cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Developing Support System Terhadap Tingkat Stress Menghadapi Skripsi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Anggraeni, Feny Dwi; Permatasari, Eka Diana; Widodo, Yessy Pramita; Setyaningrum, Ikawati; Irawan, Deni; Widyantoro , Wisnu; Hidayat, Firman; Salamah, Umi; Pamungkas, Agung Laksana Hendra
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51560

Abstract

Stress pada mahasiswa tingkat akhir dalam proses mengerjakan skripsi dapat berdampak buruk terhadap fisik dan psikologis. Dukungan sosial perlu diberikan pada mahasiswa untuk mengurangi tingkat stres. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh developing support system terhadap tingkat stres mahasiswa. Pada penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pre-post test without control group. DSS diberikan dengan cara berbentuk group dan memberikan motivasi kepada mahasiswa. Tingkat stres di ukur menggunakan kuesioner the dominant scale of stress in thesis writing yang telah dimodifikasi oleh peneliti. Responden pada penelitian ini berjumlah 65 mahasiswa tingkat akhir yang mengerjakan skripsi. Analisis data di lakukan secara univariat dan bivariat dengan uji paired t-test. Hasil dari penelitian ini adalah sebelum diberikan DSS adalah tingkat stres mahasiswa di tingkat rendah (1,5%), sedang (92,3%) dan tinggi (6,2%). Setelah di lakukan DSS tingkat stres mahasiswa menjadi rendah (15,4%) dan sedang (84,6%). Tingkat stres pada mahasiswa dipengaruhi oleh tanggung jawab baru untuk menyelesaikan tugas akhir tepat waktu, merasa bingung menentukan topik dan kurangnya persiapan sebelumnya. DSS dapat menurunkan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir dalam mengerjakan skripsi. Kata Kunci: developing support system, stress, mahasiswa tingkat akhir, tugas akhir skripsi.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Burnout Syndrome pada Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit: A Systematic Review Rahmah, Sarah Maulida; Houghty, Grace Solely
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51618

Abstract

Burnout syndrome is a serious occupational health problem among hospital healthcare workers and affects the quality of healthcare services. This study aimed to identify and analyze factors influencing burnout syndrome among healthcare workers in hospitals through a systematic review. The research method followed the PRISMA 2020 guidelines with literature searches on PubMed, Scopus, and ProQuest databases. Of the 755 articles identified, 12 articles met the inclusion criteria and were analyzed. Results showed burnout prevalence ranging from 15.1% to 62%, with emotional exhaustion as the dominant component. Factors influencing burnout were categorized into five groups: (1) workload and shift work, with high workload and night shifts increasing burnout risk; (2) social support and good interpersonal relationships functioning as protective factors; (3) job satisfaction and adequate rewards reducing burnout risk; (4) demographic and personal factors such as age, gender, education, and lifestyle; (5) organizational factors including value conflicts, workplace violence, and resource constraints. Comprehensive multi-level interventions encompassing individual, interpersonal, and organizational strategies are needed to prevent and address burnout among healthcare workers in hospitals.Keywords: burnout syndrome, healthcare workers, hospital, risk factors
The Effect Evaluation Of Health Promotion Strategies In Reducing Stunting Incidence Based The Precede-Proceed Model At Upt. Puskesmas Terjun Medan City Wardiah, Astari; Girsang, Ermi; Nasution , Sri Lestari Ramadhani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51652

