cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Analisis Yuridis Dugaan Malpraktek Medis Pada Kasus Infus Balita di Puskesmas Bolo Dewi, Irma Dewi; Ekarini, Dessy; Yusuf, Muhammad; Prayuti, Yuyut
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45669

Abstract

Kasus dugaan malpraktik medis yang terjadi di Puskesmas Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada tahun 2025, menarik perhatian publik setelah seorang balita bernama Aruni umur 1,5 Tahun mengalami pembengkakan hebat dan infeksi pada tangan kirinya pasca tindakan pemasangan infus. Menurut laporan keluarga, tindakan medis tersebut dilakukan tanpa persetujuan dan tidak sesuai dengan prosedur medis yang seharusnya. Kondisi korban yang memburuk ditandai dengan perubahan warna kulit dan pembengkakan, tidak ditindaklanjuti secara profesional oleh tenaga medis yang bertugas. Hal ini memicu laporan resmi ke pihak kepolisian dan audit internal oleh Dinas Kesehatan setempat. Sehingga memunculkan permasalahan yuridis terkait apakah tindakan tenaga medis tersebut dapat dikategorikan sebagai kelalaian dalam konteks hukum perdata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek pertanggungjawaban hukum, baik secara perdata maupun administratif, Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dan studi kasus. Dari analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa apabila terbukti terjadi pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur dan tidak terpenuhinya prinsip informed consent, maka tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum, sehingga tenaga medis maupun pihak puskesmas dapat dimintai pertanggung jawaban atas dasar wanprestasi atau tort (delik) perdata, serta dikenai sanksi administratif dari instansi pembina. Studi ini menegaskan pentingnya penguatan sistem kontrol internal, peningkatan kompetensi tenaga medis.
Uji Validitas, Pemahaman Bahasa dan Reliabilitas Kuesioner Beyond Use Date Obat Untuk Ibu Rumah Tangga Pangestuti, Bernadetha Maria Estika; Wijoyo, Yosef
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45675

Abstract

Beyond Use Date (BUD) obat adalah hal yang penting untuk diketahui oleh masyarakat agar dapat diterapkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Untuk dapat mengukur pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat tentang BUD, maka diperlukan sebuah instrumen penelitian yang efisien, seperti kuesioner, yang valid, mudah dipahami dan reliabel untuk digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan uji validitas, pemahaman bahasa dan reliabilitas terhadap kuesioner BUD obat. Penelitian ini diawali dengan tahap menyusun kuesioner BUD, dan selanjutnya dilakukan uji validitas, uji pemahaman bahasa dan uji reliabilitas terhadap kuesioner. Hasil dari penelitian ini adalah pernyataan yang ada dalam kuesioner dianggap valid berdasarkan penilaian para ahli dan berdasarkan uji pemahaman bahasa, diperoleh hasil bahwa responden dapat memahami dengan jelas seluruh kata dan bahasa yang digunakan dalam kuesioner. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa kuesioner reliabel atau dapat dipercaya karena memiliki nilai Cronbach's Alpha di atas 0,6. Berdasarkan uji validitas, pemahaman bahasa dan reliabilitas yang dilakukan tersebut, diperoleh kuesioner dengan total 45 pernyataan, dimana 15 pernyataan untuk dimensi pengetahuan, 15 pernyataan untuk dimensi sikap dan 15 pernyataan untuk dimensi tindakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kuesioner dinyatakan valid, dapat dipahami dan reliabel untuk mengukur pengetahuan, sikap dan tindakan tentang BUD obat.
Perbandingan Efektivitas Familiar Auditory Sensory Training (FAST) dan Terapi Murottal Terhadap Tingkat Kesadaran Pada Pasien Stroke di ICU Atrie, Utari Yunie; Siagian, Yusnaini; Rahman, Zakiah; Widiastuti, Linda; Ernawati, Ernawati; Yolanda, Yolanda
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45680

