cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
educatio@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Educatio FKIP UNMA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24599522     EISSN : 25486756     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/educatio
Core Subject : Education,
Education curriculum, instruction, learning, policy, preparation of teachers, Learning Media, Development Subject of Education, and Management of Education
Articles 1,180 Documents
Kesalahan Berbicara Bahasa Arab Santri Pondok Pesantren Darul Lughah Wal Karomah Mualim Wijaya; Akhmadani Zulkarnain
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.5257

Abstract

Praktek bahasa sering melibatkan kesalahan, yang dapat dikaitkan dengan berbagai masalah dengan penggunaan bahasa pertama dan kedua. Beberapa siswa tidak menyadari banyak kesalahan kosakata yang dibuat. Tidak mungkin memisahkan kesalahan linguistik dari pengajaran bahasa. Hal ini mengingat bahwa siswa akan membuat kesalahan tata bahasa saat belajar bahasa. Jika kesalahan umum yang dibuat oleh pembelajar bahasa diidentifikasi, kesalahan tersebut dapat dikurangi atau bahkan dihindari. Selain itu, penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dan strategi analisis deskriptif. Kemudian, ada tiga jenis metode pengumpulan data: dokumentasi, wawancara, dan observasi  Strategi analisis data penelitian ini adalah analisis deskriptif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa empat kesalahan utama yang dilakukan siswa ketika berbicara bahasa Arab adalah masalah fonologis, morfologis, sintaksis, dan semantic. Juga, penelitian ini dilakukan di pusat pengembangan bahasa asing Pesantren Darul Lughah, di mana banyak siswa masih berbicara dalam bahasa rumah mereka, yang berkontribusi pada kesalahan tata bahasa yang ada dan mendukung penggunaan bahasa ini. Lalu ada studi yang dilakukan untuk mengidentifikasi kesalahan dan memperbaikinya. Dalam penelitian ini, metodologi kualitatif dan strategi analisis deskriptif digunakan. Kemudian, ada tiga jenis metode pengumpulan data: dokumentasi, wawancara, dan observasi. Strategi analisis data penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penyelidikan ini menunjukkan adanya permasalahan fonologis, morfologis, sintaksis, dan semantik. empat jenis kesalahan utama yang dilakukan siswa saat berbicara bahasa Arab. Dan penyebab kejadian tersebut.
Peningkatan Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia Dini Melalui Permainan Outbond Kids Lita Lita; Mohamad Gilar Jatisunda; Dede Salim Nahdi; Ira Nurlatifah; Abdur Rasyid; Ujiati Cahyaningsih
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.5274

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang menunjukkan bahwa perkembangan motorik kasar anak usia dini di Kelompok Bermain Bunda Balita Desa Kertajati pada umumnya masih sangat rendah. Hal ini ditandai dengan adanya beberapa  anak yang belum mampu melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan dan kelincahan, anak belum mampu melakukan koordinasi gerakan mata-tangan-kaki-kepala dalam menirukan tarian dan senam, anak belum mampu melakukan permainan fisik dengan aturan, anak belum terampil menggunakan tangan kanan dan kiri. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental. Populasi pada penelitian ini adalah 30 orang siswa, dan yang menjadi sampel penelitian berjumlah 15 orang. Hasil penelitian dimana menurut analisis menggunakan statistika deskriptif bahwa terjadi peningkatan perkembangan motorik kasar siswa setelah dilaksankan permaianan outbond kids. Hal tersebut juga diperkuat dengan hasil analisis menggunakan statitika inferensi, dimana hasil yang didapatkan bawha terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor pretest dan rata-rata skor posttest siswa.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Jigsaw Pada Siswa Kelas V SD Negeri Kebowan 01 Indra Cahyo Saputro; Elvira Hoesein Radia
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5068

