cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,731 Documents
Risk Factors Associated With Hypertension Among Individuals Aged 35–65 Years In The Working Area Of Namorambe Public Health Center, Deli Serdang Eva Ellya Sibagariang; Mutiara Br Silalahi; Srivani Simanullang; Mafe Robbi Simanjuntak
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58511

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease that remains a major public health problem due to its increasing prevalence. Data on patient visits in the working area of Namorambe Public Health Center, Deli Serdang Regency, showed an increase in hypertension cases from 7,643 visits in 2024 to 8,100 visits in 2025. This study aimed to analyze the risk factors associated with hypertension among individuals aged 35–65 years in the working area of Namorambe Public Health Center. This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 93 respondents selected using simple random sampling. Data were collected through questionnaires and blood pressure measurements and analyzed using the Chi-Square test and multiple logistic regression. The results showed that most respondents experienced hypertension (67.7%). The majority of respondents had obesity nutritional status (45.2%), family history of hypertension (61.3%), unhealthy lifestyles (62.4%), moderate stress levels (50.5%), low physical activity (51.6%), and poor sleep quality (73.1%). Bivariate analysis indicated that nutritional status, lifestyle, physical activity, and sleep quality were significantly associated with hypertension, while family history and stress level were not significantly related. Multivariate analysis revealed that sleep quality was the most dominant factor associated with hypertension (OR=4.365).
Determinan Kejadian Keputihan (Fluor Albus) Pada Remaja Putri di Negara Berkembang: Systematic Literature Review Tri Ardayani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58512

Abstract

Latar Belakang: Keputihan patologis merupakan masalah kesehatan reproduksi yang prevalens di kalangan remaja putri di negara berkembang, namun sintesis bukti determinannya secara sistematis masih terbatas. Tujuan: Mensintesis bukti mengenai determinan kejadian keputihan pada remaja putri di negara berkembang berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Metode: Pencarian sistematis pada lima database (PubMed/MEDLINE, Scopus, CINAHL, Google Scholar, Portal Garuda) untuk publikasi 2020–2025. Studi diseleksi menggunakan kerangka PICOS. Penilaian kualitas menggunakan JBI Critical Appraisal Checklist. Inter-rater reliability diukur dengan Cohen's kappa (κ). Sintesis dilakukan secara naratif menggunakan thematic synthesis. Hasil: Dari 1.247 artikel teridentifikasi, 22 studi memenuhi kriteria (N=4.819; κ=0,83). Determinan dominan: hygiene genitalia buruk (16/22 studi), pengetahuan kesehatan reproduksi rendah (13/22 studi), infeksi Candida albicans/bacterial vaginosis (10/22 studi), stres psikologis (9/22 studi), dan penggunaan produk kewanitaan berlebihan (8/22 studi). Integrasi ke dalam Health Belief Model menghasilkan model konseptual yang dapat memandu pengembangan intervensi. Kesimpulan: Intervensi multidimensional berbasis Health Belief Model yang mengintegrasikan edukasi hygiene, penguatan pengetahuan reproduksi, dan manajemen stres merupakan strategi terbaik untuk menurunkan prevalensi keputihan patologis pada remaja putri di negara berkembang
Pengaruh Penggunaan Birthing Ball Kombinasi Aromaterapi Lavender dan Mawar Terhadap Kecemasan Kala I Fase Aktif Di PMB Wilayah Kerja Puskesmas Curup Timur Putri Rahmadani; Eva Susanti; Indah Fitri Andini
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58519

Abstract

Kecemasan adalah perasaan takut yang didukung oleh situasi yang dapat menurunkan kemampuan wanita dalam mengatasi rasa sakit dalam persalinan. Kecemasan dalam persalinan dapat meningkatkan keteganggan otot yang dapat menyebabkan ibu cepat merasa lelah sehingga persalinan akan berlangsung lama. Upaya dalam mengatasi kecemasan pada saat persalinan menggunakan tindakan farmakologi dan nonfarmakologi, Tindakan nonfarmakologi salah satunya dengan birth ball dan aromaterapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan birthing ball kombinasi aromaterapi lavender dan mawar terhadap kecemaan kala I fase aktif. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen design dengan menggunakan rancangan two grup pretest – posttest. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Populasi pada penelitian ini adalah ibu bersalin kala I fase aktif, sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 38 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner untuk karakteristik responden dan kuesioner State-Trait Anxiety Inventory (STAI). Hasil penelitian berdasarkan uji wilcoxon test didapatkan nilai p value > 0.05 yang artinya tidak ada perbedaan penggunaan birthing ball kombinasi aromaterapi lavender dan mawar terhadap kecemaan kala I fase aktif dan mobilisasi terhadap kecemasan ibu bersalin kala I fase aktif pada kelompok kontrol. Sedangkan pada uji Mann Whitney test didapatkan nilai p-value >0.05 yang artinya tidak ada pengaruh penggunaan birthing ball kombinasi aromaterapi lavender dan mawar terhadap kecemaan kala I fase aktif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi peneliti selanjutnya agar dapat menggunakan metode lainnya dalam mengatasi kecemasan ibu bersalin kala I fase aktif. Kata Kunci: Persalinan, Kecemasan, Birth Ball, Aromaterapi
Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif: Pengaruh Peer Educator Berbasis Health Belief Model terhadap Persepsi Pendewasaan Usia Perkawinan Shinta Sari; Aladin Aladin; Arni Amir
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58528

