ethical values in students. In the era of Society 5.0, where digital technology has become an important part of everyday life, digital literacy is an important factor in strengtheningcharactereducation.Digitalliteracyreferstoanindividual'sabilitytouse, evaluate, and actively participate in the digital environment. This study aims to explain theroleofdigitalliteracyinstrengthening charactereducationintheera ofSociety5.0. The research method used is a literature study by collecting data from various relevant sources. This study analyzes the relationship between digital literacy and strengthening character education by considering aspects such as technological knowledge, digital skills,responsibleonlinemediabehavior,andethicalawarenessinthedigitalworld.The results show that digital literacy can be an effective way to strengthen character cultivationintheeraofsociety5.0.Throughdigitalliteracy,learnerscandevelopvalues such as honesty, responsibility, empathy, cooperation, and problem solving. Digital literacy can also help learners understand social, economic, and cultural impacts and promoteresponsibleattitudesintheiruse.Inconclusion,digitalliteracyhasanimportant role in strengthening character education in the era of Society 5.0. By paying attention to aspects of technological knowledge, digital skills, responsible online behavior, and ethical awareness, digital literacy can help learners develop strong moral and ethical valuesintheuseofdigitaltechnology.Collaborativeeffortsbetweenvariouspartiesare needed to overcome challenges and ensure effective integration of digital literacy in character education in the era of Society 5.0. Komponen dalam pendidikan yang terpenting adalah karakter, merupakan kerangka dalam rangka menumbuhkembangkan nilai-niali moral, etika, emosional pada peserta didik. Era Society 5.0 merupakan teknologi digital yang telah dan akan terus berkembang dalam mengarungi proses kehidupan ummat manusia. Literasi berbasis digilat adalah kunci dalam pengutan pendidikan karakter dalam era ini. Literasi digital mengacu pada kemampuan individu untuk menggunakan, mengevaluasi, dan berpartisipasisecaraaktifdalamlingkungandigital. Dalampenelitianiniberujuanuntuk memberikan wawasan terkait peran literasi digital dalam penguatan pendidikan karakter di era Society 5.0. Metode dalam penelitian ini menggunakan studi literatur. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini merupakan dari berbagai sumber yang relevan. Penelitian ini menganalisis hubungan antara literasi digital dan penguatan pendidikan karakter dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti pengetahuan teknologi, keterampilandigital,perilakupadamediaonlineyangbertanggungjawab,dankesadaran etika dalam dunia digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital dapat menjadi jalan yang efektif untuk memperkuat penanaman karakter di era society 5.0. Melaluiliterasidigital,pesertadidikdapatmengembangkannilai-nilaisepertikejujuran, tanggungjawab,empati,kerjasama,danpemecahanmasalah.Literasidigitaljugadapat membantu peserta didik memahami dampak sosial, ekonomi, dan budaya serta mempromosikansikapyangbertanggungjawabdalampenggunaannya.Kesimpulannya, literasidigitalmemiliki peranpentingdalampenguatanpendidikankarakter di eraSociety 5.0. Dengan memperhatikan aspek-aspek pengetahuan teknologi, keterampilan digital, perilaku online yang bertanggung jawab, dan kesadaran etika, literasi digital dapat membantu peserta didik mengembangkan nilai-nilai moral dan etika yang kuat dalam penggunaanteknologidigital. Upayakolaboratif antaraberbagaipihakdiperlukanuntuk mengatasi tantangan dan memastikan integrasi yang efektif dari literasi digital dalam pendidikan karakter di era Society 5.0.
