cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
educatio@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Educatio FKIP UNMA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24599522     EISSN : 25486756     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/educatio
Core Subject : Education,
Education curriculum, instruction, learning, policy, preparation of teachers, Learning Media, Development Subject of Education, and Management of Education
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2025)" : 38 Documents clear
Implementation of Phase F Learning in Kurikulum Merdeka: How Well Students Able to Analyze Text? Kustini, Titin; Ilyas, Rahma
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i1.10431

Abstract

"Kurikulum Merdeka" allows teachers to choose the material they find necessary to teach in class. Phase F is a learning phase for grades 11 and 12 at vocational/senior high schools, with the final learning outcome that students should have standard competence in spoken, written, and visual English to communicate according to the situation, purpose, and audience/reader. In this phase, various texts can be used as the main learning material, as they can help students improve their vocabulary, grammar, interpretation, and ability to analyze and produce texts. However, many students face challenges with their basic English skills. A study was conducted to assess students' abilities in analyzing text, specifically analytical exposition texts. Fourteen students majoring in software engineering were involved in the qualitative descriptive study, and data was collected through observation and assessment. Students were required to analyze the text and record it as videos, aiming to increase their technological literacy through mastery of various applications such as Bandicam.The research findings revealed that students showed very good ability in analyzing the generic structure of the text, but struggled with analyzing language features like simple present tense, conjunctions, and terms related to the context. On the positive side, students demonstrated strong technological literacy as they were able to master various video-making applications.
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Dalam Meningkatkan Literasi Membaca Siswa Sekolah Dasar Hariyantini, Made Rian; Suwindia, I Gede; Winangun, I Made Ari
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i1.11050

Abstract

Literasi membaca merupakan keterampilan dasar yang penting bagi pengembangan diri siswa, namun tingkat literasi di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan model pembelajaran discovery learning dalam meningkatkan literasi membaca siswa di SDN 3 Banyuning. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan 22 siswa kelas 1. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model discovery learning dilakukan melalui langkah-langkah yang meliputi persiapan pembelajaran, kegiatan awal yang menarik, eksplorasi kelompok, presentasi, dan refleksi. Siswa menunjukkan keterlibatan yang tinggi, aktif berdiskusi, dan mampu menganalisis informasi dengan lebih baik. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa penerapan model discovery learning dapat meningkatkan literasi membaca siswa secara signifikan, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Penelitian ini menyarankan agar guru menerapkan model ini sebagai alternatif efektif dalam pembelajaran, serta pentingnya dukungan sumber daya dan pelatihan bagi guru untuk mengoptimalkan implementasi model pembelajaran yang inovatif.
Penerapan Game Edukasi Berbasis Bamboozle Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Tasmara, Afdol; Wahyuni , Delka; Furwanti, Intan; Rahmawati , Nissa; Fidella, Syifa Claresta; Alfiandra; Hasdawaty, Ervinna
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i1.11067

Abstract

Penggunaan media pembelajaran mempunyai pengaruh besar dalam meningkatkan semangat dan motivasi peserta didik, karena dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik dapat menghasilkan pembelajaran yang tidak monoton. Media pembelajaran dapat berupa game edukasi, salah satunya adalah bamboozle yang merupakan media berbasis game sehingga dalam proses pembelajaran sebagai hal yang menarik untuk meningkatkan motivasi peserta didik. Penelitian yang dilakukan dalam artikel ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik menggunakan game edukasi bamboozle di kelas VIII.4 yang berjumlah 36 orang. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas, Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis desktiptif kuantitatif, untuk Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan game edukasi berbasis bamboozle dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Hal tersebut dapat dilihat dari pelaksanaan tindakan pada pembelajaran di siklus 1 sebesar 53% dengan interpretasi motivasi cukup, kemudian mengalami peningkatan secara signifikan pada siklus 2 sebesar 74% dengan interpretasi motivasi tinggi. Dengan demikian, penggunaan game edukasi berbasi bamboozle dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Pengaruh Model Pembelajaran Children Learning in Science Berbasis Tri Kaya Parisudha Terhadap Sikap Spiritual Dan Hasil Belajar Agama Hindu Siswa Surini, Ketut; Winangun, I Made Ari
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i1.11134

