cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Suplementasi Extra Virgin Olive Oil (EVOO) Pada Ibu Hamil Untuk Mencegah Preeklamsia Rahmawati, Wenny; Retnaningrum, Dwi Norma
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.46776

Abstract

In Indonesia, the leading cause of maternal mortality is still preeclampsia. The Indonesian Health Profile of 2023 recorded 412 cases of preeclampsia as the cause of maternal mortality. Until now, the only way to treat preeclampsia is to terminate the pregnancy. Although the cause of preeclampsia is not yet known, its pathophysiology is characterized by placental hypoperfusion and ischemia. Endothelial dysfunction, inflammatory pathways, the renin-angiotensin system (RAS), and oxidative stress are some of the factors that cause preeclampsia. Antioxidants such as extra virgin olive oil (EVOO) can help reduce oxidative stress. By examining blood pressure, urinary protein, platelets, and monocyte levels, this study attempts to determine the effectiveness of EVOO supplementation in preventing preeclampsia in pregnant women. This quasi-experimental study used a pretest and posttest design with a control group. As many as thirty pregnant women participated in this study, which was divided into treatment and control groups. During the week after delivery, the treatment group was given EVOO daily. The effectiveness of EVOO in preventing preeclampsia will be assessed by analyzing monitoring data using the T-Test. The results show that there is a significant difference in platelet levels between the treatment and control groups. EVOO helps prevent preeclampsia by stabilizing the platelet levels of pregnant women.
Hubungan Kekerasan Verbal Orang Tua dengan Kepercayaan Diri pada Remaja di SMK Negeri 1 Bangkinang Kota Tahun 2025 ramadhani, dina; Alini, Alini; Z.R, Zurrahmi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46789

Abstract

Pada tahap remaja memiliki kebutuhan untuk diakui dan diterima oleh lingkungan sekitar terutama keluarga sehingga memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan diri. Tingkat kepercayaan diri seseorang memengaruhi cara ia menilai dan menghargai dirinya sendiri. Penilaian ini terbentuk melalui interaksi dengan lingkungan, perlakuan yang diterima dari orang lain, serta komentar atau pandangan yang diberikan orang lain tentang dirinya, yang kemudian menjadi dasar untuk menilai dirinya sendiri. Rendahnya tingkat kepercayaan diri salah satunya dipengaruhi oleh penggunaan kekerasan verbal dalam mendidik anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kekerasan verbal orang tua dengan kepercayaan diri pada remaja di SMK Negeri 1 Bangkinang Kota. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dan dilakukan pada 16 hingga 30 Januari 2025 dengan jumlah sampel 91 siswa/i melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kekerasan verbal orang tua dan kepercayaan diri. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Squre. Hasil univariat menunjukan 49 responden (53,8%) mengalami kekerasan verbal ringan dan 60 responden (65,9) memiliki kepercayaan diri tinggi. Uji Chi-Squre menunjukkan ada hubungan antara kekerasan verbal orang tua dengan kepercayaan diri (P Value 0,003). Penelitian ini diharapkan menjadi sumber informasi/pengetahuan mengenai indikasi kepercayaan diri. Kata Kunci: Kekerasan Verbal Orang Tua, Kepercayaan Diri, Remaja
Integrasi Sistem Informasi Kesehatan dan Jaringan Dukungan Teman Sebaya untuk Pencegahan Anemia pada Remaja: Literature Review Khoufah, Lilik; Susmiati, Susmiati; Winarti, Eko
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46793

