cover
Contact Name
Kompyang Selamet
Contact Email
kompyangselamet@gmail.com
Phone
+6281933118674
Journal Mail Official
kompyangselamet@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Fisika dan Pengajaran IPA Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana no. 11, Singaraja, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI)
ISSN : -     EISSN : 26230852     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jppsi.v2i2
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) diterbitkan oleh Jurusan Fisika dan Pengajaran IPA Fakultas MIPA Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ilmiah ini mendiseminasikan artikel dari hasil-hasil penelitian pada bidang pendidikan sains/IPA. Terbit sebanyak dua kali pada bulan April dan Oktober. e-ISSN: 2623-0852
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 197 Documents
Analisis Pengelolaan Laboratorium IPA di SMP IT AL-Mubarok Kota Serang: Perspektif Toksikologi Lingkungan Azizatul Mufakkiroh; Liska Berlian; Septi Kurniasih
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 9 No. 1 (2026): JPPSI, April 2026
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v9i1.108442

Abstract

Laboratorium merupakan sarana penting dalam pembelajaran sains yang mendukung kegiatan eksperimen ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan laboratorium IPA meliputi aspek struktur organisasi, pelaksanaan praktikum, pengelolaan limbah, serta fasilitas laboratorium dalam perspektif toksikologi lingkungan. Penelitian ini dilakukan di SMP IT AL-Mubarok Kota Serang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru IPA sebagai pengajar sekaligus pengelola laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan laboratorium belum optimal. Meskipun kebersihan ruangan tetap terjaga, penataan peralatan dan pelabelan bahan kimia masih kurang memadai. Organisasi laboratorium belum didukung oleh sistem manajemen yang komprehensif, termasuk dalam pengelolaan inventaris bahan kimia serta ketidakhadiran Lembar Data Keselamatan Bahan. Selain itu, kegiatan praktikum masih terbatas dan belum terdapat prosedur yang jelas dalam pengelolaan limbah hasil praktikum. Dari perspektif toksikologi lingkungan, ditemukan praktik pembuangan limbah cair langsung ke sistem drainase, keterbatasan alat pelindung diri (APD), serta rendahnya pemahaman guru terhadap tingkat toksisitas bahan kimia yang digunakan. Secara keseluruhan, diperlukan perbaikan sistem manajemen laboratorium yang mencakup aspek keselamatan kerja, dokumentasi, dan pengelolaan limbah berbasis risiko toksikologi guna mendukung kegiatan laboratorium yang aman dan berkelanjutan.
Pengembangan Asesmen Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Muh Tawil; Andry S. Utama Putra; Zulqifli Alqadri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 9 No. 1 (2026): JPPSI, April 2026
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v9i1.109273