Konseptualisasi Peserta Didik dalam Kerangka Falsafah Tarbiyah Islamiyah Muhammad Zaky Dhiyaul Haq; Syahidin
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the concept of learners in the perspective of Islamic education philosophy, which emphasizes the importance of the role of learners as subjects of learning with physical and spiritual potential that must be developed holistically. In Islamic education, learners are seen as beings who are in a process towards perfection through learning spiritual, moral, and intellectual values. Education does not only aim to hone academic skills, but also to shape noble character based on Islamic values.Learners are identified through terms such as mutarabbi, muta'allim and muta'addib, which describe the dimensions of nurturing, learning and moral formation. In addition, the article highlights the importance of learner ethics involving respect for educators, sincere intentions, and earnestness in the pursuit of knowledge.With a holistic approach to education, learners are not just passive recipients of knowledge, but active individuals who are responsible for actualizing knowledge in their daily lives. Islamic education emphasizes the formation of a complete human being who is intellectually intelligent, spiritually rich, and has a noble character, with the ultimate goal of getting closer to Allah. This article also concludes that education in Islam is a continuous spiritual and intellectual transformation, placing learners as an integral part in the effort to continue the mission. Artikel ini membahas konsep peserta didik dalam perspektif filsafat pendidikan Islam, yang menekankan pentingnya peran peserta didik sebagai subjek pembelajaran dengan potensi jasmani dan ruhani yang harus dikembangkan secara holistik. Dalam pendidikan Islam, peserta didik dipandang sebagai makhluk yang berada dalam proses menuju kesempurnaan melalui pembelajaran nilai-nilai spiritual, moral, dan intelektual. Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mengasah kemampuan akademis, tetapi juga membentuk karakter yang mulia berdasarkan nilai-nilai Islam.Peserta didik diidentifikasi melalui istilah seperti mutarabbi, muta’allim, dan muta’addib, yang menggambarkan dimensi asuh, belajar, dan pembentukan akhlak. Selain itu, artikel ini menyoroti pentingnya etika peserta didik yang melibatkan penghormatan kepada pendidik, niat yang tulus, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu.Dengan pendekatan pendidikan yang menyeluruh, peserta didik tidak hanya menjadi penerima pengetahuan pasif, melainkan individu aktif yang bertanggung jawab untuk mengaktualisasikan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Islam memberikan penekanan pada pembentukan manusia paripurna yang cerdas secara intelektual, kaya secara spiritual, dan berakhlak mulia, dengan tujuan akhir mendekatkan diri kepada Allah. Artikel ini juga menyimpulkan bahwa pendidikan dalam Islam adalah transformasi spiritual dan intelektual yang berkelanjutan, menempatkan peserta didik sebagai bagian integral dalam upaya melanjutkan misi kekhalifahan di muka bumi.
Penerapan Teknik Psikoedukatif dalam Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Keterampilan Regulasi Emosional Siswa SMA Diraikha Salsabiella; Gusman Lesmana
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to explore the application of psychoeducational techniques in group counseling services to enhance students' emotional regulation skills at Daya Private High School. Good emotional regulation helps students manage feelings, reduce stress, and improve social interactions. However, many students struggle to control their emotions, often becoming easily angered and displaying aggressive behavior. The methods used include observation, interviews, and documentation, with data analysis conducted through triangulation. Interventions were carried out through two cycles of group counseling that implemented psychoeducational techniques, aimed at helping students recognize and manage their emotions appropriately. The results indicate a significant improvement in students' emotional regulation skills, evidenced by a reduction in impulsive behavior and an increase in emotional control as well as more positive social interactions. The conclusion of this research is that psychoeducational techniques in group counseling are effective in enhancing students' emotional regulation. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan teknik psikoedukatif dalam layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan keterampilan regulasi emosional siswa di SMA Swasta Asuhan Daya. Regulasi emosional yang baik membantu siswa dalam mengelola perasaan, mengurangi stres, dan memperbaiki interaksi sosial. Namun, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi, seperti mudah marah dan menunjukkan perilaku agresif Metode yang digunakan mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data secara triangulasi. Intervensi dilakukan melalui dua siklus bimbingan kelompok yang menerapkan teknik psikoedukatif, bertujuan untuk membantu siswa mengenali dan mengelola emosi secara tepat. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan regulasi emosional siswa, terlihat dari pengurangan perilaku impulsif dan peningkatan kontrol emosi serta interaksi sosial yang lebih positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa teknik psikoedukatif dalam bimbingan kelompok efektif untuk meningkatkan regulasi emosional siswa.
