cover
Contact Name
Irfan Habibie Martanegara
Contact Email
jurnalpls@uika-bogor.ac.id
Phone
+6285220494930
Journal Mail Official
jurnalpls@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H. Sholeh Iskandar km 2 Bogor 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
ISSN : 18583628     EISSN : 27153363     DOI : 10.32832/jpls
Fokus Jurnal: Kajian tentang pendidikan dalam masyarakat.
Articles 83 Documents
PERENCANAAN PEMBELAJARAN DARING KOMBINASI MENGGUNAKAN PADLET PADA PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) SUKA MAJU SEJAHTERA Wilda Febriyanti, Wilda Febriyanti
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 18 No. 1 (2024): MEI
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v18i1.15761

Abstract

Abstrak Permasalahan yang sering ditemukan di PKBM adalah tingkat kehadiran peserta didik yang rendah menjadi hal yang harus dicarikan solusinya oleh pihak lembaga. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan yang dialami oleh PKBM dan mencarikan solusi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Metode yang digunakan dalam meneliti yaitu dengan pendekatan kualitatif, pengambilan data menggunakan wawancara, dan observasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan di PKBM Suka Maju Sejahtera yang menjadi permasalahan utama di PKBM adalah tingkat kehadiran peserta didik yang rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dirancang pembelajaran berbasis online yang menjadi media pembelajaran yaitu berupa platform padlet. Kata Kunci : PKBM, Pendidikan Non formal, Padlet Abstract The problem that is often found in PKBM is the low level of student attendance, which is something the institution must find a solution for. The aim of this research is to find out the problems experienced by PKBM and find solutions by utilizing information and communication technology. The method used in research is a qualitative approach, data collection using interviews, and observation. The results obtained from research conducted at PKBM Suka Maju Sejahtera are the main problem at PKBM is the low level of student attendance. To overcome this problem, online-based learning was designed as a learning medium, namely the Padlet platform. Keywords: PKBM, Non-formal Education, Padlet
PRINSIP PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN ORANG DEWASA PADA LOKAKARYA KOMUNITAS BELAJAR I PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK ANGKATAN II PROPINSI BENGKULU UNTUK MEWUJUDKAN EKOSISTEM SEKOLAH YANG BERDIFERENSIASI Putra, Ari; Stiadi, Elwan; Dwi Palenti, Citra; Gusti, Ririn; Sofino, Sofino; Saputra, Adif Jawadi
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 18 No. 1 (2024): MEI
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v18i1.16370

Abstract

This study aims to explore how the andragogy approach can be used in workshops of the Sekolah Penggerak Program to realize student-centered learning and school ecosystems. This approach involves principals, school supervisors, and teachers as participants in the workshop, with a focus on participant involvement as the key to the success of adult learning. The study uses a qualitative approach with data collection through interviews, observations, and documentation. The principles of andragogy are the main foundation in organizing the Community Learning Workshop, where participants are actively involved in the learning process. This workshop becomes an effective model because it allows adults to learn from collective experiences and knowledge within the community. In the context of adult education, community learning workshops become a relevant strategy to achieve the goals of Adult Education programs. The learning approach in these workshops follows the MERDEKA flow, which includes stages starting from self, exploration of concepts, collaboration space, guided reflection, contextual demonstration, elaboration of understanding, connection between materials, and (action) plan, totaling 8 hours of lessons. Organizing adult learning through community learning workshops is one of the relevant strategies to achieve the goals of the Sekolah Penggerak Program in improving access and quality of education for the community, including adult education. Therefore, it is important to understand the principles underlying the organization of adult learning in community learning workshops in the Sekolah Penggerak Program
Kampung Tenun Kota Samarinda: Studi Pendidikan Masyarakat untuk memberdayakan masyarakat melalui Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal Sari, Syifa Aprita; Mustangin, Mustangin; Lukmanul, A. Ismail
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 18 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v18i2.16793

Abstract

This study aims to analyze the process of community empowerment in weaving tourism village communities. The research approach in this study is a qualitative approach because it is in accordance with the purpose of this study, which is to examine in depth how the process of community empowerment carried out in the development of weaving village tourism. Data collection in this study used data collection techniques, namely interviews with informants, namely village governments, weaving village managers, and people living in weaving villages. In addition, it uses observation techniques and document studies. Data analysis in this study uses data analysis techniques, namely data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed that the empowerment process analyzed used the awareness stage, namely by identifying community needs through joint discussions with the weaving village community. The results of the discussion showed that the people of weaving village have less anxiety about existence. So that a weaving village was formed as a tourist village. In addition, there are stages of community education in the form of providing tourism management training so that people have skills in tourism management. Keywords: Community Empowerment, Community Education, Tourism Village
PERAN KELUARGA DALAM MENCEGAH PERILAKU BULLYING PADA ANAK USIA DINI Hamidah, Ghalda; Karwati, Lilis; Laksono, Bayu Adi
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 18 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v18i2.17286