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting dalam profil lulusan pendidikan abad ke-21, namun praktik asesmen yang digunakan masih belum secara optimal mengukur keterampilan tersebut secara komprehensif. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan instrumen asesmen keterampilan berpikir kritis yang valid, reliabel, praktis, dan efektif. Metode penelitian yang diterapkan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan tahapan analisis, desain, validasi, revisi, dan implementasi. Implementasi dilakukan menggunakan desain quasi-experimental berupa nonequivalent groups pretest–posttest pada dua kelas. Sampel penelitian calon guru ilmu pengetahuan alam kelas A (n = 31) dan kelas B (n = 21). Hasil penelitian asesmen keterampilan berpikir kritis dan perangkat pembelajaran menunjukkan: 1) valid dengan nilai validitas (V = 1) dan nilai reliabilitas R = 99%; 2) keefektifan dengan skor rata-rata keterampilan berpikir kritis kelas A dan B masing-masing sebesar 99,65% dan 98,75% dan skor rata-rata respon mahasiswa kelas A dan B masing-masing 99,55% (positif); 3) kepraktisan dengan skor rata-rata keterlaksanaan kelas A dan B masing-masing 99,65% dan 99,45% (terlaksana). Kesimpulan, instrumen asesmen keterampilan berpikir kritis yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, reliabel, praktis, dan efektif, serta berpotensi digunakan sebagai alternatif dalam mengakses keterampilan berpikir kritis mahasiswa pada pembelajaran IPA.
Penerapan Pembelajaran Berbasis Inkuiri dengan Memanfaatkan Media Phet Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Penguasaan Konsep Calon Guru IPA Ni Made Pujani; Putu Hari Sudewa; Bartolomeus Kristi Brahmantia Putra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 9 No. 1 (2026): JPPSI, April 2026
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v9i1.109792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains (KPS) dan penguasaan konsep calon guru IPA melalui penerapan pembelajaran berbasis inquiry dipadu media PhET. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah mahasiswa calon guru IPA yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian meliputi tes penguasaan konsep pada ranah kognitif C1–C6 serta lembar observasi dan penilaian keterampilan proses sains yang mencakup keterampilan proses sains dasar dan terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan KPS mahasiswa dari pra-siklus ke siklus I sebesar dengan kategori tinggi dan sangat tinggi  sebesar 70,9%, kemudian dari siklus I ke siklus II menunjukkan kategori tinggi dan sangat tinggi sebesar 87,5%, kemudian hasil peningkatan penguasaan konsep dari pra siklus ke siklus I dengan kategori Baik dan Sangat Baik mencapai target penelitian yakni 56,3%, dan di akhir siklus II mencapai 91,5%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis inquiry berbantuan media PhET terbukti dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan penguasaan konsep calon guru IPA. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis inquiry dengan bantuan media PhET efektif sebagai strategi alternatif untuk mengembangkan kompetensi abad ke-21 pada mahasiswa calon guru IPA.
Pengembangan Media Pembelajaran Sistem Pencernaan Berbantuan Adobe Animate Creative Cloud VIII SMP Rai Panca Ambara Putra; Putu Prima Juniartina; Ni Luh Putu Mery Marlinda
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 9 No. 1 (2026): JPPSI, April 2026
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v9i1.110061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis animasi menggunakan Adobe Animate Creative Cloud pada materi sistem pencernaan manusia untuk siswa kelas VIII SMP sebagai solusi atas keterbatasan media pembelajaran interaktif yang selama ini masih menghambat pemahaman siswa. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan model Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian terdiri atas dua dosen ahli Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam sebagai validator, tiga guru kelas VIII sebagai praktisi, dan sepuluh siswa sebagai responden uji keterbacaan. Data dikumpulkan melalui analisis kebutuhan awal yang mencakup kebutuhan guru, siswa, dan kurikulum, lembar validasi ahli, angket kepraktisan guru, serta angket keterbacaan siswa. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif untuk merangkum saran perbaikan media, sedangkan data kuantitatif dianalisis untuk menentukan validitas isi serta menghitung rata-rata tingkat kepraktisan dan keterbacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memiliki koefisien validitas sebesar 1,00 dengan kategori sangat tinggi pada aspek isi, media, dan bahasa, nilai rata-rata kepraktisan guru sebesar 4,33 dengan kategori sangat praktis, serta nilai rata-rata keterbacaan siswa sebesar 4,48 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, media yang dikembangkan dinyatakan layak secara teoritis dan praktis pada tahap uji terbatas serta siap untuk dilakukan pengujian lebih lanjut pada skala yang lebih luas guna mengetahui efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Modul Larutan Penyangga Berbasis Higher Order Thinking Skills di Kelas XI MAN 3 Pontianak Riva Athul Mahmudah; Dedeh Kurniasih; Rizmahardian Ashari Kurniawan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 9 No. 1 (2026): JPPSI, April 2026
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v9i1.110961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, kepraktisan, dan keefektifan modul larutan penyangga berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) di kelas XI MAN 3 Pontianak. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang dibatasi sampai tahap develop. Subjek penelitian adalah 8 siswa kelas XI MAN 3 Pontianak. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi ahli, angket respon siswa dan guru, serta tes Higher Order Thinking Skills (HOTS). Data dianalisis menggunakan analisis persentase dan effect size (Cohen’s d). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul memiliki tingkat validitas sangat tinggi, dengan persentase aspek bahasa 97%, media 89%, dan materi 82,5%. Modul juga dinilai praktis dengan rata-rata respon siswa 83,7% dan guru 80,3% sehingga menunjukkan bahwa modul mudah digunakan dan menarik serta mendukung pengembangan High Order Thinking Skills (HOTS) siswa. Uji keefektifan menunjukkan peningkatan hasil belajar dari rata-rata 22,5 (pretest) menjadi 79,25 (posttest) dengan effect size (Cohen’s d) sebesar 6,09, yang termasuk kategori sangat besar. Dengan demikian, modul larutan penyangga berbasis HOTS terbukti valid, praktis, dan sangat efektif digunakan dalam pembelajaran kimia untuk meningkatkan hasil Higher Order Thinking Skills siswa.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Think-Talk-Write Berbantuan Digital Mind Mapping terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas VIII SMP Annisa Nurafiah; Nurhayani H. Muhiddin; Ramlawati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 9 No. 1 (2026): JPPSI, April 2026
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v9i1.112156