Abstract

Pendahuluan: Stunting menjadi salah satu indikator penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Prevalensi stunting di Provinsi Sumatera Utara tercatat sebesar 22% pada tahun 2024, meningkat 3,1% dibandingkan tahun sebelumnya. UPT. Puskesmas Terjun mencatatkan jumlah anak stunting tertinggi di Kota Medan dengan 23 balita pada Juni 2024. Tujuan: Mengevaluasi strategi promosi kesehatan dalam upaya penurunan kejadian stunting di UPT. Puskesmas Terjun Kota Medan berdasarkan PRECEDE-PROCEED Model. Metode: Penelitian kualitatif dengan metode Rapid Assessment Procedure (RAP). Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen terhadap tujuh informan kunci yang terdiri dari kepala puskesmas, tenaga promosi kesehatan, tenaga gizi, kader posyandu, dan keluarga balita. Analisis data dilakukan secara tematik dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil: Pada fase PRECEDE, faktor predisposisi seperti pengetahuan dan perilaku gizi keluarga masih menjadi tantangan utama. Faktor penguat berasal dari dukungan kader dan keluarga, sedangkan faktor pendukung meliputi dukungan pemerintah dan fasilitas kesehatan. Pada fase PROCEED, strategi promosi kesehatan telah dilaksanakan melalui penyuluhan, kunjungan rumah, dan media edukatif sederhana. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dan koordinasi lintas sektor masih menjadi kendala. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi kesehatan di UPT. Puskesmas Terjun Kota Medan telah efektif dalam menurunkan angka stunting. Pengetahuan dan perilaku gizi keluarga yang masih terbatas menjadi tantangan utama, sementara dukungan dari kader, keluarga, dan fasilitas kesehatan menjadi kekuatan utama. Kegiatan seperti penyuluhan dan kunjungan rumah mampu meningkatkan kesadaran masyarakat meskipun terdapat keterbatasan sumber daya
The Effect of Health Promotion Strategies and Multisectoral Collaboration on the Effectiveness of Tuberculosis Control in the Puskesmas Helvetia Medan Area Ginting, Cyintia; Girsang, Ermi; Nasution, Sri Lestari Ramadhani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51653

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TBC) tetap menjadi tantangan besar dalam bidang kesehatan masyarakat global, termasuk di Indonesia. Pengendalian TBC yang efektif memerlukan tidak hanya intervensi medis, tetapi juga strategi promosi kesehatan yang kuat dan kolaborasi multisektor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak strategi promosi kesehatan dan kolaborasi multisektor terhadap efektivitas pengendalian TBC di Medan, khususnya di wilayah Puskesmas Helvetia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei potong lintang. Data dikumpulkan dari 135 responden, termasuk pasien TBC, petugas kesehatan, dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam program pengendalian TBC. Kuesioner terstruktur digunakan untuk mengumpulkan data mengenai strategi promosi kesehatan, kolaborasi multisektor, dan efektivitas pengendalian TBC. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa strategi promosi kesehatan, terutama pesan kesehatan yang jelas dan relevan secara budaya, secara signifikan meningkatkan kepatuhan pengobatan dan kesadaran masyarakat. Kolaborasi multisektor, terutama keterlibatan sektor pemerintah dan komunitas, sangat penting dalam meningkatkan hasil pengendalian TBC. Efektivitas pengendalian TBC berhubungan positif dengan promosi kesehatan dan kolaborasi multisektor. Kesimpulan: Promosi kesehatan dan kolaborasi multisektor merupakan komponen vital dalam pengendalian TBC yang efektif. Pendekatan terintegrasi yang menggabungkan kedua elemen ini dapat secara signifikan meningkatkan keberhasilan program TBC, yang mengarah pada hasil pasien yang lebih baik dan penghapusan penyakit jangka panjang.
Peran Mikrobiom pada Sifilis Benedikta Lauda; Murastami, Ammarilis
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51681

Abstract

Syphilis is a chronic sexually transmitted infection caused by Treponema pallidum, which can progress to neurosyphilis when it affects the central nervous system. Recently, the role of the human microbiome, the community of microorganisms living in the body has gained attention in understanding the pathogenesis of syphilis. The genital microbiota, particularly those dominated by Lactobacillus, help maintain mucosal balance and protect against infection. Imbalance in the microbiota, or dysbiosis, such as a decrease in Lactobacillus and an increase in anaerobic bacteria like Prevotella and Gardnerella, has been shown to raise the risk of sexually transmitted infections, including HIV and syphilis. In women, Lactobacillus maintains an acidic vaginal pH and suppresses inflammation, while the dominance of anaerobic bacteria can trigger proinflammatory cytokine production that promotes pathogen colonization. In men, a penile microbiota rich in anaerobes has also been linked to a higher risk of infection. Recent studies suggest that alterations in the gut microbiota may contribute to the progression of neurosyphilis, with increased Akkermansia levels associated with immune activation and inflammation. The complex interaction between the microbiome, immune system, and T. pallidum influences disease progression and treatment response. A deeper understanding of this relationship may lead to new strategies for preventing and managing syphilis..
Perawatan Ibu Postpartum dengan Pemanfaatan Tumbuhan Herbal Sesuai Kebiasaan Masyarakat di Kota Lhokseumawe Yusri, Yusri; Mariyati, Mariyati; wahyuni, Liza
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51683