Abstract

Stroke merupakan sindroma klinis yang ditandai oleh disfungsi cerebral fokal yang berlangsung 24 jam atau lebih yang menyebabkan disabilitas atau kematian. Pasien stroke dengan perawatan di Intensive Care Unit (ICU) biasanya disertai dengan salah satu gejala utama berupa penurunan kesadaran. Familiar Auditory Sensory Training (FAST) dan Terapi Murottal merupakan terapi yang efektif dalam mempengaruhi tingkat kesadaran pasien, namun belum diketahui perbedaan keefektifan antara dua terapi ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efektivitas antara terapi FAST dan terapi murottal terhadap tingkat kesadaran. Desain penelitian ini Quasy Eksperimen dengan rancangan Pre-Post Non Equivalent Control Group. Populasi dilihat dari jumlah pasien stroke dengan penurunan kesadaran di ruang ICU RSUD Kota Tanjungpinang pada bulan Januari-Juni 2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden yang terdiri dari 15 responden terapi Murottal 15 responden terapi FAST dengan teknik Consecutive sampling. Sampel dihasilkan melalui G*Power versi 3.1. Tingkat kesadaran pasien diukur menggunakan instrument Glasgow Coma Scale (GCS) yang terdiri dari 3 komponen yakni respon mata, verbal dan motorik. Hasil uji Paired Sampel T-Test pada kelompok FAST diperoleh nilai p < 0.005 dengan nilai mean sebelum 7.40 dan nilai mean sesudah meningkat menjadi 8.67 membuktikan bahwa ada perbedaan sebelum dan sesudah. Pada kelompok terapi murottal diperoleh nilai p < 0.005 dengan nilai mean sebelum 8.20 dan nilai mean sesudah menjadi 10.0 membuktikan ada perbedaan tingkat kesadaran sebelum dan sesudah. Sedangkan pada hasil uji Independent Sampel T-Test diperoleh hasil nilai p > 0.005 yang membuktikan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan tingkat kesadaran setelah diberikan FAST dan terapi murottal. Terapi FAST dan terapi murottal sama-sama dapat dijadikan terapi nonfarmakologi yang dapat membantu proses pemulihan kesadaran pada pasien stroke. Kata Kunci: Stroke, Familiar Auditory Sensory Training (FAST), Terapi Murottal, Galsgow Coma Scale (GCS), Penurunan Kesadaran
Nutritional Status Among Workers: Impact, Interventions, and Global Implications: A Systematic Review Ulva, Fadillah; Sulastri, Delmi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45682

Abstract

The nutritional status of workers significantly influences occupational health, with both undernutrition and overnutrition posing substantial global challenges. Among the employed population, poor dietary practices, food scarcity, and strenuous work circumstances contribute to anemia, obesity, and various other health complications. This systematic review aim is to aggregate data on employee nutritional status, identify effective workplace interventions, and examine the global implications of worker nutrition on public health and productivity. A comprehensive literature search was conducted by PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar with PRISMA guidelines. Papers examining dietary trends, nutritional status, and health impacts among workers published from 2015 to 2024 were included. After screening and comprehensive evaluation, ten studies met the inclusion criteria. The findings reveal a dual burden of malnutrition among employees: a significant prevalence of anemia among women and manual laborers, alongside rising rates of overweight and obesity among sedentary and night shift workers. Food insecurity and substandard nutrition quality were widespread among low-income and migrant workers. Despite long-term design and sustainability challenges, worksite nutrition interventions and educational programs demonstrated potential in altering workers' health outcomes. Employee nutrition is essential for sustaining health, enhancing productivity, and reducing health inequities. Multisectoral measures, such as modifications to the work environment, nutritional education, and the provision of healthy office lunches, are recommended. The cultivation of a productive and healthy global workforce hinges on the prioritization of public health issues, particularly the imperative to address workers' nutrition
Efektivitas Hand Held Fan Therapy Dalam Mengelola Dyspnea Pada Pasien Congestive Heart Failure Maulida , Aurani Faradila Dwi; Kristinawati , Beti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45688

Abstract

Gagal Jantung Kongestif (CHF) merupakan kondisi medis yang dapat diketahui karena adanya gangguan pada struktur dan fungsi jantung, yang berdampak pada menurunnya kemampuan ventrikel dalam memompa darah secara efektif. Gejala utama yang sering dialami oleh pasien CHF yaitu dyspnea atau rasa sesak napas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas penggunaan terapi kipas genggam sebagai salah satu pendekatan non-farmakologis dalam menangani keluhan dyspnea pada pasien CHF. Penelitian yang digunakan menggunakan desain studi kasus yang melibatkan satu orang pasien CHF dan saat ini masih dirawat di Instalasi Gawat Darurat. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara, serta penelaahan rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat dyspnea dari skala 4 menjadi 2 setelah dua kali sesi terapi kipas genggam masing-masing selama 5 menit. Selain itu, frekuensi napas menurun dari 27 kali per menit menjadi 23 kali per menit, dan kadar saturasi oksigen meningkat dari kurang dari 96% menjadi 99%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terapi kipas genggam dapat digunakan sebagai metode tambahan dalam mengatasi sesak napas pada pasien CHF.
Harmonisasi Musik dan Tari Tradisional dalam Penanganan Hipertensi dan Diabetes Melitus pada Lansia Dedu, Baltasar Serilus Sanggu; Rahayu, Feronika Evma; Amir, Nurhidayah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45702