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan strategi Think-Talk-Write berbantuan Digital Mind Mapping terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas VIII SMP Negeri 29 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 29 Makassar dengan sampel penelitian terdiri atas kelas VIII-2 dan VIII-5 yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Kelas VIII-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-5 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes keterampilan berpikir kritis yang disusun berdasarkan indikator keterampilan berpikir kritis menurut Ennis. Teknik analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata kelas eksperimen meningkat dari kategori rendah menjadi sedang dengan nilai N-Gain sebesar 0,35 Sementara itu kelas kontrol mengalami peningkatan, namun tetap berada pada kategori rendah dengan nilai N-Gain sebesar 0,18. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Berdasarkan uji Independent Samples t-test, diperoleh thitung = 2,037 > ttabel = 2,010. Berdasarkan uji statistik, disimpulkan bahwa penggunaan strategi Think-Talk-Write berbantuan Digital Mind Mapping memberikan pengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik.  
Ethnoscientific Study of Cincalok Natural Fermented Food in Coastal Malay Communities Ina Lestari; Roma Ismi; Waode Nurmuhsinah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 9 No. 1 (2026): JPPSI, April 2026
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v9i1.112167

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah masih cenderung bersifat abstrak dan kurang mengaitkan konsep sains dengan budaya lokal peserta didik. Hal ini menyebabkan rendahnya pemahaman konsep serta minimnya apresiasi terhadap kearifan lokal. Salah satu potensi budaya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar adalah tradisi fermentasi cincalok pada masyarakat Melayu pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan cincalok berdasarkan pengetahuan masyarakat, mengidentifikasi konsep IPA yang terkandung di dalamnya, serta mengkaji potensinya sebagai sumber pembelajaran IPA berbasis etnosains pada materi bioteknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dua narasumber masyarakat Melayu pesisir, observasi langsung proses pembuatan cincalok, dan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi cincalok melibatkan prinsip-prinsip sains, seperti aktivitas mikroorganisme, osmosis, penurunan pH, dan kondisi anaerob. Praktik tradisional masyarakat terbukti selaras dengan konsep mikrobiologi, kimia pangan, dan bioteknologi konvensional meskipun dilakukan secara sederhana. Temuan ini juga menunjukkan bahwa cincalok berpotensi diintegrasikan sebagai sumber pembelajaran IPA berbasis etnosains dalam bentuk bahan ajar kontekstual khususnya pada topik bioteknologi. Oleh karena itu, cincalok memiliki potensi yang kuat sebagai sumber belajar yang bermakna dan kontekstual dalam pendidikan sains terutama pada materi bioteknologi dalam Kurikulum Merdeka.