cover
Contact Name
Irfan Habibie Martanegara
Contact Email
jurnalpls@uika-bogor.ac.id
Phone
+6285220494930
Journal Mail Official
jurnalpls@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H. Sholeh Iskandar km 2 Bogor 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
ISSN : 18583628     EISSN : 27153363     DOI : 10.32832/jpls
Fokus Jurnal: Kajian tentang pendidikan dalam masyarakat.
Articles 82 Documents
ANALISIS PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 4-6 TAHUN PADA KELUARGA BROKEN HOME (Studi Kasus Di Dusun 9 Desa Sidua-Dua Kabupaten Labuhanbatu Utara) Hajar, Ibnu; Rahayu, Windy Sri
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 16 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v16i2.14141

Abstract

Abstract The problem in this study is how the language development of children aged 4-6 years in broken home families. The purpose of this study is to determine the language development of 4-6 years in broken home families. The type of research used is qualitative with a descriptive approach. The subject of this research is a broken home family who has children aged 4-6 years in Hamlet 9, Sidua-dua Village. Data collection instruments used in the form of interviews and observations whose purpose is to obtain significant data on the main problems that have been found. The results of the study found that of the four aspects that encourage children's language development, from 100% listening aspects by 35% and speaking by 35% more prominently controlled by children. For writing and reading, at this time, children are still 30% stammering and are still being taught to recognize numbers and letters to make it easier for children to write and read fluently. It can be concluded that the language development of children who are experiencing a 75% broken home is fairly well developed. Keywords: Language development, Early Childhood Education, broken home family Abstrak Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana perkembangan bahasa anak usia 4-6 tahun pada keluarga broken home. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perkembangan bahasa 4-6 tahun pada keluarga broken home. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah salah satu keluarga broken home yang memiliki anak usia 4-6 tahun di Dusun 9 Desa Sidua-dua. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara dan observasi yang tujuannya untuk mendapatkan data yang signifikan terhadap pokok permasalahan yang telah ditemukan. Hasil penelitian ditemukan bahwa dari keempat aspek yang mendorong perkembangan bahasa anak, dari 100% aspek menyimak sebesar 35% dan berbicara sebesar 35% lebih menonjol dikuasai oleh anak. Untuk menulis dan membaca saat ini anak masih 30% terbata-bata dan masih diajarkan kembali untuk mengenal angka dan huruf agar memudahkan anak untuk menulis dan membaca dengan lancer. Dapat disimpulkan bahwa perkembangan bahasa anak yang sedang mengalami keluarga broken home 75% terbilang berkembang dengan baik
PELATIHAN GELAS AWI DALAM MENINGKATKAN LIFE SKILL WARGA BELAJAR DI PKBM BUANA MEKAR Sodik, Firman Ja’far; Danugiri, Dadang; Santika, Tika
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 16 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v16i2.14142