Abstract

Bullying atau sering disebut perundungan adalah suatu perbuatan yang disengaja dilakukan oleh seseorang atau kelompok dengan maksud menimbulkan rasa sakit dan dilakukan secara berulang-ulang, bullying saat ini sangat mengkhawatirkan, sehingga perlu adanya pencegahan terhadap perilaku bullying sejak usia dini. Tujuan dari penelitian ini untuk memahami peran keluarga dalam mencegah perilaku bullying pada anak usia dini. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu peran keluarga dalam mencegah perilaku bullying pada anak usia dini meliputi: 1) Peran keluarga sebagai modelling: orang tua berperan dalam membangun komunikasi yang baik dan efektif, memberikan keteladanan, dan membentuk nilai moral dan etika. 2) Peran keluarga sebagai mentoring: orang tua berperan dalam menciptakan kedekatan emosional pada anak, serta memberikan pendampingan dan dukungan. 3) Peran keluarga sebagai organizing: orang tua berperan dalam menciptakan kerja sama dalam keluarga, memenuhi kebutuhan keluarga dan meluruskan sistem keluarga. 4) Peran keluarga sebagai teaching: orang tua berperan dalam mengajarkan pendidikan karakter, membangun kepercayaan diri pada anak, juga membimbing dan mendidik anak. Simpulan dalam pencegahan bullying pada anak usia dini adalah peran keluarga terutama orang tua sangat dibutuhkan, maraknya kasus bullying saat ini membuat orang tua harus dengan ekstra dalam melibatkan diri dalam pencegahan bullying pada anak.
Analisis Tekanan Sosial Terhadap Keluarga Tanpa Anak Laki-Laki dalam Tradisi Keturunan Suku Karo JUSUP SINULINGGA, APRI WAHYUNI BR SINULINGGA; apri, Sudirman
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 18 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v18i2.17580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tekanan sosial yang dialami oleh keluarga tanpa anak laki-laki dalam tradisi keturunan Suku Karo di Kabupaten Deli Serdang. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menggambarkan secara akurat fenomena sosial yang kompleks melalui observasi mendalam dan wawancara terhadap responden yang terlibat langsung dalam tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan sosial ini berasal dari dua sumber utama: keluarga dan masyarakat. Tekanan dari keluarga sering kali berupa dorongan untuk melahirkan lagi, khususnya dari keluarga inti, yang menciptakan ekspektasi tinggi dan dapat merusak hubungan suami istri. Sementara itu, tekanan dari masyarakat datang dalam bentuk ekspektasi sosial untuk memiliki anak laki-laki dan komentar yang menimbulkan beban psikologis. Tekanan sosial yang dihadapi keluarga tanpa anak laki-laki dalam masyarakat Karo mencerminkan norma budaya yang mendalam dan berdampak signifikan pada kesejahteraan emosional dan dinamika keluarga.
Petualangan Wallace dalam Buku The Ascent of Man Karya Jacob Bronowski Ditinjau dari Perspektif Teori Adventure Education (AE) Nurzaelani, Mohammad Muhyidin; Muslim, Suyitno; Djatmiko, Wisnu
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 18 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v18i2.18431

Abstract

Dalam buku The Ascent of Man, pada Bab 9 tentang Tangga Penciptaan, Jacob Bronowski menceritakan tentang bagaimana Teori Evolusi Darwin tercipta. Pada buku ini, Jacob Bronowski banyak bercerita tentang Alfred Russel Wallace, seseorang yang sangat berjasa dalam Teori Evolusi tetapi banyak dilupakan oleh orang-orang. Alfred Russel Wallace, seorang penjelajah dan naturalis, menjalani petualangan yang penuh dengan tantangan, ia dikenal karena perjalanannya ke wilayah-wilayah terpencil seperti Kepulauan Melayu (sekarang Indonesia) dan Amazon. Wallace mengamati flora dan fauna yang memungkinkan dia belajar secara mendalam tentang ekosistem, yang pada akhirnya membantunya merumuskan teori seleksi alam. Wallace berinteraksi dengan berbagai komunitas lokal selama perjalanannya dan mempelajari bagaimana kebudayaan dan peradaban manusia berkembang. Perjalanan Wallace merupakan pembelajaran yang menarik untuk diamati dan dipelajari. Bagaimana Wallace belajar dari penjelajahannya sangat dekat dengan konsep pendidikan petualangan (adventure education). Dari perspektif Adventure Education, petualangan Wallace dalam The Ascent of Man Karya Jacob Bronowski tidak hanya menggambarkan penemuan ilmiah, tetapi juga proses pembelajaran yang mendalam melalui eksplorasi, tantangan, dan pengalaman langsung. Ini adalah contoh nyata bagaimana petualangan dapat menjadi alat pendidikan yang ampuh untuk memahami dunia dan diri sendiri.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA RESPONSIF GENDER: STRATEGI MENINGKATKAN FAMILY RESILIENCE MELALUI PROGRAM BATIK ECO PRINT Putra, Ari; Rahmasari, Helda; Safitri, Ani; Palenti, Citra Dwi
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 18 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v18i2.18628

