cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,731 Documents
Hubungan Kepemimpinan Autentik Terhadap Kinerja Melalui Komitmen Afektif Pada Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara Nurlianti Nurlianti Nurlianti; Ratno Adrianto; Rahmad Bakhtiar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58078

Abstract

Kinerja pegawai merupakan faktor utama dalam menentukan efektivitas pelayanan rumah sakit, terutama pada rumah sakit pemerintah daerah yang menghadapi tuntutan mutu pelayanan dan keterbatasan sumber daya. Kinerja pegawai tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh penerapan gaya kepemimpinan dan keterikatan emosional pegawai terhadap organisasi. Kepemimpinan autentik (authentic leadership) merupakan gaya kepemimpinan yang menekankan kesadaran diri (self-awareness), perspektif moral terinternalisasi (internalized moral perspective), pemrosesan informasi yang seimbang (balanced processing), serta transparansi relasional (relational transparency). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepemimpinan autentik terhadap kinerja pegawai serta menguji peran komitmen afektif sebagai variabel mediasi pada pegawai RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 200 pegawai yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berskala Likert 1–5, dan analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan autentik berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen afektif (β=0,532; t=8,340; p=0,000); komitmen afektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (β=0,396; t=5,092; p=0,000); kepemimpinan autentik berpengaruh positif namun tidak signifikan secara langsung terhadap kinerja pegawai (β=0,110; t=1,281; p=0,201); dan komitmen afektif terbukti memediasi secara penuh (full mediation) hubungan antara kepemimpinan autentik dan kinerja pegawai (β=0,211; t=3,931; p=0,000). Disimpulkan bahwa penerapan kepemimpinan autentik di RSUD Ratu Aji Putri Botung mampu meningkatkan kinerja pegawai apabila terlebih dahulu mampu membangun komitmen afektif yang kuat. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis dalam pengembangan kajian perilaku organisasi sektor kesehatan, serta memberikan implikasi praktis bagi manajemen rumah sakit dalam merancang strategi kepemimpinan yang efektif untuk meningkatkan kinerja pegawai dan kualitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Kepemimpinan Autentik, Komitmen Afektif, Kinerja Pegawai.
Manajemen Laktasi antara Ibu Pekerja dan Ibu Rumah Tangga pada Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja BLUD Puskesmas Timika Jaya Yuliana Reniban; Agus Zainuri; Novita Medyati; Dolfinus Y. Bouway; Arius Togodly; Hasmi Hasmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58096

Abstract

Manajemen laktasi merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, terutama pada enam bulan pertama kehidupan bayi. Namun, praktik menyusui seringkali dipengaruhi oleh status pekerjaan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan manajemen laktasi antara ibu pekerja dan ibu rumah tangga dalam pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja BLUD Puskesmas Timika Jaya. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan bersifat komparatif. Populasi penelitian adalah 97 ibu dengan bayi berusia lebih dari 6 bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara manajemen laktasi dan pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki manajemen laktasi yang baik, dengan persentase lebih tinggi pada ibu rumah tangga dibandingkan ibu pekerja. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara manajemen laktasi dan pemberian ASI eksklusif pada ibu pekerja, sedangkan pada ibu rumah tangga terdapat hubungan signifikan. Kesimpulannya, manajemen laktasi pada ibu rumah tangga cenderung lebih baik dibandingkan ibu pekerja, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik.
Kajian Ontologis Pemanfaatan Ekstrak Laurus Nobilis L. (Daun Salam) dalam Upaya Pemberdayaan Ibu Hamil untuk Pencegahan Hipertensi Kehamilan: Systematic Literature Review Minarti Minarti; Suryo Ediyono
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58103

