cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self Care Manajemen pada Penderita Diabetes Melitus Di Kota Lhokseumawe, Aceh Rizana, Novia; Fitria, Nanda; Nadiya, Sarah; Zahara, Rita; Salsabila, Salsabila; Amanda, Meltiara
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45968

Abstract

Abstrak Dukungan keluarga dalam perawatan penderita diabetes melitus sangatlah penting untuk meminimalkan terjadinya komplikasi, serta memperbaiki kadar gula darah serta meningkatkan kualitas hidup penderita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self care manajemen pada penderita diabetes melitus. Desain penelitian ini menggunakan studi cross sectional dengan metode analitik korelasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling, Kuesioner dukungan keluarga menurut Nursalam dan Self Care menggunakan kuesioner Summary of Diabetes Self Care Activities (SDSCA) kuesioner, Analisis yang di gunakan menggunakan Chi Square. Hasil penelitian diperoleh dari seluruh responden menunjukan mayoritas usia 46-55 tahun sebanyak 32 responden (31,7%), jenis kelamin perempuan sebanyak 79 responden (78,2%), pendidikan terakhir menengah atas sebanyak 55 responden (53,9%), lama menderita diabetes terbanyak 1-5 tahun sebanyak 90 responden (92,2%), adapun nilai p-value yang di dapatkan 0,000 yang berarti ada hubungan dukungan keluarga dengan self care manajemen penderita diabtes melitus dapat di simpulkan penderita diabetes melitus yang didukung oleh keluarga dengan baik akan menambah harapan untuk sembuh sehingga self care manajemen menjadi tinggi dan mau berobat dengan teratur. Disarankan bagi penderita diabetes melitus untuk meningkatkan self care manajemen dalam menghadapi masalah penyakit diabetes melitus. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Dukungan Keluarga, Penderita, Self Care Manajemen Abstract Family support in caring for diabetes mellitus patients is very important to minimize complications, as well as improve blood sugar levels and improve the quality of life of patients. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and self-care management in diabetes mellitus patients. The design of this study used a cross-sectional study with a correlation analytic method. Sampling was carried out using accidental sampling technique, Family support questionnaire according to Nursalam and Self Care using the Summary of Diabetes Self Care Activities (SDSCA) questionnaire, The analysis used was Chi Square. The results of the study were obtained from all respondents showing the majority of 46-55 years of age as many as 32 respondents (31.7%), female gender as many as 79 respondents (78.2%), the last high school education as many as 55 respondents (53.9%), the longest duration of diabetes is 1-5 years as many as 90 respondents (92.2%), the p-value obtained is 0.000 which means there is a relationship between family support and self-care management of diabetes mellitus sufferers. It can be concluded that diabetes mellitus sufferers who are well supported by their families will increase their hope of recovery so that self-care management becomes high and they want to take medication regularly. It is recommended for diabetes mellitus sufferers to improve self-care management in dealing with diabetes mellitus problems. Keywords: Diabetes Mellitus, Family Support, Sufferers, Self Care Management
Faktor Determinan Tuberkulosis pada Lansia di Indonesia R, Alya Nurhanifah; Qurniyawati, Eny
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46018

Abstract

Indonesia merupakan negara kedua dengan kasus tuberkulosis terbanyak di seluruh dunia. Lansia disebut sebagai reservoir tuberkulosis. Interaksi yang terjadi antara bibit penyakit (agent), penjamu (host), dan lingkungan (environment) saling mempengaruhi satu sama lain sehingga menginisiasi timbulnya Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan tuberkulosis pada lansia di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 yang melibatkan sebanyak 87.984 lansia. Penelitian ini menggunakan segitiga epidemiologi sebagai kerangka berpikir sehingga variabel independen pada penelitian ini meliputi riwayat merokok, riwayat diabetes mellitus, riwayat asma, riwayat kontak serumah, kepadatan hunian, serta jenis lantai rumah. Mayoritas lansia yang menjadi responden penelitian ini tidak menderita tuberkulosis (99,8%). Riwayat diabetes mellitus (p=0,004) dan riwayat asma (p=0,000) pada faktor penjamu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap terjadinya tuberkulosis pada lansia di Indonesia. Riwayat kontak serumah (p=0,000) dan kepadatan hunian (p=0,029) pada faktor lingkungan berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian tuberkulosis pada lansia di Indonesia. Determinan yang menjadi faktor risiko kejadian tuberkulosis pada lansia di Indonesia yaitu riwayat diabetes mellitus, riwayat asma, riwayat kontak serumah dan kepadatan hunian. Peran dari berbagai sektor diperlukan untuk dapat menurunkan angka kejadian tuberkulosis khususnya pada lansia.
A Systematic Review of Anxiety and Depression in Children and Adolescents: Risk Factors, Impacts, and Interventions Hutasoit, Dame Triulina
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46022