Abstract

Matematika merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang dibutuhkan dalam berbagai aspek kehidupan sehingga sangat penting untuk dipelajari. Namun kenyataanya banyak ditemukan siswa masih kesulitan dalam belajar matematika. Hal ini ditunjukkan dengan keaktifan dan hasil belajar siswa yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dengan menggunakan Model pembelajaran kooperatif Jigsaw. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 siklus. Subjek dari semua kelas SD N Kebowan 01 adalah tes formatif dan lembar observasi. Hasil menggunakan jenis jigsaw dapat meningkatkan keaktifan dan  hasil belajar matematika siswa. Pada pra siklus siswa yang tuntasmelebihi KKM adalah 6 siswa (33%) dari 18 siswa. Setelah diberikan tindakan pada siklus I, terjadi peningkatan siswa yang tuntas sebanyak 11 siswa (61%), kemudian setelah dilakukan tindakan pada siklus II meningkat menjadi 16 siswa (89%) dari 18 siswa yang tuntas KKM.. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan model jigsaw dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan keaktifan hasil belajar siswa. Guru dapat menggunakan model jigsaw pada kacamata lain dan siswa diharapkan lebih aktif dan bertanggung jawab untuk kegiatan diskusi kelompok.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write dan Picture and Picture Dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi Ari Wicaksono Wibowo; Eunice Widyanti Setyaningtyas
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas antara pembelajaran think talk write (TTW) dan pembelajaran picture and picture terhadap keterampilan menulis karangan deskripsi peserta didik kelas V di SD Pangudi Luhur Ambarawa dan untuk mengetahui diantara pembelajaran think talk write dan strategi pembelajaran picture and picture yang memiliki tingkat efektifitas lebih tinggi terhadap keterampilan menulis karangan deskripsi kelas V di SD Pangudi Luhur Ambarawa. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model pembelajaran think talk write dan model pembelajaran picture and picture (X). Variabel terikat pada penelitian ini adalah keterampilan menulis karangan deskripsi pada mata pelajaran siswa kelas bahasa indonesia V SD (Y). Teknik pengambilan data menggunakan observasi, dokumentasi dan tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi dan tes. Pada penelitian ini uji analisis statistik terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t atau uji beda rata-rata. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan keterampilan menulis karangan deskripsi yang ditnjukkan dengan hasil uji-t posttest think talk write dan picture and picture, di mana nilai signifikansi berdistribusi lebih besar dibandingkan dengan standar signifikansi. Model pembelajaran picture and picture memiliki efektivitas lebih baik dalam meningkatkan kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas V SD Pangudi Luhur Ambarawa dibandingkan TTW. Pembelajaran menulis teks deskripsi dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks deskripsi dengan nilai signifikansi berdistribusi lebih besar dibandingkan dengan standar signifikansi.
BULLYING VERBAL SEBAGAI BENTUK DISFEMISME TUTURAN DI SEKOLAH Ristiyani Ristiyani; Mila Roysa
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 5 No. 2 (2019): December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v5i2.276

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bullying verbal sebagai bentuk disfemisme tuturan di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian mixed methods. Mixed methods menggabungkan penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di sebuah sekolah dasar di Kota Kudus Indonesia. Populasi dalam penelitian  ini adalah guru dan siswa kelas 5 di sekolah tersebut. Teknik pengambilan sample dilakukan dengan total sampling untuk siswa SD. Ada 17 murid kelas 5 di sekolah tersebut dan semuanya menjadi responden dalam penelitian ini. Sementara itu, untuk guru, teknik pengambilan sample dilakukan melalui purposif sampling. Hanya guru Matematika kelas 5 yang menjadi informan dalam penelitian ini.  Dipilihnya guru Matematika sebagai informan didasarkan pada pertimbangan bahwa Mata Pelajaran Matematika adalah mata pelajaran yang dirasakan susah dan menakutkan bagi siswa di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden menyatakan bahwa  ketika mereka diberi tugas Matematika oleh guru,  guru akan memberikan peringatkan bahwa siswa harus bisa mengerjakannya (94,11%) dan meminta siswa cepat mengerjakannya (82,35%). Guru memberikan ancaman kepada siswa bahwa apabila mereka tidak dapat mengerjakan tugas, maka mereka tidak bisa naik kelas (76,47%); diberi hukuman  menulis kalimat “saya salah 30 kali”, berdiri di depan kelas dan  menyapu kelas (94,11%); guru mengucapkan kata “bodoh/ kamu tidak mengerti/ kenapa anak ini tidak bisa-bisa (88,24%). Hanya sedikit siswa (17,65%) yang menyatakan diminta keluar kelas oleh guru ketika mereka tidak dapat mengerjakan tugas atau mereka tidak mengerjakan pekerjaan rumah mereka.  Namun demikian,  hampir seluruh siswa (94,115) sepakat, ketika mereka mengerjakan tugas maka guru tidak menyuruh mereka  lari keliling lapangan/ menulis kalimat berulang-ulang/ push up/ membersihkan ruangan.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PENULISAN PIKIRAN (TTW) BERBANTUAN SURAT KABAR DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS BERITA SISWA KELAS X Mila Roysa
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 6 No. 1 (2020): June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v6i1.407