Abstract

Hipertensi kehamilan merupakan salah satu komplikasi obstetri yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu di Indonesia. Pendekatan non-farmakologis berbasis tanaman herbal, khususnya Laurus nobilis (daun salam), semakin mendapat perhatian ilmiah karena kandungan fitokimia aktifnya yang berpotensi bersifat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara ontologis keberadaan, hakikat, dan validitas pemanfaatan ekstrak Laurus nobilis dalam konteks pemberdayaan ibu hamil untuk pencegahan hipertensi kehamilan melalui systematic literature review. Pencarian literatur dilakukan melalui database PubMed, Scopus, Google Scholar, dan DOAJ menggunakan kata kunci yang relevan pada periode 2014-2024. Dari 127 artikel yang teridentifikasi, 18 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil review menunjukkan bahwa ekstrak Laurus nobilis mengandung senyawa aktif seperti eugenol, linalool, 1,8-cineole, dan flavonoid yang terbukti memiliki efek vasodilatasi, antioksidan, dan anti-inflamasi. Kajian ontologis mengungkapkan bahwa pemanfaatan tanaman ini memiliki basis empiris yang kuat namun memerlukan pendekatan pemberdayaan terstruktur agar ibu hamil dapat menggunakannya secara aman dan terstandar. Integrasi kearifan lokal dengan evidence-based medicine menjadi fondasi pemberdayaan yang komprehensif. Simpulan kajian ini mendukung potensi Laurus nobilis sebagai agen komplementer dalam pencegahan hipertensi kehamilan melalui program penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi.
Gambaran Stigma Internal dan Kecemasan Pada Individu Gay dan Kaitannya dengan Perilaku Pencarian Pengobatan Elisabeth P Y Carvallo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58121

Abstract

This study aims to explore internal stigma and anxiety among gay men and their relationship to help-seeking behavior. This study employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through structured interviews with 8 gay men aged 19–53 years, selected using purposive sampling. The interview data were analyzed using thematic analysis. The findings indicate that internal stigma plays a role in generating significant anxiety among participants, which significantly impacts their behavior and decisions regarding seeking treatment. Internal stigma manifests as feelings of guilt, self-reproach, and negative self-evaluation, affecting gay men seeking treatment when they experience physical symptoms of sexually transmitted infections and when they remain closed-off and conceal their sexual identity from healthcare providers. The anxiety experienced by participants not only acts as a barrier to seeking treatment due to fear of stigma and moral judgment from healthcare providers, but also serves as a motivator to access healthcare services because the fear of greater health risks outweighs the fear of social stigma. Additionally, positive previous experiences accessing healthcare services, along with social support, can reduce anxiety, thereby making gay men more proactive in seeking treatment.
Pengaruh Intervensi Manajemen Diri Berbasis Peningkatan Self-Efficacy Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Tafrina Ginting; Evi Karota; Riswani Tanjung; Farida Linda Sari Siregar; Siti Zahara Nasution
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58143