Abstract

Penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes adalah penyebab utama kematian global yang menimbulkan tantangan signifikan di Indonesia. Komplikasinya seperti serangan jantung dan stroke diperburuk oleh penuaan. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki efektivitas terapi musik dan tari tradisional yang diselaraskan dalam mengelola tekanan darah, dan kadar gula darah pada lansia dengan hipertensi atau DM. Studi kuantitatif ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol dan pengambilan sampel yang dimaksudkan. Tekanan darah dan kadar gula diukur melalui observasi. Uji-T Sampel Berpasangan menganalisis perbedaan pra dan sesudah pengujian dalam kelompok, sedangkan Uji-T Sampel Independen membandingkan hasil antara kelompok intervensi dan kontrol. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok intervensi menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik rata-rata sebesar 13,18 (p=0,000) dibandingkan dengan 8,32 (p=0,000) pada kelompok kontrol. Untuk tekanan diastolik, kelompok intervensi menurun sebesar 5,28 (p = 0,000) berbanding 3,04 (p = 0,000) pada kontrol. Kadar gula darah menurun secara signifikan pada kelompok intervensi sebesar 30,98 (p<0,001), sedangkan kelompok kontrol menunjukkan penurunan yang tidak signifikan sebesar 3,42 (p=0,503). Ada perbedaan yang signifikan dalam tekanan sistolik antar kelompok (p<0,05), tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan dalam tekanan diastolik dan kadar gula darah (p>0,05). Kelompok intervensi mengalami penurunan sistolik yang lebih besar, meskipun kelompok kontrol menunjukkan korelasi yang lebih tinggi, dan intervensi diastolik menurun lebih banyak meskipun variasinya tinggi. Secara keseluruhan, hasil intervensi lebih baik dan signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Intervensi secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dibandingkan dengan kontrol. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam tekanan darah diastolik dan kadar gula darah antara kedua kelompok.
Eksplorasi Potensi Tanaman Lokal dalam Meredakan Gejala Inflamasi Periodontitis: Scoping Review Pertiwi, Lintang Mega; Prijaryanti, Dorisna; Indriyasari, Arini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45711

Abstract

Periodontitis merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang ditandai dengan adanya peradangan yang terjadi di jaringan periodontal, khususnya di jaringan-jaringan yang mendukung struktur gigi seperti root cementum, gingiva, periodontal ligament, dan alveolar bone. Periodontitis umumnya ditandai dengan gejala inflamasi kronis dengan peningkatan sitokin proinflamasi seperti TNF-α, interleukin (IL)-6, IL-10, and IL-17. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan jenis tanaman lokal dan kandungan dalam tanaman lokal yang mampu dimanfaatkan sebagai terapi adjuvant dalam pengelolaan periodontitis. Penelitian ini dilakukan dengan metode scoping review melibatkan sumber informasi dari ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar. Hasilnya terdapat 16 artikel ilmiah yang menunjukkan bahwa tanaman lokal memiliki potensi untuk dijadikan sebagai terapi adjuvant bagi penderita periodontitis antara lain adalah biji papaya, kulit buah naga merah, daun kelor, aloe vera, ikan lemuru, virgin coconut oil, green robusta coffee bean extract, daun Graptophyllum Pictum, daun miana ungu, kulit buah cocoa, daun binahong, curcumin, dan gingseng merah. Tanaman lokal tersebut mengandung antioksidan seperti polifenol, flavonoid, quercetin, alkaloid, xanthone, EPA dan DHA yang berpotensi meredakan inflamasi pada penderita periodontitis. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas tanaman lokal dalam meredakan inflamasi pada periodontitis.
Hubungan Pemberian Suplemen Besi pada Status Gizi Menurut TB/U Anak Stunting Usia 6-59 Bulan di Desa Tigawasa, Banjar Christiyanti, Ni Ketut Wenny
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45716