Penerapan Layanan Konseling Individual dengan Menggunakan Pendekatan Gestalt Untuk Mengurangi Stres Akademik Siswa di SMKN 1 Percut Sei Tuan Husna Ayudia Salsabila; Asbi
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted by researchers to address the issue of academic stress experienced by students at SMKN 1 Percut Sei Tuan. Academic stress is a state of pressure arising from school demands, such as numerous assignments and high expectations from teachers or the environment. This pressure can affect students' behavior in learning and impact both their academic performance and mental health. The purpose of this research is to reduce students' academic stress by implementing individual counseling services using the Gestalt approach. The Gestalt approach was chosen because it focuses on students' self-awareness, which is expected to help them view problems holistically and develop responsibility in addressing these issues. This study is a qualitative research with a descriptive approach, involving three students as subjects. Data were collected through observations and interviews to identify the factors of academic stress experienced by students and to evaluate the effectiveness of the counseling provided. Data analysis was carried out through reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicate that individual counseling services using the Gestalt approach significantly reduce students' academic stress levels. Before counseling, students exhibited high-stress symptoms that affected their behavior and academic outcomes. After receiving counseling, they became more capable of managing their time and meeting academic demands more effectively. Penelitian ini dilakukan oleh peneliti untuk mengatasi permasalahan stres akademik yang dialami siswa di SMKN 1 Percut Sei Tuan. Stres akademik adalah kondisi tekanan yang muncul akibat tuntutan sekolah, seperti banyaknya tugas dan ekspektasi yang tinggi dari guru atau lingkungan. Tekanan ini dapat memengaruhi perilaku siswa dalam belajar dan berdampak pada hasil akademik serta kesehatan mental mereka. Penelitian ini bertujuan mengurangi stres akademik siswa dengan menerapkan layanan konseling individual menggunakan pendekatan Gestalt. Pendekatan Gestalt dipilih karena berfokus pada kesadaran diri siswa, yang diharapkan dapat membantu mereka melihat masalah secara menyeluruh dan mengembangkan tanggung jawab untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan tiga siswa sebagai subjek. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi faktor-faktor stres akademik yang dialami siswa dan untuk mengevaluasi efektivitas konseling yang diberikan. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling individual dengan pendekatan Gestalt mampu mengurangi tingkat stres akademik siswa secara signifikan. Sebelum layanan konseling, siswa menunjukkan gejala stres tinggi yang berdampak pada perilaku dan hasil belajar. Setelah menerima konseling, mereka mulai mampu mengatur waktu dan memenuhi tuntutan akademik dengan lebih baik.
Pendidikan Karakter dan Nilai Islami di Era Milenial Yuma Fardiya; Mita Nuril; Munawir
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam dalam Arus Perkembangan IPTEK Fitri Oktofia; Mhd. Fikri Hidayat; Chanifudin
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technological progress in the past three decades has shown its influence on each and every individual, community and state life. It can be said that no one can avoid the influence of the development of science and technology, science and technology is not only felt by individuals, but also by society, nation and state. Modern science and technology makes many people admire and then imitate it in their lifestyle without first being selected for any negative impacts in the future or the multidimensional crisis it causes. Islam does not hinder the progress of science and technology nor is it against technological products either in the past, present or future. In the Qur'an there are many texts (verses) that encourage humans to see, look at, think, and observe the phenomena of the universe created by Allah SWT. Which is interesting to investigate, research and develop. The Qur'an challenges humans to use their minds as optimally as possible. Kemajuan teknologi dalam tiga dekade ini telah menampakkan pengaruhnya pada setiap dan semua kehidupan individu, masyarakat dan negara. Dapat dikatakan bahwa tidak ada orang yang dapat menghindar dari pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Iptek bukan saja dirasakan individu, akan tetapi dirasakan pula oleh masyarakat, Bangsa dan negara. Iptek modern tersebut membuat banyak orang mengagumi kemudian meniru-niru dalam gaya hidup tanpa diseleksi terlebih dulu terhadap segala dampak negatif di masa mendatang atau krisis multidimensional yang diakibatkannya. Islam tidak menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga tidak anti terhadap barangbarang produk teknologi baik di masa lampau, sekarang maupun yang akan datang. Dalam Al-Qur’an banyak terkandung teks-teks (ayat-ayat) yang mendorong manusia untuk melihat, memandang, berfikir, serta mencermati fenomena-fenomena alam semesta ciptaan Allah Swt. Yang menarik untuk diselidiki, diteliti dan dikembangkan. Al-Qur’an menantang manusia untuk menggunakan akal fikirannya seoptimal mungkin.