Abstract

Anxiety and depression are the most prevalent mental health disorders among children and adolescents, with a globally rising trend. This study adopts a Systematic Literature Review (SLR) approach based on the PRISMA 2020 guidelines to examine the risk factors, psychosocial impacts, and interventions associated with these disorders in individuals aged 0–18 years. Literature was sourced from the Scopus database using the keywords “Anxiety and Depression” and “Children and Adolescents,” limited to publications from 2015 to 2025. From an initial pool of 237 articles, 14 met the inclusion criteria, which required a focus on the child-adolescent population, discussion of anxiety and/or depression, availability of full-text and abstract, and publication in reputable journals (Q1–Q4). The findings indicate that anxiety and depression frequently co-occur, often accompanied by symptoms such as loneliness and irritability. Major risk factors include childhood trauma, physical and emotional abuse, poverty, neurodivergent conditions, and the interplay of genetic and environmental influences. These disorders impact emotional, social, and academic functioning, particularly among vulnerable groups. Effective interventions include structured physical activity, digital cognitive behavioral therapy (CBT), and social support. The study underscores the importance of multidisciplinary and cross-sectoral approaches and recommends early detection, training for educators and parents, and the integration of child mental health policies.
Antibacterial Activity of the Secondary Metabolite of Fusarium LBSU Isolate from the Cat’s Whiskers Plant (Orthosiphon stamineus) Zega, Sati Agriani Zega; Halim, Rico; Ginting, Astri Natalia; Piska, Finna
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46029

Abstract

The cat's whisker plant is known to contain bioactive metabolites that have potential as therapeutic agents, while its rhizosphere is a habitat for microorganisms that produce secondary metabolites. Fusarium LBSU isolate were isolate from the rhizosphere of cat’s whiskers plant. Secondary metabolites are produced through liquid fermentation, followed by extraction using ethyl acetate. Antibacterial activity was tested using the disk diffusion method against the Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The highest antibacterial activity obtained against Escherichia coli 23.565 mm, higher than Staphylococcus aureus which is 15.3 mm. These findings support the further development of secondary metabolites from rhizosphere isolate as an alternative source of environmentally friendly and effective antibacterial agents.
Status Kesehatan dan Gizi dalam Seribu Hari Pertama Kehidupan sebagai Determinan Stunting Balita: Studi Cross-sectional Riskesdas 2018 Novitasari, Prihatini Dini; Besral, Besral
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46069