Abstract

Anemia remains a major nutritional problem among global adolescents with prevalence reaching 32% in adolescent girls and 12% in adolescent boys. Traditional anemia prevention approaches face challenges of low compliance and limited reach, while adolescents as digital natives are more responsive to technology-based interventions and peer support. Objective: To synthesize articles on the integration of health information systems and peer support networks in adolescent anemia prevention to identify effective and sustainable models. Narrative literature review of English-language articles (January 2014-June 2025) from PubMed/MEDLINE, Scopus, and Web of Science databases. Inclusion criteria encompassed studies on adolescents (10-19 years) addressing anemia prevention through health information systems and/or peer counseling. Thematic analysis was conducted to identify effective integration patterns. Nine articles demonstrated that digital interventions through mobile applications and platforms like WhatsApp significantly improved adolescents' knowledge, iron supplementation compliance, and hemoglobin levels. Peer support proved effective in reducing anemia prevalence through direct supervision and community-based education. Integrative models combined technological advantages in accessibility with social network strengths in driving behavioral change. Integration of digital health information systems with peer support networks provides significant positive impact in adolescent anemia prevention. This approach offers innovative solutions that address limitations of conventional interventions by leveraging adolescents' communication preferences and social dynamics. Keywords: adolescent anemia, health information systems, peer support, mHealth, anemia prevention
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Penanganan Temper Tantrum Pada Anak Berkebutuhan Khusus Jiu, Cau Kim; Faisal, Faisal; Fionita, Fan; Anto, Ambo; Patiku, Yudit
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46800

Abstract

Anak berkebutuhan khusus memiliki risiko yang lebih besar mengalami tantrum akibat ketidakmampuan dalam berkomunikasi dan mengontrol emosi. Tingkat pengetahuan ibu mengenai temper tantrum pada anak berkebutuhan khusus memegang peranan penting terhadap penanganan perilaku temper tantrum pada anak. Penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan penanganan temper tantrum pada anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 55 ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus di salah satu Sekolah Luar Biasa yang ada di Kota Pontianak dengan tehnik pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Analisis statistik menggunakan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan cukup tentang temper tantrum yaitu 29 responden (52,7%), pengetahuan baik 9 responden (16,4%) dan pengetahuan rendah 17 responden (30,9%). Penanganan tantrum pada anak berkebutuhan khusus sebanyak 38 responden (69,1%) menggunakan penanganan positif dan 17 responden (30,9%) menggunakan penanganan negatif. Berdasarkan hasil uji rank spearman diperoleh nilai p value = 0,001 (p value < 0,05) artinya hipotesis alternatif (Ha) diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan penanganan temper tantrum pada anak berkebutuhan khusus. Orang tua perlu meningkatkan pengetahuan dengan cara mencari informasi dari berbagai sumber seperti konsultasi pada tenaga Kesehatan dan berdiskusi dengan sesama orang tua agar dapat memberikan penanganan yang positif pada anak sesuai dengan kondisi anak.
Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Derajat Dry Eye Syndrome Meida, Nur Shani; Novitasari, Lathifah Hasna
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46801

