cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Deteksi Wagner Scale pada Luka Berulang di Klinik Kitamura Pontianak Usman, Usman; Amelia, Lince; Ariani, Desti Dwi; Khair, Fathul
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45781

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan masalah kesehatan yang harus ditangani dengan serius. Masalah tersebut tidak sedikit yang mengalami luka bahkan sampai pada amputasi dan kematian. Sebanyak 49% pasien dengan Luka Kaki Diabetik yang mengalami kesembuhan akan mengalami luka berulang padahal seharusnya pasien yang telah mengalami kesembuhan pada luka dapat mencegah terjadinya luka berulang. Tujuan peneltian ini adalah untuk menggambarkan karakteristik luka berulang pada pasien DM di Klinik Kitamura Pontianak. Penelitian ini menggunakan descriptive observational. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 pasien yang dilakukan perawatan di Klinik Kitamura Pontianak dengan Luka Kaki Diabetik yang mengalami luka berulang. Teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala Wagner dan lembar ceklis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien DM yang mengalami luka berulang adalah perempuan dengan tingkat Pendidikan lulus SMA yang berusia >40 tahun yang terjadi luka di lokasi yang sama selama 2 kali dengan rentang sembuh <1Tahun. Skala wagner berada pada grade 3 atau terjadi ulcerasi dalam dengan pembentukan abses, osteomyelitis, infeksi pada persendian dengan bentuk luka paling banyak adalah oval. Pada pasien luka berulang diiharapkan bahwa dalam melakukan perawatan luka harus disertai edukasi tentang berbagai resiko yang akan terjadi paska pasien mengalami kesembuhan seperti adanya resiko luka berulang.
Community Health Centers Performance: The Need for Innovation, Transformational Leadership, and Effective Internal Control Systems Suryaningrum, Diah Hari; Adhyanti , Adhyanti; Nuzulita, Nania
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sistem pengendalian internal terhadap kinerja Puskesmas dengan intensitas inovasi sebagai variabel mediasi dan peran moderator kepemimpinan transformasional dalam hubungan tersebut. Penelitian ini mengacu pada teori Resource-Based View (RBV), Innovation System, dan New Public Management (NPM). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data primer. Para pengelola puskesmas di Indonesia merupakan populasi penelitian dan teknik sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan 160 kuesioner yang dapat diolah, hasil penelitian membuktikan bahwa kinerja Puskesmas dipengaruhi oleh sistem pengendalian internal, baik secara langsung maupun melalui intensitas inovasi sebagai variabel mediasi. Selain itu, kepemimpinan transformasional terbukti memperkuat pengaruh sistem pengendalian internal dengan kinerja Puskesmas. Namun, hubungan antara sistem pengendalian internal dengan intensitas inovasi dan antara intensitas inovasi dengan kinerja Puskesmas tidak dimoderasi oleh kepemimpinan transformasional. Implikasi dari penelitian ini memberikan wawasan bagi praktisi dan pembuat kebijakan untuk merancang strategi pengelolaan sistem pengendalian internal yang lebih optimal dengan mempertimbangkan aspek kepemimpinan dan inovasi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Psychosocial Vulnerability of Children Due to Exposure to Extreme Weather: A Systematic Literature Review Achmad Rizki Azhari; Almunsiri, Osep Yasier; Harahap, Nur Afifah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45858

Abstract

According to UNICEF, by 2050, an estimated 2.2 billion children will face the direct impacts of global warming, with heat stress identified as a key consequence. This article presents a global systematic literature review examining the psychosocial vulnerability of children exposed to extreme weather. Using a qualitative descriptive approach, relevant studies were identified through searches on ResearchGate, Google Scholar, and PubMed. The review focused on publications from 2020 to 2025 and ultimately included eight studies that met the inclusion criteria. A total of 62 articles were initially screened. The findings reveal that exposure to high temperatures significantly increases the risk of mental health issues in children, such as stress, sleep disturbances, depressive episodes, and post-traumatic stress disorder. These psychosocial effects highlight the urgent need to enhance the resilience of vulnerable children and their families, enabling them not only to cope with the effects of climate change but also to adapt to evolving environmental conditions. Strengthening social and emotional support systems is essential to mitigate the long-term psychological impact of climate-induced extreme weather on younger populations.
Penerapan Terapi Autogenik dalam Menurunkan Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea Alzura, Charisma; Sulastri, Sulastri; Anggraini, Rusi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45914

