cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran Kolostrum Ibu Nifas Ratih Septiana Arpen; Elwitri Silvia; Dina Ayuning Tyas; Dewi Asmawati; Rika Armalini; Metta Julita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53055

Abstract

Colostrum is the first essential fluid for newborns because it contains antibodies, immunoglobulins, and essential nutrients that function to enhance the infant’s immune system. However, in some postpartum mothers, the release of colostrum is often delayed due to insufficient stimulation of the hormone oxytocin, which plays a key role in the let-down reflex. Oxytocin massage is one of the non-pharmacological methods that can increase oxytocin stimulation and thereby accelerate colostrum release. This study aimed to determine the effect of oxytocin massage on colostrum release among postpartum mothers. This research employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest with control group approach. The sample consisted of postpartum mothers who met the inclusion criteria, selected using purposive sampling. The measurement of colostrum release was conducted by observing the time of the first colostrum appearance after the intervention. Data were analyzed using statistical tests such as the t-test or Mann–Whitney, depending on the data distribution. The results showed a significant difference in the time of colostrum release between the group that received oxytocin massage and the control group, with a p-value < 0.05. Postpartum mothers who received oxytocin massage experienced earlier colostrum release compared to those who did not receive the intervention. In conclusion, oxytocin massage has a significant effect on accelerating colostrum release among postpartum mothers. It is recommended that healthcare providers implement oxytocin massage as a complementary intervention to enhance the success of early breastfeeding initiation (EBI) and support adequate breast milk production during the postpartum period.
Faktor Pendukung dan Hambatan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit: Scoping Review Benita Edgina; Hanifa Maher Denny; Septo Pawelas Arso
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan terhadap penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di rumah sakit. Metode Penelitian ini menggunakan desain scoping review yang disusun berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses Extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR), dengan tujuan untuk memetakan secara komprehensif berbagai faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit. Hasil: Review jurnal menunjukkan bahwa penerapan K3 di rumah sakit dipengaruhi oleh sikap dan pengetahuan tenaga kesehatan, ketersediaan APD, serta dukungan manajemen melalui pelatihan, penyuluhan, dan pemantauan. Berbagai potensi risiko seperti jatuh, tersandung, tersengat listrik, hingga gangguan keamanan masih ditemukan sehingga diperlukan pengendalian risiko yang tepat serta sosialisasi dan pemeriksaan berkala. Meskipun beberapa rumah sakit telah menerapkan sistem K3, pelaksanaannya belum optimal, terutama karena kendala seperti pandemi COVID-19. Faktor organisasi, lingkungan kerja, dan karakteristik individu juga berperan namun masih kurang diperhatikan, terlihat dari minimnya pelaporan kecelakaan kerja. Perbaikan pelaporan dan penguatan komitmen manajemen diperlukan untuk meningkatkan efektivitas K3 di rumah sakit. Kesimpulan: Terdapat pengaruh variabel pengetahuan, sikap, masa kerja, ketersediaan fasilitas, dan dukungan pimpinan terhadap penerapan K3RS
Peran Minuman Fungsional Berbasis Daun Ubi Jalar Pada Remaja Putri dengan Anemia di Lokus Stunting Entin Jubaedah; Suratmi Suratmi; Moh. Hisyam Hermawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53064

Abstract

Introduction: Functional drink is a functional food. As functional food, functional drinks must of course fulfill two main functions, namely providing nutritional intake and sensory satisfaction such as good taste and good texture. Sweet potato production in Indonesia from year to year has increased in 2014 production of 2,382,658 tons, slightly decreased in 2015 which amounted to 2,297,634 tons West Java Province is the largest sweet potato cultivator in Indonesia.. Sweet potato leaves can be used to increase the level of Fe will maintain the life of mice with anemia and increase Hb levels of pregnant women. Purpose: The aims of this research is to find out the effectiveness and role of sweet potato leaf-based functional drinks in adolescent girls with anemia as the first step in stunting prevention in Cirebon City Method: This study will use a Quasi Experiment design with a pretest-posttest control design approach. This design was chosen to measure the effectiveness of a functional drink intervention based on sweet potato leaves on increasing hemoglobin levels and nutritional status in adolescent girls with anemia at the stunting locus at the PONED Sitopeng Health Center Result: This functional drink formulation provides a contemporary taste and increases the content of vitamins and minerals. Fermentation of beverages also produces high levels of polyherorols, reaching 166 mg/L and 223 mg/L, Vitamin B6 as much as 0.07 mg, Vitamin C (3.7 mg), Magnesium (3.6 mg), Zinc (0.40 mg), Iron (0.92 mg) and Calcium (4.13 mg). Based on the results of the analysis, the comparison of the median Hb level of adolescent girls before the intervention was 11 and after the intervention was 14.8 and the p value was < 0.001, which means that statistically there is a significant difference between Hb before the intervention and after the intervention. Conclusion: Statistically, there was a median difference between Hemoglobin (Hb) levels before the intervention and after the intervention. The results of the study provide an idea that functional drinks made from sweet potato leaves are able to increase Hemoglobin (Hb) levels, so functional drinks based on sweet potato leaves are important to support the reduction of stunting.
Analisis Pelepasan Ion Fluorida Dari Resin Komposit Flowable Setelah Direndam Dalam Susu UHT Afrida Nurmalasari; Rakhmalita Arlini; Maria Luizinha Toto; Samantha Lay Dos Santos; Iriana Fitiariski; Erwin Gunawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53078