Abstract

Dry Eye Syndrome (DES) merupakan gangguan multifaktorial pada permukaan mata yang sering terjadi pada pasien dengan Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama menderita DM Tipe 2 dengan derajat keparahan DES. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 39 responden Prolanis di Klinik Prima Medika Kabupaten Jepara. Data diperoleh melalui rekam medis untuk lama menderita DM Tipe 2 dan kuesioner Ocular Surface Disease Index (OSDI) untuk menilai derajat DES. Hasil uji Spearman menunjukkan hubungan signifikan yang kuat dan searah antara lama menderita DM Tipe 2 dengan derajat keparahan DES (p < 0,001; r = 0,604). Faktor usia, jenis kelamin, dan kadar HbA1c yang tidak terkontrol juga menunjukkan hubungan signifikan terhadap derajat DES. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin lama seseorang menderita DM Tipe 2, maka semakin tinggi risiko mengalami DES dengan tingkat keparahan yang lebih berat. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya skrining rutin gejala mata kering pada pasien DM, khususnya mereka yang berusia lanjut, perempuan, dan dengan kontrol glikemik yang buruk. Peran tenaga kesehatan, terutama perawat dalam program Prolanis, sangat penting dalam upaya deteksi dini dan edukasi terkait pencegahan komplikasi okular pada pasien diabetes.
PENGAPengaruh Mindfulness-Based Art Therapy (Mbat) Terhadap Tingkat Kecemasan Akademik pada Anak Smpn 11 PadangRUH MINDFULNESS-BASED ART THERAPY (MBAT) TERHADAP TINGKAT KECEMASAN AKADEMIK PADA ANAK SMPN 11 PADANG Ayunda, Dinda; Mailita, Weni; Arianti, Diana; Ifayanti, Titin
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan akademik pada remaja merupakan masalah kesehatan mental yang semakin mengemuka, terutama pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tengah menjalani masa transisi pendidikan. Salah satu pendekatan intervensi yang dinilai efektif dalam mengatasi kecemasan ini adalah Mindfulness-Based Art Therapy (MBAT), yaitu terapi seni berbasis kesadaran penuh yang menyentuh aspek emosional, kognitif, dan fisiologis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh MBAT terhadap penurunan tingkat kecemasan akademik siswa kelas VII SMPN 11 Kota Padang. Penelitian dilakukan menggunakan desain pre-eksperimental dengan one group pre-test and post-test design, selama Desember 2024 hingga Mei 2025. Jumlah sampel sebanyak 30 siswa dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Academic Anxiety Scale for Children (AASC). Intervensi MBAT dilakukan dalam 6 sesi selama 3 minggu. Hasil analisis data menggunakan uji t berpasangan menunjukkan adanya penurunan signifikan skor kecemasan akademik, dari rata-rata 70,52 (pre-test) menjadi 58,05 (post-test), dengan nilai t = 11,08 dan p = 0,001. Hasil ini menegaskan bahwa MBAT efektif menurunkan tingkat kecemasan akademik siswa. Efektivitas MBAT didukung oleh mekanisme neurofisiologis (penurunan hormon stres) dan psikologis (regulasi emosi), serta fleksibilitasnya untuk diterapkan di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, MBAT direkomendasikan sebagai intervensi psikososial yang dapat diintegrasikan dalam program bimbingan konseling sekolah untuk meningkatkan kesehatan mental remaja secara holistik.
Analisis Faktor Sanitasi Lingkungan dan Perilaku Penghuni Terhadap Keberadaan Tikus di Permukiman Padat Kota Batam Hengky Oktarizal; Pramawati, Anita; Aminah, Nurdia Putri; Khairunnisa, Diandra; Zyahrul, Mohdan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46809

Abstract

Keberadaan tikus dapat dipengaruhi dari kondisi sanitasi lingkungan rumah yang Perilaku penghuni rumah yang dapat menyebabkan keberadaan tikus. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah Dan Perilaku Penghuni Rumah Dengan Keberadaan Tikus di Kampung Agas RW 04 RT 01 Kota Batam Tahun 2024.Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah dan Perilaku Penghuni Rumah dengan Keberadaan Tikus. Sampel penelitian adalah seluruh warga di Kampung Agas RT 01 yang berjumlah 100 responden. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling. Hasil analisis uji Chi Square menunjukkan bahwa adanya hubungan pencahayaan dengan keberadaan tikus (p value = 0,021), kondisi tempat pembuangan sampah dengan keberadaan tikus (p value = 0,002), kondisi saluran pembuangan air limbah (SPAL) dengan keberadaan tikus (p value = 0,027), perilaku penghuni rumah dengan keberadaan tikus (p value = 0,007). Kesimpulan dari penelitian terdapat hubungan antara sanitasi lingkungan rumah dan perilaku penghuni rumah dengan keberadaan tikus. Saran dari hasil penelitian ini diharapkan masyarakat lebih memperhatikan sanitasi lingkungan sekitar dan mengurangi kebiasaan yang dapat mengundang keberadaan tikus.
The Role Of Running Water Availability And Infection Prevention And Control Training In Enhancing Healthcare Workers' Practices: A Systematic Literature Review And Meta-Analysis Iing, Iing; Mariawati, Ade Sri; Anulus, Ayu
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46811