Abstract

Abstrak Pendewasaan usia perkawinan (PUP) merupakan strategi penting mencegah perkawinan anak dan kehamilan remaja yang berdampak pada kesehatan, sosial, dan ekonomi. Persepsi remaja berperan dalam pengambilan keputusan terkait perkawinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh peer educator berbasis Health Belief Model (HBM) terhadap persepsi remaja tentang PUP serta mengeksplorasi makna perubahan persepsi secara kualitatif. Desain mixed method sequential explanatory digunakan, dengan kuantitatif quasi-experiment one group pretest-posttest pada 58 remaja putri kelas XI SMAN 5 Padang yang dipilih secara simple random sampling, dan kualitatif melalui wawancara mendalam serta triangulasi pakar. Data kuantitatif dianalisis dengan uji dependent t-test, data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil univariat menunjukkan peningkatan rerata skor total persepsi dari 87,38 (SD=9,65) menjadi 113,66 (SD=5,77). Hasil bivariat menunjukkan perbedaan bermakna pada seluruh komponen HBM: perceived susceptibility (p=0,000), perceived severity (p=0,000), perceived benefits (p=0,000), perceived barriers (p=0,000), cues to action (p=0,000), dan self-efficacy (p=0,000). Analisis tematik kualitatif menghasilkan enam tema utama yang memperkuat temuan kuantitatif. Edukasi teman sebaya dirasakan lebih nyaman, relevan, dan tidak menghakimi. Pakar memvalidasi efektivitas pendekatan sebaya namun merekomendasikan evaluasi jangka panjang 1–3 bulan. Disimpulkan bahwa peer educator berbasis HBM efektif membentuk persepsi protektif terhadap PUP sebagai tahap awal perubahan perilaku. Kata Kunci: pendewasaan usia perkawinan, peer educator, Health Belief Model, persepsi remaja, pendidikan sebaya Abstract Maturation of marriage age (PUP) is a crucial strategy to prevent child marriage and adolescent pregnancy, impacting health, social, and economic aspects. Adolescent perceptions play an important role in marriage-related decision-making. This study aimed to analyze the effect of Health Belief Model (HBM)-based peer education on adolescents' perceptions of PUP and to qualitatively explore the meaning of these perceptual changes. A sequential explanatory mixed methods design was employed. The quantitative component used a quasi-experimental one-group pretest-posttest design with 58 eleventh-grade female students selected through simple random sampling at SMAN 5 Padang. The qualitative component involved in-depth interviews and expert triangulation. Quantitative data were analyzed using dependent t-test, and qualitative data were analyzed thematically. Univariate results showed an increase in the total mean perception score from 87.38 (SD=9.65) to 113.66 (SD=5.77). Bivariate analysis revealed significant differences in all HBM constructs: perceived susceptibility (p=0.000), perceived severity (p=0.000), perceived benefits (p=0.000), perceived barriers (p=0.000), cues to action (p=0.000), and self-efficacy (p=0.000). Thematic analysis produced six main themes reinforcing the quantitative findings. Peer education was perceived as more comfortable, relevant, and non-judgmental. The expert validated the effectiveness of the peer approach but recommended a 1–3 month long-term evaluation. It was concluded that HBM-based peer education effectively fosters protective perceptions of PUP as an initial stage of behavior change. Keywords: maturation of marriage age, peer educator, Health Belief Model, adolescent perception, peer education
Analisis Bibliometrik Literatur Tentang Paparan Rokok Orang Tua Terhadap Asma dan COPD Pada Anak Adelia Amarantine Pritasari; Titih Huriah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58530