Abstract

Penelitian ini menguji dampak model Children Learning in Science (CLIS) yang didasarkan pada nilai-nilai Tri Kaya Parisudha (pikiran baik, perkataan baik, dan perbuatan baik) terhadap sikap spiritual dan hasil belajar siswa kelas empat SD di Gugus VII Banyuning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan fokus pada dua kelompok: kelompok eksperimen yang menggunakan model CLIS dan kelompok kontrol yang menerapkan metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes untuk mengevaluasi kinerja siswa dalam pelajaran agama Hindu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CLIS secara signifikan meningkatkan sikap spiritual dan prestasi akademik siswa dibandingkan dengan metode konvensional. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan substansial dalam sikap spiritual, dengan skor yang meningkat dari rata-rata 75,6 menjadi 88,4. Selain itu, prestasi akademik juga meningkat secara nyata, dengan kelompok eksperimen mencapai nilai rata-rata post-test 85,7, dibandingkan dengan 75,2 pada kelompok kontrol. Analisis statistik mengkonfirmasi keefektifan model CLIS, dengan korelasi yang signifikan (r = 0,68) antara sikap spiritual dan hasil akademik. Pendekatan CLIS, yang diperkaya dengan nilai-nilai Tri Kaya Parisudha, menumbuhkan lingkungan belajar holistik yang mengintegrasikan pendidikan etika dan moral dengan inkuiri ilmiah.
Implementasi Pojok Baca di Kelas dalam Mendukung Budaya Literasi: Tinjauan pada Program Gerakan Literasi Sekolah Kusumawardhany, Intan; Raharjo, Tri Joko; Suminar, Tri; Avrilianda, Decky; Subali, Bambang
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i1.11815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan baru serta penemuan. Yang kedua adalah untuk membuktikan atau menguji pengetahuan yang sudah ada. Yang ketiga adalah untuk mengetahui perkembangan sarana pojok baca berpengaruh penting dalam mensukseskan gerakan literasi sekolah. Studi ini adalah penelitan kepustakaan analisisnya adalah menganalisis isi dari  artikel. Setelah itu, artikel atau jurnal yang sesuai kriteria kemudian dijadikan satu dan dibuat rangkuman jurnal yang mencakup nama penulis, sampel, tahun diterbitkan jurnal, tujuan penelitian, alat ukur (instrumen), dan hasil atau temuan penelitian. Dalam literatur, sepuluh artikel membahas pojok baca dalam program GLS, semua artikel yang diperoleh adalah jurnal nasional dengan melakukan pencarian pada publish or perish menggunakan "pojok baca, gerakan literasi sekolah" adalah kata kuncinya. setelah itu dievaluasi dengan analisis evaluasi kritis untuk memeriksa inti jurnal dan hasil studi untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan antara jurnal  tersebut.Dari hasil pencarian 10 jurnal tersebut terdapat 6 jurnal yang membahas tentang peran pojok baca terhadap gerakan literasi sekolah. Beberapa temuan penting yang diperoleh dari berbagai jurnal termasuk dibuatnya ruang baca didalam sudut kelas sangat berkontribusi mensukseskan program gerakan literasi sekolah. Kedua, ruang baca didalam sudut kelas membuat minat membaca siswa dapat meningkat sehingga siswa dapat bertambah wawasannya. Ketiga, memberikan pengaruh yang positif antara sarana pojok baca dalam mendukung budaya literasi.
Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Bahasa Arab Kelas VIII di MTs Mambaul Ulum Umam, Rizqi Akromil; Wijaya, Mu'alim
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i1.10731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar Bahasa Arab siswa, proses pembelajarannya dan upaya-upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs Mambaul Ulum. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dan teknik pengumpulan datanya dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah kesulitan belajar yang dihadapi siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab dikarenakan kurangnya paham siswa akan pentingnya bahasa arab, kurangnya siswa menyerap materi-materi yang disampaikan guru, dan cara belajar siswa yang kurang efektif menjadikan siswa mengalami kesulitan dalam belajar. Strategi yang dilakukan oleh guru bahasa Arab yakni dengan menggunak metode pembelajaran yang variatif, berupa metode pembelajaran demonstrasi, metode drill dan pembelajaran berkelompok, strategi yang selanjutnya yakni evaluasi diakhir pembelajaran. Hambatan yang dihadapi oleh guru bahasa Arab berupa minat belajar anak yang kurang terhadap pelajaran bahasa Arab karena pesepsi yang terbenam dikalangan peserta didik yakni pelajaran bahasa Arab adalah pelajaran yang sulit, selain itu juga motivasi dan kontrol orang tua terhadap anak yang sangat rendah menjadi salah satu faktor penyebabnya.
Peningkatan Nilai Prosocial Behaviour Melalui Model Pembelajaran Cognitive Moral Development: Studi pre-experimental design Pada Siswa Sekolah Dasar Faiz, Aiman; Kurniawaty, Imas; Hadian, Vini Agustiani
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i1.11062

Abstract

Untuk mengimbangi adanya kekhawatiran yang muncul karena adanya perubahan perilaku manusia yang disebabkan adanya kemajuan teknologi yang pesat dan tidak terbendung, bidang pendidikan perlu memberikan berbagai penguatan salah satunya melalui proses pembelajaran. Penelitian untuk melihat peningkatan kemampuan nilai prososial siswa SD melalui model cognitive moral development. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen pre-experimental design One – Group Pretest-Posttest. Penelitian ini menghasilkan fakta pada kelas eksperimen terdapat peningkatan nilai prosocial behaviour dengan menggunakan teori Kohlberg pada model Cognitive moral development lebih baik dibanding kelas kontrol. Model Cognitive moral development efektif digunakan dalam memberikan penguatan nilai pada siswa Sekolah Dasar. Faktor lain dalam meningkatkan efektivitas tersebut adalah peran media cerita dilema moral yang dirancang sebagai pola treatment pada penelitian ini. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi stakeholder Pendidikan bahwa untuk meningkatkan nilai prososial pada anak Sekolah Dasar, guru bisa mengembangkan pembelajaran dengan model yang aktif dan variatif, sehingga siswa dapat memahami konteks pembelajaran yang disampaikan karena mudah dipahami dan juga sesuai dengan kondisi psikologis anak yang tumbuh pada era modernisasi pembelajaran.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Kemampuan Berpikir Divergen Peserta Didik Carlina, Rini; Daud, Firdaus; Arsyad, Muhammad
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i1.11142