Abstract

Abstrak Stunting masih menjadi permasalahan krusial yang dialami oleh anak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara status kesehatan dan gizi dalam seribu hari pertama kehidupan dengan kejadian stunting pada anak usia 0-23 bulan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional untuk menganalisis data sekunder Riset Kesehatan Dasar Indonesia 2018 pada 6554 anak usia 0-23 bulan dan ibunya yang terbagi menjadi 3 kelompok, yakni usia 0-5 bulan, 6-11 bulan, dan 12-23 bulan dan dianalisis dengan regresi logistik ganda. Secara keseluruhan, prevalensi stunting pada anak usia 0-23 bulan yakni 22,8%. Di usia 0-5 bulan, berat bayi lahir rendah dan riwayat inisiasi menyusu dini berhubungan dengan stunting, sedangkan di usia 6-11 bulan, usia gestasi dan waktu pertama MP-ASI berhubungan signifikan dengan stunting. Di usia selanjutnya, 12-23 bulan, BBLR dan panjang lahir berhubungan signifikan dengan stunting. Selanjutnya, faktor yang paling berpengaruh terhadap stunting pada anak usia 0-5 bulan, 6-11 bulan, dan 12-23 bulan secara berturut-turut yakni berat bayi lahir rendah (OR= 2,56; 95%CI= 1,13 – 5,81), usia gestasi ketika lahir (OR= 1,49; 95%CI= 1,05 – 2,10), dan panjang lahir (OR= 1,69; 95%CI= 1,32 – 2,17). Jadi, BBLR, prematur, dan lahir pendek paling berpengaruh terhadap kejadian stunting pada anak usia 0-23 bulan dan sebaiknya skrining/deteksi stunting dilakukan secara berkala dengan melibatkan berbagai faktor risiko tersebut. Kata Kunci: Anak, Status kesehatan, Status Nutrisi, Stunting Abstract Stunting is still being crucial health problem in toddler in Indonesia. This research seeks to explore the relationship between health and nutritional status during the first thousand days of life and the incident of stunting in children aged 0 to 23 months in Indonesia. This research employed a cross-sectional approach to examine secondary data from the 2018 Indonesia Basic Health Research, included 6,554 children aged 0-23 months along with their mothers. The children were categorized into three age groups: 0-5 months, 6-11 months, and 12-23 months. The data were analyzed using multiple logistic regression techniques. In summary, the prevalence of stunting among children aged 0-23 months was found to be 22.8%. For the age group of 0-5 months, factors such as low birth weight and the early initiation of breastfeeding were linked to stunting. In the 6-11month group, gestational age and the timing of the introduction of complementary foods showed significant associations with stunting. For children aged 12-23 months, low birth weight and birth length emerged as important factors related to stunting. Additionally, the primary determinants affecting stunting at each age interval were identified as follows: low birth weight (OR=2.56; 95%CI=1.13-5.81) for 0-5 months, gestational age at birth (OR=1.49; 95%CI=1.05-2.10) for 6-11 months, and birth length (OR=1.69;95%CI=1.32-2.17) for 12-23 months. LBW, prematurity, and short birth are the most influential factors in the incidence of stunting in children aged 0-23 months and stunting screening/detection should be carried out regularly by involving these various risk factors. Keywords: Children, Health Status, Nutritional Status, Stunting
Manajemen Ansietas dengan Intervensi Relaksasi Benson pada Pasien Pre Operasi Yang Mengalami Ansietas: Literature Review Rahmawati, Yeni; Rosyid, Fahrun Nur
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46114

Abstract

Pembedahan merupakan tindakan medis invasif yang dapat menimbulkan stres fisiologis dan psikologis, khususnya kecemasan pada pasien sebelum operasi (pra operasi). Kecemasan ini dapat memengaruhi kondisi kardiovaskular, memperburuk proses penyembuhan, serta meningkatkan risiko komplikasi selama dan setelah tindakan operasi. Manajemen ansietas yang efektif sangat dibutuhkan untuk mengurangi dampak negatif tersebut. Salah satu teknik non farmakologis yang digunakan adalah relaksasi Benson, yang dapat menurunkan aktivitas sistem saraf simpatik, menurunkan konsumsi oksigen jantung, dan memberikan efek relaksasi yang signifikan. Penelitian ini menggunakan metode literature review untuk mengkaji efektivitas terapi relaksasi Benson dalam mengelola kecemasan pasien pra operasi. Pencarian jurnal dilakukan pada database Google Scholar, ResearchGate, dan PubMed dengan kriteria inklusi jurnal berbahasa Indonesia dan Inggris, terbit dalam lima tahun terakhir (2021–2025), dan relevan dengan topik. Dari 28 jurnal yang ditemukan, 10 jurnal dipilih untuk dianalisis lebih mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa relaksasi Benson secara signifikan dapat mengurangi tingkat ansietas pada pasien pra operasi, memberikan manfaat praktis sebagai intervensi keperawatan yang mudah diterapkan. Dengan demikian, relaksasi Benson layak dijadikan pilihan dalam manajemen kecemasan pra operasi guna meningkatkan kualitas perawatan pasien dan hasil tindakan medis.
Intervensi Non-Farmakologis Jus Apel Hijau dan Buah Naga Merah: Solusi Kolesterol Tinggi pada Lansia Diana Rhismawati Djupri; Juanita, Rineke; Trisna, Eva; Yatnikasari, Aat; Wigati, Widiyo Weni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46116