Abstract

Paparan asap rokok dari orang tua masih menjadi risiko lingkungan utama terhadap faktor gangguan pernapasan pada anak, termasuk asma dan risiko jangka panjang penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Meskipun sudah banyak penelitian yang dilakukan, gambaran menyeluruh mengenai tren penelitian, pengaruh publikasi, dan perkembangan tema masih terbatas.Penelitian ini bertujuan menjelaskan literatur ilmiah terkait paparan merokok orang tua dan ringkasan dengan asma serta PPOK pada anak menggunakan pendekatan bibliometrik. Artikel data diperoleh dari database terindeks dengan kata kunci yang relevan dan dibatasi pada tahun 2015–2026. Analisis dilakukan berdasarkan tahun publikasi, negara asal, jumlah sitasi, kuartil jurnal, serta visualisasi jaringan tema. Sebanyak 548 artikel memenuhi kriteria.Hasil menunjukkan adanya peningkatan jumlah publikasi dari waktu ke waktu, dengan sebagian besar penelitian berasal dari negara maju. Artikel dengan sitasi tinggi umumnya dipublikasikan di jurnal Q1 dan membahas dampak paparan asap rokok sebelum dan setelah kelahiran terhadap asma anak serta penurunan fungsi paru yang berkaitan dengan risiko PPOK.Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya peran paparan asap rokok terhadap kesehatan pernapasan anak dan perlunya strategi pencegahan serta intervensi berhenti merokok berbasis keluarga.
Pengaruh Prana-Beats (Kombinasi Prenatal Gentle Yoga dan Binaural Beats) Terhadap Intensitas Nyeri Punggung dan Kualitas Tidur Pada Ibu Hamil Trimester Iii : Sistematik Literature Review Dwi Tristiningdyah; Sri Rejeki; Machmudah Machmudah; Edy Soesanto; Yunie Armiyati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58557

Abstract

Latar Belakang: Nyeri punggung dan gangguan kualitas tidur sering dialami ibu hamil trimester III akibat perubahan fisiologis, hormonal, dan postur tubuh selama kehamilan. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup, meningkatkan stres, kelelahan, serta risiko komplikasi kehamilan. Intervensi non-farmakologis seperti prenatal gentle yoga dan binaural beats dinilai aman dan efektif untuk mengatasi masalah tersebut. Kombinasi keduanya dikenal sebagai prana-beats, yaitu pendekatan komplementer yang menggabungkan relaksasi fisik dan mental. Tujuan: Menganalisis pengaruh prana-beats terhadap intensitas nyeri punggung dan kualitas tidur pada ibu hamil trimester III. Metode: Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020 melalui database PubMed, Scopus, ScienceDirect, CINAHL, Cochrane Library, dan Google Scholar tahun 2022–2026. Sebanyak 14 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Prenatal gentle yoga terbukti menurunkan nyeri punggung, memperbaiki postur tubuh, meningkatkan gangguan, serta meningkatkan kualitas tidur melalui penurunan stres dan kecemasan. Binaural beats memberikan efek relaksasi saraf yang membantu meningkatkan kualitas tidur dan menurunkan persepsi nyeri. Kombinasi keduanya memberikan efek sinergis yang lebih optimal dibandingkan intervensi tunggal. Kesimpulan: Prana-beats efektif sebagai terapi komplementer untuk menurunkan nyeri punggung dan meningkatkan kualitas tidur ibu hamil trimester III. Kata kunci: prana-beats, prenatal gentle yoga, binaural beats, nyeri punggung, kualitas tidur, trimester III.
Efektivitas Latihan Dual Task Terhadap Keseimbangan dan Fungsi Kognitif Lansia dengan Risiko Jatuh di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Yogyakarta dan Wisma Jolotundo Muhammad Farras Al Fatih; Arif Widodo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58560

Abstract

Introduction: Older adults are a vulnerable age group that often experiences a decline in cognitive function and balance, which may increase the risk of falls. This decline is associated with physiological changes in the nervous and musculoskeletal systems as part of the aging process. One non-pharmacological intervention that can be implemented is dual task training, which combines motor and cognitive activities performed simultaneously. Objective: To determine the effectiveness of dual task training on cognitive function and balance among older adults at risk of falls at the Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Yogyakarta and Wisma Jolotundo. Methods: This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 9 older adults selected using purposive sampling. The intervention in the form of dual task training was conducted for 2 weeks with a frequency of 2–3 sessions per week. Cognitive function was measured using the Mini Mental State Examination (MMSE), while balance was assessed using the Timed Up and Go (TUG) test. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Wilcoxon test. Results: The average MMSE score increased from 22.67 at the first session to 25.44 at the third session. In addition, the average TUG time decreased from 18.33 seconds to 14.33 seconds. Statistical test results showed a significance value of p = 0.008 (p < 0.05), indicating a significant difference before and after the intervention. Conclusion: Dual task training was effective in improving cognitive function, as measured by the MMSE questionnaire, and balance, as measured by the TUG test, as well as reducing the risk of falls among older adults at the Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Yogyakarta and Wisma Jolotundo.
Efektivitas Edukasi Whatsapp Group Dalam Meningkatkan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Alai Tahun 2026 Hasanalita Hasanalita; Nia Afnita Rizana; Epi Satria; Yen Risa Sanputri; Indri Putri Sari; Chyka Febria
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58569