Abstract

Menulis adalah ekspresi verbal dari ide-ide. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model berpikir-berbicara-menulis berbantuan surat kabar dalam meningkatkan paparan berita dan keterampilan menulis siswa kelas X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah investigasi tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X SMK NU Miftahul Falah Kudus dan peserta penelitian berjumlah 27 siswa. Penelitian menunjukkan bahwa media surat kabar mahasiswa dapat meningkatkan efisiensi mahasiswa dalam menulis materi pameran. Ini diperkuat karena metrik penulisan pameran berkinerja lebih baik. Siklus I memiliki skor total rata-rata 17, mencapai 63% dalam kategori “baik”. Siklus II memiliki rata-rata skor total 22, dengan persentase 81% dalam kategori “sangat baik”. Tingkat ketuntasan siswa dalam pembelajaran keterampilan menulis penerbitan pesan siklus I. Siswa mencapai skor rata-rata 63 dengan tingkat baik 67% dan peningkatan pada siklus kedua dengan skor rata-rata 76 dan tingkat sangat baik 89%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model berpikir, berbicara dan menulis dengan bantuan media surat kabar dapat meningkatkan keterampilan menulis berita siswa kelas X Multimedia SMK NU Miftahul Farah tahun ajaran 2016/2017.
Penerapan Metode Demonstrasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Kuliah Perilaku Organissasi di STIE Semarang Siti Aniqoh Shofwani; Yovita Mumpuni Hartarini; Sarbullah Sarbullah; Pipit Sundari
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 2 (2021): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i2.1133

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya nilai hasil belajar mata kuliah perialuku organisasi mahasiswa kelas D Prodi Manajemen STIE Semarang Tahun Akademik 2020/2021. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar mata kuliah perilaku organisasi menggunakan metode demonstrasi pada mahasiswa kelas D Prodi Manajemen Tahun Akademik 2020/2021. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes.  Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar mata kuliah perilaku organisasi ini dilihat dari persentase ketuntasan tiap siklus. Mahasiswa yang dinyatakan tuntas pada prasiklus berdasarkan hasil tes ada 15 mahasiswa (29,92%), siklus I menjadi 23 mahasiswa (75,38%) dan siklus II, 25 mahasiswa (88,46%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan hasil belajar mata kuliah perilaku organisasi pada mahasiswa kelas D Prodi Manajemen STIE Semarang Tahun Akademik 2020/2021.
Toleransi dalam Perbedaan Pendapat melalui Model Pembelajaran Inkuiri Berbasis Nilai Roni Rodiyana; Bunyamin Maftuh; Sapriya Sapriya; Ernawulan Syaodih; Ari Yanto; Davi Sofyan
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.4945