Abstract

Peran perempuan dalam pembangunan telah menjadi isu strategis, terutama dalam konteks ketahanan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk membahas pemberdayaan ibu rumah tangga di Desa Renah Semanek, Bengkulu Tengah sebagai strategi meningkatkan ketahanan keluarga melalui program kecakapan hidup batik eco print. Program ini merup kelanjutan dari pilot proyek tahun 2023 yang mengembangkan Posko Mitra Keluarga Responsif Gender dari wadah pengasuhan anak menjadi platform pemberdayaan ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini diperoleh dengan pendekatan Pentahelix, melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat, NGO, dan media, program ini bertujuan untuk memberikan keterampilan ekonomi berkelanjutan kepada ibu rumah tangga. Penelitian ini menganalisis pelaksanaan, dampak, dan tantangan yang dihadapi dalam implementasi program ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program batik eco print tidak hanya meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi ibu rumah tangga tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Sosialisasi Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik Kepada Masyarakat Dalam Upaya Memberdayakan Masyarakat Fricilia, Frisca Fitria
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 15 No. 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract In Indonesia, the level of waste processing is still low, at only 10% of the total. Currently, there are many landfills that have piled up, and there is still a lot of garbage that is not disposed of in its proper place and is only left to pile up. Of course, this can have a negative impact on the environment. It is necessary to improve the proper waste management for each type of waste, namely organic and inorganic waste. The purpose of writing this article is to provide socialization to the community in empowering the community in processing their waste, especially household waste which must have two types of waste, which can make the community empowered or be able to process waste which can have a positive impact on the economy and environmental cleanliness. . In processing organic waste into compost, it can help the community in fertilizing the soil that can be planted with various plants. These plants will be able to thrive and provide benefits to the people who plant them. Processing paper waste as a paper shoap can reduce used waste which, when processed, can be reused. Abstrak Di Indonesia tingkat pengelolaan sampah masih rendah, yaitu hanya pada 10% dari total keseluruhanya. Tempat pembuangan Akhir pun saat ini sudah banyak yang kapasitasnya sudah melebihi, dan masih banyak juga sampah sampah yang tidak di buang pada tenpatnya dan hanya dibiarkan menumpuk. Tentu hal ini dapat memberikan dampak yang buruk bagi lingkungan hidup. Perlu ditingkatkan lagi pengolahan sampah yang tepat pada setiap jenis sampah yaitu sampah organic dan anorganik. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat dalam memberdayakan masyarakat pada pengolahan sampahnya, terutama sampah rumah tangga yang pasti memiliki dua jenis sampah tersebut, dapat menajadikan masyarakat berdaya atau menjadi bisa mengolah sampah yang bdapat memberikan dampak positif baik itu untuk perekonomian dan kebersihan lingkungan. Pada pengolahan sampah organic menjadi pupuk kompos, dapat membantu masyarakat dalam menyuburkan tanah yang dapat ditanami dengan berbagai tanaman. Tanaman tersebut akan dapat tumbuh dengan subur dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang menanamnya. Pengolahan sampah kertas sebagai paper shoap dapat mengurangi sampah bekas yang Ketika sudah diolah dapat digunakan kembali
Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Program Pojok Bermain (Calistung dan Permainan Tradisional) Listiani, Risma; Fauzi, Rafi Muhammad; Indiyani, Indiyani; Afifah, Putri Jihan; Ulum, Syahda Juang Miftahul; Novitasari, Nasiti
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 15 No. 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract With the presence of internet learning and the improvement of innovation is progressively fast this surely creates new issues in the realm of schooling, including trouble adjusting and low inspiration of understudies to partake effectively in web based learning. Subsequently, we held a program utilizing the mechanism of playing corner. The objective is that the local area can partake to spur kids and present customary games that have started to disintegrate from the personalities of youngsters or society. The technique utilized is to establish a socially amicable climate. The learning strategy is adjusted by the execution of the presentation of Indonesian game culture has been completed in the play corner program. The consequences of the movement showed that the participatory preparation of the playing corner has been supposed