Abstract

Abstract Background: Infection prevention and control training and access to running water are essential components of infection prevention. However, gaps in their implementation have been linked to suboptimal practices among healthcare workers, highlighting the need for improved training programs and infrastructure to mitigate infection risks globally. Aim: The objective of this systematic review was to assess the role of running water availability and infection prevention and control training in enhancing healthcare workers' practices. Methods: A systematic review analyzed studies (2014–2024) on running water availability and infection prevention and control training's impact on healthcare workers' practices. A random-effects model calculated adjusted odds ratios, with heterogeneity and publication bias assessed using forest and funnel plots, respectively, highlighting the importance of these factors in improving infection prevention practices. Results: We analyzed 171 abstracts, selecting 10 studies (7 on infection prevention and control training, 5 on running water) with a total of 3,818 healthcare workers. Infection prevention and control training improved good practices (AOR = 2.26; 95%CI = 2.01–2.53). Access to running water also enhanced practices (AOR = 1.96; 95%CI = 1.53–2.50). Publication bias was not significant. Discussion: Infection prevention and control training and running water access significantly improve healthcare workers’ practices. Healthcare facilities should implement mandatory infection prevention and control training and ensure access to running water to enhance infection prevention practices, particularly in resource-limited settings. Further research is needed to address publication bias and assess long-term outcomes.
Hubungan Peran Pemantauan Pengawas Minum Obat (PMO) dengan Peningkatan Kualitas Hidup Pasien TB Paru di Puskesmas Sentosa Baru Tahun 2024 Dakhi, Setiawati; Sihombing, Yosefhine Christine; Alfurqan, Alfurqan; Gori, Putra Jaya; Sunarti, Sunarti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46836

Abstract

Tuberkulosis atau TBC salah satu penyakit menular, juga dikenal sebagai TB paru akibat Mycobacterium tuberculosis dan hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan di era global. TBC menjadi salah satu penyumbang kematian terbanyak ke 2 di dunia sesudah COVID-19 tahun 2022 terutama negara dengan pendapatan minim dan menengah. Tujuan: Penelitian ini dilakukan guna mengetahui Hubungan Peran Pemantauan Pengawas Minum Obat dengan Peningkatan Kualitas Hidup Pasien TB Paru di Puskesmas Sentosa Baru. Metode: Penelitian yang digunakan ialah penelitian kuantitatif, dirancang dengan menggunakan korelasi dan non eksperimen. Populasi pasien TB berdasarkan data di Puskesmas Sentosa Baru sebanyak 412 orang. Sampel dalam penelitian ini melibatkan 40 responden yang dipilih memakai metode Non Probability Sampling yaitu dengan teknik purposive sampling. Hasil: Berdasarkan analisis statistik dengan uji chi-square menunjukkan nilai p sebesar 0,000 < 0,05, artinya bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan ini, maka dapat disimpulkan bahwa, adan hubungan signifikan antara peran pemantauan Pengawas Minum Obat (PMO) dengan peningkatan kualitas hidup pasien TB Paru di Puskesmas Sentosa Baru Kota Medan Tahun 2024.
Pengaruh Pemberian Edukasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Keluarga Tentang Aktivitas Fisik Untuk Lansia Pertiwi, Gracia Herni; Sastrini, Yovita Erin
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46838

Abstract

Kontribusi terbesar dalam menjamin aktifitas fisik lansia terpenuhi secara optimal adalah kemampuan dari keluarga sebagai pengasuh utama dalam membantu lansia melaksanakan aktifitas fisiknya secara rutin setiap hari. Kurangnya pengetahuan keluarga akan pentingnya manfaat dari aktifitas fisik dan jenis aktifitas fisik apa yang sebaiknya dilakukan sesuai dengan usia lansia menjadi salah satu faktor terjadinya perilaku hidup menetap atau kurang aktif di kalangan lansia yang menyebabkan berbagai gangguan penyakit pada lansia. Masalah ini dapat dicegah dan dikontrol dengan cara memberikan edukasi kepada kelurga yang memiliki tanggung jawab merawat anggota keluarganya yang telah usia lanjut tentang bagaimana menerapkan pola hidup sehat dengan melakukan aktivitas fisik/latihan fisik secara benar dan teratur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan keluarga tentang aktivitas fisik untuk lansia. Jenis penelitian ini adalah quasy experimental menggunakan rancangan one group pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil analisis Wilcoxon menunjukkan adanya perubahan pengetahuan yang bermakna antara perlakuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi tentang aktivitas fisik untuk lansia dengan hasil uji signifikan p-value (0.000) < 0.05