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, terutama pada usia balita. Salah satu upaya intervensi untuk menangani stunting adalah melalui pemberian suplemen zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemberian suplementasi besi terhadap peningkatan status gizi pada balita stunting usia 6–59 bulan di Desa Tigawasa, Banjar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 25 anak stunting yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan selama satu bulan pada Desember 2024 melalui wawancara kepada orang tua serta data sekunder dari catatan posyandu dan Puskesmas Banjar I. Variabel independen adalah pemberian suplemen besi, sedangkan variabel dependen adalah status gizi berdasarkan tinggi badan menurut umur (TB/U). Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 balita, sebanyak 15 anak (60%) menerima suplemen besi sesuai anjuran setiap hari selama satu bulan penuh, dan 17 anak (68%) mengalami peningkatan status gizi. Sementara itu, 10 anak (40%) tidak rutin mengonsumsi suplemen, dan hanya sebagian kecil di antaranya yang menunjukkan peningkatan status gizi. Dengan nilai p sebesar 0,04, hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pemberian suplemen besi dan peningkatan status gizi. Temuan ini memperkuat pentingnya kepatuhan dalam pemberian suplemen besi sebagai intervensi untuk memperbaiki status gizi anak stunting.
Implementasi Sistem Informasi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur suprihartini; Azainil, Azainil; Haeruddin, Haeruddin; Buhari, Muhammad Ramli; Muhlis, Muhlis
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45745

Abstract

Pengembangan sistem informasi merupakan proses menyesuaikan sistem yang memiliki tujuan merubah sistem yang telah ada sebelumnya baik secara menyeluruh maupun sekedar menambah beberapa item yang telah tersedia. Keterkaitan penggunaan teknologi dengan sistem informasi dapat memberikan kemudahan dalam melakukan aktivitas maupun bekerja. penggunaan teknologi informasi pada layanan akademik dan kemahasiswaan juga digunakan di Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur yang mampu mengembangkan sistem terpadu antar jurusan sehingga menunjang mutu bagi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur. Adapun aplikasi sistem informasi yang digunakan adalah SIP (Sitem Informasi Pendidikan). Sebelum menggunakan SIP Poltekkes menggunakan Siakad dalam proses pengimputan nilai dan KRS mahasiswa. Menu siakad sangat terbatas sehingga diperlukan pengembangan sistem informasi yang lebih komplek. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan melibatkan seluruh jurusan yang ada di Poltekkes kemenkes Kalimantan Timur, baik Program Studi D-III maupun D-IV dengan beberapa variabel yang diamati. Secara keseluruhan, implementasi SIP yang dirasakan oleh mahasiswa dan dosen selaku pengguna sistem sudah memuskan dan dilihat dari persentasi penggunaan rata- rata 97% implementasi SIP berjalan lancar dan efektif. Selain itu juga mampu meningkatkan kualitas kerja kampus, mutu pendidikan serta mampu membantu kinerja semua pihak yang bersinggungan langsung dengan kegiatan akademik kampus
Hubungan Praktik Self Care dengan Kesejahteraan Psikologis Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang Darma, Ika Yulia; Khaula, Wahna; Zaimy, Silvi; Idaman, Meldafia; Moryanda, Rury; Indriani, Silfina
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45753

Abstract

The postpartum period is a critical recovery phase for mothers that involves significant physiological and psychological changes. Inadequate adaptation during this period can affect the psychological well-being of mothers, increasing the risk of postpartum depression, baby blues, or even psychosis. One important factor contributing to maternal psychological well-being is self-care practice, which refers to the mother’s ability to care for herself independently. This study aimed to examine the relationship between self-care practices and the psychological well-being of postpartum mothers in Pasia Nan Tigo Village, within the Lubuk Buaya Public Health Center working area, Padang City. This research employed a quantitative method with a cross-sectional approach and total sampling technique. A total of 32 postpartum mothers were included in the study. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. The findings revealed that 85.7% of respondents had poor self-care practices, and most of them were at risk of psychological distress. Statistical analysis confirmed a significant relationship between self-care practices and psychological well-being (p < 0.05). This study highlights the importance of educational support and promotion of self-care practices to enhance maternal psychological health in the postpartum period.