Abstract

Abstrak Upaya preventif dapat dilakukan, untuk mencegah terjadinya karies gigi pada anak, yaitu dengan aplikasi fissure sealant. Salah satu bahan sealant adalah resin komposit flowable, yang memiliki viskositas rendah dan memiliki kandungan fluorida dalam filler. Kandungan fluorida dapat mencegah proses demineralisasi karies gigi. Pelepasan ion fluorida dapat dipengaruhi keasaman pH larutan. Keadaan rongga mulut dengan pH yang rendah, menyebabkan bahan restorasi melepaskan ion fluorida lebih besar, dibandingkan pada keadaan pH yang tinggi. Susu UHT merupakan salah satu susu yang sering dikomsumsi oleh masyarakat. Kandungan asam susu UHT dapat menyebabkan suasana asam rongga mulut, dan mempengaruhi pelepasan ion fluorida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar pelepasan ion fluorida, dari resin komposit flowable pada perendaman susu UHT. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental labratoris dengan true experimentaldesign, dengan type posttest control group design. Penelitian ini terdiri dari lima kelompok perlakuan, yang terdiri dari kelompok perendaman 6 jam dan 12 jam susu UHT, serta 6 jam dan 12 jam aquades, dan kelompok kontrol tanpa perendaman (masing-masing kelompok n=5). Data dianalisis dengan uji Kruskall Wallis dengan nilai p=0,000. Pada uji Mann Whitney, terdapat perbedaan yang bermakna pada kelompok perendaman susu UHT 6 jam dan 12 jam. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa terdapat pengaruh perendaman susu UHT, terhadap kadar pelepasan ion fluorida dari resin komposit flowable. Kata kunci : Pelepasan ion fluorida; Resin komposit flowable; Susu UHT. Abstract Preventive measures can be carried out, to prevent the occurrence of dental caries in children, which is the application of fissure sealants. One of the sealant material is flowable composite resin, which has a low viscosity and have a fluoride content of the filler. The content of fluoride can prevent demineralization of dental caries. Fluoride ion release can be influenced by the acidity of pH. The state of the oral cavity with a low pH, causes the restorative material releases fluoride ions is greater, than in the state of high pH. UHT milk is a milk which is often consumed by people. UHT milk acid content can lead to the acid environment of the oral cavity, and affects the release of fluoride ions. This study aims to determine the levels of fluoride ion release, from the flowable composite resin immersion UHT milk. This type of research is ekspermental labratoris with true experimental design, with type posttest control group design. This study consists of five treatment groups, consisting of a group of immersion 6 hours and 12 hours of UHT milk, and 6 hours and 12 hours of distilled water, and a control group without immersion (each group n = 5). Data were analyzed with the Kruskall Wallis test with p = 0.000. In Mann Whitney test, there were no significant differences in the immersion group UHT milk 6 hours and 12 hours. The conclusion of this study, that there are significant soaking UHT milk, to high levels of fluoride ion release of flowable composite resin. Keywords: Flowable composite resin, Fluoride ion release, UHT milk.
Evaluasi Program Penanganan Stunting Di Desa Kessing Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng Sapriana Sapriana; Nurhardianti Nurhardianti; Akbar Akbar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53083