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas edukasi berbasis WhatsApp Group dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Alai. Rendahnya kepatuhan konsumsi tablet Fe masih menjadi masalah kesehatan maternal yang berkontribusi terhadap tingginya risiko anemia pada ibu hamil. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk memahami pengalaman dan persepsi ibu hamil terhadap penggunaan media digital dalam edukasi kesehatan. Partisipan penelitian terdiri dari ibu hamil trimester II dan III yang aktif mengikuti WhatsApp Group edukasi kesehatan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi selama proses intervensi berlangsung. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa tema utama, yaitu meningkatnya pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat tablet Fe, munculnya motivasi dan kesadaran untuk mengonsumsi tablet Fe secara rutin, kemudahan akses informasi kesehatan melalui WhatsApp Group, serta adanya dukungan sosial dan emosional dari tenaga kesehatan maupun sesama ibu hamil. Selain itu, media WhatsApp dinilai lebih fleksibel, interaktif, dan mampu menjadi pengingat konsumsi tablet Fe secara berkelanjutan. Namun, masih ditemukan hambatan berupa efek samping tablet Fe dan keterbatasan konsistensi sebagian responden dalam mengikuti edukasi digital. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis WhatsApp Group memiliki peran penting dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan inovasi promosi kesehatan maternal berbasis digital pada pelayanan antenatal care serta dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan edukasi kesehatan berbasis teknologi di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
Efektifitas Psikoedukasi Pemberian Asi Terhadap Efikasi Diri Pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskemas Tuminting dan Puskesmas Ranomuut Manado Rina Margaretha Kundre; Hendro Joli Bidjuni; Sefti S. J. Rompas
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58590

Abstract

Breast milk is the primary source of nutrition for infants up to six months of age. Despite an increase in exclusive breastfeeding coverage in Indonesia, the rate remains below the national target. Maternal self-efficacy plays a crucial role in breastfeeding success, and psychoeducation has the potential to strengthen mothers’ confidence in sustaining exclusive breastfeeding. This study aimed to examine the effectiveness of breastfeeding-related psychoeducation in improving self-efficacy among breastfeeding mothers. A quasi-experimental design with a non-randomized control group pre-test post-test approach was employed in two primary health centers in Manado, Indonesia, from March to October 2023. The intervention group received psychoeducation through booklets on breastfeeding management and stress management, while the control group received no intervention. Breastfeeding self-efficacy was assessed using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form (BSES-SF). Data were analyzed using paired and independent t-tests.There was a statistically significant improvement in self-efficacy scores among mothers in the intervention group compared to baseline (p = 0.002). Furthermore, the post-test mean score in the intervention group was higher than in the control group, indicating the effectiveness of the intervention. Psychoeducation on breastfeeding is effective in enhancing maternal self-efficacy. This finding highlights the importance of structured psychoeducational interventions as a strategy to promote exclusive breastfeeding practices
Education, Mirror Therapy, and Foot Massage to Improve the Quality of Life of Stroke Patients (Motor Status Parameters) Anggi Pratiwi; Zahri Darni; Denny Prasetyanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58659

Abstract

Background:Education, mirror therapy, and foot massage have been considered alternative treatments to improve muscle strength in post-stroke patients. However, little is known about the combination of these three methods. Objective: To identify the effectiveness of the combination of education, mirror therapy, and foot massage on changes in muscle strength in post-stroke patients. Methods: This study used a quasi-experimental design with pre-test and post-test control groups. Fifty-four samples were selected using purposive sampling, of which 27 were randomly assigned to the experimental and control groups. Muscle strength was measured using a muscle strength scale. Data analysis was performed using paired t- tests and independent t-tests. Results: In the treatment group, there was an increase in average muscle strength from 2.0 to 3.8. Statistical tests showed a significant difference (p = 0.001). In the control group, average muscle strength increased from 2.1 to 2.6, but the statistical test results were not significant (p = 0.085). The test for differences between groups after intervention also showed a significant difference (p < 0.05), so it can be concluded that the intervention had a significant effect on increasing muscle strength in stroke patients compared to the control group. Conclusion : Education, mirror therapy and foot massage are effective in increasing muscle strength in post-stroke patients.