Abstract

Abstract Every human resource development (HR) has several factors, one of which is education. Non-formal education is an educational path outside of formal education which is carried out in stages and in a structured manner. PKBM is a vehicle to increase the knowledge and economy of learning citizens. The glass awi training is one of the trainings contained in the Mekar Buana PKBM. This study aims to describe the process and results of the glass awi training in improving the life skills of learning residents at PKBM Buana Mekar. This research uses a qualitative approach with a case study method. This research was conducted at PKBM Buana Mekar. The subjects in the study consisted of PKBM managers and one tutor, two learning residents. The research data were obtained through observation, interviews, and documentation studies. The results of the study show that seeing a lot of potential for learning citizens in entrepreneurship and to improve the life skills of learning citizens. The learning process is carried out in one day and the activities are going well using participatory learning strategies, the suggestions and infrastructure are quite adequate. Learning residents are able to distinguish between types of awi, changes in the attitudes of learning residents regarding socialization and empathy. Training activities are able to improve the life skills of learning residents at PKBM Abstrak Setiap pembangunan sumber daya manusia (SDM) ada bebarapa faktor salah satunya pendidikan. Pendidikan non formal adalah sebuah jalur pendidikan di luar dari pendidikan formal yang dilaksanakan secara berjenjang da terstruktur. PKBM adalah wahana untuk meningkatkan pengetahuan dan ekonomi warga belajar. Pelatihan gelas awi merupakan salah satu pelatihan yang terdapat dalam PKBM Mekar Buana. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan proses dan hasil pelatihan gelas awi dalam meningkatkan life skill warga belajar di PKBM Buana Mekar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini dilakukan di PKBM Buana Mekar. Subjek dalam penelitian terdiri dari pengelola PKBM dan satu tutor,dua warga belajar. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa melihat banyak potensi warga belajar dalam berwirausaha dan untuk meningkatkan life skill para warga belajar. Proses pembelajar dilakuka satu hari dan kegiatan berjalan dengan baik dengan menggunakan strategi pembelajaran partisipatif, saran dan prasarana cukup memadai. Warga belajar mampu membedakan jenis awi, perubahan sikap warga belajar terkait sosialisasi dan sikap empati. Kegiatan pelatihan mampu meningkatkan life skill warga belajar di PKBM Mekar Buana
PERAN PAKET C DALAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DI YAYASAN PKBM HANUBA MEDAN Nazaruddin; Daulay , Afrahul Fadhila
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 19 No. 1 (2025): MEI
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Paket C dalam pendidikan luar sekolah memiliki peran strategis dalam memberikan akses pendidikan bagi masyarakat yang tidak dapat melanjutkan ke pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Paket C di Yayasan PKBM Hanuba Medan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan karakter peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paket C di PKBM Hanuba tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga membangun keterampilan hidup dan nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian. Melalui pendekatan berbasis komunitas dan metode pembelajaran yang fleksibel, PKBM Hanuba berhasil menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.
PERENCANAAN PROGRAM PEMBELAJARAN ALTERNATIF DI SEIRING ART SPACE KOTA BENGKULU Yolanda Sari, Jetesa; Putra, Ari; Sofino, Sofino
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 19 No. 1 (2025): MEI
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v19i1.19192

Abstract

Dalam era modern, masyarakat menghadapi berbagai tuntutan aktivitas yang memicu stres, sehingga mencari cara untuk merelaksasikan diri menjadi penting. Salah satu respons yang muncul adalah kegiatan healing, termasuk berwisata, yang efektif untuk melepaskan kepenatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan program pendidikan alternatif di Seiring Art Space Kota Bengkulu, yang menggabungkan seni, budaya, dan pariwisata. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program melibatkan identifikasi kebutuhan peserta, rumusan tujuan yang edukatif, objek perekrutan yang inklusif, serta monitoring dan evaluasi yang sistematis. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan terstruktur dalam perencanaan program pendidikan nonformal untuk meningkatkan efektivitas dan relevansi kegiatan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan nonformal dan menjadi referensi bagi pengelola program lainnya dalam menciptakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Analisis Efektivitas Platform E-Learning dalam Mendukung Kegiatan Pendidikan dan Dakwah Wanita Muslimah suartika, ika
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 19 No. 1 (2025): MEI
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v19i1.19278

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan dan dakwah, termasuk bagi wanita Muslimah. Platform e-learning menjadi salah satu sarana yang potensial dalam mendukung kegiatan pendidikan dan dakwah secara fleksibel, interaktif, dan luas jangkauannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas platform e-learning dalam mendukung peningkatan literasi pendidikan dan dakwah di kalangan wanita Muslimah. Penelitian ini dilaksanakan pada komunitas wanita Muslimah di wilayah Jabodetabek. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap 50 responden yang aktif menggunakan platform e-learning, sementara data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 10 narasumber utama. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik deskriptif dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform e-learning efektif dalam meningkatkan akses wanita Muslimah terhadap materi pendidikan dan dakwah. Aspek kemudahan penggunaan, keberagaman konten, serta fleksibilitas waktu menjadi faktor utama yang mendukung efektivitas. Namun, hambatan seperti keterbatasan literasi digital dan akses internet masih menjadi tantangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa platform e-learning memiliki potensi besar dalam mendukung kegiatan pendidikan dan dakwah wanita Muslimah. Diperlukan upaya peningkatan literasi digital dan pengembangan konten yang lebih relevan untuk memaksimalkan manfaatnya .
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI KETERAMPILAN MEMBATIK Siti Zakiyah Maulida; Bayu Adi Laksono; Nastiti Novitasari
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 19 No. 1 (2025): MEI
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v19i1.19592