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang berhubungan dengan gizi balita di negara ini. Balita yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, menjadi lebih rentan terhadap penyakit, dan di masa depan dapat beresiko menurunnya tingkat produktivitas. Di Desa Kessing balita yang mengalami stunting menunjukkan adanya penurunan dari tahun sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana pelaksanaan dan kendala terhadap program penanganan stunting di Desa Kessing, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian berjumlah tujuh orang. Teknik pengambilan data menggunakan wawacara mendalam terhadap seluruh informan, observasi, survei dan riset kepustakaan. Hasil penelitian didapatkan bahwa penanganan stunting sudah berjalan optimal. Terdapat enam program yang telah dilaksanakan, meliputi: sosialisasi, pelaksanaan PMT, pemenuhan gizi bagi ibu hamil, program ASI eksklusif, dan pemberian vitamin A. Kendala yang dihadapi yakni orang tua yang tidak terima jika anaknya terindikasi stunting dan perlu adanya tambahan dana dari pemerintah.
Eksplorasi Pengalaman Perawat Dalam Penerapan Model Praktik Keperawatan Primer Di Instalasi Gawat Darurat RS Advent Bandung Daniel Shandy Niek Corsello; Lyna M. Hutapea
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53091

Abstract

Model Praktik Keperawatan Primer (MPKP) merupakan pendekatan keperawatan yang berfokus pada tanggung jawab personal perawat terhadap pasien, khususnya di lingkungan dinamis seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, pengalaman perawat dalam menerapkan MPKP di IGD masih kurang dipahami, terutama di konteks rumah sakit swasta seperti RS Advent Bandung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna pengalaman perawat dalam menerapkan MPKP di IGD RS Advent Bandung, dengan fokus pada keberhasilan, pemahaman, tantangan, dan strategi adaptasi. Metode Penelitian: Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan tematik deskriptif Sandelowski (2000). Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan tujuh perawat yang terlibat dalam penerapan MPKP di IGD RS Advent Bandung. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi tema utama, dengan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa perawat berhasil menerapkan MPKP, meningkatkan kualitas asuhan, otonomi, dan kepercayaan pasien. Pemahaman MPKP berkembang melalui pelatihan dan pendampingan, meskipun awalnya menghadapi kebingungan. Implementasi dilakukan secara bertahap dan terstruktur, namun tantangan seperti keterbatasan waktu, beban kerja, dan koordinasi antar unit muncul. Perawat mengembangkan strategi adaptasi efektif, seperti sistem buddy, template dokumentasi cepat, dan pelatihan manajemen stres. Dukungan sistem, termasuk pelatihan tambahan dan infrastruktur teknologi, diperlukan untuk keberlanjutan MPKP.
Analisis Hubungan Faktor Sosiodemografis dengan Gangguan Mental Emosional pada Pekerja Kantor di Industri Hulu Migas dalam Implementasi Sistem Manajemen K3l Royanul Arief; Edi Setiawan; Rahmawati Rahmawati; Nafiah Ariyani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi dan factor sosiodemografis yang berhubungan dengan gangguan mental emosional (GME) pada pekerja kantor di salah satu perusahaan hulu minyak dan gas di Indonesia. Studi menggunakan desain potong lintang dengan 176 responden yang dipilih melalui metode total sampling. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah Self Reporting Questionnaire (SRQ-20) yang telah tervalidasi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi GME termasuk kategori sedang. Analisis bivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin, usia, status pernikahan, dan jabatan berhubungan signifikan dengan GME. Namun, hasil analisis multivariat menemukan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah jenis kelamin dan usia. Pekerja perempuan memiliki risiko empat kali lipat lebih tinggi mengalami GME dibandingkan pria, sedangkan kelompok usia muda lebih rentan dibandingkan kelompok usia lebih tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi promotif dan preventif diperlukan, terutama bagi kelompok berisiko seperti pekerja perempuan dan usia muda. Rekomendasi meliputi skrining rutin, program dukungan psikososial, pelatihan manajemen stres, dan penguatan budaya kerja yang mendukung kesehatan mental.
Hubungan Karakteristik Sosiodemografi Terhadap Tingkat Kepuasan Pelayanan Kefarmasian di Apotek X Kota Sorong Diah Wulandari; Angga Bayu Budiyanto; Lukman Hardia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53162