Abstract

Perkembangan dunia medis saat ini berjalan seiring dengan meningkatnya popularitas pengobatan alternatif yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat. Fenomena ini mengindikasikan bahwa tidak semua penyakit dapat disembuhkan hanya dengan bantuan obat atau teknologi medis modern (Mulyono 2020). Nyeri adalah suatu pengalaman yang tidak nyaman, baik secara fisik maupun emosional, yang bisa diakibatkan oleh kerusakan jaringan atau bahkan tanpa kerusakan (Association for the Study of Pain). Teknik Relaksasi Autogenik berfokus pada kemampuan diri sendiri untuk mencapai keadaan tenang dengan memanfaatkan kata-kata atau kalimat pendek yang mampu menenangkan pikiran. Jenis rancangan serta pendekatan yang digunakan dalam penelitian yaitu studi kasus menggunakan pendekatan proses keperawatan. Sedangkan instrument yang lain digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala nyeri peringkat numerik. Hasil penelitian didapatkan diagnosa keperawatan Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri post sectio caesarea. Menentukan implementasi dengan memberikan dukungan mobilisasi. Setelah dilakukan implementasi didapatkan evaluasi dengan hasil data subjektiv pasien mengatakan takut bergerak karena nyeri post sectio caesarea. Data objektiv pasien tampak dapat melawan rasa takut untuk mobilisasi di tempat tidur.
Kualitas Air dan Risiko Gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita: Studi Cross-Sectional Muharramah, Disa Hijratul; Fakhriatiningrum, Fakhriatiningrum; Saputra, Yoerdy Agusmal; Lisa, Mona; J, Rahmi Fitri; Armawan, Ladyka Viola Auliya
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45923

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyebab utama morbiditas pada balita. Kualitas air rumah tangga, termasuk air berwarna, berasa, dan berbau, berpotensi meningkatkan risiko ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kualitas air dengan gejala ISPA pada balita. Studi observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan pada 1.267 rumah tangga di tiga kecamatan di Kabupaten Muara Enim pada tahun 2024. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara kualitas air dan gejala ISPA. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas air rumah tangga berhubungan signifikan dengan gejala ISPA pada balita. Ditemukan hubungan yang signifikan antara kualitas air dengan gejala ISPA. Balita yang tinggal di rumah dengan sumber air berwarna berhubungan signifikan dengan gejala demam (p = 0,009) dan pilek (p = 0,014). Air berasa berhubungan dengan demam (p < 0,001) dan pilek (p = 0,016). Air berbau berhubungan signifikan hanya dengan demam (p = 0,004). Material rumah juga berhubungan signifikan dengan gejala batuk (p = 0,011) dan pilek (p = 0,019). Sebaliknya, ventilasi rumah dan status merokok keluarga tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan gejala ISPA. Kualitas air rumah tangga, terutama air yang berwarna dan berasa, berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko gejala ISPA pada balita. Intervensi peningkatan akses terhadap air bersih perlu diprioritaskan sebagai bagian dari upaya pencegahan ISPA. Penelitian lebih lanjut dengan desain longitudinal dan uji kualitas air berbasis laboratorium direkomendasikan untuk menguatkan hubungan kausal. Kata kunci: Balita; gejala ISPA; Kualitas air. Acute Respiratory Infections (ARI) are a leading cause of morbidity in young children. Household water quality, including water that is discolored, tastes unpleasant, or has an odor, may increase the risk of ARI. This study aims to identify the relationship between water quality and ARI symptoms in young children. This study identified a statistically significant association between household water quality and the occurrence of ARI symptoms among children under five. The use of discolored water was significantly associated with increased reports of fever (p = 0.009) and nasal congestion (p = 0.014). Unpleasant-tasting water was also significantly associated with fever (p < 0.001) and nasal congestion (p = 0.016), whereas foul-smelling water demonstrated a significant association with fever only (p = 0.004). Furthermore, housing materials were significantly associated with the presence of cough (p = 0.011) and nasal congestion (p = 0.019). Conversely, no significant associations were observed between ARI symptoms and household ventilation or exposure to tobacco smoke. Household water quality, particularly water that is discolored or has an unusual taste, is significantly associated with an increased risk of acute respiratory infection (ARI) symptoms in children under five. Improving access to safe and clean drinking water should be prioritized as part of ARI prevention efforts. Further research using longitudinal designs and laboratory-based water quality testing is recommended to strengthen the evidence for a causal relationship. Keywords: ARI;Water Quality;Young Children
Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Resep Pasien Rawat Jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Swasta Ditinjau dari Tingkat Kepuasan Pasien: Literature Review Mahury, Styfanni; Basabih, Masyitoh
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45924