to be great in the execution on the field. The people group shows contribution in direction, local area association in the execution is getting ready offices and foundation plainly noticeable, kids conveying devices for learning without requesting cash, guardians and local area pioneers carve out opportunity to partake in opening exercises, program execution, and taking part in giving thoughts. This play corner strengthening program against local area interest in Sukarame Hamlet, Kalimanggis Village, is exceptionally powerful both as far as moral schooling values, morals, and imagination for youngsters and the local area. Abstrak Dengan adanya pembelajaran daring dan perkembangan teknologi yang semakin maju ini pasti menciptakan masalah baru di bidang pendidikan, termasuk kesulitan beradaptasi dan rendahnya motivasi anak untuk mengambil bagian secara efektif dalam pembelajaran khususnya secara daring. Selanjutnya, kami mengadakan program Pojok Bermain. Tujuannya agar masyarakat dapat berpatisipatif untuk memacu motivasi anak-anak dan memperkenalkan permainan tradisional yang sudah mulai terkikis dari benak anak-anak atau masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah menciptakan lingkungan yang ramah budaya. Metode pembelajaran disesuaikan dengan pelaksanaan pengenalan budaya permainan Indonesia yang telah dilakukan dalam program ini. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa perencanaan partisipatif pojok bermain sudah dikatakan baik di lapangan. Masyarakat menunjukkan kontribusi dalam pengambilan keputusan, Kontribusi masyarakat dalam pelaksanaan persiapan sarana dan prasana jelas, anak-anak membawa alat tulis untuk membaca tanpa meminta uang jajan, orang tua dan tokoh masyarakat meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan pembukaan, pelaksanaan program, dan memberikan ide-ide. Program pemberdayaan pojok bermain terhadap partisipasi masyarakat di Dusun Sukarame, Desa Kalimanggis, sangat berpengaruh baik dari segi nilai-nilai moral, akhlak, dan kreativitas bagi anak-anak dan masyarakat.
ANALISIS MASALAH IMPLEMENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN NON- FORMAL DI LKP PISTAR MEDAN Rosdiana, Rosdiana; Saragih, Mahfuzi Irwan; Pasaribu, Pebri Yeni; Siringoringo, Vitra Anugrah Setia; Sipahutar, Gian
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 15 No. 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to analyze the problems of implementing the non-formal education curriculum at LKP Pistar and compare it with the national LKP curriculum. This research was conducted by going directly to the Pistar Training Course Institute (LKP) which is located at Jalan Setia No. 19 Tanjung Gusta Village, Medan Helvetia District, Medan City, North Sumatra 20125. This research was conducted using a qualitative approach with data collection techniques through observations, interviews, documentation studies and literature studies. Based on the results of observations through direct observations and interviews with LKP Pistar, several problems were obtained in the implementation of the non-formal education curriculum at LKP Pistar, namely, firstly, the author did not find a curriculum, but there was only a syllabus, secondly based on the results of the research that the author did. do it at the English language course institution, that LKP Pistar does not provide a curriculum or syllabus or some kind of Learning Process Plan (RPP), and tutors are asked to make their own RPP, the three implementations of the non-formal education curriculum at LKP Pistar have not been implemented properly as the LKP curriculum that has been determined nationally. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahan implementasi kurikulum pendidikan non- formal di LKP Pistar dan membandingkannya dengan kurikulum LKP secara nasional. Penelitian ini dilakukan dengan terjun langsung ke Lembaga Kursus Pelatihan (LKP) Pistar yang beralamat di Jalan Setia No. 19 Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara 20125. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan (observasi), wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Berdasarkan hasil observasi melalui kegiatan pengamatan dan wawancara secara langsung ke LKP Pistar, maka diperoleh beberapa permasalahan pada implementasi kurikulum pendidikan non-formal di LKP Pistar tersebut, yaitu pertama penulis tidak menemukan adanya kurikulum, namun yang ada hanyalah silabus, kedua berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di lembaga kursus bahasa inggris tersebu, bahwasanya pihak LKP Pistar tidak memberikan kurikulum atau silabus atau semacam Rencana Proses Pembelajaran (RPP), dan para tutor diminta untuk membuat RPP sendiri, ketiga implementasi kurikulum pendidikan non-formal di LKP Pistar ini belum terlaksana dengan baik sebagaimana mestinya kurikulum LKP yang sudah ditentukan secara nasional.