Abstract

Studi ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan representasi visual dari korelasi antara keterampilan berpikir divergen dan metodologi pembelajaran berbasis proyek serta pembelajaran penemuan, 2) memeriksa potensi perbedaan dalam kemampuan berpikir divergen siswa yang diajarkan melalui pembelajaran berbasis proyek dibandingkan dengan mereka yang terlibat dalam pembelajaran penemuan, dan 3) menilai sejauh mana peningkatan keterampilan berpikir divergen di antara siswa yang dididik melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Kemampuan berpikir divergen, yang mencakup kefasihan, fleksibilitas, orisinalitas, dan elaborasi, merupakan elemen penting dari kompetensi yang diperlukan di abad ke-21. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental yang melibatkan dua kelas yang berbeda: satu kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dan satu kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran penemuan. Data dikumpulkan menggunakan metodologi pretest dan posttest dengan instrumen esai yang telah divalidasi. Temuan yang diperoleh dari analisis data menggunakan uji-t mengungkapkan hal-hal berikut: 1) Hasil pretest menunjukkan thitung (-0.216) < ttabel (1.669), yang mengarah pada kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara kedua kelas. 2) Hasil posttest mengungkapkan thitung (2.997) > ttabel (1.669), menunjukkan bahwa kelas eksperimen mengalami dampak signifikan dari penerapan model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan berpikir divergen.
The Walisongo's Abangan and Putihan Da'wah Methods in the Land of Java: Comparative Study of the Da'wah Methods of Sunan Kalijaga and Sunan Giri Alfaruq, M Syaifuddin; Rozaq, Abdul
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i1.11968

Abstract

The beginning of the spread of Islam in the archipelago began in the 11th century in the Malacca Peninsula area spread by merchants from the Middle East. While Islam began to settle in Java in the 14th century along with the collapse of the Majapahit Kingdom. The method used in this research is the Qualitative method, using a descriptive approach. The data collection method used by researchers is the interview method and Library Research. The specific research is on the dualism of the Walisongo da'wah flow, especially on the Abangan method used by Sunan Kalijaga and the Putihan method used by Sunan Giri. The method of da'wah used by Sunan Kalijaga and Sunan Giri was because the Javanese people had embraced the belief before Islam set foot in Java, this belief was called Kejawen or Kapitayan. The process of spreading Islam took place peacefully without any violence. The result of this dualism is the division of Muslims in Java, known as Abangan Islam and Putihan Islam. The Abangan Islam tends to worship using art, for example by using Javanese gending or songs, while the Putihan Islam worship based on the Qur'an and Hadith kaffah (perfect), they consider worshiping using art is a shirk.
Pemanfaatan Nilai Budaya Putri Pukes sebagai Bahan Ajar BIPA Tingkat Menengah Syahfitri, Dian; Putrayasa, Ida Bagus; Wisudariani, Ni Made Rai; Sudiana , I Nyoman
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i1.11995

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat menengah memerlukan bahan ajar yang tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya Indonesia. Cerita rakyat Putri Pukes dari Gayo, Aceh, memuat nilai-nilai budaya, seperti penghormatan terhadap orang tua, kepatuhan pada adat istiadat, dan hubungan manusia dengan alam, yang relevan untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai budaya dalam cerita Putri Pukes serta potensinya sebagai bahan ajar BIPA tingkat menengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka. Data dianalisis berdasarkan isi cerita rakyat Putri Pukes, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran BIPA dengan menggunakan media audiovisual. Analisis difokuskan pada nilai-nilai budaya yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran bahasa, meliputi kompetensi membaca, berbicara, dan diskusi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Putri Pukes mengandung sejumlah nilai budaya yang relevan untuk pembelajaran BIPA, seperti penghormatan terhadap orang tua, larangan melanggar adat, kesabaran, dan hubungan manusia dengan alam. Cerita ini juga mengandung kosa kata, ungkapan, dan struktur kalimat yang sesuai untuk peserta didik tingkat menengah. Dari analisis, ditemukan bahwa cerita rakyat ini memiliki potensi untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap budaya Indonesia sekaligus mengasah kemampuan bahasa mereka melalui kegiatan membaca, diskusi, dan presentasi budaya. Integrasi cerita rakyat Putri Pukes sebagai bahan ajar BIPA memberikan pendekatan pembelajaran berbasis budaya yang holistik. Cerita ini tidak hanya membantu peserta didik memahami norma sosial dan tradisi masyarakat Indonesia, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis melalui diskusi lintas budaya. Pendekatan ini relevan dengan kebutuhan pembelajaran BIPA tingkat menengah yang mengutamakan penguasaan bahasa sekaligus pengenalan budaya.

Page 1 of 4 | Total Record : 38