Abstract

The utilization of herbal plants in postpartum care is rooted in familial and hereditary traditions and is believed to expedite the recovery process. Local customs support the use of these herbal plants as a cost-effective, readily accessible, and culturally familiar alternative for postpartum care, aimed at enhancing women's health. This study aims to investigate the utilization of herbal plants during the postpartum period. Employing a qualitative methodology, the study was conducted in the city of Lhokseumawe, utilizing a phenomenological approach. Data collection was executed through in-depth interview techniques, and data analysis was performed using content analysis. Respondents were selected using snowball sampling techniques. The primary data processing and analysis revealed six key themes, namely: purposes for utilizing herbal plants, varieties of plants utilized, sources of processing, benefits, adverse effects, and providers of the medicinal herbs treatment. The use of herbal plants during the postpartum period can provide great benefits if managed wisely and correctly. Recommendations for health professionals include providing counseling on the use of herbal plants.
The Relationship Between Serum Calprotectin Levels and Severity in Myasthenia Gravis Patients at Dr. M. Djamil Hospital Padang Lestari, Novia Riza; Susanti, Lydia; Syafrita, Yuliarni; Susanti, Restu; Bestari, Reno; Sutia, Dedi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51684

Abstract

Myasthenia Gravis (MG) is an autoimmune disorder characterized by skeletal muscle weakness resulting from impaired neuromuscular transmission, primarily caused by autoantibodies directed against acetylcholine receptors. Excessive immune activation in MG triggers the release of inflammatory mediators, one of which is calprotectin — a protein complex of S100A8/A9 that is released by neutrophils and monocytes during the inflammatory process. Elevated levels of calprotectin have been reported in various autoimmune diseases; however, the relationship between serum calprotectin concentration and disease severity in MG, based on the Myasthenia Gravis Foundation of America (MGFA) classification, has not been extensively investigated. The objective of this study was to determine the association between serum calprotectin levels and disease severity in patients with MG. This study employed a cross-sectional design involving 23 MG patients receiving treatment at Dr. M. Djamil Hospital, Padang, from May to July 2025. Serum calprotectin levels were measured using the ELISA method, while MG severity was assessed using the MGFA scoring system. Statistical analyses were performed using SPSS version 27.0, with a significance level set at p < 0.05. The results of this study showed that serum calprotectin levels in patients with Myasthenia Gravis (MG) tended to be higher than in the healthy population; however, there was no significant association with the Myasthenia Gravis Foundation of America (MGFA) severity classification (p = 0.276).
Effectiveness of Nurse-Led mHealth on Self-Efficacy and Adherence Hemodialysis Patients: A Systematic Review Serengga, I Made Dwi Budhiasa Ari; Widyawati, Ika Yuni; Kurnia, Iqlima Dwi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51717