Abstract

Penelitian ini merupakan literature review yang menggunakan metode PRISMA untuk menganalisis pengaruh waktu tunggu pelayanan resep terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi rumah sakit swasta. Studi ini mengkaji berbagai literatur dari tahun 2015–2025 yang memenuhi kriteria inklusi seperti metode kuantitatif, akses terbuka dan relevansi topik. Hasil sintesis dari sepuluh artikel menunjukkan bahwa waktu tunggu pelayanan resep, baik obat jadi maupun racikan,sangat memengaruhi kepuasan pasien. Waktu tunggu yang singkat dan pelayanan yang efisien berkorelasi positif dengan meningkatnya kepuasan dan loyalitas pasien, sedangkan keterlambatan pelayanan dapat menurunkan persepsi kualitas layanan rumah sakit. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya optimalisasi sumber daya dan SOP di instalasi farmasi untuk meningkatkan mutu layanan dan pengalaman pasien.
The Effect Of 30-Degree Head Elevation In Patients With Post-Craniotomy Sol Diagnosis On Improving Cerebral Tissue Perfusion In The Intensive Care Unit (ICU) Nova, Nova; Pramajati, Hikmat; Hidayat, Nenden Rostini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45932

Abstract

Intracranial Space Occupying Lesion (SOL) after craniotomy poses a risk of impaired cerebral perfusion due to increased intracranial pressure (ICP). One of the non-invasive interventions is the 30° head elevation position. This study aims to determine the effect of 30-degree head elevation position on improving cerebral tissue perfusion in post-craniotomy SOL patients. The method used is Case Report evidence-based nursing care on one patient in the ICU at Umar Wirahadikusumah Hospital. The 30° head elevation intervention was carried out for four days, each 2 hours per day, with monitoring of GCS, MAP, and oxygen saturation. The results showed an improvement in consciousness status from GCS E4M5V4 to E4M6V5, a decrease in MAP from 123 mmHg to 93 mmHg, and an increase in SPO2 from 90% to 97%. It was concluded that 30° head elevation was effective in increasing cerebral perfusion, decreasing ICP, and improving the patient's neurological condition. This intervention is recommended as a standard procedure in critical care nursing for post-craniotomy patients.
Kesiapan Sumber Daya Manusia Rumah Sakit dalam Menghadapi Transformasi Digital Layanan Kesehatan Ahmad Hariri; Wahyuni, Wilda; Rochmat, Agus
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45936