Abstract

Belum adanya kegiatan untuk kreativitas kreativitas perempuan di Desa Jalatrang menjadi salah satu latar belakang terbentuknya program pemberdayaan ini. Pemerintah Desa Jalatrang berupaya membentuk Rumah Batik Jalatrang Kreatif untuk membangkitkan batik khas Ciamis yang kini sudah mulai redup. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses pemberdayaan perempuan melalui keterampilan membatik di Rumah Batik Jalatrang Kreatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pemberdayaan perempuan melalui keterampilan membatik di Rumah Batik Jalatrang Kreatif sudah berjalan sesuai rencana. Proses pemberdayaan yang dilakukan di Rumah Batik Jalatrang Creative diawali dengan mengidentifikasi potensi dan permasalahan melalui pertemuan, proses penyusunan rencana kegiatan dilakukan melalui diskusi untuk menentukan rencana yang tepat, kemudian proses penerapan rencana kegiatan dilakukan dengan fokus terhadap tujuan utama, yaitu pemberdayaan melalui keterampilan membatik dengan memberikan pelatihan agar proses produksi dapat berjalan dengan baik, proses terakhir adalah pertemuan proses dan hasil kegiatan yang dilakukan dengan cara berkumpul melalui dokumentasi, absensi, serta laporan kegiatan. Simpulan dari penelitian ini adalah proses pemberdayaan perempuan di Rumah Batik Jalatrang Creative ini diawali dengan proses identifikasi dan kajian potensi wilayah, penyusunan rencana kegiatan, penerapan rencana kegiatan, serta memadukan proses dan hasil kegiatan.
EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DALAM BIDANG PANGAN Inda Asri Damayanti; Herwina, Wiwin; Karwati, Lilis
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 19 No. 1 (2025): MEI
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v19i1.19605

Abstract

Abstrak Kebutuhan dasar manusia yang harus dicukup salah satunya yaitu dalam aspek pangan. Namun, sistem ketahanan pangan di Indonesia termasuk masih rawan. Tindakan pencegahan atas kerawanan pangan ini dapat diatasi salah satunya melalui program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam bidang pangan. Tetapi, kurangnya pengetahuan dan keterampilan serta rendahnya tingkat kerjasama anggota dalam menjalankan program sehingga perlu adanya kegiatan evaluasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Adapun hasil penelitian bahwa: Evaluasi context, dengan anggota PKK yang memahami pentingnya pemenuhan pangan, dan program Aku Hatinya PKK diadakan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan. Evaluasi Input, dengan penggunaan dana, sarana dan prasarana yang memadai serta dukungan dari pihak eksternal. Evaluasi Process, dengan pelaksanaan program yang sesuai dengan perencanaan, namun masih kurangnya penyesuaian waktu sebagian anggota PKK dalam mengikuti program. Evaluasi Product, dengan adanya kepuasan dari anggota PKK terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh. Simpulan penelitian ini melalui metode CIPP dapat membantu program pemberdayaan kesejahteraan keluarga dalam bidang pangan. Kata Kunci : Pemberdayaan Keluarga; Evaluasi Program; Metode CIPP. Abstract The fulfillment of basic human needs, particularly food, is crucial. However, Indonesia's food security system remains vulnerable. One solution involves the Family Welfare Empowerment (PKK) program in the food sector. Yet, limited knowledge, skills, and cooperation among members necessitate program evaluation. This study adopts a qualitative descriptive method, with data collected through observation, interviews, and documentation, focusing on purposive sampling. The results of the research are: Context evaluation, with PKK members who understand the importance of food fulfillment, and the PKK's Aku Hatinya program is held to increase knowledge and skills. Evaluation of inputs, with the use of adequate funds, facilities and infrastructure as well as support from external parties. Process Evaluation, with the implementation of the program in accordance with the plan, but there is still a lack of time adjustment for some PKK members in participating in the program. Product Evaluation, with the satisfaction of PKK members with the increase in knowledge and skills obtained. The conclusion of this research through the CIPP method can help family welfare empowerment programs in the food sector. Keywords : Family Empowerment; Program Evaluation; CIPP Method.
PERAN ORANG TUA DALAM MEMBERIKAN STIMULASI TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI Nurdiah, Mey; Santika, Tika; Muis, Abdul
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v19i2.8056

