cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 3,122 Documents
Pengaruh Diabetic Foot Care Terhadap Risiko Ulkus Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Era Prajayati; Emil Huriani; Lina Febrianti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61083

Abstract

Tingginya risiko ulkus kaki pada pasien diabetes melitus akibat gangguan sensitivitas dan sirkulasi perifer belum diimbangi dengan pelaksanaan perawatan kaki diabetik yang optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh diabetic foot care terhadap risiko ulkus kaki pada pasien diabetes melitus. Metode penelitian menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Instrumen dalam penelitian menggunakan ankle brachial index (ABI), dan tes monofilamen 10 gram. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney. Hasil analisis univariat menunjukkan responden didominasi perempuan (86,7% pada kelompok intervensi; 66,7% pada kelompok kontrol) dengan rata-rata usia 60,87±8,25 tahun pada kelompok intervensi dan 58,53±7,46 tahun pada kelompok kontrol, serta rata-rata lama menderita DM 7,00±1,76 tahun dan 6,13±1,17 tahun secara berurutan. Hasil analisis bivariat menunjukkan penurunan signifikan skor tes monofilamen dari median 3 menjadi 2 (p<0,001) dan peningkatan nilai ABI (p=0,002) pada kelompok intervensi, dengan perbedaan sensitivitas yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol (p=0,003). Dengan demikian, diabetic foot care efektif meningkatkan sensitivitas kaki dan memperbaiki sirkulasi perifer sehingga berpotensi menurunkan risiko ulkus kaki pada pasien diabetes melitus. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin sebagai upaya preventif di layanan kesehatan primer melalui penyusunan SPO dan Program Prolanis.
Efektivitas Brain Gym Terhadap Peningkatan Daya Ingat Jangka Pendek Anak Sekolah Dasar Di MI KH. Hasyim Asy'ari Kota Malang Ratih Permatasari; Rizqiana Dita Ekasari; Patemah Patemah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61126

Abstract

Abstrak Daya ingat jangka pendek merupakan kemampuan kognitif yang berperan penting dalam membantu anak menyimpan dan mengolah informasi selama proses pembelajaran. Gangguan pada daya ingat jangka pendek dapat menyebabkan kesulitan dalam memahami materi dan mengingat informasi yang baru dipelajari. Brain Gym merupakan salah satu metode stimulasi otak yang berpotensi meningkatkan daya ingat jangka pendek pada anak sekolah dasar. Tujuan: Menganalisis efektivitas Brain Gym terhadap peningkatan daya ingat jangka pendek pada anak kelas III MI KH. Hasyim Asy’ari Kota Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pretest-posttest with control group. Sampel penelitian berjumlah 58 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan latihan Brain Gym selama 1 minggu dengan 4 kali pertemuan yang meliputi gerakan The Owl, The Grounder, dan The Active Arm. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dan Mann-Whitney. Hasil: Terdapat peningkatan yang signifikan pada kelompok intervensi, dengan skor rata-rata meningkat dari 35,41 sebelum perlakuan menjadi 38,59 setelah perlakuan (p<0,001). Sementara itu, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang bermakna secara statistik (p=0,273). Kesimpulan: Brain Gym efektif meningkatkan daya ingat jangka pendek pada anak kelas III MI KH. Hasyim Asy’ari Kota Malang dan dapat dijadikan salah satu intervensi sederhana untuk mendukung fungsi kognitif anak selama proses pembelajaran. Kata Kunci: Daya ingat jangka pendek, fungsi kognitif, anak sekolah dasar, brain gym. Abstract Background: Short-term memory is a cognitive ability that plays an important role in helping children store and process information during the learning process. Impairment of short-term memory may lead to the loss of acquired information. Brain Gym is a brain stimulation method that has the potential to improve short-term memory in elementary school children. Objective: To analyze the effectiveness of Brain Gym in improving short-term memory among third-grade students at MI KH. Hasyim Asy’ari, Malang City. Methods: This study employed a quasi-experimental pretest-posttest with a control group design. The study included 58 respondents who were divided into an intervention group and a control group. The intervention group participated in Brain Gym exercises for one week, consisting of four sessions that included The Owl, The Grounder, and The Active Arm movements. Data were collected using a questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test and the Mann-Whitney U Test. Results: A significant improvement was observed in the intervention group, with the mean short-term memory score increasing from 35.41 before the intervention to 38.59 after the intervention (p<0.0001). In contrast, the control group did not show a statistically significant change (p=0.273). Conclusion: Brain Gym is effective in improving short-term memory among third-grade students at MI KH. Hasyim Asy’ari, Malang City, and can be considered a simple intervention to support children’s cognitive function during the learning process.
Perancangan Sistem Informasi Retensi Rekam Medis Wa Ode Sitti Budiaty; Sarliadin Sarliadin; Bintang Yuni Sari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61132