Abstract

Transformasi digital dalam layanan kesehatan menghadirkan peluang dan tantangan bagi rumah sakit, terutama di negara berkembang. Keberhasilan digitalisasi sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) sebagai agen utama perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif pengaruh kompetensi digital, pengalaman pelatihan digital, sikap terhadap transformasi digital, dan dukungan organisasi terhadap kesiapan SDM dalam menghadapi transformasi digital di rumah sakit. Penelitian dilakukan pada 50 responden tenaga medis dan nonmedis di satu rumah sakit urban di Indonesia, menggunakan instrumen survei berbasis skala Likert dan dianalisis melalui regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kesiapan SDM, dengan sikap terhadap transformasi digital sebagai prediktor paling dominan (β = 0,58; p = 0,001). Kompetensi digital (β = 0,45; p = 0,003), dukungan organisasi (β = 0,42; p = 0,005), dan pelatihan digital (β = 0,30; p = 0,020) juga menunjukkan pengaruh positif. Rata-rata kesiapan SDM berada pada kategori tinggi (mean = 3,87), meskipun skor pelatihan digital masih tergolong cukup. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi penguatan SDM yang holistik dan kontekstual, termasuk desain pelatihan yang adaptif, budaya organisasi yang mendukung, serta penguatan sikap positif terhadap teknologi. Studi ini memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan model kesiapan digital SDM berbasis pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) dan Diffusion of Innovations (DoI).
Strategi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi yang Efektif dalam Upaya Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (Studi Kasus pada Rumah Sakit X di Bandung ) Ellya Dewi; Asnar, Etty Sofia Mariati; Paramarta, Vip; Kosasih, Kosasih
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45937

Abstract

Pelayanan kesehatan yang bermutu menjadi perhatian utama dengan meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit. Rumah Sakit X Bandung menghadapi tantangan dalam efektivitas strategi pencegahan dan pengendalian infeksi untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, triangulasi sumber, dan analisis data NVivo 12 Plus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil pembahasan: ditemukan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit (K3RS) serta pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) memiliki hubungan erat, dengan berbagai kendala yang perlu diatasi melalui strategi peningkatan SDM, digitalisasi sistem pencatatan, serta optimalisasi kebijakan sterilisasi rumah sakit. Implementasi strategi ini akan membantu meningkatkan kualitas keselamatan dan kesehatan kerja serta efektivitas program pengendalian infeksi di rumah sakit. Kesimpulan: Rumah Sakit X Bandung telah mengimplementasikan berbagai strategi dalam meningkatkan K3RS melalui strategi PPI yang efektif dengan penguatan beberapa kendala yang ditemukan.
Respon Psikososial Pada Penderita Kanker Payudara: Studi Kualitatif Pratiwi, Arum; Muhlisin, Abi; Nugroho, Agustaria Budi; Hudiyawati, Dian
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45959

Abstract

Prevalensi kematian yang tinggi terjadi pada wanita yang didiagnosis kanker payudara. Jumlah penderita kanker di kabupaten Sukoharjo pada tahun terakhir terus meningkat. Pengobatan kanker saat ini masih berfokus pada gejala fisiologis, penanganan masalah psikososial belum ditangani secara terstruktur. Intervensi yang berhubungan dengan masalah psikologis harus berdasar informasi terkait masalah psikososial agar penatalaksanaan bisa dilakukan dengan tepat, oleh karena itu penting untuk diteliti respon psikososial pada penderita kanker payudara. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi masalah spikososial pada penderita kanker payudara. Desain dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenogi. Responden adalah penderita kanker payudara di wilayah kecamatan Baki sejumlah 36 orang yang diambil menggunakan non random sampling. Kriteria sampel adalah wanita penderita kanker post mastektomy, masih menjalani kemoterapi, usia 30 sampai 70 tahun dan mampu berkomunikasi. Analisis data menggunakan deskriptif, Braun and Chlarke thematik anaysis. Hasil penelitian menggambarkan bahwa usia responden terbanyak antara 51 sampai 65 tahun, mayoritas bekerja, dan lama diagnosa lebih dari lima tahun. Tema utma mendeskripsikan kombinasi denial anger dan pergeseran denial acceptance. Penelitian ini menyimpulkan bahwa respon psikososial pada penderita kanker payudara bertahan dan berubah sepanjang waktu.