Analisis Toleransi Beragama Mahasiswa Universitas Negeri Medan Ditinjau dari Perspektif Islam Cantika Mawarni; Syafrina Ulfa; Nanda Tiara Afriani; Hapni Laila Siregar
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religious tolerance among students is very important in creating harmony in a multicultural university environment. This study aims to explore the views, attitudes, and experiences of Medan State University students regarding religious tolerance.The method used was quantitative research with data collection through a digital questionnaire distributed to 30 random students. The results showed that the majority of Medan State University students showed inclusive attitudes and good tolerance towards religious differences, in line with the values of brotherhood in Islamic teachings. Toleransi beragama di kalangan mahasiswa sangat penting dalam menciptakan kerukunan di lingkungan perguruan tinggi yang multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan, sikap, dan pengalaman mahasiswa Universitas Negeri Medan terkait toleransi beragama. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner digital yang disebarkankepada 30 mahasiswa secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa Universitas Negeri Medan menunjukkan sikap inklusif dan toleransi yang baik terhadap perbedaan agama, sejalan dengan nilai-nilai persaudaraan dalam ajaran Islam.
Revitalisasi Konsep Haram Li Ghairihi dalam Penetapan Hukum Transaksi Jual-Beli Produk Terafiliasi Israel (Implementasi Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023) Mohamad Abdul Hanif; Shofiyullah Muzammil
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai detik ini konflik antara Israel dan Palestina atau lebih tepatnya genosida Israel terhadap warga sipil Palestina belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi kemanusiaan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu Palestina agar lepas dari cengkeraman Israel sehingga rakyatnya dapat hidup aman dan nyaman. Upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia sangat beragam mulai dari upaya diplomatik dalam konferensi internasional hingga seruan dan ajakan meninggalkan produk-produk yang teridentifikasi mendukung Israel. MUI melalui Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 menunjukkan dukungannya kepada rakyat Palestina sebagai saudara sesama muslim juga untuk persaudaraan kemanusiaan dengan mengimbau seluruh masyarakat Indonesia utamanya yang muslim untuk berupaya semaksimal mungkin menghindari transaksi jual beli produk terafiliasi kepada Israel sebagai bentuk jihad atau perjuangan yang paling realistis dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hukum transaksi jual-beli produk terafiliasi kepada Israel di Indonesia berdasarkan perspektif hukum fikih menyikapi adanya fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-normatif dengan metode pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi jual-beli produk terafiliasi kepada Israel di Indonesia hukumnya haram berdasarkan perspektif hukum fikih jika nyata-nyata mendukung Agresi Israel. Hal ini didasarkan pada Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 yang mengharamkan segala bentuk transaksi ekonomi dengan entitas yang terafiliasi dengan negara Israel. Fatwa tersebut dikeluarkan dengan pertimbangan bahwa negara Israel telah melakukan berbagai pelanggaran hak asasi manusia terhadap rakyat Palestina, sehingga transaksi ekonomi dengan entitas terafiliasi Israel dianggap sebagai bentuk dukungan tidak langsung terhadap rezim pendudukan Israel di Palestina. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan hukum ekonomi syariah di Indonesia, khususnya terkait dengan isu transaksi ekonomi dengan entitas yang terafiliasi dengan negara yang melakukan pelanggaran hak asasi manusia.
Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Luar Biasa Seri astuti; Chanifudin
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to explore the application of psychoeducational techniques in group counseling services to enhance students' emotional regulation skills at Daya Private High School. Good emotional regulation helps students manage feelings, reduce stress, and improve social interactions. However, many students struggle to control their emotions, often becoming easily angered and displaying aggressive behavior. The methods used include observation, interviews, and documentation, with data analysis conducted through triangulation. Interventions were carried out through two cycles of group counseling that implemented psychoeducational techniques, aimed at helping students recognize and manage their emotions appropriately. The results indicate a significant improvement in students' emotional regulation skills, evidenced by a reduction in impulsive behavior and an increase in emotional control as well as more positive social interactions. The conclusion of this research is that psychoeducational techniques in group counseling are effective in enhancing students' emotional regulation. Pendidikan inklusi dan pendidikan luar biasa merupakan dua pendekatan yang saling terkait dalam rangka memberikan layanan pendidikan bagi semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Pendidikan inklusi bertujuan untuk mengintegrasikan siswa dengan kebutuhan khusus ke dalam kelas reguler, dengan menyediakan dukungan dan penyesuaian yang diperlukan agar mereka dapat belajar bersama dengan siswa lainnya. Pendekatan ini didasarkan pada prinsip keadilan dan hak asasi manusia, yang menekankan bahwa semua anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak tanpa diskriminasi. Sementara itu, pendidikan luar biasa merujuk pada program pendidikan khusus yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan individual siswa dengan disabilitas atau gangguan perkembangan yang signifikan. Program ini biasanya melibatkan kurikulum yang disesuaikan, metode pengajaran khusus, serta layanan pendukung seperti terapi fisik, terapi wicara, dan konseling. Kedua pendekatan ini memiliki tujuan yang sama, yaitu memaksimalkan potensi setiap anak dengan memberikan akses ke pendidikan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka. Implementasi yang efektif dari pendidikan inklusi dan pendidikan luar biasa memerlukan kolaborasi antara pendidik, keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan suportif. Tantangan utama yang dihadapi meliputi kurangnya sumber daya, pelatihan guru yang memadai, dan stigma sosial yang masih ada terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus. Meskipun demikian, dengan komitmen dan dukungan yang tepat, pendidikan inklusi dan pendidikan luar biasa dapat memberikan manfaat besar bagi seluruh siswa, termasuk peningkatan pemahaman dan toleransi di antara semua peserta didik.
Meneladani Kegigihan dan Semangat Juang Para Tokoh Islam Khulafa Ur-Rasyidin di Era Gen-Z Fairuz Zahra Melani; Ghaza Juliet; Munawir
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research explains the importance of emulating the nature of khulafaur rasyidin in this day and age, Generation Z (Gen Z) lives in a digital and disruptive era. Amidst the onslaught of informatization and technology, it is important to have a strong individuality. Kulafaul Rashidin, the Islamic leaders after the Prophet Muhammad, can be a suitable role model for Gen Z, because of their praiseworthy and exemplary traits. The action plan for learning the struggle and character of Kulafa Rashiddin discusses the struggle and character of Kulafa Rashiddin in upholding the message of Allah SWT through the example of Kulafa Rashiddin's actions. Islamic religious education that emphasizes reconciliation and liberation from the tyranny of the ruler can be a solution to explain the nature of Hurafaul Rashidin. In this summary we will discuss the praiseworthy traits of the Khulafaur Rashidin such as honesty, simplicity, and justice and their relevance to the lives of Gen Z. This abstract also highlights the challenges Gen Z faces in emulating these characteristics. For example, the far-from-simple lifestyle of consumers and the difficulty of spreading fake news, which is the opposite of honesty. Ultimately, this research brief provides creative solutions to overcome these challenges, including the use of technology to spread the values of Khulafaur Rashidin. Penelitian ini menjelaskan tentang pentingnya meneladani sifat khulafaur rasyidin di masa sekarang ini, Generasi Z (Gen Z) hidup di era yang serba digital dan disruptif. Di tengah gencarnya informatisasi dan teknologi, penting untuk memiliki individualitas yang kuat. Khulafaur Rasyidin, pemimpin Islam setelah Nabi Muhammad SAW, bisa menjadi teladan yang cocok bagi Gen Z, karena sifat-sifatnya yang terpuji dan layak dicontoh. Rencana aksi pembelajaran perjuangan dan karakter Khulafaur Rashiddin membahas tentang perjuangan dan karakter Khulafaur Rashiddin dalam menjunjung tinggi risalah Allah SWT melalui contoh tindakan Khulafaur Rashiddin. Pendidikan agama Islam yang menekankan pada rekonsiliasi dan pembebasan dari kezaliman penguasa dapat menjadi solusi untuk menjelaskan hakikat Khulafaur Rasyidin. Dalam rangkuman kali ini kita akan membahas tentang sifat-sifat terpuji yang dimiliki Khulafaur Rasyidin seperti kejujuran, kesederhanaan, dan keadilan serta relevansinya dengan kehidupan Gen Z. Abstrak ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi Gen Z dalam meniru karakteristik tersebut. Misalnya, gaya hidup konsumen yang jauh dari kata sederhana dan sulitnya menyebarkan berita bohong, yang merupakan kebalikan dari kejujuran. Pada akhirnya, penelitian singkat ini memberikan solusi kreatif untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, termasuk penggunaan teknologi untuk menyebarkan nilai-nilai Khulafaur Rasyidin.