Abstract

Fenomena yang terjadi dilapangan bahwasanya masih banyak orang tua yang lalai dalam melakukan peranannya sebagaimana mestinya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan tentang peran orang tua dalam memberikan stimulasi terhadap perkembangan kognitif anak usia dini. Lestari (2012:153) bahwa "peran orang tua merupakan cara yang digunakan oleh orang tua berkaitan dengan pandangan mengenai tugas yang harus dijalankan dalam mengasuh anak”. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian terdiri dari tiga orang tutor serta dua orang tua peserta didik di Rumah Bunda Islaimic Daycare Kecamatan Teluk Jambe Timur Kabupaten Karawang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) orang tua di rumah bunda islamic daycare telah melakukan peranannya dengan baik dimana mereka mencoba meluangkan waktu ditengah kesibukan mereka dalam bekerja untuk memberikan stimulasi. (2) orang tua dan tutor dapat bekerjasama untuk terus mencari materi dan metode yang menyenangkan dalam memberikan stimulasi bagi anak usia dini terhadap perkembangan kognitifnya. (3) hasil yang diperoleh dari pemberian stimulasi ini adalah perkembangan kognitif pada anak usia dini terus meningkat serta dapat menerapkan stimulasi yang telah diajarkan kedalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci : Peran Orang tua, Pemberian Stimulasi, Perkembangan Kognitif Anak
Pemberdayaan Perempuan Melalui Kursus Tata Rias Kecantikan di LKP Farina Kabupaten Karawang Aulia, Amarani Rulis
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v19i2.8071

Abstract

Melalui pemberdayaan perempuan, diharapkan para perempuan akan mendapatkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mencapai potensi penuh mereka sehingga dapat berpartisipasi dalam pengembangan usaha dan memberdayakan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pemberdayaan perempuan melalui kursus tata rias kecantikan di LKP Farina Kabupaten Karawang. Sara H. Longwee (1993) pemberdayaan perempuan mencakup tiga hal: "(1) capacity building bermakna membangun kemampuan perempuan; (2) cultural change yaitu perubahan budaya yang memihak kepada perempuan; (3) structural adjustment adalah penyesuaian struktural yang memihak perempuan. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian terdiri dari satu orang pengelola, instruktur, dan peserta kursus di LKP Farina Kabupaten Karawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kursus tata rias dapat dikatakan telah mampu memberdayakan perempuan karena kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan peserta kursus terus meningkat sehingga peserta kursus dapat mengembangkan kemampuan dan usaha di bidang tata rias. Kata kunci : Pemberdayaan Perempuan; Kursus; Tata Rias Kecantikan.   Abstract Through women's empowerment, it is hoped that women will gain the skills needed to reach their full potential so that they can participate in business development and empower the community's economy. This study aims to describe the empowerment of women through beauty make-up courses at LKP Farina, Karawang Regency. Sara H. Longwee (1993) women's empowerment includes three things: "(1) capacity building means building women's abilities; (2) cultural change, namely cultural change that favors women; (3) structural adjustment that favors women. Approach in this study using a qualitative approach. The data collection techniques are observation, interviews, and documentation. The research subjects consist of one manager, instructor, and course participants at LKP Farina, Karawang Regency. The results show that the implementation of the cosmetology course can be said to have been able to empower women because the abilities, skills, and knowledge of course participants continue to increase so that course participants can develop abilities and businesses in the field of cosmetology. Keywords : Women Empowerment; Course; Cosmetology.
Tanggung Jawab dan Peran Orang Tua dalam Menumbuh Kembangkan Kecerdasan Spiritual Bagi Anak Usia Dini Riza, Riza Dwi Ginova; Lili Dasa Putri
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v19i2.15539

Abstract

Keluarga adalah sekumpulan dua orang atau lebih yang mempunyai hubungan darah, perkawinan atau adopsi dan setiap anggota keluarga selalu berinteraksi satu sama lain dengan tujuan menciptakan dan memelihara budaya bersama seperti meningkatkan kesejahteraan fisik, mental, emosional, sosial, dan terutama spiritual pada usia dini pada setiap anggota keluarga. Tanggung jawab dan peran orang tua sangat diperlukan dalam menumbuh kembangkan tingkat kecerdasan spiritual pada anak usia dini agar dapat membantu mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan menjamin masa depan mereka kelak. Tanggung jawab orang tua dalam kaitannya dengan anak diartikan sebagai tempat atau sarana pengasuhan yang dapat memberikan kegiatan kasih sayang dan pengasuhan yang terbaik dengan cara yang efisien dan ekonomis. Anak usia dini yang sering disebut dengan istilah anak yang sedang memasuki masa emas (golden age). Pada masa emas ini, anak akan dengan mudah menerima segala didikan atau informasi serta ajaran yang diberikan oleh orang tua sehingga anak akan dengan mudah mengingat apa saja yang diajarkan oleh orang tua mereka.