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan kurangnya sikap toleransi di kelas IVB SDN Tonjong I Majalengka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan sikap toleransi dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri nilai. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas Kemmis & Taggart. Instrumen yang digunakan meliputi penilaian LKPD, penilaian kegiatan presentasi dan observasi, serta penilaian penanda pencapaian peningkatan sikap toleransi. Berdasarkan hasil temuan, telah terjadi peningkatan sikap toleransi siswa yang terlihat dengan tumbuhnya kemampuan explainable, interpretable, mampu memberikan contoh (examples), mampu mengklasifikasikan, mampu membandingkan, dan mampu berempati. Dari siklus I yang memperoleh predikat “memadai”, siklus II memperoleh predikat “baik”, dan siklus III yang memperoleh predikat “baik”. Tantangan terbesar dalam penelitian ini adalah mengatur alokasi waktu dengan berbagai langkah pembelajaran dan mengatur perilaku siswa selama kegiatan observasi lapangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa menggunakan paradigma pembelajaran inkuiri nilai dapat memberikan peningkatan kapasitas sikap toleransi mereka.
Toleransi Keragaman Keyakinan Pada Siswa Sekolah Dasar Amira Henny Mahmudah; Khusnul Fajriyah; Ikha Listyarini; Tutik Wahyuni
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5067

Abstract

Profil Pelajar Pancasila merupakan sejumlah ciri karakter dan kompetensi yang diharapkan untuk diraih oleh peserta didik, yang didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila. Pelajar yang memiliki profil ini adalah pelajar yang terbangun utuh keenam profil pembentuknya. Salah satu Profil Pelajar Pancasila yaitu Berkebinekaan Global yang dalam implementasinya selalu mengupayakan terciptanya perdamaian dan keharmonisan sosial tanpa memandang golongan, suku, bangsa, maupun agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk toleransi keragaman keyakinan pada siswa dan relasi antara siswa muslim dengan nonmuslim di dalam lingkungan sekolah SDN 01 Kalicari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Data yang diperoleh dikomputasi, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan mengenai bentuk toleransi keragaman keyakinan siswa di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penelitian mengenai bentuk toleransi keragaman keyakinan siswa di sekolah adalah sebuah penelitian yang persiapannya sama dengan penelitian lainnya akan tetapi sumber dan metode pengumpulan data dengan mengambil data dari observasi, wawancara, mencatat, dan  mengolah bahan penelitian. Penelitian mengenai bentuk toleransi keragaman keyakinan siswa di sekolah juga sebuah penelitian dan dapat dikategorikan sebagai sebuah karya ilmiah karena pengumpulan data dilakukan dengan sebuah strategi dalam bentuk metodologi
Pengaruh Tari Kudu Lempang Terhadap Nilai Gotong Royong Pada Siswa di Sekolah Dasar Siti Salisa Salwiyah; Luthfi Hamdani Maula; Irna Khaleda Nurmeta
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5128

Abstract

Penelitian ini fokus pada pengaruh pembelajaran seni tari dengan menggunakan tari tradisional "kudu leumpang" terhadap karakter gotong royong pada siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas 1.A dan 1.B SDN Cemerlang dengan total 60 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran seni tari dengan tari kudu leumpang mengalami peningkatan nilai gotong royong yang signifikan, sementara siswa yang tidak menggunakan tari kudu leumpang tidak menunjukkan perubahan signifikan dalam nilai gotong royong. Dalam proses pembelajaran tari, siswa dibentuk dalam kelompok untuk menampilkan tarian secara berkelompok, yang memungkinkan interaksi sosial dan kerjasama yang lebih baik. Peningkatan karakter gotong royong juga dikaitkan dengan keberagaman fungsi tari dalam budaya dan identitas komunitas, serta pengenalan tradisi dan warisan budaya. Hasil penelitian ini mendukung pentingnya pembelajaran seni tari dalam mengembangkan karakter gotong royong pada siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, pembelajaran seni tari dengan melibatkan unsur tradisional dapat menjadi alat yang efektif untuk membentuk karakter sosial siswa sejak dini.

Page 76 of 118 | Total Record : 1180