Abstract

Penyimpanan rekam medis merupakan sistem yang mengatur lamanya waktu penyimpanan dokumen rekammedis. Selain itu, petugas rekam medis juga terlibat dalam proses pemusnahan rekam medis, termasuk dalammanajemen retensi. Ketidakefisienan dalam proses retensi dapat menyebabkan penumpukan dokumen rekammedis di rak penyimpanan, sehingga ruang penyimpanan rekam medis menjadi terbatas. Penelitian inibertujuan untuk merancang sistem manajemen informasi retensi rekam medis dengan menggunakan MicrosoftAccess. dengan fokus pada desain user interface yang efektif dan efisien. Metode Perancangan sistem inimenggunakan Entity Relation Diagram (ERD), Database, Data Flow Diagram (DFD) dan Flowcharts. Prosesuji coba sistem informasi manajemen retensi ini menggunakan uji fungsional metode Black Box Testingdengan tingkat keberhasilan uji coba sistem 100 % berhasil, hasil uji ini menunjukkan bahwa sistem dapatberfungsi denga baik. Sistem informasi manajemen Pengelolaan Penyimpanan rekam medis sangat membantupetugas dalam membedakan antara dokumen rekam medis yang aktif dan yang tidak aktif. tidak aktif, berkatadanya menu-menun yang dirancang sesuai dengan kebutuhan pengguna.Kata Kunci: Perancangan, Sistem Informasi Manajemen Retensi, Rekam Medis, Microsoft Access.
A Continuity of Care Approach in Managing Grade II Hyperemesis Gravidarum During Pregnancy: A Case Study at an Independent Midwifery Practice in North Sumatra, Indonesia Deli Putriani Nasution; Ribur Sinaga; Riska Susanti Pasaribu; Kamelia Sinaga; Desna Elfita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61142

Abstract

Background: Continuity of Midwifery Care (CoMC) is a woman-centered approach that provides integrated and continuous care throughout pregnancy, childbirth, the postpartum period, newborn care, and family planning. Hyperemesis gravidarum is a severe pregnancy-related condition characterized by persistent nausea and vomiting that may lead to dehydration, nutritional deficiencies, and adverse maternal and fetal outcomes if not appropriately managed. Objective: This study aimed to describe the implementation of Continuity of Midwifery Care for a pregnant woman diagnosed with Grade II hyperemesis gravidarum at an independent midwifery practice in Medan, North Sumatra, Indonesia. Methods: A descriptive case study design was employed. Comprehensive midwifery care was provided using the seven-step Helen Varney midwifery management framework and documented through the Subjective, Objective, Assessment, and Plan (SOAP) approach. The continuity of care covered antenatal care, labor and delivery, postpartum care, newborn care, and family planning services. Results: The client was diagnosed with Grade II hyperemesis gravidarum at 20 weeks of gestation and received comprehensive antenatal management through four antenatal care visits. The pregnancy progressed without major complications following appropriate midwifery interventions. The client delivered a healthy female infant through spontaneous vaginal birth on February 8, 2026. During the postpartum period, both mother and newborn remained in good health, breastfeeding was successfully established, and the mother selected the Lactational Amenorrhea Method (LAM) as postpartum contraception. No significant maternal or neonatal complications were identified throughout the continuum of care. Conclusion: The implementation of Continuity of Midwifery Care contributed to optimal maternal and neonatal outcomes in this case of Grade II hyperemesis gravidarum. The care provided was consistent with established midwifery management principles, and no discrepancies were identified between theoretical guidelines and clinical practice. This case highlights the importance of continuous, comprehensive, and individualized midwifery care in improving maternal and newborn health outcomes.
Pengaruh Dimensi End User Computing Satisfaction (Eucs) Terhadap Kepuasan Petugas Rekam Medis dalam Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Rosana Dwiyanti Putri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61211