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Meskipun terapi farmakologis banyak digunakan, pendekatan non-farmakologis berbasis pangan alami seperti buah-buahan semakin diminati. Apel hijau dan buah naga merah masing-masing diketahui memiliki potensi menurunkan kolesterol, namun penelitian terkait efek kombinasi keduanya masih terbatas. Mengetahui pengaruh pemberian kombinasi jus buah apel hijau dan buah naga merah terhadap penurunan kadar kolesterol pada lansia. Metode: Penelitian ini merupakan kuasi-eksperimen dengan desain one group pre-test and post-test tanpa kelompok kontrol. Sampel sebanyak 18 lansia dengan hiperkolesterolemia yang tidak mengonsumsi obat penurun kolesterol diberikan intervensi berupa jus kombinasi apel hijau dan buah naga merah 250 ml setiap pagi selama 7 hari. Kadar kolesterol diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan GCU meter. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Rata-rata kadar kolesterol sebelum intervensi sebesar 227,44 mg/dL menurun menjadi 198,83 mg/dL setelah intervensi, dengan penurunan sebesar 28,61 mg/dL (p = 0,000). Kesimpulan: Kombinasi jus buah apel hijau dan buah naga merah efektif menurunkan kadar kolesterol pada lansia. Intervensi ini berpotensi menjadi alternatif terapi non-farmakologis yang murah, mudah, dan aman untuk pengelolaan hiperkolesterolemia di tingkat komunitas.
Analisis Status Mutu dan Strategi Pengolahan Pencemaran Air Laut di Perairan Wisata Bahari Teluk Yos Sudarso Kota Jayapura Provinsi Papua Suhartawan, Bambang; Daawia, Daawia; Walukow, Auldry F.
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air laut berdasarkan baku mutu air laut untuk Wisata Bahari sesuai Peraturan Pemerintah RI Nomor 22 Tahun 2021 dan menentukan status mutu berdasarkan Indeks Kualitas Air Laut (IKAL) sesuai Peraturan Menteri LHK RI Nomor 27 Tahun 2021. Pengambilan sampel dilakukan pada September hingga Desember 2024 di tujuh stasiun penelitian kawasan wisata Teluk Yos Sudarso menggunakan teknik purposive sampling. Parameter yang dianalisis meliputi Total Padatan Tersuspensi (TSS), Oksigen Terlarut (DO), Minyak dan Lemak (ML), Amoniak Total (AT), dan Orto-Fosfat (OF). Hasil penelitian menunjukkan nilai TSS berkisar 16-115 mg/L dengan 71,43% stasiun melebihi baku mutu (20 mg/L); DO berkisar 5,3-6,7 mg/L dengan 100% stasiun memenuhi baku mutu (≥5 mg/L); ML berkisar 0,7-6,6 mg/L dengan 85,71% stasiun melebihi baku mutu (1 mg/L); AT berkisar 0,14-0,66 mg/L dengan 100% stasiun melebihi baku mutu (0,02 mg/L); dan OF berkisar 0,01-0,08 mg/L dengan 57,14% stasiun melebihi baku mutu (0,015 mg/L). Berdasarkan perhitungan IKAL, dua stasiun (28,57%) termasuk kategori "Baik" (Pantai Base-G dan Pantai Dok 2), tiga stasiun (42,86%) kategori "Sedang" (Pantai Yakoba, Pantai Ciberi, dan Pantai Pasir II Holtekamp), dan dua stasiun (28,57%) kategori "Kurang" (Pantai Hamadi dan Pantai Holtekamp). Secara keseluruhan, kualitas air laut di perairan Teluk Yos Sudarso belum optimal untuk mendukung aktivitas wisata bahari. Parameter TSS, ML, dan AT menjadi kontributor signifikan terhadap rendahnya nilai IKAL, mengindikasikan tekanan antropogenik yang tinggi. Disarankan pengelolaan kawasan melalui pendekatan zonasi berdasarkan status mutu air, pengendalian sumber pencemaran, pemantauan kualitas air secara berkala, peningkatan edukasi dan partisipasi masyarakat, serta pengembangan infrastruktur pendukung wisata ramah lingkungan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Antiretroviral (Arv) pada Pasien Hiv-Aids: Literature Review Zulkarnain, Zulkarnain; Huda, Nurul; Wahyuni, Sri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46135