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan untuk mencegah komplikasi dan mengontrol kadar glukosa darah. Salah satu pendekatan penting adalah intervensi manajemen diri berbasis peningkatan self-efficacy agar pasien mampu menjalankan perilaku perawatan mandiri secara konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi manajemen diri berbasis self-efficacy terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe II. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest nonequivalent control group design. Sebanyak 76 pasien DM tipe II dipilih menggunakan teknik consecutive sampling dan dibagi ke dalam kelompok intervensi (n=38) di Puskesmas Binjai Kota dan kelompok kontrol (n=38) di Puskesmas Rambung. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann–Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar glukosa darah pada kelompok intervensi menurun signifikan dari 272,34 mg/dL menjadi 190,97 mg/dL (p=0,001), sedangkan pada kelompok kontrol hanya berubah dari 269,34 mg/dL menjadi 267,92 mg/dL (p=0,788). Uji Mann–Whitney menunjukkan terdapat perbedaan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan antara kedua kelompok (p=0,001). Simpulan yaitu intervensi manajemen diri berbasis self-efficacy efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe II dan dapat dipertimbangkan sebagai strategi keperawatan di layanan kesehatan primer. Kata kunci: self-efficacy, manajemen diri, diabetes melitus, kadar glukosa darah
Analisis Efektivitas Promosi Kesehatan dalam Mengurangi Risiko Komplikasi Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Kota Langsa Afnina Afnina; Fathul Jannah; Eva Sulistiany; Elfida Elfida; Iskandar Iskandar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas promosi kesehatan dalam menurunkan risiko komplikasi pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Kota Langsa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional, melibatkan 200 responden yang dipilih melalui teknik area dan purposive sampling. Efektivitas promosi kesehatan diukur melalui tiga dimensi utama, yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku, sementara risiko komplikasi dijadikan sebagai variabel utama yang dianalisis. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga dimensi tersebut memiliki hubungan yang signifikan dengan risiko komplikasi. Namun, perilaku muncul sebagai faktor yang paling menentukan dibandingkan dengan pengetahuan dan sikap. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan dan pembentukan sikap positif belum sepenuhnya berdampak pada kondisi klinis tanpa diikuti perubahan perilaku yang konsisten. Dengan demikian, promosi kesehatan dapat dinilai efektif apabila mampu mendorong praktik hidup sehat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui edukasi yang berkesinambungan, penguatan dukungan keluarga, serta pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi promotif yang lebih adaptif dan kontekstual dalam pengendalian DM tipe 2.
Air Gun Pellet–Induced Penetrating Abdominal Injury Presenting with Peritonitis and Jejunal Perforation Managed by Emergency Laparotomy: A Case Report Habib Husein Jasman; Suindra Suindra
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58151

Abstract

Air gun projectiles are capable of generating sufficient kinetic energy to penetrate the abdominal wall and injure intra-abdominal organs. Despite this, such injuries are frequently underestimated in clinical practice, which may delay recognition of significant internal damage. Penetrating abdominal trauma involving hollow viscus structures presents a diagnostic challenge due to variable clinical manifestations. Current management strategies are determined by hemodynamic status and clinical findings, particularly the presence of peritoneal signs, which constitute a direct indication for operative intervention. A 39-year-old male presented with progressive abdominal pain one day after sustaining an air gun injury to the abdomen. Physical examination revealed abdominal distension, diffuse tenderness, and muscular guarding. Laboratory evaluation showed leukocytosis. Plain abdominal radiography demonstrated a radiopaque foreign body localized at the level of the fifth lumbar vertebra. The patient underwent emergency exploratory laparotomy. Intraoperative findings revealed jejunal perforation and a retained projectile, which was successfully extracted. Bowel resection followed by primary end-to-end jejunojejunal anastomosis was performed. The postoperative course was uneventful, and the patient was discharged on postoperative day eight. Penetrating abdominal trauma caused by air gun projectiles may result in hollow viscus injury requiring surgical management. The presence of peritoneal signs constitutes a direct indication for immediate laparotomy, while non-operative management is reserved for selected patients without clinical evidence of peritoneal irritation.
Nilai – Nilai dan Norma Budaya Batak Toba dalam Perawatan Diri Lansia Untuk Pencegahan Komplikasi Diabetes Melitus: Studi Ethnonursing Evi Metti Purba; Evi Karota; Siti Zahara Nasutin; Farida Linda Sirega; Jenny Marlindawani Purba
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58163