Abstract

Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan bagian dari transformasi digital di rumah sakit yang bertujuan meningkatkan mutu pelayanan dan efisiensi pengelolaan informasi kesehatan. Keberhasilan implementasi RME dipengaruhi oleh tingkat kepuasan pengguna, yang dapat diukur menggunakan model End User Computing Satisfaction (EUCS) dengan lima dimensi, yaitu content, accuracy, format, ease of use, dan timeliness. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dimensi EUCS terhadap kepuasan petugas rekam medis dalam penerapan RME di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap petugas rekam medis. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner EUCS dan dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi EUCS berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petugas rekam medis (p<0,05). Model penelitian mampu menjelaskan 90,3% variasi kepuasan pengguna (R²=0,903), dengan dimensi content sebagai faktor yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa akurasi data, tampilan sistem, kemudahan penggunaan, dan ketepatan waktu penyajian informasi merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepuasan pengguna RME. Oleh karena itu, optimalisasi kualitas sistem RME perlu menjadi prioritas untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Peningkatan Kualitas Tidur Sebagai Strategi Pencegahan Hipertensi: Tinjauan Sistematis Intervensi Non-Farmakologi Nurul Auliyah; Siti Aisah; Yunie Armiyati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61213

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi, termasuk di Indonesia. Kualitas tidur yang buruk berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah melalui aktivasi sistem saraf simpatik, peningkatan kadar kortisol, dan gangguan sistem renin-angiotensin-aldosteron. Tujuan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis bukti ilmiah mengenai efektivitas intervensi non-farmakologi dalam meningkatkan kualitas tidur sebagai strategi pencegahan hipertensi, dengan fokus pada aplikasi pengingat istirahat berbasis teknologi. Metode tinjauan sistematis dilakukan sesuai pedoman PRISMA melalui pencarian artikel pada PubMed, Scopus, CINAHL, dan Google Scholar periode Januari 2020–April 2025. Dari 427 artikel yang ditemukan, 25 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil lima intervensi efektif diidentifikasi, yaitu aplikasi pengingat istirahat, relaksasi otot progresif, latihan pernapasan dalam, terapi musik, dan pembatasan penggunaan layar sebelum tidur. Aplikasi pengingat istirahat memberikan hasil terbaik dengan penurunan tekanan darah sistolik sebesar 8–12 mmHg, peningkatan durasi tidur rata-rata 1,6 jam per malam, serta penurunan skor PSQI dari 8,4 menjadi 4,1 (p<0,001). Kesimpulan intervensi non-farmakologi, terutama aplikasi pengingat istirahat, efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kualitas tidur serta menurunkan risiko hipertensi. Perawat memiliki peran penting dalam mengintegrasikan intervensi ini ke dalam asuhan keperawatan holistik
Analisis Efisiensi Teknis Pelayanan dan Bisnis Apotek Danam Farma Gresik Menggunakan Data Envelopment Analysis untuk Mendukung dan Kesehatan Masyarakat Eka Yuni Danam Sari; Abdul Gani Sidqi; Taufan Nugroho
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61216

Abstract

Efisiensi pengelolaan sumberdaya dalam pelayanan farmasi merupakan faktor penting menjaga keberlanjutan operasional dan kualitas layanan, diperlukan evaluasi kinerja yang objektif, dan terukur. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi teknis layanan bisnis apotek dalam mendukung pelayanan rumah sakit dan kesehatan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif evaluatif dengan metode Data Envelopment Analysis (DEA) model CCR dan BCC pada Apotek Danam Farma Gresik, dengan 12 Decision Making Unit (DMU) selama periode triwulan 2025. Variabel input meliputi gaji apoteker, gaji non-apoteker, biaya pengadaan obat, serta biaya operasional lainnya, sedangkan output diukur dari pendapatan. Hasilnya, 6 dari 12 DMU mencapai efisiensi penuh, sementara 6 lainnya masih relatif inefisien. Inefisiensi disebabkan penggunaan input yang berlebihan pada biaya tenaga kerja dan operasional, sedangkan ada dua analisis, yakni slack yang memerlukan penyesuaian input non-proporsional dan dual price yang menekankan aspek efisiensi yang sensitif terhadap input. Disimpulkan, peningkatan efisiensi dilakukan melalui optimalisasi sumberdaya, pengendalian biaya, serta benchmarking kinerja secara berkelanjutan. Kata Kunci: Efisiensi teknis, DEA, layanan farmasi, kinerja operasional apotek
Hubungan Stres Kerja Terhadap Produktivitas Kinerja Perawat Ni Putu Ika Novita Gunawan; I Made Sundayana; I Wayan Antariksawan; Anak Agung Ngurah Putu Putra Negara
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61246