Abstract

Introduction: HIV-AIDS is a disease for which a definitive cure has not yet been discovered. However, antiretroviral (ARV) therapy has proven to be highly effective in delaying the progression of HIV to AIDS by stimulating antibody production and triggering pro-inflammatory agents that suppress the viral load in the bloodstream, thereby significantly slowing down immune system deterioration. Objective: To identify the factors that influence adherence to antiretroviral (ARV) medication among patients living with HIV-AIDS. Methods: The literature search was conducted using databases such as Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, ResearchGate, and Elsevier. The keywords used were “medication adherence,” “antiretroviral (ARV),” and “HIV-AIDS.” A total of seven relevant articles were identified. The selection process applied the PICO elements and the CRAAP evaluation method. Results: The findings indicate that factors influencing ARV medication adherence among HIV-AIDS patients include gender, age, education level, socioeconomic status, alcohol consumption and drug use habits, accessibility and trust in healthcare facilities, stigma, marital status, and family support. Conclusion: This study is expected to provide a significant contribution to understanding the factors affecting ARV medication adherence among HIV-AIDS patients and to support the development of nursing science.
Deteksi Tumor Otak pada Citra Magnetic Resonance Imaging (MRI) Brain dengan Metode Support Vector Machine (SVM) Tarigan, Hervina BR; Mulyantoro, Donny Kristanto; Rochmayanti, Dwi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46148

Abstract

Latar Belakang: Melihat jumlah kejadian tumor ganas Brain yang terus meningkat, selain itu kelemahan metode manual memerlukan keterampilan secara akurat dengan memilih daerah abnormal, yang akan memakan waktu. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan metode pegembangan software deteksi otomatis, sebagai pelengkap dalam modalitas MRI Brain di Radiologi. Maka pada penelitian ini memberikan solusi suatu metode algoritma machine learning yang diusulkan adalah deteksi otomatis jinak dan ganas dengan ekstraksi fitur akan diklasifikasi dengan baik oleh Support Vector Machine. Tujuan: Menganalisis perbedaan hasil bacaan citra MRI Brain software Support Vector Machine dengan hasil Ekspertise Radiolog dalam mendeteksi tumor jinak dan ganas. Metode: Penelitian quasi eksperimen dengan citra radiografi MRI Brain. Membangun Machine learning Support Vector Machine melalui program matlab. Pengujian Support Vector Machine dilakukan dengan mengukur akurasi, sensitivitas, spesifisitas, Nilai prediksi positif dan Negatif. Sampel digunakan berjumlah 180 citra mammogram. Analisis data menggunakan uji diagnostik dengan uji statistik Wilcoxon. Hasil: Penelitian membuktikan dari 180 sampel diperoleh kinerja model Support Vector Machine baik dalam mendeteksi tumor Brain pada citra MRI Brain dengan nilai akurasi sebesar 97,77%, sensitivitas sebesar 95,00%, spesifisitas sebesar 99,16%, NPP sebesar 98,27% dan nilai NPN sebesar 95,00% serta terdapat kesamaan hasil Machine learning dengan hasil Ekspertise Radiolog. Kesimpulan: Terdapat kesamaan hasil bacaan citra MRI Brain dalam mendeteksi tumor Brain antara Support Vector Machine (SVM) dengan hasil Ekspertise Radiolog dengan nilai p-value (p>0,05) sebesar 0,898, dengan makna ketika machine learning diterapkan dipopulasi, maka machine learning memberikan angka ketepatan yang tinggi dalam memprediksi.