Abstract

ABSTRACT Introduction:. Hemodialysis patients with end-stage renal disease (ESRD) often experience low self-efficacy and poor adherence to treatment regimens, which negatively affect their health outcomes and quality of life. Conventional education methods have shown limited effectiveness in sustaining behavioral change. Nurse-led mobile health (mHealth) interventions provide an innovative approach that combines nursing expertise, behavioral theory, and digital technology to enhance self-efficacy and long-term adherence. Methods: This systematic review followed the PRISMA 2020 guidelines and included studies published between 2019 and 2025 from four databases: Scopus, PubMed, ProQuest, and Web of Science. Eligible studies examined nurse-led mHealth interventions aimed at improving self-efficacy and adherence among adult hemodialysis patients. The methodological quality of the included studies was evaluated using the JBI critical appraisal tools. Results: Fourteen studies met the inclusion criteria, comprising randomized controlled trials and quasi-experimental designs. Nurse-led mHealth interventions were delivered through mobile applications, telehealth platforms, and instant messaging systems, demonstrating consistent improvements in self-efficacy, adherence, and clinical indicators. Interventions guided by the FITT (Frequency, Intensity, Time, Type) framework and behavioral theories such as the Health Belief Model, Self-Efficacy Theory, and Transtheoretical Model achieved the most sustainable outcomes. Conclusions: Nurse-led mHealth interventions effectively improve self-efficacy and adherence among hemodialysis patients. Integrating behavioral theory, optimized digital dosage, and nursing leadership represents a scalable strategy to strengthen chronic disease management and patient empowerment in contemporary nursing practice. Keywords: Adherence, HBM , Health Education, Self-management, Self-efficacy
Analisis Asuhan Keperawatan dengan Intervensi Kangaroo Mother Care (KMC) pada Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Terhadap Kenaikan Berat Badan dan Stabilisasi Suhu Tubuh Di Ruang Perinatologi Cahyani, Annisa; Jansen, Susiana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51772

Abstract

Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai gangguan, seperti ketidakstabilan suhu tubuh dan peningkatan berat badan yang lambat akibat belum matangnya organ serta minimnya cadangan lemak tubuh. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan khusus untuk membantu menjaga stabilitas suhu tubuh dan mendukung pertumbuhan bayi. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang efektif untuk mempertahankan suhu tubuh dan meningkatkan berat badan adalah Kangaroo Mother Care (KMC). Metode ini melibatkan kontak kulit langsung antara ibu dan bayi sehingga memberikan kehangatan alami serta menstimulasi pertumbuhan bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektivitas penerapan KMC terhadap peningkatan berat badan dan kestabilan suhu tubuh pada bayi BBLR. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus terhadap dua bayi BBLR yang dirawat di ruang perinatologi. Intervensi KMC dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi satu jam setiap sesi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan pencatatan berat badan serta suhu sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan berat badan dan kestabilan suhu tubuh setelah penerapan KMC. Intervensi ini direkomendasikan sebagai praktik keperawatan rutin untuk mendukung pertumbuhan bayi BBLR di ruang perinatologi. Kata Kunci: Kangaroo Mother Care, BBLR, berat badan, suhu tubuh
Pengaruh Jus Buah Delima (Punica granatum) sebagai Agen Antioksidan pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Larutan Complete Freund’s Adjuvant (CFA) melalui Jalur Penurunan Kadar Malondialdehid (MDA) Rishardy, Shayla Kokomi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51842

Abstract

Inflamasi kronis berkontribusi pada berbagai penyakit degeneratif, sehingga diperlukan terapi alternatif berbasis antioksidan alami. Buah delima (Punica granatum) kaya akan polifenol, flavonoid, dan tanin yang memiliki potensi antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jus buah delima terhadap kadar malondialdehid (MDA) sebagai penanda stres oksidatif pada tikus Wistar jantan yang diinduksi Complete Freund’s Adjuvant (CFA). Penelitian eksperimental menggunakan rancangan post-test only control group design dengan empat kelompok: kontrol negatif (K–), kontrol positif (K+), serta dua kelompok perlakuan (P1: 16,7% jus delima; P2: 33,3% jus delima). Jus diberikan secara oral selama 28 hari. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk dan Levene untuk uji normalitas dan homogenitas, dilanjutkan dengan ANOVA satu arah dan uji post hoc LSD atau uji non-parametrik Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney U jika data tidak normal. Hasil menunjukkan bahwa kadar MDA tertinggi terjadi pada K+, sedangkan P1 dan P2 mengalami penurunan signifikan (p<0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa jus delima efektif menurunkan stres oksidatif melalui penghambatan peroksidasi lipid, mendukung potensinya sebagai agen terapeutik alami dalam manajemen inflamasi.