Abstract

Perawat berperan sentral dalam pelayanan kesehatan primer, namun rentan mengalami stres kerja akibat tanggung jawab tinggi, keterlibatan emosional, dan tuntutan pengambilan keputusan klinis yang cepat. Stres kerja yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menurunkan kinerja perawat dan mutu pelayanan kesehatan. Bukti empiris mengenai hubungan keduanya masih didominasi penelitian di rumah sakit, sehingga bukti pada pelayanan kesehatan primer seperti puskesmas masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat stres kerja dengan kinerja perawat di Puskesmas I dan II Negara. Desain penelitian adalah kuantitatif cross-sectional dengan 72 perawat yang dipilih melalui purposive sampling. Stres kerja diukur menggunakan Job Stress Scale (JSS), sedangkan kinerja perawat diukur menggunakan kuesioner berbasis Human Resources Scorecard (HR Scorecard), dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil menunjukkan mayoritas responden mengalami stres kerja sedang (69,4%) dan kinerja sedang (56,9%). Terdapat hubungan signifikan, cukup kuat, dan positif antara tingkat stres kerja dengan kinerja perawat (p=0,002; r=0,361). Temuan ini menjadi dasar penyusunan strategi manajemen sumber daya manusia untuk mempertahankan kinerja perawat dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer.
Hubungan Dimensi Spiritual Well-Being dengan Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RSU Royal Prima Medan Tahun 2026 Nelviwarniati Laoli; Natalia Marsolina Simaremare; Agusriman Doho; Sonya Azira Martasya; Asniat Zebua; Karmila Br Kaban
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61285

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit progresif dan irreversible yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara bertahap sehingga memerlukan terapi pengganti ginjal, salah satunya hemodialisis, dalam jangka panjang. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan masalah fisik, tetapi juga berdampak pada aspek psikologis pasien, terutama kecemasan yang dapat memengaruhi kualitas hidup dan kepatuhan terhadap terapi. Spiritual well-being merupakan salah satu aspek penting yang dapat membantu pasien dalam menghadapi penyakit kronik, meningkatkan kemampuan beradaptasi, serta memberikan makna dan harapan selama menjalani pengobatan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dimensi spiritual well-being dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSU Royal Prima Medan. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 145 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSU Royal Prima Medan tahun 2026. Sampel sebanyak 59 responden diperoleh menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Spiritual well-being diukur menggunakan kuesioner FACIT-Sp-12, sedangkan tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil analisis Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dimensi spiritual well-being dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis (r = -0,340; p = 0,008). Kesimpulan terdapat hubungan signifikan antara dimensi spiritual well-being dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSU Royal Prima Medan. Semakin tinggi spiritual well-being yang dimiliki pasien, maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami.
Kajian Sistematik mengenai Dampak Hipertiroidisme Autoimun pada Kehamilan Hafizzanovian Hafizzanovian; Desi Oktariana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61287

Abstract

Hipertiroidisme autoimun merupakan gangguan yang ditemukan pada sekitar 0,2% kehamilan. Walaupun prevalensinya tergolong rendah, kondisi ini berhubungan dengan peningkatan risiko berbagai komplikasi yang dapat memengaruhi kesehatan ibu maupun janin. Oleh sebab itu, diperlukan kajian yang komprehensif untuk menelaah bukti ilmiah terkini mengenai konsekuensi hipertiroidisme autoimun selama masa kehamilan. Tinjauan sistematik ini disusun dengan tujuan mengintegrasikan hasil penelitian yang telah dipublikasikan untuk memberikan gambaran mengenai hubungan antara hipertiroidisme autoimun pada ibu hamil dengan luaran maternal serta perkembangan dan luaran janin. Proses penelusuran literatur dilakukan secara sistematis melalui berbagai basis data daring, meliputi ScienceDirect, Elsevier, PubMed, MEDLINE, EBSCO, ProQuest, Wiley, dan Google Scholar. Setelah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh delapan artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa hipertiroidisme autoimun selama kehamilan berkaitan dengan peningkatan risiko komplikasi maternal, seperti preeklampsia, diabetes melitus gestasional, dan abruptio plasenta, serta komplikasi fetal berupa abortus, persalinan prematur, hambatan pertumbuhan janin, berat badan lahir rendah (BBLR), dan gangguan fungsi tiroid pada neonatus. Secara keseluruhan, bukti yang tersedia mengindikasikan bahwa hipertiroidisme autoimun memberikan dampak yang bermakna terhadap luaran kehamilan baik pada ibu maupun bayi.