Abstract

Abstrak Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan perawatan diri (self-care) optimal untuk mencegah komplikasi, khususnya pada lansia. Namun, penelitian mengenai peran nilai budaya dalam membentuk perilaku self-care pada komunitas etnis tertentu masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi nilai dan norma budaya Batak Toba dalam perawatan diri lansia dengan diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain ethnonursing yang mengintegrasikan Culture Care Theory dan Goal Attainment Theory. Sebanyak 15 informan dipilih secara purposive di wilayah kerja Puskesmas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan thematic analysis. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu: (1) penggunaan herbal tradisional dan praktik penyembuhan budaya, (2) pengaruh kepercayaan spiritual terhadap keputusan kesehatan, (3) peran keluarga dalam sistem kekerabatan Dalihan Na Tolu, dan (4) norma budaya yang memengaruhi pola makan, kepatuhan pengobatan, dan interaksi sosial. Nilai budaya tersebut membentuk perilaku self-care lansia secara holistik. Penelitian ini menunjukkan bahwa perawatan diri lansia Batak Toba bersifat multidimensional dan berbasis budaya. Oleh karena itu, intervensi keperawatan yang sensitif budaya dan berbasis keluarga diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan diabetes dan pencegahan komplikasi. Kata kunci: Diabetes melitus, self-care, budaya Batak Toba, lansia, ethnonursing
Analisis Perbandingan Unit Cost dengan Tarif INA-CBGs pada Perawatan Odontektomi di Rumah Sakit Umum Daerah Rasyidin Padang Susi Susi; Rizanda Machmud; Syed Mohamed Aljunid; Tri Erri Astoeti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58172

Abstract

Latar Belakang: Impaksi merupakan kondisi kegagalan erupsi gigi ke posisi normal. Sekitar 65% populasi dunia memiliki satu gigi molar impaksi. Tingginya prevalensi impaksi gigi akan meningkatkan kebutuhan akan tindakan odontektomi. Odontektomi merupakan salah satu prosedur bedah minor yang paling sering dilakukan pada bedah mulut di rumah sakit. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Indonesia menetapkan Indonesian Case-Based Groups (INA-CBGs) sebagai sistem pembayaran di rumah sakit, Tujuan penelitian: adalah untuk melihat apakah ada perbedaan antara unit cost dan tarif INA-CBGs untuk tindakan odontektomi. Metode; sampel adalah rekam medis pasien 2020-2023 dengan diagnosis impaksi dan data keuangan rumah sakit tahun 2023. Step Down Cost Analysis digunakan untuk menghitung unit cost. Analisis data menggunakan uji t-test independen/Mann-Whitney dengan p-value < 0,005. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan antara unit cost dan tarif INA-CBGs pada tindakan odontektomi di RSUD Rasyidin Padang. Hasil penelitian: lama rawat pasien 3 hari dan pasien perempuan paling banyak, dengan kelompok usia terbesar 12–25 tahun. Unit cost odontektomi Rp. 10.965.879 ± 1.189.147 dan tarif INA CBGs Rp.3.349.600 ± 558.932. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan antara unit cost dan tarif. Kesimpulan: Unit cost yang lebih tinggi dari tarif INA CBGs, menyebabkan rumah sakit berpotensi mengalami kerugian akibat ketidaksesuaian antara unit cost dan tarif yang diterima. Perlu dilakukan evaluasi dan penyesuaian tarif supaya sesuai dengan unit cost.
Analisis Aksiologis terhadap Diffusion of Innovations Rekam Medis Elektronik Hybrid: Literature Review Ahmad Amiruddin; Suryo Ediyono
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Diffusion of Innovations rekam medis elektronik (RME) dalam transformasi sistem layanan kesehatan digital dengan menggunakan pendekatan aksiologi. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah yang relevan terkait adopsi teknologi kesehatan, teori Diffusion of Innovations, serta nilai dan etika dalam implementasi teknologi. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola utama yang mempengaruhi keberhasilan dan hambatan dalam adopsi RME. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor seperti kemanfaatan yang dirasakan, kemudahan penggunaan, serta dukungan organisasi menjadi pendorong utama dalam Diffusion of Innovations RME, sementara isu privasi, keamanan data, dan resistensi pengguna menjadi hambatan utama. Dari perspektif aksiologi, nilai-nilai seperti etika, keadilan, dan keamanan informasi memiliki peran penting dalam menentukan penerimaan dan keberlanjutan teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi RME tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga pada kesesuaian dengan nilai-nilai sosial dan etika. Dengan demikian, integrasi antara pendekatan difusi inovasi dan aksiologi menjadi kunci dalam memahami dan mengoptimalkan transformasi digital di sektor kesehatan.