Abstract

This study aims to determine the relationship between patient sociodemographic factors (age, gender, education, occupation, income,and travel distance) with satisfaction with pharmaceutical services at Pharmacy X, Sorong City. This study used a quantitative observational approach with a cross-sectional design and involved 181 respondents selected through a total sampling technique inthe period September - October 2025. Data collection was carried out using a questionnaire that had passed validity and reliability tests, and then analyzed using the chi-square. The results of the analysis showed that the variables of gender, age, education, occupation, and travel distance did not show a significant relationship with the level of satisfaction with pharmaceutical services (p> 0.05). Meanwhile, the income variable showed an important relationship with the level of satisfaction (p = 0.01). Overall, the levelof patient satisfaction on the five dimensions of Servqual was in the very satisfied category, especially on the dimensions of appearance, attention, and assurance. These findings illustrate that the quality of pharmaceutical services at Pharmacy X, SorongCity, is already very good, but there are differences in perceptions of satisfaction among patients with different income levels. Theresults of this study are expected to provide input for pharmacies to continuously improve service quality
Peran Bermain Terapeutik dalam Mengurangi Kecemasan Anak Leukemia saat Kemoterapi: Studi Evidence-Based Nursing Siti Utami Dewi; Ayuda Nia Agustina; Lisnawati Nur Farida
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53163

Abstract

Pendahuluan: Leukemia merupakan kanker paling umum pada anak dan terapi utama adalah kemoterapi. Proses ini sering menimbulkan kecemasan yang berdampak pada kualitas hidup anak. Intervensi bermain terapeutik, seperti mewarnai dan bercerita, dipandang efektif sebagai distraksi emosional. Tujuan: Mengetahui efektivitas bermain terapeutik (mewarnai dan bercerita) dalam menurunkan kecemasan anak dengan leukemia yang menjalani kemoterapi di RS Kanker Dharmais. Metode: Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Sebanyak 20 anak usia prasekolah menjadi responden. Instrumen yang digunakan adalah Preschool Anxiety Scale Revised (PASR) dan Children’s Fear Scale (CFS). Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut, masing-masing 30 menit. Hasil: Rata-rata skor kecemasan anak sebelum intervensi sebesar 43,50 menurun menjadi 34,90 setelah intervensi (p<0,001). Skor ketakutan juga menurun signifikan dari median 2,00 menjadi 1,00 (p<0,05). Bermain terapeutik terbukti efektif menurunkan kecemasan dan ketakutan anak leukemia. Kesimpulan: Bermain terapeutik dengan mewarnai dan bercerita merupakan intervensi keperawatan efektif untuk mengurangi kecemasan anak dengan leukemia yang menjalani kemoterapi. Saran: Perawat disarankan menjadikan intervensi ini sebagai bagian dari perawatan atraumatik dan rumah sakit dapat mengembangkan SOP terkait.
Studi Systematic Literature Review Pengaruh Tiga Gaya Kepemimpinan Kepala Keperawatan Terhadap Kinerja Perawat Di Rumah Sakit Tumbur Sirait; Dwight Hutapea; Lyna Hutapea
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53195

Abstract

Gaya memimpin seseorang dapat mempengaruhi performa kelompok atau orang yang dipimpinnya. Dalam sebuah rumah sakit gaya kepemimpinan kepala ruangan juga berhubungan pada kinerja perawat. Gaya kepemimpinan yang efektif dalam suatu unit kerja akan berpengaruh pada perilaku kerja yang diindikasikan dengan peningkatan kinerja individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh tiga gaya kepemimpinan kepala keperawatan perawat terhadap kinerja perawat di rumah sakit. Penelitian menggunakan systematic literature review.Pencarian artikel/jurnal diakses dari pencarian internet dengan database google scholar. Dari review literatur ditemukan 5 jurnal yang ada kaitanya dengan gaya kepemimpinan, kinerja dan perawat di rumah sakit. Hasil review literatur mulai dari tahun 2020 sampai 2024, keseluruhan jurnal berasal dari dalam negeri. Penelitian yaitu gaya kepemimpinan yang di review adalah gaya kepemimpinan otoriter, demokratis dan laissez faire. Terdapat 3 jurnal menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan kepala ruangan adalah demokratis dan 1 jurnal menyebutkan gaya kepemimpinan yang diterapkan adalah otoriter. Dari jurnal yang di reviewgaya kepemimpinan kepala ruangan mayoritas menerapkan gaya kepemimpinan demokratis. Kinerja perawat mayoritas adalah dalam kategori baik. Terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan terhadap kinerja perawat di rumah sakit. Dari penelitian ini adalah gaya kepemimpinan yang banyak berhubungan dengan kinerja perawat yang baik adalah gaya kepemimpinan demokratis.